Psikologi persepsi susila hendri

  • 2,123 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,123
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
76
Comments
0
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. © SUSILA HENDRI
  • 2. © SUSILA HENDRIsusilahendri26@gmail.com
  • 3. PSIKOLOGI PERSEPSIPsikologi berasal dari bahasa yunani psyche ( jiwa ). Psikologi adalah ilmu yang mempelajarikejiwaan manusia, bagaimana manusia dalam berfikir sangat berperan besar dalam kejiwan-nya.Ilmu Psikologi tentu saja tidak berlaku pada hewan, hewan tidak memiliki akal jika ada hewanyang dapat berghitung atau melakukan hal-hal yang dilakukan manusia itu hanya latihanberulang sampai hewan-hewan tersebut menghafal latihan tsb.Sedangakan persepi, persepsi adalah apa yang manusia simpulkan dari hasil pemikiranmereka atau dari apa yang mereka lihat. Manusia tentu saja tidak dapat menyimpulkansesuatu yang sama sekali belum pernah mereka tahu atau yang belum pernah mereka lihat.Begitu juga dengan pemikiran mereka, manusia berfikir sesuai dengan apa yang sudahmereka ketahui sebelumnya atau dari sekumpulan cerita dari masa lalu mereka yangterekam dalam memori otaknya, kemudian mereka mencoba menyimpulkan apa yang mere-ka lihat atau apa yang mereka pikirkan.Sering kita temui setiap orang dalam mengkap sebuah permasalahan itu berbeda-bedatanggapan, hal itu erat di pengaruhi karena mereka memiliki latar pemikiran yang berbeda-beda di masa lalu. Celah itu lah yang biasa di manfaatkan oleh seorang illusionis untuk mem-pengaruhi pemikiran mereka.
  • 4. MAGIC, PSIKOLOGI DAN SUGESTIDalam dunia Sulap atau illusionis sering kitadengar kata sugesti bagaimana seorangillusionis mensugesti atau menghipnotisseseorang untuk melakukan hal yang di luarpikirannya. Mereka para illusionis menggu-nakan ilmu psikologi untuk mensugesti dasarpemikiran atau kejiwaan seseorang untukmelakukan hal yang di luar pemikirannya.Misalnya seorang illusionis mensugesti se-orang pecandu rokok agar berhenti merokok,jika dalam memori otak mereka (perokok)bahwa rokok itu enak dan membuat tenang FOKUSitu hanya sebatas lingkaran pemikiran mere-ka. Mereka perokok tidak bisa keluar dari pe-mikiran itu karena yang mereka tahu bahwa Dalam tugas analisa psikologi persepsirokok itu nikmat. Namun hasilnya seorang il- ini saya akan menjelaskan peranan ilmulusionis berhasil mensugesti kejiwaan mereka psikologi dalam dunia periklanan. Peran(perokok) agar berhenti merokok bahwa besar psikologi dalam sebuah iklan,rokok tidak enak. Disini bisa kita ambil makna bagaimana sebuah iklan mencoba untukbahwa sebenarnya letak pemikiran manusia mempengaruhi pemikiran si target audiencebukan hanya sebatas pemikiran dalam otak dalam menangkap iklan tersebut.bahwa sebenarnya letak dasar pemikiranmanusia ada pada kejiwaannya. Dalam dunia periklanan sekarang ini, iklan yang hanya sekedar menjual tidak lah cukup. Iklan seperti itu sudah terlalu men- jamur. Sudah berabad-abad sejak televisi“ Jika dalam memori otak mereka (perokok) di temukan iklan yang kita lihat sekarangbahwa rokok itu enak dan membuat tenang masih sama dengan iklan ratusan tahunitu hanya sebatas lingkaran pemikiran yang lalu. Bahkan banyak penikmat televisimereka. Mereka perokok tidak bisa keluar sudah terlalu geram dengan beberapadari pemikiran itu karena yang mereka tahu iklan yang berteriak-teriak seperti halnyabahwa rokok itu nikmat “ pedagang sayur di pasar
  • 5. IKLAN KREATIF Di indonesia sebenarnya banyak sekali iklan-iklan kreatif seperti iklan kit-kat, opera- tor celllular 3, condom fiesta, Mc Donald dll. Namun dari sekian banyak iklan-iklan kreatifIKLAN jika di suruh memilih iklan apa yang paling kreatif kebanyakan orang termasuk sayaIklan sangat berperan besar di era mod- juga akan lebih memilh iklan rokok sebagaiern ini. Hampir setiap hari dimanapun kita iklan yang kreatif.berada. kita selalu bertemu dengan iklan,setelah bangun tidur sampai tidur lagi kita “ Fenomena yang aneh bahwa Iklanselalu di suguhkan dengan iklan-Iklan di rokok kreatif cuma ada di Indonesiaberbagai tempat dan media. coba lihat di Singapura, Amerika atau Inggris jangankan iklan rokok kreatif,Di negera berkembang seperti Indonesiaiklan tak luput dari mereka pelaku industri. iklan rokok pun hampir tidak ada.”Seiring dengan berkembangnya negarasemakin banyak bermunculan industri-in- Di balik keterbatasan peraturan yang ketatdustri besar maupun kecil. Mereka ( pelaku tentang iklan rokok, dimana tidak bolehindustri ) tentu saja perlu agar produknya di menampilkan gambar orang yang sedangketahui masayarakat, bagaimana caranya merokok, justru hal tersebut membuat iklan? salah satunya adalah dengan beriklan. rokok mampu menyetuh hati para kon-Para pelaku industri tersebut perlu mem- sumennya. Tidak ada peraturan-peraturanbuat iklan agar produk mereka di ketahui. yang mengikat sebuah biro iklan untuk membuat iklan rokok, mereka di bebaskanBelakangan membuat iklan yang hanya berkreasi seliar, sekreatif mungkin, ting-di ketahui/menjual tidaklah cukup khu- gal menonjolkan sisi menarik yang ingin disusnya untuk sebuah produk besar. Perlu tonjolkan produk tersebut.dilakukan pendekatan lebih intensif kepadatarget audience. Bagaimana perlu untuk Kebanyakan dari iklan rokok hampir miripmembuat sebuah iklan kita harus memaha- seperti film pendek itu bukan iklan itu adalahmi target audience-nya apa yang mereka film pendek yang bercerita coba bandingkansuka, apa kebiasaan, apa kegiatan mereka dengan iklan-iklan yang terlalu berjualan,dsb. Dalam hal ini jelas di perlukan ilmu mengurui atau yang teriak-teriak sepertipsikologi untuk memahami mereka ( target pedagang di pasar. Di Indonesia iklan rokokaudience). seakan mempunyai pangsa pasar tersendiri dimana iklan-iklan rokok selalu di tunggu- tunggu kelanjutannya.
  • 6. PSIKOLOGI PERSEPSI > TEORI GESTALT > IKLAN KREATIF Seperti yang pernah ditulis Djito Kasilo dalam bukunya Komunikasi Cinta, Menembus G-spot Para Konsumen. Dalam upaya untuk merayu para konsumen perlu di lakukan pendekatan yang intensif, pendekatan melalui cinta seperti halnya bagaimana kita merayu seseorang yang kita sukai. Begitu juga dengan sebuah iklan, bagaimana seorang praktisi iklan bisa memikat hati para target audience.TEORI GESTALTGestalt merupakan sebuah teori psikologi yangmenyatakan bahwa seseorang akan cenderungmengelompokkan apa dia lihat disekitarnyamenjadi suatu kesatuan utuh berdasarkan pola,hubungan, dan kemiripan. Gestalt menjelas-kan bagaimana secara psikologi seseorangmencerna apa yang dilihatnya. Dengan me-mahami prinsip kerja kecenderungan persepsivisual manusia melalui Gestalt.Di jelaskan bahwa dalam teori gestalt ber-hubungan erat dengan pola pikir, hubungandan kemiripan.Dalam teori gestal seseorangcenderung menyimpulkan sebuah persoalansesuai dengan pola, hubungan dan kemiripandengan apa yang sedang ia pikirkan walaupunkadang apa yang mereka pikirkan belum tentubenar dengan jawaban persoalan tersebut.Intinya dalam teori gestalt seseorang cend-erung menyimpulkan sebuah permasalahanyang dimana permasalahan tersebut bermaknaganda atau berbicara dua arah.“ Teori gestalt berhubungan erat denganpola pikir, hubungan dan kemiripan “
  • 7. TEORI GESTALT PADA IKLAN A MILD( Iklan 1 )( Iklan 2 )
  • 8. IKLAN A MILDSalah satu contoh iklan yang sering menggunakan teori gestalt adalah iklan rokok A Mild. IklanA Mild adalah salah satu iklan rokok yang kreatif dari sekian banyak iklan-iklan rokok kreatiflainnya. Iklan a mild sering memakai jorgan-jorgan atau kata-kata yang unik seperti iklan diatas“ Siang dipendam Malam Balas Dendam”. Selain kalimat tersebut sebenarnya tidak berhubun-gan sama sekali dengan rokok atau kegiatan setelah atau sebelum merokok juga iklan tersebutbersifat ambigu berbicara dua arah, disatu sisi bisa di bilang beriklan tapi di sisi lain bisa dibilang tidak, tergantung dari sudut mana seseorang melihatnya. Namun disitulah menariknyakonsumen akan menyimpulkan sendiri apa maksud dari iklan tersebut, mereka akan bertanya-tanya maksud dari iklan tersebut. Kalo Siang Dipendam Kalo Malam Balas Dendam, Dengan Ambiguitasnya ( berbicara dua arah ) iklan A Mild mengajak para konsumennya untuk menebak-nebak apa mak- sud dari iklannya.Tidak jarang pula iklan-iklan a mild menjadi perbincangan hangat saat ngopi atau bersantaimereka mencoba menebak makna dari iklan tersebut. Bahkan jargon pada iklan A mild seringmenjadi sebuah trendsetter dalam kehidupan