STRATEGI PUBLIC RELATIONS dalam PEMASARANKerangka Konsep Public Relations       Sebagai mana umumnya kita mengenal Public ...
meyakinkan pelanggan dan mitra usaha kerja untuk negosiasi sehingga terjalinnya salingpengertian yang positif. Produk yang...
Konsep MPR dari Thomas L. Harris (1991) tersebut di atas tidak jauh berbeda daripengertian yang didefinisikan oleh Philip ...
atau menggunakan produknya. Di sisi lain melalui kiat PR dalam menyelenggarakankomunikasi timbal balik dua arah yang didas...
4. Mempertahankan produk-produk yang terganggu oleh masalah public. Kasus lemak       babi dan biskuit beracun dalam meman...
•   Sistem pengeceran yang lazim dipaaki cara-cara baru yang perlu dicoba.    Dalam hal ini analisis dititikberatkan pada ...
Contoh ilustrasi dari tujuan program PR dalam Marketing Public Relations:                               MARKETING PUBLIC R...
Daftar PustakaJefkins, Frank. 1994. Public Relations Untuk Bisnis. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.Efendy, O. Onong. 19...
TUGAS        KAPITA SELEKTAMakalah Strategi PR dalam Pemasaran       Yana               210111100032       Wenty Aryatie  ...
U N I V E R S I T A S P AD J A D JA D R A N    FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI      JURUSAN HUBUNGAN MASYARAKAT             KAMPU...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Strategipublicrelationsdalampemasaran

289 views
245 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
289
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Strategipublicrelationsdalampemasaran

  1. 1. STRATEGI PUBLIC RELATIONS dalam PEMASARANKerangka Konsep Public Relations Sebagai mana umumnya kita mengenal Public Relations pada dasarnya adalah suatuseni untuk menciptakan saling pengertian antara kedua belah pihak yang lebih baik sehinggamemperbesar kepercayaan terhadap sesuatu organisasi, perusahaan atau seseorang. Jadi public relations adalah suatu kegiatan timbal balik antara lembaga danpubliknya, baik intern maupun ekstern. Public Relations merupakan fungsi manajemen yangbertujuan untuk membangun image, dan membina saling pengertian diantara kedua pihak.Public Relations adalah salah satu fungsi yang penting dalam membantu pemasaran. W. Emerson Reck berpendapat public relations merupakan kelanjutan dari prosespendapatan kebijaksanaan, penentuan pelayanan dan sikap yang disesuaikan dengankepentingan orang-orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperolehkepercayaan dan good will dari mereka. Kedua, pelaksanaan kebijaksanaan, pelayanan dansikap untuk menjamin adanya pegertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya. Ini sejalandengan apa yang dikemukakan oleh Frank Jefkin yang mengatakan Public Relations berartimenciptakan saling pengertian. Public Relations adalah suatu untuk mendapatkan sesuatutanpa harus melakukan sesuatu. Tetapi dalam kenyataannya kita tidak akan mendapatkanapapun bila tidak berbuat sesuatu. Sekarang menjadi pertanyaan besar, apa public relationsprofitable atau investasi dalam kegiatan pemasaran? Pemasaran di zaman yang penuh kompetisi seperti sekarang ini tidak cukup hanyadengan model pemasaran konvensional yang sering dikenal dengan bauran 4 P (Produk,Price, Place, Promotion) tetapi harus ditambah dengan public relations dalam menghadapipersaingan yang semakin sengit. Citra organisasi yang baik dan produk, itulah kunci pertamamemenangkan konsumen, kalau organisasi atau produk tidak dikenal mana mungkin adapenjualan. Bagi praktisi public relations, kemampuan yang harus dimiliki adalah kemampuan
  2. 2. meyakinkan pelanggan dan mitra usaha kerja untuk negosiasi sehingga terjalinnya salingpengertian yang positif. Produk yang ditawarkan secara sistematis dirancang caramenjalankannya, pendekatan persuasif dan kelincahan bernegosiasi dengan perhitunganuntung rugi yang terkakulisasi merupakan teknik public relations untuk mencapai tujuanorganisasi. Public Relations adalah salah satu fungsi yang penting dalam membantupemasaran. Saat ini belum banyak yang memanfaatkan fungsinya bagi keberhasilanpemasaran. Ini mudah dimengerti karena selama ini public relations berbicara denganberagam publik, pemegang saham, karyawan, badan legislatif, pimpinan, komunitas,sehingga peran public relations sebagai pendukung produk pemasaran cenderung diabaikan.Konsepsi Marketing Public Relations Adalah Philip Kotler yang pertama kali memunculkan konsep Mega Marketing yangmerupakan perpaduan antara kekuatan PR dan Marketing Mix, kemudian muncul lagi istilahMarketing Public Relations (MPR), sebagai pengembangan tahap berikutnya dari konsepsebelumnya (Megamarketing) yang dipopulerkan oleh Thomas L. Harris (1991). Melaluibukunya yang berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations. Konsepnya adalah sebagaiberikut: Marketing Public Relations adalah sebuah proses perencanaan dan pengevaluasianprogram yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan melaluipengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkanperusahaan, produk dengan kebutuhan serta perhatian pelanggan). Secara umum pengertian Marketing Public Relations merupakan suatu prosesperencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian program-program yang dapat merangsangpembelian dan kepuasan konsumen melalui pengkomunikasian informasi yang dapatdipercaya melalui kesan-kesan positif yang ditimbulkan dan berkaitan dengan identitasperusahaan atau produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian, dankepentingan bagi para konsumennya.
  3. 3. Konsep MPR dari Thomas L. Harris (1991) tersebut di atas tidak jauh berbeda daripengertian yang didefinisikan oleh Philip Kotler, yaitu: Marketing Public Relations works because it adds value to product through its uniqueability to lend credibility to product message. Pengertian konsep MPR tersebut secara garis besarnya terdapat tiga taktik (ThreeWays Strategy) untuk melaksanakan program dalam mencapai tujuan (goals), yaitu: • Pertama bahwa Public Relations merupakan potensi untuk menyandang suatu taktik pull strategy (menarik), • Kedua adalah power (kekuatan) sebagai penyandang, push strategy (untuk mendorong) dalam hal pemasaran, • Taktik ketiga, pass strategy sebagai upaya untuk mempengaruhi atau menciptakan opini publik yang menguntungkan.Strategi Public Relations dalam pemasaran Pengertian pemasaran (marketing) yang ada di sini tidak lagi dalam pengertiansempit, tetapi berkaitan dengan aspek-aspek perluasan pengaruh, informative, persuasive,dan edukatif, baik segi perluasan pemasaran (makes a marketing) atas suatu produk barangatau jasa yang diluncurkan, maupun yang berkaitan dengan “perluasan” suatu pengaruhtertentu (makes an influence) dari suatu kekuatan (power) lembaga atau terkait dengancitra dan identitas suatu perusahaan (corporate image and identity). Termasuk aspeklainnya, yaitu pass strategy sebagai upaya untuk menciptakan citra publik yang ditimbulkanmelalui berbagai kegaiatan (breakthrough the gate-keepers), dan partisipasi dalam kegiatankemasyarakatan (community relations) atau tanggung jawab sosial (social responsibility),serta kepedulian terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan kondisi sosial danlingkungan hidup. Program Marketing Public Relations tersebut di satu sisi, merupakan upaya untukmerangsang (push) pembelian dan sekaligus dapat memberikan nilai-nilai (added value)
  4. 4. atau menggunakan produknya. Di sisi lain melalui kiat PR dalam menyelenggarakankomunikasi timbal balik dua arah yang didasari oleh informasi dan pesan-pesan yang dapatdipercaya, diharapkan dapat menciptakan kesan-kesan positif terhadap lembaga yangdiwakilinya. Hal ini merupakan “sinergi” peranan Corporate Public Relations (CPR) dari taktikpull strategy (strategi untuk menarik), yang kemudian diikuti dengan taktik selanjutnya,pass strategy (strategi untuk membujuk) untuk mendukung (back up) demi mencapai tujuandari Marketing Public Relations (MPR). Semua itu dilengkapi dengan upaya mendorong(push strategy) baik segi perluasan pengaruh (improvement) maupun bidang pemasarannya(product marketing oriented). Biasanya manager pemasaran dan praktisi public relations tidak selalu berbicaradalam bahasa yang sama, satu perbedaan pokok adalah bahwa manajer pemasaran lebihorientasi pada laba penjualan, sedangkan praktisi public relations melihat tugasnya sebagaimenyebarluaskan informasi dengan strategi komunikasi yang jitu.Hal tersebut di atas dapat diatasi dengan: 1. Praktisi public relations market oriented yaitu dengan mengelola semua aktivitas public relationsnya dengan gagasan agar berbagai aktivitas tersebut akan dapat menunjang pemasaran perusahaan dalam meningkatkan laba. 2. Membentuk bagian khusus dengan sebutan public relations pemasaran yang dapat secara langsung men-dukung pengenalan produk dan juga membangun citra, antara lain dengan cara memastikan ruang editorial (bukan ruang iklan) di media massa yang akan dibaca, dilihat, atau didengar oleh para pelanggan dengan maksud khu- susnya untuk tercapainya sasaran penjualan.Public Relations pemasaran dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan : 1. Membantu peluncuran produk baru dengan mensponsori acara 2. Membantu reposisi sebuah produk, mengkampanyekan beru-lang-ulang sebuah program/ kegiatan hingga bisa diterima oleh masyarakat 3. Mempengaruhi kelompok tertentu
  5. 5. 4. Mempertahankan produk-produk yang terganggu oleh masalah public. Kasus lemak babi dan biskuit beracun dalam memanfaatkan public relations adalah salah satu contoh yang dapat menyelamatkan perusahaan dari kepunahan. 5. Membangun citra perusahaan yang menguntungkan penjualan produk Seorang praktisi public relations, khususnya untuk pemasaran, harus melakukanstudi pasar untuk menganalisa pasar. Studi pasar dilakukan melalui beberapa pendekatan,antara lain: • Pendekatan komoditi Yaitu mempelajari sistem marketing tiap jenis komoditi satu per satu. • Pendekatan institusional Yaitu penelitian anatomis terhadap sistem pemasarannya. Maksudnya, tiap bagian dari system marketing barang itu dilukiskan dan kemudian dianalisis. Sudah tentu dihubungkan dengan kebutuhan yang bersangkutan. • Pendekatan fungsional Yaitu penelitian yang bersifata analisis fisiologis. Tiap fungsi dari system marketing itu dibahas dan kemudian dianalisis. • Pendekatan historis Yaitu pengamatan terhadap bagaimana terbentuknya fungsi-fungsi dan institusi marketing yang ada. • Pendekatan metode ongkos Yaitu menganalisis segi-segi ongkos dari semua kegiatan dalam marketing. Semua pendekatan tersebut tiada lain untuk menemukan berbagai sebab dan akibatyang terjadi dalam upaya marketing dari perusahaan yang bersangkutan. Adapaun hal yangperlu ditelaah dalam kegiatan analisis pasar adalah: • Konsumen terakhir berdasarkan motif pembeli dan sikapnya, faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen, dan posisi konsumen dalam pasaran jual- beli.
  6. 6. • Sistem pengeceran yang lazim dipaaki cara-cara baru yang perlu dicoba. Dalam hal ini analisis dititikberatkan pada perlunya, dalam arti jenis bagaimaan sistem pengecerannya. Seperti: penjualan langsung kepada konsumen,a tau system swalayan, penjualan per pos, atau chain stroes, dan sebagainya.• Sistem grosir yang dijalankan memperlihatkan saluran-saluran utama dari aliran barang-barang dan jasa.• Fungsi-fungsi pemasaran• Kebijakan pemasaran• Efisiensi dan ongkos pemasaran
  7. 7. Contoh ilustrasi dari tujuan program PR dalam Marketing Public Relations: MARKETING PUBLIC RELATIONS BISNIS JASA PERBANKAN (Marketing Objective) Upaya meningkatkan mutu, kuantitas,d an kualitas produk, dan jasa pelayanan bank. (Marketing Strategy) Meningkatkan jumlah para nasabah bank melalui kiat promosi dan publikasi serta pelayanan prima dan sebagainya (product oriented) (PR Objective) Membujuk masyarakat atau nasabah berpotensi melalui berbagai macam pelayanan menarik, dan benefit, hadiah-hadiah lain sebagainya, sebagai perangsang (mendorong) melalui taktik, Push, Pull and Pass Strategy of MPR) (PR Strategy) Mengkomunikasikan manfaat dan daya guna jasa perbankan melalui kiat membujuk (persuasive) dan slogan atau kata-kata yang menarik (magic word), seperti “Bank kami tumbuh bersama usaha Anda”. (Customer need oriented). Kiat memperoleh publisitas tinggi melalui berbagai Work Programme PR: aktivitas dan program kerja CPR (Corporate Public Relations), yaitu melalui: • Memberikan berbagai macam hadiah menarik, souvenir, gift ways pada acara-acara tertentu • Mengadakan seminar, presentasi, dan lokakarya dengan tema dan pembicara yang menarik melalui acara sponsorship • Kepedulian terhadap lingkungan hidup, serta bidang kesejahteraan masyarakat lainnya • Membentuk membership yang keanggotaannya terdiri dari nasabah yang setia untuk membentuk suatu kegiatan tertentu sebagai pengikat melalui funs club lain sebagainya
  8. 8. Daftar PustakaJefkins, Frank. 1994. Public Relations Untuk Bisnis. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.Efendy, O. Onong. 1988. Hubungan Insani. Jakarta: Remaja Karya, Jakarta.Katz, Bernase. 1991. Bagaimana Memasarkan Jasa Profesional. Jakarta: Binaman Pressindo,Jakarta.Rogers, M. Everest et. Al. 1981. Comunication of Innovations. Jakarta:Remaja Karya.Ruslan, Rosady. 2005. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi: Konsepsi danAplikasi. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.Suhandang, Kustandi. 2004. Public Relations: Kajian, Program, dan Implementasi. Bandung:Nuansa.
  9. 9. TUGAS KAPITA SELEKTAMakalah Strategi PR dalam Pemasaran Yana 210111100032 Wenty Aryatie 210111100029 Mella Defiani 210111100072 Fajriliani PP 210111100045 Susi Ganeu V. 210111100084 Dinna Rahmawati 210111100083
  10. 10. U N I V E R S I T A S P AD J A D JA D R A N FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI JURUSAN HUBUNGAN MASYARAKAT KAMPUS BANDUNG

×