manajemen pemuliaan ternak :penaksiran parameter genetik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
152
On Slideshare
152
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
4
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. HERITABILITASHERITABILITAS • Merupakan parameter genetik yang paling banyak digunakanMerupakan parameter genetik yang paling banyak digunakan dalam penaksiran mutu genetik.dalam penaksiran mutu genetik. • Nilai heritabilitas bukan merupakan konstanta sehinggaNilai heritabilitas bukan merupakan konstanta sehingga nilainya bersifat relatif (tidak absolut).nilainya bersifat relatif (tidak absolut). • Nilai heritabilitas menggambarkan parameter genetik untukNilai heritabilitas menggambarkan parameter genetik untuk suatu sifat dalam suatu populasi.suatu sifat dalam suatu populasi. Heritabilitas adalah istilah yang digunakan untukHeritabilitas adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkanmenunjukkan bagian dari ragam total suatu sifat yangbagian dari ragam total suatu sifat yang disebabkan oleh pengaruh genetikdisebabkan oleh pengaruh genetik..
  • 2. • Heritabilitas dalam arti luas (HHeritabilitas dalam arti luas (H22 ) menunjukkan bagian dari) menunjukkan bagian dari ragam total suatu sifat yang disebabkan oleh pengaruhragam total suatu sifat yang disebabkan oleh pengaruh genetik secara keseluruhan.genetik secara keseluruhan. 2 222 2 2 2 P IDA P G H σ σσσ σ σ ++ == • Heritabilitas dalam arti sempit (hHeritabilitas dalam arti sempit (h22 ) menunjukkan) menunjukkan bagian dari ragam total suatu sifat yang disebabkanbagian dari ragam total suatu sifat yang disebabkan oleh pengaruh genetik aditif.oleh pengaruh genetik aditif. 2 2 2 P A h σ σ =
  • 3. • hh22 menunjukkan pula persentase dari keunggulan tetua yangmenunjukkan pula persentase dari keunggulan tetua yang diwariskan kepada anaknya.diwariskan kepada anaknya. • Untuk banyak tujuan heritabilitas merupakan dugaan yangUntuk banyak tujuan heritabilitas merupakan dugaan yang paling berguna, karena menunjukkan laju perubahan yangpaling berguna, karena menunjukkan laju perubahan yang dapat dicapai dari seleksi untuk suatu sifat dalam populasi.dapat dicapai dari seleksi untuk suatu sifat dalam populasi. • hh22 menunjukkan pula seberapa besar perbedaan faktor genetikmenunjukkan pula seberapa besar perbedaan faktor genetik menggambarkan mutu genetik (NP) ternak.menggambarkan mutu genetik (NP) ternak. • Nilai hNilai h22 selalu berharga positif dengan kisaran nilai antara 0 - 1.selalu berharga positif dengan kisaran nilai antara 0 - 1. • Pengaruh simpangan dominan dan epistasi pada umumnyaPengaruh simpangan dominan dan epistasi pada umumnya kurang tanggap terhadap seleksi, tetapi menunjukkankurang tanggap terhadap seleksi, tetapi menunjukkan pengaruh khusus yang merupakan dasar heterosis dalampengaruh khusus yang merupakan dasar heterosis dalam sistem perkawinan.sistem perkawinan.
  • 4. PENAKSIRAN NILAI HERITABILITASPENAKSIRAN NILAI HERITABILITAS 1.1. Percobaan SeleksiPercobaan Seleksi a.a. RegresiRegresi a.1.a.1. Regresi Anak – TetuaRegresi Anak – Tetua a.2.a.2. Regresi Anak – Rataan TetuaRegresi Anak – Rataan Tetua Heritabilitas NyataHeritabilitas Nyata 2.2. Prosedure StatistikProsedure Statistik Taksiran HeritabilitasTaksiran Heritabilitas b.b. Kovariansi Antar SaudaraKovariansi Antar Saudara b.1.b.1. Saudara TiriSaudara Tiri b.2.b.2. Saudara KandungSaudara Kandung
  • 5. PENAKSIRAN NILAI HERITABILITAS DENGAN PERCOBAANPENAKSIRAN NILAI HERITABILITAS DENGAN PERCOBAAN SELEKSISELEKSI • Cara yang paling teliti untuk menentukan heritabilitas suatuCara yang paling teliti untuk menentukan heritabilitas suatu sifat.sifat. • Seleksi dilakukan untuk beberapa generasi dan menentukanSeleksi dilakukan untuk beberapa generasi dan menentukan kemajuan yang diperoleh dibandingkan dengan jumlahkemajuan yang diperoleh dibandingkan dengan jumlah keunggulan dari tetua terpilih dalam semua generasi darikeunggulan dari tetua terpilih dalam semua generasi dari percobaan seleksi tersebut.percobaan seleksi tersebut. SeleksilDiferensiaKumulatif SeleksiTanggapanKumulatif h =2 • Tanggapan Seleksi secara nyata diperoleh dari selisih rataanTanggapan Seleksi secara nyata diperoleh dari selisih rataan produksi ANAK dari TETUA TERPILIH dengan rataan produksiproduksi ANAK dari TETUA TERPILIH dengan rataan produksi populasi dimana tetua dipilih.populasi dimana tetua dipilih. • Diferensial Seleksi adalah keunggulan tetua terpilih yaituDiferensial Seleksi adalah keunggulan tetua terpilih yaitu selisih rataan produksi tetua terpilih dengan rataan produksiselisih rataan produksi tetua terpilih dengan rataan produksi populasi dimana tetua dipilih.populasi dimana tetua dipilih.
  • 6. P TP OP 80% ternak yang ada dalam80% ternak yang ada dalam populasi dipilih (seleksi)populasi dipilih (seleksi) Ternak tetua terpilihTernak tetua terpilih (diberi kesempatan(diberi kesempatan untuk menghasilkan keturunan)untuk menghasilkan keturunan) Keturunan (anak) dari tetua terpilihKeturunan (anak) dari tetua terpilih Diferensial Seleksi (S) =Diferensial Seleksi (S) = PPT − Tanggapan Seleksi Nyata (R) =Tanggapan Seleksi Nyata (R) = PPO − S R hN ∑ ∑ =2 S R h =2
  • 7. • Taksiran hTaksiran h22 dengan percobaan seleksi berguna untuk hewan-dengan percobaan seleksi berguna untuk hewan- hewan percobaan.hewan percobaan. • Hasil taksiran hHasil taksiran h22 tersebut hanya berlaku khusus bagi populasitersebut hanya berlaku khusus bagi populasi yang digunakan dalam penelitian itu.yang digunakan dalam penelitian itu. • Kemajuan seleksi dapat terkena kesalahan pengambilanKemajuan seleksi dapat terkena kesalahan pengambilan contoh.contoh. • Hal di atas menunjukkan bahwa nilai hHal di atas menunjukkan bahwa nilai h22 bukan merupakanbukan merupakan nilai absolut.nilai absolut.
  • 8. PENAKSIRAN NILAI HERITABILITAS DENGAN PROSEDURPENAKSIRAN NILAI HERITABILITAS DENGAN PROSEDUR STATISTIKSTATISTIK • Dasar yang digunakan adalah tingkat dimana suatu keluargaDasar yang digunakan adalah tingkat dimana suatu keluarga lebih dekat satu sama lain dari pada ternak-ternak yang dipilihlebih dekat satu sama lain dari pada ternak-ternak yang dipilih secaraacak dari populasi.secaraacak dari populasi. • Atau tergantung pada derajat kemiripan antar kelompok-Atau tergantung pada derajat kemiripan antar kelompok- kelompok ternak yang masih berkerabat dibanding dengankelompok ternak yang masih berkerabat dibanding dengan ternak-ternak yang dipilih secara acak dari populasi.ternak-ternak yang dipilih secara acak dari populasi. • Tujuannya adalah menyatukan ragam genetik aditif danTujuannya adalah menyatukan ragam genetik aditif dan menyingkirkan semua pengaruh lingkungan.menyingkirkan semua pengaruh lingkungan. • Kemiripan tersebut dapat dinyatakan sebagai proporsi dariKemiripan tersebut dapat dinyatakan sebagai proporsi dari ragam total yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan diragam total yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan di antara kelompok.antara kelompok.
  • 9. • Kemiripan dinyatakan sebagai proporsi dari ragam total yangKemiripan dinyatakan sebagai proporsi dari ragam total yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan di antara kelompok.disebabkan oleh perbedaan-perbedaan di antara kelompok. 22 2 WS S t σσ σ + = =2 Sσ Komponen ragam antara kelompokKomponen ragam antara kelompok Komponen ragam dalam kelompokKomponen ragam dalam kelompok=2 Wσ • Komponen ragam di antara kelompok menyatakan besarnyaKomponen ragam di antara kelompok menyatakan besarnya ragam yang sama untuk anggota-anggota dari kelompok yangragam yang sama untuk anggota-anggota dari kelompok yang sama.sama. Peragam dari anggota-anggota di dalam kelompok.Peragam dari anggota-anggota di dalam kelompok. • Peragam dari individu-individu yang berkerabat adalah bagianPeragam dari individu-individu yang berkerabat adalah bagian dari ragam total (fenotipik) yang terdiri dari komponen ragamdari ragam total (fenotipik) yang terdiri dari komponen ragam genetik aditif, dominan dan epistasi (interaksi).genetik aditif, dominan dan epistasi (interaksi). • Jumlah dan proporsi dari komponen-komponen yang berbedaJumlah dan proporsi dari komponen-komponen yang berbeda akan berbeda tergantung dari macam hubungan kekerabatan.akan berbeda tergantung dari macam hubungan kekerabatan.
  • 10. PENAKSIRAN HERITABILITAS DENGAN REGRESIPENAKSIRAN HERITABILITAS DENGAN REGRESI 75 25 0 -25 -75 - 400 - 300 - 100 - 200 0 100 200 300 400 • Hubungan antara produksi susu induk dan anakHubungan antara produksi susu induk dan anak betina, diukur sebagai deviasi dari populasi.betina, diukur sebagai deviasi dari populasi. Dev. Anak BetinaDev. Anak Betina )( ANAKANAK PP − Deviasi IndukDeviasi Induk )( INDUKINDUK PP − • Setiap titik mewakili produksi rata-rata, maka padaSetiap titik mewakili produksi rata-rata, maka pada umumnya titik-titik tersebut terkumpul sepanjangumumnya titik-titik tersebut terkumpul sepanjang garis lurus.garis lurus.
  • 11. • Kemiringan garis/slope disebut koefisien regresi.Kemiringan garis/slope disebut koefisien regresi. • Koefisien regresi memberi petunjuk berapa besarKoefisien regresi memberi petunjuk berapa besar perubahan akan terjadi pada nilai tengah anak,perubahan akan terjadi pada nilai tengah anak, apabila nilai tengah tetua berubah satu unit.apabila nilai tengah tetua berubah satu unit. • Garis tersebut adalah garis regresi kemampuanGaris tersebut adalah garis regresi kemampuan produksi anak rata-rata pada produksi induk rata-produksi anak rata-rata pada produksi induk rata- rata.rata. X XY YX Var Cov b =
  • 12. Menunjukkan besarnyaMenunjukkan besarnya perubahan kemampuanperubahan kemampuan produksi anak rata-rata yangproduksi anak rata-rata yang disebabkan adanya perubahandisebabkan adanya perubahan satu unit ukuran suatusatu unit ukuran suatu karakteristik tetua.karakteristik tetua. • Dalam pemuliaan ternak, koefisien regresi tersebutDalam pemuliaan ternak, koefisien regresi tersebut adalah sama dengan hadalah sama dengan h22 karakateristik.karakateristik.
  • 13. MODEL GENETIKMODEL GENETIK A. Regresi Anak-TetuaA. Regresi Anak-Tetua 2 2 1 AOPCov σ= 2 2 1 2 2 2 1 2 h Cov b P A P OP OP === σ σ σ OPbh 22 = B. Regresi Anak-Rata-rata TetuaB. Regresi Anak-Rata-rata Tetua 2 APO Cov σ= 2 2 2 2 h Cov b P A P PO PO === σ σ σ PO bh =2
  • 14. 17 ekor ayam jantan ditimbang17 ekor ayam jantan ditimbang pada umur 8 minggu, kemudianpada umur 8 minggu, kemudian dikawinkan dengan ayam betinadikawinkan dengan ayam betina secara acak. Keturunan yangsecara acak. Keturunan yang jantan juga ditimbang pada umurjantan juga ditimbang pada umur 8 minggu dan rata-rata beberapa8 minggu dan rata-rata beberapa keturunan pejantan dibandingkanketurunan pejantan dibandingkan dengan bobot pejantan itu sendiri.dengan bobot pejantan itu sendiri. Data bobot badan Pejantan danData bobot badan Pejantan dan anaknya adalah sebagai berikut :anaknya adalah sebagai berikut : CONTOH :CONTOH : No. Pejantan (X) Rata-rata Keturunan (Y) 1 601 910 2 733 983 : : : : : : 17 1.040 1.035 966.14=∑ X 506.375.132 =∑ X 353.17=∑Y 806.319.15=∑ XY 125,690.2=XYCov 125,507.122 =Xσ 215,0=YXb 43,02 =h PENYELESAIAN :PENYELESAIAN :
  • 15. PENAKSIRAN HERITABILITAS DENGANPENAKSIRAN HERITABILITAS DENGAN KOVARIANSI ANTAR SAUDARAKOVARIANSI ANTAR SAUDARA • Kemiripan antar saudara atau anggota famili karenaKemiripan antar saudara atau anggota famili karena ada kemiripan genetik.ada kemiripan genetik. Dapat dipandang sebagai kesamaan atauDapat dipandang sebagai kesamaan atau persamaan antar saudara (kakak-adik)persamaan antar saudara (kakak-adik) dalam satu famili atau keluarga.dalam satu famili atau keluarga. Perbedaan antar individu anggota keluargaPerbedaan antar individu anggota keluarga yang berbeda.yang berbeda. • Model genetik :Model genetik : Saudara Tiri/Half SibsSaudara Tiri/Half Sibs Saudara Kandung/Full SibsSaudara Kandung/Full Sibs 2 4 1 AHSCov σ= 2 4 12 2 1 DAFSCov σσ += AtauAtau
  • 16. PENAKSIRAN HERITABILITAS DENGANPENAKSIRAN HERITABILITAS DENGAN KOVARIANSI ANTAR SAUDARA TIRIKOVARIANSI ANTAR SAUDARA TIRI • Derajat kemiripan ternak-ternak di dalam kelompokDerajat kemiripan ternak-ternak di dalam kelompok saudara tiri merupakan metode penaksiran hsaudara tiri merupakan metode penaksiran h22 yangyang paling banyak digunakan.paling banyak digunakan.  Sekelompok pejantan masing-masingSekelompok pejantan masing-masing dikawinkan dengan betina-betina secaradikawinkan dengan betina-betina secara acak dalam populasi sebagai penguji.acak dalam populasi sebagai penguji. • Untuk penggunaan yang tepat dari data saudara tiriUntuk penggunaan yang tepat dari data saudara tiri sebapak untuk menaksir hsebapak untuk menaksir h22 diperlukan :diperlukan :  Kelompok anak yang dihasilkanKelompok anak yang dihasilkan dibesarkan dalam keadaan lingkungandibesarkan dalam keadaan lingkungan yang sama dengan pakan danyang sama dengan pakan dan pemeliharaan yang sama.pemeliharaan yang sama.
  • 17. • Karena :Karena : 2 4 1 AHSCov σ= 2 4 1 2 2 4 1 ht P A == σ σ dan maka hh22 = 4t= 4t • Dengan path diagram :Dengan path diagram : 33 D2D2D1D1 A1A1 A2A2 R = 0R = 0 R = 0R = 0 P1P1 P2P2 2 1 2 1 2 1 2 1 0 h h4 1 =R t 2 4 1 2 1 2 1 ))()()(( hhht == th 42 = R = 0R = 0
  • 18. P = G + EP = G + E GG EE PPGEr GPr Asumsi :Asumsi : 0=GEr EGP += ))(()()( GGEGEGGGPP −−−+∑=−−∑ )()}(){( GGEEGGCOVGP −−+−∑= )()()( 2 GGEEGGCOVGP −−∑+−∑= 2 )( GGCOVGP −∑= 2 GGPCOV σ= PG GP GP Cov r σσ . = PG G GPr σσ σ . 2 = hr P G GP == σ σ
  • 19. Analisis Ragam Saudara TiriAnalisis Ragam Saudara Tiri YijYij == Nilai pengamatan suatu sifat dari anak keNilai pengamatan suatu sifat dari anak ke j keturunan dari pejantan ke i.j keturunan dari pejantan ke i. μμ == Rataan umum pengamatanRataan umum pengamatan PiPi == Pengaruh Pejantan ke iPengaruh Pejantan ke i EijEij == Pengaruh lingkungan yang tidakPengaruh lingkungan yang tidak terkontrol dan simpangan genetik anak (individu)terkontrol dan simpangan genetik anak (individu) dalam kelompok pejantandalam kelompok pejantan Model Matematis:Model Matematis: ijiij EPY ++= µ
  • 20. ANAVA :ANAVA : Sumber VariasiSumber Variasi DerajatDerajat BebasBebas JumlahJumlah KuadratKuadrat KuadratKuadrat TengahTengah KomponenKomponen VariansiVariansi Antar PejantanAntar Pejantan s - 1s - 1 JKJKPP KTKTPP Antar Anak dalamAntar Anak dalam pejantanpejantan s (n-1)s (n-1) JKJKEE KTKTEE TotalTotal sn - 1sn - 1 JKJKTT 22 SW kσσ + 2 Wσ ss = Jumlah pejantan= Jumlah pejantan nn = Jumlah anak tiap pejantan= Jumlah anak tiap pejantan kk = koefisien jumlah anak tiap pejantan= koefisien jumlah anak tiap pejantan { }..1 1 2 . .. n n s i nk ∑ − −= nni.i. = jumlah anak dari pejantan ke i= jumlah anak dari pejantan ke i n..n.. = jumlah anak dari seluruh pejantan= jumlah anak dari seluruh pejantan
  • 21. = Ragam antar individu dalam kelompok anak= Ragam antar individu dalam kelompok anak hh22 = 4t= 4t EW KT=2 σ PSW KTk =+ 22 σσ k KT WP S 2 2 σ σ − = = Ragam antar rata-rata kelompok anak dalam= Ragam antar rata-rata kelompok anak dalam pejantanpejantan 22 2 SW S t σσ σ + = )1)(1( })1(1{)1(2 4)( 22 2 −− −+− = skk tkt hSE Salah baku taksiran heritabilitas yang menunjukkanSalah baku taksiran heritabilitas yang menunjukkan kecermatan taksiran heritabilitaskecermatan taksiran heritabilitas
  • 22. Contoh :Contoh : PEJANTAN A B C D E 4896 4449 4530 4697 4252 5442 4869 4783 4474 4455 5032 5066 5555 4765 4976 4345 4841 4647 4645 4581 4203 4296 4903 4513 4660 5254 4869 4914 4366 4288 29172 28390 29332 27460 27212 Di bawah ini data produksi susu laktasi pertama dari 30 ekorDi bawah ini data produksi susu laktasi pertama dari 30 ekor sapi perah yang menrupakan keturunan dari 5 ekor pejantan.sapi perah yang menrupakan keturunan dari 5 ekor pejantan. ΣΣ Y = 141566Y = 141566
  • 23. PerhitunganPerhitungan :: 1.1. Faktor Koreksi (FK)Faktor Koreksi (FK) = (141566)= (141566)22 / 30 =/ 30 = 668031078,7668031078,7 2.2. JKJKTOTALTOTAL = (4896= (4896 22 + 5442+ 5442 22 + … + 4288+ … + 4288 22 ) - FK) - FK == 3389549,503389549,50 3.3. JKJKAntar PejantanAntar Pejantan = (29172= (29172 22 + 28390+ 28390 22 + 29332+ 29332 22 ++ 27460 2 + 27212+ 27212 22 ) / 6 - FK) / 6 - FK == 620330,13620330,13 4.4. JKJKAntar Anak : PJTAntar Anak : PJT = 3389549,5 – 620330,13= 3389549,5 – 620330,13 == 2769219,372769219,37 Sumber VariasiSumber Variasi DerajatDerajat BebasBebas JumlahJumlah KuadratKuadrat KuadratKuadrat TengahTengah KomponenKomponen VariansiVariansi Antar PejantanAntar Pejantan 44 620330,13620330,13 155082,53155082,53 Antar Anak dalamAntar Anak dalam pejantanpejantan 2525 2769219,372769219,37 110768,77110768,77 TotalTotal 2929 3389549,503389549,50 22 SW kσσ + 2 Wσ
  • 24. hh22 = 4 (0,0625) = 0,25= 4 (0,0625) = 0,25 77,1107682 == EW KTσ k KT WP S 2 2 σ σ − = 0625,0 63,738577,110768 63,7385 22 2 = + = + = SW S t σσ σ 64,0 )15)(16)(6( )}0625,0)(16(1{)0625,01(2 4 )1)(1( })1(1{)1(2 4)( 2222 2 = −− −+− = −− −+− = skk tkt hSE 63,7385 6 77,11076853,1550822 = − =Sσ hh22 = 0,25= 0,25 ± 0,64± 0,64JADI :JADI :
  • 25. PENAKSIRAN HERITABILITAS DENGANPENAKSIRAN HERITABILITAS DENGAN KOVARIANSI ANTAR SAUDARA KANDUNGKOVARIANSI ANTAR SAUDARA KANDUNG • Pada ternak besar, taksiran heritabilitas menggunakanPada ternak besar, taksiran heritabilitas menggunakan analisis saudara kandung sangat terbatasanalisis saudara kandung sangat terbatas penggunaannya.penggunaannya. • Pada ternak unggas masih mungkin penggunaanPada ternak unggas masih mungkin penggunaan analisis tersebut, karena mungkin ada satu pasanganalisis tersebut, karena mungkin ada satu pasang perkawinan dimana tiap pejantan mempunyaiperkawinan dimana tiap pejantan mempunyai keturunan hanya dari satu betina.keturunan hanya dari satu betina. • Peragam diantara anggota keluarga adalah ragamPeragam diantara anggota keluarga adalah ragam dari rata-rata keluarga-keluarga.dari rata-rata keluarga-keluarga. • Karena :Karena : 2 4 12 2 1 DAFSCov σσ += 2 2 4 12 2 1 P DA t σ σσ + =dan maka hh22 = 2t= 2t
  • 26. Analisis Ragam Saudara KandungAnalisis Ragam Saudara Kandung YijYij == Nilai pengamatan suatu sifat dari anak keNilai pengamatan suatu sifat dari anak ke j pada famili ke i.j pada famili ke i. μμ == Rataan umum pengamatanRataan umum pengamatan AiAi == Pengaruh Famili (Perkawinan) ke iPengaruh Famili (Perkawinan) ke i EijEij == Pengaruh lingkungan yang tidakPengaruh lingkungan yang tidak terkontrol dan simpangan genetik anak (individu)terkontrol dan simpangan genetik anak (individu) dalam kelompok familidalam kelompok famili Model Matematis:Model Matematis: ijiij EAY ++= µ
  • 27. ANAVA :ANAVA : Sumber VariasiSumber Variasi DerajatDerajat BebasBebas JumlahJumlah KuadratKuadrat KuadratKuadrat TengahTengah KomponenKomponen VariansiVariansi Antar PerkawinanAntar Perkawinan m - 1m - 1 JKJKFSFS KTKTFSFS Antar Anak dalamAntar Anak dalam perkawinanperkawinan m (n-1)m (n-1) JKJKEE KTKTEE TotalTotal sn - 1sn - 1 JKJKTT 22 FSW kσσ + 2 Wσ mm = Jumlah perkawinan= Jumlah perkawinan nn = Jumlah anak tiap perkawinan= Jumlah anak tiap perkawinan kk = koefisien jumlah anak tiap perkawinan= koefisien jumlah anak tiap perkawinan { }..1 1 2 . .. n n s i nk ∑ − −= nni.i. = jumlah anak dari perkawinan ke i= jumlah anak dari perkawinan ke i n..n.. = jumlah anak dari seluruh perkawinan= jumlah anak dari seluruh perkawinan
  • 28. = Ragam antar individu dalam kelompok anak= Ragam antar individu dalam kelompok anak hh22 = 2t= 2t EW KT=2 σ FSFSW KTk =+ 22 σσ k KT WFS FS 2 2 σ σ − = = Ragam antar rata-rata kelompok anak dalam= Ragam antar rata-rata kelompok anak dalam perkawinanperkawinan 22 2 FSW FS t σσ σ + = )1)(1( })1(1{)1(2 4)( 22 2 −− −+− = mkk tkt hSE Salah baku taksiran heritabilitas yang menunjukkanSalah baku taksiran heritabilitas yang menunjukkan kecermatan taksiran heritabilitaskecermatan taksiran heritabilitas
  • 29. Contoh :Contoh : INDUK A B C D E 46 45 45 46 47 45 43 46 47 44 47 42 47 46 40 48 40 48 45 42 49 36 49 48 41 36 35 35 49 47 271 241 270 281 261 Dalam suatu populasi ayam kampung diambil sampel 5 ekorDalam suatu populasi ayam kampung diambil sampel 5 ekor induk secara acak, kemudian induk ayam tersebut dikawinkaninduk secara acak, kemudian induk ayam tersebut dikawinkan secara acak dengan pejantan dalam populasi tersebut. Enamsecara acak dengan pejantan dalam populasi tersebut. Enam ekor doc dari setiap induk diukur bobot tetasnya dan dataekor doc dari setiap induk diukur bobot tetasnya dan data yang diperoleh sebagai berikut :yang diperoleh sebagai berikut : ΣΣ Y = 1324Y = 1324
  • 30. PerhitunganPerhitungan :: 1.1. Faktor Koreksi (FK)Faktor Koreksi (FK) = (1324)= (1324)22 / 30 =/ 30 = 58432,5358432,53 2.2. JKJKTOTALTOTAL = (46= (46 22 + 45+ 45 22 + … + 47+ … + 47 22 ) - FK =) - FK = 527,47527,47 3.3. JKJKAntar PerkawinanAntar Perkawinan = (271= (271 22 + 241+ 241 22 + 270+ 270 22 ++ 281 2 + 261+ 261 22 ) / 6 - FK =) / 6 - FK = 151,47151,47 4.4. JKJKAntar Anak:PKWAntar Anak:PKW = 527,47 – 151,47 == 527,47 – 151,47 = 376,00376,00 Sumber VariasiSumber Variasi DerajatDerajat BebasBebas JumlahJumlah KuadratKuadrat KuadratKuadrat TengahTengah Komponen VariansiKomponen Variansi Antar PerkawinanAntar Perkawinan 44 151,47151,47 37,8737,87 Antar Anak dalamAntar Anak dalam PerkawinanPerkawinan 2525 376,00376,00 15,0415,04 TotalTotal 2929 527,47527,47 22 FSW kσσ + 2 Wσ
  • 31. hh22 = 2 (0,20) = 0,40= 2 (0,20) = 0,40 04,152 == EW KTσ k KT WFS FS 2 2 σ σ − = 20,0 80,304,15 80,3 22 2 = + = + = FSW FS t σσ σ 83,0 )15)(16)(6( )}20,0)(16(1{)20,01(2 4 )1)(1( })1(1{)1(2 4)( 2222 2 = −− −+− = −− −+− = mkk tkt hSE 80,3 6 04,1587,372 = − =FSσ hh22 = 0,40= 0,40 ± 0,83± 0,83JADI :JADI :
