• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Kurikulum Sepak Bola Indonesia bag. 1
 

Kurikulum Sepak Bola Indonesia bag. 1

on

  • 35,284 views

Kurikulum Sepak Bola Indonesia dari PSSI yang diketuai oleh coach Timo.

Kurikulum Sepak Bola Indonesia dari PSSI yang diketuai oleh coach Timo.

Statistics

Views

Total Views
35,284
Views on SlideShare
35,284
Embed Views
0

Actions

Likes
14
Downloads
3,054
Comments
5

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

15 of 5 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • makasih banyak atas informasinya..
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • sippp
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • kok gk bs d save gan???
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • klik menu save di atas!
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Mas, Aku mau download kurikulum Sepak Bola Indonesia ini gimana caranya ya..??
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Kurikulum Sepak Bola Indonesia bag. 1 Kurikulum Sepak Bola Indonesia bag. 1 Document Transcript

    • KURIKULUM SEPAK BOLA INDONESIAUntuk Usia Dini (U5-U12), Usia Muda (U13-U20) & Senior Copyright @2012 by Timo Scheunemann Penyusun : Timo Scheunemann Penulis : Timo Scheunemann Claudio Reyna DR. Javier Perez DR. Paul Gunadi Tim Revisi : Bert Pentury, Emral Abus, Indra Syafri Penerjemah : Gheeto TW dan Timo Scheunemann Lay out : Gheeto TW, Timo Scheunemann, Kasmawati Penyunting : Kasmawati Tata Letak : Kasmawati Desain Sampul : Gheeto TW Foto : Koleksi Pribadi Matias Ibo
    • UCAPAN TERIMA KASIHPertama dan terutama Puji Syukur kepada Tuhan; sumber kekuatan dan kemampuanku.Beribu ucapan terima kasih saya tujukan kepada banyak pihak yang ikut andil secaralangsung maupun tidak langsung dalam pembuatan Kurikulum Sepak bola Indonesia ini.Bp. Djohar Arifin selaku Ketua PSSI, Bp. Bob Hippy selaku Exco Pembinaan Usia Muda PSSIdan Bp. Arifin Panigoro atas dukungannya.Tom Byer dan Claudio Reyna yang sudah menjembatani perijinan penggunaan sebagian dariUS Soccer Curriculum.Bert Pentury, Emral Abus, Indra Syafri dan Wim Rijsbergen untuk masukan-masukannya.DR. Perez, DR. Paul Gunadi, Matias Ibo dan Heru Sugiri untuk sumbangan materinya.Gheeto TW dan Kasmawati Wicaksono yang peran dan bantuannya sangat saya hargai.Isteri saya tercinta Devi dan orang tua serta kakak saya Sven, Rainer, Ralph dan Silke atasdukungan morilnya selama ini.Asisten pelatih saya yang setia Heri serta sahabat James, Rino, Nehemia Wagiyono, dan PaulRichardson.Mentor saya Martin Hagele serta Markus Weidner, Bernd Stroeber, Horst Hrubesch, InggoWeniger, Stefen Freund dan Ralf Peter dari DFB.Semua pelatih yang pernah melatih dan semua pemain yang turut andil dalamperkembangan saya sebagai pemain dan pelatih sepak bola.Terima kasih. In Loving Memory : Puji Purnawan (Mantan Punggawa Pra-Olimpiade 1992). Untuk Bangsaku demi berkumandangnya “Indonesia Raya” di pentas Piala Dunia.
    • Sambutan Exco Usia MudaPembinaan sepakbola usia muda Indonesia tengah menjadi perhatian yang serius dan terus menerusditekuni PSSI untuk mempersiapkan sebuah desain timnas masa depan Indonesia .Fondasi untuk membentuk timnas senior yang tangguh sudah jelas harus dimulai denganmempersiapkan pemain sejak usia muda. Maka pola pembinaan pemain usia muda yang seharusnyamenjadi tanggung jawab klub telah beralih menjadi “peluang “ dengan hadirnya Akademi SepakbolaNusantara di Indonesia .Kehadiran Akademi Nusantara yang dibangun oleh PSSI dengan kepemimpinan pembaharuan telahmendapatkan porsi yang layak . Ini dibuktikan dengan adanya kompetisi usia muda dan lahirnyakurikulum untuk pelatihan bagi pemain usia muda .Visi dari kurikulum pembinaan usia muda ini juga sekaligus menjadi fondasi dasar untuk pembinaanpelatih dalam melatih pemain usia muda .Target kurikulum sepakbola ini adalah, untuk memberikan panduan bagi para pelatih. Makadiharapkan, akan hadir pemain berbakat dan tangguh di Indonesia di masa depan.Terima kasih .Jakarta , 1 April 2012Bob HippyKetua Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda
    • PendahuluanXavi, gelandang FC Barcelona, saat ditanya soal kehebatan FC Barcelona menjawab demikian, “Di La Masia (akademi FC Barcelona) kami tidak ditempa untuk menang namun untuk berkembang.”Salah satu kelemahan yang paling mendasar dalam pembinaan “grass root” (U5-U12) dan usia muda(U13-U20) di Indonesia adalah fokus SSB yang salah; fokus SSB lebih ke arah menggapai kemenangandaripada membina pemain hingga bisa mencapai potensi maksimalnya.SSB sibuk menggapai prestasi sebagai klub hingga lupa bahwa prestasi sebenarnya adalahpembentukan pemain secara menyeluruh; teknik (bagaimana melakukan sesuatu), taktik (pengertianpermainan atau pengertian akan mengapa melakukan sesuatu), fisik dan mental (menempa karakteryang positif dan kuat yang begitu penting artinya baik untuk kehidupan sang pemain secarakeseluruhan maupun untuk perkembangannya sebagai pemain bola).Sudah saatnya kita bersama menyatukan tekad memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Bukanuntuk kita pribadi atau SSB kita masing-masing namun untuk Indonesia. Mari kita berlombamenelurkan pemain-pemain yang berbakat dan berkarakter demi kemajuan sepak bola Indonesia.Kurikulum ini adalah bagian dari langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh Badan Usia MudaPSSI. Dengan adanya kurikulum ini harapan kami program latihan di semua SSB di seluruh Indonesiamenjadi; (1) lebih berkualitas , (2) lebih “age specific” atau tepat usia, (3) lebih terarah secara bakuatau dengan kata lain memiliki standar yang sama.Segala kekurangan yang ada mohon dimaaafkan. Semoga pada edisi kedua berikutnya dapat lebihmendekati sempurna.Untuk memahami dan melaksanakan pedoman ini diperlukan kesungguhan dan usaha yangmaksimal dari anda. Dibutuhkan kemauan untuk belajar serta totalitas dalam melaksanakan profesianda sebagai seorang pelatih. Entah dibayar atau bekerja secara suka rela, seorang pelatih harusmengerti bahwa perannya begitu penting di dalam menempa generasi penerus bangsa. Berangkatdari pemahaman ini diharapkan anda sebagai seorang pelatih menganggap serius peran anda dankarenanya berusaha untuk terus belajar, mempersiapkan latihan secara maksimal dan berinteraksidengan pemain dengan penuh rasa tanggung jawab.Tetap semangat, jangan putus asa! Bersama kita bisa meraih keajaiban yang kita idam-idamkanbersama; mendengar “Indonesia Raya” berkumandang di pentas Piala Dunia!Semoga Tuhan memberkati usaha kita bersama.Salam,Timo ScheunemannDirektur Pembinaan Usia Muda PSSI
