• Save
Week 6 teori belajar-humanistik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Week 6 teori belajar-humanistik

on

  • 2,444 views

Week 6 teori belajar-humanistik

Week 6 teori belajar-humanistik

Statistics

Views

Total Views
2,444
Views on SlideShare
2,442
Embed Views
2

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

2 Embeds 2

http://widyalaya.info 1
http://www.widyalaya.info 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Week 6 teori belajar-humanistik Week 6 teori belajar-humanistik Presentation Transcript

  • Pertemuan 6 Teori Belajar dan Pembelajaran Teori Belajar Humanistik Betty Zelda, Dr. M.M.
    • Jurusan Fisika
    • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • Humanistik
    • Abraham Maslow
    • Mazhab ketiga dalam perkembangan psikologi ini, lahir sebagai reaksi atas teori-teori Behaviorisme (kental dengan sifat behavioristik, asosianistik dan eksperimental) dan Psikoanalisis ( depth psychology dengan sifat klinis-pesimistik).
    • Suatu telaah terhadap sisi-sisi yang lebih bermanfaat, bermakna dan dapat diterapkan bagi kemanusiaan, yang kemudian menjadi titik tolak bagi pengembangannya.
    10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id | Kebutuhan Fisiologis bersifat homeostatis (usaha menjaga keseimbangan unsur-unsur fisik)  Makan, Minum, Kebutuhan akan Rasa Aman keamanan, stabilitas, proteksi, struktur hukum, keteraturan, batas, kebebasan dari takut dan cemas. Belongingness and love needs Keinginan untuk dimiliki dan dicintai mencintai
    • Harga Diri
    • Menghargai diri sendiri
    • 2. Dihargai oleh orang lain
    Aktualisasi Diri
  • Humanistik
    • Teori belajar humanistik  bahwa teori belajar apapun dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk memanusiakan manusia yaitu mencapai aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang yang belajar secara optimal . Hal ini menjadikan teori belajar humanistik bersifat sangat elektif.
    • Banyak tokoh penganut aliran humansitik, diantaranya adalah
    •  Kolb yang terkenal dengan “belajar empat tahap”,
    •  Honey dan Mumford dengan “pembagian tentang macam-macam siswa”,
    •  Habermas dengan “tiga macam tipe belajar”
    •  Bloom dan Krathwohl yang terkenal dengan “taksonomi bloom.”
    10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • (Loo, 2004, Journal of Educational Psychology , vol. 24, No. 1, Feb 2004, hal 101) 10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id | Eksperimen aktif (melakukan) Pengalaman konkrit (merasakan) Refleksi pengamatan (Melihat) Konseptualisasi abstrak (Berpikir) Dimensi Pemahaman Dimensi Proses Akomodator/ aktivis Diverger/ reflektor Assimilator / theoritis Converger / pragmatis
  • Teori Maslow
    • pentingnya kesadaran akan perbedaan individu, dengan memperhatikan aspek-aspek kemanusiaan. Menggali dan menemukan sisi-sisi kemanusiaan, pada taraf tertentu akan sampai pada penemuan diri.
    • Proses belajar yang ada pada diri manusia adalah proses untuk sampai pada aktualisasi diri ( learning how to be ) .
    • Belajar adalah mengerti dan memahami siapa diri kita, bagaimana menjadi diri sendiri, apa potensi yang kita miliki, gaya apa yang anda miliki, apa langkah-langkah yang anda ambil, apa yang dirasakan, nilai-nilai apa yang kita miliki dan yakini, kearah mana perkembangan kita akan menuju.
    • Belajar di satu sisi adalah memahami bagaimana anda berbeda dengan yang lain ( individual differences ), dan di sisi lain adalah memahami bagaimana anda menjadi manusia sama seperti manusia yang lain (persamaan dalam specieshood or humanness ).
    10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • Teori Belajar Humanistik
    • Menurut Habermas, belajar baru akan terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan alam maupun lingkungan sosial, sebab antara keduanya tidak dapat dipisahkan.
    • Menurutnya ada 3 tipe belajar :
    • Belajar Teknis ( technical learning )  bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar. Pengetahuan dan keterampilan apa yang dibutuhkan dan perlu dipelajari agar mereka dapat menguasai dan mengelola lingkungan sekitarnya dengan baik.
    10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • Cont’d………..
    • Belajar Praktis (practical learning )  bagaimana seseorang dapat berinterkasi dengan lingkungan sosialnya, yaitu dengan orang-orang disekelilingnya dengan baik.
    •  Kegiatan belajar lebih mengutamakan terjadinya interaksi yang harmonis antara sesama manusia. Pemahaman dan keterampilan seseorang dalam mengelola lingkungan alamnya tidak dapat dipisahkan dengan kepentingan manusia pada umumnya. Interaksi yang benar antara individu dengan lingkungan alamnya hanya akan tampak dari kaitan atau relevansinya dengan kepentingan manusia.
    10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Belajar Emansipatoris ( emancipatory learning )  menekankan upaya agar seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan terjadinya perubahan atau transformasi budaya dalam lingkungan sosialnya.
    • Dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang benar untuk mendukung terjadinya transformasi kultural tersebut. Pemahaman dan kesadaran terhadap transformasi kultural inilah yang oleh Habermas dianggap sebagai tahap belajar yang paling tinggi, sebab transformasi kultural adalah tujuan pendidikan yang paling tinggi.
    10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • TERIMA KASIH 10/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |