Bab 7 monev

1,638 views
1,549 views

Published on

Published in: Education, Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,638
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
59
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 7 monev

  1. 1. BAB 7 MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk lebih memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan dan jadwal kegiatan serta tujuan dan ruang lingkup . Kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporannya dilakukan melalui jalur struktural, fungsional dan stakeholder. 7.1 Monitoring 7.1.1 Tujuan Monitoring suatu tindakan kolektif dalam mengamati untuk mengumpulkan data dan informasi secara periodic perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan. Kegiatan monitoring bertujuan untuk memastikan apakah pelaksanaan sesuai dengan rencana yag sudah ditetapkan. Monitoring terus-menerus dilakukan sepanjang tahapan EDFF sejak dari tahap sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan. Di samping itu, hasil monitoring menjadi input untuk evaluasi terhadap pelaksanaan proyek EDFF. Ruang lingkup pemantauan dalam manajemen kegiatan meliputi pemanfaatan input (sumberdaya yang digunakan), jadwal kerja, tahapan kegiatan yang direncanakan, dan hasil-hasil yang ditargetkan yang sesuai dengan rencana). Pemantauan juga digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul dalam implementasi rencana sehingga dapat mengambil tindakan sesegera mungkin untuk mengatasinya. Pemantauan merupakan tahapan yang berjalan seiring dengan pelaksanaan rencana (on-going activity) yang bertujuan untuk mengendalikan rencana pembangunan agar tetap pada tujuan awal perencanaan. Disamping itu pemantauan juga digunakan sebagai kegiatan untuk mendapatkan informasi perkembangan pelaksanaan kegiatan
  2. 2. secara terus menerus mengenai penyerapan dana dan pencapaian realisasi fisik, serta permasalahan-permasalahan yang timbul selama implementasi kegiatan. 7.1.2. Kegiatan Kegiatan monitoring dilaksanakan secara reguler, sesuai dengan jadwal laporan kemajuan sub-proyek yang dilaksanakan oleh Lembaga Pelaksana SubProyek, dari kegiatan-kegiatan : a. Peningkatan lingkungan bisnis yang lebih baik, kegiatan ini berisi antara lain (1) Reformasi regulasi dan prosedur yang berhubungan dengan investasi, formasi bisnis, pemanfaatan lahan, (2) Promosi aceh kepada investor dalam dan luar negeri, dan (3) Peningkatan kepasitas pemerintah untuk promosi pengembangan sector swasta. b. Dukungan terhadap sector swasta, kegiatan ini berisi antara lain (1) Peningkatan akses UKM terhadap lembaga keuangan mikro, (2) Pengembangan kapasitas dan kemampuan kompetisi para pelaku usaha lokal, (3) Bantuan kepada pelaku usaha local khususnya di sector produksi dan ekspor untuk memperoleh akses yang lebih baik ke pasar, dan (4) Pengembangan skala usaha, yang berorientasi pasar dengan peningkatan produktivitas dan kualitas di sector pertanian dan perkanan. c. Penyediaan prasarana pendukung pembangunan ekonomi, kegiatan ini berisi antara lain pengembangan proyek-proyek infrastruktur ekonomi yg mendukung, yang disediakan oleh pemerintah (sendiri atau bekerjasama dengan setor swasta) yang dapat membuka akses pasar bagi produser dan perusahaan Aceh. 7.1.3. Mekanisme Dalam melakukan kegiatan monitoring implementasi atau kegiatan, para penanggung jawab melakukan beberapa mekanisme, diataranya:  Penyusunan rancangan kinerja
  3. 3. Penanggung jawab pelaksanaan kegiatan harus dapat menyediakan rancangan kerja secara berkala yang digunakan untuk menterjemahkan dokumen /kegiatan ke dalam peraturan operasional atau implementasi rencana. Rancangan kerja harus menjelaskan secara detail tentang indikator masukan, aktivitas yang dilakukan, dan output yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Rancangan tersebut harus secara jelas menunjukkan daftar kegiatan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan input dan output. Rancangan kerja ini dijadikan sebagai dasar dalam mengamati perkembangan implementasi rencana.  Kunjungan kerja (site visit) Penanggung jawab atau kegiatan harus dapat melakukan kunjungan kerja dalam jangka waktu tertentu dan anggaran dana yang cukup harus dialokasikan untuk keperluan tersebut. Fokus kunjungan kerja adalah pada kelompok target dengan harapan untuk mendapatkan masukan tentang bagaimana pengaruh kegiatan atau yang sedang/akan diimplentasikan kepada kelompok sasaran, baik secara langsung maupun tidak langsung.  Rapat/pertemuan Rapat atau pertemuan ini bertujuan untuk dapat melibatkan pihak yang terkait dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam implementasi rencana. Berdasarkan isu atau permasalahan yang didapatkan dalam rapat tersebut, rapat/pertemuan antar para stakeholders ini dapat diadakan dalam frekuensi yang berbeda-beda tergantung pada isu yang sedang dibahas. Hal-hal yang terkait dengan masalah teknis, biasanya hanya ditangani pada tingkat organisasi, namun isu kebijakan yang memiliki implementasi yang lebih penting biasanya didiskusikan pada tingkat yang lebih tinggi.  Pelaporan Teratur/Sistematis dan Berjenjang selama Pelaksanaan Pelaporan teratur pada setiap kegiatan atau yang dilakukan harus disampaikan oleh pihak pelaksana atau penanggung jawab /kegiatan secara berjenjang. Artinya bahwa pelaporan ini harus disampaikan dari pihak yang memiliki hierarki lebih rendah kepada pihak dengan hierarki yang lebih tinggi. Dan sebaliknya pihak
  4. 4. dengan hierarki yang lebih tinggi melakukan pemantauan dan memberikan umpan balik kepada hierarki di bawahnya, bila dipandang perlu.  Laporan Akhir Dalam penyelesaian suatu kegiatan atau , pihak pelaksana/ penanggung jawab harus dapat menyusun dan menyiapkan sebuah laporan akhir yang menitik beratkan kepada relevansi dalam pelaksanaan suatu kegiatan atau yang sudah diimplemetasikan. Laporan ini berisikan kemungkinan keberhasilan/kegagalan kegiatan atau tersebut, saran serta rekomendasi untuk /kegiatan lanjutan bagi pihak pengambil keputusan jika hal tersebut dirasa perlu. 7.1.4. Pelaku Monitoring merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh seluruh pelaku EDFF, yaitu: a. PMU, bertugas untuk mengumpulkan data dan informasi serta memberikan penilaian terhadap pelaksanaan proyek, PMU juga harus dapat mengidentifikasi hambatan yang ada atau akan muncul dalam implementasi proyek. b. Implementing Agencies pada setiap SubProyek, harus memberikan laporan kinerja pelaksanaan kegiatan yang menggunakan dana EDFF. c. Bappeda, melakukan penilaian terhadap performance pelaksanaan proyek berdasarkan kriteria dan indikator yang sudah disepakati. d. GOI (KPDT dan Bappenas), melakukan penilaian terhadap model yang sudah direncanakan untuk meingkatkan pertumbuhan sektor perekonomian daerah. e. Bank Dunia, akan merancang kebijakan serta desain proyek yang dapat mendukung serta menumbuhkan perekonomian NAD. Bank Dunia juga
  5. 5. berperan sebagai pangkal dari kegiatan monitoring yang sudah disusun oleh pelaku yang lain. 7.1.5. Pemeriksaan Pemeriksaan dilakukan dengan tujuan menjaga kualitas pelaksanaan kegiatan dan sebagai langkah antisipatif terhadap upaya penyimpangan atau penyelewengan. Hasil pemeriksaan digunakan pula sebagai dasar untuk pembinaan dan pemberian dukungan teknis kepada pelaku EDFF dan masyarakat. Pelaksanaan monitoring dalam proyek EDFF akan didasarkan pada criteria dan indicator khusus yang didapatkan dari input, output, serta outcome dari masing-masing SubProyek yang telah disetujui sebelumnya.Monitoring framework serta penetapan prosedur pelaksanaan kegiatan monitoring merupakan gambaran dari kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan serta dapat dijadikan model pelaksanaan dari seluruh tahapan pelaksanaan oleh masing-masing SubProyek. Setiap SubProyek yang sudah mendapatkan persetujaun diwajibkan untuk memberikan rencana detail mengenai kegiatan monitoring termasuk di dalamnya monitoring framework yang menggambarkan rencana pelaksanaan proyek yang berisi antara lain : • Matrik kerangka kerja logis yang menjabarkan tujuan, sasaran, serta outcome dan impact yang diharapakan dalam pelaksanaan SubProyek. • Perhitungan financial biaya pelaksanaan SubProyek. • Prosedur dan tenik dalam pengumpulan serta analisis data. • Tugas tiap-tiap personel dalam SubProyek • Keterkaitan serta kemampuan sumber daya penerima manfaat (masyarakat) yang dijadikan target pelaksanaan SubProyek. Pelaporan secara berkala yang dilakuakan oleh masing-masing implementing agencies setiap SubProyek merupakan factor pendukung yang penting untuk pelaksanaan kegiatan monitoring proyek EDFF. Beberapa data pendukung, seperti data produksi, keuntungan financial, nilai tambah, dan ekspor hanaya dibutuhkan untuk mid-term