    • Daftar IsiUcapan Terima kasih ………………......................................................................................... iiSambutan Ketua Umum PSSI ............................................................................................... iiiSambutan Ketua Komite Pengembangan Sepak Bola Usia Muda…………………………………….. ivPendahuluan Direktur Pembinan Usia Muda ………………………………………………………………….. vDaftar Isi .................................................................................................................. ........... viKeterangan Tanda Gambar: ................................................................................................ ixBab I Prinsip Bermain ................................................................................................. 1 A. Gaya Permainan : Garis Besar ....................................................................... 1 B. Gaya Permainan: Spesifikasi ......................................................................... 2 C. Prinsip Bermain bagi Pelatih, Pemain, dan Tim .............................................. 4Bab II Konsep Melatih .................................................................................................. 6 A. Fondasi Program Pembinaan yang Berkualitas .............................................. 6 1. Fasilitas/Faktor Pendukung .................................................................... 7 2. Faktor Pembina (Pelatih) ........................................................................ 8 3. Program Pembinaan Rutin ..................................................................... 9 B. Falsafah Program Pembinaan ....................................................................... 10 1. Hubungan Latihan dengan Pertandingan ………………………………………. ……… 10 2. Empat Komponen yang saling melengkapi …………………………………….… …… 10 C. Intisari Materi Kepelatihan ............................................................................ 11 D. Materi Kepelatihan : Istilah Umum ................................................................ 13 E. Materi Kepelatihan : Fisik .............................................................................. 14 1. Hal-hal yang meningkatkan Kemampuan Tubuh ..................................... 14 2. Pemahaman Istilah-istilah Fisik ............................................................... 15 F. Materi Kepelatihan Teknik ............................................................................ 19 1. Pemahaman Istilah-istilah Teknik Menyerang ........................................ 20 2. Pemahaman Istilah-istilah Teknik Bertahan ............................................ 21 G. Materi Kepelatihan Taktik ............................................................................. 22 1. Pemahaman Istilah-istilah Taktik Menyerang ......................................... 23 2. Pemahaman Istilah-istilah Taktik Bertahan ............................................. 33 H. Materi kepelatihan Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental ...................... 38 I. Materi Kepelatihan Situasi Standar (Set Piece) dan Formasi .......................... 39 1. Penjabaran Situasi Standar ..................................................................... 40 J. Materi Kepelatihan Penjaga Gawang ............................................................ 46 1. Kualifikasi Penjaga Gawang .................................................................... 47 K. Gaya kepelatihan .......................................................................................... 53 1. Garis Besar Mengenai Kepelatihan & Persiapan Latihan ......................... 53 2. Menciptakan suasana dan sarana berlatih yang kondusif bagi perkembangan Pemain ........................................................................... 55 3. Meracik Menu Latihan & Organisasi Latihan ........................................... 56Bab III Kurikulum Sesuai Kelompok Umur ...................................................................... 59 A. Mengatur Perkembangan Pemain Berdasarkan Umur dan Tingkatan ........... 59
    • B. Frekuensi Materi Latihan Sesuai Kelompok Umur .......................................... ... 63 1. Frekuensi Latihan Fisik Sesuai Kelompok Umur .. .......................................... 63 2. Frekuensi Latihan Teknik Sesuai Kelompok Umur ......................................... 64 3. Frekuensi Latihan Taktik Sesuai Kelompok Umur........................................... 65 4. Frekuensi Latihan Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental Sesuai Kelompok Umur.............................................................................................. 66 C. Kurikulum setahun untuk masing-masing kelompok umur................................. 67 D. Struktur Program Latihan Untuk Masing-masing Tingkatan Kelompok Umur..... 81 1. Tingkat Pemula/Fun Phase (U5-U8 Tahun).................................................... 81 1) Struktur Program Latihan ..................................................................... 81 2) Contoh Program Latihan ...................................................................... 82 2. Tingkat Dasar/Foundation Phase (U9-U12 Tahun) ....................................... 84 1) Struktur Program Latihan ..................................................................... 84 2) Contoh Program Latihan ....................................................................... 85 3. Tingkat Menengah/Formative Phase (U13-U14 Tahun) ............................... 88 1) Struktur Program Latihan ..................................................................... 88 2) Contoh Program Latihan ..................................................................... 89 4. Tingkat Mahir/Final Youth (U15-U20 Tahun) ............................................... 91 1) Struktur Program Latihan ..................................................................... 91 2) Contoh Program Latihan ..................................................................... 92 E. Format Latihan Fisik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) ………………………………... 94 F. Format latihan Teknik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) ................................. 96 1. Contoh Latihan Teknik Untuk Dewasa 1 (15 Tahun keatas) ........................ 97 2. Contoh Latihan Teknik Untuk Dewasa 2 (15 Tahun keatas) ........................ 98 G. Format latihan Taktik Untuk Dewasa (15 Tahun keatas) ................................. 101 1. Contoh Latihan Taktik Bertahan ................................................................. 101 2. Contoh Latihan Taktik Menyerang .............................................................. 103Bab IV Kesalahan-kesalahan yang umum terjadi di Indonesia dalam hal organisasi latihan, pembuatan program latihan serta eksekusi latihan ................................ 106Bab V Teori Sepak Bola Modern .......................................................... ........................... 109 A. Prinsip-prinsip Sepak Bola Modern ……………………………………………………………… 109 B. Prinsip-prinsip Dasar Bermain 4-4-2 Dengan Benar ……………………………………. 111 C. Langkah-Langkah Menuju 4-4-2 (sekaligus 4-3-3) ……………………………………... 118 D. Pengertian Taktik 4-3-3 ……………………………………………………………………….…….. 135 1. Pengertian Taktik Lapangan Kecil Sebagai Tahapan Menuju 4-3-3 ……….. 137 1) Formasi 2-2 ………………………….…………………………………………………………… 138 2) Formasi 3-1 ……………………………………………..……………………………………… 140 3) Formasi 3-2 ………………………………………………………………….……………..…… 143 4) Formasi 3-1-2-1 ……………………………………………………………………….……..… 144Bab VI Teori Melatih Secara Modern .............................................................................. 146 A. Teori Melatih Fisik……………………………………………………………………………………… 146 1. Komponen Latihan Fisik ……...……………………………………………………………… 146 2. Kiat Praktis Meningkatkan Fisik Pemain ……………………………………………. 148 3. Pemahaman Dasar Gizi ……………………………………………………………………… 150 4. Berbagai Cara Mengevaluasi Fisik Secara Obyektif & Praktis …………….. 152 5. Panduan Khusus Penggunaan Gym (Fitness Studio) ………………………….… 157 B. Teori Melatih Teknik …………………………………………………………… ………….… .…… 159 C. Teori Melatih Taktik ………………………………………………………………………….… …… 161
    • D. Teori Melatih Mental …………………………………………………………………………………… 163 1. Pemahaman Dasar ……………………………………………………………………………….. 163 2. Pembinaan Mental Pemain …………………………………………………………………… 164 3. Kiat Praktis Meningkatkan Mental Pemain …………………………………………… 170Bab VII Berbagai Variasi Latihan Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil……… 173 A. Variasi Latihan Fisik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil ...….. 173 B. Variasi Latihan Teknik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil …… 179 C. Variasi Latihan Taktik Dalam Bentuk Drill dan Permainan Lapangan Kecil …… 198Bab VIII Mencegah dan Merawat Cedera ........................................................................... 199 A. Petunjuk Umum ………………………………………………………………………………..………… 199 B. Penangganan Pada Cedera ……………………………………………………………..…………. 201 C. Sepuluh Hal Praktis Menangkal Flu ……………………………………………………..……… 220Bab IX Pemahaman Dasar Peraturan Pertandingan (Laws of the Game)........................... 222Bab X Lampiran ……………………………………………………………………………………………………………. 262 A. Scouting Pemain ………………………………………………………………………………………….. 262 B. Formulir Data Diri Pemain & Panduan Scouting …………………………………………… 266 C. Scouting Tim Lawan …………………………………………………………………………………….. 270Daftar Pustaka .............................................................................................................. ......... 278
    • KETERANGAN GAMBAR
    • BAB I PRINSIP BERMAIN A. GAYA PERMAINAN - GARIS BESAR Elemen kunci untuk pelatih dan pemain yang membentuk gaya permainan1. PertandinganGaya penyeranganSemua tim disarankan untuk menunjukkan gaya bermain yang menyerang yang ditunjukkansaat menguasai bola dan dengan melakukan pergerakan tanpa bola dengan cepat.Transisi cepat dan penyelesaian akhirMendorong semua kelompok umur untuk mengusahakan kecepatan bermain, menghindarimenggiring bola berlebihan (over dribbling), mengusahakan pergerakan yang terorganisasidan pergerakan cepat tanpa bola serta cepat mencari penyelesaian akhir.Posisi spesifikSebuah tim harus memiliki pertahanan yang terorganisasi, menjaga posisi spesifik masing-masing dalam formasi. Dilain pihak, pemain akan mencari ruang dan melakukan pergerakanuntuk mendukung penyerangan walau harus bergerak jauh dari posisi mereka semula.2. FormasiFormasi 4-3-3 dan 4-2-2Tim di kelompok umur 12 tahun ke atas akan menggunakan formasi 4-3-3, (dengan variasi4-2-3-1 atau 4-1-2-3 ). Tim di usia lanjutan (U15 ke atas) dapat juga menggunakan formasi4-4-2. Untuk usia dini/grassroot (U5 - U12) disarankan bermain 4 v 4 dan 7 v 7 sebagaitahapan menuju pemahaman 4-3-3 yang benar. 1
    • 4 BekSemua formasi yang digunakan oleh tim pada pertandingan 11 v 11 harus terus membuat4 baris bek. 4 bek menyediakan konsistensi dalam pertahanan dan memberikan ruang bagibek luar untuk bergerak maju saat menyerang. B. GAYA PERMAINAN : SPESIFIKASI Elemen kunci bagi pelatih dan pemain yang menegaskan gaya permaian1. FisikSpeed and Agility (Kecepatan dan ketangkasan)Kualitas-kualitas ini akan terkandung dalam pertandingan (game) dan permainan yangmenggunakan bola sejak kelompok usia dini/grassroot (U5 - U12).Endurance (Daya Tahan)Pemain secara individu dan seluruh tim dilatih untuk mampu melakukan pergerakan denganintensitas tinggi. Usia dini/grassroot (U5 - U12) mendapatkan daya tahan hanya melaluigame/permainan dan latihan teknik. Latihan khusus endurance diharamkan.Ketahanan dan KekuatanPemain yang kuat mengembangkan kecepatan mereka dengan lebih cepat, mampumenangkal cedera dan lebih kompetitif dalam pertandingan. Usia dini/grassroot (U5 - U12)tidak perlu berlatih ketahanan dan kekuatan karena belum adanya hormon testosterone.2. TeknikPassing dan receiving (mengumpan dan menerima bola)Passing bola bawah yang dilakukan dengan keras/tegas selagi berhadap-hadapan pada jarakyang bervariasi serta menerima bola yang bergerak dilakukan di semua kelompok umur.Shooting (melesatkan tembakan)Pemain harus menumbuhkan kemampuan untuk shooting dari jarak yang bervariasi. Semuapemain harus didorong untuk banyak melakukan shooting dari jarak-jarak yang berbedaselama permainan.Ball Control and turning (kontrol bola dan berbalik dengan bola)Pemain harus didorong untuk tetap mengontrol bola dan menggunakan teknik gerakanmemutar yang berbeda guna bergerak menjauh dari pemain bertahan. 2
    • 3. TaktikBermain dari belakangSemua tim harus merasa nyaman bermain bola semenjak dari belakang melewati lapangantengah dan dari sana menuju bagian akhir lapangan. Umpan-umpan pendek dari kaki kekaki yang sudah menjadi ciri khas sepak bola Indonesia hendaknya dipertahankan dandiperbaiki kualitasnya.Possession and Transition (penguasaan bola dan transisi)Semua tim harus terus menjaga penguasaan bola dengan hanya menggunakan satu/duasentuhan saja. Pemain harus didorong untuk mendukung dan bergerak sambil berkreasidalam menentukan arah passing. Setelah permainan penguasaan bola berjalan dengan baiktim harus belajar bagaimana mengumpan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya denganmulus dan efektif.Transisi Penyerangan/Pertahanan dan Serangan Balik yang cepatKetika penguasaan bola hilang, pemain harus bereaksi cepat dan melakukan tekanan untukmendapatkan bola kembali. Ketika bola kembali dikuasai, pemain harus segera mungkinmelakukan serangan balik.4. Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/MentalRespect and Discipline (respek dan disiplin)Pemain harus beradaptasi pada aturan di dalam tim dan menghargai rekan satu tim, pelatih,wasit dan lawan.Cooperation (Kerjasama)Setiap pemain menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari tim dalam satu unit, dan harusbekerjasama dengan rekan satu tim untuk meraih sasaran bersama dalam tiap sesi danpermainan, sebagaimana untuk seluruh musim kompetisi.Competitiveness (Menumbuhkan Jiwa Kompetisi)Pemain yang memiliki jiwa kompetisi (spirit pantang menyerah) harus dihargai karena usahadan fokus mereka. 3
    • C. PRINSIP BERMAIN (PRINSIPLES OF PLAY) Untuk pelatih, pemain dan tim1. PelatihPermainan penguasaan bola (possession) dan permainan lapangan lebih kecil (small sidedgames) dengan lebih sedikit pemain sangat baik untuk menumbuhkan pengertian taktissekaligus mengasah kemampuan teknis pemain.Berlatih dengan lawan dan kompetisi dengan sistim reward and punishment (pemberianpenghargaan dan hukuman) dalam sesi latihan harus dilakukan untuk menumbuhkan jiwakompetisi dalam diri pemain.Permainan yang memiliki intensitas tinggi didasari oleh kecepatan dan ketangkasan. Singkattetapi intensif dalam setiap bagian latihan. Beri waktu untuk istirahat lalu pacu kinerjamereka saat latihan sehingga memaksimalkan hasil latihan.2. PemainMaksimal satu, dua atau tiga sentuhan : Meminimalkan jumlah sentuhan menambahkecepatan permainan. Bermainlah dengan sederhana : jangan paksakan situasi, terlalubanyak menggiring bola, sembarangan dengan bola, atau memilih opsi yang sulit.Tetap menjaga bola di tanah : Bola yang dimainkan mendatar di atas tanah akan lebihmudah dikontrol dan dapat didistribusikan dengan lebih efektif dan cepat oleh tim.Akurasi dan kualitas passing : Passing harus keras dan akurat, dengan bobot yang tepat.Sentuhan pertama : Pastikan sentuhan pertama dilakukan secara terkontrol tanpamenghentikan bola. Sentuhlah bola menjauh dari tekanan dan arahkan ke daerah yangbebas.Pemahaman dan kewaspadaan : Semua pemain, dengan atau tanpa bola harus terusmenerus mengamati lapangan, kawan dan lawan.Situasi 1 v 1 : Bentuk determinasi pemain untuk secepatnya menguasai bola kembali saatbertahan dan bermain sederhana saat menyerang dangan cara menyentuh bola ke sampingdengan cepat guna melewati lawan.Transisi individu : Pemain harus bereaksi dengan cepat ketika penguasaan bola berganti daripenyerangan ke pertahanan dan sebaliknya.Shooting : Selalu perhatikan gawang lawan. Semua pemain didorong untuk melesatkantembakan.Mengambil resiko : Sepak bola adalah olah raga yang memungkinkan terjadinya banyakkesalahan. Kesalahan-kesalahan adalah bagian dari permainan dan proses belajar. Pemaindidorong untuk mengambil resiko dalam sesi latihan guna mengembangkan kecepatanbermain. 4
    • 3. TimSemua pemain bertahan dan semua pemain menyerang : Semua pemain harus terlibatdalam permainan sebagai satu unit.Ciptakan situasi menang jumlah : Sepak bola adalah permainan yang mengandalkan jumlahpemain. Saat menyerang diupayakan untuk menang jumlah sedangkan bertahan untukminimal tidak kalah jumlah.Aliran bola : Bola harus mengalir dari dalam ke luar, dari luar ke dalam sisi permainan. Bolalebih mudah dikuasai di sisi luar lapangan karena sisi dalam lapangan tekanan lawan lebihbesar (tentu saja hal ini bisa berubah tergantung situasi).Prinsip segitiga dan pilihan arah passing : Pemain yang menguasai bola harus terus menerusmenerima dukungan dan setidaknya memiliki 2 pilihan untuk melakukan passing. Saat usiadini/grassroot (U5-U12) ajarkan pemain membentuk ketupat saat menyerang gunamenciptakan 3 opsi mengumpan; ke kiri, ke kanan dan kedepan/belakang.Kecepatan permainan : Pergerakan cepat bola (saat menyerang), sedangkan saat bertahan(tanpa bola) menciptakan situasi 2 v 1 (menang jumlah).Pergerakan tanpa bola : Cari ruang terbaik yang tersedia untuk memberikan pilihan arahuntuk mengumpan bagi pemain yang sedang menguasai bola.Melakukan tekanan sebagai satu unit : Melakukan gerakan menekan yang terorganisasidengan rapi (menekan secara bersama-sama) sehingga memaksa lawan melakukankesalahan.Perpindahan (Transisi) : Upayakan perpindahan dengan mengurangi jumlah operan yangdibutuhkan untuk mendekati area target atau gawang lawan.Arah permainan : Permainan mengalir dalam 2 arah (bertahan dan menyerang). Selalutekankan prinsip sederhana namun penting ini dalam semua latihan yang dilakukan.Miliki inisiatif selama permainan : Situasi sulit bisa terjadi kapan saja. Tim harus mampuberadaptasi saat terjadi situasi yang berbeda/tidak terencana. Beberapa pemain harusdipersiapkan sebagai pemimpin rekan-rekannya dilapangan. 5
    • BAB II KONSEP MELATIHA. FONDASI PROGRAM PEMBINAAN YANG BERKUALITAS 6
    • 1. Fasilitas & Faktor PendukungLapangan Yang MemadaiLapangan paling tidak harus rata (berdebu tidak masalah asal rata). Jika di desa Anda hanyaada lapangan kecil, bentuklah tim U12, U10 atau U8, dan bermainlah 5 v 5 atau 7 v 7.Pemain berusia 12 tahun keatas harus bermain di lapangan besar sesuai standar FIFA.Pengetahuan GiziOrang tua dan pemain memiliki pengetahuan akan gizi dan disiplin dalam mengkonsumsimakanan dan minuman yang membantu perkembangan fisik pemain.Dukungan Penuh Orang TuaKegiatan anak harus diketahui dan direstui oleh orang tua masing-masing. Dukungan penuhtidak berarti tekanan. Biarkan pemain berkembang dengan nyaman; didukung tapi tidakditekan.Liga Dan Turnamen Yang Tertata RapiLiga dan turnamen SSB dalam lingkup PENGCAB (Pengurus Cabang) perlu dilaksanakansesering mungkin. Agar tidak tergantung pada PENCAB, bentuklah sebuah asosiasi SSB didaerah anda atau bergabunglah secara gratis dengan asosiasi SSB Pusat (ASSBI). Lihat diwww.ssbindonesia.com. Prinsip kunci adalah bertindaklah secara pro aktif.Jumlah Pemain Atau Grup Yang DibatasiPeserta latihan yang terlalu banyak tidak efektif dan sulit untuk diawasi secara individu.Banyak Bola!Penting tersedia satu bola untuk setiap pemain.ConesSediakan cones beragam warna guna efisiensi latihan.Kostum dan RompiKostum dan rompi latihan beragam warna harus tersedia guna efisiensi latihan.Peralatan Bantu LainnyaTersedia pula tangga koordinasi, 2-4 gawang kecil, beberapa barbel (2-5 kg), gawang-gawangpendek untuk rintangan serta tiang-tiang plastik. 7
    • 2. Faktor Pembina (Pelatih)Kualitas Standar sertifikasi D dan C. Sering/banyak ikut pelatihan atau seminar lebih baik, mau belajar (melalui buku, internet, dll). Memiliki semangat, jeli dalam melakukan pembenaran pada pemain.KuantitasPembina yang berkualitas harus banyak, PSSI Pusat dan pengurus propinsi, mutlak perlumengadakan kursus-kursus dan seminar kepelatihan. Coach Bert Pentury saat ini tengahmelakukan tour ke semua provinsi guna melatih pelatih khusus usia dini/grassroot(U5 - U12).TeladanSeorang pelatih mutlak harus menjadi teladan baik dalam perkataan dan tingkah laku :tidak suka omong kotor, tepat waktu, bisa menjaga emosi, tidak melakukan pencurian umur,dll.MotivatorBukan pencela atau pemaki. Sering dan terus menerus memberikan semangat denganperkataan dan bahasa tubuh yang positif.Mengutamakan Pendidikan FormalPerlu memahami konsep “Student athlete”; seorang pemain adalah seorang murid sekolah,baru kemudian menjadi atlit. Dengan kata lain, sekolah harus diutamakan oleh pemain,pelatih dan orang tua. CI PELATIH YANG BERKUALITASDapat Mengelompokkan Kualitas Masing-Masing PemainPelatih sangat bergantung kepada pemain. Pelatih harus bisa melihat potensi pemainmisalnya dengan latihan atau pergantian posisi. Yang diperhatikan adalah : Teknik, Speeddengan bola, Speed tanpa bola, Visi, Penempatan posisi, Karakter atau Mental. Karakterperlu diperhatikan karena karakter adalah faktor penentu kesuksesan pemain itu sendirisekaligus berpengaruh pada kebersamaan tim.Berjiwa PemimpinKualitas pelatih sebagai pemimpin sangat berpengaruh pada respek pemain pada pelatih.Sebagai sorang pemimpin pelatih harus : Menjadi Contoh Hidup : Teladan dalam perkataan dan tingkah laku. Mampu menjadi Pengatur / Penengah Hubungan antar manusia : Terutama dibutuhkan saat terjadi perselisihan atau ketegangan antar pemain. Baik di dalam tim sendiri maupun dengan tim lawan . Peduli pada pemain : Tunjukkan kepedulian kepada para pemain, seperti masalah pendidikan atau kesehatan pemain. Jangan sekadar menuntut pemain berprestasi. Kenali dan selalu tunjukkan kepedulian anda pada pemain. Kompeten : Memiliki kemampuan yang memadai untuk duduk di dalam posisi pelatih. 8
    • Maka perlu untuk terus menerus belajar menambah pengetahuan, baik secara umum maupun dalam bidang kepelatihan. Fair (sifat adil) : Pelatih tidak pilih kasih kepada anak-anak didiknya, melihat potensi terbaik berdasarkan kemampuan, bukan pilih-pilih. Konsisten : Tegakkan peraturan dan hukum. Pujilah pemain tanpa pandang bulu. Setali tiga uang dengan prinsip ini adalah kemampuan pelatih untuk selalu menegakkan peraturan tanpa berubah sejalan dengan waktu.Pelatih harus mampu/ahli dalam menyusun program latihanBuatlah program latihan yang : Realistis : Sesuai kebutuhan saat pertandingan. Variatif : Memiliki kreativitas latihan yang beragam dan tidak membosankan. Metodis : Memiliki metode latihan yang tertata rapi dan berjenjang; , bukan sembarangan membuat program latihan. Mencakup semua aspek : Fisik, Teknik, Taktik, Mental dan Karakter. Tematis : Memiliki tema atau tujuan yang dipersiapkan. Dari awal hingga akhir latihan, tema latihan terlihat jelas lewat variasi-variasi latihan yang dipilih. Membuat program yang tematis dikhususkan bagi usia 15 tahun ke atas dan dewasa. Sesuai prinsip “Benang Merah “ : Masing-masing sesi latihan saling berkaitan, saling berhubungan antara latihan yang satu dan yang lainnya sehingga menghasilkan keutuhan latihan yang baik. Terencana (Tertulis) : Untuk dokumentasi dan supaya dapat dikoreksi dari waktu ke waktu. Merencanakan latihan anda bisa mengetahui perlengkapan apa saja yang dibutuhkan sehingga latihan bisa berjalan dengan efektif.Pengetahuan TaktikSelain masalah teknik, sepak bola juga sangat ditentukan oleh taktik. Pemahaman mendasarmengenai taktik yang wajib dimiliki oleh seorang pelatih adalah : Taktik bertahan ; Pengertian permainan saat bertahan sebagai individu/grup/tim. Taktik menyerang ; Pengertian permainan saat menyerang sebagai individu / grup/tim. Situasi standar; Lemparan ke dalam, free kick, tendangan penjuru dan goal kick. Taktik hari pertandingan; Penentuan tipe pemain dan formasi yang dipilih, pergantian pemain dan arahan spesifik sesuai kelebihan/kelemahan lawan pada saat bertanding.3. Program Pembinaan Sehari-Hari/RutinProgram pembinaan yang rutin dilakukan harus mencakup dan sesuai dengan falsafahprogram pembinaan sepak bola modern yang di jabarkan dalam halaman berikut. ”Practice doesn’t makes perfect, perfect practice makes perfect” (latihan saja tidak menghasilkan kematangan, tetapi latihan yang matang membuat kematangan) 9
    • B. FALSAFAH PROGRAM PEMBINAAN Pengertian inti metode melatih1. Hubungan Latihan Dengan PertandinganTujuan dari sesi latihan adalah untuk mempersiapkan pemain untuk kompetisi.Pertandingan memperlihatkan perkembangan taktik, teknik, fisik dan jiwa kebersamaan(Psychososial)/Mental dalam diri pemain.2. Empat Komponen Yang Saling MelengkapiFisikPemain yang kuat dan ulet akan memberikan keuntungan yang besar untuk tim. Sebaliknyaseorang pemain yang kelelahan harus berjuang sangat berat untuk menjaga konsentrasinyadan cenderung melakukan banyak kesalahan.TeknikSemua pemain di dalam tim diharuskan memiliki kemampuan individu yang sesuai denganposisi masing-masing. Sebagai contoh, seorang pemain tengah tentu memiliki teknik dankeahlian yang berbeda dengan seorang pemain di posisi bek luar.TaktikBagian ini menolong pemain agar menyatu dengan tim. Tujuannya adalah untukmenghasilkan pemain yang cerdas, mampu beradaptasi dalam situasi yang berganti-gantidalam pertandingan-pertandingan yang dihadapi. 10
    • Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/MentalManusia sering dipengaruhi oleh emosinya. Pelatih harus bisa melatih pemain untukmenggunakan emosi-emosi ini untuk keuntungan mereka dan mengarahkan emosi merekamenjadi sebuah kekuatan dan bukan kelemahan bagi mereka. Titik lemah terbesar pemain kita selain kualitas umpan dan kecepatan dalam bermain adalah mental dan pengertian taktik. Titik lemah pemain = Titik lemah pelatih! C. Intisari Materi Kepelatihan Area Pengembangan saat berlatih sepak bolaMateri Kepelatihan 1. Fisik 2. Teknik 3. Taktik 4. Jiwa kebersamaan (Psychososial)/Mental 5. Set piece (gerakan dan alur bola yang direncanakan - Situasi Standar) 6. Formasi 7. Penjaga Gawang 11
    • 12
    • D. MATERI KEPELATIHAN : ISTILAH UMUM Definisi untuk Istilah-istilah khusus dalam Sepak Bola1. TaktikAksi individu atau bersama-sama yang ditunjukkan oleh pemain atau sekelompok pemainuntuk mengambil kesempatan dari seorang pemain lawan atau sekelompok pemain lawanatau tim lawan secara keseluruhan.Penjelasan : Sebuah taktik adalah alat untuk membangun strategi.Contoh : Perpindahan bola dengan cepat dari satu sisi lapangan ke sisi lain.2. StrategiSebuah pemahaman atau ide yang disepakati bersama oleh seluruh anggota tim sejak awalpertandingan dengan tujuan mengalahkan lawan.Penjelasan : Strategi berhubungan dengan formasi tim dan juga sistim yang digunakan olehtim.Contoh : Strategi pertahanan - tiga striker maju guna melakukan tekanan dan pemaingelandang tengah mendekati lawan di area tengah untuk menghalangi mereka berbalik.Diharapkan dengan cara demikian bola bisa direbut kembali di area pertahanan lawan.3. FormasiPengaturan posisi pemain dan pembagian tugas pada masing-masing pemain di lapanganyang diatur sejak awal pertandingan.Penjelasan : Ini biasanya ditulis dalam tiga angka yang mengidentifikasi pemain di posisipertahanan, tengah dan penyerangan.Contoh : 4-3-3, berarti ada 4 pemain bertahan (defenders), 3 pemain tengah (midfielders)dan 3 penyerang (strikers).4. SistemSebuah formasi yang secara khusus menyorot pada bentuk dan atau peran untuk satu ataubeberapa pemain.Penjelasan : Sebuah Sistim adalah kombinasi formasi dan strategi.Contoh : 4-4-2 dengan bentuk seperti berlian di tengah sehingga memungkinkan pemain beksayap bergerak naik ke area yang lebih luas didepannya. 13
    • E. MATERI KEPELATIHAN : FISIK1. Hal-hal yang Meningkatkan Kemampuan Tubuh 1) Kekuatan  Daya Tahan Kekuatan/Power  Daya Eksplosifitas  Kekuatan Maksimal 2) Daya Tahan  Kemampuan Gerak Tubuh (Aerobic Capacity)  Kekuatan Gerak Tubuh (Aerobic Power)  Tenaga yang Dihasilkan Otot dengan laktat (Anaerobic Lactic)  Tenaga yang dihasilkan Otot tanpa Laktat (Anaerobic Alactic) 3) Kecepatan  Reaksi  Kemampuan Akselerasi (Acceleration)  Kecepatan Maksimal  Daya tahan tubuh mempertahankan kecepatan  Kemampuan merubah arah lari dengan cepat (Acyclic Speed) 4) Kelenturan & Mobilitas Otot 5) Koordinasi & Kelincahan 6) Kemampuan Motorik Dasar 7) Daya Tanggap & Kewaspadaan (Awareness) 14
    • 2. Pemaham Istilah-Istilah Fisik Hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan tubuh1) Kekuatan Kemampuan otot melakukan gerakan tiba-tiba dengan intensitas yang tinggi dan dengan beban yang bervariasi. Daya Tahan Kekuatan/Power Kemampuan untuk memelihara gerakan sentak otot di dalam intensitas dan beban tinggi dalam kurun waktu yang lama. Dengan Cepat Menghasilkan Kekuatan Tubuh Yang Besar ( Daya Eksplosifitas ) Kemampuan untuk mengendalikan gerakan sentak otot di dalam intensitas dan beban tinggi dalam kurun waktu sependek mungkin (secepat mungkin). Kekuatan Maksimal Kemampuan otot melakukan gerak yang maksimal dengan beban dalam kurun waktu pendek.2) Daya Tahan ( Endurance ) Kemampuan tubuh untuk melakukan aktifitas fisik dengan intensitas tertentu dan dalam kurun waktu tertentu. Kemampuan Gerak Tubuh (Aerobic Capacity) Kemampuan untuk melakukan aktivitas gerak tubuh secara aerobic. Pengertian aerobic itu sendiri adalah: Tenaga yang dihasilkan otot dengan bantuan oksigen. Semakin lama jangka waktu latihan, semakin dominan fungsi oksigen. Penjelasan : Ini adalah sebuah aktivitas latihan dengan oksigen yang cukup sehingga tidak menyebabkan gangguan tertentu pada tubuh. Artinya karena adanya keseimbangan antara produksi energi tubuh dan energi yang digunakan oleh tubuh pemain bisa melakukan latihan tanpa halangan. Contoh : Tergantung pada usia dan tingkat kemampuan pemain, latihan yang bersifat aerobic terjadi secara terus menerus dan dinamis dalam kurun waktu 4 hingga 6 menit dan menggunakan sekitar 85% fungsi kerja maksimal jantung. Kekuatan Gerak Tubuh (Aerobic Power) Kemampuan untuk menggabungkan antara kemampuan aerobic dan sistim energi anaerobic di dalam jangka waktu lama dengan tujuan untuk memperoleh performa terbaik dalam aktivitas fisik yang dinamis. Penjelasan : Ini adalah sebuah latihan dengan persediaan oksigen yang cukup namun juga membutuhkan sumber energi lain. Jika sumber energi lain tidak tersedia, akan mengakibatkan gangguan dan pengurangan kekuatan pada tubuh. Contoh : Tergantung dari usia dan tingkat kemampuan pemain, kondisi ini terjadi pada kurun waktu 2 sampai 3 menit dan menggunakan lebih dari 85 % fungsi kerja maksimal jantung. 15
    • Tenaga Yang Dihasilkan Otot Dengan Laktat (Anaerobic Lactic) Merupakan aktivitas fisik yang terus menerus menghasilkan asam laktat konsentrasi tinggi di dalam kurun waktu yang pendek. Berbeda dengan aktifitas aerobic yang menggunakan oksigen, anaerobic adalah tenaga yang dihasilkan otot tanpa oksigen dan laktat terbentuk. Kondisi ini dapat terjadi misalnya saat berlari cepat dalam kurun waktu lama. Penjelasan : Ketika intensitas latihan terlalu tinggi dan dalam waktu yang lama, sistem energi tubuh yang menggunakan oksigen (aerobic) tidak mampu menyediakan semua energi yang dibutuhkan dengan cepat. Jika kondisi ini terjadi, maka tubuh membutuhkan sistem energi yang lainnya dan hal ini justru menjadi penyebab berkurangnya kekuatan tubuh. Oleh sebab itu sistem energi (anaerobic lactic) kemudian menghasilkan sebuah zat kimia yang disebut sebagai asam laktat (lactic acid). Jika dalam jumlah banyak akan memengaruhi kemampuan tubuh selama aktivitas fisik. Oleh karena itu, tingkat aktivitas fisik sewaktu-waktu perlu dikurangi dengan tujuan untuk mendaur ulang asam laktat dan mendorong terjadinya performa tingkat tinggi. Untuk alasan inilah, ketahanan pemain dalam mentolerir asam laktat yang terbentuk di dalam tubuh menjadi sangat penting. Contoh : Tergantung dari kemampuan dan tingkat usia pemain, kondisi seperti ini tercipta saat melakukan aktivitas yang dinamis dan berkelanjutan dengan kekuatan maksimal selama kurun waktu 45 detik. Sebagai contoh, melakukan sprint selama 45 detik adalah contoh aktifitas pengerakan otot tanpa oksigen yang menyebabkan terbentuknya asam laktat. Tenaga Yang Dihasilkan Otot Tanpa Laktat (Anaerobic Alactic) Aktivitas fisik yang dinamis, intensitas tingkat tinggi namun singkat dengan menggunakan sumber energi yang tersimpan di dalam otot. Ini adalah tenaga yang dihasilkan otot tanpa oksigen dan tanpa terbentuknya laktat. Misalnya seperti yang terjadi pada lari cepat jarak pendek. Sebagai contoh, berlari sprint sejauh 20 meter dengan di selingi istirahat adalah contoh aktifitas pergerakan otot tanpa oksigen namun tidak sampai menyebabkan terbentuknya asam laktat.Keterangan Tambahan Sistem yang dilakukan tubuh kita saat berolah raga ada 3 tahapan, yaitu: a. Anaerobic alactic selama 15 detik pertama b. Anaerobic lactic pada 2 menit berikutnya, lalu c. Aerobic untuk latihan dengan jangka waktu 4 menit ke atas. Jalan kaki, bersepeda atau renang santai termasuk olah raga ringan. Di sini kebutuhan otot akan oksigen terpenuhi dengan baik ketika bernafas. Proses pembuatan energinya didapat dari karbohidrat dan tidak menghasilkan asam laktat, sehingga energinya bisa bertahan lama. Ini berguna untuk diet. Sedangkan lari cepat, angkat berat, push up atau olah raga yang lain yang membutuhkan tenaga besar dan membutuhkan waktu lama seperti sepak bola, termasuk dalam olah raga berat. Ketika tiba-tiba diperlukan energi yang besar di saat oksigen tidak ada maka glikolen (zat yang menyimpan cadangan energi pada sel yang dibentuk oleh glukosa) dipisahkan untuk membuat energi kembali. Tapi dalam prosesnya akan terjadi penumpukan asam laktat sehingga otot pada tubuh menjadi kelelahan dan jika berlangsung lama akan terasa capek sekali. Ketika berolah raga, oksigen yang masuk melalui pernafasan akan diurai dan menyatu 16
    • dengan lemak tubuh supaya otot tetap normal. Lemak bisa diurai dengan energi yang digunakan pada saat melakukan olah raga ringan selama 20 menit terus menerus. Mengapa kita dapat kelelahan? Kelelahan pada otot di saat tubuh membuat energi, disebabkan oleh asam laktat yang dihasilkan oleh glikogen di saat proses penguraiannya. Jika melakukan olah raga dengan menumpukkan asam laktat, akan mengakibatkan kelelahan pada otot. Dalam istilah kesehatan ada istilah yang disebut mitochondria mass, kemampuan sel otot untuk menyerap laktat yang terbentuk saat sel otot kekurangan oksigen. Dasar endurance yang baik ditambah berlatih keras dalam waktu singkat (interval) meningkatkan masa mitochondria. Sedangkan mitochondria itu sendiri adalah semacam “pabrik energi” dalam sel otot kita.3) Kecepatan Kemampuan pemain melakukan gerakan atau menempuh jarak tertentu dalam kurun waktu sesingkat mungkin. Reaksi Proses yang tercepat yang dapat dilakukan seseorang baik secara fisik maupun menggunakan otaknya dalam menanggapi peristiwa yang terjadi dilapangan dengan tujuan melakukan gerakan yang diperlukan sesuai situasi. Kemampuan Akselerasi (Acceleration) Peningkatan kecepatan secara tiba-tiba dari posisi berdiri atau langkah lambat ke berlari. Kecepatan Maksimal Gerakan tercepat yang mungkin dilakukan oleh tubuh atau salah satu bagian tubuh. Daya Tahan tubuh Mempertahankan Kecepatan (Speed Endurance) Menjaga kecepatan semaksimal mungkin sesuai kemampuan selama mungkin. Kemampuan Merubah arah lari dengan cepat (Acyclic Speed) Berbeda dengan seorang pelari 100 meter, seorang pemain bola harus mampu berlari sekaligus merubah arah lari dengan cepat.4) Kelenturan Dan Mobilitas Otot Kemampuan tubuh atau salah satu bagian dari tubuh untuk menggabungkan kelenturan otot dan pergerakan sendi guna mencapai jarak terjauh yang dapat dilakukan.5) Koordinasi Dan Kelincahan Koordinasi adalah kemampuan pemain mengatur bagian-bagian tubuhnya guna menghasilkan gerakan tepat guna dengan mulus. Kelincahan (Agility) adalah kemampuan pemain merubah arah dan kecepatan baik saat mengolah bola maupun saat melakukan pergerakan tanpa bola. Kemampuan koordinasi dan kelincahan berhubungan erat dengan kemampuan- 17
    • kemampuan di bawah ini :  Balance/Keseimbangan : Kemampuan untuk menilai faktor-faktor di dalam dan luar diri pemain sehingga membuat pemain mampu mengendalikan gerakan tubuh atau posisi tubuhnya tanpa kehilangan keseimbangan.  Persepsi jarak (Depth Perseption) : Kemampuan mengira-ngira jarak dan kecepatan bola/lawan.  Pergerakan Kompleks (Complex Movement ) : Kemampuan melakukan beberapa gerakan tubuh secara bersamaan atau berturut-turut. Contoh : Melakukan gerakan berputar dengan bola lalu melakukan trik individu untuk kemudian melesatkan tembakan atau umpan adalah gerakan kompleks.  Kemampuan bereaksi dengan cepat (badan) dan mengantisipasi situasi (otak).  Kemampuan Orientasi : kemampuan untuk cepat kembali mengetahui arah setelah terjatuh, tabrakan atau berputar dengan cepat.  Kemampuan berganti arah lari (badan) dan berganti fokus (mental) dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya.  Ritme (Rhythm) : Kemampuan merubah ritme lari dari pelan ke cepat, cepat ke pelan, langkah kecil ke langkah panjang, langkah panjang ke langkah kecil, serta berlari sambil melompat.  Keseimbangan : Kemampuan untuk menilai faktor di dalam dan di luar diri pemain sehingga membuat pemain mampu mengendalikan gerakan tubuh atau posisi tubuhnya tanpa kehilangan keseimbangan.6) Kemampuan Motorik Dasar Pergerakan tubuh dalam menyesuaikan diri dengan keadaan di luar tubuh (misalnya saat berjalan, berlari, melompat, menjatuhkan diri atau mengubah arah tubuh). Kemampuan motorik dasar lainnya mencakup menendang, melempar, menangkap dan lain-lain.7) Daya Tanggap Dan Kewaspadaan (Awareness) Ketangkasan di dalam melihat dan menilai situasi tertentu serta mampu menggabungkan penilaian dengan aksi yang cepat. Umur emas melatih aneka koordinasi dan kelincahan adalah antara 10 – 12 tahun! Utamakan juga latihan koordinasi dan kelincahan untuk pemain umur 13 – 15 tahun karena pemain di kelompok umur ini umumnya mengalami penurunan kemampuan koordinasi dan kelincahan. INGAT : Gabungkan latihan kecepatan, daya tahan, bahkan koordinasi sebanyak mungkin dengan bola. Artinya, latihan daya tahan (endurance) didapatkan melalui latihan yang direncanakan dengan rapi, dengan intensitas tinggi dan menggunakan bola, dalam bentuk permainan (game) atau latihan teknik yang sekaligus melatih daya tahan (endurance). Setali tiga uang kecepatan hendaknya selalu dilakukan tanpa bola dan dengan bola, jangan hanya tanpa bola saja. 18
    • F. MATERI KEPELATIHAN : TEKNIK MENYERANG & BERTAHANTEKNIK MENYERANG 1. Mengumpan dan menerima umpan (passing and receiving) 2. Berlari dengan bola (Speed Driblling) 3. Mengolah bola (Dribbling) 4. Berbalik dengan bola (Turning) 5. Melesatkan tembakan (Shooting) 6. Kontrol Bola (Ball Controll) 7. Menyundul (Heading) 8. Menyerang 1 lawan 1 (1 v 1 Attacking) 9. Melindungi Bola (Shielding the Ball) 10. Menerima sekaligus berputar (Receiving to Turn) 11. Umpan Silang dan Penyelesaian akhir (Crossing and Finishing)TEKNIK BERTAHAN 1. Pertahanan 1 v 1 (1 v 1 Defending) 2. Penempatan Posisi dan sikap tubuh (Body shape) 3. Melakukan antisipasi 19
    • 4. Reaksi 5. Mencegat (Intercept) 6. Mencegah lawan berbalik 7. Melakukan tackling1. Pemahaman Istilah-Istilah Teknis Menyerang (Ofense)Teknik : Kemampan pemain untuk melakukan tugasnya dan mengeksekusi gerakan-gerakansepak bola dengan mulus dan efisien. 1) Mengumpan dan menerima umpan (passing and receiving) : memindahkan bola mendatar atau di udara dari satu pemain ke pemain lainnya dengan jarak yang bervariasi. 2) Berlari dengan bola (Speed Driblling) : Gerakan kontrol pada bola dengan kecepatan tinggi tanpa mengubah lintasan bola. 3) Mengolah bola (Dribbling) : Gerakan kontrol bola dengan rapat, menggunakan kedua kaki serta terus meneruskan mengubah lintasan/arah bola. 4) Berbalik dengan bola (Turning) : Menggunakan satu atau lebih dari satu sentuhan pada bola dengan tujuan berputar bersama dengan bola. 5) Melesatkan Tembakan (Shooting) : Menendang bola ke arah gawang dengan tujuan untuk menciptakan gol. 6) Kontrol Bola (Ball Controll) : Menerima dan mengarahkan bola secara tepat di udara atau di lapangan. 7) Menyudul (Heading) : Mengarahkan bola dengan kepala dengan tujuan untuk menjaukan bola dari gawang, passing, atau mencetak gol. 8) Menyerang 1 lawan 1 (1 v 1 Attacking) : Gerakan penyerangan dengan bola di kaki untuk mengalahkan pemain bertahan lawan. Disini yang ditempa adalah Skill (kemampuan teknis dengan lawan). 9) Melindungi Bola (Shielding the Ball) : Menjaga bola dari seorang pemain bertahan dengan cara melindungi bola dengan badan. 20
    • 10) Menerima sekaligus berputar (Receiving to Turn) : Perubahan arah bola dengan kaki saat menerima umpan dari rekan tim dengan tujuan untuk membuat gerakan berikutnya seperti dribbling, passing, atau shooting. 11) Umpan Silang dan Penyelesaian akhir (Crossing and Finishing) : Umpan bola dari sisi lebar lapangan ke sisi tengah ke arah gawang dengan tujuan untuk memberi kesempatan pada rekan satu tim untuk menciptakan gol.2. Pemahaman Istilah-Istilah Teknik Bertahan (Defense) 1) Pertahanan 1 v 1 (1 v 1 Defending) : Berbagai upaya dengan tujuan untuk memperoleh kembali penguasaan bola yang dikuasai lawan. 2) Penempatan posisi dan sikap tubuh ( Body Shape ) : Sikap atau penempatan posisi tubuh sehingga pemain dapat melakukan gerakan pertahanan berikutnya dengan tepat. 3) Melakukan Antisipasi Antisipasi pemain untuk mempersulit lawan melakukan serangan. Pemain bertahan membaca/menebak alur bola atau pergerakan lawan sebelum terjadi. 4) Reaksi Reaksi pemain terhadap gerakan - gerakan lawan sesaat setelah dilakukan. 5) Mencegat (Intercept) Gerakan mencegat alur bola untuk memeroleh kembali penguasaan bola ketika bola tersebut sedang dioper oleh pemain-pemain lawan. 6) Mencegah Lawan Berbalik Tekanan pada lawan yang membelakangi gawang dengan tujuan menggagalkan niat lawan untuk berbalik menghadap gawang. 7) Melakukan Tackling Kontak yang dibuat dengan kaki ketika bola sedang ada di kaki lawan dengan tujuan untuk mencegah gerakan penyerangan berikutnya atau memeroleh penguasaan bola kembali . 21
    • G. MATERI KEPELATIHAN : TAKTIK MENYERANG & BERTAHANBerbagai aspek untuk mengembangkan pemahaman pada sebuah pertandingan/game 1. Prinsip Penyerangan 1. Prinsip Pertahanan  Mengkreasi ruang (membuka ruang)  Menjaga pemain lawan (marking)  Mendukung rekan tim (support)  Menekan lawan (Press)  Melebar : menggunakan lebar lapangan  Melindungi, (cover)  Memanjang: menggunakan panjang  Keseimbangan melalui pergeseran lapangan  Mengamati pergerakan lawan dan  Berlari diagonal bola (reaksi) serta mampu  Bermain ke arah depan memprediksi (membaca) arah  Kecepatan permainan (bola bawah, 1-3 pergerakan/alur bola (antisipasi) sentuhan umpan tegas, banyak  Berganti tempat (saling mengisi) melakukan pergerakan tanpa bola)  Pergantian posisi: saling mengisi posisi 2. Zona Defense sesuai situasi  Membentuk “segitiga” dan “pisang”  Kreativitas (gerakan pemain untuk  Bergeser bersama secara diagonal memasuki daerah pertahanan lawan  Bergantian menjaga lawan (Tidak dengan cara bervariasi seperti terus menjaga lawan yang sama) “overlap”, umpan 1-2 yang dikenal dengan “one-two”, pantulan, 3. Memberi Tekanan (Pressing) terobosan, umpan silang, trik individu,  Dilakukan secara kolektif sehingga kecepatan membawa bola atau “speed tercipta 2 V 1 (double) atau 3 V 1 dribbling”) (triple) 2. Penguasaan Bola 4. Gerakan Mundur dan Kembali ke 3. Transisi Posisi Awal 4. Kombinasi Permainan  Lari ke dalam/masuk 5. Pergantian sisi Permainan  Mengisi posisi paling belakang lebih dulu.  Pergantian langsung dari sisi ke sisi  1-3 pemain melakukan tekanan,  Pergantian sisi dengan memakai memberi waktu pemain lain untuk pemain jangkar sebagai jembatan turun kembali ke posisi bertahan 6. Serangan balik (Counter Attacking) 5. Kepadatan Pertahanan (Compact) 7. Membangun serangan dari belakang 8. Melakukan penyelesaian di daerah pertahanan lawanUntuk keterangan masing-masing istilah di atas baca halaman-halaman berikut serta bagian pengertian sistim 4-4-2 dan 4-3-4 halaman 109 - 145. 22
    • 1. Pemahaman Istilah-Istilah Taktik Menyerang ( Ofense)1) Prinsip penyerangan : Pergerakan dasar individu atau bersama-sama untuk satu atau beberapa pemain yang bertujuan untuk mengkreasi peluang bagi penyerang.1a. Mengkreasikan ruang (membuka ruang) : Pergerakan pemain ke ruang kosong untuk menghasilkan kesempatan melakukan operan yang efektif. Sebagai contoh: 4 v 1 permainan penguasaan bola di mana para pemain bergerak ke area lebar untuk membuat pilihan arah passing. Penting: Jangan biasakan pemain menempati pojok kotak permainan guna memudahkan penguasaan bola (tidak terkepung di pojok).1b. Mendukung rekan tim (Support) : Menawarkan bantuan oleh rekan setim yang berada di sekitar bola dengan tujuan untuk menerima umpan. Satu pemain bergerak pada sisi yang dekat dengan rekan setim yang menguasai bola guna menciptakan opsi yang jelas. 23
    • 1c. Aksi Lanjutan (Anschlussaktion) Setelah memberikan umpan sang pengumpan melakukan aksi lanjutan bergerak ke daerah kosong guna mendukung rekan tim (support). Apabila umpan tidak berhasil aksi lanjutan sang pengumpan berupa gerakan bertahan. Sebagai contoh : Setelah memberikan umpan pada pemain depan (1), winger bergerak ke sisi kiri guna memberi support pada pemain depan (2).1d. Melebar : menggunakan lebar lapangan. Pergerakan dan distribusi penyerang ke arah lebar lapangan untuk menciptakan ruang dan membangun serangan dalam sebuah pertandingan/game. Seorang pemain bergerak ke area lebar untuk membuka ruang. Tujuannya adalah untuk menyulitkan pertahanan lawan. 24
    • 1e. Memanjang : Menggunakan panjang lapangan. Pergerakan seorang pemain atau sekelompok pemain ke posisi depan untuk menciptakan opsi saat menyerang dalam pertandingan/game. Seorang pemain bergerak maju dengan tujuan untuk memeroleh bola sehingga makin dekat dengan gawang.1f. Overlap run : Pergerakan rekan setim dari belakang pemain yang sedang menguasai bola ke arah depan untuk menciptakan kesempatan passing atau keuntungan lainnya untuk tim. Gelandang tengah atau bek sayap berlari ke depan dari belakang pemain sayap untuk menciptakan kesempatan passing. 25
    • 1g. Overlap Pass : Umpan kepada rekan se tim yang melakukan overlap run. Umpan diberikan secara langsung atau melewati orang ketiga (tidak langsung). Sebagai contoh: Pemain gelandang tengah memberikan umpan langsung ke pemain sayap yang muncul dari belakang (1) atau memberikan umpan pada striker (2a) yang kemudian meneruskan pada pemain sayap yang telah bergerak maju (2b).1h. Pantulan (Pin ball) dan umpan terobosan (through pass) : Usaha menembus pertahanan lawan dengan memantulkan bola serta melakukan umpan terobosan ke daerah di belakang garis pertahanan lawan. Gelandang mengumpankan bola ke striker (1) yang memantulkan bola dengan satu sentuhan bisa kembali pada gelandang yang sama atau ke gelandang lainnya (2). Selanjutnya gelandang melesatkan umpan terobosan (diantara pemain belakang lawan) ke arah sayap kanan yang bergerak maju (3). 26