  • 32. SIFAT HERITABILITASSIFAT HERITABILITAS • Mempunyai nilai antara 0 sampai dengan 1.Mempunyai nilai antara 0 sampai dengan 1. • Heritabilitas bukan suatu konstanta atau nilaiHeritabilitas bukan suatu konstanta atau nilai absolut, nilainya relatif tergantung pada :absolut, nilainya relatif tergantung pada : 1.1. Perbedaan sifat (umumnya sifat reproduksiPerbedaan sifat (umumnya sifat reproduksi memiliki hmemiliki h22 rendah, sedangkan sifat pertumbuhanrendah, sedangkan sifat pertumbuhan memiliki hmemiliki h22 tinggi);tinggi); 2.2. Wilayah/tempatWilayah/tempat 3.3. WaktuWaktu 4.4. Metode penaksiran heritabilitasMetode penaksiran heritabilitas
  • 33. PENGGUNAAN HERITABILITASPENGGUNAAN HERITABILITAS • Penaksiran mutu genetik atau nilai pemuliaan ternakPenaksiran mutu genetik atau nilai pemuliaan ternak • Penentuan kebijakan seleksi (membantu untukPenentuan kebijakan seleksi (membantu untuk menentukan metode seleksi yang dapatmenentukan metode seleksi yang dapat memberikan respon seleksi yang paling besar)memberikan respon seleksi yang paling besar) • Membahas dan mempermasalahkan keragamanMembahas dan mempermasalahkan keragaman suatu sifat tertentu dalam populasisuatu sifat tertentu dalam populasi
  • 34. REPITABILITASREPITABILITAS • Konsep repitabilitas berguna untuk sifat atauKonsep repitabilitas berguna untuk sifat atau karakteristik yang muncul beberapa kali dalam hidupkarakteristik yang muncul beberapa kali dalam hidup ternakternak • Repitabilitas adalah kecenderungan dari ternak-Repitabilitas adalah kecenderungan dari ternak- ternak yang mempunyai nilai tinggi dalam ukuran-ternak yang mempunyai nilai tinggi dalam ukuran- ukuran yang dibuat pada tahap awal dari hidupnya,ukuran yang dibuat pada tahap awal dari hidupnya, akan mempunyai nilai lebih tinggi dari rata-rataakan mempunyai nilai lebih tinggi dari rata-rata dalam pengukuran berikutnya dari sifat yang samadalam pengukuran berikutnya dari sifat yang sama dan sebaliknyadan sebaliknya • Repitabilitas juga merupakan koef. Regresi yangRepitabilitas juga merupakan koef. Regresi yang menunjukkan berapa banyak keunggulan ataumenunjukkan berapa banyak keunggulan atau kejelekan dalam satu catatan yang biasanya akankejelekan dalam satu catatan yang biasanya akan didapat lagi dalam catatan berikutnya.didapat lagi dalam catatan berikutnya.
  • 35. • Repitabilitas merupakan bagian dari ragam totalRepitabilitas merupakan bagian dari ragam total suatu populasi yang disebabkan oleh perbedaansuatu populasi yang disebabkan oleh perbedaan antar individu yang bersifat permanen.antar individu yang bersifat permanen. 22222 2222 2 22 EtEpIDA EpIDA P EpG R σσσσσ σσσσ σ σσ ++++ +++ = + =
  • 36. PENGUKURAN BERULANG :PENGUKURAN BERULANG : Ada dua cara pengulangan karakteristik yangAda dua cara pengulangan karakteristik yang menyebabkan pengukuran berulang.menyebabkan pengukuran berulang. 1.1. Pengulangan Temporal (Pengulangan Temporal (repeated in timerepeated in time)) 2.2. Pengulangan Spasial (Pengulangan Spasial (repeated in spacerepeated in space)) PENGULANGAN TEMPORAL :PENGULANGAN TEMPORAL : Pengulangan terjadi dalam waktu yang berbeda.Pengulangan terjadi dalam waktu yang berbeda. Contoh :Contoh : Produksi SusuProduksi Susu (dapat diukur ulang dalam(dapat diukur ulang dalam periode produksi yangperiode produksi yang berurutan)berurutan) Litter SizeLitter Size (dapat diukur(dapat diukur ulang dalam periode beranakulang dalam periode beranak yang berurutan)yang berurutan)
  • 37. Variansi Produksi Susu dan LitterSize dapat dianalisis dalamVariansi Produksi Susu dan LitterSize dapat dianalisis dalam komponen variansi :komponen variansi : 1.1. Dalam Individu (Dalam Individu (WithinWithin)) Artinya perbedaan produksi dapat diukur pada individu yangArtinya perbedaan produksi dapat diukur pada individu yang sama.sama. Seluruhnya disebabkan karena faktor lingkungan yaituSeluruhnya disebabkan karena faktor lingkungan yaitu perbedaan faktor lingkungan temporer/sementara (Vperbedaan faktor lingkungan temporer/sementara (VEsEs atauatau VVEtEt)) 2.2. Antar Individu (Antar Individu (BetweenBetween)) Artinya perbedaan produksi dapat diukur pada individu yangArtinya perbedaan produksi dapat diukur pada individu yang berbeda karena perbedaan faktor permanen.berbeda karena perbedaan faktor permanen. Sebagian disebabkan faktor lingkungan (VSebagian disebabkan faktor lingkungan (VEE) dan sebagian) dan sebagian yang lain disebabkan faktor genetik (Vyang lain disebabkan faktor genetik (VGG).). Perbedaan lingkungan disebabkan karena faktor lingkunganPerbedaan lingkungan disebabkan karena faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap individu secara tetap/permanenyang berpengaruh terhadap individu secara tetap/permanen (V(VEpEp).).
  • 38. G1G1 G2G2 PP1111 PP1212 PP2121 PP2222 PP2323 1P 2P GnGn PPn1n1 PPn2n2 PPn3n3 nP WithinWithin BetweenBetween
  • 39. PENGULANGAN SPASIAL :PENGULANGAN SPASIAL : • Pengukuran ulang dilakukan karena ada perbedaan strukturPengukuran ulang dilakukan karena ada perbedaan struktur atau anatomi.atau anatomi. • Lebih sering dilakukan pada tanaman dibanding pada ternak.Lebih sering dilakukan pada tanaman dibanding pada ternak. Contoh :Contoh : • Pengukuran karakteristik buah, daun dan lain-lain.Pengukuran karakteristik buah, daun dan lain-lain. • Pada ternak dilakukan untuk karakteristikPada ternak dilakukan untuk karakteristik yangdapat diukur pada dua sisi tubuh sepertiyangdapat diukur pada dua sisi tubuh seperti jumlah bulu, tenderness daging dan lain-lain.jumlah bulu, tenderness daging dan lain-lain. • Variansi di dalam individu seluruhnya disebabkan oleh faktorVariansi di dalam individu seluruhnya disebabkan oleh faktor lingkungan, tetapi berbeda dengan PENGULANGAN TEMPORAL,lingkungan, tetapi berbeda dengan PENGULANGAN TEMPORAL, maka pada pengulangan spasial, komponen variansi di dalammaka pada pengulangan spasial, komponen variansi di dalam individu merupakan variasiindividu merupakan variasi DEVELOPMENTALDEVELOPMENTAL atauatau PERKEMBANGAN yang terjadi pada waktu individu berkembang.PERKEMBANGAN yang terjadi pada waktu individu berkembang.
  • 40. PENAKSIRAN REPITABILITAS :PENAKSIRAN REPITABILITAS : PP11 dan Pdan P22 berkorelasi karena ada pengaruh yang sama yaitu dariberkorelasi karena ada pengaruh yang sama yaitu dari G, dan karena ada pengaruh yang berasal dari tempat yangG, dan karena ada pengaruh yang berasal dari tempat yang sama yaitu Esama yaitu Egg.. GG PP11 PP22 21PPrt = gE 1tE 2tE
  • 41. • Repitabilitas dapat ditaksir menggunakan teknik KORELASI.Repitabilitas dapat ditaksir menggunakan teknik KORELASI. • Apabila hanya ada 2 (dua) pengukuran produksi tiap individu,Apabila hanya ada 2 (dua) pengukuran produksi tiap individu, repitabilitas ditaksir dengan KORELASI ANTAR KELAS.repitabilitas ditaksir dengan KORELASI ANTAR KELAS. 2222 .'. ' YX XYCov yy yy r σσ = ∑∑ = ∑ • Apabila ada LEBIH dari 2 (dua) pengukuran produksi tiapApabila ada LEBIH dari 2 (dua) pengukuran produksi tiap individu, repitabilitas ditaksir dengan :individu, repitabilitas ditaksir dengan : 1.1. Analisis Ragam sebagai KORELASI DALAM KELASAnalisis Ragam sebagai KORELASI DALAM KELAS Ukuran korelasi keseluruhan antar semuaUkuran korelasi keseluruhan antar semua pasangan yang dimungkinkanpasangan yang dimungkinkan
  • 42. 2.2. Rata-rata semua kemungkinan korelasi antar kelas.Rata-rata semua kemungkinan korelasi antar kelas. Jadi bila adaJadi bila ada nn pengukuran tiap individu, akan adapengukuran tiap individu, akan ada [ n(n-1) ] / 2[ n(n-1) ] / 2 korelasi yang harus dihitung, untukkorelasi yang harus dihitung, untuk mencari rata-rata koelasi antar kelas.mencari rata-rata koelasi antar kelas. Contoh :Contoh : Bila ada 3 (tiga) pengukuran maka jumlah korelasiBila ada 3 (tiga) pengukuran maka jumlah korelasi antar kelas yang harus dihitung sejumlah :antar kelas yang harus dihitung sejumlah : 3 2 )13(3 = − YaituYaitu 323121 , PPPPPP rdanrr Maka taksiran repitabilitas (R) menjadiMaka taksiran repitabilitas (R) menjadi 3 323121 PPPPPP rrr R ++ =
  • 43. Penaksiran Repitablitas menggunakan Analisis RagamPenaksiran Repitablitas menggunakan Analisis Ragam YYkmkm == Nilai pengkuran ke m pada individu ke k.Nilai pengkuran ke m pada individu ke k. μμ == Rataan umum pengamatanRataan umum pengamatan IIkk == Pengaruh Individu ke kPengaruh Individu ke k EEkmkm == Pengaruh lingkungan yang tidakPengaruh lingkungan yang tidak terkontrol pada pengukuran ke m dalam individuterkontrol pada pengukuran ke m dalam individu ke k.ke k. Model Matematis:Model Matematis: kmkkm EIY ++= µ
  • 44. ANAVA :ANAVA : Sumber VariasiSumber Variasi DerajatDerajat BebasBebas JumlahJumlah KuadratKuadrat KuadratKuadrat TengahTengah KomponenKomponen VariansiVariansi Antar IndividuAntar Individu N - 1N - 1 JKJKII KTKTII Dalam IndividuDalam Individu N (M-1)N (M-1) JKJKEE KTKTEE TotalTotal sn - 1sn - 1 JKJKTT 22 IW kσσ + 2 Wσ NN = Jumlah Individu= Jumlah Individu MM = Jumlah pengukuran tiap individu= Jumlah pengukuran tiap individu kk = koefisien jumlah pengukuran tiap individu= koefisien jumlah pengukuran tiap individu { }.1 1 2 . m m N k mk ∑ − −= m.m. = total jumlah pengukuran= total jumlah pengukuran
  • 45. R = RepitabilitasR = Repitabilitas EW KT=2 σ IIW KTk =+ 22 σσ k KT WI I 2 2 σ σ − = 22 2 IW I R σσ σ + = )1)(1( })1(1{)1(2 )( 22 −− −+− = Nkk RkR RSE Salah baku taksiran repitabilitas yang menunjukkanSalah baku taksiran repitabilitas yang menunjukkan kecermatan taksiran repitabilitaskecermatan taksiran repitabilitas
  • 46. Contoh :Contoh : Data produksi susu laktasi I sampai dengan III dari 30 ekorData produksi susu laktasi I sampai dengan III dari 30 ekor induk sapi perah sebagai berikut :induk sapi perah sebagai berikut : ΣΣ YY22 = 925460032= 925460032 No.No. TAGTAG PIPI PIIPII PIIIPIII Yk.Yk. 1.1. 31/7531/75 33263326 33483348 38943894 1056810568 2.2. 32/7532/75 38723872 34843484 38833883 1123911239 :: :: :: :: :: :: 30.30. 60/7560/75 27182718 31873187 34713471 93769376 Y.mY.m 9446694466 9514595145 9757397573 287184287184
  • 47. PerhitunganPerhitungan :: 1.1. Faktor Koreksi (FK)Faktor Koreksi (FK) = (287184)= (287184)22 / 90 =/ 90 = 916384998,4916384998,4 2.2. JKJKTOTALTOTAL = 925460032 - FK == 925460032 - FK = 90750349075034 3.3. JKJKAntar IndividuAntar Individu = (10568= (10568 22 + 11239+ 11239 22 + … ++ … + 9376 2 ) / 3 - FK =) / 3 - FK = 5160618,265160618,26 4.4. JKJKDalam IndividuDalam Individu = 9075034 – 177885,26 –= 9075034 – 177885,26 – 5160618,26 =5160618,26 = 3736530,483736530,48 Sumber VariasiSumber Variasi DerajatDerajat BebasBebas JumlahJumlah KuadratKuadrat KuadratKuadrat TengahTengah Komponen VariansiKomponen Variansi Antar ProduksiAntar Produksi 22 177885,26177885,26 88942,6388942,63 Antar IndividuAntar Individu 2929 5160618,265160618,26 177952,35177952,35 Dalam IndividuDalam Individu 5858 3736530,483736530,48 64422,9464422,94 22 IW kσσ + 2 Wσ 3.3. JKJKAntar ProduksiAntar Produksi = (94466= (94466 22 + 95145+ 95145 22 + 97573+ 97573 22 ) / 30 - FK =) / 30 - FK = 177885,26177885,26
  • 48. 94,644222 == EW KTσ k KT WI I 2 2 σ σ − = 37,0 14,3784394,64422 14,37843 22 2 = + = + = IW I R σσ σ 0067,0 )190)(13)(3( )}37,0)(13(1{)37,01(2 )1)(1( })1(1{)1(2 )( 2222 = −− −+− = −− −+− = Nkk RkR RSE 14,37843 3 94,6442235,1779522 = − =Iσ R = 0,37R = 0,37 ± 0,0067± 0,0067JADI :JADI :
  • 49. • Hasil taksiran Repitabilitas produksi susu (R ) = 0,37Hasil taksiran Repitabilitas produksi susu (R ) = 0,37 artinya perbedaan antar individu menyebabkan kira-artinya perbedaan antar individu menyebabkan kira- kira 37 % ragam produksi susu.kira 37 % ragam produksi susu. • Satu catatan untuk sifat dengan repitabilitas tinggiSatu catatan untuk sifat dengan repitabilitas tinggi dapat memberikan indikasi yang lebih baik bagidapat memberikan indikasi yang lebih baik bagi kemampuan menghasilkan yang riil daripadakemampuan menghasilkan yang riil daripada beberapa catatan untuk sifat-sifat denganbeberapa catatan untuk sifat-sifat dengan repitabilitas rendah.repitabilitas rendah. • Repitabilitas tinggi artinya sebagian besarRepitabilitas tinggi artinya sebagian besar pemunculan produksi dipengaruhi faktor genetikpemunculan produksi dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan permanen, sehingga dengandan lingkungan permanen, sehingga dengan menggunakan satu catatan produksi akan cukupmenggunakan satu catatan produksi akan cukup cermat untuk menaksir produksi yang akan datang.cermat untuk menaksir produksi yang akan datang.
  • 50. PENGGUNAAN REPITABILITASPENGGUNAAN REPITABILITAS 1.1. Menaksir produksi individu di masa yang akan datangMenaksir produksi individu di masa yang akan datang atau dikenal sebagai “the Most Probable Producingatau dikenal sebagai “the Most Probable Producing Ability (MPPA).Ability (MPPA). Penaksiran tersebut menggunakan pendekatan regresi.Penaksiran tersebut menggunakan pendekatan regresi. ' '' P P PPPP rb σ σ = DiasumsikanDiasumsikan σσPP == σσP’P’ makamaka bbPP’PP’ = r= rPP’PP’ = Repitabilitas= Repitabilitas )(ˆ '' PPbPP ijPPij −+= )(ˆ ' PPtPP ijij −+= atauatau MPPA dan t adalahMPPA dan t adalah repitabilitasrepitabilitas
  • 51. 2.2. Menduga variansi lingkungan temporerMenduga variansi lingkungan temporer R V V P Es −=1 tn nh hX )1(1 2 2 −+ = nn = jumlah catatan= jumlah catatan tt = repitabilitas= repitabilitas 3.3. Menduga heritabilitas yang dihitung dari rata-rataMenduga heritabilitas yang dihitung dari rata-rata beberapa kali pengukuran, dibanding denganbeberapa kali pengukuran, dibanding dengan heritabilitas yang dihitung dari satu kali pengukuranheritabilitas yang dihitung dari satu kali pengukuran 2 X h hh22 = heritabilitas catatan tunggal= heritabilitas catatan tunggal = heritabilitas dari rata-rata n catatan= heritabilitas dari rata-rata n catatan