Seleksi dalam pemuliaan ternakSeleksi dalam pemuliaan ternak adalah keputusanadalah keputusan
yang diambil oleh pemulia pa...
Untuk mendapatkan ternak-ternak yangUntuk mendapatkan ternak-ternak yang
kemungkinannya paling besar mempunyaikemungkinann...
Fungsi seleksiFungsi seleksi adalah mengubah frekuensi gen danadalah mengubah frekuensi gen dan
mengubah nilai tengah popu...
1.1. Program Pencatatan ProduksiProgram Pencatatan Produksi
Tahapan Seleksi :Tahapan Seleksi :
Data ProduksiData Produksi
...
• Nilai PemuliaanNilai Pemuliaan adalah bagian genotipa aditif dariadalah bagian genotipa aditif dari
pengaruh genetik.pen...
• NP umumnya ditaksir menggunakan Regresi danNP umumnya ditaksir menggunakan Regresi dan
Korelasi.Korelasi.
Nilai kemampua...
P
AA
P FM
O +
+
=
2
PPOO = Taksiran produksi anak= Taksiran produksi anak
AAMM = NP Pejantan= NP Pejantan
AAFF = NP Induk=...
Penyelesaian :Penyelesaian :
kgPPhANP MPJT 16)300340(4,0)(2
=−=−==a.a.
NP induk = 0NP induk = 0, karena perkawinan antara ...
• Tidak semua anak dari tetua tersebut akanTidak semua anak dari tetua tersebut akan
berproduksi 314 kg, karena :berproduk...
Beberapa rumus Nilai Pemuliaan :Beberapa rumus Nilai Pemuliaan :
Taksiran NP Sumber Data Rumus Taksiran NP
Individu Indivi...
Taksiran NP Sumber Data Rumus Taksiran NP
Kombinasi Individu dan
Famili 1 catatan
Kombinasi Pejantan dan
Induk 1 catatan
(...
• Metode lain untuk menaksir kemampuan genetikMetode lain untuk menaksir kemampuan genetik
individu adalah dengan menghitu...
• Tahapan memilih individu sebagai tetua (seleksi)Tahapan memilih individu sebagai tetua (seleksi)
berhubungan dengan prop...
• Keunggulan tetua terpilih disebutKeunggulan tetua terpilih disebut DIFERENSIALDIFERENSIAL
SELEKSISELEKSI dan dilambangka...
P
TP
80% ternak yang ada dalam80% ternak yang ada dalam
populasi dipilih (seleksi)populasi dipilih (seleksi)
Ternak tetua ...
• NilaiNilai DIFERENSIAL SELEKSIDIFERENSIAL SELEKSI dapatdapat di-TAKSIRdi-TAKSIR,,
artinya keunggulan tetua terpilih dapa...
• Pada kondisi tersebut Diferensial Seleksi hanya tergantungPada kondisi tersebut Diferensial Seleksi hanya tergantung
pad...
S
(a)
S
(b)
S
(c)
• Gambar (a) setengah dari populasi dipilih, maka diferensialGambar (a) setengah dari populasi dipilih, ...
• Gambaran tersebut menunjukan bahwa diferensial seleksiGambaran tersebut menunjukan bahwa diferensial seleksi
dapat dinya...
• Nilai INTENSITAS SELEKSI dapat diperoleh dariNilai INTENSITAS SELEKSI dapat diperoleh dari TABELTABEL
INTENSITAS SELEKSI...
• Dengan demikianDengan demikian Seleksi Diferensial (S)Seleksi Diferensial (S) dandan IntensitasIntensitas
Seleksi (i)Sel...
Menaksir hasil seleksiMenaksir hasil seleksi
Respon Seleksi :Respon Seleksi :
• Respon seleksi dapat dinyatakan sebagai ke...
1.1. Ukuran dari penerapan seleksi adalahUkuran dari penerapan seleksi adalah keunggulankeunggulan
tertua terpilihtertua t...
• Hubungan antara R dan S dinyatakan dalam bentukHubungan antara R dan S dinyatakan dalam bentuk
regresi.regresi.
Hubungan...
Maka grafik hubungan antara R dengan S adalahMaka grafik hubungan antara R dengan S adalah
sebagai berikut :sebagai beriku...
• Dari gambaran hubungan antara R dan S diperolehDari gambaran hubungan antara R dan S diperoleh
formula TAKSIRAN RESPON S...
• Ada dua sebab mengapa taksiran heritabilitasAda dua sebab mengapa taksiran heritabilitas
berubah :berubah :
1.1. Seleksi...
• Dengan demikian kita dapat mengukur hasilDengan demikian kita dapat mengukur hasil
seleksi per generasi-nya dengan formu...
• Kemajuan per unit waktu biasanya lebih pentingKemajuan per unit waktu biasanya lebih penting
dari pada kemajuan per gene...
• Dalam perhitungan generasi interval dalam setiapDalam perhitungan generasi interval dalam setiap
model seleksi, harus di...
2.2. Pada generasi ‘OVERLAPPING’, penggantianPada generasi ‘OVERLAPPING’, penggantian
tetua dengan menyeleksi anak-anaknya...
• Contoh menghitung generasi interval :Contoh menghitung generasi interval :
Suatu populasi sapi diketahui bahwa :Suatu po...
Usaha untuk meningkatkan respon seleksi dapat dilihat dariUsaha untuk meningkatkan respon seleksi dapat dilihat dari
formu...
2.2. heritabilitas (heritabilitas ( hh22
)) ::
 Heritabilitas dapat ditingkatkan dengan mengurangi variasiHeritabilitas d...
Diukur sebagai nilai Koefisien KorelasiDiukur sebagai nilai Koefisien Korelasi
Kecermatan seleksi ( rKecermatan seleksi ( ...
P = G + EP = G + E
GG
EE
PPGEr
GPr
Asumsi :Asumsi :
0=GEr
EGP +=
))(()()( GGEGEGGGPP −−−+∑=−−∑
)()}(){( GGEEGGCOVGP −−+−∑=...
Dua individu rata-rata diperlukan untuk menggantiDua individu rata-rata diperlukan untuk mengganti
sepasang tetuasepasang ...
Contoh :Contoh :
Misalkan setiap pejantan dikawinkan dengan 10 ekorMisalkan setiap pejantan dikawinkan dengan 10 ekor
indu...
b.b. Besarnya Populasi dan Konsekuensi InbreedingBesarnya Populasi dan Konsekuensi Inbreeding
Inbreeding hampir selalu men...
 Permasalahannya ada hubungan terbalik dengan intensitasPermasalahannya ada hubungan terbalik dengan intensitas
seleksi, ...
• Contoh perhitungan mencari umur optimum untukContoh perhitungan mencari umur optimum untuk
menyisihkan tetua :menyisihka...
Pola
Bree
ding
Tetua
Kelompok Umur (Tahun)
JML
Lmp
(thn)
imp R/Y
3 4 5 6 7 8
II PJT 60 - - - - - 60
4,25 0,99 0,233 1,60
I...
Contoh untuk menghitung L,Contoh untuk menghitung L, ii, dan R/Y pada, dan R/Y pada Pola Breeding IPola Breeding I ::
• Me...
• Menghitung Respon Seleksi per tahun (R/Y):Menghitung Respon Seleksi per tahun (R/Y):
KESIMPULAN :KESIMPULAN :
60,1
25,4
...
Pengaruh Seleksi Terhadap Variasi:Pengaruh Seleksi Terhadap Variasi:
• Seleksi pada tetua akan menurunkan variansi fenotip...
SELEKSI UNTUK SATU SIFAT :SELEKSI UNTUK SATU SIFAT :
1.1. SELEKSI INDIVIDU DENGAN SATU CATATANSELEKSI INDIVIDU DENGAN SATU...
• Seleksi berdasarkan penampilan produksinya sendiri.Seleksi berdasarkan penampilan produksinya sendiri.
1.1. SELEKSI INDI...
• Seleksi berdasarkan penampilan produksinya sendiri yang hanyaSeleksi berdasarkan penampilan produksinya sendiri yang han...
• Seleksi dilakukan dengan penggunaan secara optimum informasiSeleksi dilakukan dengan penggunaan secara optimum informasi...
b. Kombinasi Individu-Induk.
4
2
4
25
h
h
hrGI
−
−
=
c. Kombinasi Individu-Induk-Nenek Pihak Bapak.
4
2
516
1021
h
h
hrGI
...
• Seleksi menggunakan informasi saudara seketurunan.Seleksi menggunakan informasi saudara seketurunan.
4.4. SELEKSI FAMILI...
• Hubungan antara ketiga faktor tersebut sebagai berikut :.Hubungan antara ketiga faktor tersebut sebagai berikut :.
• Kec...
• Seleksi menggunakan informasi keturunannya untuk menaksirSeleksi menggunakan informasi keturunannya untuk menaksir
nilai...
c. Pola Ketiga
Populasi yangPopulasi yang
akan diperbaikiakan diperbaiki
Pejantan terpilih untukPejantan terpilih untuk
uj...
UJI KETURUNAN YANG EFEKTIF :
1.1. Ternak jantan yang diuji harus lebih banyak dari ternak terpilihTernak jantan yang diuji...
2.2. Generasi IntervalGenerasi Interval
Uji Keturunan
Meningkatkan kecermatan
seleksi
Generasi Interval meningkatR/Y turun...
• Kecermatan Uji Keturunan :Kecermatan Uji Keturunan :
tn
n
hr OG
)1(1
5,0
−+
=
t = Rht = Rh22
+ c+ c
c = korelasi lingkun...
• Efisiensi Relatif :Efisiensi Relatif :
tn
n
Er
)1(1
5,0
−+
=
Lihat Tabel 10.2 dalam buku ”PEMULIAAN TERNAK” , WarwickLih...
• Contoh-contoh perhitungan dalam Uji Keturunan :Contoh-contoh perhitungan dalam Uji Keturunan :
 Berapa anak per pejanta...
 Misal ada 200 ekor anak betina yang dapat diuji, akan dipilih 2
ekor pejantan terbaik, h2
= 0,30. Berapa anak yang digun...
Penyelesaian :Penyelesaian :
ekorn 3339,33
30,0
67,066.1
56,0 ≈==
Dari 10.000 ekor induk, akan diperoleh anak = (0,80)(10....
• Seleksi untuk lebih dari satu sifat yang dilakukan secaraSeleksi untuk lebih dari satu sifat yang dilakukan secara
berur...
• Rata-rata perbaikan per generasi dalam setiap sifat = 1/nRata-rata perbaikan per generasi dalam setiap sifat = 1/n
dari ...
• Seleksi dimana dua sifat atau lebih, masing-masing dipilih secaraSeleksi dimana dua sifat atau lebih, masing-masing dipi...
• Informasi yang diperlukan untuk menghitung indeks :Informasi yang diperlukan untuk menghitung indeks :
• Kemampuan genet...
• Penyusunan Indeks :Penyusunan Indeks :
a. Menggunakan Regresi Ganda
nn XbXbXbI +++= ...2211
b = bobot dari masing-masing...
• Kecermatan Indeks :Kecermatan Indeks :
H
I
IIH H
I
hR
σ
σ
σ
σ
=== 2
2
2
...2... )(21)(
2
)(
2
2)(
2
1
2
2121
+++++= xxgx...
Keunggulan genetik untuk setiap sifat yang diseleksiKeunggulan genetik untuk setiap sifat yang diseleksi
berdasarkan indek...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

manajemen pemuliaan ternak: seleksi mpt-kur2008

346 views
309 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
346
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
16
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

manajemen pemuliaan ternak: seleksi mpt-kur2008

  1. 1. Seleksi dalam pemuliaan ternakSeleksi dalam pemuliaan ternak adalah keputusanadalah keputusan yang diambil oleh pemulia pada tiap generasi untukyang diambil oleh pemulia pada tiap generasi untuk menentukan ternak mana yang akan dipilih sebagaimenentukan ternak mana yang akan dipilih sebagai tetua pada generasi berikutnya dan mana yang akantetua pada generasi berikutnya dan mana yang akan disisihkan sehingga tidak memberikan keturunan.disisihkan sehingga tidak memberikan keturunan. Pengertian Seleksi :Pengertian Seleksi :
  2. 2. Untuk mendapatkan ternak-ternak yangUntuk mendapatkan ternak-ternak yang kemungkinannya paling besar mempunyaikemungkinannya paling besar mempunyai genotipa yang paling baikgenotipa yang paling baik.. Tujuan Seleksi :Tujuan Seleksi : Genotipa yang paling sesuai dengan tujuan, yaituGenotipa yang paling sesuai dengan tujuan, yaitu keturunan yang dihasilkan untuk maksud apa denganketurunan yang dihasilkan untuk maksud apa dengan mempertimbangkan lingkungan dimana mereka akanmempertimbangkan lingkungan dimana mereka akan dipelihara.dipelihara. SeleksiSeleksi AlamAlam BuatanBuatan Kepentingan ternak/hewanKepentingan ternak/hewan untuk tetapuntuk tetap survivesurvive Kepentingan manusiaKepentingan manusia
  3. 3. Fungsi seleksiFungsi seleksi adalah mengubah frekuensi gen danadalah mengubah frekuensi gen dan mengubah nilai tengah populasi.mengubah nilai tengah populasi. Fungsi Seleksi :Fungsi Seleksi :
  4. 4. 1.1. Program Pencatatan ProduksiProgram Pencatatan Produksi Tahapan Seleksi :Tahapan Seleksi : Data ProduksiData Produksi IndividuIndividu Koreksi terhadapKoreksi terhadap faktor lingkunganfaktor lingkungan Data TerkoreksiData Terkoreksi 2.2. Penaksiran Parameter GenetikPenaksiran Parameter Genetik • heritabilitasheritabilitas • repitabilitasrepitabilitas •Korelasi genetikKorelasi genetik3.3. Penaksiran Mutu Genetik TernakPenaksiran Mutu Genetik Ternak • nilai pemuliaan (NP)nilai pemuliaan (NP) • Predicted Difference (PD)Predicted Difference (PD) • EPDEPD 4.4. Merangking individu berdasarkan NPMerangking individu berdasarkan NP 5.5. Memilih individu sebagai tetua (seleksi)Memilih individu sebagai tetua (seleksi) 6.6. Menaksir hasil seleksiMenaksir hasil seleksi Respon SeleksiRespon Seleksi • MCCMCC • BLUPBLUP • Animal Model, dll.Animal Model, dll.
  5. 5. • Nilai PemuliaanNilai Pemuliaan adalah bagian genotipa aditif dariadalah bagian genotipa aditif dari pengaruh genetik.pengaruh genetik. Penaksiran Nilai Pemuliaan :Penaksiran Nilai Pemuliaan : • Nilai PemuliaanNilai Pemuliaan menunjukkan taksiran kemampuanmenunjukkan taksiran kemampuan atau mutu genetik ternak dalam suatu populasi.atau mutu genetik ternak dalam suatu populasi. Penaksiran Mutu Genetik TernakPenaksiran Mutu Genetik Ternak
  6. 6. • NP umumnya ditaksir menggunakan Regresi danNP umumnya ditaksir menggunakan Regresi dan Korelasi.Korelasi. Nilai kemampuan genetik ternakNilai kemampuan genetik ternak yang akan diwariskan padayang akan diwariskan pada keturunannya, tetapi hanya ½keturunannya, tetapi hanya ½ yang akan diwariskan dariyang akan diwariskan dari kemampuan genetik tersebut.kemampuan genetik tersebut. • Taksiran NP diperoleh dengan cara mengalikanTaksiran NP diperoleh dengan cara mengalikan simpangan produksi individu terhadap rataansimpangan produksi individu terhadap rataan populasi dengan koef. Regresi NP terhadap nilaipopulasi dengan koef. Regresi NP terhadap nilai fenotipik (bfenotipik (bapap)) )( PPbNP ap −= )(2 PPhNP −= Oleh karena itu taksiranOleh karena itu taksiran produksi anak samaproduksi anak sama dengan ½ NP tetuanya.dengan ½ NP tetuanya.
  7. 7. P AA P FM O + + = 2 PPOO = Taksiran produksi anak= Taksiran produksi anak AAMM = NP Pejantan= NP Pejantan AAFF = NP Induk= NP Induk PbarPbar = Rataan Populasi= Rataan Populasi Contoh :Contoh : Diketahui rataan Yearling weight pada suatu populasi sapi = 300Diketahui rataan Yearling weight pada suatu populasi sapi = 300 kg dan heritabilitas yearling weight = 0,40.kg dan heritabilitas yearling weight = 0,40. a.a. Jika pejantan dengan bobot badan 340 kg pada umur 1 tahun,Jika pejantan dengan bobot badan 340 kg pada umur 1 tahun, dikawinkan secara acak dengan betina-betina dalam populasi,dikawinkan secara acak dengan betina-betina dalam populasi, berapa rataan bobot anaknya ?berapa rataan bobot anaknya ? b.b. Berapa taksiran produksi anak jika pejantan tersebutBerapa taksiran produksi anak jika pejantan tersebut dikawinkan dengan induk yang memiliki bobot 330 kg?dikawinkan dengan induk yang memiliki bobot 330 kg?
  8. 8. Penyelesaian :Penyelesaian : kgPPhANP MPJT 16)300340(4,0)(2 =−=−==a.a. NP induk = 0NP induk = 0, karena perkawinan antara pejantan, karena perkawinan antara pejantan dengan terjadi secara acak, sehingga produksi Indukdengan terjadi secara acak, sehingga produksi Induk sama dengan rataan populasi dan dengan demikian NP-sama dengan rataan populasi dan dengan demikian NP- nya sama dengan nol, maka :nya sama dengan nol, maka : kgkgP AA P FM O 308300 2 )016( 2 =+ + =+ + = kgPPhANP MPJT 16)300340(4,0)(2 =−=−==b.b. kgPPhANP FINDUK 12)300330(4,0)(2 =−=−== maka :maka : kgkgP AA P FM O 314300 2 )1216( 2 =+ + =+ + =
  9. 9. • Tidak semua anak dari tetua tersebut akanTidak semua anak dari tetua tersebut akan berproduksi 314 kg, karena :berproduksi 314 kg, karena :  ada variasi genetik dalam familiada variasi genetik dalam famili  ada variasi lingkunganada variasi lingkungan • Nilai Pemuliaan dapat ditaksir dari beberapaNilai Pemuliaan dapat ditaksir dari beberapa sumber data kemampuan produksi yaitu :sumber data kemampuan produksi yaitu : 1.1. Data IndividuData Individu 2.2. Data FamiliData Famili 3.3. Data KeturunannyaData Keturunannya 4.4. Data KombinasiData Kombinasi 5.5. Data SilsilahData Silsilah  satu catatansatu catatan  lebih dari satu catatanlebih dari satu catatan
  10. 10. Beberapa rumus Nilai Pemuliaan :Beberapa rumus Nilai Pemuliaan : Taksiran NP Sumber Data Rumus Taksiran NP Individu Individu 1 catatan Individu Individu n catatan Famili Famili Anggota Famili yang belum berproduksi Famili Pejantan atau Induk Keturunan Calon Tetua Keturunan )(2 PPhNPi −= )( )1(1 2 PP rN Nh NPi − −+ = )( )1(1 ])1(1[2 fff PP tn Rnh NP − −+ −+ = )( )1(1 2 OfOfGO PP tn Rnh NP X − −+ = )( )1(1 5,0 2 OOGS PP tn nh NP − −+ = )( )1(1 25,0 2 2 1 / OOGSBGOJ PP tn nh NPNP − −+ ==
  11. 11. Taksiran NP Sumber Data Rumus Taksiran NP Kombinasi Individu dan Famili 1 catatan Kombinasi Pejantan dan Induk 1 catatan ( ) ( )      − −+ −+ +− − − = fffii PP tn Rn PP t R hNP )1(1 )1(1 1 12 )(5,0)(5,0 22 PPhPPhNP DSi −+−= Keterangan :Keterangan : hh22 = heritabilitas= heritabilitas rr = repitabilitas= repitabilitas NN = Jumlah catatan tiap individu= Jumlah catatan tiap individu nn = Jumlah anak atau anggota famili= Jumlah anak atau anggota famili RR = Hubungan genetik antar keturunan atau anggota= Hubungan genetik antar keturunan atau anggota familifamili t = Rht = Rh22 = Korelasi fenotipik antar keturunan atau anggota famili= Korelasi fenotipik antar keturunan atau anggota famili iP Of PPPP ;;; = Rataan produksi populasi= Rataan produksi populasi = Rataan produksi individu= Rataan produksi individu = Rataan produksi famili= Rataan produksi famili = Rataan produksi keturunan= Rataan produksi keturunan = Rataan produksi Induk= Rataan produksi Induk = Rataan produksi pejantan= Rataan produksi pejantan fP OP SP DP
  12. 12. • Metode lain untuk menaksir kemampuan genetikMetode lain untuk menaksir kemampuan genetik individu adalah dengan menghitung nilai indeksindividu adalah dengan menghitung nilai indeks menggunakanmenggunakan BLUPBLUP ((Best Linear UnbiasBest Linear Unbias PredictionPrediction))  Pengaruh lingkungan dan NP ditaksir secara simultanPengaruh lingkungan dan NP ditaksir secara simultan  Perbedaan genetik akan tertaksir lebih cermatPerbedaan genetik akan tertaksir lebih cermat  Menggunakan semua hubungan di antara ternak-ternakMenggunakan semua hubungan di antara ternak-ternak • Pengembangan dari pendekatan BLUP dalamPengembangan dari pendekatan BLUP dalam menaksir kemampuan genetik individu adalahmenaksir kemampuan genetik individu adalah PD,PD, EPD, MCCEPD, MCC dandan ANIMAL MODELANIMAL MODEL (menggunakan(menggunakan seluruh informasi yang dimiliki individu)seluruh informasi yang dimiliki individu)
  13. 13. • Tahapan memilih individu sebagai tetua (seleksi)Tahapan memilih individu sebagai tetua (seleksi) berhubungan dengan proporsi individu yang akanberhubungan dengan proporsi individu yang akan dipertahankan dalam populasi untuk dijadikan tetuadipertahankan dalam populasi untuk dijadikan tetua bagi generasi yang akan datang.bagi generasi yang akan datang. Diferensial Seleksi dan Intensitas Seleksi :Diferensial Seleksi dan Intensitas Seleksi : Besar kecilnya proporsi yang dipertahankan akanBesar kecilnya proporsi yang dipertahankan akan menentukan besar kecilnyamenentukan besar kecilnya keunggulan kelompokkeunggulan kelompok individu (tetua) terpilihindividu (tetua) terpilih dibanding dengan rata-ratadibanding dengan rata-rata populasi bila tidak dilakukan seleksipopulasi bila tidak dilakukan seleksi Memilih individu sebagai tetua (seleksi)Memilih individu sebagai tetua (seleksi)
  14. 14. • Keunggulan tetua terpilih disebutKeunggulan tetua terpilih disebut DIFERENSIALDIFERENSIAL SELEKSISELEKSI dan dilambangkan dengan hurufdan dilambangkan dengan huruf SS.. Dapat dihitung jika TELAH DILAKUKAN SELEKSIDapat dihitung jika TELAH DILAKUKAN SELEKSI • DIFERENSIAL SELEKSIDIFERENSIAL SELEKSI dapat dihitung sebagaidapat dihitung sebagai selisih produksi rata-rata tetua terpilih denganselisih produksi rata-rata tetua terpilih dengan produksi rata-rata populasi dimana tetua dipilihproduksi rata-rata populasi dimana tetua dipilih Sehingga produksi rata-rata tetua terpilih dapat dihitung danSehingga produksi rata-rata tetua terpilih dapat dihitung dan besarnya Diferensial Seleksi dapat dihitung sebagai berikut :besarnya Diferensial Seleksi dapat dihitung sebagai berikut : PPS T −= dandan TP = Produksi rata-rata tetua terpilih= Produksi rata-rata tetua terpilih = Produksi rata-rata populasi= Produksi rata-rata populasi dimana tetua dipilihdimana tetua dipilih P
  15. 15. P TP 80% ternak yang ada dalam80% ternak yang ada dalam populasi dipilih (seleksi)populasi dipilih (seleksi) Ternak tetua terpilihTernak tetua terpilih (diberi kesempatan(diberi kesempatan untuk menghasilkan keturunan)untuk menghasilkan keturunan) Diferensial Seleksi (S) =Diferensial Seleksi (S) = PPT − Keunggulan tetua terpilihKeunggulan tetua terpilih • Pengertian Diferensial Seleksi secara grafis dapatPengertian Diferensial Seleksi secara grafis dapat dijelaskan sebagai berikut :dijelaskan sebagai berikut :
  16. 16. • NilaiNilai DIFERENSIAL SELEKSIDIFERENSIAL SELEKSI dapatdapat di-TAKSIRdi-TAKSIR,, artinya keunggulan tetua terpilih dapat diketahuiartinya keunggulan tetua terpilih dapat diketahui melalui penaksiranmelalui penaksiran SEBELUMSEBELUM dilakukan prosesdilakukan proses pemilihan tetua (seleksi).pemilihan tetua (seleksi). • Syarat dapat dilakukan penaksiran nilai DeferensialSyarat dapat dilakukan penaksiran nilai Deferensial Seleksi adalah sebagai berikut :Seleksi adalah sebagai berikut : 1.1. Nilai fenotipa karakteristik yang akan diseleksiNilai fenotipa karakteristik yang akan diseleksi terdistribusi normalterdistribusi normal 2.2. Seleksinya adalah seleksi pemenggalan (Seleksinya adalah seleksi pemenggalan (TruncationTruncation SelectionSelection)) Individu-individu dipilih secara tegas atas dasar nilaiIndividu-individu dipilih secara tegas atas dasar nilai fenotipanya dan tidak ada individu yang terpilih memilikifenotipanya dan tidak ada individu yang terpilih memiliki produksi dibawah individu yang tidak terpilih.produksi dibawah individu yang tidak terpilih. Dengan kata lain, semua individu yang berada di atas titikDengan kata lain, semua individu yang berada di atas titik tertentu dari suatu skala keunggulan dipilih dan individu yangtertentu dari suatu skala keunggulan dipilih dan individu yang berada di bawahnya disisihkanberada di bawahnya disisihkan
  17. 17. • Pada kondisi tersebut Diferensial Seleksi hanya tergantungPada kondisi tersebut Diferensial Seleksi hanya tergantung padapada PROPORSI TETUA TERPILIHPROPORSI TETUA TERPILIH dalam populasi dandalam populasi dan SIMPANG BAKUSIMPANG BAKU karakteristik.karakteristik. • Ketergantungan Diferensial Seleksi terhadap kedua faktorKetergantungan Diferensial Seleksi terhadap kedua faktor tersebut, dapat digambarkan sebagai berikut :tersebut, dapat digambarkan sebagai berikut : S (a) S (b) S (c) • Gambar diatas menunjukan nilai fenotipa terdistribusi normalGambar diatas menunjukan nilai fenotipa terdistribusi normal • Individu dengan nilai tinggi dipilih sehingga distribusi terbagiIndividu dengan nilai tinggi dipilih sehingga distribusi terbagi dua pada satu titik pemenggalandua pada satu titik pemenggalan • Tanda panah menunjukan nilai tengah kelompok terpilih, danTanda panah menunjukan nilai tengah kelompok terpilih, dan S adalah diferensial seleksiS adalah diferensial seleksi
  18. 18. S (a) S (b) S (c) • Gambar (a) setengah dari populasi dipilih, maka diferensialGambar (a) setengah dari populasi dipilih, maka diferensial seleksi agak kecil (seleksi agak kecil (1,6 unit simpang baku1,6 unit simpang baku)) • Gambar (b) 20% dari populasi dipilih, maka diferensial seleksiGambar (b) 20% dari populasi dipilih, maka diferensial seleksi lebih besar (lebih besar (2,8 unit simpang baku2,8 unit simpang baku)) • Gambar (c) 20% dari populasi dipilih, tetapi karakterstiknyaGambar (c) 20% dari populasi dipilih, tetapi karakterstiknya kurang bervariasi, sehingga diferensial seleksi lebih kecil (kurang bervariasi, sehingga diferensial seleksi lebih kecil (1,41,4 unit simpang bakuunit simpang baku)) • Simpang baku gambar (c) hanya setengah dari simpang bakuSimpang baku gambar (c) hanya setengah dari simpang baku gambar (b), sehingga diferensial seleksinya sama dengangambar (b), sehingga diferensial seleksinya sama dengan setengah dari diferensial seleksi ganbar (b)setengah dari diferensial seleksi ganbar (b)
  19. 19. • Gambaran tersebut menunjukan bahwa diferensial seleksiGambaran tersebut menunjukan bahwa diferensial seleksi dapat dinyatakan dalam satuan simpang baku.dapat dinyatakan dalam satuan simpang baku. • Diferensial Seleksi yang dinyatakan dalam satuan simpangDiferensial Seleksi yang dinyatakan dalam satuan simpang baku disebutbaku disebut Diferensial Seleksi TerstandarDiferensial Seleksi Terstandar ((StandardizedStandardized Selection DefferentialSelection Defferential) yaitu sama dengan :) yaitu sama dengan : • Diferensial Seleksi Terstandar biasa disebut sebagaiDiferensial Seleksi Terstandar biasa disebut sebagai INTENSITAS SELEKSIINTENSITAS SELEKSI yang disimbolkan dengan hurufyang disimbolkan dengan huruf ii P S σ Maka :Maka : P S i σ = PiS σ.= Menunjukan taksiran nilai Deferensial SeleksiMenunjukan taksiran nilai Deferensial Seleksi (keunggulan tetua terpilih) dari sejumlah(keunggulan tetua terpilih) dari sejumlah pp %% individu yang dipilih untuk dijadikan tetua bagiindividu yang dipilih untuk dijadikan tetua bagi generasi yang akan datanggenerasi yang akan datang
  20. 20. • Nilai INTENSITAS SELEKSI dapat diperoleh dariNilai INTENSITAS SELEKSI dapat diperoleh dari TABELTABEL INTENSITAS SELEKSIINTENSITAS SELEKSI yang menggambarkan hubunganyang menggambarkan hubungan antara PROPORSI individu terpilih dengan besarnya Simpangantara PROPORSI individu terpilih dengan besarnya Simpang Baku rataan individu terpilih melampaui rataan populasi.Baku rataan individu terpilih melampaui rataan populasi. p ,00 ,01 ,02 ,03 ,04 ,05 ,06 ,07 ,08 ,09 0,0 - 2,67 2,42 2,27 2,15 2,06 1,99 1,92 1,86 1,80 0,1 1,75 1,71 1,67 1,63 1,59 1,55 1,52 1,49 1,46 1,43 0,2 1,40 1,37 1,35 1,32 1,30 1,27 1,25 1,22 1,20 1,18 0,3 1,16 1,14 1,12 1,10 1,08 1,06 1,04 1,02 1,00 0,98 0,4 0,97 0,95 0,93 0,91 0,90 0,88 0,86 0,85 0,83 0,81 0,5 0,80 0,78 0,77 0,75 0,74 0,72 0,70 0,69 0,67 0,66 0,6 0,64 0,63 0,61 0,60 0,58 0,57 0,56 0,54 0,53 0,51 0,7 0,50 0,48 0,47 0,45 0,44 042 0,41 0,39 0,38 0,36 0,8 0,35 0,34 0,32 0,30 0,29 0,27 0,26 0,24 0,23 0,21 0,9 0,20 0,18 0,16 0,14 0,13 0,11 0,09 0,07 0,05 0,03 Tabel Intensitas Seleksi (i)Tabel Intensitas Seleksi (i) pp = proporsi individu yang dipilih atau dipertahankan= proporsi individu yang dipilih atau dipertahankan
  21. 21. • Dengan demikianDengan demikian Seleksi Diferensial (S)Seleksi Diferensial (S) dandan IntensitasIntensitas Seleksi (i)Seleksi (i) menunjukan keunggulan dari semua tetua yangmenunjukan keunggulan dari semua tetua yang digunakan.digunakan. Jumlah PejantanJumlah Pejantan Jumlah BetinaJumlah Betina= atau= atau ≠≠ KarakteristikKarakteristik Sex LimitedSex Limited Unsex LimitedUnsex Limited PJTmpBTNmp SSatauSS 2 1 2 1 == PJTmpBTNmp iiatauii 2 1 2 1 == )(2 1 PJTBTNmp SSS += )(2 1 PJTBTNmp iii +=
  22. 22. Menaksir hasil seleksiMenaksir hasil seleksi Respon Seleksi :Respon Seleksi : • Respon seleksi dapat dinyatakan sebagai kemajuan genetikRespon seleksi dapat dinyatakan sebagai kemajuan genetik per generasi dari seleksi.per generasi dari seleksi. • Respon seleksiRespon seleksi sama dengan selisih nilai tengahsama dengan selisih nilai tengah anak dari tetua terpilih dengan nilai tengah populasianak dari tetua terpilih dengan nilai tengah populasi dimana tetua dipilih.dimana tetua dipilih. Respon seleksi disimbolkan dengan hurufRespon seleksi disimbolkan dengan huruf RR PPR O −= OP == Produksi rata-rata anak tetua terpilihProduksi rata-rata anak tetua terpilih == Produksi rata-rata populasi dimanaProduksi rata-rata populasi dimana tetua dipilihtetua dipilih P Respon seleksi NyataRespon seleksi Nyata
  23. 23. 1.1. Ukuran dari penerapan seleksi adalahUkuran dari penerapan seleksi adalah keunggulankeunggulan tertua terpilihtertua terpilih.. Taksiran Respon Seleksi :Taksiran Respon Seleksi : Diferensial Seleksi (S)Diferensial Seleksi (S) INGAT !!!!INGAT !!!! Selisih produksi rata-rataSelisih produksi rata-rata tetua terpilih dengantetua terpilih dengan produksi rata-rata populasiproduksi rata-rata populasi dimana tetua dipilihdimana tetua dipilih PPS T −= 2.2. Respon Seleksi Nyata (R)Respon Seleksi Nyata (R) Selisih nilai tengah anakSelisih nilai tengah anak dari tetua terpilih dengandari tetua terpilih dengan nilai tengah populasinilai tengah populasi dimana tetua dipilih.dimana tetua dipilih. PPR O −=
  24. 24. • Hubungan antara R dan S dinyatakan dalam bentukHubungan antara R dan S dinyatakan dalam bentuk regresi.regresi. Hubungan antara R dengan S :Hubungan antara R dengan S :  Sumbu horizontalSumbu horizontal menyatakan nilai produksi rata-rata tetua jantanmenyatakan nilai produksi rata-rata tetua jantan dan betina yang dinyatakan dalam bentuk simpangan terhadapdan betina yang dinyatakan dalam bentuk simpangan terhadap produksi rata-rata populasi (Seleksi Diferensial mid parent)produksi rata-rata populasi (Seleksi Diferensial mid parent)  Sumbu vertikalSumbu vertikal menyatakan nilai produksi rata-rata anak yangmenyatakan nilai produksi rata-rata anak yang dinyatakan dalam bentuk simpangan terhadap produksi rata-ratadinyatakan dalam bentuk simpangan terhadap produksi rata-rata populasi (Respon Seleksi Nyata)populasi (Respon Seleksi Nyata)  Setiap titik menyatakan sepasang tetua dan anaknya, dimana titikSetiap titik menyatakan sepasang tetua dan anaknya, dimana titik berbentuk bulat menyatakan populasi sebelum seleksi dan titikberbentuk bulat menyatakan populasi sebelum seleksi dan titik bentuk kotak pasangan tetua anak dari individu terpilihbentuk kotak pasangan tetua anak dari individu terpilih  Tetua dipilih berdasarkan penampilannya sendiriTetua dipilih berdasarkan penampilannya sendiri  Garis miring menyatakan garis regresi anak terhadap rata-rataGaris miring menyatakan garis regresi anak terhadap rata-rata tetua (mid parent)tetua (mid parent)
  25. 25. Maka grafik hubungan antara R dengan S adalahMaka grafik hubungan antara R dengan S adalah sebagai berikut :sebagai berikut : Anak = PPR O −= Mid Parent 2 BtnPjt mp SS S + = S R Rasio R/S = kemiringan garis regresi mp PO S R b = mpPO SbR ⋅= mpShR ⋅= 2
  26. 26. • Dari gambaran hubungan antara R dan S diperolehDari gambaran hubungan antara R dan S diperoleh formula TAKSIRAN RESPON SELEKSI yaituformula TAKSIRAN RESPON SELEKSI yaitu Taksiran Respon Seleksi akan cermat padaTaksiran Respon Seleksi akan cermat pada dasarnya hanya untuk satu generasi seleksidasarnya hanya untuk satu generasi seleksi Taksiran Respon Seleksi tergantung padaTaksiran Respon Seleksi tergantung pada heritabilitas karakteristik dari generasi dimanaheritabilitas karakteristik dari generasi dimana tetua dipilihtetua dipilih Respon Seleksi dalam generasi selanjutnya padaRespon Seleksi dalam generasi selanjutnya pada hakekatnya tidak dapat ditaksir tanpa menaksirhakekatnya tidak dapat ditaksir tanpa menaksir kembali nilai heritabilitas pada setiapkembali nilai heritabilitas pada setiap generasinya.generasinya. mpShR ⋅= 2
  27. 27. • Ada dua sebab mengapa taksiran heritabilitasAda dua sebab mengapa taksiran heritabilitas berubah :berubah : 1.1. Seleksi menyebabkan perubahan frekuensi gen,Seleksi menyebabkan perubahan frekuensi gen, dan heritabilitas tergantung pada frekuensi gen.dan heritabilitas tergantung pada frekuensi gen. 2.2. Seleksi menyebabkan turunnya nilai variansi danSeleksi menyebabkan turunnya nilai variansi dan heritabilitas, terutama terjadi pada awal seleksi.heritabilitas, terutama terjadi pada awal seleksi. • Bila keunggulan tetua terpilih dinyatakan dalamBila keunggulan tetua terpilih dinyatakan dalam satuan simpang baku (S = isatuan simpang baku (S = i σσPP)) , maka taksiran, maka taksiran Respon Seleksi berhubungan dengan intensitasRespon Seleksi berhubungan dengan intensitas seleksi, dan taksiran Respon Seleksi menjadi :seleksi, dan taksiran Respon Seleksi menjadi : PmpihR σ⋅⋅= 2
  28. 28. • Dengan demikian kita dapat mengukur hasilDengan demikian kita dapat mengukur hasil seleksi per generasi-nya dengan formula :seleksi per generasi-nya dengan formula : PmpihR σ⋅⋅= 2 PPR O −= mpShR ⋅= 2 Taksiran ResponTaksiran Respon SeleksiSeleksi, diperoleh, diperoleh sebelum individusebelum individu terpilih ditetapkan,terpilih ditetapkan, tetapi telah diketahuitetapi telah diketahui proporsi (persentase)proporsi (persentase) individu yang akanindividu yang akan dipertahankan daridipertahankan dari populasi.populasi. Taksiran ResponTaksiran Respon SeleksiSeleksi, diperoleh, diperoleh setelah individusetelah individu terpilih selesaiterpilih selesai ditetapkan.ditetapkan. Respon Seleksi nyataRespon Seleksi nyata,, diperoleh setelahdiperoleh setelah produksi anak dariproduksi anak dari tetua terpilih selesaitetua terpilih selesai dicatat seluruhnya.dicatat seluruhnya.
  29. 29. • Kemajuan per unit waktu biasanya lebih pentingKemajuan per unit waktu biasanya lebih penting dari pada kemajuan per generasi dalamdari pada kemajuan per generasi dalam perhitungan Respon Seleksiperhitungan Respon Seleksi • Kemajuan per unit waktu dalam mengukur ResponKemajuan per unit waktu dalam mengukur Respon Seleksi biasanya dinyatakan dalam bentukSeleksi biasanya dinyatakan dalam bentuk KEMAJUAN PER TAHUN atau RESPON SELEKSIKEMAJUAN PER TAHUN atau RESPON SELEKSI PER TAHUN (R/Y)PER TAHUN (R/Y) • Oleh karena itu interval waktu antar generasiOleh karena itu interval waktu antar generasi merupakan faktor penting dalam menentukanmerupakan faktor penting dalam menentukan besar-kecilnya nilai respon seleksi per tahun.besar-kecilnya nilai respon seleksi per tahun. • Interval waktu antar generasi biasa disebut denganInterval waktu antar generasi biasa disebut dengan GENERASI INTERVALGENERASI INTERVAL, dan biasa dilambangkan, dan biasa dilambangkan dengan huruf L .dengan huruf L .
  30. 30. • Dalam perhitungan generasi interval dalam setiapDalam perhitungan generasi interval dalam setiap model seleksi, harus dibedakan antara Generasimodel seleksi, harus dibedakan antara Generasi ‘DISCRETE’ dan Generasi ‘OVERLAPPING’‘DISCRETE’ dan Generasi ‘OVERLAPPING’ 1.1. Pada generasi ‘DISCRETE’, maka anak dipeliharaPada generasi ‘DISCRETE’, maka anak dipelihara sampai yang lahir terakhir menjadi dewasa,sampai yang lahir terakhir menjadi dewasa, kemudian seleksi dapat dilaksanakan dankemudian seleksi dapat dilaksanakan dan individu terpilih dikawinkan dalam waktu yangindividu terpilih dikawinkan dalam waktu yang kurang lebih bersamaan.kurang lebih bersamaan. GENERASI INTERVAL = Jarak waktuGENERASI INTERVAL = Jarak waktu antara perkawinan pada generasiantara perkawinan pada generasi yang berurutanyang berurutan
  31. 31. 2.2. Pada generasi ‘OVERLAPPING’, penggantianPada generasi ‘OVERLAPPING’, penggantian tetua dengan menyeleksi anak-anaknya kurangtetua dengan menyeleksi anak-anaknya kurang lebih merupakan proses yang kontinyu.lebih merupakan proses yang kontinyu. GENERASI INTERVAL = Umur rata-GENERASI INTERVAL = Umur rata- rata tetua padasaat melahirkan anakrata tetua padasaat melahirkan anak • Dengan demikian kita dapat mengukur hasilDengan demikian kita dapat mengukur hasil seleksi per tahun-nya dengan formula :seleksi per tahun-nya dengan formula : mp Pmp L ih YR σ⋅⋅ = 2 / mp O L PP YR − =/ mp mp L Sh YR ⋅ = 2 / 2 mf mp LL L + = Dimana :Dimana : dandan LLff = Generasi interval induk= Generasi interval induk LLmm = Generasi interval pejantan= Generasi interval pejantan
  32. 32. • Contoh menghitung generasi interval :Contoh menghitung generasi interval : Suatu populasi sapi diketahui bahwa :Suatu populasi sapi diketahui bahwa : • Sapi jantan dan betina menghasilkan anak pertama kali umur 2Sapi jantan dan betina menghasilkan anak pertama kali umur 2 tahuntahun • Sapi jantan hanya digunakan selama 2 tahunSapi jantan hanya digunakan selama 2 tahun • Sapi betina digunakan sampai umur 8 tahunSapi betina digunakan sampai umur 8 tahun • Sebaran individu dalam populasi sebagai berikut :Sebaran individu dalam populasi sebagai berikut : Umur 2 3 4 5 6 7 8 Jml sapi jantan 20 20 Jml sapi betina 10 15 20 15 10 8 7 tahunLm 5,2 )2020( )203()202( = + ×+× = tahunLf 6,4 )71510( )78()153()102( = +⋅⋅⋅++ ×+⋅⋅⋅+×+× = Maka generasi interval diperoleh sebagai berikut :Maka generasi interval diperoleh sebagai berikut : tahunLmp 55,3 2 6,45,2 = + =
  33. 33. Usaha untuk meningkatkan respon seleksi dapat dilihat dariUsaha untuk meningkatkan respon seleksi dapat dilihat dari formula :formula : 1.1. Simpang baku populasi (Simpang baku populasi ( σσPP )) :: Usaha Meningkatkan Respon Seleksi :Usaha Meningkatkan Respon Seleksi : mp Pmp L ih YR σ⋅⋅ = 2 / AtauAtau disederhanakandisederhanakan menjadimenjadi L ih YR Pσ⋅⋅ = 2 /  Respon seleksi akan tinggi nilainya, jika simpang bakuRespon seleksi akan tinggi nilainya, jika simpang baku populasi tinggi atau variasi dalam populasi tinggi untukpopulasi tinggi atau variasi dalam populasi tinggi untuk karakteristik yang menjadi kriteria seleksi.karakteristik yang menjadi kriteria seleksi.  Pada populasi yang sudah relatif seragam (nilai simpang bakuPada populasi yang sudah relatif seragam (nilai simpang baku kecil), maka dapat dilakukan usaha untuk meningkatkankecil), maka dapat dilakukan usaha untuk meningkatkan keragaman populasi dengan menerapkan sistem perkawinan,keragaman populasi dengan menerapkan sistem perkawinan, yaitu memasukkan materi genetik baru ke dalam populasi.yaitu memasukkan materi genetik baru ke dalam populasi.
  34. 34. 2.2. heritabilitas (heritabilitas ( hh22 )) ::  Heritabilitas dapat ditingkatkan dengan mengurangi variasiHeritabilitas dapat ditingkatkan dengan mengurangi variasi faktor lingkungan.faktor lingkungan.  Koreksi dataKoreksi data  Perhatian terhadap teknik pemelharaan dan tatalaksanaPerhatian terhadap teknik pemelharaan dan tatalaksana  Penggunaan pengukuran berulang (jikaPenggunaan pengukuran berulang (jika memungkinkan)memungkinkan)  Menerapkan Assortive Mating.Menerapkan Assortive Mating.  Heritabilitas berhubungan dengan KECERMATAN SELEKSI (rHeritabilitas berhubungan dengan KECERMATAN SELEKSI (rGPGP).). L ih YR Pσ⋅⋅ = 2 / L ib YR PGP σ⋅⋅ =/ L ir YR P P G GP σ σ σ ⋅⋅⋅ =/ L ir YR GGP σ⋅⋅ =/ rrGPGP adalah kecermatan seleksiadalah kecermatan seleksi
  35. 35. Diukur sebagai nilai Koefisien KorelasiDiukur sebagai nilai Koefisien Korelasi Kecermatan seleksi ( rKecermatan seleksi ( rGPGP)) yaitu derajat yang menyatakanyaitu derajat yang menyatakan hubungan antara kriteria yang merupakan dasar seleksihubungan antara kriteria yang merupakan dasar seleksi dengan nilai pemuliaan individu untuk sifat yangdengan nilai pemuliaan individu untuk sifat yang diseleksi.diseleksi. hhrGP == 2 GG PP GPr h rrGPGP disebut jugadisebut juga kecermatan seleksikecermatan seleksi individu denganindividu dengan satu catatansatu catatan
  36. 36. P = G + EP = G + E GG EE PPGEr GPr Asumsi :Asumsi : 0=GEr EGP += ))(()()( GGEGEGGGPP −−−+∑=−−∑ )()}(){( GGEEGGCOVGP −−+−∑= )()()( 2 GGEEGGCOVGP −−∑+−∑= 2 )( GGCOVGP −∑= 2 GGPCOV σ= PG GP GP Cov r σσ . = PG G GPr σσ σ . 2 = hr P G GP == σ σ
  37. 37. Dua individu rata-rata diperlukan untuk menggantiDua individu rata-rata diperlukan untuk mengganti sepasang tetuasepasang tetua Semakin prolifik suatu ternak semakin kuat atauSemakin prolifik suatu ternak semakin kuat atau besar intensitas seleksi dapat diterapkanbesar intensitas seleksi dapat diterapkan Jika pejantan dikawinkan dengan lebih dari satuJika pejantan dikawinkan dengan lebih dari satu induk, berarti pejantan mempunyai anak lebih banyakinduk, berarti pejantan mempunyai anak lebih banyak dibanding indukdibanding induk Intensitas seleksi dapat lebih besar pada pejantanIntensitas seleksi dapat lebih besar pada pejantan dari pada indukdari pada induk 3.3. Intensitas seleksi (Intensitas seleksi ( i )i ) ::  Meningkatkan intensitas seleksi merupakan salah satu jalanMeningkatkan intensitas seleksi merupakan salah satu jalan yang mudah, tetapi ada DUA FAKTOR PEMBATAS untukyang mudah, tetapi ada DUA FAKTOR PEMBATAS untuk pelaksanaannya, yaitu :pelaksanaannya, yaitu : a.a. Laju Reproduksi TernakLaju Reproduksi Ternak Proporsi individu terpilih untuk dikawinkan minimal =Proporsi individu terpilih untuk dikawinkan minimal = proporsi yang dibutuhkan untuk pengganti atauproporsi yang dibutuhkan untuk pengganti atau replacementreplacement
  38. 38. Contoh :Contoh : Misalkan setiap pejantan dikawinkan dengan 10 ekorMisalkan setiap pejantan dikawinkan dengan 10 ekor induk, dan setiap induk rata-rata mempunyai 5 ekorinduk, dan setiap induk rata-rata mempunyai 5 ekor anakanak Untuk mengganti seekor induk, diperoleh denganUntuk mengganti seekor induk, diperoleh dengan proporsi maksimal induk yang dipertahankan = 1/5proporsi maksimal induk yang dipertahankan = 1/5 Sedangkan pada pejantan rata-rata memiliki 50 ekorSedangkan pada pejantan rata-rata memiliki 50 ekor anak, sehingga proporsi maksimal pejantan yanganak, sehingga proporsi maksimal pejantan yang dipertahankan = 1/50dipertahankan = 1/50 Maka Bila dicari nilai intensitas seleksi menggunakan tabelBila dicari nilai intensitas seleksi menggunakan tabel intensitas seleksi diperoleh nilai :intensitas seleksi diperoleh nilai : ii ff = 1,40= 1,40 ii mm = 2,42= 2,42 ii mpmp = 1,92= 1,92 Batas atas intensitasBatas atas intensitas seleksi (seleksi (upper limit of theupper limit of the intensity of selectionintensity of selection))
  39. 39. b.b. Besarnya Populasi dan Konsekuensi InbreedingBesarnya Populasi dan Konsekuensi Inbreeding Inbreeding hampir selalu menurunkan kemampuanInbreeding hampir selalu menurunkan kemampuan reproduktif dan karakteristik yang berkaitanreproduktif dan karakteristik yang berkaitan Jumlah tetua yang digunakan harus cukup besarJumlah tetua yang digunakan harus cukup besar untuk menjaga agar “untuk menjaga agar “inbreeding depressioninbreeding depression” tetap” tetap pada level yang dapat diterima.pada level yang dapat diterima. 4.4. Generasi interval (Generasi interval ( L )L ) ::  Meningkatkan respon seleksi dapat dilakukan denganMeningkatkan respon seleksi dapat dilakukan dengan menekan generasi interval.menekan generasi interval.  Permasalahannya ada hubungan terbalik dengan intensitasPermasalahannya ada hubungan terbalik dengan intensitas seleksi, yaitu dengan menanti sampai mendapatkan lebihseleksi, yaitu dengan menanti sampai mendapatkan lebih banyak anak sebelum dilakukan seleksi, dapat meningkatkanbanyak anak sebelum dilakukan seleksi, dapat meningkatkan intensitas seleksi dan respon seleksi, tetapiintensitas seleksi dan respon seleksi, tetapi generasi intervalgenerasi interval akan bertambahakan bertambah dan akan menurunkan respon seleksi perdan akan menurunkan respon seleksi per tahun.tahun.
  40. 40.  Permasalahannya ada hubungan terbalik dengan intensitasPermasalahannya ada hubungan terbalik dengan intensitas seleksi, yaitu dengan menanti sampai mendapatkan lebihseleksi, yaitu dengan menanti sampai mendapatkan lebih banyak anak sebelum dilakukan seleksi, dapat meningkatkanbanyak anak sebelum dilakukan seleksi, dapat meningkatkan intensitas seleksi dan respon seleksi, tetapiintensitas seleksi dan respon seleksi, tetapi generasi intervalgenerasi interval akan bertambahakan bertambah dan akan menurunkan respon seleksi perdan akan menurunkan respon seleksi per tahun.tahun.  Upaya pemecahan masalahnya adalah denganUpaya pemecahan masalahnya adalah dengan mencari umurmencari umur optimal untuk menyisihkan tetuaoptimal untuk menyisihkan tetua.. Yaitu memaksimalkan rasioYaitu memaksimalkan rasio mp mp L i 2 )( 2 )( fm fm LL ii + + )( )( fm fm LL ii + +
  41. 41. • Contoh perhitungan mencari umur optimum untukContoh perhitungan mencari umur optimum untuk menyisihkan tetua :menyisihkan tetua : Suatu populasi sapi diketahui bahwa :Suatu populasi sapi diketahui bahwa : • Kapasitas tetap yaitu 60 pejantan dan 1260 indukKapasitas tetap yaitu 60 pejantan dan 1260 induk • Pejantan dan induk pertama kali punya anak pada umur 3 tahunPejantan dan induk pertama kali punya anak pada umur 3 tahun • Ternak digunakan maksimal sampai umur 8 tahunTernak digunakan maksimal sampai umur 8 tahun • Kelompok umur induk tetapKelompok umur induk tetap • Jumlah ternak setiap kelompok umur samaJumlah ternak setiap kelompok umur sama • Calf crop = 50%Calf crop = 50% • hh22 = 0,48= 0,48 • σσPP = 14,3= 14,3 • Sex ratio = 1 : 1Sex ratio = 1 : 1 Maka kita dapat menyusun Pola Breeding sebagai berikut :Maka kita dapat menyusun Pola Breeding sebagai berikut :
  42. 42. Pola Bree ding Tetua Kelompok Umur (Tahun) JML Lmp (thn) imp R/Y 3 4 5 6 7 8 II PJT 60 - - - - - 60 4,25 0,99 0,233 1,60 INDK 210 210 210 210 210 210 1260 IIII PJT 30 30 - - - - 60 4,50 1,12 0,257 1,77 INDK 210 210 210 210 210 210 1260 IIIIII PJT 20 20 20 - - - 60 4,75 1,26 0,265 1,81 INDK 210 210 210 210 210 210 1260 IVIV PJT 15 15 15 15 - - 60 5,00 1,32 0,264 1,80 INDK 210 210 210 210 210 210 1260 VV PJT 12 12 12 12 12 - 60 5,25 1,37 0,261 1,78 INDK 210 210 210 210 210 210 1260 VIVI PJT 10 10 10 10 10 10 60 5,50 1,41 0,256 1,76 INDK 210 210 210 210 210 210 1260 IIIIII PJT 20 20 20 - - - 60 4,75 1,26 0,265 1,81 INDK 210 210 210 210 210 210 1260 mp mp L i
  43. 43. Contoh untuk menghitung L,Contoh untuk menghitung L, ii, dan R/Y pada, dan R/Y pada Pola Breeding IPola Breeding I :: • Menghitung Generasi Interval (LMenghitung Generasi Interval (Lmpmp):): Calf crop = 50% berarti jumlah anak = (50/100) x 1260 = 630 ekorCalf crop = 50% berarti jumlah anak = (50/100) x 1260 = 630 ekor thnLm 0,3 60 )603( = × = thnLf 50,5 1260 )2108()2103( = ×+⋅⋅⋅+× = thnLmp 25,4 2 50,50,3 = + = • Menghitung Intensitas Seleksi (iMenghitung Intensitas Seleksi (impmp) :) : Karena sex ratio = 1 : 1, maka jumlah anak jantan = 630/2 = 315 ekorKarena sex ratio = 1 : 1, maka jumlah anak jantan = 630/2 = 315 ekor dan anak betina = 630 – 315 = 315 ekordan anak betina = 630 – 315 = 315 ekor Untuk mengganti pejantan yang di keluarkan dari populasi (culling),Untuk mengganti pejantan yang di keluarkan dari populasi (culling), maka proporsi pejantan terpilih (p) = (60/315) x 100% = 19 %maka proporsi pejantan terpilih (p) = (60/315) x 100% = 19 % Tabel intensitas seleksiTabel intensitas seleksi ii mm = 1,43= 1,43 Untuk mengganti induk yang di keluarkan dari populasi (culling), makaUntuk mengganti induk yang di keluarkan dari populasi (culling), maka proporsi induk terpilih (p) = (210/315) x 100% = 67 %proporsi induk terpilih (p) = (210/315) x 100% = 67 % Tabel intensitas seleksiTabel intensitas seleksi ii ff = 0,54= 0,54 99,0 2 54,043,1 = + =mpi
  44. 44. • Menghitung Respon Seleksi per tahun (R/Y):Menghitung Respon Seleksi per tahun (R/Y): KESIMPULAN :KESIMPULAN : 60,1 25,4 )30,14)(99,0)(48,0( / 2 == ⋅⋅ = mp Pmp L ih YR σ • Pola Breeding II sampai VI dihitung dengan cara yang sama.Pola Breeding II sampai VI dihitung dengan cara yang sama. • Hasil perhitungan memberi informasi bahwa ratioHasil perhitungan memberi informasi bahwa ratio tertinggi bilatertinggi bila menggunakan POLA BREEDING III.menggunakan POLA BREEDING III. mp mp L i • Berarti pejantan hanya digunakan selama 3 tahun, yaituBerarti pejantan hanya digunakan selama 3 tahun, yaitu dipertahankan sampai umur 5 tahun, setelah itu disisihkan.dipertahankan sampai umur 5 tahun, setelah itu disisihkan.
  45. 45. Pengaruh Seleksi Terhadap Variasi:Pengaruh Seleksi Terhadap Variasi: • Seleksi pada tetua akan menurunkan variansi fenotipa.Seleksi pada tetua akan menurunkan variansi fenotipa. )1( kVV PP −=• dimanadimana kk == i ( i – x )i ( i – x ) • Seleksi pada tetua akan menurunkan variansi genotipa.Seleksi pada tetua akan menurunkan variansi genotipa. )1( 2 khVV AA −=• dimanadimana kk == i ( i – x )i ( i – x ) Keterangan :Keterangan : • PV PV • AV AV = Variansi Fenotipa Tetua Terpilih= Variansi Fenotipa Tetua Terpilih = Variansi Fenotipa Populasi= Variansi Fenotipa Populasi = Variansi Genotipa Aditif Setelah Satu Generasi Seleksi= Variansi Genotipa Aditif Setelah Satu Generasi Seleksi = Variansi Genotipa Populasi= Variansi Genotipa Populasi 2 h i = heritabilitas= heritabilitas = Intensitas Seleksi= Intensitas Seleksi x = Simpangan nilai pemenggalan dari nilai rata-= Simpangan nilai pemenggalan dari nilai rata- rata populasi dalam satuan simpang bakurata populasi dalam satuan simpang baku TABEL “Truncated Normal Distribution” (Falconer, 1981; p316)
  46. 46. SELEKSI UNTUK SATU SIFAT :SELEKSI UNTUK SATU SIFAT : 1.1. SELEKSI INDIVIDU DENGAN SATU CATATANSELEKSI INDIVIDU DENGAN SATU CATATAN 2.2. SELEKSI INDIVIDU DENGAN n-CATATANSELEKSI INDIVIDU DENGAN n-CATATAN 3.3. SELEKSI KOMBINASI & SILSILAHSELEKSI KOMBINASI & SILSILAH 4.4. SELEKSI FAMILISELEKSI FAMILI 5.5. SELEKSI PEJANTAN (UJI KETURUNAN)SELEKSI PEJANTAN (UJI KETURUNAN) SELEKSI UNTUK LEBIH DARI SATU SIFAT :SELEKSI UNTUK LEBIH DARI SATU SIFAT : 1.1. SELEKSI TANDEMSELEKSI TANDEM 2.2. INDEPENDENT CULLING LEVEL (ICL)INDEPENDENT CULLING LEVEL (ICL) 3.3. SELEKSI INDEKSSELEKSI INDEKS
  47. 47. • Seleksi berdasarkan penampilan produksinya sendiri.Seleksi berdasarkan penampilan produksinya sendiri. 1.1. SELEKSI INDIVIDU DENGAN SATU CATATANSELEKSI INDIVIDU DENGAN SATU CATATAN • Paling berguna untuk sifat-sifat yang dapat diukur padaPaling berguna untuk sifat-sifat yang dapat diukur pada kedua jenis kelamin sebelum dewasa atau sebelum umurkedua jenis kelamin sebelum dewasa atau sebelum umur perkawinan pertama.perkawinan pertama. • Keterbatasannya :Keterbatasannya : a. Untuk sifat yang dibatasi jenis kelamin. b. Heritabilitas rendah c. Informasi atau produksi diperoleh setelah dewasa. • Kecermatan seleksi :Kecermatan seleksi : hhrGP == 2
  48. 48. • Seleksi berdasarkan penampilan produksinya sendiri yang hanyaSeleksi berdasarkan penampilan produksinya sendiri yang hanya dapat diukur setelah dewasa dan dibatasi jenis kelamin.dapat diukur setelah dewasa dan dibatasi jenis kelamin. • Seleksi dilakukan bila individu telah memiliki lebih dari satuSeleksi dilakukan bila individu telah memiliki lebih dari satu catatan produksi.catatan produksi. • Keterbatasannya memperpanjang Generasi Interval.Keterbatasannya memperpanjang Generasi Interval. • Kecermatan seleksi :Kecermatan seleksi : 2.2. SELEKSI INDIVIDU DENGAN n-CATATANSELEKSI INDIVIDU DENGAN n-CATATAN • Paling berguna bila kriteria seleksi memiliki nilai heritabilitasPaling berguna bila kriteria seleksi memiliki nilai heritabilitas rendah.rendah. • Digunakan bila ingin meningkatkan kecermatan seleksi danDigunakan bila ingin meningkatkan kecermatan seleksi dan usaha penyisihan lebih lanjut dari ternak-ternak yang semulausaha penyisihan lebih lanjut dari ternak-ternak yang semula sudah terpilih.sudah terpilih. ( )[ ]tn n hr PG 11 −+ = • Efisiensi Relatif, yaitu perbandingan antara kecermatan suatuEfisiensi Relatif, yaitu perbandingan antara kecermatan suatu jenis seleksi dengan kecermatan seleksi individu berdasarkanjenis seleksi dengan kecermatan seleksi individu berdasarkan satu catatan produksi.satu catatan produksi. ( )[ ]tn n Er 11 −+ = n = Jumlah catatan per individun = Jumlah catatan per individu t = Repitabilitast = Repitabilitas
  49. 49. • Seleksi dilakukan dengan penggunaan secara optimum informasiSeleksi dilakukan dengan penggunaan secara optimum informasi individu dan sanak saudara, dengan tujuan untuk meningkatkanindividu dan sanak saudara, dengan tujuan untuk meningkatkan kecermatan seleksikecermatan seleksi • Keterbatasannya :Keterbatasannya : • Kecermatan seleksi :Kecermatan seleksi : 3.3. SELEKSI KOMBINASI & SILSILAHSELEKSI KOMBINASI & SILSILAH • Dapat digunakan untuk nilai heritabilitas rendah sampai tinggiDapat digunakan untuk nilai heritabilitas rendah sampai tinggi • Paling berguna bila kriteria seleksinya dibatasi jenis kelaminPaling berguna bila kriteria seleksinya dibatasi jenis kelamin a. Bila catatan moyangnya tidak teliti, sehingga pengaruh lingkungan bercampur dengan pengaruh genetik. b. Pada heritabilitas tinggi, tambahan informasi tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap kecermatan seleksi a. Kombinasi Individu-Famili. ( ) ( ) ( )[ ]      −+ − × − − += tn n t tR hrGI 11[ 1 1 1 2
  50. 50. b. Kombinasi Individu-Induk. 4 2 4 25 h h hrGI − − = c. Kombinasi Individu-Induk-Nenek Pihak Bapak. 4 2 516 1021 h h hrGI − − =  Bentuk kombinasi lainnya dapat dicari formulasinya dengan pendekatan mencari koefisien regresi baku menggunakan nilai korelasi antara nilai pemuliaan (g) dari suatu individu dengan beberapa kerabatnya dan korelasi genotipik antara kerabat dengan individu dalam populasi kawin acak. Dapat dipelajari pada buku “Pemuliaan Ternak” oleh J.M. Astuti (1990), Gadjah Mada University Press.
  51. 51. • Seleksi menggunakan informasi saudara seketurunan.Seleksi menggunakan informasi saudara seketurunan. 4.4. SELEKSI FAMILISELEKSI FAMILI • Famili adalah sekelompok saudara kolateralFamili adalah sekelompok saudara kolateral Ternak-ternak yang ada hubungan keluargaTernak-ternak yang ada hubungan keluarga dengan seekor individu tetapi bukan nenekdengan seekor individu tetapi bukan nenek moyangnya ataupun keturunannya.moyangnya ataupun keturunannya. • Seleksi Famili digunakan paling baik pada kondisi :Seleksi Famili digunakan paling baik pada kondisi : a. Variansi Lingkungan rendah b. Heritabilitas rendah c. Jumlah anggota famili besar. • Prosedur optimum penggunaan Seleksi Famili tergantung pada :Prosedur optimum penggunaan Seleksi Famili tergantung pada : a. R, yaitu hubungan genetik antar anggota famili b. t, yaitu korelasi fenotipik antar anggota famili c. n, yaitu junlah individu per famili.
  52. 52. • Hubungan antara ketiga faktor tersebut sebagai berikut :.Hubungan antara ketiga faktor tersebut sebagai berikut :. • Kecermatan seleksi :Kecermatan seleksi : ( )[ ] ( )[ ]tnn Rnh r familiGP 11 11 −+ −+ = Famili mendapatFamili mendapat pengaruh Lingkunganpengaruh Lingkungan yang sama.yang sama. t < Rt < R PeningkatanPeningkatan KecermatanKecermatan SeleksiSeleksi t = ht = h22 RR Jika hJika h22 rendahrendah Kecermatan seleksi famili akan lebih tinggi dari seleksiKecermatan seleksi famili akan lebih tinggi dari seleksi individu bila R jauh lebih besar dari t atau apabilaindividu bila R jauh lebih besar dari t atau apabila n R Rt 2 2 )1( − −< Oleh karena itu bila t = R2 maka kecermatannya lebihOleh karena itu bila t = R2 maka kecermatannya lebih kecil dari seleksi individu.kecil dari seleksi individu.
  53. 53. • Seleksi menggunakan informasi keturunannya untuk menaksirSeleksi menggunakan informasi keturunannya untuk menaksir nilai pemuliaan seekor ternak.nilai pemuliaan seekor ternak. 5.5. SELEKSI PEJANTAN (UJI KETURUNAN)SELEKSI PEJANTAN (UJI KETURUNAN) • Biasanya Uji keturunan digunakan paling pada kondisi :Biasanya Uji keturunan digunakan paling pada kondisi : a. Pola Pertama Pejantan MudaPejantan Muda Betina-betina penguji khususBetina-betina penguji khusus (berasal dari ternak niaga)(berasal dari ternak niaga)dikawinkan Pejantan TerpilihPejantan Terpilih Populasi yang akan diperbaikiPopulasi yang akan diperbaiki (produksi bibit / bangsa murni)(produksi bibit / bangsa murni) Digunakan b. Pola Kedua Pejantan MudaPejantan Muda Betina-betina dalam populasi yangBetina-betina dalam populasi yang akan diperbaikiakan diperbaikidikawinkan Pejantan TerpilihPejantan Terpilih Pengguaan lebih luasPengguaan lebih luasDigunakan Sejumlah keturunan yangSejumlah keturunan yang diperlukan untuk pengujian dandiperlukan untuk pengujian dan dipelihara sampai selesai ujidipelihara sampai selesai uji
  54. 54. c. Pola Ketiga Populasi yangPopulasi yang akan diperbaikiakan diperbaiki Pejantan terpilih untukPejantan terpilih untuk uji keturunanuji keturunan Pejantan TerpilihPejantan Terpilih Uji keturunanUji keturunan Pilih pejantan Kriteria Pemilihan :Kriteria Pemilihan : Uji performan (denganUji performan (dengan kriteria selain ujikriteria selain uji keturunan)keturunan)
  55. 55. UJI KETURUNAN YANG EFEKTIF : 1.1. Ternak jantan yang diuji harus lebih banyak dari ternak terpilihTernak jantan yang diuji harus lebih banyak dari ternak terpilih yang akhirnya akan digunakan secara luasyang akhirnya akan digunakan secara luas 4 – 5 ekor pejantan yang diuji untuk setiap pejantan yang akan dipilih 2.2. Harus tersedia suatu prosedur yang dapat menilai dengan telitiHarus tersedia suatu prosedur yang dapat menilai dengan teliti informasi uji keturunan ituinformasi uji keturunan itu 3.3. Harus ada cara untuk memanfaatkan ternak-ternak unggulHarus ada cara untuk memanfaatkan ternak-ternak unggul secara luas apabila telah diperoleh.secara luas apabila telah diperoleh. Pertimbangan penggunaan Uji Keturunan : 1.1. Kecermatan relatif dari seleksi dengan uji keturunan dan tanpaKecermatan relatif dari seleksi dengan uji keturunan dan tanpa uji keturunanuji keturunan Sifat Sex-limited Sex-unlimited h2 rendah Meningkatkan kecermatan seleksi
  56. 56. 2.2. Generasi IntervalGenerasi Interval Uji Keturunan Meningkatkan kecermatan seleksi Generasi Interval meningkatR/Y turun 3.3. Besarnya PopulasiBesarnya Populasi Populasi Kecil & Sedang Inbreeding 4.4. Kelayakan IB pada populasi besarKelayakan IB pada populasi besar Teknis dan ekonomis 5.5. BiayaBiaya Pejantan yang diuji Biaya seimbang
  57. 57. • Kecermatan Uji Keturunan :Kecermatan Uji Keturunan : tn n hr OG )1(1 5,0 −+ = t = Rht = Rh22 + c+ c c = korelasi lingkungan dan genetikc = korelasi lingkungan dan genetik  c > 0, bila beberapa pejantan yang diuji keturunannya, dibandingkan tetapi keturunannya diuji pada lingkungan yang terpisah  c > 0, akan menurunkan kecermatan uji keturunan, oleh karena itu perlu usaha agar c = 0, yaitu dengan cara :  keseragaman perlakuan  pengacakan perkawinan antara induk peserta dengan pejantan uji
  58. 58. • Efisiensi Relatif :Efisiensi Relatif : tn n Er )1(1 5,0 −+ = Lihat Tabel 10.2 dalam buku ”PEMULIAAN TERNAK” , WarwickLihat Tabel 10.2 dalam buku ”PEMULIAAN TERNAK” , Warwick dkk., (1990), Gadjah Mada University Press.dkk., (1990), Gadjah Mada University Press.  Er akan tinggi pada heritabilitas rendah, baik untuk c = 0 maupun c > 0  C > 0 akan menurunkan Er pada semua nilai heritabilitas  Kecermatan Uji Keturunan = Kecermatan Seleksi Individu catatan tunggal tergantung pada jumlah anak penguji per pejantan (n), heritabilitas (h2 ) dan nilai c  Semakin besar n semakin besar Er. Perbandingan kecermatan ujiPerbandingan kecermatan uji keturunan dengan kecermatanketurunan dengan kecermatan seleksi individu catatan tunggalseleksi individu catatan tunggal
  59. 59. • Contoh-contoh perhitungan dalam Uji Keturunan :Contoh-contoh perhitungan dalam Uji Keturunan :  Berapa anak per pejantan paling sedikit digunakan agar kecermatan uji keturunan sama dengan kecermatan seleksi individu catatan tunggal, bila h2 = 0,4 dan R = 0,25 ? tn n Er )1(1 5,0 −+ = Penyelesaian :Penyelesaian : )4,0)(25,0()1(1 5,01 −+ = n n       −+ = )1,0()1(1 25,01 n n 4,04,04 −+= nn ekorn 6=∴  Persoalan di atas dapat pula diselesaikan denga rumus Franklin (1976), sebagai berikut : 2 56,0 h P n = terpilihtanPejan N P ∑ = nmN ⋅= N = jumlah keseluruhan anak yang dapat diuji m = jumlah pejantan yang diuji n = jumlah anak penguji per pejantan
  60. 60.  Misal ada 200 ekor anak betina yang dapat diuji, akan dipilih 2 ekor pejantan terbaik, h2 = 0,30. Berapa anak yang digunakan untuk menguji setiap pejantan dan berapa pejantan yang harus diuji ? Penyelesaian :Penyelesaian :  Disuatu wilayah diketahui : ekorn 1022,10 30,0 100 56,0 ≈== N = 200 P = 200/2 = 100 Maka m = 200/10 = 20 ekor Jadi jumlah anak per pejantan (n) = 10 ekor, dan Jumlah pejantan yang diuji = 20 ekor • Tersedia 10.000 ekor induk sapi perah peserta uji keturunan • Setiap tahun akan dipilih 3 ekor pejantan teruji • Angka reproduktivitas induk = 80% • h2 = 0,30; sex ratio = 1 : 1; c = 0; σP = 100 Bagaimana komposisi antara pejantan yang diuji dengan jumlah anak per pejantan dan hitung Efisiensi relatif dan Respon Seleksinya.
  61. 61. Penyelesaian :Penyelesaian : ekorn 3339,33 30,0 67,066.1 56,0 ≈== Dari 10.000 ekor induk, akan diperoleh anak = (0,80)(10.000) = 8.000 ekor Anak betina = ½ x 8.000 = 4.000 ekor. Dari 4.000 ekor anak betina, maka akan diperoleh anak yang dapat berproduksi sejumlah = (0,80)(4.000) = 3.200 ekor Menggunakan rumus Frankilin, diperoleh P = 3.200/3 = 1.066,67 sehingga Sehingga m = 3.200/33 = 96,97 atau dibuatkan menjadi 97 ekor Porporsi pejantan terpilih (p) = 3/97 = 0,03 sehingga i = 2,27 Respon Seleksi per generasi = [ ] Pmpi tn nh R σ×× −+ = )1(1 5,0 2 [ ] 71,165100)2/27,2( )30,0)(25,0)(133(1 )30,0)(33)(5,0( =×× −+ ∴ Jumlah pejantan yang diuji (m) = 97 ekor ∴ Jumlah anak per pejantan (n) = 33 ekor ∴ Respon seleksi per generasi ( R ) = 165,71
  62. 62. • Seleksi untuk lebih dari satu sifat yang dilakukan secaraSeleksi untuk lebih dari satu sifat yang dilakukan secara berurutanberurutan SELEKSI UNTUK LEBIH DARI SATU SIFAT :SELEKSI UNTUK LEBIH DARI SATU SIFAT : 1.1. SELEKSI TANDEMSELEKSI TANDEM • Proses seleksi mengikuti tahapan seleksi dan memilih satuProses seleksi mengikuti tahapan seleksi dan memilih satu sifat sampai pada tingkat yang diinginkan, kemudian barusifat sampai pada tingkat yang diinginkan, kemudian baru memilih sifat yang kedua, dan seterusnya untuk sifat yangmemilih sifat yang kedua, dan seterusnya untuk sifat yang berikutnya.berikutnya. • Secara umum kemajuan jumlah kesatuan genetik yangSecara umum kemajuan jumlah kesatuan genetik yang diharapkan dari seleksi dengan suatu metode seleksidiharapkan dari seleksi dengan suatu metode seleksi tertentu adalah :tertentu adalah : H = aH = a11 GG11 + a+ a22 GG22 + … + a+ … + ann GGnn • a = nilai ekonomi untuk masing-masing sifat • G = kemajuan genetik yang diharapkan untuk sifat itu
  63. 63. • Rata-rata perbaikan per generasi dalam setiap sifat = 1/nRata-rata perbaikan per generasi dalam setiap sifat = 1/n dari besarnya kemajuan yang dicapai seleksi untuk satudari besarnya kemajuan yang dicapai seleksi untuk satu sifat itu saja, selama jangka waktu tertentu dengan jumlahsifat itu saja, selama jangka waktu tertentu dengan jumlah generasi yang sama untuk setiap sifatgenerasi yang sama untuk setiap sifat • Oleh karena itu kemajuan genetik keseluruhan dari seleksiOleh karena itu kemajuan genetik keseluruhan dari seleksi tandem adalah :tandem adalah : n iha n iha n iha H nnnn σσσ ... ... ...... 2 22 2 2211 2 11 +++= • Apabila seleksi hanya untuk satu sifat saja, maka kemajuanApabila seleksi hanya untuk satu sifat saja, maka kemajuan jumlah kesatuan genetik per generasi :jumlah kesatuan genetik per generasi : H = a hH = a h22 ii σσPP
  64. 64. • Seleksi dimana dua sifat atau lebih, masing-masing dipilih secaraSeleksi dimana dua sifat atau lebih, masing-masing dipilih secara bebasbebas • Disebut juga Seleksi Penyisihan Bebas BertingkatDisebut juga Seleksi Penyisihan Bebas Bertingkat 2.2. INDEPENDENT CULLING LEVEL (ICL)INDEPENDENT CULLING LEVEL (ICL) Dapat dilakukan pada waktu yang sama atauDapat dilakukan pada waktu yang sama atau pada waktu yang berbedapada waktu yang berbeda Sifat 1Sifat 1 Sifat 2Sifat 2 Ternak yang terpilih • Kemajuan jumlah kesatuan genetik :Kemajuan jumlah kesatuan genetik : nnnnC ihaihaihaH σσσ ............ 2 22 2 2211 2 11 +++=
  65. 65. • Informasi yang diperlukan untuk menghitung indeks :Informasi yang diperlukan untuk menghitung indeks : • Kemampuan genetik setiap ternak dihitung sebagai nilai indeks.Kemampuan genetik setiap ternak dihitung sebagai nilai indeks. 3.3. SELEKSI INDEKSSELEKSI INDEKS a. Ragam genetik tiap sifat b. Ragam fenotipik tiap sifat c. Peragam genetik antar sifat d. Peragam fenotipik antar sifat e. Nilai ekonomi (REV) dari tiap sifat • Keterbatasan :Keterbatasan : a. Tersedianya paramater genetik b. REV c. Ternak dipelihara sampai seluruh informasi diperoleh d. Rumit dalam perhitungan
  66. 66. • Penyusunan Indeks :Penyusunan Indeks : a. Menggunakan Regresi Ganda nn XbXbXbI +++= ...2211 b = bobot dari masing-masing sifatb = bobot dari masing-masing sifat b = Koefisien regresi parsial yang memaksimalkan korelasib = Koefisien regresi parsial yang memaksimalkan korelasi antara nilai indeks dengan gabungan atau jumlahantara nilai indeks dengan gabungan atau jumlah kesatuan nilai pemuliaan untuk semua sifat yangkesatuan nilai pemuliaan untuk semua sifat yang termasuk dalam indekstermasuk dalam indeks b. Menggunakan teknik Korelasi nX nn n XX XX b XX b XX bI σσσ )( ... )()( ' '22' 2 11' 1 21 − ++ − + − = • Penyelesaian mencari koefisien regresi parsial baku ( b ‘ )Penyelesaian mencari koefisien regresi parsial baku ( b ‘ )
  67. 67. • Kecermatan Indeks :Kecermatan Indeks : H I IIH H I hR σ σ σ σ === 2 2 2 ...2... )(21)( 2 )( 2 2)( 2 1 2 2121 +++++= xxgxgnxgxgH CovaaVaVaVa n σ ...2... )(21)( 2 )( 2 2)( 2 1 2 2121 +++++= xxPxPnxPxPI CovbbVbVbVb n σ • Respon Seleksi :Respon Seleksi : Keunggulan fenotipa ternak terpilih terhadap rata-rataKeunggulan fenotipa ternak terpilih terhadap rata-rata populasi untuk setiap sifat yang diseleksi berdasarkan indekspopulasi untuk setiap sifat yang diseleksi berdasarkan indeks 111 PP I S I r II P σ σ ⋅⋅ − =∆ I PnPP n CovbCovbVbi σ )...( 1121 21 +++ =
  68. 68. Keunggulan genetik untuk setiap sifat yang diseleksiKeunggulan genetik untuk setiap sifat yang diseleksi berdasarkan indeksberdasarkan indeks 111 GG I S I r II G σ σ ⋅⋅ − =∆ I GnGG n CovbCovbVbi σ )...( 1121 21 +++ =

×