POT-3: Mekanisme kerja obat

  • 804 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
804
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
76
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. III. MEKANISME KERJA OBAT   A. FASE/NASIB OBAT DALAM TUBUH   1.FASE ABSORBSI 2.FASE DISTRIBUSI 3.FASE PENGIKATAN OBAT (EFEK FARMAKOLOGIS/FARMAKODINAMIK) 4.FASE ELIMINASI OBAT: METABOLISME/ BIOTRANFORMASI DAN FASE EKSKRESI   1,3 : DISEBUT PROSES FARMAKOKINETIK PD. FASE 3 OBAT MENCAPAI TEMPAT AKSI DAN BERINTERAKSI DG RESEPTOR, MEMBERI RESPON (PROSES FARMAKODINAMIK)
  • 2. TEMPAT KERJA (RESEPTOR) Terikat Bebas DEPOT JARINGAN Terikat Bebas DEPOT JARINGAN Terikat Bebas SIRKULASI SISTEMIK Obat Bebas Obat terikat Metabolit ABSORPSIABSORPSI EKSKRESIEKSKRESI METABOLISME/ BIOTRANSFORMASI
  • 3. ISTILAH DALAM FARMAKOKINETIK  KETERSEDIAAN BIOLOGIK : BESARNYA BAGIAN DARI DOSIS OBAT YANG MENCAPAI SIRKULASI SISTEMIK (% DARI DOSIS), >80% ZAT AKTIF SUATU OBAT DIBEBASKAN SECARA SEMPURNA DAN DIABSORPSI SEMPURNA, DAN DALAM PERJALANAN PERTAMA MELALUI USUS HALUS DAN HATI TANPA MENGALAMI ELIMINASI YANG BERARTI. KETERSEDIAAN BIOLOGIK RENDAH (<30%) MENUNJUKKAN BAHWA HANYA SUATU PROSENTASE YANG KECIL DARI ZAT AKTIF YANG SAMPAI KEDALAM SIRKULASI SISTEMIK. PENYEBABNYA : KELARUTAN OBAT DALAM USUS JELEK, ADANYA PENUKARAN ZAT OLEH BAKTERI USUS, PENETRASI PADA MUKOSA USUS JELEK, METABOLISME DALAM HATI “FIRST-PAST-EFFECT”.
  • 4.  VOLUME DISTRIBUSI (Vd) : ADALAH SUATU BESARAN FIKTIF DAN DIDEFINISIKAN SEBAGAI HASIL BAGI DARI JUMLAH OBAT DALAM TUBUH DAN KONSENTRASINYA DALAM PLASMA. Vd BERKAITAN DENGAN UPAYA PERTOLONGAN KERACUNAN. >1L/Kg MERUPAKAN Vd BESAR, >2 L/Kg SULIT DIATASI, > 5 L/Kg TAK BISA DIATASI.  IKATAN PROTEIN : SUBSTANSI YANG SUKAR LARUT DLM AIR, DPT DITRANSPORT KE DLM DRH HANYA BILA SUBSTANSI TSB BERIKATAN DG PROTEIN PLASMA (ALBUMIN, GLIKOPROTEIN, GLUKORONIDE, HAPTOGLOBIN, FERITIN, GLOBULIN). IKATAN PROTEIN ADALAH REVERSIBEL, TDPT SUATU KESEIMBANGAN ANTARA BAGIAN OBAT YG BEBAS DAN YG BERIKATAN DG PROTEIN PLASMA. AKAN TETAPI YG BEREFEK SECARA FARMAKOLOGI ADALAH OBAT YG BEBAS, BUKAN YG BERIKATAN.IKATAN > 90% IKTN SNGT TINGGI
  • 5.  WAKTU PARUH PLASMA : ADALAH DIMANA JUMLAH ZAT AKTIF SUATU OBAT BERKURANG SAMPAI DENGAN SETENGAHNYA. DIUKUR KADAR DI DLM PLASMA(WAKTU PARUH PLASMA), SBG DSR UNTUK PEMBUATAN SKEMA PEMBERIAN OBAT.  ELIMINASI : MEMUNGKINKAN DIBUAT PRAKIRAAN DOSIS OBAT PD PASIEN-PASIEN DG PENYAKIT GINJAL ATAU HATI, UNTUK DIPERTIMBANGKAN AKAN TJDNYA PERPANJANGAN EFEK OBAT ATAU TJD AKUMULASI OBAT.
  • 6. FARMAKOKINETIK TETRASIKLIN  KETERSEDIAAN BIOLOGIK: 75%, BERVARIASI PD PRODUKSI EMPEDU YG BBD, BERKURANG BILA BERSAMA DG MAKAN.  VOLUME DISTRIBUSI 1,5 L/Kg  IKATAN PROTEIN PLASMA : 25-60% (TGT DOSIS)  WAKTU PARUH PLASMA : 9 JAM  ELIMINASI : 60% DIELIMINASI GINJAL TAK DIUBAH, SISANYA DIMETABOLISME DI DLM HATI DAN SBGN DIELIMINAASI BILLIER.
  • 7. Reseptor sebagai target aksi obat  FUNGSI RESEPTOR 1. Mengenal dan mengikat suatu ligan dengan spesifisitas tinggi 2. Meneruskan signal tersebut ke dalam sel melalui : a. perubahan permeabilitas membran b. pembentukan second messenger, dan c. mempengaruhi transkripsi gen
  • 8. Ligan apa saja yang dpt mengikat reseptor dan mempengaruhi aktivitas sel ?  Hormones – dihasilkan oleh kelenjar eksokrin dan disekresikanmelalui peredaran darah menuju sel target yang jauh (e.g.’s: insulin, testosterone)  Autocrine/paracrine factors – hormon yang beraksi lokal (e.g.:prostaglandins)  Neurotransmitters – dilepaskan oleh ujung saraf sebagi respon dari depolarisasi (e.g.’s: acetylcholine, norepinephrine)  Cytokines – ligan yang diproduksi oleh sel-sel pada sistem imunitas.Targetnya bisa jauh atau dekat (e.g.’s: interferons, interleukins)  Membrane-bound ligands – terdapat pada permukaan sel, mengikat pada reseptor komplementer sel yang lain, menjembatani interaksiantar sel (e.g.: integrins)  Drug/chemicals – merupakan senyawa yang dipaparkan dari luar
  • 9. Mekanisme aksi obat: agonis - antagonisme
  • 10. AGONISME  Agonis : suatu ligand yang bila berinteraksi dapat menghasilkan efek (efek maksimum)  Agonisme dalam menghasilkan respon fisiologi (seluler) melalui dua cara : 1. Agonisme langsung 2. Agonisme tidak-langsung
  • 11. Agonisme Langsung  Respon berasal dari interaksi agonis dengan reseptornya menyebabkan perubahan konformasi reseptor reseptor aktif menginisiasi proses biokimiawi sel  Interaksi bisa berupa stimulasi atau penghambatan respon seluler  Proses agonisme langsung merupakan hasil aktivasi reseptor oleh obat yang mempunyai efikasi (aktivitas intrinsik). Contoh : aktivasi adrenalin thd reseptor adrenergik kontraksi otot polos vaskuler
  • 12. Proses agonis langsung terdiri dari dua tahap :  1. Pemberian sinyal dari agonis kepada reseptor untuk mengaktivasinya. Dalam hal ini, obat atau agonis merupakan pembawa pesan pertama (first messenger).  2. Penerusan sinyal oleh reseptor teraktivasi ke dalam komponen seluler untuk menginduksi respon seluler diperantarai oleh second messenger.
  • 13. Agonisme Tidak Langsung  Senyawa obat mempengaruhi senyawa endogen dalam menjalankan fungsinya  Melibatkan proses modulasi atau potensiasi efek senyawa endogen  Umumnya bersifat Alosterik Contoh : Benzodiazepin dan barbiturat pada reseptor GABA memperkuat aksi GABA pada reseptor tersebut
  • 14. ANTAGONISME  Antagonisme : peristiwa manakala suatu senyawa menurunkan aksi suatu agonis atau ligan dalam menghasilkan efek. Senyawa tersebut dinamakan sebagai antagonis
  • 15. JENIS ANTAGONISME (Berdasarkan mekanisme thd makromolekul reseptor agonis) 1. Antagonisme tanpa melibatkan makromolekul reseptor agonis 2. Antagonisme melibatkan makromolekul reseptor agonis
  • 16. FAKTOR-FAKTOR DLM FASE OBAT  1.FASE ABSORPSI : FAKTORNYA KELARUTAN OBAT: CAIR – PADAT KEMAMPUAN BERDIF. MELINTASI MEMB. SEL: KELARUTAN KADAR/KONSENTRASI: TINGGI – RENDAH SIRKULASI DARAH: INTENSIF – KURANG INTENSIF LUAS PERMUKAAN KONTAK OBAT: UKURAN PARTIKEL BENTUK SEDIAAN OBAT RUTE PEMBERIAN OBAT
  • 17. 2.FASE DISTRIBUSI : DIDIST. OLEH ALIRAN DARAH, SIFAT FISIKOKIMIAWI OBAT, IKATAN DG. PROTEIN PLASMA 3. FASE PENGIKATAN OBAT: TERJADI EFEK FARMAKOLOGIS 4.FASE ELIMINASI/METABOLISME EKSKRESI DALAM BENTUK UTUH ATAU DIMETABOLISME, MOLEKUL DIBUAT LEBIH POLAR, IK. PROTEIN LEBIH KECIL, KURANG LARUT LEMAK SHG MDH MELINTASI GINJAL
  • 18. B. SPESIFITAS DAN SELEKTIFITAS SPESIFIK : KERJANYA HANYA PADA SATU JENIS RESEPTOR KLORPROMAZINE PADA BERBAGAI RESEPTOR. OBAT YG TDK SPESIFIK BERARTI TDK SELEKTIF SELEKTIF : MENGHASILKAN HANYA SATU EFEK, PD DOSIS TINGGI BARU TIMBUL EFEK LAIN
  • 19. HUBUNGAN ANTARA DOSIS OBAT YANG DIPERLUKAN UNTUK MENIMBULKAN EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN (EFEK TOKSIK) DAN EFEK YANG DIINGINKAN(EFEK TERAPI), SERING DISEBUT MARGIN OF SAFETY
  • 20. C. EFEK YANG TIDAK DIINGINKAN DLM PENGOBATAN: 1.EFEK SAMPING OBAT 2.EFEK TOKSIK (ALERGI, FOTOSENSITISASI, TERATOGENIK DLL) 3.EFEK TAK TERDUGA  
  • 21. 1.EFEK SAMPING OBAT : EFEK IKUTAN YANG MUNCUL SETELAH PEMBERIAN OBAT DENGAN DOSIS YANG DI ANJURKAN, MERUPAKAN KONSUEKENSI OBAT. EFEK SUDAH DIKETAHUI, MISAL ANTIHISTAMIN, ANTIBIOTIKA   2.EFEK TOKSIK : EFEK MERUGIKAN YANG TIDAK DIINGINKAN DALAM TERAPI, YANG TIMBUL BILA OBAT DIBERIKAN MELEBIHI DOSIS YANG DIANJUR KAN   3.EFEK TAK TERDUGA/ADVERSE DRUG REACTION : REAKSI TIDAK TERDUGA, WALAUPUN OBAT SESUAI ANJURAN
  • 22. INTERAKSI OBAT :   EFEK YANG DIHASILKAN OLEH SUATU OBAT BERUBAH TIDAK SEBAGAIMANA MESTINYA, KARENA PENGARUH MULTIPLE DRUG THERAPI; FARMASETIK, FARMAKOKINETIK, FARMAKODINAMIK.
  • 23.   1. INTERAKSI FARMASETIK : INTERAKSI FISIKO KIMIAWI ANTAR OBAT PADA SAAT SEBELUM MASUK DALAM TUBUH, MISAL OBAT YG DICAMPUR DLM CAIRAN INFUS MENJADI TIDAK STABIL SHG HILANG EFEK FARMAKOLOGISNYA (KARBENISILIN~GENTAMISIN, PENICILLIN~ DILANTIN, MINOGLIKOSIDA~PENICILLIN). 2. INTERAKSI FARMAKOKINETIK : BILA ABSORPSI, DISTRIBUSI, METABOLISME ATAUPUN EKSKRESI SUATU OBAT(OBYEK) BERUBAH OLEH PENGARUH OBAT LAIN (PRESIPITAN)
  • 24. PROPORSI EFEK SAMPING SESUAI KOMBINASI OBAT Jml obat Proporsi efek samping 1-5 4,2% 6-10 7,4% 11-15 24,2% 16-20 40,0% >21 45,0%
  • 25. ANTARA LAIN PADA : FASE ABSORPSI, MEKANISMENYA : 1.IKATAN ANTARA OBAT YANG DIBERIKAN SEHINGGA SENYAWA KOMPLEKS YANG TERBENTUK TIDAK DAPAT DIABSORPSI DENGAN BAIK 2.PERUBAHAN MOTILITAS GASTROINTESTINAL DAN PENGOSONGAN LAMBUNG 3.PERUBAHAN DERAJAT KEASAMAN DI LINGKUNGAN ABSORPSI TERJADI PENURUNAN KECEPATAN ABSORPSI/ADA PRESIPITASI SHG KDR TERAPETIK LAMBAT (TETRASIKLIN~Al,Fe, Ca, Mg DAN ANTASIDA)
  • 26. FASE DISTRIBUSI : KETERIKATAN DENGAN PROTEIN DARAH, OBAT DENGAN DERAJAT KETERIKATAN PROTEIN YANG LEBIH BESAR DAN LEBIH KUAT AKAN MENGGESER OBAT-OBAT DENGAN IKATAN PROTEIN YANG LEBIH LEMAH SHG KDR OBAT BEBAS MENINGKAT DAN MENIMBULKAN EFEK SAMPING (FENILBUTAZON, SALISILAT DAN SULFONAMID)   FASE METABOLISME : METABOLISME SUATU OBAT DAPAT DIPENGARUHI OLEH OBAT-OBAT LAIN YANG DIBERIKAN SECARA BERSAMAAN, DALAM REAKSI ENZIMATIS. OBAT TERTENTU AKAN MENGHAMBAT ELIMINASI OBAT LAIN (KLORAMFENIKOL, PROPANOLOL, ERITROMISIN DAN SIMETIDIN), KLORPROMAZINE, DOKSISIKLIN OLEH BARBITURAT  
  • 27. FASE EKSKRESI : TERUTAMA TERJADI DI DALAM GINJAL, YAITU OBAT- OBAT TERTENTU EKSKRESINYA DIPENGARUHI OLEH OBAT LAIN SHG TERJADI : PERUBAHAN pH/IONISASI OBAT BERUBAH (OBAT BSFT BASA AKAN MUDAH ELIMINASI PD Ph ASAM DAN SEBALIKNYA) KOMPETISI SEKRESI, PENISILIN~PROBENESID, GENTAMISIN~ DIURETIKA
  • 28. 3. INTERAKSI FARMAKODINAMIK : PERISTIWA INTERAKSI OBAT YANG DAPAT MEMPENGARUHI SISTEM DI TINGKAT RESEPTOR, PERUBAHAN DALAM TINGKAT INTERAKSI ANTARA MOLEKUL OBAT DENGAN RESEPTORNYA/ KEPEKAAN RESEPTOR BERUBAH, DIBAGI DUA : LANGSUNG; DUA OBAT/LEBIH BEKERJA PD TEMPAT YANG SAMA, ATAU TEMPAT BERBEDA DG HASIL AKHIR SAMA (SINERGIS/ANTAGONIS) TDK LANGSUNG; OLEH PENGARUH PRESIPITAN SHG TERJADI PERUBAHAN AKSI, GLIKOSIDA~DIURETIKA MJD HIPOKALEMIA