  6. 6. review dan PCR. Periode pelaporan serta indicator-indikator yang diperlukan akan dirancang berdasarkan persetujauan antara PMU dengan implementing agencies setiap SubProyek. Sedangkan hasil dari monitoring akan dilaporkan secara berkala dalam interval per 3 bulan, per 6 bulan, dan per tahun. 7.2. Evaluasi Evaluasi suatu atau kegiatan adalah suatu penilaian yang sistematis dan objektif pada saat on going atau completed dengan menilai perencanaan, implementasi, dan hasil. Biasanya evaluasi suatu akan disesuaikan dengan isu-isu strategis yang berhubungan dengan kegiatan atau tersebut. Termasuk perhitungan tingkat efektivitas dan efisiensi serta dampak dan kesesuaian kegiatan atau tersebut. Dengan ini diharapkan penilaian evaluasi suatu atau kegiatan dapat menggambarkan kualitas tersebut. Evaluasi dilakukan dengan maksud untuk dapat diketahui dengan pasti apakah pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan rencana pembangunan dapat dinilai dan dipelajari untuk perbaikan pelaksanaan rencana pembangunan di masa yang akan datang. Fokus utama evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan diarahkan kepada hasil, manfaat, dan dampak dari rencana pembangunan. Pada prinsipnya, untuk menciptakan proses dan kegiatan perencanaan yang efisien, efektif, dan transparan, serta akuntabel, dibuat perangkat evaluasi yang dapat diukur melalui penyusunan indikator dan sasaran kinerja pelaksanaan rencana /kegiatan pembangunan. Evaluasi dalam EDFF dilakukan untuk menilai hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, termasuk di dalamnya adalah kinerja SubProyek. Hasil dari monitoring, pemeriksaan, dan pengawasan dapat dijadikan dasar dalam evaluasi pelaksanaan proyek. Selain itu dapat juga dilihat dari isi laporan dengan berpegang pada rencana kriteria dan standar yang ditentukan untuk masing-masing subproyek. Hasil evaluasi dijadikan sebagai dasar upaya perbaikan terhadap kelemahan dan mengatasi hambatan yang terjadi.
  7. 7. Apabila dari hasil penilaian isi laporan disampaikan terjadi penyimpangan dari rencana, kriteria dan standar yang ditentukan, maka dilakukan pengecekan ke lapangan oleh PMU dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Aktivitas evaluasi yang akan dilakukan dalam EDFF adalah sebagai berikut: 1) Studi Dampak: Survei Kuantitatif dan Riset Kualitatif Temuan dalam analisis situasi yang dilaksanakan pada tahap persiapan proyek akan memberikan masukan pada riset kualitatif yang lebih mendalam dan pengembangan survei rumah tangga untuk mengukur dampak antar beberapa variabel. Hasil riset kualitatif kemudian menjadi masukan bagi perancangan survei kuantitatif. Rancangan survei kuantitatif akan menggunakan metodologi pembeda-ganda. Oleh karena itu, pada awal pelaksanaan EDFF akan dilakukan survei awal sektor sasaran dan bukan-sasaran. Studi terpisah akan dilakukan untuk menguji kelayakan dari sektor terpilih yaitu perikanan dan petanian. Studi dampak, baik riset kualitatif maupun survei kuantitatif akan diulangi pada pertengahan dan akhir proyek untuk mengukur dampak proyek. 2) Studi Aspek Teknis/Sektoral PMU akan melakukan beberapa studi untuk mengukur economic internal rate of return (EIRR) dan cost benefit dari setiap kegiatan pembangunan infrastruktur di EDFF. Untuk infrastruktur akan digunakan auditor dan evaluator independen untuk melakukan pemeriksaan kualitas fasilitasnya. Temuan studi akan disebarluaskan melalui publikasi dan lokakarya, dan menjadi masukan bagi pembuatan keputusan . 3) Penilaian untuk Pengembangan Sektor Swasta dan UKM Penilaian pada bidang kegiatan ini akan dilakukan mencakup topik-topik seperti kendala penanaman modal, infrastruktur dan jasa, pembiayaan, isu-isu
  8. 8. perburuhan dan tenaga kerja, dan isu-isu bisnis-hubungan pemerintah, penanganan masalah dan lingkungan hukum, kriminalitas, dan kapasitas serta inovasi. Temuan dari penilaian dirangkum dalam sebuah laporan khusus dan didiskusikan pada tingkat provinsi dan nasional. Penilaian akan dilakukan kembali setiap tahun untuk mengukur kemajuan perbaikan lingkungan bisnis dan peningkatan investasi dan pengembangan di sektor swasta. 7.3. Indikator Monitoring dan Evaluasi Dalam Penyusunan pelaporan MONEV tidak lepas dari penyusunan dan penetapan indikator. Indikator bukan hanya digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan tetapi juga digunakan sebagai acauan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dalam mengukur perkembangan dari pryek EDFF baik pada tahap perencanaan (ex-ante), tahap pelaksanaan (on-going) maupun setelah kegiatan selesai dan berfungsi (ex-post). Selain itu indikator juga berfungsi untuk memberikan data dan informasi yang jelas dari suatusubproyek agar kesalahan interpretasi dalam pelaksanaan rencana kegiatan dapat dihindari. Indikator kinerja merupakan alat ukur untuk pencapaian suatu kebijakan/program/kegiatan sekaligus merupakan alat ukur untuk mengevaluasi dan menilai kinerja sebuah entitas yang dapat bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Indikator-indikator kinerja dalam perencanaan pembangunan antara lain meliputi:  Indikator masukan (inputs), indikator ini memberikan informasi tentang segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menunjang pelaksanaan rencana kegiatan untuk menghasilkan keluaran baik berupa, sumber dana, sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun teknologi dan informasi.  Indikator proses (process) yaitu indikator yang menguraikan upaya-upaya yang akan dilakukan untuk mengolah masukan menjadi keluaran.  Indikator keluaran (outputs) adalah segala sesuatu baik berupa fisik maupun non fisik yang ingin dicapai secara langsung dari suatu kegiatan.  Indikator hasil (results/outcomes) adalah indikator yang mencakup maksud dan tujuan yang ingin dicapai dari suatu program/kegiatan atau indikator
  9. 9. yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah.  Indikator manfaat (benefits) adalah segala sesuatu yang diharapkan bila keluaran dapat berfungsi dengan baik  Indikator dampak (impacts) adalah indikator yang menunjukan pengaruh yang ditimbulkan dari pelaksanaan berbagai program/kegiatan yang merupakan kondisi makro yang diharapkan dapat terwujud. Monev EDFF menggunakan metodologi campuran untuk mendapatkan data dan temuan lapangan yang valid dan akurat. Setiap temuan yang dilaporkan akan diuji silang untuk mendapatkan perbandingan hasilnya. Data dan informasi akan dikumpulkan dari berbagai macam sumber (termasuk LSM dan pers) dengan menggunakan metode kuantitatif maupun kualitatif. Temuan Monev menjadi masukan bagi keputusan manajemen dan bagi proses perancangan-ulang atau penyesuaian intervensi program. Untuk itu, informasi harus dikumpulkan secara tepat waktu dan konsisten. Sistem pelaporan harus dilaksanakan secara efektif dan para pihak terkait harus menggunakan temuan tersebut secara konstruktif. Selain menggunakan indikator untuk memonitor pencapaian pelaksanaan kegiatan dan keluaran, dan untuk mengevaluasi dampak dari program EDFF, sistem monev EDFF juga akan mencari data dan informasi mengenai perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat umum, di lingkungan aparat pemerintahan, dan swasta.
  10. 10. yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah.  Indikator manfaat (benefits) adalah segala sesuatu yang diharapkan bila keluaran dapat berfungsi dengan baik  Indikator dampak (impacts) adalah indikator yang menunjukan pengaruh yang ditimbulkan dari pelaksanaan berbagai program/kegiatan yang merupakan kondisi makro yang diharapkan dapat terwujud. Monev EDFF menggunakan metodologi campuran untuk mendapatkan data dan temuan lapangan yang valid dan akurat. Setiap temuan yang dilaporkan akan diuji silang untuk mendapatkan perbandingan hasilnya. Data dan informasi akan dikumpulkan dari berbagai macam sumber (termasuk LSM dan pers) dengan menggunakan metode kuantitatif maupun kualitatif. Temuan Monev menjadi masukan bagi keputusan manajemen dan bagi proses perancangan-ulang atau penyesuaian intervensi program. Untuk itu, informasi harus dikumpulkan secara tepat waktu dan konsisten. Sistem pelaporan harus dilaksanakan secara efektif dan para pihak terkait harus menggunakan temuan tersebut secara konstruktif. Selain menggunakan indikator untuk memonitor pencapaian pelaksanaan kegiatan dan keluaran, dan untuk mengevaluasi dampak dari program EDFF, sistem monev EDFF juga akan mencari data dan informasi mengenai perubahan perilaku yang terjadi di masyarakat umum, di lingkungan aparat pemerintahan, dan swasta.

×