Your SlideShare is downloading. ×
0
 
 
<ul><li>Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan antara lain mereka yang sudah bekerja,...
<ul><li>Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun yang sementara tidak sedang beke...
<ul><li>Kegiatan ekonomi di masayarakat membutuhkan tenaga kerja. Kebutuhan akan tenaga kerja itu dapat juga disebut sebag...
<ul><li>Pasar Tenaga Kerja adalah keseluruhan aktivitas yang mempertemukan penawaran tenaga kerja dengan permintaan tenaga...
<ul><li>Pemerintah dalam rangka mewujudkan penghasilan yang layak bagi pekerja, perlu menetapkan upah minimum. Penetapan u...
<ul><li>Upah minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.  </li></ul><ul><li>Pen...
<ul><li>Sebuah peneltian menemukan bahwa di Indonesia kenaikan upah 10% justru mendorong pengangguran bertambah satu perse...
 
<ul><li>Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak melakukan kegiatan kerja atau sedang mencari pekerjaan atau bekerja ...
<ul><li>Seseorang bisa disebut sebagai pekerja penuh (full employed) apabila dia bekerja 39-48 jam perminggu. </li></ul><u...
<ul><li>Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang betul-betul tidak mempunyai pekerjaan meskipun mereka sedang mencari...
<ul><li>Jenis pengangguran menurut penyebabnya : </li></ul><ul><li>Pengangguran struktural disebabkan oleh ketidakcocokan ...
<ul><li>Pengangguran siklikal berkaitan dengan naik turunnya aktivitas atau keadaan perekonomian suatu negara. </li></ul><...
<ul><li>Kerugian-kerugian yang disebabkan oleh pengangguran : </li></ul><ul><li>Produktivitas, artinya tenaga kerja akan m...
<ul><li>Penerimaan negara, artinya semakin banyak jumlah pengangguran, maka semakin menurun pula pendapatan negara dari pa...
<ul><li>Biaya sosial, artinya pengangguran mengakibatkan masyarakat harus menanggung sejumlah biaya sosial antara lain ada...
<ul><li>Cara mengatasi pengangguran : </li></ul><ul><li>Meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan modal </li></ul><ul><li>Pe...
 
<ul><li>Pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai proses peningkatan dalam kapasitas suatu bangsa dalam jangka panjang unt...
<ul><li>Pembangunan ekonomi merupakan proses multidimensional yang menyebabkan terjadinya perubahan menuju perbaikan dalam...
<ul><li>Sesuai definisi pembangunan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembangunan ekonomi terkandung unsur-unsur ...
<ul><li>Faktor-faktor penentu penentu pertumbuhan dan pembanguna ekonomi: </li></ul><ul><li>Sumber Daya Manusia </li></ul>...
<ul><li>Tujuan pembanguna ekonomi di Indonesia: </li></ul><ul><li>Memulihkan dan memantapkan keamanan dan stabilitas polit...
<ul><li>Melaksanakan prinsip-prinsip penyelenggaraan negara dan pemerintah yang baik, bersih, dan berwibawa. </li></ul><ul...
<ul><li>Melaksanakan kebijakan fiskal dan moneter secara terpadu </li></ul><ul><li>Mempercepat retrukturisasi perbankan </...
 
<ul><li>Permasalahan pembangunan ekonomi dalam negara berkembang seperti Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius. </l...
<ul><li>Kemiskinan adalah manifestasi dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat. Besar nilai pengeluaran untu...
<ul><li>Keterbelakangan. Indonesia masih termasuk negara yang sedang membangun, khususnya bila ditinjau dari segi kemajuan...
<ul><li>Lapangan kerja. Penciptan dan perluasan lapangan kerja terus diupayakan terutama melalui peingkatan dan pemerataan...
<ul><li>Pemerataan pembangunan. Pembangunan daerah dan pembangunan pedesaan perlu lebih digiatkan agar pembangunan seluruh...
<ul><li>Dampak Pembangunan Ekonomi </li></ul><ul><li>Dampak Positif </li></ul><ul><li>Meningkatkan taraf hidup masyarakat ...
<ul><li>Meningkatkan sikap kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial </li></ul><ul><li>Membantu masyarakat untuk hidup lebih m...
<ul><li>Dampk Negatif </li></ul><ul><li>Perubahan fisik lingkungan hidup </li></ul><ul><li>Perubahan mata pencaharian </li...
<ul><li>Program Pembangunan Nasional (Propernas) adalah rencana pembangunan yang berskala nasional serta merupakan kosensu...
<ul><li>Sejalan dengan propernas, masing-masing departemen dan pemerintah daerah juga menyusun rencana strategi (Renstra) ...
<ul><li>Secara garis besar, ada lima agenda kebijakan Propernas sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Membangun sistem polit...
<ul><li>Mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat landasan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan </li></ul><ul><li>...
 
<ul><li>Istilah APBN yang digunakan di Indonesia secara formal mengacu pada anggaran pendapatan dan belanja pemerintah pus...
<ul><li>Penerimaan negara terdiri dari peneriman dalam negeri dan hibah. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari masin...
<ul><li>Penerimaan dalam negeri. </li></ul><ul><li>Penerimaan APBN diperoleh dari berbagai sumber. Secara umum penerimaan ...
<ul><li>Hibah </li></ul><ul><li>Penerimaan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan swasta dalam n...
<ul><li>Pengeluaran negara adalah semua pengeluaran negara untuk membiayai tugas-tugas umum pemerintah dan pembangunan. </...
<ul><li>Belanja pemerintah pusat, meliputi belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, pembayaran bunga utang, subsidi...
<ul><li>Belanja daerah adalah semua pengeluaran negara untuk membiayai dana perimbangan, serta dana otonomi khusus dan dan...
 
<ul><li>Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah </li></ul><ul><li>Pada masa orde baru, hubungan keuangan antara pusat dan d...
<ul><li>Dari pengertian dekonsentrasi, desentralisasi, dan tugas pembantuan terdapat satu kata kunci yaitu “penyerahan/pel...
<ul><li>Pada masa orde baru, daerah-daerah dengan kemampuan finansial yang kuat dapat melaksanakan wewenang itu dengan bai...
<ul><li>Setelah era reformasi bergulir, UU no. 32 Tahun 1956 dirasakan sudah tidak sesuai dengan perubahan keadaan yang me...
<ul><li>Tujuan dari prinsip desentralisasi adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Mengurangi kesenjangan fiskal antara...
<ul><li>Meningkatkan kapasitas daerah didalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah </li></ul><ul><li>Meningkatkan efisi...
<ul><li>Penyusunan anggaran dilatarbelakangi oleh suatu kebijakan tertentu. Selain itu, sasaran APBN tidak lepas dari sasa...
<ul><li>Sebagai upaya dalam mewujudkan kesinambungan fiskal maka langkah strategis yang akan dijalankan pemerintah adalah ...
<ul><li>Penurunan defisit APBN dimaksudkan agar tambahan beban pembiayaan yang terutama berasal dari utang dapat dikurangi...
 
<ul><li>Pasar uang adalah pasar atau tempat dimana kegiatan permintaan dan penawaran dana-dana berupa surat-surat berharga...
<ul><li>Dana-dana tersebut antara lain berasal dari : </li></ul><ul><li>Kelebihan uang kas dari BUMN </li></ul><ul><li>Kel...
<ul><li>Surat-surat berharga sebagaimana diperjualbelikan di Indonesia antara lain : </li></ul><ul><li>SBI (Sertifikat Ban...
<ul><li>Call Money </li></ul><ul><li>Repurchase Agreement (repo) </li></ul><ul><li>Banker’s Acceptance </li></ul>
<ul><li>Fungsi pasar uang adalah sebagai sarana alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan keuangan d...
<ul><li>Lembaga-lembaga keuangan sebagai mana terlibat dalam pasar uang tersebut antara lain terdiri dari bank-bank, lemba...
<ul><li>Melalui pasar uang, dana-dana berlebih pada suatu bank atau perusahaan dapat menjadi produktif sehingga tidak terj...
<ul><li>Sebagai suatu sistem, pasar uang memiliki kelebihan dan kelemahan. Salah satu kelebihan tersebut adalah pasar uang...
<ul><li>Sementara itu, bagi pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menggunakan pasar uang untuk memprouktifkan dananya. ...
 
<ul><li>Pasar modal sering kali diartikan sama dengan pasar uang. Padahal kedua pasar tersebut berbeda. Pada pasar modal y...
<ul><li>Pada pasar modal, pihak yang menawarkan dana jangka panjang antara lain surat bukti utang jangka panjang, surat ta...
<ul><li>Para pelaku dan penunjang pasar modal : </li></ul><ul><li>Perusahaan efek </li></ul><ul><li>Reksa Dana </li></ul>
<ul><li>Lembaga-lembaga penunjang pasar modal adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Biro Administrasi Efek (BAE) </li...
<ul><li>Manfaat pasar modal </li></ul><ul><li>Secara umum peranan pasar modal mencakup dua hal, pertama sebagai tempat ber...
<ul><li>Lebih jauh, peningkatan volume transaksi dan jumlah perusahaan yang aktif di lantai bursa mengindikasikan 3 hal se...
<ul><li>Pasar modal juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Salah satu kelebihan utama pasar modal adalah sebagai sumber p...
<ul><li>Selain itu pasar modal juga dapat dijadikan sebagai indikator perkembangan ekonomi sebuah negara serta sarana peny...
<ul><li>Meskipun demikian kesulitan akan muncul bagi pihak-pihak yang tidak mengetahui mekanisme pasar modal. Selain itu p...
 
<ul><li>Perdagangan internasional memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dunia. Melalui perdagangan in...
<ul><li>Perdagangan internasional juga memungkinkan rakyat negara tersebut memperoleh barang konsumsi yang tidak ada di ne...
<ul><li>Faktor pendorong perdaganan internasional: </li></ul><ul><li>Keanekaragaman kondisi produksi </li></ul><ul><li>Pen...
<ul><li>Kebijakan perdagangan internasional pada setiap negara mungkin berbeda. Sejumlah negara mungkin memilih menjalanka...
<ul><li>Kebijakan perdagangan bebas dianjurkan oleh aliran fisiokratis dan aliran liberal dengan memanfaatkan prinsip keun...
<ul><li>Beberapa alasan timbulnya perdagangan bebas: </li></ul><ul><li>Perdangangan bebas cenderung memacu persaingan </li...
<ul><li>Kebijakan proteksi perdagangan muncul sebagai koreksi terhadap kebijakan perdagangan bebas. Perdagangan bebas dian...
<ul><li>Kebijakan proteksi perdagangan juga didasarkan pada beberapa alasan : </li></ul><ul><li>Untuk melindungi industri ...
<ul><li>Hampir semua negara menggunakan alat-alat kebijakan proteksi oleh karena beberapa alasan sebagaimana telah disebut...
<ul><li>Pertemuan 10 </li></ul><ul><li>(Pembayaran Internasional) </li></ul>
<ul><li>Devisa dan fungsi devisa </li></ul><ul><li>Devisa adalah kekayaan uatu negara dalam bentuk mata uang asing yang be...
 
<ul><li>Devisa kredit diperoleh dari luar negeri berupa pinjaman, hibah, dan bantuan dari luar negeri dan harus dikembalik...
<ul><li>Secara umum fungsi dan tujuan penggunaan devisa adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Untuk menghitung kemamp...
<ul><li>Sumber pembiayaan untuk mendorong pembangunan ekonomi </li></ul><ul><li>Untuk mendukung tercapainya stabilitas mon...
<ul><li>Sumber devisa suatu negara antara lain terdiri dari : </li></ul><ul><li>Transaksi barang </li></ul><ul><li>Transak...
<ul><li>Pembayaran dalam pelaksanaan transaksi perdagangan luar negeri dapat diatur dengan sejumlah cara sebagai berikut :...
<ul><li>Open account, Merupakan kebalikan dari pembayaran cash. Melalui open account, barang yang telah dikirim kepada imp...
<ul><li>Letter Of Credit, artinya pada transaksi ini penjual dan pembeli lebih suka membayar transaksi perdagangan dengan ...
<ul><li>Commercial bills of exchange, artinya cara pembayaran ini paling umum dipakai. Ini adalah surat yang ditulis oleh ...
 
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Materi pelajaran ekonomi

9,912

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
9,912
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
69
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Materi pelajaran ekonomi"

  1. 3. <ul><li>Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan, dan mereka yang mengurus rumah tangga. </li></ul><ul><li>Usia kerja adalah tingkatan umur seseorang yang diharapkan dapat bekerja dan memperoleh pendapatan. </li></ul>
  2. 4. <ul><li>Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena sesuatu sebab. </li></ul><ul><li>Bukan angkatan kerja adalah mereka yangsedang bersekolah, mengurus rumah tangga tanpa mendapat upah, lanjut usia, cacat jasmani, dan sebagainya. </li></ul>
  3. 5. <ul><li>Kegiatan ekonomi di masayarakat membutuhkan tenaga kerja. Kebutuhan akan tenaga kerja itu dapat juga disebut sebagai kesempatan kerja. </li></ul><ul><li>Semakin meningkat pembangunan, semakin besar pula kesempatan kerja yang tersedia. Hal ini berarti semakin besar pula permintaan akan tenaga kerja. </li></ul>
  4. 6. <ul><li>Pasar Tenaga Kerja adalah keseluruhan aktivitas yang mempertemukan penawaran tenaga kerja dengan permintaan tenaga kerja. </li></ul><ul><li>Penawaran tenaga kerja datang dari sektor rumah tangga, sementara permintaan tenaga kerja datang dari perusahaan atauunit-unit usaha dan kantor-kantor pemerintah. </li></ul>
  5. 7. <ul><li>Pemerintah dalam rangka mewujudkan penghasilan yang layak bagi pekerja, perlu menetapkan upah minimum. Penetapan upah minimum itu antara lain dilakukan dengan mempertimbangkan peningkatan kesejahteraan pekerja tanpa mengabaikan peningkatan produktivitas dan kemajuan perusahaan serta perkembangan perekonomian pada umumnya. </li></ul>
  6. 8. <ul><li>Upah minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap. </li></ul><ul><li>Penetapan upah buruh di Indonesia dilaksanakan setiap tahun. </li></ul>
  7. 9. <ul><li>Sebuah peneltian menemukan bahwa di Indonesia kenaikan upah 10% justru mendorong pengangguran bertambah satu persen. </li></ul>
  8. 11. <ul><li>Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak melakukan kegiatan kerja atau sedang mencari pekerjaan atau bekerja secara tidak optimal. </li></ul><ul><li>Pengangguran tidak hanya disebabkan oleh kurangnya lowongan pekerjaan, tetapi juga disebabkan oleh kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja. </li></ul>
  9. 12. <ul><li>Seseorang bisa disebut sebagai pekerja penuh (full employed) apabila dia bekerja 39-48 jam perminggu. </li></ul><ul><li>Pengangguran jika dilihat dari tolak ukur berdasarkan lama waktu kerja maka dikelompokkan menjadi 3 kelompok sebagai berikut : </li></ul>
  10. 13. <ul><li>Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang betul-betul tidak mempunyai pekerjaan meskipun mereka sedang mencari pekerjaan. </li></ul><ul><li>Setengah menganggur adalah apabila tenaga kerja bekerja secara tidak optimum karena ketiadaan lapangan kerja atau pekerjaan. </li></ul><ul><li>Pengangguran terselubung adalah apabila tenaga kerja tidak bekerja secara optimum karena tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya. </li></ul>
  11. 14. <ul><li>Jenis pengangguran menurut penyebabnya : </li></ul><ul><li>Pengangguran struktural disebabkan oleh ketidakcocokan antara keterampilan tenaga kerja yang dibutuhkan dan keterampilan tenaga kerja yang tersedia. </li></ul>
  12. 15. <ul><li>Pengangguran siklikal berkaitan dengan naik turunnya aktivitas atau keadaan perekonomian suatu negara. </li></ul><ul><li>Pengangguran musiman disebabkan oleh perubahan permintaan terhadap tenaga kerja yang sifatnya berkala. </li></ul><ul><li>Pengangguran friksional disebabkan oleh pergantian pekerjaan atau pergesaran tenaga kerja </li></ul>
  13. 16. <ul><li>Kerugian-kerugian yang disebabkan oleh pengangguran : </li></ul><ul><li>Produktivitas, artinya tenaga kerja akan menurun produktivitasnya jika tidak dimanfaatkan </li></ul><ul><li>- Standar kehidupan, artinya jika menganggur maka pendapatannya anjlok dan standar kehidupannya menurun </li></ul>
  14. 17. <ul><li>Penerimaan negara, artinya semakin banyak jumlah pengangguran, maka semakin menurun pula pendapatan negara dari pajak penghasilan. </li></ul><ul><li>Aktivitas ekonomi keseluruhan, artinya pengangguran akan menurunkan daya beli masyarakat, sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi berkurang. </li></ul>
  15. 18. <ul><li>Biaya sosial, artinya pengangguran mengakibatkan masyarakat harus menanggung sejumlah biaya sosial antara lain ada kaitan erat antara peningkatan pengangguran dan kejahatan. </li></ul>
  16. 19. <ul><li>Cara mengatasi pengangguran : </li></ul><ul><li>Meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan modal </li></ul><ul><li>Pengelolaan permintaan masyarakat </li></ul><ul><li>Menyediakan informasi tentang kebutuhan tenaga kerja </li></ul><ul><li>Pertumbuhan ekonomi </li></ul><ul><li>Program pendidikan dan pelatihan tenaga kerja </li></ul>
  17. 21. <ul><li>Pertumbuhan ekonomi didefinisikan sebagai proses peningkatan dalam kapasitas suatu bangsa dalam jangka panjang untuk memproduksi aneka barang dan jasa bagi rakyatnya. </li></ul>
  18. 22. <ul><li>Pembangunan ekonomi merupakan proses multidimensional yang menyebabkan terjadinya perubahan menuju perbaikan dalam struktur sosial, sikap mental, dan lembaga. </li></ul>
  19. 23. <ul><li>Sesuai definisi pembangunan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembangunan ekonomi terkandung unsur-unsur sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Proses terus menerus </li></ul><ul><li>Membawa kemajuan dan perbaikan </li></ul><ul><li>Terarah </li></ul>
  20. 24. <ul><li>Faktor-faktor penentu penentu pertumbuhan dan pembanguna ekonomi: </li></ul><ul><li>Sumber Daya Manusia </li></ul><ul><li>Sumber Daya Alam </li></ul><ul><li>Pembentukan Modal </li></ul><ul><li>TeknologiSistem sosial dan Sikap masyarakat </li></ul>
  21. 25. <ul><li>Tujuan pembanguna ekonomi di Indonesia: </li></ul><ul><li>Memulihkan dan memantapkan keamanan dan stabilitas politik </li></ul><ul><li>Meningkatkan kepastian hukum </li></ul>
  22. 26. <ul><li>Melaksanakan prinsip-prinsip penyelenggaraan negara dan pemerintah yang baik, bersih, dan berwibawa. </li></ul><ul><li>Mengamankan proses desentralisasi </li></ul>
  23. 27. <ul><li>Melaksanakan kebijakan fiskal dan moneter secara terpadu </li></ul><ul><li>Mempercepat retrukturisasi perbankan </li></ul><ul><li>Mempercepat retrukturisasi utang </li></ul><ul><li>Mempercepat relokasi sumber daya pembangunan </li></ul>
  24. 29. <ul><li>Permasalahan pembangunan ekonomi dalam negara berkembang seperti Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius. </li></ul>
  25. 30. <ul><li>Kemiskinan adalah manifestasi dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat. Besar nilai pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum makanan dan non makanan tersebut disebut garis kemiskinan. Penduduk yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum dikategorikan sebagai penduduk miskin. </li></ul>
  26. 31. <ul><li>Keterbelakangan. Indonesia masih termasuk negara yang sedang membangun, khususnya bila ditinjau dari segi kemajuan teknologi, kemajuan ekonomi, kemajuan dan pelayanan kesehatan, tingkt pemeliharaan barang-barang umum, disiplin, dan penghargaan terhadap waktu. </li></ul>
  27. 32. <ul><li>Lapangan kerja. Penciptan dan perluasan lapangan kerja terus diupayakan terutama melalui peingkatan dan pemerataan pembangunan industri, pertanian, dan jasa yang mampu menyerap banyak tenaga kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat. </li></ul>
  28. 33. <ul><li>Pemerataan pembangunan. Pembangunan daerah dan pembangunan pedesaan perlu lebih digiatkan agar pembangunan seluruh wilayah Indonesia semakin merata dengan lebih diarahkan pada perluasan kesempatan kerja, pembinaan pengembangan lingkungan pemukiman pedesaan dan perkotaan serta peningkatan kemampuan penduduk untuk memanfaatkan sumber daya alam. </li></ul>
  29. 34. <ul><li>Dampak Pembangunan Ekonomi </li></ul><ul><li>Dampak Positif </li></ul><ul><li>Meningkatkan taraf hidup masyarakat </li></ul><ul><li>Meningkatkan persediaan barang dan jasa </li></ul><ul><li>Meningkatkan semangat dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman </li></ul>
  30. 35. <ul><li>Meningkatkan sikap kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial </li></ul><ul><li>Membantu masyarakat untuk hidup lebih mudah </li></ul>
  31. 36. <ul><li>Dampk Negatif </li></ul><ul><li>Perubahan fisik lingkungan hidup </li></ul><ul><li>Perubahan mata pencaharian </li></ul><ul><li>Perubahan lingkungan hidup sosial </li></ul><ul><li>Perubahan lingkungan alam akibat pencemaran </li></ul>
  32. 37. <ul><li>Program Pembangunan Nasional (Propernas) adalah rencana pembangunan yang berskala nasional serta merupakan kosensus serta komitmen bersama seluruh masyarakat mengenai pembangunan nasional yang akan dilaksanakan selama kurun waktu lima tahun. </li></ul>
  33. 38. <ul><li>Sejalan dengan propernas, masing-masing departemen dan pemerintah daerah juga menyusun rencana strategi (Renstra) dan Program Pembangunan Daerah (Properda). </li></ul>
  34. 39. <ul><li>Secara garis besar, ada lima agenda kebijakan Propernas sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Membangun sistem politik yang demokratis serta mempertahankan persatuan dan kesatuan </li></ul><ul><li>Mewujudkan supermasi hukum dan pemerintah yang bersih </li></ul>
  35. 40. <ul><li>Mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat landasan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan </li></ul><ul><li>Membangun kesejahteraan rakyat dan ketahanan budaya </li></ul><ul><li>Meningkatkan pembangunan daerah </li></ul>
  36. 42. <ul><li>Istilah APBN yang digunakan di Indonesia secara formal mengacu pada anggaran pendapatan dan belanja pemerintah pusat, tidak termasuk anggaran pendapatan dan belanja pemerintah daerah dan BUMN. </li></ul>
  37. 43. <ul><li>Penerimaan negara terdiri dari peneriman dalam negeri dan hibah. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut dari masing-masing penerimaan tersebut. </li></ul>
  38. 44. <ul><li>Penerimaan dalam negeri. </li></ul><ul><li>Penerimaan APBN diperoleh dari berbagai sumber. Secara umum penerimaan negara dapat dibedakan menjadi dua sumber, yaitu penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak. </li></ul>
  39. 45. <ul><li>Hibah </li></ul><ul><li>Penerimaan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan swasta dalam negeri dan sumbangan lembaga swasta dan pemerintah luar negeri. </li></ul>
  40. 46. <ul><li>Pengeluaran negara adalah semua pengeluaran negara untuk membiayai tugas-tugas umum pemerintah dan pembangunan. </li></ul>
  41. 47. <ul><li>Belanja pemerintah pusat, meliputi belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, pembayaran bunga utang, subsidi, belanja hibah, bantuan sosial, dan belanja lain-lain. </li></ul>
  42. 48. <ul><li>Belanja daerah adalah semua pengeluaran negara untuk membiayai dana perimbangan, serta dana otonomi khusus dan dana penyeseuaian sebagaimana dimaksud dalam UU no. 34 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah pusat dan daerah. </li></ul>
  43. 50. <ul><li>Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah </li></ul><ul><li>Pada masa orde baru, hubungan keuangan antara pusat dan daerah didasari oleh asas otonomi daerah (dekonsentrasi, desentralisasi, dan tugas pembantuan) sebagaimana diatur oleh UU no. 32 tahun 1956. </li></ul>
  44. 51. <ul><li>Dari pengertian dekonsentrasi, desentralisasi, dan tugas pembantuan terdapat satu kata kunci yaitu “penyerahan/pelimpahan wewenang”. </li></ul>
  45. 52. <ul><li>Pada masa orde baru, daerah-daerah dengan kemampuan finansial yang kuat dapat melaksanakan wewenang itu dengan baik, sehingga pembangunan didaerah itu dapat berjalan dengan lancar. </li></ul>
  46. 53. <ul><li>Setelah era reformasi bergulir, UU no. 32 Tahun 1956 dirasakan sudah tidak sesuai dengan perubahan keadaan yang mendorong otonomi daerah saat itu terutama karena banyak penyimpangan dalam pelaksanaan UU ini. </li></ul>
  47. 54. <ul><li>Tujuan dari prinsip desentralisasi adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah </li></ul><ul><li>Memperkeil kesenjangan pelayanan publik antar daerah </li></ul><ul><li>Mendukung kesinambungan fiskal dalam kebijakan ekonomi makro </li></ul>
  48. 55. <ul><li>Meningkatkan kapasitas daerah didalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah </li></ul><ul><li>Meningkatkan efisiensi Sumber Daya Nasional </li></ul>
  49. 56. <ul><li>Penyusunan anggaran dilatarbelakangi oleh suatu kebijakan tertentu. Selain itu, sasaran APBN tidak lepas dari sasaran kebijakan keuangan pemerintah yang pada gilirannya harus menunjang sasaran perubahan dan pertumbuhan ekonomi sebagaimana direncanakan dalam pembangunan, kestabilan moneter, perluasan kesempatan kerja, pelayanan umum, dll </li></ul>
  50. 57. <ul><li>Sebagai upaya dalam mewujudkan kesinambungan fiskal maka langkah strategis yang akan dijalankan pemerintah adalah menurunkan defisit APBN secara bertahap menuju kondisi seimbang atau surplus dan melakukan manajemen pembiayaan anggaran yang optimal, efisien, dan efektif. </li></ul>
  51. 58. <ul><li>Penurunan defisit APBN dimaksudkan agar tambahan beban pembiayaan yang terutama berasal dari utang dapat dikurangi sehingga secara bertahap rasio utang pemerintah terhadap PDB menjadi semakin berkurang. </li></ul>
  52. 60. <ul><li>Pasar uang adalah pasar atau tempat dimana kegiatan permintaan dan penawaran dana-dana berupa surat-surat berharga dengan jangk waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun bertemu. </li></ul>
  53. 61. <ul><li>Dana-dana tersebut antara lain berasal dari : </li></ul><ul><li>Kelebihan uang kas dari BUMN </li></ul><ul><li>Kelebihan uang kas dari bank-bank </li></ul><ul><li>Kelebihan uang kas dari perusahaan yang belum digunakan </li></ul>
  54. 62. <ul><li>Surat-surat berharga sebagaimana diperjualbelikan di Indonesia antara lain : </li></ul><ul><li>SBI (Sertifikat Bank Indonesia) </li></ul><ul><li>SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) </li></ul><ul><li>Sertifikat Deposito </li></ul><ul><li>Commercial Paper </li></ul>
  55. 63. <ul><li>Call Money </li></ul><ul><li>Repurchase Agreement (repo) </li></ul><ul><li>Banker’s Acceptance </li></ul>
  56. 64. <ul><li>Fungsi pasar uang adalah sebagai sarana alternatif bagi lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan keuangan dan peserta lainnya dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendek maupun menempatkan dana lebih. </li></ul>
  57. 65. <ul><li>Lembaga-lembaga keuangan sebagai mana terlibat dalam pasar uang tersebut antara lain terdiri dari bank-bank, lembaga dana pensiun, dan perusahan asuransi. </li></ul>
  58. 66. <ul><li>Melalui pasar uang, dana-dana berlebih pada suatu bank atau perusahaan dapat menjadi produktif sehingga tidak terjadi uang menganggur (idle money). </li></ul>
  59. 67. <ul><li>Sebagai suatu sistem, pasar uang memiliki kelebihan dan kelemahan. Salah satu kelebihan tersebut adalah pasar uang sebagai alternatif pembiayaan, dapat memberikan dana tunai dengan segera bagi pihak yang membutuhkan dana atau uang tunai sesegera mungkin. </li></ul>
  60. 68. <ul><li>Sementara itu, bagi pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menggunakan pasar uang untuk memprouktifkan dananya. Meskipun demikian bagi perusahaan yang sudah parah kondisinya akan kesulitan untuk mengembalikan pinjaman dana dipasar uang ini. </li></ul>
  61. 70. <ul><li>Pasar modal sering kali diartikan sama dengan pasar uang. Padahal kedua pasar tersebut berbeda. Pada pasar modal yang diperjualbelikan adalah dana-dana jangka panjang, antara lain saham, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya. </li></ul>
  62. 71. <ul><li>Pada pasar modal, pihak yang menawarkan dana jangka panjang antara lain surat bukti utang jangka panjang, surat tanda penyertaan modal, bertemu dengan pihak yang memerlukan dan jangka panjang. </li></ul>
  63. 72. <ul><li>Para pelaku dan penunjang pasar modal : </li></ul><ul><li>Perusahaan efek </li></ul><ul><li>Reksa Dana </li></ul>
  64. 73. <ul><li>Lembaga-lembaga penunjang pasar modal adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Biro Administrasi Efek (BAE) </li></ul><ul><li>Kustodian </li></ul><ul><li>Wali Amanat </li></ul><ul><li>Pemeringkat Efek </li></ul>
  65. 74. <ul><li>Manfaat pasar modal </li></ul><ul><li>Secara umum peranan pasar modal mencakup dua hal, pertama sebagai tempat bertemu untuk memperoleh informasi tentang keadaan pasar efek. Kedua sebagai tempat dan alat untuk mengetahui situasi pinjaman jangka panjang. </li></ul>
  66. 75. <ul><li>Lebih jauh, peningkatan volume transaksi dan jumlah perusahaan yang aktif di lantai bursa mengindikasikan 3 hal sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Perekonomian nasional semakin membaik </li></ul><ul><li>Peningkatan daya beli masyarakat </li></ul><ul><li>Laju pertumbuhan ekonomi akan meningkat </li></ul>
  67. 76. <ul><li>Pasar modal juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Salah satu kelebihan utama pasar modal adalah sebagai sumber pendanaan usaha jangka panjang. Sementara itu bagi pemilik modal atau investor, pasar modal menyediakan investasi yang beragam. </li></ul>
  68. 77. <ul><li>Selain itu pasar modal juga dapat dijadikan sebagai indikator perkembangan ekonomi sebuah negara serta sarana penyaluran kepemilikan perusahaan untuk mendorong iklim usaha yang sehat. </li></ul>
  69. 78. <ul><li>Meskipun demikian kesulitan akan muncul bagi pihak-pihak yang tidak mengetahui mekanisme pasar modal. Selain itu pengaruh ketidakstabilan kurs pada fluktuasi harga saham, serta spekulasi oleh investor seringkali terjadi dan kadang merugikan. </li></ul>
  70. 80. <ul><li>Perdagangan internasional memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dunia. Melalui perdagangan internasional, setiap negara tidak perlu memproduksi semua kebutuhannya, tetapi cukup memproduksi barang yang paling efisien dibanding negara lain. </li></ul>
  71. 81. <ul><li>Perdagangan internasional juga memungkinkan rakyat negara tersebut memperoleh barang konsumsi yang tidak ada di negara mereka. </li></ul>
  72. 82. <ul><li>Faktor pendorong perdaganan internasional: </li></ul><ul><li>Keanekaragaman kondisi produksi </li></ul><ul><li>Penghematan biaya produksi </li></ul><ul><li>Perbedaan selera </li></ul>
  73. 83. <ul><li>Kebijakan perdagangan internasional pada setiap negara mungkin berbeda. Sejumlah negara mungkin memilih menjalankan kebijakan perdagangan bebas, tetapi ada pula yang memilih menjalankan kebijakan perdagangan proteksi, dan ada pula yang memilih gabungan keduanya. </li></ul>
  74. 84. <ul><li>Kebijakan perdagangan bebas dianjurkan oleh aliran fisiokratis dan aliran liberal dengan memanfaatkan prinsip keunggulan mutlak dan keunggulan komparatif dalam membangun argumennya. </li></ul>
  75. 85. <ul><li>Beberapa alasan timbulnya perdagangan bebas: </li></ul><ul><li>Perdangangan bebas cenderung memacu persaingan </li></ul><ul><li>Mendorong peningkatan efisensi, perbaikan mutu produk, dan perbaikan kemajuan teknologi </li></ul><ul><li>Merangsang pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan </li></ul><ul><li>Lebih mudah menarik modal asing </li></ul><ul><li>Memungkinkan konsumen menghadapi ruang lingkup pilihan yang lebih luas </li></ul>
  76. 86. <ul><li>Kebijakan proteksi perdagangan muncul sebagai koreksi terhadap kebijakan perdagangan bebas. Perdagangan bebas dianggap hanya menguntungkan negara-negara maju dan tidak memberikan manfaat bagi negara-negara berkembang. </li></ul>
  77. 87. <ul><li>Kebijakan proteksi perdagangan juga didasarkan pada beberapa alasan : </li></ul><ul><li>Untuk melindungi industri dalam negeri yang baru tumbuh </li></ul><ul><li>Menciptakan lapangan kerja </li></ul><ul><li>Sumber penerimaan negara </li></ul>
  78. 88. <ul><li>Hampir semua negara menggunakan alat-alat kebijakan proteksi oleh karena beberapa alasan sebagaimana telah disebutkan diatas. </li></ul><ul><li>Beberapa alat kebijakan proteksi perdagangan itu antara lain bea masuk, kuota, subsidi, dan larangan impor </li></ul>
  79. 89. <ul><li>Pertemuan 10 </li></ul><ul><li>(Pembayaran Internasional) </li></ul>
  80. 90. <ul><li>Devisa dan fungsi devisa </li></ul><ul><li>Devisa adalah kekayaan uatu negara dalam bentuk mata uang asing yang berguna sebagai alat pembayaran internasional. </li></ul><ul><li>Devisa dapat terdiri dari uang kertas asing, wesel, cek, dsb. </li></ul>
  81. 92. <ul><li>Devisa kredit diperoleh dari luar negeri berupa pinjaman, hibah, dan bantuan dari luar negeri dan harus dikembalikan pada waktu yabng telah ditetapkan. </li></ul>
  82. 93. <ul><li>Secara umum fungsi dan tujuan penggunaan devisa adalah sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Untuk menghitung kemampuan membayar pembayaran internasional </li></ul><ul><li>Untuk mengetahui kondisi moneter pada saat itu </li></ul><ul><li>Untuk menstabilkan nilai mata uang rupiah </li></ul>
  83. 94. <ul><li>Sumber pembiayaan untuk mendorong pembangunan ekonomi </li></ul><ul><li>Untuk mendukung tercapainya stabilitas moneter </li></ul><ul><li>Untuk membayar utang luar negeri, begitu cadangandevisa tersedia, utang luar negeri dapat dibayar sesuai dengan jatuh tempo. </li></ul>
  84. 95. <ul><li>Sumber devisa suatu negara antara lain terdiri dari : </li></ul><ul><li>Transaksi barang </li></ul><ul><li>Transaksi jasa </li></ul><ul><li>Transfer penghasilan </li></ul><ul><li>Transasksi modal / keuangan </li></ul>
  85. 96. <ul><li>Pembayaran dalam pelaksanaan transaksi perdagangan luar negeri dapat diatur dengan sejumlah cara sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Cash Payment, pembayaran tunai yang biasa dilakukan oleh eksportir yang belum mengenal importir atau kurang percaya dengan bonafiditas importir </li></ul>
  86. 97. <ul><li>Open account, Merupakan kebalikan dari pembayaran cash. Melalui open account, barang yang telah dikirim kepada importir tanpa disertai surat perintah membayar serta dokumen-dokumen. </li></ul>
  87. 98. <ul><li>Letter Of Credit, artinya pada transaksi ini penjual dan pembeli lebih suka membayar transaksi perdagangan dengan menggunakan Letter of Credit (LC) </li></ul>
  88. 99. <ul><li>Commercial bills of exchange, artinya cara pembayaran ini paling umum dipakai. Ini adalah surat yang ditulis oleh penjual yang berisi perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu di nmasa datang. </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×