Pertemuan 13 Fisika Modern Molecules And Solid Hadi Nasbey, M.Si <ul><li>Jurusan Fisika </li></ul><ul><li>Fakultas Matemat...
Outline <ul><li>Jenis Ikatan pada zat padat  </li></ul><ul><li>ikatan ionik,  </li></ul><ul><li>ikatan kovalen,  </li></ul...
Jenis Ikatan pada zat padat : <ul><li>ikatan ionik,  </li></ul><ul><li>ikatan kovalen,  </li></ul><ul><li>ikatan hidrogen,...
Kristal Ionik <ul><li>Terjadi akibat ikatan ionik antara ion-ion dalam zat padat. </li></ul><ul><li>Ikatan ionik terjadi k...
IKATAN IONIK Terjadi karena serah terima elektron valensi Contoh Na  Na +   +  e Cl  +  e  Cl - Na +  + Cl -  NaCl  Natriu...
Sifat kristal ionik <ul><li>Keras dan stabil </li></ul><ul><li>Merupakan konduktor yang buruk, karena tidak ada elektron b...
Kristal Kovalen <ul><li>Terjadi karena ikatan kovalen antara atom-atom. </li></ul><ul><li>Ikatan kovalen : ikatan yang ter...
IKATAN KOVALEN adalah patungan elektron valensi dari kedua atom Contoh : Atom hidrogen (H) memiliki konfigurasi 1s 1  akan...
Contoh lain ikatan kovalen : INTAN <ul><li>Karbon mempunyai konfigurasi elektron 1s 2  2s 2  2p 2  membutuhkan 4 elektron ...
Sifat-sifat Kristal kovalen <ul><li>Tidak larut dalam zat cair biasa </li></ul><ul><li>Penghantar yang buruk </li></ul><ul...
Ikatan Hidrogen <ul><li>Atom H hanya punya 1 elektron, diharapkan berikatan kovalen dengan semua atom. </li></ul><ul><li>M...
Ikatan Hidrogen <ul><li>Atom H yang lebih positif dapat mengikat atom O dari molekul H 2 O yang lain. </li></ul><ul><li>At...
Sifat-sifat ikatan Hidrogen <ul><li>Wujud cair, ikatan hidrogen antara satu molekul H 2 O dengan molekul H 2 O yang lain m...
Ikatan Van der Waals <ul><li>Semua atom dan molekul (bahkan atom gas mulia) menunjukkan saling tarik-menarik berjangkauan ...
Ikatan Logam <ul><li>Setiap logam mempunyai elektron valensi (elektron terluar) yang sangat mudah bergerak. </li></ul><ul>...
Sifat-sifat Kristal Logam <ul><li>Tidak tembus cahaya </li></ul><ul><li>Permukaannya tampak mengkilap </li></ul><ul><li>Me...
IKATAN PADA KRISTAL 07/03/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.unj.ac.id  | Jenis Ikatan Asal ikatan Sifat Kovale...
TERIMA KASIH 07/03/11 ©  2010 Universitas Negeri Jakarta  |  www.unj.ac.id  |
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Fisika Modern 13 molecules andsolid

1,267 views

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,267
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
14
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fisika Modern 13 molecules andsolid

  1. 1. Pertemuan 13 Fisika Modern Molecules And Solid Hadi Nasbey, M.Si <ul><li>Jurusan Fisika </li></ul><ul><li>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam </li></ul>
  2. 2. Outline <ul><li>Jenis Ikatan pada zat padat </li></ul><ul><li>ikatan ionik, </li></ul><ul><li>ikatan kovalen, </li></ul><ul><li>ikatan hidrogen, </li></ul><ul><li>ikatan Van Der Waals, dan </li></ul><ul><li>ikatan logam. </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  3. 3. Jenis Ikatan pada zat padat : <ul><li>ikatan ionik, </li></ul><ul><li>ikatan kovalen, </li></ul><ul><li>ikatan hidrogen, </li></ul><ul><li>ikatan Van Der Waals, dan </li></ul><ul><li>ikatan logam. </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  4. 4. Kristal Ionik <ul><li>Terjadi akibat ikatan ionik antara ion-ion dalam zat padat. </li></ul><ul><li>Ikatan ionik terjadi karena gaya tarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif. </li></ul><ul><li>Pada kristal ionik, tiap ion dikelilingi oleh ion-ion yang lain. </li></ul><ul><li>Contoh : kristal NaCl , ion Na + dikelilingi oleh 6 ion Cl - . </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  5. 5. IKATAN IONIK Terjadi karena serah terima elektron valensi Contoh Na Na + + e Cl + e Cl - Na + + Cl - NaCl Natrium memiliki konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s sehingga 1 elektron pada kulit terluarnya sangat mudah sekali untuk terionisasi menjadi Na+ dengan energi ionisasi yang diperlukan sebesar 5,1 eV Klor memiliki konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 5 memiliki 7 elektron kulit terluar. Agar lebih stabil seperti halnya gas mulia, dibutuhkan 1 elektron dari luar untuk membentuk Cl- dengan membebaskan energi 3,7 eV (afinitas elektron) 07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  6. 6. Sifat kristal ionik <ul><li>Keras dan stabil </li></ul><ul><li>Merupakan konduktor yang buruk, karena tidak ada elektron bebas </li></ul><ul><li>Suhu penguapannya tinggi sekitar 1000 sampai 2000 K </li></ul><ul><li>Tidak tembus cahaya </li></ul><ul><li>Mudah larut dalam cairan polar (air) </li></ul><ul><li>Menyerap radiasi infra merah </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  7. 7. Kristal Kovalen <ul><li>Terjadi karena ikatan kovalen antara atom-atom. </li></ul><ul><li>Ikatan kovalen : ikatan yang terjadi karena adanya pemakaian bersama elektron-elektron dari atom-atom yang bersangkutan. </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  8. 8. IKATAN KOVALEN adalah patungan elektron valensi dari kedua atom Contoh : Atom hidrogen (H) memiliki konfigurasi 1s 1 akan lebih stabil jika pemakaian bersama sepasang elektron dengan sebuah elektron hidrogen yang lain sehingga membentuk molekul H 2 + = H H H 2
  9. 9. Contoh lain ikatan kovalen : INTAN <ul><li>Karbon mempunyai konfigurasi elektron 1s 2 2s 2 2p 2 membutuhkan 4 elektron agar kulitnya penuh (2p 6 ). Empat elektron ini diperoleh dari pemakaian 4 atom C yang dikenal sebagai intan , 1 atom C akan berikatan kovalen dengan 4 atom C lainnya </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  10. 10. Sifat-sifat Kristal kovalen <ul><li>Tidak larut dalam zat cair biasa </li></ul><ul><li>Penghantar yang buruk </li></ul><ul><li>Tembus cahaya (contoh : intan) </li></ul><ul><li>Beberapa kristal kovalen sangat keras (intan, silikon karbid utk ampelas), karena energi kohesif kristal ini besar </li></ul><ul><li>Sebagian kristal, titik lelehnya sangat tinggi (intan = 4000 K) </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  11. 11. Ikatan Hidrogen <ul><li>Atom H hanya punya 1 elektron, diharapkan berikatan kovalen dengan semua atom. </li></ul><ul><li>Molekul H 2 O, ikatan kovalen antara 2 atom H dan 1 atom O, bukan ikatan kovalen murni. </li></ul><ul><li>Elektron bersamanya lebih ditarik ke arah atom O, shg muncul suatu Dipol listrik (atom H lbh positif dan atom O lbh negatif) </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  12. 12. Ikatan Hidrogen <ul><li>Atom H yang lebih positif dapat mengikat atom O dari molekul H 2 O yang lain. </li></ul><ul><li>Atom H seolah-olah menjadi perekat antara satu molekul H 2 O dgn 4 molekul H 2 O yang lain. </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  13. 13. Sifat-sifat ikatan Hidrogen <ul><li>Wujud cair, ikatan hidrogen antara satu molekul H 2 O dengan molekul H 2 O yang lain mudah putus, akibat gerak termal atom-atom H dan O. Namun dapat tersambung dengan molekul H 2 O yang letaknya relatif lebih jauh. </li></ul><ul><li>Wujud padat, ikatan hidrogennya lebih stabil karena energi termalnya lebih rendah dari energi ikat hidrogen : kristal es (suhunya lebih rendah) </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  14. 14. Ikatan Van der Waals <ul><li>Semua atom dan molekul (bahkan atom gas mulia) menunjukkan saling tarik-menarik berjangkauan pendek yang ditimbulkan oleh gaya Van der Waals (gaya tarik antar dipol sesaat) . </li></ul><ul><li>Gaya van der Waals merupakan penyebab dari kondensasi gas menjadi zat cair dan pembekuan zat cair menjadi zat padat walau tdk terdapat mekanisme ikatan ionik, kovalen atau ikatan logam. </li></ul><ul><li>Tarikan Van der Waals berbanding lurus dengan r -7 , shg hanya penting utk molekul yang sangat berdekatan. Gaya ini sangat lemah dibandingkan dengan gaya pada ikatan kovalen maupun ikatan ionik. </li></ul><ul><li>Karena lemahnya ikatan ini, maka gas-gas menguap pada suhu yang rendah. Titik leleh helium, neon dan argon padat adalah : - 272,2; - 248,7 dan – 189, 2 C </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  15. 15. Ikatan Logam <ul><li>Setiap logam mempunyai elektron valensi (elektron terluar) yang sangat mudah bergerak. </li></ul><ul><li>Elektron-elektron valensi dilukiskan sebagai lautan awan/ Gas elektron yang membungkus ion-ion positif. </li></ul><ul><li>Ikatan antara gas elektron ini disebut ikatan logam. </li></ul><ul><li>Gas elektron bertindak sbg “perekat” yang mengikat ion-ion positif utk membentuk suatu kristal logam . </li></ul><ul><li>Bentuk umum kristal logam adalah base center cubic (bcc) atau face center cubic (fcc). Sebagian berbentuk hexagonal close packed (hcp). </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  16. 16. Sifat-sifat Kristal Logam <ul><li>Tidak tembus cahaya </li></ul><ul><li>Permukaannya tampak mengkilap </li></ul><ul><li>Memiliki konduktivitas yang baik </li></ul><ul><li>Dapat dilarutkan dan dicampurkan dengan logam lain sehingga membentuk senyawa baru </li></ul>07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  17. 17. IKATAN PADA KRISTAL 07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id | Jenis Ikatan Asal ikatan Sifat Kovalen Patungan elektron Sangat keras; titik lebur tinggi; larut dalam sedikit cairan; transparan terhadap cahaya tampak Ionik Gaya tarik menarik elektrostatik antara ion positif dan ioan negatif Keras; titk lebur tinggi; larut dalam cairan polar seperti air Hidrogen Gaya tarik menarik elektrostatik kuat antara hidrogen pada satu molekul dengan atom N, O atau F Lebih kuat dari ikatan Van der Wals, titik lebur dan titik didih lebih tinggi dari ikatan Van der Wals Van der Waals Gaya Van der Waals akibat distribusi muatan yang tidak simetris Lunak; titik lebur dan titik didih rendah ; larut dalam cairan kovalen Logam Gaya tarik menarik elektrostatik antara ion positif logam dengan awan elektron Berkilauan; menghantarkan kalor dan listrik dengan baik
  18. 18. TERIMA KASIH 07/03/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |

×