• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pengembangan Kurikulum - 5 - 8A
 

Pengembangan Kurikulum - 5 - 8A

on

  • 4,066 views

UNJ FMIPA

UNJ FMIPA

Statistics

Views

Total Views
4,066
Views on SlideShare
4,066
Embed Views
0

Actions

Likes
7
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pengembangan Kurikulum - 5 - 8A Pengembangan Kurikulum - 5 - 8A Presentation Transcript

    • Pengembangan Kurikulum Pertemuan 5-8 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Supriyadi, Dr. M.Pd
      • Jurusan Fisika
      • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Outline
      • FUNGSI DAN TUJUAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
      • PENGEMBANGAN KTSP
      • STRUKTUR KURIKULUM SD/MI
      • STRUKTUR KURIKULUM SMP/MTs
      • STRUKTUR KURIKULUM SMA/MA
      • STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (17 Bab, 97 Pasal)
      • Standar Nasional Pendidikan (Pasal 35)
      • Kurikulum (Pasal 36,37)
      • Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pasal 42,43)
      • Evaluasi, Akreditasi, dan Sertifikasi (Pasal 59, 60, 61)
      Undang-undang No. 20/2003 tentang Sisdiknas ( Pasal 35, 36, 37, 42, 43, 59, 60, dan 61 ) 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Standar Nasional Pendidikan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia Dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • FUNGSI DAN TUJUAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
      • Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
      • Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
      • Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id | Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
    • Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
      • Merupakan standar nasional pendidikan tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang berkaitan dengan sikap,pengetahuan, dan keterampilan
      • Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • KOMPETENSI adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
      • STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan dasar bertujuan untuk meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
      • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
      • Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN
      • Kualifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika dan jasmani, olahraga dan kesehatan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • KOMPETENSI MATA PELAJARAN
      • Kompetensi mata pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk mata pelajaran tertentu.
      • STANDAR KOMPETENSI (SK)
      • Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap,pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester; Standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • KOMPETENSI DASAR (KD)
      • Sejumlah kemampuan yang harus dikuasai pesert a a didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi
      • INDIKATOR KOMPETENSI
      • Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau di observasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • BAGAN KOMPETENSI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STANDAR KOMPETENSI KLP MATA PELAJARAN STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
      • Mencakup ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria ttg
        • Kompetensi tamatan
        • Kompetensi mata pelajaran
        • Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
        • B eban belajar
        • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
        • Kalender Pendidikan/Akademik
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
      • Standar isi sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • KERANGKA DASAR KURIKULUM adalah rambu-rambu yang ditetapkan berdasarkan PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan KTSP dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan.
      • KEDALAMAN MUATAN KURIKLUM pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
      • Kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
      • Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
      • Berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan
      • Proses pembelajaran interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
      • Persyaratan minimal tentang:
      • Sarana :
      • perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, BHP
      • Prasarana:
      • R.kelas, R.pimpinan satuan pendidikan, R.pendidik, R.tata usaha, R.perpustakaan, R.laboratorium, R.bengkel kerja, R.unit produksi, R.kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
      • Persyaratan minimal tentang:
      • Biaya Investasi meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap
      • Biaya Personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan
      • Biaya Operasi meliputi
        • gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji,
        • bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan
        • biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan
      • Standar pengelolaan oleh satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintah:
        • DIKDASMEN : menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas
        • DIKTI : menerapkan otonomi perguruan tinggi yang dalam batas-batas yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku memberikan kebebasan dan mendorong kemandirian
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • Standar Nasional Pendidikan Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Proses Standar Sarana dan Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan Standar Penilaian Pendidikan Standar Penilaian Pendidikan merupakan standar nasional penilaian pendidikan tentang mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • ALUR PENILAIAN Keputusan Penilaian 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id | Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Soal Tes HB Komponen Perilaku Yang Diamati Keputusan Penilaian
    • PENGEMBANGAN KTSP
      • Sesuai Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 :
        • Ayat (1), Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
        • Ayat (2), Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Pasal 36 ayat (3), Kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan:
        • peningkatan iman dan taqwa
        • peningkatan akhlak mulia
        • peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik
        • keragaman potensi daerah dan lingkungan
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
        • tuntutan pembangunan daerah dan nasional
        • tuntutan dunia kerja
        • perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
        • agama
        • dinamika perkembangan global
        • persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Pasal 37 ayat (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat:
        • Pendidikan agama
        • Pendidikan kewarganegaraan
        • Bahasa
        • Matematika
        • IPA
        • IPS
        • Seni dan budaya
        • Pendidikan jasmani dan olahraga
        • Keterampilan/kejuruan, dan
        • Muatan lokal
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • STRUKTUR KURIKULUM SD/MI
      • Struktur kurikulum SD/MI meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai dengan Kelas VI.
      • Struktur Kurikulum SD/MI disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.
      • Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Pembelajaran Kelas I s.d Kelas III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan Kelas IV s.d Kelas VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
      • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
      • Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
      • Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Kurikulum SD/MI memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri:
      • I II III IV-VI
      • Mata Pelajaran
        • Pendidikan Agama 3
        • Pendidikan Kewarganegaraan 2
        • Bahasa Indonesia 5
        • Matematika 5
        • IPA 4
        • IPS 3
        • Seni Budaya dan Keterampilan 4
        • Pendidikan Jasmani,Olahraga,
        • dan Kesehatan 4
      • Muatan Lokal 2
      • Pengembangan Diri 2*)
      • Jumlah 26 27 28 32
      • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • STRUKTUR KURIKULUM SMP/MTs
      • Struktur kurikulum SMP/MTs meliputi substansi pembelajaran yg ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX.
      • Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
      • Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS Terpadu”
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan .
      • Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
      • Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri:
      • Mata Pelajaran
        • Pendidikan Agama 2
        • Pendidikan Kewarganegaraan 2
        • Bahasa Indonesia 4
        • Bahasa Inggris 4
        • Matematika 4
        • IPA 4
        • IPS 4
        • Seni Budaya 2
        • Pendidikan Jasmani,Olahraga,
        • dan Kesehatan 2
        • Keterampilan/TIK 2
      • Muatan Lokal 2
      • Pengembangan Diri 2*)
      • Jumlah 32
      • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • STRUKTUR KURIKULUM SMA/MA
      • Struktur kurikulum SMA/MA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas X sampai dengan Kelas XII.
      • Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
      • Pengorganisasian kelas-kelas di bagi ke dalam dua kelompok, yaitu Kelas X merupakan program umum yg diikuti seluruh peserta didik, kleas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas empat program, yaitu Program IPA,IPS,Bahasa, dan Keagamaan,khusus untuk MA.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagai tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
      • Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit.
      • Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Kurikulum SMA/MA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri:
      • Mata Pelajaran
        • Pendidikan Agama 2
        • Pendidikan Kewarganegaraan 2
        • Bahasa Indonesia 4
        • Bahasa Inggris 4
        • Matematika 4
        • Fisika 2
        • Biologi 2
        • Kimia 2
        • Sejarah 1
        • Geografi 1
        • Ekonomi 2
        • Sosiologi 2
        • Seni Budaya 2
        • Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan 2
        • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
        • Keterampilan/Bahasa Asing 2
      • Muatan Lokal 2
      • Pengembangan Diri 2*)
      • Jumlah 38
      • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII Program IPA,Program IPS,Program Bahasa, dan Program Keagamaan terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri .
      • PROGRAM IPA
      • Mata Pelajaran
        • Pendidikan Agama 2
        • Pendidikan Kewarganegaraan 2
        • Bahasa Indonesia 4
        • Bahasa Inggris 4
        • Matematika 4
        • Fisika 4
        • Kimia 4
        • Biologi 4
        • Sejarah 1
        • Seni Budaya 2
        • Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan 2
        • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
        • Keterampilan/Bahasa Asing 2
      • Muatan Lokal 2
      • Pengembangan Diri 2 *)
      • Jumlah 39
      • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • PROGRAM IPS
      • Mata pelajaran
        • Pendidikan Agama 2
        • Pendidikan Kewarganegaraan 2
        • Bahasa Indonesia 4
        • Bahasa Inggris 4
        • Matematika 4
        • Sejarah 3
        • Geografi 3
        • Ekonomi 4
        • Sosiologi 3
        • Seni Budaya 2
        • Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan 2
        • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
        • Keterampilan/Bahasa Asing 2
      • Muatan Lokal 2
      • Pengembangan Diri 2*)
      • Jumlah 39
      • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • PROGRAM BAHASA
      • Mata pelajaran
        • Pendidikan Agama 2
        • Pendidikan Kewarganegaraan 2
        • Bahasa Indonesia 5
        • Bahasa Inggris 5
        • Matematika 3
        • Sastra Indonesia 4
        • Bahasa Asing 4
        • Antropologi 2
        • Sejarah 2
        • Seni Budaya 2
        • Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan 2
        • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
        • Keterampilan 2
      • Muatan Lokal 2
      • Pengembangan Diri 2*)
      • Jumlah 39
      • 2*) Ekuivalen 2jam pembelajaran
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • PROGRAM KEAGAMAAN
      • Mata pelajaran
        • Pendidikan Agama 2
        • Pendidikan Kewarganegaraan 2
        • Bahasa Indonesia 4
        • Bahasa Inggris 4
        • Matematika 4
        • Tafsir dan Ilmu Tafsir 3
        • Ilmu Hadits 3
        • Ushul Fiqih 3
        • Tasawuf/Ilmu Kalam 3
        • Seni Budaya 2
        • Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan 2
        • Teknologi Informatika dan Komunikasi 2
        • Keterampilan 2
      • Muatan Lokal 2
      • Pengembangan Diri 2*)
      • Jumlah 38
      • 2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • STRUKTUR KURIKULUM PENDIDIKAN KEJURUAN
      • Struktur kurikulum pendidikan kejuruan dalam hal ini SMK dan MAK berisi mata pelajaran wajib, mata pelajaran kejuruan,muatan lokal, dan pengembangan diri
      • Mata pelajaran wajib terdiri atas Pendidikan Agama, PKn, Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Seni dan Budaya,Pendidikan Jasmani dan Olahraga, dan Keterampilan/Kejuruan. Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya dalam spektrum manusia kerja.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Mata pelajaran Kejuruan terdiri atas beberapa mata pelajaran yang bertujuan untuk menunjang pembentukan kompetensi kejuruan dan pengembangan kemampuan menyesuaikan diri dalam bidang keahliannya.
      • Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yg disesuaikan dng ciri khas,potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, yg materinya tdk dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yg ada.
      • Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan sesuai dng program keahlian yg diselenggarakan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Pengembangan diri, (sama spt sekolah umum) terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.
      • Struktur kurikulum SMK/MAK,meliputi substansi pembelajaran yg ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun atau dapat diperpanjang hingga empat tahun mulai kelas X sampai kelas XII atau kelas XIII.
      • Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK
      • A. Mata Pelajaran
        • Pendidikan Agama 192
        • Pendidikan Kewarganegaraan 192
        • Bahasa Indonesia 192
        • Bahasa Inggris 440 a)
        • Matematika
          • Kelompok Sosial,Administrasi Perkantoran dan Akuntasi 403 a)
          • Kelompok Seni,Pariwisata,dan Teknologi Kerumahtangaan 330 a)
          • Kelompok Teknologi,Kesehatan,dan Pertanian 516 a)
        • Ilmu Pengetahuan Alam
          • IPA 192 a)
          • Fisika
            • Kelompok Pertanian 192 a)
            • Kelompok Teknologi 276 a)
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
          • c. Kimia
            • Kelompok Pertanian 192 a)
            • Kelompok Teknologi dan Kesehatan 192 a)
          • d. Biologi
            • Kelompok Pertanian 192 a)
            • Kelompok Kesehatan 192 a)
      • Ilmu Pengetahuan Sosial 128 a)
      • Seni Budaya 128 a)
      • Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan 192
      • Kejuruan
          • Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 202
          • Kewirausahaan 192
          • Dasar Kompetensi Kejuruan b) 140
          • Kompetensi Kejuruan b) 1044 c)
      • B. Muatan Lokal 192
      • C. Pengembangan Diri d) (192)
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Keterangan Notasi
      • Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yg digunakan oleh setiap program keahlian. Program keahlian yg memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yg sama, di luar jumlah jam yg dicantumkan.
      • Terdiri dari berbagai mata pelajaran yg ditentukan sesuai dng kebutuhan setiap program keahlian
      • Jumlah jam Kompetensi kejuruan pada dasarnya sesuai dng kebutuhan standar kompetensi kerja yg berlaku di dunia kerja tetapi tidak boleh kurang dari 1044
      • Ekuivalen 2 jam pembelajaran.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • GRAND KURIKULUM STANDAR KOMPETENSI SKL SK-KMP SK-MP KD STANDAR ISI KERANGKA DASAR STRUKTUR KUR BEBAN BELAJAR KALENDER PEND KUROP – SATUAN PENDIDIKAN PANDUAN 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • PENGEMBANGAN SKL, STANDAR ISI PADA SATUAN PENDIDIKAN
      • Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan:
        • UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 36 sampai Pasal 38;
        • PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP Pasal 5 sampai Pasal 18, dan Pasal 25 sampai Pasal 27;
        • Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah;
        • Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana diatur dalam Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
      • Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memperhatikan panduan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun BSNP.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Satuan pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yg disusun oleh BSNP.
      • Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau Komite Madrasah.
      • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mulai tahun ajaran 2006/2007.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai menerapkan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan dasar dan menengah paling lambat tahun ajaran 2009/2010.
      • Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 tahun 2006 untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004, melaksanakan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006 secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun dengan tahapan:
        • Untuk SD,MI,SDLB:
          • Tahun I : kelas 1 dan 4
          • Tahun II : kelas 1,2,4 dan 5
          • Tahun III : kelas 1,2,3,4,5,dan 6
        • Untuk SMP,MTs,SMA,MA,SMK,MAK,SMPLB, dan SMALB:
          • Tahun I : kelas 1
          • Tahun II : kelas 2
          • Tahun III : kelas 3
      • Penyimpangan thd ketentuan Permendiknas tsb dapat dilakukan setelah mendapat ijin Mendiknas
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Gubernur dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk satuan pendidikan menengah dan satuan pendidikan khusus, disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di provinsi masing-masing.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Nomor 23 tentang dan SKL untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk satuan pendidikan dasar,disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Menteri Agama dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 tentang Standar isi dan Nomor 23 tentang SKL untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk satuan pendidikan MI,MTs,MA,dan MAK, disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan satuan pendidikan yang bersangkutan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
      • Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
      • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
      • KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Dalam penyusunan KTSP menggunakan Panduan KTSP yang disusun oleh BSNP.
      • Tujuan panduan KTSP untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MA dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP
      • Berpusat pada potensi,perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
      • Beragam dan terpadu
      • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi dan seni.
      • Relevan dengan kebutuhan kehidupan
      • Menyeluruh dan berkesinambungan
      • Belajar sepanjang hayat
      • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • ACUAN OPERASIONAL PENYUSUNAN KTSP
      • Peningkatan iman dan takwa serta ahlak mulia
      • Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
      • Keragaman potensi dan karakter daerah dan lingkungan
      • Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
        • 5. Tuntutan dunia kerja
        • 6. Perkembangan IPTEKS
        • 7. Agama
        • 8. Dinamika perkembangan global
        • 9. Persatuan nasional dan nilai-nilai
        • kebangsaan
        • 10.Kondisi sosial budaya masyarakat
        • setempat
        • 11.Kesetaraan Jender
        • 12.Karakteristik satuan pendidikan
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • KOMPONEN KTSP
      • A. TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
      • B. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
      • C. KALENDER PENDIDIKAN
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • TUJUAN PENDIDIKAN TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
      • Mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut:
      • Tujuan pendidikan dasar adalah meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,ahlak mulia,serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
      • Tujuan pendidikan menengah umum adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
      • Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • STRUKTUR DAN MUATAN KTSP
      • Struktur KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tertuang dalam Standar Isi, yg dikembangkan dari kelompok mata pelajaran sbb.
        • Agama dan ahlak mulia
        • Kewarganegaraan dan kepribadian
        • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
        • Estetika
        • Jasmani, olahraga dan kesehatan
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yg keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
          • Mata pelajaran
          • Muatan lokal
          • Kegiatan Pengembangan diri
          • Pengaturan beban belajar
          • Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan kelulusan
          • Pendidikan kecakapan Hidup
          • Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 1. Mata Pelajaran, beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan tertera pada struktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi
      • 2. Muatan lokal
        • Merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan.
        • Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satu tahun, satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 3. Kegiatan Pengembangan Diri
        • Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengeskpresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
        • Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
        • Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan kepramukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.
        • Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran. Penilaian kegiatan pengembangan diri dilakukan secara kualitatif, tidak kuantitatif seperti pada mata pelajaran.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 4. Pengaturan Beban Belajar
        • Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB baik kategori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar
        • Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri, dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
        • Beban belajar dalam SKS digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori mandiri.
        • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sbgmana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
        • Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, disamping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
        • Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% - 40%,
        • SMP/MTs/SMPLB 0% - 50% dan
        • SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% - 60%
        • dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran ybs. Pemanfaatan alokasi waktu tsb mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi
        • Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dng satu jam tatap muka.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
        • Alokasi waktu untuk tatap muka, penugasan struktur, dan kegiatan mandiri tdk terstruktur untuk SMT/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yg menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sbb.
          • Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas : 40 menit tatap muka, 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tdk terstruktur.
          • Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas : 45 menit tatap muka, 25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tdk terstruktur.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 5. Ketuntasan Belajar
        • Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam satu kompetensi dasar berkisar antara 0 – 100%.
        • Kriterian ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%.
        • Satuan pendidikan harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangan kompleksitas SK dan KD tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.
        • Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
        • Pelaporan hasil belajar (raport) peserta didik diserahkan pada satuan pendidikan dengan memperhatikan rambu-rambu yang disusun oleh direktorat teknis terkait.
      • 6. Kenaikan kelas, dan Kelulusan
        • Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing direktorat teknis terkait .
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
        • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
        • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan ahlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani,olahraga, dan kesehatan;
        • Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran IPTEK; dan
        • Lulus Ujian Nasional.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 7. Penjurusan
        • Penjurusan dilakukan pada kelas XI dan XII di SMA/MA.
        • Kriteria penjurusan diatur oleh direktorat teknis terkait.
        • Penjurusan pada SMK/MAK didasarkan pada spektrum pendidikan kejuruan yang diatur oleh direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 8.Pendidikan Kecakapan Hidup
        • a.Kurikulum untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, SMK/MAK dpt memasukan pendidikan kecakapan hidup, yg mencakup kecakapan pribadi, sosial, akademik dan/atau kecakapan vokasional.
        • b.Dapat merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran
        • c. Dapat diperoleh dari peserta didik dari satuan pendidikan ybs dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 9. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
        • a.Kurikulum untuks emua satuan pendidikan dapat memasukan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
        • b.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran.
        • c.Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yg sudah memperoleh akreditasi.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 10. Kalender Pendidikan
      • Satuan pendidikan dpt menyusun kalender pendidikan sesuai dng kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • PENGEMBANGAN SILABUS
      • A. Pengertian Silabus
        • Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • B. Prinsip Pengembangan Silabus
        • ILMIAH ,yaitu keseluruhan materi dan kegiatan yg menjadi muatan dlm silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
        • RELEVAN , yaitu cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.
        • SISTEMATIS , yaitu komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
        • KONSISTEN, yaitu adanya hubungan yg konsisten (ajeg,taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 5. MEMADAI, yaitu cakupan indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
      • 6. AKTUAL DAN KONTEKSTUAL , yaitu cakupan indikator, materi pokok, kegiatan belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
      • 7.FLEKSIBEL, yaitu keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
      • 8. MENYELURUH , yaitu komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif,afektif, dan psikomotor)
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • c. Unit Waktu Silabus
        • 1.Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tngkat satuan pendidikan.
        • 2.Penyusunan dilabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
        • 3.Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dng alokasi waktu yg tersedia pada struktur kurikulum. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penggalan silabus berdasarkan satuan kompetensi.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • D. Pengembang Silabus
        • Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau kelompok dalam sebuah sekolah/madarsah atau beberapa sekolah/madrasah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.
          • Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya.
          • Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tsb.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
          • DI SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabus secara bersama.
          • Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru terkait
          • Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah/madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oelh sekolah/madrasah dalam lingkup MGP/PKG setempat.
          • Dinas pendidikan setempat dapat menfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • E. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS
      • 1. Mengkaji SK dan KD dlm Standar Isi
        • dengan memperhatikan :
        • Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI;
        • Keterkaitan antar SK dan KD dlm mata pelajaran
        • Keterkaitan SK dan KD antar mata pelajaran.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran , yg menunjang SK dan KD dng mempertimbangkan:
        • Potensi peserta didik
        • Relevansi dengan karakteristik daerah
        • Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik
        • Kebermanfaatan bagi peserta didik
        • Struktur keilmuan
        • Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
        • Relevansi dng kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan
        • Alokasi waktu.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 3.Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
        • Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarapeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.
        • Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
        • Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sbb.
          • Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
          • Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berutan untuk mencapai kompetensi dasar.
          • Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hirarki konsep materi pembelajaran
          • Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik, yaitu kegiatan peserta didik dan materi .
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 4.Merumuskan Indikator Keberhasilan
        • Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
        • Indikator dikembangkan sesuai dng karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yg terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sbg dasar untuk menyusun alat penilaian.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 5.Penentuan Jenis Penilaian
        • Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator.
        • Penilaian dilakukan dng menggunakan tes dan non tes dlm bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, sikap, penilaian hasil karya berupa proyek atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
        • Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sitematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Hal-hal yg harus diperhatikan dalam penilaian :
        • Penilain diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi
        • Penilaian menggunakan acuan kriteria
        • Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.Artinya semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
        • Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut
        • Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 6.Menentukan Alokasi Waktu
        • Penentuan alokasi waktu pada setiap KD didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dng mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD.
        • Alokasi waktu yg dicantumkan dlm silabus merupakan perkiraan waktu yg dibutuhkan oleh peserta didik untuk menguasai kompetensi dasar.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 7.Menentukan Sumber Belajar
        • Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yg digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
        • Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD serta materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • G.Pengembangan Silabus Berkelanjutan
        • Dalam imlementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksnakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.
        • Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • P ELAKSANAAN P ENYUSUNAN KTSP
      • A. Analisis Konteks
        • Analisis potensi dan kekuatan/kelemahan yg ada di sekolah, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, biaya, dan program-program yg ada di sekolah.
        • Analisis peluang dan tantangan yg ada di masyarakat dan lingkungan sekitar, komite sekolah/madrasah, dewan pendidikan, dinas pendidikan, asosiasi profesi, dunia industri dan dunia kerja, sumber daya alam dan sosial budaya.
        • Mengidentifikasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan sbg acuan dlm penyusunan KTSP
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • B. Mekanisme Penyusunan
        • Tim Penyusun
          • Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dng relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Propinsi untuk pendidikan menengah.
          • Tim penyusun KTSP SD,SMP,SMA dan SMK terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah, komite sekolah, dan nara sumber, dng kepala sekolah sbg ketua merangkap anggota, dan disupervisi oleh dinas kabupaten/kota dan propinsi yg bertanggungjawab di bidang pendidikan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • Tim penyusun KTSP MI,MTs,MA dan MAK terdiri atas guru,konselor, kepala madrasah, komite madrasah, dan nara sumber dng kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota, dan disupervisi oleh departemen yg menangani urusan pemerintahan di bidang agama.
      • Tim penyusun KTSP pendidikan khusus (SDLB,SMPLB,dan SMSLB) terdiri atas guru, konselor, kepala sekolah, komite sekolah, dan nara sumber dng kepala sekolah sbg ketua merangkap anggota, dan disupervisi oleh dinas provinsi yg bertanggung jawab di bidang pendidikan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 2. Kegiatan
        • Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. Kegiatan ini dpt berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yg diselenggarakan dlm jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru.
        • Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf, reviu dan revisi, serta finalisasi. Langkah yg lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
      • 3. Pemberlakuan
        • Dokumen KTSP SD,SMP,SMA dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas kabupaten/kota yg bertanggungjawab di bidang pendidikan.
        • DDokumen KTSP MI,MTs,MA, dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah serta diketahui oleh komite madrasah dan oleh departemen yg menangani urusan pemerintahan di bidang agama.
        • Dokumen KTSP SDLB,SMPLB, dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas provinsi yang bertanggungjawab di bidang pendidikan.
      06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
    • TERIMA KASIH 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |