Ilmu pasca panen peternakan kerusakan telur
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Ilmu pasca panen peternakan kerusakan telur

  • 94 views
Uploaded on

jawaban kuisioner kerusakan telur

jawaban kuisioner kerusakan telur

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
94
On Slideshare
89
From Embeds
5
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 5

http://www.slideee.com 5

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Nama: Mohammad Rifky Febianto NIM: D1E011090 Kelas: A Tugas terstruktur ilmu pascapanen peternakan, kerusakan hasil ternak: telur Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto 2012 Senin 3 Desember 2012 1. sebutkan 3 contoh tanda kerusakan telur dan sebab-sebabnya, tulis referensinya ! jawab: a. telur dengan kuning telur yang mengandung bercak-bercak merah. Hal tersebut disebabkan sewaktu telur itu pecah dari stigma dan pembuluh-pembuluh darah halus akan ikut “pecah” dan memercikkan darah pada kuning telur (Rasyaf, 1991). b. menurut Tugiyanti et al (2012), albumen telur yang encer dan mengembang, menyebabkan nilai Haugh Unit (HU) menurun. Hal tersebut disebabkan oleh suhu yang tinggi, kelembapan rendah, dan kekurangan karbon dioksida (CO2) . c.kerabang telur yang mudah retak/pecah yang disebabkan oleh pengaruh kandungan nutrient, kesehatan, management pemeliharaan dan kondisi lingkungan (Tugiyanti et al., 2012). 2. sebut 3 contoh telur yang tidak aman, tulis sumber referensinya ! jawab: a. kontaminasi Salmonella pullorum menghasilkan endotoksin yang menyebabkan salmonellosis dan demam tifus akibat penetrasi dari kotoran unggas melalui kulit telur ketika proses bertelur, sehingga mengontaminasi isi telur sewaktu telur dipecahkan untuk diolah (Coufal et al., 2003). b. kontaminasi virus EDS76 (Egg Down Syndrome 76) sehingga telur memiliki kerabang yang tipis seperti telur penyu, bahkan tanpa kerabang. Selain itu, warna kerabang pucat dan tidak berwarna (Fadilah et al., 2011) c. kontaminasi virus Infectious Bronchitis menyebabkan kerabang berbentuk tidak beraturan, tipis, kasar dan kualitasnya jelek serta bagian albumen menjadi lebih encer (Fadilah et al., 2011) Referensi Coufal CD, Chavez C, Knape KD, Carey JB. 2003. “Evaluation of a Method of Ultraviolet Light Sanitation of Broiler Hatching Eggs”. J. Poultry Science 82:754–759 Fadilah, Roni dan Agustin Polana. 2011. Mengatasi 71 Penyakit pada Ayam. Jakarta. AgroMedia Pustaka. Rasyaf, Muhammad. 1991. Pengelolaan Produksi Telur. Yogyakarta. Kanisius Tugiyanti, E. Dan N. Iriyanti. 2012. “Kualitas Eksternal Telur Ayam Petelur yang mendapat Ransum dengan penambahan Tepung Ikan Fermentasi menggunakan Isolat Produser Antihistamin: Research Article”. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. Vol. 1 (2) : 44-47