Pendidikan sain teknik 2011 ori-edited

  • 553 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
553
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Rencana PengembanganPendidikan Tinggi Sains & Teknik dalam Menunjang Pertumbuhan Ekonomiyang Mensejahterakan Bangsa
    Kementerian Pendidikan Nasional
    Juni 2011
    1
  • 2. Agenda
    2
  • 3. Peran dan Tanggung Jawab Pendidikan(Disarikan dari Arahan Presiden pada Hardiknas 2010)
    Pendidikan
    Bangsa yang Cerdas
    Bangsa yang
    Kolaboratif-Kompetitif
    Bangsa yang Berpengetahuan
    Peradaban Bangsa
    Intelektual
    Produktif
    Spiritual
    Inovatif
    Emosional/
    Sosial
    Afektif
    Kinestesis
    Responsif
    3
  • 4. Rencana induk pengembangan ekonomi dan peran kemdiknas
    Bagian 1
    4
  • 5. Potensi Pertumbuhan Ekonomi (Sumber: Menko Perekonomian, 2011)
    5
  • 6. 3 Modal Utama Pertumbuhan Ekonomi
    Kekayaan Sumberdaya Alam
    • Panas bumi (no.1 di dunia)
    • 7. Batubara (no.2 di dunia)
    • 8. Timah, Nikel (no. 2 dan 4 di dunia)
    • 9. Sawit, Karet, Kakao (no.1, 2, 2 di dunia)
    • 10. Dan lain-lain
    Pengalaman
    Pendapatan Per Kapita
    3. Sumberdaya Manusia
    6
  • 11. Modal Sumber Daya Manusia
    (Sumber: Menko Perekonomian, 2011)
    Adanya Bonus Demografi..merupakan modaldasarbagipeningkatan produktivitas ekonomi dan pengembanganpasardomestik...
    7
    100 tahunkemerdekaan
    "Bonus Demografi"
    Dependency Ratio semakin kecil (2010-2040):
    Usia produktif semakin besar (Bonus Demografi ~ Demografic Dividen), kesempatan dan potensi meningkatkan produktivitas semakin tinggi, semakin tinggi tingkat kesejahteraan. Akan tetapi kalau tidak dikelola dengan baik akan menjadi Bencana Demografi~ Demografic Disaster.
    Kualitas SDM sebagai kata kunci, Pendidikan dan Kesehatan sebagai peran kunci.
  • 12. Strategi Percepatan Pengembangan Ekonomi(Sumber: Menko Perekonomian,2011)
    1. Pengembangan Potensi Ekonomi Melalui Koridor Ekonomi
    Strategi
    2. Penguatan Konektivitas Nasional
    3. Penguatan Kemampuan SDM DAN IPTEK Nasional
    Mengembangkan Pendidikan Tinggi Sains & Teknik untuk melaksanakan kegiatan tridharma perguruan tinggi (Pembelajaran, Penelitian, Pengabdian Masyarakat)
    secara lengkap dan terpadu yang mendukung dan selaras dengan pengembangan ekonomi
    Kebijakan
    Peran Kemdiknas
    8
  • 13. Keterkaitan pendidikan dengan pertumbuhan & pemerataan ekonomi
    Bagian 2
    9
  • 14. Tantangan Pertumbuhan Ekonomi
    Tahun 2025
    (Harapan)
    Tahun 2009
    (BPS)
    Pengeluaran/hari
    2%
    Kaya (>20 dolar): 0,17%
    13%
    Menengah Atas (10-20 dolar): 0,96%
    45%
    9,7%
    Menengah (4-10 dolar) :
    30%
    21,22%
    Menengah Bawah (2-4 dolar) :
    10%
    59,23%
    Bawah (< 2 dolar):
    10
  • 15. Tantangan Pertumbuhan Ekonomi
    Tahun 2025
    (Harapan)
    Tahun 2009
    (Sumber: BPS)
    Pengeluaran/hari
    5.5 Juta
    Kaya (>20 dolar): 0.4 Juta
    35.5 Juta
    Menengah Atas (10-20 dolar): 2.2 Juta
    22.3
    Juta
    123 Juta
    Menengah (4-10 dolar) :
    82 Juta
    48.8 Juta
    Menengah Bawah (2-4 dolar) :
    136.2 Juta
    27.3 Juta
    Bawah (< 2 dolar):
    11
  • 16. Pendidikan dan Penghasilan Individual
    Kasus pekerja kulit putih Amerika Serikat: tambahan satu tahun sekolah, akan meningkatkan penghasilan seseorang sebesar 7%, bahkan sampai 10,1% apabila pendapatan lain-lain juga diperhitungkan
    (Mincer, J. 1974. Schooling, Earning, and Experience. Columbia University Press, New York)
    Berdasarkan survey di 87 Negara, menunjukkan hasil yang mendekati nilai yang diperoleh Mincer. (Psacharopoulos, G.1994. Returns to Education: A Global Update, World Development, No. 22.)
    12
  • 17. HubunganNilai PDB/Kapitadengan Rata-rata Lama Sekolah(Sumber : World Bank, Nation Master, 2011)
    Rata-rata lamasekolahmemilikikorelasipositif yang tinggidengannilai PDB per Kapita(koefisien korelasi r = 0,76)
    Norway
    Y = -16100,25 + 4896,33 X
    R² = 0,57
    Indonesia
    New Zealand
    Rata-rata Lama Sekolahadalah data terkini yang diambildari nation master http://www.nationmaster.com/red/graph/edu_ave_yea_of_sch_of_adu
    Rata-rata Lama Sekolah untuk Indonesia dari Kemdiknas [2010]
    PDB per kapitaadalah data terkini yang diambildaridata statistik world bank 2011 http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries
    13
  • 18. Perkembangan Komposisi Tenaga Kerja Indonesia(Sumber: BPS)
    SMA/MA
    SMP/MTs
    SD/MI atautidaktamat
    Mengacu pada perbandingan gaji antar tingkatan lulusan, transformasi distribusi penghasilan dari bentuk piramida ke bentuk belah ketupat akan dapat tercapai melalui pemberian kesempatan pendidikan yang merata sehingga tenaga kerja Indonesia berpendidikan minimal lulusan SMP pada tahun 2025 dan minimal lulusan SMA pada tahun 2045
    14
  • 19. Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi
    Psacharopoulos, G. (1994) juga menunjukkan bahwa pendapatan negara juga dipengaruhi oleh rata-rata lama sekolah.
    Pertumbuhan ekonomi Inggris Raya untuk periode 1856-1973 yang nilai rata-ratanya adalah 1.9% per tahun, 0.3 diantaranya adalah kontribusi pendidikan (mendekati 1/6 nya).
    (Mankiw et al, 1992, A Contribution to the Empirics of Economic Growth, Quar. J. Economics, No. 107.)
    Kontribusi pendidikan dan pengalaman selama 1987-2006 adalah 0.4 percentage point dari persen peningkatan produktivitas sektor non pertanian.
    (Bernanke, B. Education & Econ. Competitiveness Speech at US Chamber Edu. and Workforce Summit, Sept 2007)
    1% peningkatan lama sekolah dapat mengurangi ketidak-efisienan ekonomi sistem terbuka sebesar 0.34%, sehingga lama sekolah yang meningkat dari 7 menjadi 8 tahun (14%), akan meningkatkan PDB sebesar 4.8%.
    (Stevens, P. dan Weale, M. Education and Economic Growth, NISR Report, August 2003.)
    15
  • 20. Peran Pendidikan Dalam Pertumbuhan Ekonomi
    Solow (1956), Samuelson (1974):
    Y: Keluaran
    K: Modal (Kapital)
    L: Naker (Labor)
    F: Fungsi Produksi
    A: Total Factor Productivity (TFP)
    Pertumbuhan Ekonomi
    Untuk kemudahan:
    Y = F(uK,vL)
    dimana:
    u: Produktivitas Modal
    v: Produktivitas Naker
    Peningkatan Keluaran
    Y = A F(K,L)
    Y’/Y = cK’/K+(1-c)L’/L+A’/A
    K, L: Terbatas, A: tidak terbatas
    Masukan
    Penambahan Modal
    Penambahan Naker
    Sumber Daya Alam
    Jumlah
    Produktivitas
    Jumlah
    Produktivitas
    Efisensi
    Inovasi
    Pendidikan
    Investasi
    Infrstruktur
    Proses
    Pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi juga muncul secara tidak langsung. Pendidikan memiliki efek pengali terhadap pertumbuhan yang terbesar (2.3 kali)
    Solow (1956): A Contribution to the Theory of Economic Growth, Quarterly of Economic Research
    Samuelson and Swamey (1974): Invariant Eco. Index Numbers and Canonical Duality, Am. Ec. Rev.
    16
  • 21. Keterkaitan Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi
    Pertambahan Keluaran Domestik  Pertumbuhan Ekonomi
    • Peningkatan Hasil Sumber Daya Alam dan Nilai Tambahnya
    • 22. Penciptaan Produk Substitusi Impor
    • 23. Penciptaan Produk Unggulan Baru
    • 24. Perpanjangan Rantai Pasok Produksi
    Untuk
    Pengembangan Industri
    Efisiensi,
    Effektivitas
    Tidak Terbatas!
    Tidak Terbatas!
    L(abor)
    K(apital)  Terbatas
    Sumber Daya Alam
    Sumber Daya Dana
    SDM
     Terbatas
    • Pembelajaran
    • 30. Kewirausahaan/ Karakter
    • 31. Penelitian dan Pengembangan
    • 32. Desain dan Rekayasa
    Pendidikan
    Pendidikan dapat mengubah sumberdaya terbatas menjadi (hampir) tidak terbatas!!
    17
  • 33. Peran Pendidikan dalam Pertumbuhan Ekonomi
    Pertumbuhan Ekonomi
    • Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja melalui Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan
    • 34. Peningkatan Produktivitas Modal melalui Penguasaan Teknologi & Perpanjangan Rantai Pasok
    • 35. Peningkatan dan Penciptaan Nilai Tambah melalui Inovasi Produk dan Inovasi Proses
    Penghasilan Tinggi
    Pemerataan (Inklusif)
    Berkelanjutan (Sustainability)
    Driver
    Enabler
    Supporter
    - Ketersediaan PT dan Vokasi
    • Pemberian Beasiswa
    • 36. Kesempatan melanjutkan bagi
    yang sudah bekerja
    • Inovasi Produk/Proses
    • 37. Penguasaan Teknologi
    Pendidikan
    Dana Pendidikan
    Dana Penelitian
    18
  • 38. Pendidikan-Kemdiknas-Pertumbuhan Ekonomi
    19
  • 39. Sasaran Strategis
    Merancang program pendidikan yang terarah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang mampu memberikan penghasilan tinggisecara merata kepada seluruh lapisan masyarakat.
    Ukuran keberhasilan pertumbuhan
    20
  • 40. Bagian 3
    pentingnya pendidikan tinggi
    21
  • 41. Peran Pendidikan Tinggi
    Penelitian & Pengembangan
    Interaksi dengan
    Industri dan Masy.
    Pembelajaran
    Publikasi/Deseminasi
    22
  • 42. Manfaat Sosial dan Ekonomi dari Pendidikan
    (Sumber: OECD, Highlight of Education At Glance, 2010)
    23
  • 43. Gaji Rata-rata per BulanuntukTiapJenjang
    (Sumber: Depnakertrans, 2011)
    Premium untuk lulusan universitas dan diploma Indonesia lebih tinggi dari rata-rata negara OECD.
    Data Gaji adalah untuk 2010 dari: http://pusdatinaker.balitfo.depnakertrans.go.id
    24
  • 44. Jumlah Pekerja Berpendidikan Tinggi (D2 Keatas)(Sumber: NSF, Asia’s Rising Scince&Engineering Strength, 2007)
    Walaupun peningkatannya paling tinggi, namun dalam jumlah, apalagi proporsi terhadap populasi, Indonesia memiliki jumlah pekerja berpendidikan tinggi yang sangat rendah.
    25
  • 45. HubunganNilai PDB/KapitadenganJumlahPeneliti(2007)Sumber : World Bank 2011
    JumlahPeneliti per 1 jutapendudukmemilikikorelasipositif yang tinggidengannilai PDB per Kapita(koefisien korelasi r = 0,92)
    Denmark
    Y = -1085,96 + 6,82 X
    Islandia
    R² = 0,85
    Indonesia
    Peneliti adalah ilmuwan dan tenaga teknis berpendidikan minimal S1/D4 yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan.
    JumlahPenelitidan PDB/Kapitaadalah data tahun 2007 yang diambildari data statistik world bank 2011
    http://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.TECH.RD.P6/countries
    http://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.SCIE.RD.P6/countries
    http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries
    26
  • 46. Hubungan Dana Penelitiandan PDB(Sumber : Worldbank, 2011)
    Y = 4260,84 + 13059,78 X
    Norway
    R² = 0,29
    Israel
    Indonesia
    Persentasedanapenelitianterhadap PDB memilikikorelasipositif yang cukup kuat terhadapnilai PDB per kapita(koefisien korelasi r = 0,54)
    1. Anggaranpenelitiantahun 2007 : http://data.worldbank.org/indicator/GB.XPD.RSDV.GD.ZS
    2. PDB /Kapitatahun 2007 : http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries
    27
  • 47. HubunganKenaikanProduktivitasdenganKenaikanJumlahPeneliti 2006-2007(Sumber : Worldbankdan OECD)
    Kenaikanjumlahpeneliti per 1 jutapendudukmemilikikorelasipositif yang tinggiterhadapkenaikannilaiproduktivitas (koef. Korelasi = 0.81)
    Y = 11,33 + 0,37 X
    R² = 0,65
    JumlahPeneliti 2006-2007: http://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.TECH.RD.P6/countries danhttp://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.SCIE.RD.P6/countries
    Produktivitasdihitungdari data PDB dan Jam kerjatahun
    data PDB 2006-2007 : http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries
    data jam kerja 2006-2007 : http://stats.oecd.org/Index.aspx?DataSetCode=EO88_INTERNET
    28
  • 48. Kapasitas Inovasi Indonesia(Sumber: Innovation Capacity Index, 2010-2011)
    Catatan: - Indikator dengan huruf hijau memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan
    - Kebijakan sudah dianggap bagus (rangking 27), tetapi realisasinya masih rendah
    29
  • 49. Fungsi Perguruan Tinggi
    Perguruan Tinggi adalah sumber penting penelitian&pengembangan
    Lebih dari 50% penelitian dasar yang menghasilkan terobosan-terobosan pemikiran yang memungkinkan munculnya industri-industri baru dilaksanakan di perguruan tinggi.
    Perguruan tinggi memiliki misi yang lebih luas dalam menerjemahkan hasil litbang menjadi produk dan perusahaan baru
    15 % penelitian terapan dilaksanakan melalui inovasi yang dimulai di kampus yang kemudian diserap menjadi bisnis melalui paten, start-up, dan pengaturan konsultansi antara dosen dan industri.
    (National Science Foundation (2007), NSF Report 07-317; Litan, R.E. et al (2007). “Commercializing University Innovations: A Better Way,” in Innovation Policy and the Economy, vol. 8. MIT Press.)
    Pembelajaran setingkat sarjana adalah kegiatan utama perguruan tinggi yang memungkinkan perguruan tinggi berhasil melaksanakan penelitian maju (advanced research) dan pendidikan pasca sarjana.
    (Bernanke, B. 2007. “Speech At the U.S. Chamber Education and Workforce Summit”, Washington, D.C.)
    30
  • 50. Peran Community College
    Community College memberikan kontribusi nyata terhadap perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi, karena biayanya murah,jadwal yang lentur, lokasi yang dekat karena tersebar merata di seluruh negara.
    Hampir 50% mahasiswa AS mengikuti pendidikan tinggi melalui Community College
    Community College sangat membantu pemenuhan kebutuhan pelatihan khusus, pendidikan perbaikan (remedial), dan pendidikan orang dewasa
    (Bernanke, B. (2007). “Speech At the U.S. Chamber Education and Workforce Summit”, Washington, D.C., September 24, 2007)
    Pendidikan di community college meningkatkan penghasilan:
    D1 sebesar 9-13 % dari lulusan SMA, D2 sebesar 15-27 % dari lulusan SMA.   
    (Sesuai dengan Mincerian Return sebesar dalam kisaran10 %/tahun)
    (Kane, T. and Rouse, C. (1999). “ The Community College: Educating Students at The Margin Between College and Work,” J. Economic Perspectives, vol. 13.)
    Tidak ada perbedaan yang nyata (signifikan) antara sarjana melalui pendidikan sepenuhnya (4 tahun) di universitas atau yang melalui community college (2 tahun) dan dilanjutkan dengan di universitas (2 tahun)
    (Gill, A. and Leigh, D. (2003). “Do the Returns to Community Colleges Differ Between Academic and Vocational Programs?” J. Human Resources, vol. 38.)
    31
  • 51. Model Pendidikan Tinggi Mendatang
    Bekerja/Berwirausaha
    Siswa berprestasi
    Kebutuhan peningkatan APK dalam jumlah besar dalam waktu cepat, membutuhkan modelbaru pengelolaan pendidikan tinggi dan menengah, antara lain dengan mambangun Community College(CC) di tiap kota/ibukota kabupaten dengan cara memperluas sekolah yang sudah ada. Melalui CC, biaya pendidikan tinggi akan dapat ditekan karena peserta didik tidak harus pergi terlalu jauh untuk bisa kuliah.
    32
  • 52. Kebutuhan pengembangan kapasitas pendidikan tinggi
    Bagian 4
    33
  • 53. Perkembangan APK PendidikanTinggi(2005 – 2010)
    (Sumber: Diolah dari Laporan Dikti berbagai tahun)
    18.36%
    17.75%
    16.91%
    15.26%
    *) Berdasar data sensuspenduduk 2010
    34
  • 54. Perbandingan PDB/Kapita (1000-20000) vs APK PT (Sumber: WEF, GCI Report 2010-2011)
    Y = 20,79 + 0,0023 X
    R² = 0,30
    Indonesia 2010
    2025
    2015
    APK PT adalah data tahun 2008, sedangkan PDB/Kapita (1000 - 20000) adalah data tahun 2009. Keduanya diambil dari GCI Report 2010-2011
    Interpolasi linear terhadap data ini,untuk PDB/Kapita sekitar $5.300 dihasilkan perkiraan nilai APK PT 33% (dengan rentangan antara 22- 44%untuktingkatkepercayaan 95%), untuk PDB/Kapita sekitar $14.000 dihasilkan perkiraan nilai APK PT 53% (dengan rentangan antara 35- 71%untuktingkatkepercayaan 95%)
    35
  • 55. PenambahanKapasitas PT(sumber: DEPKEU (2008), US Census Bureau, BPS, DIKTI, 2011)
    - JumlahPenduduk :
    Data 2015 dan 2025 : http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/
    - JumlahMahasiswa 2010 : http://www.psp.kemdiknas.go.id/?page=statistik
    - AnggaranPendidikan : http://www.anggaran.depkeu.go.id/
    36
  • 56. Rencana Distribusi Penambahan Kapasitas
    37
  • 57. Rencana Penambahan Kapasitas PTN
  • 58. Agenda Kerja Utama
    Percepatan Peningkatan:
    Angka Partisipasi Kasar (APK)  A
    Mutu dan Relevansi  M
    Pendidikan Tinggi
  • 59. Alasan prioritisasi bidang sains dan teknik
    Bagian 5
    40
  • 60. Peran Pendidikan dalam Pengembangan Industri
    KTI: Knowledge and Technology Intensive (OECD)
    Nilai Tambah
    Modal Pengetahuan
    Modal Fisik
    Driver
    Enabler
    Driver
    Enabler
    Industri Primer
    Industri Sekunder
    Industri Tersier
    Industri KTI
    Enabler
    Driver
    Driver
    41
  • 61. KontribusiSektorTerhadapPDB di Beberapa Negara(Sumber: CIA, World FactBook, 2010)
    Grafik diatas menunjukkan makin maju suatu negara (ditandai dengan makin tinggi PDB nya), makin penting sektor jasa bagi negara tersebut yang ditunjukkan dengan makin tingginya kontribusi sektor jasa terhadap PDB negara. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa sektor jasa tidak dibatasi oleh keterbatasan sumber daya, tetapi oleh kreativitas yang boleh dikatakan tidak terbatas sehingga dapat menggenjot PDB
    KomposisiSektor darilaporan CIA 2010: https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/
    42
  • 62. Nilai Tambah Industri Sumber: NSF, Sci & Eng Indicators, 2010
    Semua bidang diatas sangat membutuhkan tenaga bidang sains & teknik, kecuali nomer 2,9,12
  • 63. Perbandingan Knowledge Economic Index(NSF: Science and Engineering Indicators, 2010, based on World Bank Report Oct 2009)
    44
  • 64. Mengapa Bidang Ilmu Sains & Teknik?
    Indonesia kekurangan tenaga ahli bidang sains dan teknik
    Peningkatan nilai tambah terhadap sumber daya alam memerlukan penguasaan sains (ilmu pengetahuan alam) dan teknik untuk menghasilkan inovasi produk dan inovasi proses
    Perpanjangan rantai pasok suatu industri membutuhkan penguasaan sains (ilmu pengetahuan alam)
    Sains & teknik sangat diperlukan sebagai driver dan enabler pengembangan industri
    Untuk menghasilkan PDB yang tinggi diperlukan pengembangan jasa berteknologi tinggi, yang memiliki nilai tambah sangat tinggi
    Indonesia masih tertinggal dalam knowledge economy, yang sangat besar kontribusinya terhadap PDB di masa-masa mendatang
    Sektor manufaktur, baik teknologi tinggi maupun bukan, masih memberikan nilai tambah yang tinggi sehingga diperlukan untuk peningkatan PDB
    Sektor dengan nilai tambah tinggi masih didominasi sektor-sektor yang terkait erat dengan sains dan teknik
    Perlu Pengembangan Pendidikan Tinggi Sains & Teknik
    45
  • 65. Konsep Pemilihan Bidang Ilmu Prioritas
    Isu Strategis
    Strategi
    Sektor Unggulan
    Peningkatan nilai tambah pada sumber daya alam
    Perpanjangan rantai produksi nasional dan global
    Peningkatan produk lokal substitusi impor
    Peningkatan produk dan jasa konektivitas nasional
    Pencarian produk-produk (barang dan jasa) unggulan baru
    Industri berbasis sumber daya alam berkelanjutan dan pengolahannya: hulu, hilir , samping (Pangan & Energi)
    Industri produk dan jasa konektivitas dan gaya hidup (Transportasi –Komunikasi-Elektronika)
    Industri manufaktur penghasil barang-barang substitusi impor
    Industri jasa dan produk berbasis pengetahuan dan teknologi tinggi
    Ketahanan Pangan
    Ketahanan Energi
    Ketahanan Kesatuan (Konektivitas)
    Ketahanan Devisa
    Kebutuhan Gaya Hidup
    Kebutuhan Kompetisi (Produktivitas)
    Lulusan
    Inovasi
    Pengajaran
    Litbang
    Perguruan Tinggi
    46
  • 66. Alasan Kebutuhan Bidang Sains dan Teknik
    47
  • 67. Kerangka Pertumbuhan Ekonomi melalui Pengembangan Pendidikan Tinggi Sains dan Teknik
    Pertumbuhan Ekonomi
    Kontribusi Pendidikan terhadap Pengembangan Industri
    Tenaga Terampil
    Hasil Riset
    Wirausahawan
    Inovasi Produk
    Inovasi Proses
    Produk dan Jasa Unggulan
    Pangan
    Tambang& Energi
    Transportasi & Logistik
    Pengolahan
    Elektronika & Komunikasi
    Pengetahuan & Teknologi Tinggi
    Supporter, Driver, Enabler (Penyangga, Penggerak, Pemungkin)
    Bidang Unggulan
    Pertanian
    Sains
    Teknik
    Kegiatan Pendidikan Tinggi
    Pengabdian Masyarakat
    Pembelajaran/Berkelanjutan
    Penelitian dan Pengembangan
    Perguruan Tinggi
    48
    Universitas Riset
    Universitas Pengajaran
    Community College
    Politeknik
  • 68. PerbandinganLulusanBidangPertanian, Teknik, danSainsdibeberapa Negara(Sumber: Unescodan DIKTI, 2011)
    Data % LulusanTeknik,Sains,Pertanianadalah data terkini, untuk Indonesia data diambildari DIKTI.Negara lain diambildariUnesco: http://stats.uis.unesco.org/unesco/TableViewer/tableView.aspx
    49
  • 69. Hubungan PDB/KapitadenganKomposisi Terkini(Sumber : worldbank, unesco, DIKTI, 2011)
    Y = 3853,96 + 359,64 X
    Grafik disamping menunjukkan bahwa Indonesia kekurangan ahli dalam bidang Sains dan Teknik, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Kualitas akan menggeser titik keatas, sedangkan kuantitas akan menggeser titik ke kanan. Resultan keduanya akan menghasilkan titik tujuan yang diinginkan.
    R² = 0,29
    Portugal
    Kualitas
    Malaysia
    Kuantitas
    Indonesia
    Data % LulusanTeknik,Sains,Pertanianadalah data terkini, untuk Indonesia data diambildari DIKTI sedangkannegara lain diambildariunesco: http://stats.uis.unesco.org/unesco/TableViewer
    Data PDB per Kapitaadalah data tahun 2009 yang diambildari data statistikworldbank 2011 : http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries
    50
  • 70. ProyeksiJumlahMahasiswa3 BidangIlmuPrioritas (Tahun 2025dan 2045 dengan APK PT 42% dan 69%)
    2010
    Jumlah Mahasiswa
    51
  • 71. Rencana Penambahan Kapasitas PTN Teknik
    52
  • 72. Rencana Penambahan Kapasitas PTN Pertanian
    53
  • 73. Rencana Penambahan Kapasitas PTN Sains
    54
  • 74. RencanaAksiPenambahan PTN Baru
    55
  • 75. RencanaAksiPerluasan PTN Eksisting
    56
  • 76. Model perhitungan kebutuhan kapasitas pendidikan tinggi
    Bagian 6
    57
  • 77. Kerangka Pikir Perkiraan Rinci Kebutuhan SDM(Demand Side)
    Pertumbuhan PDB Nasional
    Pertumbuhan PDB Koridor
    Peningkatan Output Koridor
    Penambahan Input Koridor
    Potensi Koridor
    Penambahan Input SD Alam
    Penambahan Input Investasi
    Peluang Kerja
    Penambahan Input SDM Koridor
    Peluang Usaha
    58
  • 78. Kerangka Pikir Perkiraan Rinci Pemenuhan SDM (Supply Side)
    Sikap
    Tenaga Kerja
    Penambahan Input SDM Koridor
    Wira-usaha
    Untuk Tiap Jenis keahlian
    Kebutuhan SDM Nasional
    Ketrampilan
    Pengetahuan
    Penambahan Output Pendidikan: Wirausahawan, Naker, Inovasi, ...
    Penentuan Jenis & Tingkat Keahlian yang Harus Disiapkan
    KKNI/IQF
    Penambahan Kapasitas dan Kualitas Pendidikan yang Dibutuhkan
    KKNI: Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia, IQF: Indonesia Qualification Framework
    59
  • 79. Prioritas Pembangunan Nasional
    Peningkatanaksespendidikan yangberkualitas, relevandanefesienmenujuterangkatnyakesejahteraanhiduprakyat, kemandirian, keluhuranbudipekerti, dankarakterbangsa yang kuat.
    Ketidak sesuaian antara keluaran pendidikan dan kebutuhan dunia kerja akan menyebabkan pengangguran:
    Pengangguran terstruktur karena pasokan tenaga kerja melebihi kebutuhan (structural unemployement)
    Pengangguran friksional karena pasokan tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhannya (frictional unemployment)
    Pembangunan pendidikandiarahkandemitercapainyapertumbuhanekonomiyang didukungkeselarasanantaraketersediaantenagapendidik dengankemampuan:
    menciptakanlapangankerjamelaluikewirausahaan untuk mengatasi pengangguran terstruktur
    menjawabtantangankebutuhantenagakerja melalui kesesuaian kompetensi, jumlah, dan lokasi lulusan pendidikan untuk mengatasi pengangguran friksional
    60
  • 80. Kerangka Kerja Penyelarasan Supply-Demand
    Sisi Pasokan (Supply Side)
    Sisi Permintaan (Demand Side)
    Kemendiknas/Kemenag & Kementerian lainnya sebagai penyelenggara pendidikan
    Dunia Industri dan Dunia Usaha (DUDI) sebagai pengguna keluaran pendidikan
    Dimensi Penyelarasan: Kuantitas, Kualitas/Kompetensi, Lokasi, Waktu
    61
  • 81. Model Sisi Permintaan (Demand)
    Berdasarkan kondisi saat ini, peluang substitusi impor, rencana pengembangan sektor & daerah, serta dinamika pasar internasional
    Peramalan Kebutuhan
    Kualitas/Kompetensi
    Lapangan Kerja
    Barang
    Manufaktur & Pengolahan
    Pertanian, Perkebunan, Kehutanan & Perikanan
    Kuantitas
    Telekomunikasi
    Lokasi
    Peluang Usaha
    Jasa
    Perdagangan
    Keuangan & Jasa Lainnya
    Waktu
    Sektor – Sektor Lainnya
    Dimensi
    Output
    Sektor
    Lokasi dibagi menjadi lokal, nasional & internasional
    62
  • 82. Model Sisi Pasokan (Supply)
    Entrepreneurship-friendly culture
    Kebutuhan kompetensi dirumuskan & di-deploy sampai tingkat dasar
    Kompetensi dipetakan berdasarkan kompetensi umum & spesifik serta kompetensi hard & soft
    Deployment
    Pencari
    Kerja
    Kualitas/Kompetensi
    Sarana & Prasarana
    Kuantitas
    Pendidik & Ten. Kepend.
    Wirausaha
    Lokasi
    Sistem Pembelajaran
    Waktu
    Output
    Dimensi
    Proses
    Penyelenggara Pendidikan
    & Pelatihan
    63
  • 83. 64
    TerimaKasih,
    SelanjutnyaMohonArahanBapakPresiden