sehari-hari, misalnya : Rudi bertanya kepada Andi. Rudi : kenapa kamu bisa-bisanya ngga iku ujian ? Andi : Tanyakenapa ?Nah di situ dimana iklan A Mild mempunyai kekuatan yang kuat untuk menghipnotis ataumempengaruhi para konsumennya.Iklan A Mild memang sering menampilkan (art) berhubungan dengan anak-anak muda dalamiklannya, juga dengan kalimat (copy) yang lebih bersifat blak-blakan seperti halnya kalimatyang sering di gunakan anak muda. Karena memang segmentnya di tunjukkan oleh anakmuda.Iklan a mild dengan ambiguitasnya terutama dalam pemilihan kalimat (copy) sangat menarik,mungkin butuh ratusan jam terbang bagi seorang awam untuk membuat kalimat seperti yangada pada iklan-iklannya. Disini kita lihat bagaimana kekuatan sebuah kalimat (copy) sangatkuat, jika kita benar-benar mengamati maksud visual juga kalimatnya seakan kalimatnyaberteriak lebih kencang dari visualnya. Dimana kalimat pada seperti pada iklan di atas seakanmenggambarkan lebih dari visualnya.Kita lihat gambar diatas, sekumpulan makanan kemudian ada kalimat “siang di pendam kalomalam balas dendam”, Realitanya mungkin benar seakan seperti itu diet yang sudah di ren-canakan dari pagi sampai siang ternyata tak mampu dipertahankan ketika masuk jam malam.Kita menahannya dari pagi sampai siang namun pada malam harinya kita me-lahap habissemuanya. Mungkin seperti itu yang ingin coba di gambarkan visualnya. Namun jika kita ber-fikir lagi tidaklah demikian pesan yang ingin disampaikan iklan tersebut, tidak sesederhana itu.Coba perhatikan bagaimana dengan copynya, pada iklan tersebut copy seakan ingin berlaridari visual-nya, berbicara lebih jauh.
  • 9. Coba kita tengok budaya jawa/indonesia tentang menghormati atau saling menghargai antarsesama ( yang sangat salah diartikan penyampaiannya oleh guru-guru kita di SD). Budayatersebut seakan membuat kita ( masyarakat Indonesia ) hanya menjadi tak lebih dari patungberjalan, hal itu membuat kita tidak bisa berbicara secara terbuka berbicara blak-blakan ten-tang apa yang kita rasakan. Kita lebih di arahkan dimana lebih baik mengumpatnya dalam hatidari pada harus mengungkapkannya dan melukai persaan lawan bicara, namun di belakangkita sering meluapkan emosi yang di tahan sedari tadi. Mungkin itu copy yang coba ingin digambarkan menurut saya lebih dari sekedar visualnya yang lebih tertuju ke konsumtif agarpesan mudah di tangkap kalangan tertentu. Ini adalah iklan yang cerdas dimana kekuatan copy yang hanya terdiri 5 kata seakan berbicara atau mengabarkan seluruh pelosok Indonesia.HUBUNGANNYADENGAN BERIKLAN ?Saya tidak tahu persis hubungannya iklan A Mild di atas dengan produk A Mild. Apa yangcoba di tunjukkan iklan tersebut kepada target audience dengan apa hubungannya denganproduk rokok A Mild, biarlah A Mild sendiri yang menjawabnya. KESIMPULANNYA...Dari iklan a mild di atas dapat disimpulkan bahwa teori gestalt sangat berguna pada duniaperiklanan, agar bisa menciptakan sebuah iklan kreatif. Walaupun iklan kreatif tidak harussesuai dengan teori gestalt. Tapi dari kesimpulan iklan di atas untuk saat ini ukuran sebuahiklan kreatif bisa di bilang dengan menggunakan teori gestalt.Mengapa iklan a mild diatas bisa di sebut menggunakan teori gestalt. Seperti yang sudah disebutkan teori gestalt berhubungan erat dengan kesatuan utuh berdasarkan pola, hubungan,dan kemiripan. Seperti halnya iklan a mild diatas iklan tersubut mencakup hal-hal tersebutpola, hubungan, dan kemiripan.Iklan tetaplah fungsinya sebagai sebuah iklan bukan sebuah propaganda yang hanya meny-ampaikan sebuah ide. Iklan A Mild di atas juga tetap ingin menjual produknya, merayukonsumen agar produknya laris di pasaran. Yang jadi perbedaan dengan sebagian iklanlain adalah cara penyampaiannya. Iklan a mild di atas tidak secara gamblang ingin menjualproduknya, menunjukkan apa keunggulannya di banding produk pesaingnya. Mereka melaku-kan pendekatan yang intensif kepada target audience dengan berpegang pada teori gestalt.
  • 10. DAFTAR PUSTAKADjito Kasilo. Komunikasi Cinta : Menembus G-spot Konsumen IndonesiaBudiman Hakim. Lanturan Tapi Relevan : Dasar-Dasar Kreatif PeriklananGogor Bangsa. http://www.gogorbangsa.wordpress.comDesain Studio. http://desainstudio.com