Upcoming SlideShare
×

4,589 views

Published on

2 Likes
Statistics
Notes
• Full Name
Comment goes here.

Are you sure you want to Yes No
• Be the first to comment

Views
Total views
4,589
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
227
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

1. 1. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKADALAM BERHITUNG PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DAKON SISWA KELAS IV SDN SUMBERBENDO 01 KECAMATAN SARADAN KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 Oleh : PUPUT NOVITASARI 09141167PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI MADIUN 2013
3. 3. Madiun, Januari 2013 Penulis DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL...........................................................................................................iKATA PENGANTAR.......................................................................................................iiDAFTAR ISI.....................................................................................................................iiiBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah............................................................................................ B. Rumusan Masalah...................................................................................................... C. Tujuan Penelitian....................................................................................................... D. Manfaat Penelitian.....................................................................................................BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka .......................................................................................................... 1. Karakteristik Siswa Kelas IV Sekolah Dasar....................................................... 2. Pengertian Prestasi............................................................................................... 3. Pengertian Belajar................................................................................................ 4. Prestasi Belajar..................................................................................................... 5. Pengertian Matematika........................................................................................ 6. Permainan Tradisional......................................................................................... 7. Permainan Dakon................................................................................................. B. Kerangka Berpikir ..................................................................................................... C. Hipotesis Tindakan ...................................................................................................BAB III METODE PENELITIAN
4. 4. A. Tempat, Ruang Lingkup dan Waktu Penelitian.........................................................B. Subjek Penelitian.......................................................................................................C. Desain dan Prosedur Penelitian.................................................................................D. Metode Pengumpulan Data........................................................................................E. Instrument Penilaian..................................................................................................F. Metode Analisii Data.................................................................................................DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari oleh semua siswa, mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah bahkan juga perguruan tinggi. Sebagai guru yang mengajarkan matematika, tentunya harus dapat meyakinkan siswa mengapa matematika dipilih untuk diajarkan di sekolah. Guru yang salah satunya berperan sebagai pentransfer ilmu dalam hal ini nmatematika, tampaknya turut memberikan andil dalam rendahnya pencapaian prestasi matematika siswa. Diyakini saat ini umumnya guru mengajarkan matematika masih dengan cara yang kurang menarik bahkan cenderung galak. Secara umum tujuan pembelajaran matematika di sekolah, selain menumbuhkembangkan kemampuan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal belajar lebih lanjut, adalah membantu siswa dalam mengembangkan berbagai cara atau metode yang sesuai dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan konsep matematika yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti bahwa siswa tidak hanya mampu mendemonstrasikan kecakapan keterampilan tentang konsep-konsep matematika di kelas, melainkan siswa juga diberi kesempatan untuk menggunakan konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan tersebut dalam dunia nyata, sehingga konsep dan keterampilan yang dipelajarinya menjadi bermakna.
7. 7. D. Manfaat Penelitian  Manfaat secara Praktis 1. Bagi Siswa a. Meningkatkan prestasi belajar penjumlahan bilangan bulat. b. Siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran c. Siswa merasa senang dengan pelajaran matematika karena disajikan dalam permaian. 2. Bagi Guru a. Meningkatkan dan mengembangkan keterampilan dalam menyusun, menyajikan, dan menilai program pembelajaran. b. Mengatasi permasalahan pembelajaran sehingga guru mampu mengendalikan kondisi kelas yang efektif. 3. Bagi Sekolah a. Dengan banyaknya siswa yang berprestasi, maka akan menghasilkan lulusan yang berprestasi pula sehingga membawa nama baik sekolah tersebut. b. Dengan sekolah yang berkualitas, maka meningkatkan kepercayaan para orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar tersebut. 4. Bagi Peneliti a. Mengetahui cara mengatasi eksulitan belajar matematika. b. Media permainan tradisional dakon merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan bilangan bulat.  Manfaat secara Teoritis
8. 8. Menumbuhkan kesadaran pentingnya mempelajari matematika bukan hanyadi lembaga pendidikan namun juga mampu diimplementasikan dalam kehidupannyata sehari – hari.
12. 12. diperoleh dari stimulan pada lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan melalui pembelajaran. http://hengkiriawan.blogspot.com/2012/03/pengertian-prestasi-belajar.html5. Pengertian Matematika Matematika pada hakikatnya merupakan suatu ilmu yang cara bernalarnya deduktif, formak dan abstrak, harus diberikan pada anak – anak sejak sekolah dasar yang cara berpikirnya masih pada tahap operasi kongkret. Oleh karena itu perlu berhati-hati dalam menanamkan konsep matematika tersebut. Hudoyo (2003:24) menyatakan bahwa matematika itu objek-objek penelaahannya abstrak, yaitu hanya ada dalam pemikiran manusia sehingga matematika hanyalah suatu hasil karya dari kerja otak manusia. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu
15. 15. 1. Guru menyediakan papan dakon yang memiliki dua lubang Papan dakon tersebut memiliki lubang masing-masing 10 lubang untuk meletakkan kelereng. Gelas atau kaleng untuk tempat kaleng.2. Kelereng yang berbeda warna yaitu (putih dan hitam). Kelereng warna putih untuk bilangan bulat positif. Kelereng warna hitam untuk bilangan bulat negative.3. Permainan dilakukan oleh dua siswa (secara berpasangan) atau bisa dengan teman sebangkunya.4. Guru memposisikan siswa siapa yang berada di dakon bilangan bulat positif dan siapa yang berada pada sisi dakon bilangan bulat negative. Kemudian guru memberikan soal latihan penjumlahan bilangan bulat kepada siswa. Contoh soal : -5 + 4 = Langkah –langkah mengerjakan :
16. 16. a. Siswa yang berada pada sisi dakon negative mengambil kelereng warna hitam sebanyak 5 butir dan siswa yang berada pada sisi dakon positif mengambil kelereng warna putih sebanyak 4 butir.b. Selanjutnya siswa yang memegang kelereng warna hitam (negatif), memasukkan kelereng ke dalam lubang dakon miliknya yaitu sisi dakon negative sampai kelereng yang ada di tangan habis.c. Begitu juga dengan siswa yang satunya memasukkan kelereng warna putih (positif) ke dalam lubang dakon miliknya yaitu sisi dakon positif sampai kelereng yang ada di tangan habis. + -d. Selanjutnya jika lubang dakon terdapat kelereng berpasangan (putih dan hitam), maka kelereng yang berpasangan tersebut diambil, namun tidak dihitung. Kelereng yang tidak memiliki pasangan dihitung dan dilihat jenisnya pada sisi dakon positif atau negative. Kelereng yang tidak memiliki pasangan itulah yang menjadi hasil perolehan penjumlahan -5 + 4 = 1e. Siswa mengerjakan soal yang berbeda sesuai dengan penjumlahan bilnagan bulat.f. Guru melakukan bimbingan dan penilaian pada saat siswa melakukan permainan tersebut.