• Save
Resume sosiologi dan politik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Resume sosiologi dan politik

on

  • 11,264 views

 

Statistics

Views

Total Views
11,264
Views on SlideShare
11,264
Embed Views
0

Actions

Likes
7
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Resume sosiologi dan politik Document Transcript

  • 1. RESUME SOSIOLOGI DAN POLITIK Judul Buku : SOSIOLOGI DAN POLITIK Karangan : Drs. Syahrial Syarbaini, M.A Drs. A. Rahman, M.M Drs. Monang Djihado Terbitan : GHALIA INDONESIA NAMA : JEFRI NIM : 1203138SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) PURNA GRAHA PEKANBARU 2013
  • 2. BAB I PRAWACANA1. Sosiologi Politik mempelajari hubungan antara Negara dan Masyarakat.2. Sosiologi dan Politik merupakan pemikiran yang akhirnya dapat beranfaat untuk menilai kehidupan manusia dalam kaitannya dengan ligkunganya3. Dalam pandangan saya, tantangan utama dan saat ini dalam merumuskan domain Sosiologi dan Politik yakni bagaimana menetapkan peran sosiolog dan para politikus di masyarakat menghadapi kompleksitas perubahan sosial dan memenuhi tuntutan masyarakat yang senantiasa beragam, dinamis, berpilin mengembang terus.4. Dalam paparan ini, studi Sosiologi dan Politik akan dirunut dari banyak pendekatan. menggunakan banyak langkah serta beragam wawasan pengembangan paradigmatik.
  • 3. BAB II KONSEP SOSIOLOGI DAN POLITIK2.1 Pengertian Sosiologi Sosiologi adalah ilmu masyarakat, yaitu tentang system hubungan yang berlaku dan proses yang timbul dalam berbagai hubungan tersebut. Sosiologi jelas merupakan ilmu sosial yang obyeknya adalah masyarakat, merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, dengan ciri-ciri utamanya adalah : a. Sosiologi bersifat empiris b. Sosiologi bersifat teoritis c. Sosiologi bersifat kumulatif d. Sosiologi bersifat nonetis Perkembangan Sosiologi Ilmiah Pemikiran sosiologi berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal-hal yang selama ini di anggap sebagai hal-hala yang memang sudah seharusnya demikian, benar dan nyata.2.2 Pengertian Ilmu Politik Secara umum, ilmu politik adalah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan, baik sesama warga Negara, anatara warga Negara dan Negara, maupun hubungan sesama Negara. Oleh sebab itu bidang kajian ilmu politik meliputi sebagai berikut : a. Teori ilmu politik b. Lembaga-lembaga politik c. Partai politik d. Hubungan internasional2.3 Hubungan Sosiologi dan Ilmu Politik Hubungan sosiologi dengan ilmu politik terlihat dari aspeknya yang sama- sama membahas Negara, namun sosiologi memandang Negara itu sebagai
  • 4. lembaga dan alat kotrol sosial, sedangkan ilmu politik memandang Negara sebagai objeknya.2.4 Kegunaan Sosiologi Politik Di dalam menentukan apakah suatu masalah merupakan problema sosial atau tidak, sosiologi mempergunakan beberapa pokok persoalan sebagai ukuran, yaitu sebagai berikut : a. Kriteria utama dari suatu problema sosial. b. Sumber-sumber sosial dari problema sosial dan pihak-pihak yang menetapkan apakah suatu kepincangan merupakan gejala sosial atau tidak. c. “Manifiest sosial problems” dan “laten social problems” d. Perhatian masyarakat dan problema sosial.2.5 Beberapa Problem Sosial yang Penting Problem yang di hadapi masyarakat pada umumnya: a. Kemiskinan b. Kejahatan c. Disorganisasi Keluarga d. Masalah generasi muda dalam masyarakat modern e. Peperangan f. Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat
  • 5. BAB III KELOMPOK SOSIAL DAN PROSES SOSIAL3.1 Kelompok Sosial Manusia dapat disebut juga sebagai “social animal”, memiliki dua hasrat, yaitu bersatu dengan manusia lain dan bersatu dengan alam sekeliling. Kolompok sosial dapat dibagi dua bentuk yaitu sebgai berikut : Kelompok sosial kecil, seperti keluarga, siswa satu sekolah dan sebagainya. Kelompok sosial besar, seperti kota, bangsa, sadar akan kepentingan bersama.3.2 Proses dan Interaksi Sosial Proses sosial ialah hubungan pengaruh timbale balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Interaksi sosial dapat terjadi apabila ada kontak sosial dan ada komunikasi. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial a. Kerja sama b. Akomodasi c. Persaingan, dan d. Pertikaian
  • 6. BAB IV STRATIFIKASI DAN LEMBAGA SOSIAL4.1 Stratifikasi Sosial Sistem berlapis-berlapis dalam masyarakat ada yang terbentuk dengan sendirinya dan ada yang sengaja di bentuk. Seseorang sosiolog, Pitirim A. Sorokin, pernah menyatakan bahwa system berlapis-lapis itu merupakan ciri yang umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur. Bentuk-bentuk konkrit pelapisan didalam masyarakat secara prinsip dapat di klarifikasikan kedalam tiga macam kelas yaitu secara ekonomis, politis dan yang di dasarkan kepada jabatan-jabatan yang ada dalam masyarakat. Ketiga nya pada hakikatnya mempunyai hubungan. a. Terjadinya Pelapisan Sosial. Pelapisan sosial terjadi dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat itu, tetapi ada yang sengaja di buat untuk mengejar tujuan bersama. b. Sifat system Pelapisan dan Kelas Sosial Sifat system ada yang terbuka dan ada yang tertutup. Kriteria pengakuan kelas dinyatakan dalam hal-hal berikut : 1) Ukuran kekayaan 2) Ukuran kekuasaan 3) Ukuran kehormatan 4) Ukuran pengetahuan datau kepandaian c. Perlukah sistem pelapisan sosial Manusia pada umumnya bercita-cita agar tidak terjadi perbedaan kedudukan dan peranan dalama masyarakat. Namun, setiap masyarakat harus menempatkan individu pada tempat tertentu dalam struktur sosial beserta kewajiban-kewajiban yang di bebankan kepadanya.
  • 7. Dalam hal ini kedudukan dan peranan yang dianggap tertinggi oleh masyarakat adalah kedudukan da peranan yang dianggap penting serta memerlukan kemampuan dan latihan-latihan yang maksimal. Oleh sebab itu, pada umumnya warga lapisa atas (upper-class) lebih sedikit dibandingkan warga kelas menengah (middle-class), bahkan dengan lapisan bawah (lower-class).4.2 Lembaga Sosial Lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan yang mengatur perilaku masyarakat, dimana tekanan pengertian kepada system tata kelakuan atau norma-norma untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Suatu lembaga kemasyarkatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok dari manusia, pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi : 1. Memberi pedoman pada anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bertingakah laku dlaam menghadapai masalah dalam masyarakat. 2. Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan. 3. Memberi pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system pengendalan sosial, yaitu system pengawasan dari masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.
  • 8. BAB V PERUBAHAN SOSIAL DAN PEMBANGUNAN POLITIK5.1 Perubahan Sosial Setiap masyarakat mengalami perubahan sepanjang masa. Perubahan itu ada yang samar, ada yang mencolok ada yang lambat adayng cepat ada yang sebagia atau terbatas dan ada yang menyeluruh. Perubahan dapat berupa pergeseran nilai sosial, perilaku, susunan organisasi, lembaga sosial, stratifikasi sosial, kekuasaan dan wewenang dang sebagainya. Secara jitu perubahan sosial dunia digambar kan oleh Alvin Toffler dalam tiga gelombang, yaitu era agraria tradisional (8000SM-1700), era industralialisasi (1700-1970) dan era informasi dan komunikasi (1970- 2000). Secara umum perubahan sosial yang kini di alami manusia di sebut era modernisasi. a. Proses Perubahan Sosial Meliputi sebagai berikut : 1) Penyesuaian terhadap perubahan. 2) Saluran perubahan sosial 3) Disorganisasi Bentuk perubahan sosial dapat berupa : 1) Perubahan Evolusi dan Revolusi 2) Perubahan kecil atau terbatas dan menyeluruh atau besar-besaran. 3) Perubahan terencana atau di kehendaki dan yang tidak di kehendaki. Perubahan sosial terjadi karena beberapa faktor : 1) faktor yang bersumber dalam masyarakat 2) faktor yang berasal dari luar masyarakat.
  • 9. b. Modernisasi sebagai perubahan sosial Modernisasi di bidang politik adalah suatu perubahan sosial kekuasaan masyarakat. System politik suatu masyarakat ialah system sosial yang menjadi kerangka untuk menetapkan kebijakan kekuasaan dan untuk melaksanakannya.5.2 Pembangunan Politik a. Pengertian Pengertian pembangunan politik adalah proses perubahan dari tradisional kearah masyarakat modern serta dari statis ke masyarakat dinamis yang berhubungan dengan orientasi pembangunan. b. Model-model Pembangunan politik Hungtinton mengemukakan Lima model pembangunan berkaitan dengan partisipasi politik yaitu : 1) Model Liberal 2) Model Pembangunan Bourgeois 3) Model Pembangunan autokratik 4) Model teknokratik 5) Model pupulis. Sedangkan Almond dan Powell mengemukakan bahwa terdapat lima macam strategi pembangunan politik yang dia anut oleh Negara- negara berkembang yaitu sebagai berikut : 1) Strategi otoritarian teknokratik 2) Strategi otoritarian teknokratik egalitarian 3) Strategi otoritarian teknokratik mobilisasi 4) Strategi neotradisional 5) Strategi populis demokratis
  • 10. c. Pembangunan Politik Indonesia Pembangunan politik merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Model pembangunan apakah yang kita laksanakan? Tentu tidak begitu saja mengambil model yang telah di terapkan di berbagai Negara, termasuk Negara berkembang, karena kita memiliki masalah yang tidak sama dengan negara lain. Beberapa maslaah yang harus kita pertimbangkan dalam menerapkan model pembangunan politik di Indonesia antara lain sebagai berikut : 1) Masalah Militer dalam Politik 2) Masalah Partai Politik 3) Masalah Hubungan Suku Bangsa 4) Masalah Golongan Minoritas 5) Masalah Kota dan Desa dalam politik 6) Masalah Hubungan dengan luar negeri.
  • 11. BAB VI KEKUASAAN DAN WEWENANG6.1 Kekuasaan a. Pengertian kekuasaan merupakan unsur penting dalam kehidupan masyarakat karena peranan nya dapat menetukan nasib berjuta-juta orang. Adapun unsur pokok yang mendasari keberadaan kekuasaan ialah rasa takut, rasa cinta, kepercayaan, dan pemujaan atau sugesti. Keempat unsure ini senantiasa dimanfaatkan penguasa dalam menjalankan kekuasaannya. Saluran pelaksanaan kekuasaan dapat berupa sebagai berikut : 1) Saluran Militer 2) Saluran Ekonomi 3) Saluran Poltik 4) Saluran Tradisi 5) Saluran ideologi 6) Saluran lainnya.. Distribusi Kekuasaan Ilmuan politik biasanya menggambarkan distribusi kekuasaan dalam tiga model yaitu sebagai berikut : 1) Model elite yang memerintah, 2) Model Pluralis 3) Model Populis6.2 Wewenang Wewenang merupakan hak berkuasa yang ditetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksakan kebijakan yang di perlukan. Dalam hal
  • 12. ini wewenang ada tiga macam yaitu : Wewenang Kharismatis, Wewenang Tradisional, Wewenang Rasional / Legal.6.3 Negara dan Kedaulatan a. Negara Banyak yang memberikan defenisi tentang Negara namun syarat dan pengertian mencakup element sebagai berikut : Penduduk, Wilayah, Pemerintahan dan Kedaulatan. Sifat-sifat Negara : Sifat memaksa, Sifat monopoli dan Sifat Totalitas. Fungsi Negara : Fungsi pertahanan dan keamanan, Fungsi pengaturan dan ketertiban, Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran dan Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban b. Kedaulatan Kedaulatan adalah perwujudan eksistensi undang-undang dasar (konstitusi). Tempat kedudukan kedaulatan Negara sangat tergantung pada sistem pemerintahannya secara ideology. Dalam hal ini kita mengenal : Kedaulatan Negara, Kedaualatan Hukum dan Kedaulatan Rakyat.
  • 13. BAB VII SISTEM POLITIK Sistem politik memiliki ciri-ciri tertentu, antara lain : Ciri-ciri Identifikasi,Input dan Output, Diferensial dalam Suatu Sistem, Integrasi dalam Suatu Sistem.7.1 Input Politik Input : Tuntutan Tuntutan memerlukan perhatian khusus sebagai jenis input utama bagi sistem politik yanag akan memperngaruhi perilaku suatu sistem dalam berbagai cara. Tuntutan adalah salah satu sumber timbulnya perubahan dalam sistem politik, karena perubahan lingkungan akan menyebabkan timbulnya jenis input tuntutan yang baru. Input : Dukungan Dukungan kedalam sistem politik mengarah kepada tiga sasaran, yaitu : Komunitas, Rezim dan Pemerintah. Diantara ketiganya terdapat kesaatuan sikap, sehingga adanya salah satu jenis dukungan itu merupakan akibat dari adanya satu atau kedua jenis dukungan lain itu.7.2 Sistem dan Lingkungan Kesatuan dan keutuhan sistem politik di dukung oleh konsep, yaitu sistem, struktur, dan fungsi. Sistem politik merupakan organisasi melalui mana masyarakat merumuskan dan berusaha mencapai tujuan-tujuan bersama mereka. Untuk melakukan berbagai kegiatan, sistem politik mempunyai lembaga-lembaga atau struktur-struktur, seperti parlemen, birokrasi, bdana peradilan, dan partai politik yang menjalankan kegiatan-kegiatan atau fungsi- fungsi tertentu, yang selanjutnya sistem itu merumuskan dan melaksanakan kebijakannya.
  • 14. BAB VIII BUDAYA, PARTISIPASI DAN SOSIALISASI POLITIK8.1 BUDAYA POLITIK Budaya politik merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat dengan ciri-ciri yang lebih khas. Budaya politik meliputi masalah legitimasi, pengaturan kekuasaan, proses pembuatan kebijakan pemerintah, kegiatan partai politik perilaku aparat serta gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah.8.2 PARTISIPASI POLITIK Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik. Bentuk-Bentuk Partisipasi Politik bermacam-macam bentuk partisipasi politik yang terjadi diberbagai Negara dan berbagai waktu yaitu: kegiatan politik konvensional dan bentuk nonkonvensional.8.3 SOSIALISASI POLITIK Sosialisasi politik adalah proses pembentukan sikap dan orientasi politik pada anggota masyarakat. Proses ini berlangsung seumur hidup melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal.8.4 SOSIALISASI POLITIK DAN PERUBAHAN Sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan, nilai-nilai, dan sikap-sikap terhadap system politik masyarakatnya.
  • 15. BAB IX PARTAI POLITIK DAN PEMILU9.1 PARTAI POLITIK Partai politik adalah kelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin partainya dan berdasarkan kekuasaan itu akan memberikan kegunaan materiil dan idiil kepada anggotanya. Struktur partai politik Struktur partai politik berarti memusatkan perhatian kepada organisasi tersebut dan aparaturnya. System kepartaian System partai dinegara manapun dalam suatu jangka waktu tertentu memiliki persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan.9.2 PEMILIHAN UMUM Terdapat dua cara atau system pemilihan umum, yaitu sebagai berikut: a. Singlemember constituency b. Multimember constituency Pemilihan Umum Di Indonesia Pemilu adalah pemindahan hak dari setiap warga Negara kepada kelompok yang akan memerintah atas nama kekuasaan dari rakyat. Dalam hal pelaksanaan pemilu orde baru, pemerintahan orde baru menyatakan bahwa tujuan pemilu pada prakteknya adalah untuk mempertahankan rezim. Beberapa asas pemilihan umum, yaitu sebagai berikut: Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil
  • 16. BAB X DEMOKRASI DAN HAM10.1 DEMOKRASI Bentuk-bentuk Demokrasi Modern menurut Skalar terbagi atas lima jenis, yaitu sebagai berikut : a. Demokrasi Liberal b. Demokrasi Terpimpin c. Demokrasi Sosial d. Demokrasi Partisipasi e. Demokrasi Konstitusional Demokrasi Indonesia Sejak awal Indonesia menyatakan dirinya demokrasi yang dapat terlihat dalam konstitusi Negara, namun dalam perjalanan kenegaraan kita melihat perkembangan demokrasi sebagai berikut: a. Demokrasi Parlementer (1945-1959) b. Demokrasi Terpimpin (1959-1965) c. Demokrasi Pancasila (1965-1998)10.2 HAK ASASI MANUSIA (HAM) Hak Asasi manusia, baru disadari lalu di perjuangkan agar di akui dan di hormati semua orang sebagai falsafah individualisme. HAM adalah Hak Asasi Manusia yang diperoleh dan di bawanya bersama dengan kelahiran serta kehadirannya dalam kehidupan masyarakat, tanpa membedakan bangsa, ras, agama, dan jenis kelamin. Karena sifatnya yang asasi dan universal. Maka pengakuan HAM mengandung arti bahwa HAM harus di lindungi, baik terhadap tindakan
  • 17. para pemegang kekuasaan maupun terhadap tindakan perseorangan secaramelanggar atau mengurangi hak tersebut. Secara umum HAM dapat dibedakan menurut sifatnya sdebagaiberikut :1) Personal Rights2) Political Rights3) Property Right4) Social and Cultural Rights5) Right Of Legal Equality6) Procedural RightsHAM di Indonesia Istilah “Hak Asasi” memang tidak terdapat dalam UUD 1945tetapi substansi Hak Asasi itu cukup banyak terdapat dalam pembukaan,batang tubuh, maupun penjelasannya. Dalam ketetapan MPR No. XVII/MPR.1998 Tentang Hak AsasiManusia dengan sistematikanya sebagai berikut :1) Pandangan dan sikap Bangsa Indonesia terhadap Hak Asasi Manusia2) Piagam Hak Asasi Manusia Ham di Indonesia setelah reformasi atau diberhentikannyapemerintahan Soeharto MPR telah membuat pernyataan HAM Indonesiayang di tuangkan dalam Tap. MPR No. XVII/MPR.1988, kemudiansubstansinya telah dimasukkan dalam perubahan II UUD 1945.
  • 18. BAB XI IDEOLOGI POLITIKIDEOLOGI POLITIK Dalam ilmu-ilmu sosial dikenal ideology secara fungsional danstructural. Ideology secara fungsional bercirikan doktriner dan pragmatis.Beberapa ideology dunia sbb :a. Liberalismeb. Konservatifc. Sosialisme dan Komunismed. Fasisme System ideology di Indonesia merupakan pertumbuhan berbagailandasan kehidupan, mulai dari pedoman kehidupan bermasyarakat sampaikepada landasan kehidupan bernegara. System ideology merupakanpertemuan nilai-nilai, tradisi, agama, dengan pemikiran barat. Fungsi ideologi adalah sebagai Negara dan sumber dari segalasumber hukum, komitment bangsa dalam perjuangannya dan dasar cita-cita suatu perjuangan bangsa, serta pandangan hidup, bahkan jiwa dankepribadian bangsa.Ideologi dan Keterwakilan Politik Ideologi dan Keterwakilan Politik adalah peranan idelogi sebagaimata rantai yang menghubungkan pihak yang diwakili dengan pihak yangmewakili. Ada tiga pola hubungan ideologi dengan keterwakilan politik.Pertama, ideologi kompetitif yang terkombinasi dengan perwakilan politikatau dasar kepentingan. Kedua, ideologi semikompetitif denganperwakilan politik simbolik. Ketiga, kombinasi antara Ideologi yangnonkompetitif dengan perwakilan politik yang mengutamakan tingkahlaku pemimpin.