Pengantar ilmu peternakan part 2

255 views
188 views

Published on

Pengantar Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
255
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
13
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengantar ilmu peternakan part 2

  1. 1. PENGANTARPENGANTAR PETERNAKANPETERNAKAN [PTO 1103 (2.0)][PTO 1103 (2.0)] Prof.Dr.Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS Ir.Machfudin Budiono, MS Dr. Ir Singgih Sugeng Santoso, MS Ir. Juni Sumarsono, MSc Ph.D Materi Kuliah PIP Fakultas Peternakan UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Purwokerto, Nopember 2010
  2. 2. PIP Pengantar Ilmu Peternakan Materi Kuliah SOSIOBIOEKOSSOSIOBIOEKOS SOSIOLOGIS BIOLOGIS EKONOMIS TERNAK SOSIOLOGIS BIOLOGIS EKONOMIS TERNAK PENDAHULUANPENDAHULUAN DOMESTIKASI ADAPTASI TERNAK DOMESTIKASI ADAPTASI TERNAK INDUSTRIINDUSTRI CURRENT ISSUE INDUSTRI PROSPEK PETERNAKAN CURRENT ISSUE INDUSTRI PROSPEK PETERNAKAN KAPITA SELEKTAKAPITA SELEKTA PARADIGMA STRATEGI PEMBANGUNAN PETERNAKAN PARADIGMA STRATEGI PEMBANGUNAN PETERNAKAN
  3. 3. Pengertian DOMESTIKASI HEWAN LINGKUNGAN (E) 70% GENETIK (E) 30% External Environmental Internal Environmental DOMESTIKASI ADAPTASI TERNAK (P) Adaptasi Genetik Adaptasi ADAPTASI
  4. 4. ENVIRONMENTAL EKSTERNAL Lingkungan sekitar Ternak Iklim (Regulator) • Makroklimat • Mikroklimat Cuaca Nutrisi Manajemen INTERNAL Lingkungan Sekitar Organ Tubuh Sistem Regulasi •Sistem Syaraf •Sistem Hormonal Sistem Neurohormonal Nutrient
  5. 5. IKLIM TROPIS (Temp dan Kelemb Tinggi)
  6. 6. TROPIS TROPIS Memiliki Dua Musim Musim Kemarau Musim Hujan SUBTROPIS (SEDANG) Memiliki Empat Musim Musim Panas Musim Gugur Musim Dingin (Salju) Musim Semi
  7. 7. Claude Bernard WalterCannon
  8. 8. LuasPermukaanTubuh HkmEkologiBergmann Lingkungan Tropis (Panas Lembab)Lingkungan Tropis (Panas Lembab) PanjangKaki HkmEkologiAllen’s LebarTelinga HkmEkologiBernard Ketebalan&WarnaKulit HkmEkologiWilsondanGloger
  9. 9. DOMESTIKASI -ADAPTASI TERNAK TERNAK HARAPAN HEWAN HEWAN
  10. 10. AApapa yang dimaksudyang dimaksud dengan Ternak ?dengan Ternak ? Peraturan Menteri Pertanian No. 26 Tahun 2006 ...Hewan Piara... Mukadimah . Tempat perkembanganbiabiakan serta manfaatnya diatur dan diawasi manusia sebagai penghasil bahan dan jasa yang berguna bagi kepentingan hidup manusia. Ternak Asli adalah yang kerabat liarnya berasal dari dan proses domestikasinya di Indonesia Ternak Lokal (Indigenus) adalah ternak hasil silang atau introduksi dari luar yang telah dikembangbiakan di Indonesia sampai generasi ke lima atau lebih yg teradaptasi pad lingkungan dan manajemen setempat
  11. 11. Bangsa dan Galur Bangsa (Rumpun) adalah sekelompok ternak yang mempunyai ciri dan karakteistik luar serta sifat keturunan yang sama dari suatu spesies Galur (Varietas) adalah sekelompok individu ternak dalam satu rumpun yang dikembangkan untuk tujuan pemuliaan dan atau karakteristik tertentu.
  12. 12. Sapi Calon Iduk Sapi Madura
  13. 13. Pejantan Sapi Bali Pejantan Sapi Bali
  14. 14. Bangsa Sapi Potong Tropis India (Bos indicus)
  15. 15. Bangsa Sapi Potong Tropis (Bos indicus) Peranakan Ongol (PO) Peranakan Ongol (PO)
  16. 16. Bangsa Sapi Potong Subropis (Bos taurus)
  17. 17. Bangsa Sapi Subropis (Bos taurus)
  18. 18. Bangsa Sapi Potong Subropis (Bos taurus) Aberden Angus Charolais
  19. 19. Bangsa Sapi Potong Subropis (Bos taurus) Shorthorn Hereford
  20. 20. Sapi Perah Subtropis (Bos Taurus) Milking Shorthorn
  21. 21. Sapi Perah Subtropis (Bos Taurus) Ayrshire Brown Swiss
  22. 22. Sapi Perah Subtropis (Bos Taurus) Jersey Guernsey
  23. 23. Sapi Perah Tropis India (Bos indicus) Red Sindhi Jantan Red Sindhi Betina
  24. 24. Sapi Perah Tropis India (Bos indicus) Sahiwal Jantan Sahiwal Betina
  25. 25. Kerbau Murah (Susu) KERBAU
  26. 26. Kerbau Lumpur Pedet Kerbau Lumpur KERBAU
  27. 27. KAMBING
  28. 28. Kelompok PE Gumelar Banyumas
  29. 29. KAMBING KEJOBONG KAMBING KACANG PE JAWARANDU
  30. 30. KAMBING Gunung Saanen
  31. 31. KAMBING Alpen Togenberg
  32. 32. DOMBA
  33. 33. Domba Batur & Suffolk
  34. 34. Domba Ekot Tipis (DET) Domba Ekot Gemuk (DEG, Gibas)
  35. 35. UNGGAS CEMANI
  36. 36. UNGGAS Ayam Pelung
  37. 37. UNGGAS Ayam Hutan Itik Manila
  38. 38. Ayam Niaga Broiler Layer
  39. 39. MengapaMengapa Peternakan Penting ?Peternakan Penting ? Amanat UUD 1945 ...Mencerdaskan Kehidupan Bangsa... Mukadimah . UU RI No.7 tahun 1996 Pangan: kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak azasi setiap rakyat Indonesia. KTT Pangan Dunia (World Food Summit) Roma 2002 bahwa Millennium Development Goals, mengurangi separuh dari penduduk miskin dunia tahun 2015
  40. 40. Mengapa Pangan itu Penting.. ? Kaitannya denga Protein Hewani Exist or Perish ? 1. Widyakarya Pangan dan Gizi (WNPG) Kecukupan Gizi untuk Energi 2200 kkal/Kapita/hari Protein hewani 14.7 g/Kapita/Hari Konsumsi Energi (1.989 Kkal) Protein hewani baru sekitar 58.5% 2. Impor Daging (47.70%) Impor Susu (65%)
  41. 41. Pangan Hewani IKAN TERNAK ANAK DEWASA DASAR PEMBENTUKAN PERKEMBANGAN OTAK PSIKIS) DAYA TAHAN PRODUK TIVITAS ORGANIS APATIS TEGANG AGRESIF 41.3 g (75%) Ideal 64% 14.7 g (25%) Ideal 36%
  42. 42. Bagaimana Peranan Peternakan ... sebagai Penyedia Pangan … atau bidang lainnya ?Exist or Perish ?
  43. 43. FOOD Impor Susu 65% Daging 37.4% TELUR DAGING SUSU
  44. 44. Tranportasi Produk Ternak
  45. 45. Rp
  46. 46. What is problem Profile of Livestock Production in Indonesia...?
  47. 47. Perkandangan Pakan 90% Tradisional
  48. 48. Ruminansia Besar ≥ 4 Ruminansia Keci ≥ 12 Ayam Pedaging 5000
  49. 49. Rp
  50. 50. Big Ruminant 1 times/year Small Ruminant 3 times/ 2 years
  51. 51. Why should be improved... ? How to improve low ptoductivity ...?NUTRISIONAL MANAJEMEN KLIMATOLOGIS
  52. 52. Balai Teknologi BET Cipelang BPPTU Sapi Perah
  53. 53. Balai Teknologi BIB Lembang
  54. 54. TEKNOLOGI KAWIN SUNTIKTEKNOLOGI KAWIN SUNTIK Semen Beku Separasi Sex
  55. 55. APLICATION OF CONVENSIONAL SELECTION
  56. 56. ANTIBODIANTIBODI ANTIGENANTIGEN ANAK 1 ANAK 2 ANAK 3
  57. 57. TEKNOLOGI PENGAWETAN HIJAUAN PAKAN SILASE HAY FERMENTATION
  58. 58. Pabrik Pakan Silo
  59. 59. Supplement to Concentrate Fosfolipid Technology NaOH 2N CaCl2 jenuh FRAKSINASI LIMBAH CAIR MINYAK SABUN KALSIUM ASAM LEMAK
  60. 60. Technology of Complete Feed Combination of Forage & Concentrate through Fermentation
  61. 61. A. Biosecurity and Biosafety (Sanitation, Vaccine, Antibiotic, and Drug) B. Management Reproduction (Reproduction Calendar and Biotechnology of Hormone)
  62. 62. Kawin Bunting Lahir Laktasi Post Partum
  63. 63. Approach Through Environmental Temperature (microclimate) By Elevation (??) , AC, Comfort Zone.
  64. 64. DETERMINATION OFDETERMINATION OF COMFORT ZONECOMFORT ZONE 1. METODE IBERIA • DTP = 100 – [10 (BT – 101)] • 100 = NILAI DTP MAKSIMAL • 10 = NILAI STANDAR PERKALIAN • BT = RATAAN TEMPERATUR TUBUH (REKTAL) SIANG DAN SORE • 101 = TEMPERATUR TUBUH NORMAL SAPI (o F) atau TEMPERATUR REKTL PAGI
  65. 65. DETERMINATION OFDETERMINATION OF COMFORT ZONECOMFORT ZONE 2. METODE BENEZRA • BC = TC/TN + NR/RN • TC = RATAAN TEMPERATUR TUBUH (REKTAL) SIANG DAN SORE • TN = TEMPERATUR TUBUH (REKTAL) NORMAL SAPI PAGI • NR = RATAAN FRKUENSI NAFASNAFAS SIAN G DAN SORE • RN = FREKUENSI NAFAS NORMAL PAGI HARI
  66. 66. Bagaimana Paradigma Pembangunan Peternakan ... ?
  67. 67. Lingkungan Makro Pengembangan Peternakan PRIVATE MASYPEM NILAI KEMANUSIAAN PERSAINGAN PERDAG BEBAS SOSPOL
  68. 68. Arah Pembangunan Peternakan SAPRONAK-BIAYA-INFO-INSSAPRONAK-BIAYA-INFO-INS SCIENCE SKILL SIKAP SCIENCE SKILL SIKAP PERATURAN PERUNDANGANPERATURAN PERUNDANGAN FASILITATORFASILITATOR PEMBANG PET PEMBANG PET PENDPTAN SDM APARAT ASET PENGGERAK NILAI KMNSIAAN B.BAKU IND GIZI (HAUS) PROFIT DAYA BELI TABUNGAN INVESTASI PENDPTAN PRODUK DEVISA KELESTARIAN LINGKUNG PENYERAPAN TNG KERJA
  69. 69. PROGRAM PEMBANGUNAN PETERNAKAN ANCAMAN: •PENYAKIT •PERDGNGAN KOMODITI •BUDAYA PELUANG: •PSR DOMESTIK & INTERNASION •INFORMASI •IND PRA PASCA PRODUKSI PETERNAKAN RAKYAT PEMERINTAH •SDM-KOMPETENSI •TEKNO-PENGETHN •MODAL-INVESTASI •LAHAN •TIPOLOGI USAHA DAYA SAING DAN PROFIT SWASTA PENGETAHUAN PERAN APARAT •SAR-PRASARANA •BIAYA-KEUANGAN •PERATURAN PERUU KETRAMPILAN SKP PRILAKU
  70. 70. PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN LQi (Location Quotient) besarnya nilai LQ ternak i disuatu daerah (Kab/Kota) pi : Populasi ternak i di Kab/ Kota pt : Populasi rumpun ternak di Kab/Kota Pi : Populasi ternak i di suatu Propinsi Pt : Populasi rumpun ternak di Propinsi pi / pt LQi = Pi / Pt LQi = 1 (hanya mampu kebutuhan sendiri) LQi > 1 (sektor basis mampu ekspor prod) LQi < 1 (non basis tak mampu eksproduk) LQi = 1 (hanya mampu kebutuhan sendiri) LQi > 1 (sektor basis mampu ekspor prod) LQi < 1 (non basis tak mampu eksproduk)
  71. 71. The Conclusion of Key Success in the Livestock Development  Farmer Empowerment (Improvement of their knowledge and skill, Facilitate acces to the information and the funding resources, increase their asset or capital)  Technology of Reproduction (to increase the population, the productive performance)  Capital (Financial Support to the farmer viz rate, term of credit, grace period, payment of rate)  Environmental Condition (Distribution and development of livestock, Feeding, Management, climatology)

×