Proposal ptk jadi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
3,122
On Slideshare
3,116
From Embeds
6
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
189
Comments
0
Likes
2

Embeds 6

http://jeng-puput-novita-sari.blogspot.com 6

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKADALAM BERHITUNG PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DAKON SISWA KELAS IV SDN SUMBERBENDO 01 KECAMATAN SARADAN KABUPATEN MADIUN TAHUN PELAJARAN 2012 / 2013 Oleh : PUPUT NOVITASARI 09141167PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI MADIUN 2013
  • 2. KATA PENGANTAR Puji syukur alhamdulilah saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasamelimpahkan rahmat, taufik, hidayah-Nya, sehingga saya dapat mengerjakan tugas PenelitianTindakan Kelas yang merupakan salah satu mata kuliah di semester VII Progam S-1 PGSD(Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Adapun judul dari tugas Penelitian Tindakan Kelas “Meningkatkan Prestasi BelajarMatematika dalam Berhitung Penjumlahan Bilangan Bulat Melalui Permainan TradisionalDakon Siswa Kelas IV SDN Sumberbendo 01 Kecamatan Saradan Kabupaten MadiunTahun Pelajaran 2012 / 2013”. Saya menyadari dalam penyusunan tugas ini, tidak akan berjalan lancar dan dapatterselesaikan dengan tepat waktu tanpa bantuan dari pihak-pihak yang terkait. Untuk itu sayaingin menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. H. Parji, M.Pd., selaku Rektor IKIP PGRI Madiun. 2. Bapak Drs. Vitalis Djarot S, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan. 3. Bapak Drs. Ibadullah Malawi, M.P., selaku Ketua Progam Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar IKIP PGRI Madiun. 4. Bapak Drs. Edy Siswanto, M.Pd selaku Dosen Pembimbing yang banyak memberika pembimbingan. 5. Bapak Murkanto, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Sumberbendo 01 yang telah memberikan ijin bagi saya untuk melakukan penelitian di sekolah. 6. Semua pihak yang telah memberikan bantuan dan semangat untuk saya sehingga dapat menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu. Dengan iringan doa “ Jazaakumullohu Khoirron Katsirro”, semoga Allah SWT memeberikan balasan yang setimpal kepada semua pihak yang telah membantu saya. Akhirnya saya berharap tugas ini dapat memberikan manfaat bagi setiap pembaca, khususnya pihak-pihak yang berkompeten dalam bidang peningkatan mutu pendidikan. Amin
  • 3. Madiun, Januari 2013 Penulis DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL...........................................................................................................iKATA PENGANTAR.......................................................................................................iiDAFTAR ISI.....................................................................................................................iiiBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah............................................................................................ B. Rumusan Masalah...................................................................................................... C. Tujuan Penelitian....................................................................................................... D. Manfaat Penelitian.....................................................................................................BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Pustaka .......................................................................................................... 1. Karakteristik Siswa Kelas IV Sekolah Dasar....................................................... 2. Pengertian Prestasi............................................................................................... 3. Pengertian Belajar................................................................................................ 4. Prestasi Belajar..................................................................................................... 5. Pengertian Matematika........................................................................................ 6. Permainan Tradisional......................................................................................... 7. Permainan Dakon................................................................................................. B. Kerangka Berpikir ..................................................................................................... C. Hipotesis Tindakan ...................................................................................................BAB III METODE PENELITIAN
  • 4. A. Tempat, Ruang Lingkup dan Waktu Penelitian.........................................................B. Subjek Penelitian.......................................................................................................C. Desain dan Prosedur Penelitian.................................................................................D. Metode Pengumpulan Data........................................................................................E. Instrument Penilaian..................................................................................................F. Metode Analisii Data.................................................................................................DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari oleh semua siswa, mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah bahkan juga perguruan tinggi. Sebagai guru yang mengajarkan matematika, tentunya harus dapat meyakinkan siswa mengapa matematika dipilih untuk diajarkan di sekolah. Guru yang salah satunya berperan sebagai pentransfer ilmu dalam hal ini nmatematika, tampaknya turut memberikan andil dalam rendahnya pencapaian prestasi matematika siswa. Diyakini saat ini umumnya guru mengajarkan matematika masih dengan cara yang kurang menarik bahkan cenderung galak. Secara umum tujuan pembelajaran matematika di sekolah, selain menumbuhkembangkan kemampuan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal belajar lebih lanjut, adalah membantu siswa dalam mengembangkan berbagai cara atau metode yang sesuai dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan konsep matematika yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ini berarti bahwa siswa tidak hanya mampu mendemonstrasikan kecakapan keterampilan tentang konsep-konsep matematika di kelas, melainkan siswa juga diberi kesempatan untuk menggunakan konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan tersebut dalam dunia nyata, sehingga konsep dan keterampilan yang dipelajarinya menjadi bermakna.
