Alat dan bahan bab3

15,311 views
15,023 views

Published on

bahan

Published in: Education
2 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
15,311
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
304
Comments
2
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Alat dan bahan bab3

  1. 1. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 26 ALAT DAN BAHAN 3.4 Tinjauan Umum Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pengerjaannya. Pengadaan bahan bangunan dan alat kerja disesuaikan dengan tahapan pekerjaan yang sedang berlangsung. Penempatan material yang tepat dan efisien perlu diperhatikan untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan. Di samping itu, penempatan material yang baik dan tertata rapi akan mendukung efektifitas kerja dan keselamatan kerja. Penyedia (supplier) bahan bangunan sebaiknya mudah ditempuh dari lokasi proyek sehingga akan menghemat waktu dan biaya pengangkutan. Selain itu ketersediaan bahan bangunan (stocking material) harus selalu dikontrol untuk menghindari keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat terlambatnya pengadaan bahan bangunan. Penempatan material harus disesuaikan dengan sifat bahan sehingga resiko kerusakan bahan bangunan sebelum digunakan dapat dikurangi, terutama pada bahan bangunan yang peka terhadap kondisi lingkungan seperti semen dan baja tulangan. Alat kerja berperan penting dalam menunjang keberhasilan suatu proyek. Alat kerja membantu melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sulit untuk dikerjakan dengan tenaga manusia. Penggunaan alat kerja dapat mempercepat waktu pelaksanaan, mempermudah pelaksanaan dan meningkatkan efektifitas suatu pekerjaan. Oleh karena itu, perawatan dan pemeliharaan alat kerja harus diperhatikan agar kerusakan alat kerja dapat dihindari. 3.5 Bahan-Bahan Konstruksi Pemilihan bahan konstruksi harus memperhatikan kualitas sehingga akan didapatkan hasil yang sesuai dengan standar perencanaannya. Selain itu perlu diperhatikan juga penyimpanan dan penumpukan di gudang agar tidak terjadi penurunan kualitas material baik disebabkan karena faktor cuaca maupun lamanya waktu penumpukan di gudang.
  2. 2. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 27 3.5.1 Baja Baja pada proyek Newton Hybrid Park Apartemen terdiri dari dua jenis, yaitu baja yang digunakan untuk rangka atap baja dan penulangan beton bertulang. Baja yang digunakan untuk rangka baja terdiri dari bermacam-macam profil. Penyimpanan baja tulangan diletakan di atas bantalan balok kayu yang terletak di atas tanah untuk menghindari korosi pada tulangan akibat reaksi dengan air tanah. Berdasarkan bentuknya, baja tulangan dibagi menjadi dua jenis : 1. Baja tulangan polos Permukaan baja polos, tidak bersirip. Biasa disingkat dengan BJTP. 2. Baja tulangan sirip (deform) Permukaan baja memiliki sirip melintang untuk meningkatkan daya lekat tulangan baja dengan beton. Biasa disingkat dengan BJTD. Baja tulangan yang digunakan pada proyek ini yaitu : a. Untuk baja tulangan D < 10 mm digunakan BJTP 24 dengan fy = 240 MPa. b. Untuk baja tulangan D <10 mm digunakan BJTD 40 dengan fy = 400 MPa. c. Baja yang digunakan dalam proyek ini adalah dari.
  3. 3. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 28 Gambar 3.5 Besi tulangan 3.5.2 Semen Semen digunakan sebagai bahan pengikat dalam pekerjaan konstruksi, antara lain digunakan untuk pasangan batu kali, lantai kerja dan plesteran. Selain itu, semen jenis tertentu juga bisa dipakai untuk bahan finishing. Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan persediaan semen : 1) Sebelum diangkut ke lapangan untuk digunakan, semen harus dijaga agar tidak lembab. 2) Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan dan zak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat. 3) Tinggi tumpukan maksimum tidak lebih dari 2 m atau maksimal 10 zak. Hal ini untuk menghindari rusaknya semen yang berada pada tumpukan yang paling bawah, akibat beban yang berat dalam waktu yang cukup lama sebelum digunakan sebagai bahan bangunan. 4) Karena penimbunan semen dalam waktu yang lama juga akan mempengaruhi mutu semen, maka diperlukan adanya pengaturan penggunaan semen secara teliti. Sehingga dalam hal ini semen lama harus dipergunakan terlebih dahulu. 5) Zak-zak semen disimpan di gudang yang cukup ventilasinya. Adapun jenis semen yang digunakan dalam proyek ini antara lain : a) Semen portland Gresik jenis IP-U yang telah ber-SNI 15-0302-2004, merupakan semen untuk campuran mortar dan acian plesteran dinding batu bata. b) Semen putih ASTM C 150-00 merk Tiga Roda, merupakan semen
  4. 4. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 29 3.5.3 Beton Ready Mix Seluruh pekerjaan struktural dalam Proyek Newton Hybrid Park Apartemen ini menggunakan beton ready mix produksi dari PT. Adhimix Precast Indonesia sendiri. Adapun keuntungan penggunaan beton ready mix ini adalah: a) Jaminan keseragaman mutu beton. b) Efektifitas dan efisiensi kerja dalam pelaksanaan. Gambar 3.7 Beton ready mix untuk finishing. Gambar 3.6 Semen putih dan semen portland
  5. 5. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 30 3.5.4 Plywood Plywood digunakan sebagai bahan bekisting karena akan menghasilkan permukaan beton yang halus. Plywood yang digunakan adalah kayu lapis dengan permukaan yang dilapisi laminated plastic dengan ketebalan 16-22 mm. Supplier untuk material ini adalah PT. Beton Konstruksi Wijaksana (BKW) yang sekaligus merangkap sebagai subkontraktor untuk pekerjaan bekisting. Gambar 3.8 Plywood 3.5.5 Kawat Bendrat Kawat bendrat berfungsi sebagai pengikat antar baja tulangan agar dapat membentuk struktur seperti yang dikehendaki. Kawat bendrat yang digunakan berdiameter 1 mm dan dalam pemakaiannya digunakan tiga lapis kawat agar lebih kuat dalam mengikat baja tulangan. Agar baja tulangan saling terikat dengan kuat maka kawat yang digunakan harus mempunyai kualitas yang baik dan tidak mudah putus. Gambar 3.9 Kawat bendrat 3.5.6 Air Kerja Air kerja yang digunakan dalam proyek harus sesuai dengan SNI 03- 28472002 tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Persyaratan mengenai air kerja tercantum di halaman 15, yaitu:
  6. 6. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 31 1) Air yang digunakan pada campuran beton harus bersih dan bebas dari bahanbahan merusak yang mengandung oli, asam, alkali, garam, bahan organik, atau bahan-bahan lainnya yang merugikan terhadap beton atau tulangan; 2) Air pencampur yang digunakan pada beton prategang atau pada beton yang di dalamnya tertanam logam aluminium, termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat, tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan; 3) Air yang tidak dapat diminum tidak boleh digunakan pada beton, kecuali ketentuan berikut terpenuhi: a) Pemilihan proporsi campuran beton harus didasarkan pada campuran beton yang menggunakan air dari sumber yang sama, b) Hasil pengujian pada umur 7 dan 28 hari pada kubus uji mortar yang dibuat dari adukan dengan air yang tidak dapat diminum harus mempunyai kekuatan sekurang-kurangnya sama dengan 90% dari kekuatan benda uji yang dibuat dengan adukan air yang dapat diminum. Perbandingan uji kekuatan tersebut harus dilakukan pada adukan serupa, terkecuali pada air pencampur, yang dibuat dan diuji sesuai dengan “Metode uji tekan untuk mortar semen hidrolis (Menggunakan spesimen kubus dengan ukuran sisi 50 mm)”. 3.5.7 Calbond Calbond merupakan bahan pengikat beton lama dengan beton baru. Calbond merupakan cairan perekat antara beton yang telah dicor (yang telah mengeras) dengan adukan beton yang akan dicor kemudian. Cairan perekat yang berwarna putih ini disebut juga dengan lem beton seperti terlihat pada gambar di bawah. Calbond di proyek ini banyak digunakan pada sambungan pengecoran beton.
