Tidur Jadi Obat Mujarab
Atasi Masalah
Sylvia W. Sumarlin
Majalah ICTAll about ICT in Indonesia
No. 09 • 6 —19 Mei 2013
E-M...
Banyak pencapaian
yang telah kami
peroleh hingga edisi
9 Majalah ICT Digital.
Diantaranya adalah terlewatinya sejuta
pengu...
ETALASE
3
Harddisk
Super
Tipis WD
Blue
Kacamata
pintar Google
Glass
tengah
naik daun.
Perangkat
yang
menciptakan
kontrover...
HOT NEWS
P
erkembangan teknologi informasi dan
komunikasi di Indonesia, begitu cepat dan
tersebar dari Sabang sampai Merau...
HOT NEWS
5No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT
digabungkan akan
membuat optimalnya
jaringan dan pemanfaatan
frekuensi, serta
m...
I
nfrastructure sharing atau frequency sharing?
Itulah yang jadi perdebatan utama di kasus IM2
dan Indosat. Sebelum melang...
kota, antar negara
maupun ke berbagai
server di dunia.
Rantai layanan ISP
dimulai dari komputer,
LAN, router, last mile,
b...
8
I
su over the top (OTT) ternyata telah menjadi
isu Asia Pasifik dan telah menjadi topic pembica­
raan utama di konferens...
di Broadband akan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi sebesar 1,38% di negara berkembang
dan 1,12% di negara maju.
Akankah fe...
TEKNOLOGI INFORMASI
Open Source Siap
Kuasai Indonesia
M
asyarakat Indonesia ternyata sangat
dekat dengan teknologi open so...
TEKNOLOGI INFORMASI
”
Adapun, berdasarkan lembaga riset IDC, sistem
operasi open source mendominasi perangkat
seluler glob...
Arif Pitoyo
T
ak banyak yang
tak kenal Sylvia
Sumarlin, apalagi
di kalangan dunia
teknologi informasi dan
Internet.
Pengal...
Menurut Efie, untuk bisa eksis dan semakin maju,
maka harus dipikirkan cara lain mempengaruhi
masyarakat untuk bisa meliha...
XL raih penghargaan—PT XL
Axiata Tbk (XL) meraih penghargaan
sebagai “The Best 20 of Most
Admired Companies in Indonesia”
...
GALERI
Pandi resmikan desa.id—
Pengelola Nama Domain
Internet Indonesia (PANDI)
resmi meluncurkan domain
tingkat dua (DTD)...
M
endaratnya Samsung Galaxy S4 di bumi
Indonesia menabuh genderang perang
persaingan produk ponsel pintar yang
semakin ket...
inch Full HD 3 tetapi dengan kepadatan yang luar biasa
dari 468 piksel per inci, yang tempat sebagai pemimpin
di daerah in...
Heru Sutadi
K
ementerian Komunikasi dan
Informatika memberikan isyarat akan
diimplementasikannya teknologi
telekomunikasi ...
REGULASI
19
ditempatkan, perlu diperhatikan juga
adalah bagaimana kesiapan perangkat
di frekuensi tersebut, kemudian juga
...
CYBERLIFE
20
S
ejumlah
situs-situs
e-commerce
maupun aku
Facebook online shop
bertebaran
bak jamur di
musim hujan.
Gelembu...
barang, berubah dengan secara
online. Kedua, kejelasan aturan yang
memayungi dan melindungi transaksi
bisnis online. Dan k...
Majalah ICTAll about ICT in Indonesia
Telah
Hadir
Diterbitkan oleh:
Indonesia ICT Institute
ALAMAT REDAKSI &
KOMERSIAL:
VI...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Majalah ict no.9 2013

661
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
661
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Majalah ict no.9 2013

  1. 1. Tidur Jadi Obat Mujarab Atasi Masalah Sylvia W. Sumarlin Majalah ICTAll about ICT in Indonesia No. 09 • 6 —19 Mei 2013 E-Magazine|Free www.majalahict.com Krisis Frekuensi, Krisis Hukum Krisis Frekuensi, Krisis Hukum Adu Nyali Smartphone Papan Atas Adu Nyali Smartphone Papan Atas Indonesia Dijajah OTT Indonesia Dijajah OTT
  2. 2. Banyak pencapaian yang telah kami peroleh hingga edisi 9 Majalah ICT Digital. Diantaranya adalah terlewatinya sejuta pengunjung pada pertengahan April, dan tentu saja itu menandakan bahwa kami telah mencuri perhatian pembaca dari kalangan pemerhati telekomunikasi. Peringkat webnews www.majalahict. com juga sedikit demi sedikit merangkak naik di Alexa, meski masih jauh dari harapan, mengingat usia kami yang baru berusia 4 bulan. Kami juga telah mendapatkan tempat dari sejumlah pembaca dan narasumber dari dalam dan luar negeri, dan dari kebanyakan masukan pembaca, rubrik profil, hot news, dan cyber life paling banyak pembacanya. Kami juga senantiasa membuka diri bagi pembaca yang ingin menyumbang tulisan dengan mengirimkannya ke redaksi@majalahict.com. Akhirnya, kami mengucapkan selamat membaca majalah digital ICT Edisi 9 yang menampilkan topik utama krisis frekuensi, juga ada sajian menarik se­pu­­ tar open source dan ulasan bedah re­gu­ lasi soal tepatkah LTE di pita 2,3 GHz. DESAIN COVER: F. Tian Daftar Isi: IM2 Korban Pertama Krisis Frekuensi......................6 Open Source Siap Kuasai Indonesia.............................10 REDAKSI Pemimpin Redaksi Arif Pitoyo Alamat Redaksi: Villa Cemara No. 22 Jl. Sawangan Raya-Depok Email: redaksi@majalahict.com IKLAN & PROMOSI Email: marketing@majalahict.com Telepon: 081511510000 (arif) Fax. 021- 7756782 Cover 184 x 50 mm = Rp10,5 juta/edisi 50 x 50 mm = Rp5,5 juta/edisi Halaman belakang Full page = Rp10,5 juta/edisi Half page = Rp8 juta/edisi 184 x 50 mm = Rp5,5 juta/edisi 50 x 50 mm = Rp2 juta/edisi Halaman dalam Full page = Rp8 juta/edisi Half page =Rp5,5 juta/edisi 184 x 50 mm = Rp3 juta/edisi 50 x 50 mm = Rp1,5 juta/edisi DARI REDAKSI HP Rilis 2 Printer Baru…........14 YLKI Protes Smartfren............15 TARIF IKLAN 2 Setelah Multiply, Siapa Lagi?..20 No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT FOTO COVER: Sylvia W. Sumarlin Arif Pitoyo Pemimpin Redaksi
  3. 3. ETALASE 3 Harddisk Super Tipis WD Blue Kacamata pintar Google Glass tengah naik daun. Perangkat yang menciptakan kontroversi di sejumlah negara, termasuk Indonesia itu telah siap diproduksi. Mengapa begitu heboh? karena dalam kacamata ini tertanam kamera yang mampu merekam video HD 720p. Media penyimpanan internal berukuran 16 GB (dengan 12 GB ruang kosong yang bisa dipakai) dapat menyimpan hasil tangkapan gambar atau rekaman video. Seperti dikutip dari Techcrunch, layar yang tak ubahnya lensa kacamata Google Glass diklaim bakal memiliki resolusi yang “setara dengan display high definition dilihat dari jarak 2,5 meter”. Dalam panduan Google Glass untuk developer, Google menyatakan bahwa foto-foto yang ditampilkan melalui perangkat itu harus memiliki resolusi 640 x 360. Media penyimpanan ini juga akan tersinkronisasi dengan layanan cloud storage Google. (ICT/02) LG Nexus 4 -atau dikenal juga dengan Google Nexus 4- adalah seri Nexus terbaru yang cukup heboh di dunia internasional. Setelah Google memilih HTC untuk memproduksi Nexus One (generasi pertama) dan Samsung untuk memproduksi Nexus S (generasi kedua) dan Galaxy Nexus (generasi ketiga), kali ini Google memilih LG sebagai partner untuk Nexus 4. Banyak kontroversi yang terjadi di kalangan pengguna setia Nexus karena buruknya pengalaman mereka dengan perangkat LG. Tetapi apakah Google salah memilih LG untuk memproduksi Nexus 4? Dan apakah kualitas Nexus 4 buatan LG ini buruk? Perangkat ini dikabarkan sering habis di Google Play, bahkan saat pre-order di Indonesia beberapa waktu lalu, banyak pembeli kecewa. Alasan terbesar mengapa perangkat ini sangat laku adalah karena harganya yang cukup terjangkau untuk sebuah spesifikasi tinggi yang dimilikinya. (ICT/02) LG Nexus 4 Masuki Pasar Google Glass yang Kontroversial No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT Tren komputer jinjing yang makin tipis juga memaksa perangkat di dalamnya yang makin tipis. Western Digital (WD) melihat peluang itu dan mulai mengembangkan hardisk super tipis dengan ketebalan hanya 5mm. Disebutkan bahwa dengan kapasitas 500GB, WD Blue 5 merupakan hard drive ultra-slim 5mm 2,5 inch pertama di dunia. Ketipisan fisik WD Blue membuat berat hard disk turun 36% jika dibandingkan drive standar 9,5mm. Meski demikian, storage tipis ini dibekali fitur akustik untuk meredam tingkat bising saat drive berputar atau siaga. Hard disk ini mumpuni menahan guncangan non-operasional sampai 1000G, dan operasional sampai 400G. Untuk mengurangi getaran akibat sistem dan menstabilkan piringan saat proses baca dan tulis, poros motor dikunci di kedua ujungnya. (ICT/01)
  4. 4. HOT NEWS P erkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, begitu cepat dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Era pita lebar (broadband) kita masuki, dan akan makin tinggi kebutuhan kecepatan yang diinginkan pengguna. Sehingga, karena ukuran aplikasi yang kian besar, pengguna yang banyak, dan kebutuhan kecepatan akses yang meningkat, frekuensi merupakan sumber daya yang begitu dibutuhkan. Namun, dalam perjalanannya frekuensi begitu sulit didapat dan bersifat ekslusif. Kebutuhan frekuensi yang cukup besar, yang mncapai 150 MHz sampai 2016 merupakan keniscayaan yang tak terbantahkan. Solusi sementara adalah penggabungan frekuensi (frequency pooling) atau infrastructure sharing. Pemanfaatan frekuensi yang 4 Arif Pitoyo No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT Krisis Frekuensi, Krisis Hukum
  5. 5. HOT NEWS 5No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT digabungkan akan membuat optimalnya jaringan dan pemanfaatan frekuensi, serta mengurangi biaya capital expenditure (capex) maupun operational expenditure (Opex). Yang tadinya, misalnya, masing-masing 10 MHz, setelah digabungkan, 20 MHz dapat dipakai dua operator. Frekuensi merupakan sumber daya yang terbatas, sedangkan kebutuhan frekuensi selalu bertambah setiap tahun. Saat ini alokasi frekuensi yang efektif di Indonesia hanya sebesar 425 MHz, bandingkan dengan Australia ada 800 MHz, sedangkan AS butuh 500 MHz lagi pada 2020. Seiring dengan banyaknya operator, optimalisasi frekuensi mendesak dilakukan, bisa melalui upgrade teknologi maupun network sharing dengan tetap mengedepankan persaingan dan kualitas layanan. Manfaat network sharing adalah membuat kecepatan data meningkat, mengurangi pengeluaran, dan peningkatan pemanfaatan aset, meski tidak semuanya bisa di pakai bersama karena dikhawatirkan operator tidak membangun jaringan baru. Dibutuhkan regulasi yang fleksibel, terutama perubahan Pasal 25 PP No. 53/2000 yang mengungkapkan frekuensi tidak bisa dialihkan tanpa persetujuan Menteri. Di Malaysia, sudah dibolehkan spectrum sharing, dimana tidak harus nasional, tapi bisa regional. Solusi lainnya adalah konsolidasi penyelenggara, konsolidasi sumber daya, frekuensi pooling, dan infrastructure sharing. Namun, terkadang sektor lain, terutama hukum, belum begitu memahami konsep infrastruktur dan frekuensi di telekomunikasi. Industri ini dibuat pusing oleh pihak Kejaksaan dimana hal yang umum terjadi dalam pemanfaatan spektrum frekuensi, namun kemudian dibawa ke ranah hukum. (ICT) Twitter: @arifpitoyo
  6. 6. I nfrastructure sharing atau frequency sharing? Itulah yang jadi perdebatan utama di kasus IM2 dan Indosat. Sebelum melangkah ke pembahasan selanjutnya, perlu kiranya dijabarkan apa itu infrastructure sharing dan apa itu frequency sharing. Frequency sharing adalah penggunaan pita tertentu dengan lebar yang sama oleh dua operator atau lebih. Penggunaannya bisa berbasis wilayah atau waktu. Berbasis waktu contohnya, di Jawa, Bali, dan Sumatra, frekuensi tertentu di pakai Telkomsel, dan pada frekuensi yang sama di Papua dipakai Axis. Bila berbasis waktu, di frekuensi tertentu siang hari dipakai Indosat, dan difrekuensi yang sama pda malam hari dipakai Tri. Namun, untuk seluler hal seperti itu sudah tak relevan, dan yang lebih memungkinkan adalah kerja sama dalam bentuk roaming atau mobile virtual network operation (MVNO) seperti yang pernah dilakkan XL dan Axis. Lalu dimana posisi ISP seperti IM2? ISP atau Internet Service Provider kalau disederhanakan adalah sebuah perusahaan yang membantu melayani masyarakat/perusahaan yang ingin tersambung ke jaringan Internet. Maka ISP sebetulnya menjadi perantara antara komputer kita ke jaringan yang lebih besar antar 6 No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT HOT NEWS IM2Korban Pertama Krisis Frekuensi Arif Pitoyo
  7. 7. kota, antar negara maupun ke berbagai server di dunia. Rantai layanan ISP dimulai dari komputer, LAN, router, last mile, baru ke ISP. Yang dimaksud last mile adalah media sambungan antara ISP dan pelanggan. Ada beberapa macam last mile yang sering digunakan, yaitu jaringan selular, jaringan telepon, dan jaringan hotspot. Dalam kasus IM2, ISP tersebut menggunakan jaringan seluler untuk last mile, dan ini sudah wajar digunakan di Indonesia dan dunia. Dalam kerja sama Indosat dan IM2, tak ada penggunaan frekuensi bersama antara Indosat dan IM2 karena dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara keduanya menyebutkan penggunaan jaringan telekomunikasi, bukan penggunaan frekuensi bersama. Layanan aplikasi data dari IM2, dan layanan suara/sms dari Indosat yang pada saat bersamaan melewati frekuensi, bukan merupakan penggunaan frekuensi bersama. Akan terjadi interensi bila frekuensi digunakan secara bersama. Bahkan dua- duanya tidak akan berfungsi. Pemanfaatan frekuensi bersama harus memenuhi syarat: (1) adanya perangkat pemancar dari dua atau lebih dinas komunikasi radio, (2) harus dibuktikan adanya pembedaan waktu, atau pembedaan lokasi, atau pembedaan teknologi, (3) Harus ada perangkat sinkronisasi, (4) Harus ada dokumentasi teknis yg menjelaskan bagaimana penggunaan frekuensi bersama dilakukan. Kebanyakan ISP tidak memiliki jaringan, dan mereka hanya memberikan jasa dan konten. Pemanfaatan jaringan operator telekomunikasi untuk ISP merupakan satu cara mengoptimalkan frekuensi. Itu lah mengapa di WiMax, operatornya wajib membuka jaringannya sebesar 20% untuk ISP agar frekuensi optimal. Apalagi, pemerintah sudah membuka keran LTE untuk operator WiMax di 2,3 GHz, jadi kesempatan infrastructure sharing akan lebih mengena. (ICT) Twitter: @arifpitoyo 7No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT HOT NEWS Rantai layanan ISP dimulai dari komputer, LAN, router, last mile, baru ke ISP ”
  8. 8. 8 I su over the top (OTT) ternyata telah menjadi isu Asia Pasifik dan telah menjadi topic pembica­ raan utama di konferensi Negara-negara Asia Pasifik Asia Pacific Economic Cooperation Tele­ communications (Apectel) di Bali, belum lama ini. Pemerintah Indonesia pun menyatakan keseriusannya membahas tantangan kehadiran aplikasi OTT terkait dengan adanya dorongan memperkuat National Broadband Plan. Ibaratnya buah simalakama, inginnya memperkuat broadband, tapi yang tertawa dan Berjaya adalah pemain OTT asing. Dijajah pemain OTT asing, itulah gambaran jaringan dan frekuensi di langit Indonesia. Permasalahan OTT ternyata tak hanya dialami Indonesia saja. Saat ini semua negara di dunia mendorong kemajuan National Broadband Plan dan mempromosikan jaringan Internet pita lebar tersebut, baik dari broadband tetap atau mobile. Karena beberapa studi telah menunjukkan bahwa pertumbuhan Broadband akan mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa. Seperti misalnya studi Bank Dunia pada 2009 menyatakan bahwa pertumbuhan penetrasi 10% Indonesia Dijajah OTT TELEKOMUNIKASI Arif Pitoyo No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT
  9. 9. di Broadband akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,38% di negara berkembang dan 1,12% di negara maju. Akankah fenomena tumbuh dari apa yang kita disebut “Over-The-Top” aplikasi yang dihasilkan oleh Content Providers global akan mengganggu harapan ini? Itulah pertanyaan yang selalu menghantui pra pemerhati telekomunikasi Indonesia, terutama yang nasionalis. OTT adalah pemain yang identik sebagai pengisi pipa data milik operator yang dianggap sebagai bahaya laten bagi para operator, karena tidak mengeluarkan investasi besar, namun mengeruk keuntungan di atas jaringan milik operator. Pemain OTT yang terkenal di antaranya Google, Microsoft, Apple, Yahoo, Facebook, Research In Motion, dan lainnya. Ada dua jenis aplikasi OTT yang diinstal aftermarket seperti Skype, Viber dan WhatsApp, dan mereka yang ditawarkan oleh produsen sistem operasi seperti iMessage, Google Talk, Yahoo Messenger. Pada 5 tahun sebelumnya, kehadiran aplikasi OTT belum dirasakan oleh operator telekomunikasi. Saat itu operator masih menikmati pertumbuhan tinggi suara dan lalu lintas SMS dan pendapatan. Tekanan operator mulai muncul seiring dengan perkembangan Wi-Fi dan meningkatnya kemampuan 4G atau LTE menyebabkan persaingan memanas. Operator perlu dengan cepat memutuskan bagaimana mereka menanggapi perkembangan tersebut terkait lanskap telepon seluler di ekonomi APEC, terutama upaya meningkatkan SMS dan voice. Kita lihat saja, apakah pembangunan broadband bisa dinikmati bangsa ini atau kah hanya menjadi makanan empuk penyedia aplikasi luar negeri. (ICT) Twitter: @arifpitoyo 9No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT TELEKOMUNIKASI
  10. 10. TEKNOLOGI INFORMASI Open Source Siap Kuasai Indonesia M asyarakat Indonesia ternyata sangat dekat dengan teknologi open source. Berbagai aplikasi seluler dan Internet ternyata sudah mengadopsi open source. Kata siapa open source susah? Nyatanya kita sudah sering menggunakannya. Aplikasi twitter, Google, Yahoo, dan teknologi tinggi lainnya, semua mengadopsi open source. Jadi kita sudah sangat dekat dengannya. Berdasarkan data Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), open source memimpin segmen teknologi utama, seperti mobile, cloud, dan big data. Pada implementasi cloud, lebih dari 80% cloud computing di dunia dijalankan dengan Linux. OSS juga menciptakan bisnis model yang inovatif seperti SaaS selain juga diimplementasikan oleh Facebook, Youtube, Android, Yahoo, Google, flickr, Linkedin, twitter dan instagram. 10 No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT Arif Pitoyo
  11. 11. TEKNOLOGI INFORMASI ” Adapun, berdasarkan lembaga riset IDC, sistem operasi open source mendominasi perangkat seluler global, sebesar 78,8%, meliputi android (75%), Symbian (2,3%), dan Linux (1,5%). Adapun proprietary yang meliputi iOS, BlackBerry, dan Windows hanya 21,2%. Katakteristik industri yang banyak dipengaruhi open source adalah menetapkan kebijakan pengembangan software sebagai kebijakan srategis dan 51% margin keuntungan untuk investasi TI. Bagi Indonesia, OSS memberikan kesempatan untuk mengejar negara maju, karena untuk pengembangannya tidak perlu dari awal lagi, sehingga start menjadi sama atau sejajar. Selain itu, open source system juga menghemat biaya lisensi, sehingga alokasi yang ada bisa untuk pendidikan dan inovasi baru yang bisa menggerakkan bisnis, industri, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat. Dengan open source, Indonesia tidak lagi tergantung pada vendor tertentu saja sehingga kompetisi sehat bisa terjadi. Gayung bersambut, Kementerian Riset dan Teknologi mendukung pengembangan open source di instansi pemerintah baik pusat maupun daerah yang saat ini sudah terimplementasi di sekitar 40 pemda kabupaten/kota atau sekitar 20% dari pemda kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Ristek, dari 500 pemda kabupaten/kota di seluruh Indonesia, sekitar 14%-20% pemda sudah mengimplementasikan open source. Menristek mengklaim, implementasi open source di pemda kabupaten/kota bisa menghemat pengeluaran hingga Rp10 miliar per tahun. Kementerian Riset dan Teknologi mendorong pengembang lokal dan praktisi di komunitas open source untuk bersama-sama mengembangkan penggunaan software open source sebagai software yang legal, dan bisa dimulai dari lingkungan sekitar seperti sekolah, perguruan tinggi, dan perkantoran. (ICT) Twitter: @arifpitoyo 11No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT OSS memberikan kesempatan untuk mengejar negara maju, karena start menjadi sama atau sejajar.
  12. 12. Arif Pitoyo T ak banyak yang tak kenal Sylvia Sumarlin, apalagi di kalangan dunia teknologi informasi dan Internet. Pengalamannya yang segudang ditambah dengan pembawaannya yang rendah hati dan murah senyum menjadikan Efie, panggilan akrabnya, pernah menjabat sejumlah posisi penting di dunia TI Indonesia. Efie yang saat ini menjabat sebagai Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia itu pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Perwakilan WiMax Forum untuk Indonesia. Mulai berkecimpung secara professional di dunia Internet sejak 1996, yatu sejak mendirikan DNET (Dyviacom Net), Efie mengaku banyak suka duka yang dialaminya. “Saya masih ingat betapa bingungnya memperkenalkan Internet kepada masyarakat dari nol pada 1996. Pada saat itu para pebisnis masih belum merasa teknologi Internet sebagai suatu kebutuhan. Padahal, kita semua tahu bahwa teknologi internet sangat mengubah cara kita berkomunikasi dengan sesama pebisnis,” ujarnya kepada Majalah ICT. Saat itu para penyelenggara jasa Internet (ISP/ Internet Service Provider) ramai-ramai membidik pasar multinasional yang notabene adalah satu- satunya segmen pasar yang sudah paham akan Internet. 12 No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT PROFIL Sylvia W. Sumarlin Tidur Jadi Obat Mujarab Atasi Masalah
  13. 13. Menurut Efie, untuk bisa eksis dan semakin maju, maka harus dipikirkan cara lain mempengaruhi masyarakat untuk bisa melihat manfaat internet bagi kehidupan sehari-hari. “Pelajaran yang saya dapat dari menekuni dunia internet dari awal sampai saat ini adalah selalu bersiap untuk mengikuti trend kebutuhan masyarakat dan berani mengubah produk bila masyarakat tidak menyukainya,” tuturnya. Efie yang memiliki hobi menjelajahi tempat- tempat baru yang memiliki nilai historis atau legenda yang terkenal didukung oleh suami yang hobi fotografi. Bila tidak sempat travelling, tambahnya, maka Efie berusaha menyempatkan diri untuk belajar menari, baik itu tarian Jawa, ballroom ataupun tap dancing. ‘Pantang menyerah dan jangan takut untuk melangkah’, itu lah motto hidup Efie. “Saya sadar bahwa saya tidak termasuk kategori orang yang genius, namun saya berani untuk melangkah, mengambil resiko dan keputusan,” tegasnya. Menurut dia, hal kecil seperti selalu tersenyum kepada kar­­ya­­ wan dan mitra akan me­m­berikan rasa nyaman dalam bekerja. Bila merasa kegagalan menghampiri, Efie mengaku memiliki obat mujarab untuk mengatasi kegagalan. “Obat yang paling efektif buatku setelah mengalami kegagalan adalah dengan tidur yang cukup dan membebaskan pikiran dari hal-hal yang membuat kesal.” Bila ditanya cita-cita Efie yang belum kesampaian, maka dengan lirih dia berujar: “Saya mempunyai obsesi untuk menjadikan kemajuan dan industri teknologi informasi adalah raja di negara sendiri.” Twitter: @arifpitoyo PROFIL Obat yang paling efektif buatku setelah mengalami kegagalan adalah tidur yang cukup." ”
  14. 14. XL raih penghargaan—PT XL Axiata Tbk (XL) meraih penghargaan sebagai “The Best 20 of Most Admired Companies in Indonesia” untuk kategori lintas industri dan penghargaan “The Third Winner in Infrasturcture, Utilities, and Transportation Industry” yang diselenggarakan majalah Fortune Indonesia. Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur Digital Services XL, Dian Siswarini. HP rilis 2 printer baru—HP menghadirkan keunggulan dua printer terbarunya dari seri HP Deskjet Ink Advantage hc, yaitu HP Deskjet Ink Advantage 2520hc All-in-One printer dan 2020hc printer. Melalui seri printer terbarunya HP Deskjet Ink Advantage high capacity (hc), HP meningkatkan kualitas cetakan dengan harga terjangkau dengan menggunakan sebuah katrid seharga Rp99.000u tanpa harus menanggung resiko gagal cetak sebagaimana jika menggunakan tinta non-HP. Indosat-Trikomsel kerja sama bundling gadget—Indosat bekerjasama dengan Trikomsel menghadirkan Program Bundling Device. Kerjasama ini merupakan komitmen Indosat untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan memperluas pasar layanan untuk aspek layanan pelanggan bagi kedua belah pihak (customer service). Dalam kerjasama ini akan dilakukan pengembangan point of service Indosat di jaringan Okeshop dan Global Teleshop. 14 Telkomsel rilis Telkomsel Mengajar—Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional 2013 dan sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi di dunia pendidikan, Telkomsel meluncurkan program “Telkomsel Mengajar”. Melalui pogram ini Telkomsel memberikan dukungan pembelajaran berbasis teknologi digital dan menerjunkan karyawan internal untuk secara langsung memberikan edukasi mengenai dunia TI secara dini kepada anak didik. No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT GALERI
  15. 15. GALERI Pandi resmikan desa.id— Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) resmi meluncurkan domain tingkat dua (DTD) baru “desa.id”. Usulan domain baru ini diajukan karena desa sebagai satuan pemerintahan terkecil tidak dapat menggunakan domain go.id. Telkom gagas Kartini 2.0 Award— PT Telkom Indonesia menggagas acara “Kartini 2.0: Indonesia Digital Women Award 2013” pada Senin 20 April 2013. Acara yang dihadiri Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Linda Amalia Sari Agum Gumlelar itu memilih 21 perempuan inspiratif di bidang teknologi informasi yang dinilai mampu menggunakan kecanggihan dunia digital untuk memberikan makna lebih bagi diri dan lingkungannya. YLKI protes Smartfren—Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuding PT Smartfren melanggar UU Konsumen dan UU Telekomunikasi menyusul putusnya jaringan serat optik Smartfren yang menyebabkan gangguan layanan data internet berhari- hari. YLKI mengaku menerika sebanyak 143 pengaduan dari konsumen mengenai kasus Smartfren ini. Indosat promosi isi ulang— Indosat terus berpromo pembelian isi ulang pulsa. Kali ini, sampai dengan 15 Juni mendatang, semua pelanggan kartu prepaid Indosat akan mendapatkan hadiah berupa Teh Botol Sosro satu liter atau Tebs 330 ml setiap melakukan isi ulang pulsa di Hypermart untuk pengisian pulsa senilai Rp100.000 atau Rp50.000. 15No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT
  16. 16. M endaratnya Samsung Galaxy S4 di bumi Indonesia menabuh genderang perang persaingan produk ponsel pintar yang semakin ketat. Pabrikan dunia asal Korea Selatan ini lebih memperbaharui dari sisi hardware dan fitur dibandingkan Samsung Galaxy seri sebelumnya. Samsung Galaxy S4 dari penampilan luarnya tidak menunjukkan banyak perbedaan dari seri Galaxy S3, kecuali dari sisi ukuran layar yang membesar menjadi 5 inchi, atau lebih tepatnya 4,99 inchi. Ukuran Galaxy S4 juga lebih tipis dan ringan, berat­ nya hanya 130 gram dengan ketebalan 7,9 mm. Di luar Samsung Galaxy S4, ponsel lainnya, yaitu HTC One dan iPhone 5 tidak diragukan lagi merupakan tiga dari smartphone terbaik saat ini. Dalam AndroidZone disebutkan pada lebih dari satu kesempatan bahwa 2013 akan menjadi tahun dari perangkat smartphone dengan layar besar Full HD panel 5 inci atau lebih, sehingga layar merupakan salah satu aspek yang paling penting dalam ponsel saja. Samsung Galaxy S4 memiliki Super AMOLED 4,99 inch Full HD (1920 x 1080 piksel dan 441 ppi) dilapisi dengan Gorilla Glass 3. Ini mengga­bungkan fitur Air View dan Gesture Air, memung­kinkan kita untuk mengontrol layar tanpa menyentuhnya. Untuk bagiannya, HTC One menggabungkan layar Super LCD 4,7 16 BEDAH GADGET No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT Adu Nyali Smartphone Papan Atas Majalah ICT Spesifikasi iPhone 5 Jaringan : 2G: GSM 850 / 900 / 1800 /1900 – GSM A1428 CDMA 800 / 1700 / 1900 / 2100 – CDMA A1429 3G: HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100 – GSM A1428 CDMA2000 1xEV-DO – CDMA A1429 4G: LTE 700 MHz Class 17 / 1700 / 2100 – GSM A1428 LTE 850 / 1800 / 2100 – GSM A1429 LTE 700 / 850/1800/ 1900 / 2100 – CDMA A1429 Layar Tipe : LED-backlit IPS TFT, capacitive touchscreen, 16M colors Ukuran : 640 x 1136 pixels, 4.0 inches (~326 ppi pixel density) Dimensi Ukuran : 123.8 x 58.6 x 7.6 mm Berat : 112 g Memori Internal: 16/32/64 GB storage, 1 GB RAM
  17. 17. inch Full HD 3 tetapi dengan kepadatan yang luar biasa dari 468 piksel per inci, yang tempat sebagai pemimpin di daerah ini. Panel dilindungi oleh Gorilla Glass 2. Akhirnya, iPhone 5 memiliki layar Retina 4-inci dengan resolusi 1.136 x 640 piksel dan 326 ppi, yang agak diabaikan dalam hal ini. Galaxy S4 menyediakan berbagai mode layar yang mempengaruhi reproduksi warna secara signifikan.Anda dapat memilih warna dan berkedip dengan warna Dinamis tajam atau sangat alami dengan mode Movie. Modus Adobe RGB merintis 1080p panel Super AMOLED dan juga menawarkan warna yang sangat nyata namun anehnya tidak seakurat modus film. Dalam hal kecerahan, Galaxy S4 ternyata kurang dari iPhone 5, sedangkan HTC One diikuti erat. Adapun white balance, Mode Film Galaxy S4 dan Adobe RGB lebih dekat dengan suhu warna yang diinginkan (6500K), sedangkan iPhone 5 adalah sekitar 7250K dan 8000K. 17 BEDAH GADGET No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT Spesifikasi Samsung Galaxy S4 Jaringan : GSM 850/900/1800/1900 MHz (2G) HSDPA 850/900/1900/2100 MHz (3G) LTE, Micro-SIM Dimensi : 13,6 x 6,9 x 0,7 cm, 130 gram Layar : 4,99” Super AMOLED capacitive touchscreen, kedalaman 16 juta warna, resolusi 1080 x 1920 piksel, 441 ppi Corning Gorilla Glass 3 Memori : 16/32/64 GB (internal) microSD up to 64 GB, RAM 2 GB Konektivitas : HSDPA 42,2 Mbps; HSUPA 5,76 Mbps; LTE Cat3 100 Mbps Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac Bluetooth 4.0 A2DP NFC, microUSB 2.0, USB On-the-go Kamera : 13 MP (4128x3096 piksel), autofocus, flash LED Perekam video : 1080p@30fps Kamera depan : 2 MP 1080p@30fps Sistem operasi : OS Android Jelly Bean v4.2.2 Chipset : Exynos 5 Octa 5410 Fitur-fitur : A-GPS dan GLONASS Java MIDP S-Voice natural language commands and dictation Smart Stay eye tracking, Dropbox 50 GB TV-out MP4/DivX/XviD/WMV/ H.264/H.263 player MP3/WAV/eAAC+/AC3/ FLAC player Baterai : Li-Ion 2600 mAh Spesifikasi HTC One Jaringan : GSM 850/900/1800/190 (LTE) Dimensi : 137,4 x 68.2 x9.3mm Berat : 143gr Display : 4.7 inci | Super LCD3 capacitive touchscreen | Full HD, 1080x1920p, 469ppi | Gorilla Glass 2 Kamera : 4MP Ultrapiksel, 2688x1520p | LED flash | 1/3” sensor | 1080p @30fps | 2,1MP, HDR (front) Prosessor : Qualcomm APQ8064T Snapdragon 600 quadcore 1.7GHz Grafis : GPU Adreno 320 Memori : Internal 32/64GB | RAM 2GB OS : Android 4.1.2 (Jelly Bean), tersedia update ke 4.2.2 Konektivitas : Bluetooth 4.0 with A2DP | DLNA | microUSB 2.0 | NFC | WiFi 802.11 a/ac/b/g/n
  18. 18. Heru Sutadi K ementerian Komunikasi dan Informatika memberikan isyarat akan diimplementasikannya teknologi telekomunikasi generasi ke-4 atau 4G yang dalam hal ini Long Term Evolution (LTE) di rentang frekuensi 2,3 GHz. Adopsi LTE di 2,3 GHz ini bukan dibuka lelang baru dimana masih tersisa 60 MHz (bahkan beberapa wilayah lebih dari 60 MHz karena ditinggalkan pemenangnya seperti PT Telkom), melainkan memberikan privilege bagi para pemenang lelang pada 2009 untuk mengadopsi teknologi netral. Awalnya para pemenang lelang WiMax ini sesuai lelang diharuskan menggunakan teknologi WiMax 16.d. Sampai kemudian mereka meminta agar pemerintah mengubah kebijakan, sehingga jadilah mereka boleh menggunakan teknologi netral, yang saat itu hadir WiMax 16.e. Dengan dalih teknologi netral, maka ada upaya agar operator-operator yang saat ini menghuni frekuensi 2,3 GHz dapat mengadopsi LTE di akhir tahun ini. Bangun Ekosistem Upaya untuk mulai menentukan di frekuensi mana LTE akan dialokasikan, perlu diapresiasi. Sebab ini artinya, Kementerian Kominfo mulai memikirkan bagaimana cara mengadopsi teknologi yang akan menjadi jawaban kebutuhan masyarakat akan layanan pita lebar (broadband) yang cepat. Dan yang terpenting adalah bahwa penentuan frekuensi oleh merupakan regulator merupakan bagian dari membangun ekosistem LTE. Hanya saja, sebelum menentukan secara pasti di frekuensi mana LTE akan 18 No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT REGULASI Apakah LTE di 2,3 GHz Pilihan yang Tepat?
  19. 19. REGULASI 19 ditempatkan, perlu diperhatikan juga adalah bagaimana kesiapan perangkat di frekuensi tersebut, kemudian juga negara-negara lain menggunakan frekuensi yang mana, sebab jika tidak banyak negara yang menggunakan, maka harga perangkat dan CPE (custo­ mer premises equipment) tidak eko­ nomi alias relatif mahal. Yang perlu diuji juga adalah bagaimana dengan rencana dan kemampuan operator untuk adopsi LTE, dan tak ketinggalan adalah bagaimana publik selaku pengguna di edukasi dan disosialisasi akan layanan pita lebar berteknologi LTE. Di dunia saat ini, menurut laporan GSA, sudah ada 163 jaringan komersial operator di 67 negara. Sebagian besar menggunakan frekuensi 1800 MHz, dimana 74 operator di 43 negara sudah mengkomersialkan jaringannya dengan 14,27 pengguna. Posisi kedua adalah frekuensi 2,6 GHz dengan 50 operator. Di frekuensi ini, Indonesia sulit mengadopsi karena 150 MHz sudah dialokasikan untuk televisi berlangganan IndoVision. Untuk 2,3 GHz, dari negara-negara yang sudah meluncurkan LTE secara komersial dan menggunakan TD LTE di frekuensi ini, hanya Australia dan India yang menggunakannya. Sementara yang menggunakan TDD dan FDD untuk 2,3 GHz, negara lain yang menggunakan adalah Hong Kong, Oman, Arab Saudi dan Sri Langka. Sehingga, bisa dikatakan 2,3 GHz TD LTE tidak begitu favorit. 1800 MHz Sebenarnya, jika proses migrasi ke TV digital bisa segeral selesai, frekuensi 700 MHz sangat potensial digunakan. Namun, pemerintah sendiri memprediksi baru 2018 migrasi akan selesai. Percepatan bisa dilakukan jika subsidi set top box dapat diimplementasikan. Frekuensi 1800 MHz nampaknya akan jadi pilihan. Hanya saya, di frekuensi ini blok-blok operator tidak berdampingan (contigous), sehingga pelru penataan kembali. Termasuk menyeimbangkan besaran blok untuk tiap operator dan bisa jadi penggunaan penggabungan (pooling) frekuensi satu atau beberapa operator, sehingga pemanfaatan lebih optimal. Lalu bagaiaman dengan 2,3 GHz? Persoalan operator di 2,3 GHz bukanlah soal teknologi. Teknologi diubah ke 2,3 GHz pun operator tidak serius membangun dan berjualan layanan. Untuk operator baru, masalah finansial membangun jaringan serta harus berkompetisi dengan para “raksasa” seluler nampaknya merupakan tantangan yang tidak kecil. Sehingga, kalaupun dibolehkan ke LTE, tidak ada jaminan mereka akan mengadopsi dan agresif membangun jaringan. ITU sendiri telah menetapkan bahwa 4G akan terdiri dari dua teknologi, LTE Advanced dan WiMax 802.16m atau mobile WiMax. Dan karena memang 2,3 GHz sejak awal dialokasikan WiMax, perlu diwacanakan bahwa pengguna eksisting cukup mengadopsi mobile WiMax saja dibanding LTE. (Twitter: @herusutadi) No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT
  20. 20. CYBERLIFE 20 S ejumlah situs-situs e-commerce maupun aku Facebook online shop bertebaran bak jamur di musim hujan. Gelembung (bubble) Bisnis perdagangan elektronik (e-commerce) memang sedang bergairah. Bagaimana tidak? Dalam catatan Direktorat E-Business Kementerian Komunikasi dan Informatika, bisnis ini berpotensi memutar uang Rp330 triliun. Wow! Tak mengherankan jika kini sudah puluhan pemain yang terjun ke dalam bisnis ini. Sebut saja Plasa.com, Kaskus.us, Multiply.com, Tokobagus.com, Blibli.com maupun Rakuten Belanja Online (RBO). Pengguna situs belanja online di Indonesia saat ini tidak sedikit. Seperti Multiply.com, pengguna sudah mencapai tiga jutaan dengan 80.000 merchant. Sementara Blibli.com memiliki 300 merchant partner dengan rata-rata transaksi 200-300 per hari. Di Kaskus lebih cerah, terjadi 38 juta transaksi per bulan. Walaupun pasar terbuka lebar, ada tiga tantangan utama dalam bisnis online di Indonesia. Pertama, mengubah budaya yang tadinya beli di toko dengan melihat langsung Heru Sutadi No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT Setelah Multiply, Siapa Lagi?
  21. 21. barang, berubah dengan secara online. Kedua, kejelasan aturan yang memayungi dan melindungi transaksi bisnis online. Dan ketiga, banyaknya penipuan jual barang mendompleng bisnis online. Bisa jadi gelembung bisnis e-commerce mulai bocor. Zalora Indonesia, sebagai salah satu e-commerce fashion yang juga memiliki ‘outlet’ di beberapa negara, dikabarkan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan-karyawannya, terutama di bagian perdagangan barang (merchandise). Sebelum Zalora, perusahaan E-commerce raksasa Jepang, Rakuten, secara resmi mengakhiri kerja sama pemberian layanan e-commerce di Indonesia dengan PT Global Media (MNC). Perkembangan perdagangan elektronik di Indonesia yang baru bertumbuh, menumbangkan pemainnya. Setelah Zalora, kini Multiply.co.id atau juga multiply. com terpaksa menutup usahanya. Pengumuman penutupan usaha Multiply yang baru mengganti logo diumumkan secara langsung di ha­ la­man muka situs e-commerce ini yang beberapa waktu lalu juga mulai menawarkan penjualan preorder BlackBerry Z10 dan pemesanan tiket pertunjukkan ini. “Dengan sangat menyesal, kami umumkan bahwa situs Multiply.co.id (dan Multiply.com) akan kami tutup per 6 Mei 2013 dan kami akan menghentikan semua kegiatan usaha kami per 31 Mei 2013,” tulis Multiply. Dijelaskan bahwa, Multiply.co.id akan menjalankan kegiatan seperti normal sampai 6 Mei 2013. Kemudian, waktu yang tersisa hing­ga akhir Mei 2013 digunakan mereka untuk memastikan bahwa semua hal dalam proses jual beli sudah terselesaikan dan seluruh penjual dan pembeli mendapat haknya. Tumbangnya sejumlah pemain te­­ras memicu pertanyaan, apakah bisnis e-commerce di Indonesia hanya sebagai gelembung, yang setiap saat bisa kempis? Kita lihat saja ke depan. (ICT) Twitter: @herusutadi CYBERLIFE 21No. 08• 6—19 Mei 2013Majalah ICT
  22. 22. Majalah ICTAll about ICT in Indonesia Telah Hadir Diterbitkan oleh: Indonesia ICT Institute ALAMAT REDAKSI & KOMERSIAL: VILLA CEMARA NO. 22 JL. SAWANGAN RAYA-DEPOK TELP: 021-7750301, FAX: 0217756782, HP: 081511510000 EMAIL: REDAKSI@ MAJALAHICT.COM WWW.MAJALAHICT.COM

×