Pertemuan 13 - 16 RADIASI DIPOL Umiatin, M.Si Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
<ul><li>Radiasi dipol : </li></ul><ul><li>dipol listrik, dipol magnetik, resistansi radiasi </li></ul><ul><li>prinsip kerj...
Antenna – Bagaimana Cara Kerjanya ?  <ul><li>Antenna dapat didefinisikan sebagai konduktor elektrik atau suatu sistem kond...
Secara Umum, Terdapat 2-‘types’ Dari Antennae:  <ul><li>1.  Directional :  </li></ul><ul><li>Antena jenis ini merupakan je...
Antenna Yagi <ul><li>Sangat cocok untuk jarak pendek. </li></ul><ul><li>Pola pancaran antenna yagi jelas terlihat terarah ...
Parabolic <ul><li>Digunakan untuk jarak menengah dan jauh. </li></ul>02/02/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.u...
Sectoral <ul><li>Pada dasarnya adalah antenna directional, dapat dikonfigurasi dengan arah 45 0  hingga 180 0 </li></ul>02...
Antenna Omni <ul><li>Dipakai untuk area cakupan yang luas. </li></ul>02/02/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.u...
Model-model propagasi antena <ul><li>Sinyal yang diradiasikan oleh antenna menjalar melaui satu dari beberapa model :  </l...
Gelombang bumi <ul><li>Kurang lebih menjalar mengikuti kontur bumi. </li></ul><ul><li>Frekuensi yang digunakan maksimal 2M...
Gelombang langit / sky wave <ul><li>Penggunaan model propagasi ini adalah seperti siaran radio international seperti BBC, ...
Line of sight (1) <ul><li>Menggunakan frekuensi diatas 30 Mhz. </li></ul><ul><li>Antena pemancar dan penerima harus berada...
Line of sight (2) <ul><li>Dalam komunikasi dengan menggunakan model propagasi LOS (Light-of-Sight), memiliki beberapa hamb...
Line of sight (3) <ul><li>1~Atenuasi </li></ul><ul><li>Merupakan penurunan kekuatan suatu sinyal seiring dengan jarak yang...
Line of sight (4) <ul><li>3~noise / derau </li></ul><ul><li>Pada transmisi wireless, sinyal yang diterima adalah terdiri d...
Line of sight (5) <ul><li>4~penyerapan asmoferik </li></ul><ul><li>Uap air dan oksigen merupakan faktor penyumbang atenuas...
Line of sight (6) <ul><li>5~multipath </li></ul><ul><li>Dalam kasus penerimaan sinyal pada jaringan wireless, bisa jadi si...
Line of sight (7)  <ul><li>6~refraksi </li></ul><ul><li>Gelombang radio direfraksikan (dibengkokan) ketika gelombang terse...
TERIMA KASIH 02/02/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.unj.ac.id  |
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Teori Medan Elektromagnet (13 - 16) c_radiasi_dipol_antena

1,124 views
1,054 views

Published on

unj fmipa-fisika

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,124
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teori Medan Elektromagnet (13 - 16) c_radiasi_dipol_antena

  1. 1. Pertemuan 13 - 16 RADIASI DIPOL Umiatin, M.Si Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  2. 2. <ul><li>Radiasi dipol : </li></ul><ul><li>dipol listrik, dipol magnetik, resistansi radiasi </li></ul><ul><li>prinsip kerja bebarapa antena </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  3. 3. Antenna – Bagaimana Cara Kerjanya ? <ul><li>Antenna dapat didefinisikan sebagai konduktor elektrik atau suatu sistem konduktor elektrik yang digunakan baik untk meradiasikan energi elektromagnetik atau untuk mengumpulkan energi elektromagnetik. </li></ul><ul><li>Untuk transmisi suatu sinyal, energi listrik frekuensi radio dari pemancar diubah menjadi energi elektromagnetik oleh antena dan diradiasikan ke lingkungan sekeliling. </li></ul><ul><li>Untuk penerimaan sinyal, energi elektromagnetik yang manjalari antena diubah menjadi energi elektik frekuensi radio dan dimasukan ke penerima. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  4. 4. Secara Umum, Terdapat 2-‘types’ Dari Antennae: <ul><li>1. Directional : </li></ul><ul><li>Antena jenis ini merupakan jenis antena dengan narrow beamwidth, yaitu punya sudut pemancaran yang kecil dengan daya lebih terarah, jaraknya jauh dan tidak bisa menjangkau area yang luas, contohnya : antena Yagi, Sektoral dan antena Parabolik. </li></ul><ul><li>Omni-Directional : </li></ul><ul><li>Antenna ini memiliki sudut pancaran yang besar (wide beamwidth), dengan daya lebih meluas, jarak yang lebih pendek, tetapi dapat melayani daerah yang luas. </li></ul><ul><li>Omni antenna tidak dianjurkan pemakaianya, karena cakupan yang begitu luas, sehingga dikhawatirkan dapat mengumpulkan sinyal yang lain yang menyebabkan interferensi. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  5. 5. Antenna Yagi <ul><li>Sangat cocok untuk jarak pendek. </li></ul><ul><li>Pola pancaran antenna yagi jelas terlihat terarah dengan sudut tertentu yang memiliki gain tinggi dan pancaran lebih kuat pada bagian depan antenna, sedangkan pada bagian belakang tidak terdapat pancaran sinyal. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  6. 6. Parabolic <ul><li>Digunakan untuk jarak menengah dan jauh. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  7. 7. Sectoral <ul><li>Pada dasarnya adalah antenna directional, dapat dikonfigurasi dengan arah 45 0 hingga 180 0 </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  8. 8. Antenna Omni <ul><li>Dipakai untuk area cakupan yang luas. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  9. 9. Model-model propagasi antena <ul><li>Sinyal yang diradiasikan oleh antenna menjalar melaui satu dari beberapa model : </li></ul><ul><ul><li>Gelombang bumi / ground wave </li></ul></ul><ul><ul><li>Gelombang langit / sky wave </li></ul></ul><ul><ul><li>Line of Sight </li></ul></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  10. 10. Gelombang bumi <ul><li>Kurang lebih menjalar mengikuti kontur bumi. </li></ul><ul><li>Frekuensi yang digunakan maksimal 2Mhz. </li></ul><ul><li>Contoh penggunaan adalah untuk radio AM. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  11. 11. Gelombang langit / sky wave <ul><li>Penggunaan model propagasi ini adalah seperti siaran radio international seperti BBC, dan Voices of America (VoA). </li></ul><ul><li>Sinyal dari antena bumi dipantulkan dari lapisan terionisasi ionosfer kemudian dipantulkan kembali ke bumi. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  12. 12. Line of sight (1) <ul><li>Menggunakan frekuensi diatas 30 Mhz. </li></ul><ul><li>Antena pemancar dan penerima harus berada pada garis pandang efektif antara satu dengan yang lainya. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  13. 13. Line of sight (2) <ul><li>Dalam komunikasi dengan menggunakan model propagasi LOS (Light-of-Sight), memiliki beberapa hambatan, yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Atenuasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Free-space-loss </li></ul></ul><ul><ul><li>Noise (derau) </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyerapan atmosferik </li></ul></ul><ul><ul><li>Multipath </li></ul></ul><ul><ul><li>Refraksi </li></ul></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  14. 14. Line of sight (3) <ul><li>1~Atenuasi </li></ul><ul><li>Merupakan penurunan kekuatan suatu sinyal seiring dengan jarak yang dilalui. </li></ul><ul><li>Sehingga dalam pelaksanaanya diperlukan amplifier untuk menguatkan sinyal tersebut. </li></ul><ul><li>2~free-space-loss </li></ul><ul><li>Untuk model komunikasi wireless, sinyal akan ditransmisikan secara tersebar. </li></ul><ul><li>Penyebaran ini juga mempengaruhi kekuatan sinyal yang diterima oleh antena penerima, meskipun tidak terdapat penghalang apapun. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  15. 15. Line of sight (4) <ul><li>3~noise / derau </li></ul><ul><li>Pada transmisi wireless, sinyal yang diterima adalah terdiri dari sinyal yang dipancarkan, yang diubah oleh berbagai distorsi selama transmisi, ditambah dengan sinyal2x yang tidak diharapkan antara pemancar dan penerima. </li></ul><ul><li>Sinyal2x yang tidak diharapkan inilah yang disebut sebagai NOISE. </li></ul><ul><li>NOISE dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis : </li></ul><ul><ul><li>Termal Noise (noise panas). </li></ul></ul><ul><ul><li>Noise Intermodulasi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Crosstalk. </li></ul></ul><ul><ul><li>Impuls Noise. </li></ul></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  16. 16. Line of sight (5) <ul><li>4~penyerapan asmoferik </li></ul><ul><li>Uap air dan oksigen merupakan faktor penyumbang atenuasi. </li></ul><ul><li>Atanuasi puncak terjadi di sekitar 22 GHz akibat uap air, pada frekuensi di sekitar 15GHz, atuasi lebih kecil. </li></ul><ul><li>Keberadaan oksigen menghasilkan penyerapan puncak di sekitar 60 GHz, tetapi kurang berpengaruh dibawah 30 GHz. </li></ul><ul><li>Hujan dan kabut menyebabkan penyebaran gelombang-gelombang radio yang menghasilkan atenuasi. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  17. 17. Line of sight (6) <ul><li>5~multipath </li></ul><ul><li>Dalam kasus penerimaan sinyal pada jaringan wireless, bisa jadi sinyal yang diterima tersebut merupakan sinyal pantulan. </li></ul><ul><li>Sinyal pantulan ini dipantulkan oleh sesuatu yang pada dasarnya adalah rintangan. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  18. 18. Line of sight (7) <ul><li>6~refraksi </li></ul><ul><li>Gelombang radio direfraksikan (dibengkokan) ketika gelombang tersebut berpropagasi melalui atmosfer. </li></ul><ul><li>Refraksi disebabkan oleh kecepatan sinyal sesuai dengan ketinggian atau perubahan lain dalam keadaan atmosfer. </li></ul><ul><li>Normalnya, kecepatan sinyal bertambah di ketinggian dan terbengkokan di atmosfer rendah. </li></ul>02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  19. 19. TERIMA KASIH 02/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |

×