  • 5. Matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang bilangan dan ruang yangbersifat abstrak, sehingga untuk menunjang kelancaran pembelajaran disampingpemilihan metode yang tepat juga perlu digunakan suatu media pembelajaran yangsangat berperan dalam membimbing abstraksi siswa. Guru perlu merancangpembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Penggunaan media yangsesuai dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar. Salah satu indikator materi matematika kelas IV SD yaitu melakukan operasihitung bilangan bulat. Umumnya guru hanya menjelaskan materi tanpa mengetahuiapakah siswa benar-benar paham dengan apa yang telah dijelaskan guru. Siswabiasanya hanya mengingat penjelasan yang dicontohkan oleh guru . Setelahdihadapkan pada soal yang lebih sulit atau sola cerita yang berkaitan dengan operasihitung bilangan bulat bulat khususnya penjumlahan ternyata siswa belum mampuuntuk mengerjakannya. Hal ini disebabkan karena siswa cenderung mendengarkanpenjelasan dari guru sehingga mereka merasa bosan dan tidak bersemangat terhadappembelajaran. Rendahnya kemampuan siswa untuk melakukan penjumlahan bilangan bulatmenuntut guru untuk menggunakan metode pembelajaran yang lebih mengasikkanserta pemilihan alat peraga atau media yang diharapkan mampu membantu siswamengatasi kesulitan melakukan penjumlahan bilangan bulat. Anak – anak biasanyasangat suka dengan aktifitas yang berkaitan dengan bermain. Bermain merupakansalah satu kegiatan yang menyenangkan bagi setiap orang, khususnya pada usia anak-anak, bermain menjadi suatu ciri yang dominan pada diri mereka. Bahkan bukanhanya anak-anak orang yang telah dewasa pun senang dengan bermain namun jenispermainannya yang berbeda. Dengan bermain, anak bebas melakukan apa yangmenurut mereka menyenangkan. Bermain dapat menghilangkan jenuh, rasa capek,kebosanan, juga rasa lelah setelah seharian belajar. Bermain dapat membantu merekauntuk berinteraksi dengan orang lain, karena bermain akan lebih asyik jika dilakukanbersama-sama dengan orang lain, apalagi jika bersama dengan teman sebayanya.Proses interaksi yang terjadi dalam bermain dapat menjadikan bekal bagi seoranganak untuk hidup bermasyarakat di kehidupannya Oleh karena itu dengan menggunakan media permainan tradisional dakon padakelas IV diharapkan dapat membantu dan mempermudah siswa dalam memahami
  • 6. konsep penjumlahan bilangan bulat sehingga prestasi belajarnya meningkat. Selain itu pembelajaran di kelas tidak monoton dan dapat menarik belajar siswa supaya lebih aktif dalam mendalami materi yang disampaikan sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai secara optimal. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti akan berupaya untuk meningkatkan prestasi belajar penjumlahan bilangan bulat melalui permainan tradisional dakon pada siswa kelas IV. Dengan bantuan permainan dakon diharapkan siswa lebih menguasai konsep penjumlahan bilangan bulat serta mampu menyelesaikan soal – soal yang diberikan oleh guru sehingga prestasi belajar menjadi meningkat.B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang dapat dikemukan berdasarkan latar belakang masalah di atas adalah “Adakah peningkatan prestasi belajar matematika dalam berhitung penjumlahan bilangan bulat melalui Media Permainan Tradisional Dakon siswa kelas IV SDN Sumberbendo 01 Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2012 /2013?”C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk : Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika dalam Berhitung Penjumlahan Bilangan Bulat kelas IV SDN Sumberbendo 01 Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2012 /2013 dengan menggunakan Media Permainan Tradisional Dakon.
