• Save
Tugas bahasa ind. jurnal FEBRIANSYAH
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
4,387
On Slideshare
4,380
From Embeds
7
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
1

Embeds 7

http://092biftunjkelompok6.blogspot.com 7

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PENGUASAAN TEORITIK DASAR ELEKTRONIKA MELALUI HASIL PRAKTIK PADA MATA PELAJARAN TEORI DASAR ELEKTRONIKA DI SMKN 39 JAKARTA Putri Debby Pratiwi, Bambang Dharma Putra, Budjari ABSTRAK The purpose of this research is to improve the quality of learning by achieving optimal learning outcomes in order to improve and enhance the quality of teaching and learning in the classroom. This study uses a quantitative approach to obtain data and analysis through reflective studies, parsitipatif and collaborative. Program's development was based on data and information from students, teachers and classes are naturally social settings through the four stages of classroom action research cycle to improve the student learning outcomes and activities carried Classroom Action Research (CAR) using the method of theoretical mastery of basic electronics through results practice. The study is targeted EI2 tenth grade students (one of two industrial electronics) SMK N 39 Jakarta, on odd semester 2009/2010 academic year. A. Latar Belakang Masalah hasil belajar dengan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) (KTSP). Secara khusus pemerintah telah merupakan suatu lembaga pendidikan yang merancang struktur kurikulum tersebut bertanggung jawab dalam mencetak sumber menjadi tiga komponen yang bersifat : daya manusia yang memiliki kemampuan akademis sekaligus keahlian khusus. 1.Normatif ; berperan dalam pembentukan Dengan menguasai teori dan praktik, setiap watak manusia Indonesia. lulusan SMK diharapkan mampu bersaing 2.Adaptif ; berperan dalam penamaan dasar didunia industri. dan pengembangan kemampuan profesi. 3.Produktif ; berperan dalam pembekalan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang keterampilan produktif sesuai dengan ada di Indonesia khususnya di Jakarta yaitu kebutuhan dunia kerja. SMKN 39 Jakarta Pusat adalah salah satu lembaga pendidikan formal yang banyak mencetak tenaga kerja dan telah menerapkan Lembaga pendidikan ini senantiasa berusaha program pemertintah dalam meningkatkan meningkatkan mutu lulusannya agar dapat
  • 2. memiliki kesiapan dan kemampuan untuk Job Sheet terdapat teori singkat, langkah memasuki dunia kerja dengan membekali kerja, pengisian tabel dan pertanyaan yang siswa seperangkat kemampuan yang harus harus dijawab oleh siswa untuk dipelajari dan dikuasai siswa sesuai dengan mengembangkan kemampuan teori siswa. tuntuan lapangan kerja. B. Perumusan Masalah Keterampilan praktik elektronika merupakan Berdasarkan latar belakang masalah kemampuan yang dimiliki seseorang melalui tersebut, maka perumusan masalah dapat proses belajar yang melibatkan kemampuan disimpulkan yaitu: Apakah penguasaan kognitif dan sikap yang diekspresikan dalam teori siswa tentang dasar elektronika dapat kegiatan praktek elektronika dengan fasilitas meningkat berdasarkan berbagai dan peralatan yang tersedia. Dengan pendekatan praktik? demikian untuk mencapai kemampuan praktek elektronika melibatkan koordinasi C. Tujuan Penelitian antara kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik dengan kondisi fisik Sejalan dengan rumusan masalah tersebut, lingkungan kerja secara interaktif. maka tujuan penelitiannya adalah Berdasarkan pemasalahan yang telah 1.Ingin mengetahui kemampuan siswa dikemukakan, peneliti bermaksud untuk dalam menguasai teori dasar elektronika mengadakan penelitian tindakan kelas dalam dapat meningkatkan berdasarkan berbagai penguasaan teoritik dasar elektronika pendekatan praktik? melalui hasil praktik sehingga dalam 2.Ingin mengetahui seberapa besar kesempatan sekali praktik bisa keaktifan siswa dalam berdiskusi secara mengembangkan teori seputar materi yang kelompok melalui penugasan dalam Job terkait. Guru memberikan dua Job Sheet Sheet? setiap praktik berlangsung, Job Sheet kedua 3.Ingin mengetahui seberapa tinggi hasil dibuat untuk pengamatan mnggunakan alat belajar siswa dengan penguasaan teori ukur. Hal ini disebabkan karena fasilitas tentang dasar eletronika berdasrakan praktik yang kurang, dalam hal ini berbagai pendekatan praktik? penggunaan alat ukur AVO meter, sehingga bisa di gunakan secara bergantian. Didalam
  • 3. 4.Ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat Hasil belajar merupakan indicator dari kepuasan siswa dalam kegiatan keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran praktikum? yang ditetapkan dalam system pendidikan 5.Bagi mahasiswa lain yang ingin meneliti nasional. Pengungkapan hasil belajar suatu penelitian tindakan kelas idealnya melalui segenap ranah psikologi diharpakan peneliti ini dapat menjadi yang berubah sebagai akibat dari bahan masukan dan referensi untuk pengalaman dan proses belajar mengajar. penelitian sejenis. Agar hasil belajar dapat optimal, maka kegiatan pembelajaran harus direncanakan D. Tinjauan Pustaka oleh guru dengan baik dan benar sehingga proses belajar dapat berjalan sesuai Pada hakikatnya setiap manusia memiliki rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. rasa dan keinginan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, dan selalu Menurut Yuaelawati yang mengutip dari ingin mengetahui yang baru terhadap pernyataan Bloom mengatakan bahwa hasil segala sesuatu yang ada disekitarnya. Dari belajar sebagai tujuan pendidikan yang situlah timbul suatu sikap dan keinginan hendak dicapai dapat diklasifikasikan untuk belajar dan pengalaman selama menjadi tiga bidang yaitu : hidupnya. Belajar pada umumnya a. Kognitif, tujuannya yaitu memperoleh dilakukan seseorang sejak mereka lahir di pengetahuan fakta atau ingatan, dunia. pemahaman, aplikasi dan kemampuan Berdasarkan teori yang telah di kemukan berfikir analisis, sintesis dan evaluasi. oleh para ahli , belajar dapat disimpulkan b.Afektif, tujuannya yaitu memperoleh sebagai proses usaha yang dilakukan oleh sikap, apresiasi dan karakteristik. individu (manusia) untuk memperoleh c. Psikomotor, tujuannya yaitu keterampilan suatu perubahan tingkah laku, secara fisik yang berkaitan dengan keterampilan keseluruhan, secara sadar, sengaja, gerak maupun ekspresi verbal maupun bertujuan, sebagai hasil pengalaman non-verbal. induvidu itu sendiri dalam interaksi dengan Belajar keterampilan adalah belajar dengan lingkungan nya. menggunakan gerakan-gerakan motorik
  • 4. yakni berhubungan dengan urat-urat syaraf 2.Bisa digunakan untuk formatif maupun dan otot-otot neuromuscular. sumatif 3.Yang diukur keterampilan dan Penilaian Autentik performansi, bukan mengingat fakta. 4.Berkesinambungan Penilaian autentik adalah pengumpulan 5.Terintegrasi informasi oleh guru tentang perkembangan 6.Dapat digunakan sebagai feed back dan pencapaian pembelajaran yang di lakukan anak didik melalui berbagai teknik Keuntungan penilaian autentik bagi siswa2 yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukan secara Penilaian autentik meningkatkan tepat bahwa tujuan pembelajaran dan pembelajaran dalam banyak hal. kemampuan (kompetensi) telah benar- Pengujian standar bersifat eksklusif dan benar di kuasai dan di capai.1 Penilaian sempit. Sementara penilaian autentik autentik merupakan penggunaan berbagai yang bersifat inklusif memberi strategi penalarannya yang akan keuntungan kepada siswa dengan merefleksikan hasil belajar sesungguhnya. memungkinkan mereka: Penilaian autentik berfokus pada tujuan, 1. Mengungkapkan secara total seberapa melibatkan pembelajaran secara langsung, baik pemahaman materi akademik mengharuskan membangun keterkaitan dan mereka. kerjasama, dan menanamkan tingkat 2. Mengungkapkan dan memperkuat berpikir yang lebih tinggi. Pengujian penguasaan kompetensi mereka seperti standar (ujian nasional, ulangan umum) dan mengumpulkan informasi, menggunakan penilaian dalam bentuk angka bersifat sumber daya, menangani teknologi, dan ekslusif dan sempit, sementara penilaian berfikir secara sistematis. autentik bersifat inklusif. 3. Menghubungkan pembelajaran dengan Karakteristik penilaian Autentik : pengalaman mereka sendiri, dunia 1.Dilaksanakan selama dan sesudah proses mereka, dan masyarakat luas. pembelajaran berlangsung
  • 5. 4. Mempertajam keahlian berfikir dalam mempersiapkan peserta didik terutama tingkat yang lebih tinggi saat mereka untuk bekerja dalam bidang tertentu. menganalisis, memadukan, Tujuan pendidikan SMK adalah mengidentifikasi maslah, menciptakan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, solusi, dan menghubungkan sebab akibat. kepribadian, akhlak mulia, serta 5. Menerima tanggung jawab dan keterampilan untuk hidup mandiri dan membuat pilihan. mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. 6. Berhubungan dan bekerja sama dengan orang lain dalam mengerjakan tes. SMK Negeri 39 Jakarta merupakan lembaga diklat yang terpadu, mandiri dan 7. Biasakan para siswa dengan rubrik professional dalam bidang teknologi dan tertentu, ajak para siswa untuk terus industry berstandar Nasional menuju menerus melakukan penilaian diri saat Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) mereka menilai kerja mereka sendiri. dengan tidak meninggalkan jati diri bangsa. 8. Libatkan sekelompok orang selain guru HAKIKAT PENELITIAN TINDAKAN untuk menanggapi penilaian ini. (Lewis KELAS & Shoemaker, 1998) Penelitian tindakan berasal dari istilah bahasa Action Research. Dari namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung di Hakikat Mata Pelajaran Menguasai dalamnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian Teori Dasar Elektronika di SMKN 39 yang dilkakukan di kelas. Dikarenakan ada Jakarta tiga kata yang membentuk pengertian Undang-undang Sistem Pendidikan tersebut, maka tiga pengertian yang dapat Nasional (UU SPN) No. 20 tahun 2003 diterangkan. pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan 1.Penelitian ; menunjuk pada suatu Nasional dan penjelasan pasal 15 yang kegiatan mencermati suatu objek dengan menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan menggunakan cara dan aturan metodologi merupakan pendidikan menengah yang tertentu untuk memperoleh data atau
  • 6. informasi yang bermanfaat dalam plan (perencanaan), act (tindakan), observe meningkatkan mutu suatu hal yang (pengamatan), dan reflect (perenungan) menarik minat dan penting bagi peneliti. atau disingkat PAOR yang dilakukan 2.Tindakan ; menunjuk pada sesuatu gerak secara intensif dan sistematis atas kegiatan yang sengaja dilakukan dengan seseorang yang mengerjakan pekerjaan tujuan tertentu. Dalam penelitian ini sehari-harinya. Keempat langkah penting dirancang rangkaian siklus kegiatan tersebut dapat diuraikan secara singkat untuk siswa. seperti berikut : 3.Kelas ; dalam hal ini tidak terikat pada 1.Rencana pengertian ruang kelas tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Seperti Rencana merupakan serangkaian tindakan yang sudah lama dikenal dalam bidang terencana untuk meningkatkan apa yang pendidikan dan pengajaran. Yang telah terjadi. dimaksud kelas adalah sekelompok siswa 2.Tindakan yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama Langkah kedua yang perlu diperhatikan pula. Dengan menggabungkan batasan adalah langkah tindakan yang terkontrol pengertian tiga kata inti, yaitu (1) secara seksama. Tindakan dalam penelitian penelitian, (2) tindakan dan (3) kelas, tindakan harus hati-hati dan merupakan segera dapat disimpulkan bahwa kegiatan praktis yang terencana. penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan 3.Observasi belajar berupa sebuah tindakan, yang Observasi pada penelitian tindakan sengaja dimunculkan dan terjadi dalam mempunyai fungsi mendokumentasi sebuah kelas secara bersama. Tindakan implikasi tindakan yang diberikan kepada tersebut diberikan oleh guru atau dengan subjek. arahan guru yang dilakukan oleh siswa. 4.Reflektif Penelitian tindakan secara garis besar, peneliti pada umumnya mengenal adanya Langkah reflektif merupakan sarana untuk empat langkah penting, pengembangan melakukan pengkajian kembali tindakan yang telah dilakukan terhadap subjek
  • 7. penelitian dan telah dicatat dalam E. Metodelogi Penelitian observasi. Sasaran Meningkatkan kualitas PTK merupakan penelitian yang dianjurkan pembelajaran guna memperbaiki dan untuk dilakukan guru. Dalam meningkatkan mutu proses belajar Permendiknas No. 16 Tahun 2007 disebut mengajar antara guru dengan siswa kelas X kan sebagai salah satu kompetensi guru EI 2 melalui penugasan dalam Job Sheet mata pelajaran dalam mengembangkan agar siswa bisa berpikir secara keprofesionalan secara berkelanjutan konstruktivisme yaitu membangun struktur dengan melakukan tindakan reflektif. pengetahuannya sendiri. Berbeda dengan penelitian lainnya, maka Suharsimi (2007) mengembangkan satu PTK bertujuan memecahkan masalah siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pembelajaran yang dihadapi guru di pengamatan, dan refleksi. Setelah satu siklus kelas.secara profesional. Tanpa ada dilalui, yakni setelah satu indikator tercapai, masalah pembelajaran yang nyata di maka guru melakukan refleksi dari hasil kelasnya, maka tak perlu dilakukan PTK yang diperolehnya. Program yang oleh guru. dilaksanakan dalam proses pembelajaran Karakteristik utama PTK adanya refleksi Mata Pelajaran Menguasai Teori Dasar guru atas tindakan yang dilakukan setelah Elektronika di tingkat SMK direncanakan mengajar di kelasnya. Selain itu, dalam empat kali pertemuan (empat siklus) karakteristik PTK adalah kolaborasi dengan untuk setiap indikator. Terdapat empat teman sejawat dalam mengamati tahapan Penelitian Tindakan Kelas, yaitu pelaksanaan pembelajaran guru. Tidak saja tahap : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) teman sejawat guru yang mengamati pengamatan, dan (4) refleksi. Namun perlu tindakan pembelajaran guru, tetapi murid diketahui bahwa tahapan pelaksanaan dan pun diminta masukannya sebagai subjek pengamatan sesungguhnya dilakukan secara yang menerima tindakan pembelajaran bersamaan. Adapun model dan penjelasan tersebut. Tentunya guru harus menilai untuk masing-masing tahap adalah sebagai prestasi siswa, apakah KKM yang telah berikut. ditetapkan tercapai atau tidak. Tahap 1: Perencanaan Tindakan
  • 8. Dalam tahap ini peneliti membuat Silabus dalam penelitian tindakan kelas ini perencanakan tindakan meliputi dirancang berdasarkan matrik yang diambil perencanaan tindakan umum dan tindakan dari acuan Permendiknas No. 41 tahun 2007. khusus. Perencanaan umum merupakan Silabus akan sangat bermanfaat sebagai perencanaan yang disusun untuk pedoman bagi pengajar karena berisi keseluruhan aspek, sedangkan perencanaan petunjuk secara keseluruhan mengenai khusus merupakan perencanaan yang tujuan dan ruang lingkup materi yang harus disusun untuk masing-masing siklus. dipelajari oleh peserta didik. Selain itu, Keseluruhan perencanaan disusun Silabus juga menerangkan tentang kegiatan berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dan belajar mengajar, media, dan evaluasi yang guru pamong sebagai kolabolator. harus digunakan dalam proses pembelajaran kepada peserta didik. Perencanaan umum disusun berdasarkan permasalahan peneiti Tahap 2 : Pelaksanaan Tindakan sebagaiman dipaparkan pada BAB I, yakni Pada langkah ini peneliti terkait dengan penguasaan teoritik dasar melaksanakan proses pembelajaran sesuai elektronika melalui hasil praktik di SMK dengan perencanaan yang telah dibuat Negeri 39 Jakarta. Pada tahapan ini peneliti dengan menggunakan dua Job Sheet yang merancang kegiatan belajar berdasarkan sudah dirancang oleh peneliti. Job Sheet satu Silabus dan RPP yang telah dirancang digunakan secara manual dan Job Sheet dua menurut permasalahan yang ada dalam kelas digunakan dengan menggunakan alat ukur. tersebut. Silabus adalah suatu rencana yang Setiap kelompok dibagi menjadi kelompok mengatur kegiatan pembelajaran dan kecil dengan dua sampai tiga orang pada pengelolaan kelas, serta penilaian hasil masing-masing kelompok. Pelaksanaan belajar dari suatu mata pelajaran. tindakan direncanakan selama 4 siklus yang Silabus merupakan bagian dari dilakukan dalam 4 pertemuan, setiap kurikulum sebagai penjabaran Standar pertemuan dilakukan 4 jam pelajaran (180 Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke menit) yang disesuaikan dengan waktu dalam materi pembelajaran, kegiatan belajar yang telah dijadwalkan pihak pembelajaran, dan indikator pencapaian sekolah. kompetensi untuk penilaian hasil belajar.
  • 9. Tahap 3: Pengamatan Terhadap Tindakan suatu tindakan persis sama seperti yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi yang sudah Pada tahap ini dilaksanakan tahap dilakukan berguna untuk siklus berikutnya, pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan, agar bisa menyusun perencanaan tindakan Kegiatan pengamatan sekaligus dari kekurangan siklus yang sebelumnya. melaksanakan tindakan. Peneliti Siswa juga diberikan kuesioner mengumpulkan data dengan menggunakan setelah 1 indikator selesai untuk mengetahui lembar pengamatan tindakan guru, lembar kepuasan siswa dalam praktikum komponen pengamatan guru kolaborator, penugasan dasar elektronika, dan pengamatan terhadap dalam Job Sheet dan laporan hasil praktik. cara guru mengajar, bila hasil koesioner tidak memuaskan maka guru harus Pendekatan pengamatan tindakan merenungkan metode apa yang tepat untuk (observing yang digunakan adalah observasi agar dapat digunakan pada siklus peer (pengamatan sejawat), yakni observasi berikutnya. Dan jika ada siswa yang yang dilakukan oleh guru kolabolator mendapatkan nilai kurang dari ketentuan terhadap pelaksanaan pembelajaran. KKM maka guru harus memberikan Tahap 4: Refleksi remedial diluar jam pelajaran yaitu berupa Setelah melakukan observasi, peneliti penugasan. melakukan evaluasi dengan cara memproses Data dan Cara Pengambilan Data data yang telah diperoleh, mendiskusikannya dengan guru kolaborator, Pengambilan Data merupakan suatu apakah tindakan yang dilakukan sesuai cara atau jalan yang ditempuh untuk dengan rencana yang telah dibuat, apa mendapatkan data. Pengambilan data yang kelebihan dan apa kekurangan perencanaan dilakukan dalam penelitian ini adalah serta tindakan yang telah dilakukan, serta sebagai berikut : bagaimana rata-rata hasil belajar Mata Pelajaran Menguasai Teori Dasar a. Data aktivitas kelas diambil melalui Elektronika siswa setelah diberikan tindakan observasi pada saat pelaksanaan pada siklus I. tindakan berlangsung dengan Tujuan dilaksanakannya refleksi menggunakan lembar pengamatan. adalah mengingat dan merenungkan kembali
  • 10. b. Data hasil belajar siswa diambil pada siklus ini guru masih belum terbiasa ketika praktik siklus berlangsung. menghadapi situawsai dalam kelas sehingga dalam pembelajaran pada saat c. Data tentang kepuasaan siswa dalam praktikum masih kurang merespon siswa- praktikum dan cara guru mengajar siswa yang bermasalah dalam diambil melalui kuesioner setelah pembelajaran. KBM berlangsung. Dari hasil diskusi dengan guru kolaborator Analisis Data untuk merancang tindakan siklus II, hal-hal yang perlu dilakukan oleh peneliti antara Analisis data penelitian dilakukan lain: melihat peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dan Job Sheet hasil praktik 1.merancang rencana program belajar Menguasai Teori Dasar Elektronika pembelajaran, mempertimbangkan dan (MTDE) dengan penugasan yang ada dalan menetapkan sikap dan keterampilan yang Job Sheet serta laporan praktik pada setiap diharapkan dapat dikembangkan oleh siklusnya. Adapun untuk melihat signifikan siswa selama berlangsung nya kepuasaan dan ketertarikan hasil belajar pembelajaran. Menguasai Teori Dasar Elektronika maka, 2.membiasakan siswa untuk belajar secara digunakan kuesioner untuk mengetahui bersama-sama dalam kelompok untuk kepuasan siswa dalam praktikum. Hal ini menggali motivasi belajar siswa tentang berarti bahwa dalam penelitian dianggap materi dengan mengurangi bantuan guru. berhasil apabila terjadi kenaikan nilai rata- 3.guru memberikan arahan kepada siswa rata dan kepuasan siswa dalam praktikum yang kurang puas dalam kegiatan pada hasil belajar Menguasai Teori Dasar praktikum yang terlihat dalam kousioner. Elektronika di SMK Negeri 39 Jakarta 4.pada siklus II guru lebih memberikan dibandingkan dengan yang terdahulu. motivasi kepada siswa untuk mempelajari bahan ajar dan mencari sumber belajar F. Hasil Penelitian dan Pembahasan yang ada, guru juga menjelaskan tujuan Siklus I : pembelajaran yang terkait dengan materi agar siswa tertarik setelah mengetahui
  • 11. manfaat dari apa yang di pelajari dengan mengembangkan penalarannya. Siklus III Dengan adanya aspresiasi maka siswa di uji tingkat kepahamannya mengenai materi sebelumnya dengan diberikan pengayaan Siklus II : didalamnya. Kegiatan praktikum Guru sudah terbiasa dalam mengahadapi dapatdilaksanakan dengan baik, karena situasi dalam kelas, sudah bisa melihat masing-masing siswa merasa tertarik siswa-siswa yang mengalami kesliatan mengenai praktik yang dilakukan. Masing- dalam pembelajaran, setiap kelompok dapat masing kelompok dapat mengerjakan berdikusi dengan baik dalam mengerjakan penguasaan yang ada dalam Job Sheet penugasan yang ada dalam jobshet. dengan berdiskusi. Dengan demikian untuk merancang siklus Dari hasil diskusi dengan guru kolaborator IV hal-hal yang perlu dilakukan oleh untuk merancang tindakan siklus II, hal-hal peneliti antara lain : yang perlu dilakukan oleh peneliti antara 1.merancang rencana program lain: pembelajaran, agar siswa mencari informasi untuk pelajaran yang 1.merancang rencana program berikutnya. pembelajaran, agar siswa lebih tertarik 2.membiasakan siswa untuk belajar secara pada pembelajaran yaitu menghubungkan bersama-sama dalam kelompok untuk dengan dunia kerja. menggali motivasi belajar siswa tentang 2.mengumpulkam Job Sheet pertama yang materi dan guru hanya sebagai telah dikerjakan oleh kelompok, memonitoring. setelahselesai barudiberikan Job Sheet 3.mengawasi jalannya praktikum dengan kedua sehingga tidak terjadi kecurangan baik sehingga meminimalisasi tindak lagi. kecurangan siswa 3.menyampaikan materi dengan tenang dan tidak terlalu cepat. Sikulus IV 4.memperluas kesempatan bagi siswa untuk Terjadinya peningkatan cara mengajar guru aktif mencari informasi diluar tentang dari siklus I,II, III sampai IV. LPGK yang yang akan dipelajari untuk siklus III
  • 12. diamati oleh pengamat mendapat nilai 96% Dalam pembelajaran Menguasai Teori untuk cara mengajar guru. Nilai dari hasil Dasar Elektronika dengan pendekatan rata-rata kelas adalah 77 dengan tingkat kontruktivisme dan belajar tuntas maka kelulusan 87%. Hasil penelitian tindakan siswa dapat mencari berbagai informasi kelas ini di nyatakan berhasil karena untuk meningkatkan kemampuan terjadinya perbaikan nilai dan minat siswa teoritiknya, sedangkan dengan metode untuk memperlajari materi-materi yang belajar tuntas maka bahan ajar diharapkan telah diberikan pengajar dibandingkan dapat sepenuhnya dikuasai oleh semua dengan nilai pada semester sebelumnya. siswa secara tuntas dengan seluruh standar Guru menilai keberhasilan itu dari kompetensi dan kompetensi dasar mata tercapainya kompetensi dasar dalam RPP. pelajaran. Jika dari semua siklus yang mengukur Penerapan penguasaan teoritik dasar indicator telah tercapai, kompetensi dasar elektronika melalui hasil praktik di kelas X dapat disimpulkan berhasil. Akan tetapi EI 2 (satu elektronika industri dua) SMK nilai siswa akan kembali menurun jika guru Negeri 39 Jakarta selama pelaksanaan dari tidak konsisten dalam menjalankan cara sikus I sampai siklus IV memperlihatkan mengajar, guru kembali dengan cara lama adanya peningkatan hasil belajar yaitu dengan ceramah dan mencatat yang Menguasai Teori Dasar Elektronika. membuat para siswa menjadi bosan. H. Saran G. Kesimpulan Berdasarkan Kesimpulan hasil penelitian tindakan kelas ini, maka peneliti Pembelajaran dengan menggunakan menyampaikan sarang yang bertujuan metode penguasaan teoritik dasar untuk meningkatkan kemampuan siswa dan elektronika melalui hasil praktik dapat guru dalam proses pembelajaran, sehingga menghasilkan pengingkatan kemampuan hasil belajar siswa meningkat. Adapun akademika, meningkatkan kemampuan saran-sarannya sebagai berikut : kognitif dan psikomotorik siswa dan 1.Sebelum diadakan pembelajaran harus menuntut siswa untuk dapat menguasai diperhatikan dahulu silabus dan RPP kompetensi yang akan dicapai. karena guru dituntut untuk mengelola materi pembelajaran menjadi kegiatan
  • 13. pembelajaran sesuai dengan standar dapat diaplikasikan sesuai dengan kompetensi kelulusan dan tuntutan dunia perkembangan teknologi. Sedangkan industry. media untuk praktik hendaknya 2.Dalam proses pembelajaran menguasai diperbaharui mengikuti perkembangan teori dasar elektronika dengan teknoligi, sehingga pengalaman yang pembelajaran teori dan praktik. Maka diperoleh up to date. guru hendaknya menggunakan metode 4.Guru harus member bimbingan penguasaan teoritik dasar elektronika menanamkan sikap dan nilai dalam melalui hasil praktik, karena siswa dapat bekerja kepada siswa pada saat praktik. memecahkan masalah dengan Sekolah perlu menjalin kerja sama mengembangkan teori berdasarkan hasil (institusi pasangan) dengan industry yang praktik. sesuai dengan program keahliannya 3.Materi pengajaran teori hendaknya sehingga mengetahui kebutuhan industri. memebrikan dasar-dasar yang kuat dan DAFTAR PUSTAKA Akhmad Sudrajat. 2008. “Teori-teori Belajar”, Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), http://akhmadsudrajat.wordpress.com (diakses 15 Agustus 2009). Bambang Dharmaputra, “Penyusunan Silabus dalam KTSP SMK,” Jurnal Pendidikan, vol.3, No.4, 1-10 (Jakarta, April 2008). Bobbi Deporter dan Mike Hernacri. (2005) Quantum Learning. Bandung: Kaifa PT. Mizan Pustaka. Ella Yulaelawati. (2004) Kurikulum dan Pembelajaran: Filosofi, Teori dan Aplikasi. Jakarta: Pakar Raya. Nana Sudjana. (2005) Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosda Karya. Suharsimi Arikunto dkk (2007) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara