Termodinamika (13) d skala_temperatur_termodinamika

1,058
-1

Published on

unj fmipa-fisika

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,058
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Termodinamika (13) d skala_temperatur_termodinamika

  1. 1. Pertemuan 13 SKALA TEMPERATUR TERMODINAMIKA Dr. I Made Astra, M.Si Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  2. 2. Materi dan Sifatnya <ul><li>Sifat Termal zat </li></ul><ul><li>Panas </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  3. 3. Sifat Termal Zat <ul><li>Temperatur </li></ul><ul><li>Tepermatur (suhu) biasanya dikaitkan dengan tanggapan indera kita. Warna yang dipancarkan pada benda akan berubah ketika temperaturnya berubah. </li></ul><ul><li>Alat untuk mengukur temperatur adalah termometer, banyak jenis termometer cara kerjanya sama. Hubungan antara skala-skala temperatur tersebut dapat dituliskan sebagai : </li></ul><ul><li>T (⁰C) = [T(⁰F) – 32] </li></ul><ul><li>T (⁰F) = T(⁰C) + 32) </li></ul><ul><li>T (K) = T (⁰C) +273 </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  4. 4. <ul><li>b. Hukum Termodinamika </li></ul><ul><li>Temperatur merupakan sifat sistem yang menentukan apakah sistem akan benda dalam kesetimbangan termal dengan sistem lain.menurut definisi, ketika dua sistem berada dalam kesetimbangan termal, temperatur dua sistem itu adalah sama. Jadi hukum ke-nol termodinamika diperlukan dalam definisi temperatur. </li></ul><ul><li>c. Pemuaian Zat </li></ul><ul><li> Sebagian besar zat akan memuai jika dipanaskan dan </li></ul><ul><li>meyusut jika didinginkan, tergantung pada jenis </li></ul><ul><li>zatnya.perubahan temperatur. Jika panjang batang logam </li></ul><ul><li>mula-mula adalah L◦, perubahan panjang batang L◦ </li></ul><ul><li>setelah temperaturnya berubah sebesar Δ T adalah </li></ul><ul><li>Δ L = L◦ Δ T </li></ul><ul><li> dengan adalah koefisien muai panjang. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  5. 5. PANAS <ul><li>Panas dan Energi Internal </li></ul><ul><li>Panas Jenis da Kalorimeter </li></ul><ul><li>Perubahan Wujud Zat </li></ul><ul><li>Perpindahan Panas </li></ul><ul><li>Penerapan Konsep Perpindahan Panas </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  6. 6. Panas dan Energi Internal <ul><li>Panas mengalir secara spontan dari benda dengan temperatur tinggi ke yang rendah, panas berhubungan dengan kerja dan energi. Panas mengacu pada perpindahan energi, bilamana panas mengalir dari benda panas ke benda dingin, panas ini adalah energi yang dipindahkan dari suatu benda, karena perbedaan temperatur. Dalam SI panas dinyatakan dala joule. Panas dapat dinyatakan sebagai </li></ul><ul><li>U = NkT atau U = nRT </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  7. 7. Panas Jenis dan Kalorimeter <ul><li>Panas jenis c suatu zat adalh energi panas yang diperlukan untuk mengubah temperatur satu satuan massa zat sebesar 1⁰ panas Q yang diperlukan dilepaskan oleh zat bermassa m agar temperaturnya berubah sebesar ∆t adalah </li></ul><ul><li>Q = m C∆t </li></ul><ul><li>Dalam suatu sistem terisolasi berlaku hukum kekebalan energi, sehingga panas yang dilepaskan oleh suatu bagian sistem sama dengan panas yang diterima oleh bagian lainnya. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  8. 8. Parubahan Wujud Zat <ul><li>Panas peleburan adalah panas yang diperlukan untuk mengubah 1kg zat dari keadaan padat menjadi cair pada titik leburnya. Panas penguapan adalah panas yang diperlukan untuk mengubah 1kg zat dari keadaan cair menjadi uap (atau gas) pada titik didihnya. Panas yang diperlukan (dilepaskan) dalam perubahan wujud zat kadang-kadang disebut panas laten L. Panas Q yang diperlukan (dilepaskan) oleh zat bermassa m dalam perubahan wujud itu dapat dinyatakan sebagai </li></ul><ul><li>Q = mL </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  9. 9. Perpindahan Panas <ul><li>Konduksi </li></ul><ul><li>Konveksi </li></ul><ul><li>Radiasi </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  10. 10. Konduksi <ul><ul><li>Konduksi panas hanya terjadi terdapat perbedaan temperatur, konduksi merupakan akibat dari perilaku kenetik zat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Laju aliran panas secara konduksi melalui suatu lempeng bahan tergantung pada empat besaran: </li></ul></ul><ul><ul><li>a. Perbedaan temperatur antara permukaan lempeng </li></ul></ul><ul><ul><li>b. Ketebalan lempeng </li></ul></ul><ul><ul><li>c. Luas penampang batang </li></ul></ul><ul><ul><li>d. Konduktivitas termal bahan </li></ul></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  11. 11. Konveksi <ul><li>Konveksi adalah proses dimana panas dipindahkan oleh gerak massa molekul-molekul dari suatu tempat ke tempat lain, melibatkan gerak molekul pada uarak yang besar. </li></ul><ul><li>Contoh : memanaskan air dalam bejana </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  12. 12. Radiasi <ul><li>Proses perpidahan panas dari matahari ke bumi bentuk perpindahan panas radiasi. Suatu benda pada temperatur yang sama dengan lingkungannya harus menyep dan memancarkan radiasi dengan laju yang sama, suatu benda lebih panas daripada lingkungannya maka benda tersebut lebih banyak memancarkan radiasi daripada menyerap. Penyerapan sepurna disebut benda hitam (blackbody) </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  13. 13. Penerapan Konsep Perpindahan Panas <ul><li>Termos </li></ul><ul><li>Efek Rumah Kaca </li></ul><ul><li>Termograf </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  14. 14. Termos <ul><li>Digunakan untuk menyimpan air panas, mengurangi kehilangan panas melalui konduksi, konveksi, radiasi. Konduksi dan konveksi dicegah melewati diding termos. Gabus dan plastik merupakan tutup sebagai penghantar yang buruk. Radiasi inframerah lebih sukar dicegah. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  15. 15. Efek Rumah Kaca <ul><li>Rumah kaca digunakan untuk membantu tanaman tertentu agar dapat tumbuh lebih baik dengan memberi temperatur udara yang hangat. Matahari memancar radiasi inframerah ke rumah kaca, tanaman terus menyerap radiasi tersebut sehingga mebuatnya lebih hangat. Radiasi terperangkap dalam rumah kaca dan temperatur bertambah. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  16. 16. Termograf <ul><li>Termograf adalah piranti yang mengukur jumlah radiasi inframerah yang dipancarkan oleh setiap bagian kecil setiap manusia. Termogram dapat membantu diagnose penyakit seperti kanker payudarah dan thyroid. </li></ul><ul><li>Menghitung prosentase perbedaan radiasi dari kulit pada 34⁰C dan 35⁰C. Emisivitas kulit adalah sama untuk dua temperatur itu. Temperatur absolutnya : </li></ul><ul><li>T₁ = 34⁰C + 273 = 307 K dan T₂ = 35⁰C + 273 = 308 K </li></ul><ul><li>Karena R₁ sebanding dengan T₁⁴ dan R₂ sebanding dengan T₂⁴ maka </li></ul><ul><li> = = =0,013=13% </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  17. 17. <ul><li>Terima kasih </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |

×