  • 7. D. Manfaat Penelitian  Manfaat secara Praktis 1. Bagi Siswa a. Meningkatkan prestasi belajar penjumlahan bilangan bulat. b. Siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran c. Siswa merasa senang dengan pelajaran matematika karena disajikan dalam permaian. 2. Bagi Guru a. Meningkatkan dan mengembangkan keterampilan dalam menyusun, menyajikan, dan menilai program pembelajaran. b. Mengatasi permasalahan pembelajaran sehingga guru mampu mengendalikan kondisi kelas yang efektif. 3. Bagi Sekolah a. Dengan banyaknya siswa yang berprestasi, maka akan menghasilkan lulusan yang berprestasi pula sehingga membawa nama baik sekolah tersebut. b. Dengan sekolah yang berkualitas, maka meningkatkan kepercayaan para orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar tersebut. 4. Bagi Peneliti a. Mengetahui cara mengatasi eksulitan belajar matematika. b. Media permainan tradisional dakon merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan bilangan bulat.  Manfaat secara Teoritis
  • 8. Menumbuhkan kesadaran pentingnya mempelajari matematika bukan hanyadi lembaga pendidikan namun juga mampu diimplementasikan dalam kehidupannyata sehari – hari.
  • 9. BAB II KAJIAN PUSTAKAA. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Usia siswa di Sekolah Dasar berkisar 6 -12 tahun. Masa ini merupakan “masa sekolah”. Pada masa ini anak sudah matang untuk belajar atau sekolah. Disebut masa sekolah karena dia telah menyelesaikan tahao pra-sekolahnya yaitu taman kanak – kanak. Penetapan batas antara usia pra-sekolah dengan usia sekolah sebenarnya tidak mempunyai dasar psikologis yang cukup kuat. Berbagai studi menunjukkan bahwa usia pra-sekolah ditandai dengan kegiatan bermain masih akan berlanjut terus sampai anak berusia 8 tahun ( sekitar kelas 3 SD). Anak memiliki kematangan untuk belajar, karena pada masa ini dia sudah sipa untuk menerima kecakapan baru yang diberikan oleh sekolah. Pada masa pra- sekolah sampai dengan usia sekitar 8 tahun tekanan belajar lebih difokuskan pada “belajar”, sedangkan pasa masa sekolah dasar aspek intelektualitas sudah mulai ditekankan. Pada masa usia sekolah dasar ini sering pula disebut sebgai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah. Pada masa keserasian bersekolah ini secara relatif anak-anak lebih mudah dididik daripada masa sebelum dan sesudahnya. Esensi proses pembelajaran pada kelas ini pun sudah dilaksanakan secara logis dan sistematis untuk membelajarkan konsep dan generalisasi hingga penerapannya (menyelesaikan soal, menggabungkan, menghubungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat dan membagi). Adapun karakteristik siswa di SD kelas tinggi khususnya kelas IV adalah sebagai berikut : 1. Cara atau pola pikir sudah mengalami peralihan dari konkret ke abstrak.
  • 10. 2. Sudah bisa mengendalikan emosi. 3. Daya nalar sudah berkembang, amat realistik, ingin tahu dan ingin belajar. 4. Muncul rasa tanggungjawab 5. Mandiri Sri Anita (2007 : 2.35)2. Pengertian Prestasi Menurut Poerwodarminto ( 1991 : 768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dikerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang menumbuhkan pikiran. Prestasi Belajar adalah hasil belajar yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran menjadi meningkat, siswa dapat memahami materi secara keseluruhan, nilai siswa menjadi bagus.3. Pengertian Belajar Menurut Sri Anita W, dkk ( 2007 : 2.4 ), belajar merupakn suatu proses pengalaman ( Learning is experiencing), artinya belajar itu suatu proses mental, intelektual, dan emosional yang pada akhirnya menjadi suatu sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dimilikinya. Zainal Aqib ( 2002 : 42), berpendapat bahwa “Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara- cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Tingkah laku yang baru itu misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengetahuan baru, serta timbul pengertian baru, serta timbul dan berkembangnya sifat-sifat sosial, susila dan emosional”. Belajar akan lebih efektif apabila dilakukan dalam suasana menyenangkan dan dapat secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran tersebut.belajar juga merupakan usaha penambahan pengetahuan dan sebagai suatu proses perubahan
  • 11. kelaluan berkat pengalaman dan latihan yang akan membawa perubahan pada individual. Dari berbagai pendapat tentang pengertian belajar di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dikatakan belajar adalah suatu kegiatan dimana terjadinya suatu perubahan baik dari segi tingkah laku, kemampuan pengetahuan, intelektual, sosial, dan emosional. Belajar terjadi secara bertahap melalui pengalaman dan latihan.4. Prestasi Belajar Menurut Anni (2005:4) prestasi belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Apabila pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep, maka peubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan. Hasil belajar dapat diketahui melalui evaluasi untuk mengukur dan menilai apakah siswa sudah menguasai ilmu yang dipelajari sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Pendapat senada tentang hasil belajar seperti dikemukakan oleh Hamalik (2005), hasil belajar akan tampak perubahan aspek dan tingkah laku manusia, aspek-aspek tersebut yakni pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, budi pekerti, dan sikap. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam pengusasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan dalam pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan tes angka nilai yang diberikan oleh guru (Asmara. 2009 : 11 ). Menurut Hetika ( 2008: 23 ), prestasi belajar adalah pencapaian atau kecakapan yang dinampakkan dalam keahlian atau kumpulan pengetahuan. Harjati ( 2008: 43 ), menyatakan bahwa prestasi merupakan hasil usaha yang dilakukan dam menghasilkan perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukkan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu. Dari pendapat di atas, peneliti menyimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai baik itu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
  • 12. diperoleh dari stimulan pada lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan melalui pembelajaran. http://hengkiriawan.blogspot.com/2012/03/pengertian-prestasi-belajar.html5. Pengertian Matematika Matematika pada hakikatnya merupakan suatu ilmu yang cara bernalarnya deduktif, formak dan abstrak, harus diberikan pada anak – anak sejak sekolah dasar yang cara berpikirnya masih pada tahap operasi kongkret. Oleh karena itu perlu berhati-hati dalam menanamkan konsep matematika tersebut. Hudoyo (2003:24) menyatakan bahwa matematika itu objek-objek penelaahannya abstrak, yaitu hanya ada dalam pemikiran manusia sehingga matematika hanyalah suatu hasil karya dari kerja otak manusia. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu
  • 13. dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat model matematika, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya. Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media lainnya. (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar)6. Permainan Tradisional Menurut Poerwadarminta (1994: 1088), Permainan berasal dari kata main yang berarti melakukan perbuatan yang bertujuan untuk bersenang-senang (dengan alat-alat tertentu atau tidak); berbuat Sesutu dengan sesuka hati, berbuat asal saja. Tradisional berasal dari kata tradisi yang berarti segala sesuatu ( seperti Adat, kepercayaan, kebiasaan, ajaran dsb) yang turun-temurun dari nenek moyang (pandangan hidup, keprcayaan, kesenian, tarian, upacara, dsb).7. Permainan Dakon Permainan Dakon merupakan permainan tradisional adat jawa. Menurut sejarah permainan ini pertama kali dibawa oleh pendatang dari arab yang rata-rata datang ke Indonesia untuk berdagang atau berdakwah. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji dakon dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan, ataupun kerikil. Permainan tradisional yang dimainkan oleh dua orang ini dikenal dengan berbagai macam nama di penjuru nusantara. Di Jawa, permainan ini lebih dikenal dengan nama dakon, dhakon atau dhakonan serta congklak. Selain itu di Lampung permainan ini lebih dikenal dengan nama dentuman lamban. Sedangkan di Sulawesi permainan ini lebih dikenal dengan nama Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Dalam bahasa Inggris, permainan ini disebut Mancala.
  • 14. Cara bermain dakon :1. Dimainkan oleh dua orang.2. Pada umumnya jumlah biji yang dipakai sebanyak 78 biji atau bisa menyesuaikan.3. Lubang papan permainan keseluruhan adalah 16 yang dibagi menjadi 7 lubang kecil dan 2 lubang tujuan (masing-masing satu untuk setiap pemain).4. Skor kemenangan ditentukan dari jumlah biji yang terdapat pada lubang tujuan tersebut.5. Setiap pemain mengambil semua biji yang terdapat pada lubang kecil yang di inginkan, untuk disebar satu biji per lubang berurutan searah jarum jam (langkah tersebut dilakukan berulang)6. Apabila pada lubang terakhir meletakkan biji masih ada isinya (lubang tersebut tidak kosong) maka pemain tersebut melanjutkan dengan mengambil semua biji yang terdapat pada lubang tersebut dan melanjutkan permainan.7. Apabila peletakan biji terakhir berada pada lubang yang kosong maka pemain tidak dapat melanjutkan langkah dan tidak mendapat apa-apa (giliran untuk bermain ke lawan).8. Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada lagi yang dapat diambil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain).9. Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak. http://www.bantulonline.com/2011/12/permainan-tradisional-dakon.html Dalam pembelajaran matematika materi penjumlahan bilangan bulatdengan menggunakan permainan tradisional dakon ini, tidak menggunakan aturanbaku seperti dalam permainan dakon pada umumnya, akan tetapi disesuiakandengan materi penjumlahan bilangan bulat. Cara pembelajarannya adalah sebagaiberikut :
  • 15. 1. Guru menyediakan papan dakon yang memiliki dua lubang Papan dakon tersebut memiliki lubang masing-masing 10 lubang untuk meletakkan kelereng. Gelas atau kaleng untuk tempat kaleng.2. Kelereng yang berbeda warna yaitu (putih dan hitam). Kelereng warna putih untuk bilangan bulat positif. Kelereng warna hitam untuk bilangan bulat negative.3. Permainan dilakukan oleh dua siswa (secara berpasangan) atau bisa dengan teman sebangkunya.4. Guru memposisikan siswa siapa yang berada di dakon bilangan bulat positif dan siapa yang berada pada sisi dakon bilangan bulat negative. Kemudian guru memberikan soal latihan penjumlahan bilangan bulat kepada siswa. Contoh soal : -5 + 4 = Langkah –langkah mengerjakan :
  • 16. a. Siswa yang berada pada sisi dakon negative mengambil kelereng warna hitam sebanyak 5 butir dan siswa yang berada pada sisi dakon positif mengambil kelereng warna putih sebanyak 4 butir.b. Selanjutnya siswa yang memegang kelereng warna hitam (negatif), memasukkan kelereng ke dalam lubang dakon miliknya yaitu sisi dakon negative sampai kelereng yang ada di tangan habis.c. Begitu juga dengan siswa yang satunya memasukkan kelereng warna putih (positif) ke dalam lubang dakon miliknya yaitu sisi dakon positif sampai kelereng yang ada di tangan habis. + -d. Selanjutnya jika lubang dakon terdapat kelereng berpasangan (putih dan hitam), maka kelereng yang berpasangan tersebut diambil, namun tidak dihitung. Kelereng yang tidak memiliki pasangan dihitung dan dilihat jenisnya pada sisi dakon positif atau negative. Kelereng yang tidak memiliki pasangan itulah yang menjadi hasil perolehan penjumlahan -5 + 4 = 1e. Siswa mengerjakan soal yang berbeda sesuai dengan penjumlahan bilnagan bulat.f. Guru melakukan bimbingan dan penilaian pada saat siswa melakukan permainan tersebut.
  • 17. B. Kerangka Berpikir Rendahnya prestasi siswa dapat disebabkan oleh beberapa factor salah satunya adalah penjelasan dari guru yang kurang mampu dipahami oleh siswa sehingga siswa tidak dapat mengerjakan soal yang diberikan kemudian berpengaruh terhadap nilai mereka. Berdasarkan hasil observasi peneliti di kelas IV SDN Sumberbendo 01 Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun hasil ulangan semester I pada mata pelajaran Matematika menunjukkan bahwa 80% belum memenuhi KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan. Hal tersebut dapat terjadi karena kurang pahamnya siswa terhadap materi Matematika yang diajarkan oleh guru. Salah satu media yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, membantu sisiwa untuk lebih mudah menangkap materi matematika adalah dengan menggunakan permainan tradisional dakon untuk pembelajaran operasi penjumlahan bilangan bulat. Dengan permainan tradisional dakon, siswa juga akan lebih antusias terhadap matematika karena siswa dapat belajar sambil bermain dakon. Selain itu siswa akan lebih tertarik karena mereka dapat secara langsuung menjadi model dalam pembelajaran. Berdasarkan hal itulah peneliti menggunakan permainan tradisional dakon yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika khususnya materi penjumlahan bilangan bulat.C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian pustaka dan kerangka berpikir di atas maka peneliti dapat merumuskan hipotesis penelitian yaitu “Dengan menggunakan permainan tradisional dakon, diharapkan ada peningkatan prestasi belajar mata pelajaran matematika materi penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Sumberbendo 01 Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2012/2013”.
  • 18. BAB III METODE PENELITIANA. Tempat, Ruang Lingkup dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan di SDN Sumberbendo 01, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Secara geografis SDN Sumberbendo 01 terletak di Desa Sumberbendo Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Jarak SDN Sumberbendo 01 dengan Balai Desa ± 0,1 km, dengan Kantor Kecamatan Saradan ± 10 km, dengan pusat kota Kabupaten madiun ± 20 km, Ibu Kota Provinsi berjarak ± 50 km dan Ibu Kota Negara ± 100 km. SDN Sumberbendo 01 berada di daerah perdesaan yang kurang terjangkau oleh sarana transportasi umum karena Desa Sumberbendo terletak di tengah hutan perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro Jawa Tengah dengan kabupaten Madiun dengan medan jalan yang belum sepenuhnya di aspal. Alasan peneliti memilih SDN Sumberbendo 01 sebagai tempat penelitian. karena prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika masih di bawah Standar Kelulusan Minimum (KKM). 2. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian tindakan kelas (classroom action research) ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar dalam pembelajaran matematika dalam melakukan operasi penjumlahan bilangan bulat melaui permainan tradisional dakon pada siswa kelas IV SDN Sumberbendo 01 tahun pelajaran 2012/2013. 3. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan selam 4 (empat) bulan yaitu mulai bulan Januari 2013 sampai dengan April 2013.
  • 19. B. Subjek Penelitian Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sumberbendo 01, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun yang berjumlah 27 siswa. Pertimbangan pemilihan kelas IV sebagai subyek penelitian karena di kelas IV tersebut terdapat masalah kesulitan belajar dan rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika.C. Desain dan Prosedur Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah suatu pengamatan terhadap kegiatan belajar mengajar dan sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan serta terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan guru yang dilakukan oleh siswa. Adapun tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas sehingga terjadi peningkatan prestasi belajar. Rencana pelaksanaan penelitian ini dilakukan 2 siklus. Setiap silkus terdiri dari 4 tahap yaitu : Perencanaan (Planning), Tindakan (Acting ), Pengamatan (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Adapun model dan penjelasan untuk masing-masing tahapan dapat di lihat melalui alur siklus pada gambar 3. 1
  • 20. SIKLUS PENELITIAN TINDAKAN KELAS Perencanaan Refleksi Siklus I Pelaksanaan Pengamatan PerencanaanRefleksi Siklus II Pelaksanaan Pengamatan ?
  • 21. Gambar 3. 1 Siklus PTK menurut Suharsimi Arikunto (2008) Penjelasan untuk masing-masing tahapan siklus I adalah sebagai berikut :1. Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan tindakan, peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Menyusun jadwal kegiatan pembelajaran b. Menyiapkan perangkat pembelajaran berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan indikator penjumlahan bilangan bulat, buku paket Matematika Kelas IV Semester Genap. c. Menyusun Soal-Soal Tes Formatif, Lembar Pengamatan Kegiatan Siswa, Lembar Hasil Belajar Siswa, Evaluasi, dan Refleksi. d. Menyiapakan bahan dan alat-alat penunjang Permainan Dakon.2. Pelaksanaan Tindakan Setelah tahap perencanaan, tahap yang selanjutnya adalah tahap pelaksanaan tindakan, dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Kegiatan Awal • Guru mengucapkan salam • Guru melakukan apersepsi dengan melakukan tanya jawab kepada siswa tentang pengertian “Bilangan Bulat”. Kemudian guru menunjukkan Papan Dakon agar siswa termotivasi untuk mengawali pelajarang dengan penuh antusias. • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
  • 22. b. Kegiatan Inti • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa mereka akan belajar tentang operasi penjumlahan bilangan bulat positif dan negative dengan menggunakan permainana dakon. • Guru mendemostrasikan penggunaan papan dakon untuk menjumlahkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif. • Guru menunjuk beberapa siswa untuk mendemostrasikan di depan kelas cara penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif. • Siswa maju secara berpasangan dengan teman sebangku. • Dengan bimbingan guru mereka menempatkan diri pada sisi dakon seorang pada sisi positif dan seorang lagi pada sisi negatif. • Guru memberikan sebuah soal untuk dikerjakan dengan menggunakan ppan dakon oleh sepasang siswa yang sedang maju. Contoh soal : -5 + 4 = • Siswa yang berada pada sisi dakon negative mengambil kelereng warna hitam sebanyak 5 butir dan siswa yang berada pada sisi dakon positif mengambil kelereng warna putih sebanyak 4 butir.
  • 23. • Selanjutnya siswa yang memegang kelereng warna hitam (negatif), memasukkan kelereng ke dalam lubang dakon miliknya yaitu sisi dakon negative sampai kelereng yang ada di tangan habis. • Begitu juga dengan siswa yang satunya memasukkan kelereng warna putih (positif) ke dalam lubang dakon miliknya yaitu sisi dakon positif sampai kelereng yang ada di tangan habis.+- • Selanjutnya jika lubang dakon terdapat kelereng berpasangan (putih dan hitam), maka kelereng yang berpasangan tersebut diambil, namun tidak dihitung. Kelereng yang tidak memiliki pasangan dihitung dan dilihat jenisnya pada sisi dakon positif atau negative. Kelereng yang tidak memiliki pasangan itulah yang menjadi hasil perolehan penjumlahan -5 + 4 = 1 • Siswa mengerjakan soal yang berbeda sesuai dengan penjumlahan bilangan bulat. • Guru melakukan bimbingan dan penilaian pada saat siswa melakukan permainan tersebut. • Setelah siswa paham bagaimana melakukan penjumlahan bilangan bulat menggunakan permainan dakon. Guru kemudian memberikan beberapa soal untuk dikerjakan. • Guru memberikan bimbingan kepada siswa yang masih kesulitan menggunakan papan dakon.
  • 24. • Setelah selesai mengerjakan, secara bergiliran siswa melaporkan hasil pekerjaannya untuk nilai dan dikoreksi bersama guru dan teman sekelas yang lain. c. Kegiatan Akhir • Bersama guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. • Siswa mengerjakn soal latihan individu. • Siswa memberika refleksi tentang kesan apa yang dirasakan setelah belajar penjumlahan bulat menggunakan permainan tradisional dakon. • Guru menanyakan kepada siswa hal-hal yang masih belum mereka ketahui. • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam.3. Observasi Pada saat proses pembelajaran dilakukan observasi yang digunakan untuk memperoleh bahan penyusunan refleksi. Pada tahap ini yang bertindak sebagai pengamat/observer adalah peneliti. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengamati apakah penggunaan media permainan tradisional dakon dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam penjumlahan bilangan bulat terhadap siswa kelas IV SDN Sumberbendo 01 Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2012/2013.4. Refleksi Dari tahapan-tahapan kegiatan penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka tahapan terakhir dari penelitian ini adalah peneliti merefleksi
  • 25. dengan cara membandingkan nilai yang dicapai oleh siswa pada tes formatif Idan II. Selain itu peneliti merefleksi hasil observasi untuk mengetahuikeaktifan siswa. Dari perbandingan nilai hasil tes formatif I dan II serta hasilobservasi, maka peneliti dapat menarik kesimpulan apakah media permainantradisional dakon dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkanprestasi belajar siswa. Adapun penjelasan dari siklus II adalah sebagai berikut : Pada siklus II ini rancangan peneliti mengacu pada kekurangan yangterjadi pada siklus pertama.1. Menyusun Rancangan Tindakan a. Menyusun RPP perbaikan b. Memperbaiki kekurangan yang terdapat pada siklus I dan menyusun tindakan selanjutnya agak pelaksanaan tindakan pada siklus II dapat berjalan lancar dan lebih baik.2. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti melaksanaan pembelajaran sesuai dengan perbaikan RPP yang telah disusun.sehingga dapat mengatasi kekurangan terjadi pada saat proses pembelajaran pada siklus yang pertama. Langkah- langkah pembelajaran yang ada dalam RPP dilaksanakan hampir sama pada siklus I akan tetapi disertai perbaikan dari kekurangan yang ada pada silkus I.3. Observasi Dalam pelaksanaan tindakan tidak berbeda dengan siklus I, yaitu melakukan pengamatan selama kegiatan proses pembelajaran berlangsung. Peneliti melakukan tindakan ulang pada siklus II, setelah melihat hasilnya, maka dilakukan obervasi dengan Check list observasi.4. Refleksi
  • 26. Peneliti menganisis semua tindakan yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II, kemudian melakukan refleksi terhadap media yang digunakan dalam tindakan di kelas. Siswa mengalami peningkatan prestasi belajar siswa pada Matematika. Melalui media yang diterapkan dalam tindakan kelas berhasil meningkatkan prestasi belajar siswa dalam penjumlahan bilangan bulat.D. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan suatu cara yang dilakukan peneliti untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan atau observasi dan tes tulis. 1. Metode Observasi Menurut Igak Wardani, dkk ( 2008 : 2.22 ), salah satu cara untuk merekam atau mengumpulkan data adalah dengan observasi atau pengamatan. Observasi merupakan kegiatan pengamatan ( pengambiloan data) untuk memotret seberapa jauh tindakan telah mencapai sasaran, efek dari suatu intervensi terus dimonitor secara reflektif dan rata- rata yang perlu dikumpulkan. Melalui observasi dapat mengetahui dan mengamati secara langsung perilaku siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Data yang diperoleh berupa keaktifan dan antusias siswa serta ketepatan siswa dalam mengerjakan tugas. Hasil observasi berpedoman pada lembar pengamatan tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar baik kegiatan pada siswa maupun kegiatan pada guru. Teknik observasi ini dilakukan untuk merekam kualitas proses belajar mengajar selama kegiatan berlangsung. 2. Metode Tes Tulis Setelah pembelajaran selesai, peneliti mengadakan tes tulis yang digunakan untuk mengukur kemampuan belajar siswa secara individu baik sebelum atau
  • 27. sesudah diberikan tindakan. Tes yang diberikan berupa soal penjumlahan bilangan bulat sebanyak 10 butir soal.E. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdir dari : 1. Lembar Pengamatan atau Lembar Observasi Lembar Observasi digunakan untuk mengamati aktifitas siswa saat pembelajaran berlangsung. 2. Tes Formatif Tes formatif disusun berdasarkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam melakukan Penjumlahan Bilangan Bulat. Tes formatif diberikan diakhir siklus. Bentuk soal yang diberikan adalah isian.F. Metode Analisis Data Untuk mengetahui prestasi belajar dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisis data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengna tujuan untuk mengetahui prestasi belajar yang dicapai siswa terhadap penjumlahan bilangan bulat dan juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Data kualitatif berupa cacatan pengamatan, dokumen portofolio siswa, dokumen foto, dan rekaman wawancara akan dianalis dengan analisis kualitatif
  • 28. dengan tahapan : pemaparan data, penyederhanaan data, penggelompokkan datasesuai focus dan pemaknaan. Dalam proses analisis data, untuk memperoleh data yang benar-benar dapatdipercaya kebenarannya maka peneliti akan melakukan membercheck (penggecekananggota/subjek penelitian), trianggulasi-check dan recheck dari segi sumber data/subjek dan metode, perpanjangan pengamatan, dan pelacakan data secara mendalam,dst.
  • 29. DAFTAR PUSTAKAAnita W.,Sri.2007.Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta. Universitas TerbukaHarjati Pengertian Prestasi Belajar.(online),(http://hengkiriawan.blogspot.com/2012/03/ pengertian-prestasi-belajar.html,Diakses 28 Desember 2012).Igak Wardhani & Kuswaya Warhadit. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas TerbukaPoerwodarminto. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.Suharsimi Arikunto.2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka CiptaTim IKIP PGRI Madiun 2013. Pedoman Penulisan Skripsi. Madiun: Institut Keguruan dan Ilmu Persatuan Guru Republik Indonesia.Zainal Aqib. 2002. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan CendikiaHudoyo. Hakekat Matematika. .(Online),(http://www,. Majalahpendidikan.com/2012/05/ hakekat-matematika.html)http://www.bantulonline.com/2011/12/permainan-tradisional-dakon.html
  • 30. DAFTAR PUSTAKAAnita W.,Sri.2007.Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta. Universitas TerbukaHarjati Pengertian Prestasi Belajar.(online),(http://hengkiriawan.blogspot.com/2012/03/ pengertian-prestasi-belajar.html,Diakses 28 Desember 2012).Igak Wardhani & Kuswaya Warhadit. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas TerbukaPoerwodarminto. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.Suharsimi Arikunto.2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka CiptaTim IKIP PGRI Madiun 2013. Pedoman Penulisan Skripsi. Madiun: Institut Keguruan dan Ilmu Persatuan Guru Republik Indonesia.Zainal Aqib. 2002. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan CendikiaHudoyo. Hakekat Matematika. .(Online),(http://www,. Majalahpendidikan.com/2012/05/ hakekat-matematika.html)http://www.bantulonline.com/2011/12/permainan-tradisional-dakon.html
  • 31. DAFTAR PUSTAKAAnita W.,Sri.2007.Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta. Universitas TerbukaHarjati Pengertian Prestasi Belajar.(online),(http://hengkiriawan.blogspot.com/2012/03/ pengertian-prestasi-belajar.html,Diakses 28 Desember 2012).Igak Wardhani & Kuswaya Warhadit. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas TerbukaPoerwodarminto. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.Suharsimi Arikunto.2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka CiptaTim IKIP PGRI Madiun 2013. Pedoman Penulisan Skripsi. Madiun: Institut Keguruan dan Ilmu Persatuan Guru Republik Indonesia.Zainal Aqib. 2002. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan CendikiaHudoyo. Hakekat Matematika. .(Online),(http://www,. Majalahpendidikan.com/2012/05/ hakekat-matematika.html)http://www.bantulonline.com/2011/12/permainan-tradisional-dakon.html