  7. 7. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 32 Gambar 3.10 Cairan calbond 3.5.8 Bahan Additive (Tambahan) Bahan tambahan yang digunakan pada campuran beton untuk proyek pembangunan Armada Town Square berupa accelerating admixture. Bahan ini berfungsi untuk memendekkan setting-time beton. Ketika dituangkan admixture ini bersuhu udara dingin karena adanya bahan kimia yang terkandung yaitu Calcium Cloride (Kalsium Klorida). Penggunaan bahan di atas membuat campuran beton cepat mengeras, meningkatkan dalam mengeringkan penyusutan (drying shrinkage), dan menghindari korosi pada tulangan (reinforcement). Jumlah pemakaian yang berlebihan, kalsium klorida bisa untuk menurunkan titik beku beton, yang dapat mengakibatkan beton menjadi rusak atau hancur. Oleh karena itu, harus ada perawatan (treatment) khusus berupa pengawasan dalam volume penggunaan admixture baik dalam hal penyimpanan ataupun ketika sedang dilakukan pencampuran dengan beton. Volume penggunaan yaitu lebih dari 5% dari berat semen (Cement Weight). Penggunaan bahan tersebut dari segi bisnis dan ekonomis dikarenakan dalam pembangunan proyek ini bersifat komersial dan dituntut untuk cepat selesai. Selain itu, dari segi teknis pengadaan bekisting yang terbatas juga mempengaruhi. Dengan adanya admixture tersebut, maka bekisting terutama bekisting samping cukup terpasang selama ±12 jam setelah pengecoran untuk bisa dilepas dan digunakan kembali. 3.6 Alat-alat Konstruksi 3.6.1 Tower Crane (TC) Tower crane diperlukan terutama sebagai pengangkut bahan dan peralatan untuk pekerjaan struktur, seperti besi beton, bekisting, beton cor dan material lainnya. Penempatan tower crane harus direncanakan bisa menjangkau seluruh areal proyek konstruksi bangunan yang akan dikerjakan dengan manuver yang aman tanpa terhalang. Penggunaan tower crane tersebut juga harus memperhitungkan beban maksimal yang mampu diangkatnya. Operator tower crane harus siap untuk mengakomodasi perintah pengangkutan didaerah jangkauannya. Dalam proyek ini
  8. 8. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 33 tower crane menggunakan satu buah. Akan tetapi, pada dua hari terakhir sebelum penulis meninggalkan proyek, ada rencana penambahan satu tower crane lagi. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan karena telah terjadi keterlambatan pelaksanaan proyek di lapangan. Gambar 3.11Tower crane 3.6.2 Back hoe Back hoe adalah alat yang digunakan dalam pekerjaan galian tanah. Keuntungan dari penggunaan back hoe adalah dapat melakukan pekerjaan penggalian dengan lebih cepat dan lebih efisien. Selain itu back hoe juga dapat digunakan sebagai alat pemuat yang jauh lebih efisien dibandingkan jika menggunakan tenaga manusia. Dalam proyek ini keberadaan back hoe sangat diperlukan mengingat banyaknya volume galian yang harus dikerjakan terutama pada pekerjaan galian ground water tank, sewage treatment plant, pile cap, dan lain-lain.. Adapun spesifikasi alat adalah sebagai berikut : Merk : Hyunday Buatan : Korea Kapasaitas bucket : 0.3 m3
  9. 9. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 34 Jumlah : 1 buah Gambar 3.12Back hoe 3.6.3 Dump truck Dump truk merupakan alat yang digunakan untuk mengangkut material galian tanah dan material konstruksi lainnya seperti beton hasil pemotongan kepala tiang pancang (pile) dari lokasi proyek menuju tempat pembuangan (dispostal area). Ada pun spesifikasi dump truk yang digunakan dalam proyek ini adalah: Merk : Mitsubushi Fuso Kapasitas Bucket : 5 m3 Gambar 4.14 Dump truck
  10. 10. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 35 3.6.4 Mobile Concrete Pump Mobile Concrete Pump merupakan alat untuk memompa beton ready mix dari mixer truck ke lokasi pengecoran. Penggunaan concrete pump ini untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi pengecoran. Alat ini sangat berguna untuk lokasi yang sulit dijangkau seperti bangunan gedung bertingkat yang luas sehingga dapat dengan mudah dijangkau. Alat ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu alat utama berupa mesin pompa yang dilengkapi dengan tenaga penggerak berupa mesin diesel, pipa-pipa besi berdiameter 15 cm serta beberapa alat tambahan berupa klem penyambung pipa-pipa tersebut. Adapun spesifikasi mobile concrete pump dalam proyek ini dalah sebagai berikut: Merk dan type : Isuzu IPG 115B.8E26/4 Buatan : Jepang Kapasitas : 10-90 m3 /jam, (diameter selinder 95 mm) Gambar 3.13Concrete Pum
  11. 11. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 36 3.6.5 Mixer Truck Mixer truck merupakan truk khusus yang dilengkapi dengan concrete mixer dengan kapasitas bervariasi, yaitu kapasitas 5; 5,5; 6; dan 6 m3 . Truk ini mengangkut beton siap pakai (ready mix) dari tempat pencampuran beton (batching plan) sampai ke lokasi pengecoran. Selama pengangkutan, truk ini terus berputar searah jarum jam dengan kecepatan 8-12 putaran per menit agar adukan beton tersebut terus homogen dan tidak mengeras. Dalam pengangkutan perlu diperhatikan interval waktu, karena bila terlalu lama beton akan mengeras dalam mixer, sehingga akan menimbulkan kesulitan dan menghambat kelancaran pelaksanaan pengecoran. Spesifikasi Mixer truck yang digunakan pada proyek ini adalah sebagai berikut: Merk : Hino Buatan : Jepang Kapasitas : 6,5 m3 Gambar 3.14. Concrete Pump dan Mixer Truck saat loading concrete
  12. 12. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 37 3.6.6 Pemotong Tulangan (Bar Cutter) Baja tulangan dipesan dengan ukuran-ukuran panjang standar (12 m). Untuk keperluan tulangan yang pendek, maka perlu dilakukan pemotongan terhadap tulangan yang ada. Untuk itu diperlukan suatu alat pemotong tulangan, yaitu pemotong tulangan (bar cutter) yang dioperasikan dengan menggunakan tenaga listrik. Jumlah tulangan yang mampu dipotong dalam sekali tahap umumnya bervariasi antara 5 sampai 10 tulangan, tergantung dari besarnya diameter tulangan yang akan dipotong. Proyek ini menggunakan Barcutter listrik dengan sepesifikasi sebagai berikut: Merk dan Type : Meiho dan Toyo, MTK-42 Buatan : Jepang Jumlah : 3 unit Kapasitas potong : 5-10 tulangan, tergantung diameter tulangan yang dipotong. Gambar 3.15. Bar cutter 3.6.7 Pembengkok Tulangan (Bar Bender) Merupakan alat yang digunakan untuk membengkokkan tulangan seperti pembengkokan tulangan sengkang, pembengkokan untuk sambungan tulangan kolom, juga pembengkokan tulangan balok dan plat. Sudut yang dapat dibentuk oleh pembengkok tulangan dapat diatur besarnya, yaitu 450 , 900 ,1350 dan1800 . Kapasitas alat antara 5 sampai 8 tulangan tergantung dari besarnya diameter
  13. 13. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 38 tulangan yang akan ditekuk oleh bar bender. Adapun spepesifikasi bar bender yang digunakan dalam proyek ini adalah sebagai berikut: Merk dan Type : Toyo Buatan : Jepang Jumlah : 3 unit Kapasitas : 4-5 tulangan. Tergantung diameter tulangan yang dibengkokkan. Gambar 3.16. Bar bender 3.6.8 Teodolith Teodolith merupakan alat bantu dalam proyek untuk menentukan as bangunan dan titik-titik as kolom pada tiap-tiap lantai, agar bangunan yang dibuat tidak miring. Teodolith juga digunakan sebagai alat untuk menjaga kevertikalitasan bangunan gedung tinggi.
  14. 14. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 39 Gambar 3.17. Teodolith Merk dan Type : Theodolite Topcon TL-6G Buatan : Jepang Jumlah : 2 unit 3.6.9 Waterpass Fungsi utama dari alat ini adalah untuk menentukan ketinggian elevasi rencana pada suatu bangunan . Alat ini biasanya digunakan untuk mengetahui elevasi lantai ketika lantai akan dicor, sehingga apabila terjadi perbedaan antara elevasi rencana dengan elevasi dilapangan dapat dikoreksi dan dilakukan perbaikan dengan segera. Alat ini dipergunakan juga untuk menentukan elevasi tanah dan elevasi tanah galian timbunan.
  15. 15. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 40 Gambar 3.18. Proses levelling Merk dan Type : Topcon Automatic Level Topcon ATG-6 Buatan : Jepang Jumlah : 2 unit 3.6.10 Concrete Vibrator Adanya rongga udara dalam suatu adukan beton, secara tidak langsung akan mengurangi mutu dan kekuatan beton tersebut. Untuk menghindari hal ini, maka dalam suatu pengecoran harus diusahakan adanya rongga udara yang seminimal mungkin. Vibrator merupakan suatu alat penggetar mekanik yang digunakan untuk menggetarkan adukan beton yang belum mengeras, dengan harapan dapat menghilangkan rongga-rongga udara yang ada sehingga dapat dihasilkan beton yang padat dan bermutu tinggi. Cara operasionalnya adalah dengan memasukkan selang penggetar ke dalam adukan beton yang telah dituang ke dalam bekisting, sehingga beton cair dapat memadat dan meminimalkan terjadinya rongga pada beton yang dapat mengurangi kekuatan.
  16. 16. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 41 Gambar 3.19. Concrete vibrator 3.6.11 Scaffolding Scaffolding berfungsi sebagai perancah dalam pembuatan bekisting balok dan plat dan sebagai perancah dalam pengecoran kolom. Scaffolding terdiri dari beberapa bagian antara lain : • jack base, bagian yang terdapat di bagian paling bawah, dilengkapi dengan ulir untuk mengatur ketinggian. • main frame, portal besi yang dirangkai di atas jack base. • cross brace, penghubung dua main frame dipasang arah melintang. • ladder, tambahan di atas main frame jika ketinggian mengalami kekurangan. joint pin, penghubung main frame dan ladder. U-head jack, bagian atas main frame dan ladder yang berfungsi untuk penyangga kayu kaso pada bagian bekisting. Gambar 3.20 Sketsa scaffolding
  17. 17. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 42 Cara operasionalnnya adalah dengan menggabungkan tiap bagian di atas, sehingga menjadi suatu konstruksi penyangga sementara. Gambar 3.21Scaffolding 3.6.12 Alat Cetak Benda Uji Beton (Silinder) Alat cetak benda uji beton berfungsi sebagai cetakan dalam pembuatan benda uji beton. Setiap proses produksi beton, diambil sample untuk benda uji beton. Setelah itu tiap masing-masing benda uji diberi nama sesuai dengan lokasi pengecoran dan tipe beton / mutu betonnya. Uji beton dilakukan di laboratorium PT. Abadi Prima Inti Karya yaitu kontrakor yang juga adalah divisi dari PT. Adhimix Precast Indonesia di area batching plant. Alat cetak benda uji beton ini mempunyai diameter 15 cm dengan tinggi 30 cm. Tiap alat cetak mempunyai volume kurang lebih 0,0053 m3 .
  18. 18. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 43 Gambar 3.22 Alat cetak benda uji dan beton yang diuji 3.6.13 Bucket Kegunaan bucket adalah tempat adonan semen yang berasal dari concrete mixer. Bucket yang mempunyai kapasitas 0,8 m3 ini diisi adonan semen kemudian dengan bantuan dari tower crane, bucket diangkat ke atas menuju ke tempat yang akan dicor. Apabila akan mengecor kolom maka pada ujung bucket dipasang selang untuk mempermudah pelaksanaan dan mengatur tinggi jatuh pengecoran. Berat bucket adalah 300 kg. Pada pelaksanaan pengecoran di lokasi yang sulit bucket dilengkapi dengan pipa tremie sehingga beton yang keluar dari bucket tidak langsung jatuh dan dapat diarahkan sehingga pelaksanaan pengecoran dapat menjangkau lokasilokasi yang sulit.
  19. 19. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 44 Gambar 3.23Bucket 3.6.14 Air Compressor Air compressor adalah alat penghasil udara bertekanan tinggi yang digunakan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang dapat mengurangi mutu dan daya lekatan tulangan pada beton seperti: debu-debu, potongan-potongan kawat bendrat, dan serbuk-serbuk kayu. Kegiatan pembersihan ini dilakukan sesaat sebelum dilakukan pengecoran pada bagian bangunan tertentu. Gambar 3.24Air compressor
  20. 20. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 45 3.6.15 Alat-alat Pengelasan Alat-alat pengelasan dalam proyek ini berguna untuk pengerjaan rangka atap baja, proses pengerjaan bekisting untuk ground water tank, dan pemotongan berbagai tulangan baja. 3.6.16 Cutter Beton Sesuai dengan namanya, cutter beton berfungsi untuk memotong beton. Dalam proyek Armada Town Square alat ini berfungsi memotong plat lantai lower ground yang disebabkan perubahan desain oleh owner. Gambar 3.25Cutter beton 3.6.17 Pompa Air Pompa air dalam pelaksanaan proyek Armada Town Square berfungsi memindahkan air yang menggenang di area yang akan dilakukan pekerjaan konstruksi. Pada beberapa kasus seperti air hujan yang menggenang di galian untuk pile cap dan ground water tank. 3.6.18 Bulldozer Buldozer yang digunakan dalam proyek Armada Town Square berfungsi untuk meratakan atau menghamparkan tanah, pasir, atau pun bantak sehingga bisa optimal dalam pekerjaan selanjutnya seperti lantai kerja untuk plat. Berikut mengenai spesifikasinya. • Merk : Caterpillar D3C LGP • Lebar blade : 3,1 m • Tinggi blade : 0,73 m
  21. 21. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 46 Gambar 3.26Bulldozer 3.6.19 Mobile Crane Mobile crane yang digunakan dalam proyek ini berjumlah 1 buah. Dalam pelaksanaannya, hampir setiap hari alat ini selalu dipakai. Hal ini disebabkan oleh luasnya area proyek dan juga jangkauan dari tower crane yang tidak mampu menjangkau secara keseluruhan. Mobile crane berfungsi dalam pengecoran dengan bucket, pemasangan Half Slab bergelombang, pemasangan rangka atap baja, serta membantu dalam pekerjaan bekisting kolom lantai lower ground. Gambar 3.27Mobile crane
  22. 22. POLITEKNIK NEGERI BANDUNG JURUSAN TEKNIK SIPIL 47

×