    • 1i. Umpan One - Two : Melesatkan umpan (biasanya jarak pendek). Untuk kemudian melakukan pergerakan (biasanya ke depan) guna langsung menerima umpan kembali. Guna membebaskan diri dari tekanan lawan seorang pemain memberikan umpan jarak dekat kepada rekan se tim nya (1), melakukan pergerakan maju dan langsung menerima umpan kembali (2)1j. Lari Diagonal : Sebuah gerakan serang diagonal ke arah depan, membuat ruang yang biasanya di depan bola untuk menciptakan kesempatan passing. Pemain sisi luar membuat pergerakan diagonal ke arah depan dengan tujuan untuk membuat kesemapatan melakukan passing. 27
    • 1k. Bermain ke arah depan (Forward play) : Alur bola yang efektif dan tepat ke daerah pertahanan lawan atau gawang lawan. Gelandang tengah mengoper kepada pemain lapangan tengah atau mengarahkan pada striker yang tak dijaga lawan guna memindahkan bola ke daerah pertahanan lawan.1l. Kecepatan Permainan : Alur bola yang cepat menciptakan kesempatan pada tim penyerang untuk menembus pertahanan lawan. Pemain dari tim yang sama mengoper bola dengan cepat dengan satu, dua atau tiga sentuhan, menghindari lawan merebut bola. Agar permainan bisa berjalan dengan cepat sesuai asas sepak bola modern bola harus dimainkan menyusur tanah dengan tegas dan tepat. Hindari umpan yang memantul (tidak mulus) karena akan memperlambat permainan. 28
    • 1m. Pergantian Posisi (saling mengisi posisi sesuai situasi) : Sebuah pergantian posisi olehdua orang pemain dalam satu tim, biasanya di depan bola untuk menciptakan kesempatanpada pemain bertahan dan menghasilkan pilihan untuk passing. Penyerang kiri dan kanan saling berganti posisi untuk membingungkan perhatian pemain bertahan lawan dan menciptakan kesempatan utnuk passing.2) Penguasaan Bola (Possession) : Umpan bola berulang-ulang di antara pemain dalam tim yang sama. Contoh : 5 v 3. Lima pemain di dalam satu tim mempertahankan penguasaan bola dari tekanan tiga pemain lawan. 29
    • 3) Transisi : Upaya untuk mengumpan bola secara kolektif, bersama-sama sebagai sebuah tim dimulai dari daerah pertahanan hingga daerah penyerangan tanpa melakukan long ball langsung ke depan. Usaha bersama untuk mengumpan bola mulai dari daerah pertahanan hingga daerah penyerangan.4) Kombinasi Permainan : Pengaturan alur bola dengan cepat dan efektif dengan bola oleh dua pemain atau lebih dari tim yang sama. Aksi yang melibatkan tiga pemain dengan pergerakan cepat, baik kecepatan bola maupun kecepatan pemain. 30
    • 5) Pergantian sisi Permainan : Mengirimkan bola dari satu sisi lapangan ke sisi yang berseberangan. Misalnya dari sisi kanan luar ke sisi kiri luar, dengan tujuan untuk mengacaukan organisasi pertahanan lawan dan mengambil keuntungan dari kelengahan lawan. Umpan jauh (long pass) dari sisi luar kanan ke sisi luar kiri, dengan tujuan mengacaukan pertahanan lawan dan memudahkan pergerakan maju dari bola.6) Serangan Balik (Counter attack) : Gerakan vertikal yang cepat dan efektif untuk mengirim bola ke depan secepatnya setelah tim berhasil merebut bola kembali dengan tujuan untuk mengejutkan lawan dan memeroleh keuntungan dari pertahanan lawan yang masih belum sempat terorganisir dengan baik. Umpan jauh dari penjaga gawang kepada pemain di sisi luar kiri ketika bola kembali dikuasai, memberi peluang kepada pertahanan lawan yang belum terorganisir dengan baik. 31
    • 7) Membangun serangan dari belakang : adalah sebuah usaha bersama untuk mengirimkan bola dari daerah pertahanan menuju ke daerah penyerangan melalui serangkaian umpan pendek dan sedang (tidak langsung mengumpan jauh ke depan). Sebagai contoh : Penjaga gawang membangun serangan melalui bek kiri. Bek kiri kemudian mengumpan pada gelandang bertahan yang selanjutnya mengumpankan bola pada sayap kiri.8) Penyelesaian di daerah pertahanan lawan : Usaha bersama di sisi ke-3 lapangan, (attacking third atau daerah pertahanan lawan) dengan tujuan untuk menciptakan kesempatan mencetak gol. Sebagai contoh : Pemain sayap kiri menggiring bola memasuki sisi kiri pertahanan lawan dan memberikan umpan silang, mencari rekan yang dapat melakukan penyelesaian akhir. 32
    • 2. Pemahaman Istilah-istilah Taktik Bertahan (Defense)1) Prinsip Pertahanan : Gerakan yang dilakukan baik secara individual atau bersama- sama oleh satu atau lebih pemain yang tujuannya mengatasi serangan lawan.1a. Menjaga pemain lawan (marking) : Seorang atau sekelompok pemain bertahan memerhatikan pemain-pemain penyerang, dengan tujuan mengurangi kesempatan mereka berpartisipasi di dalam penyerangan. Pertahanan menjaga jalur lari lawan, yang berupaya mendukung rekan se timnya yang sedang menguasai bola.1b. Menekan lawan (Press) : Aksi individu pemain bertahan yang menjaga dengan tujuanuntuk melakukan penguasaan bola. Seorang pemain bertahan mencegah pemain lawan agar tidak menguasai bola terlalu lama atau berhasil memberikan bola kepada timnya sekaligus mencoba untuk mengambil kembali penguasaan bola. 33
    • 1c. Melindungi (Cover) : Seorang pemain menciptakan garis pertahanan kedua yang tujuannya untuk menambah kekuatan pertahanan. Seorang pemain pertahanan tengah yang berada di belakang seorang gelandang tengah siap membantu jika mungkin saja penyerang lawan mengecoh gelandang tengah.1d. Keseimbangan melalui Pergeseran : Pergeseran posisi yang terkordinasi dari para pemain bertahan, dari satu sisi ke sisi lainnya sesuai dengan pergerakan bola di lapangan dengan tujuan untuk mengatur kembali posisi pertahanan (Lihat bagian pengertian sistem 4-4-2 dan 4-3-3 serta pengertian taktik lapangan kecil). Pergerakan yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama) dengan tujuan untuk mengatur kembali daerah pertahanan di depan bola seiring dengan pergerakan bola dari gelandang tengah ke sayap kanan. 34
    • 1e. Mengikuti (Tracking) : Seorang pemain bertahan mengejar penyerang lawan yang membuat gerakan maju untuk menciptakan kesempatan passing. Seorang bek kiri mengikuti atau menempel sayap kanan tim lawan guna mencegah adanya kesempatan mengumpan.1f. Berganti tempat (saling mengisi) : Pergantian posisi dari 2 pemain bertahan dengan tujuan menggalang pertahanan dengan lebih efisien. Seorang bek tengah bergerak dari area tengah untuk menjaga penyerang kanan lawan, di saat yang sama bek kiri belari ke area tengah untuk menempati posisi bek tengah. 35
    • 2) Daerah Pertahanan (Zona Defense) : Pengaturan pemain bertahan di area pertahanan berdasarkan ruang (bukan lawan) untuk menciptakan pertahanan yang efektif. (lihat bagian pengertian sistem 4-4-2). Penyebaran posisi yang seimbang dengan jarak yang sama dalam area pertahanan untuk mencegah penyerang lawan mencetak gol.3) Menekan secara kolektif (Pressing) : gerakan pertahanan yang mantap, terus menerus dan terorganisasi dari para pemain bertahan untuk menutup pergerakan para penyerang. Sebagai contoh : Dalam permainan 6 V 6 ini terjadi tekanan dari para pemain gelandang tengah dan bek kanan untuk memeroleh kembali penguasaan bola. 36
    • 4) Gerakan Mundur dan Kembali ke Posisi Awal : Pergerakan seorang atau sekelompok pemain belakang, ke arah posisi pertahanan dengan tujuan untuk mengatur kembali pola pertahanan tim. Pemain bertahan di kiri, tengah dan kanan berlari ke belakang untuk memperkuat garis pertahanan dekat dengan gawang.5) Kepadatan Pertahanan (Compact) : Sebuah aksi penumpukan pemain bertahan di area tengah, menjaga gawang mereka dan mencegah tim lawang membangun serangan. Para pemain bertahan dekat dengan gawang mereka sendiri, menempatkan diri mereka sendiri saling berdekatan dalam jarak yang sama dengan tujuan untuk menjaga gawang dan mempersulit penyerang lawan. 37
    • H. MATERI KEPELATIHAN :Jiwa Kebersamaan (Psychososial)/Mental1. DASAR  Motivasi  Kepercayaan Diri  Kerjasama  Membuat Keputusan/Kebulatan Tekad2. TINGKAT LANJUT  Jiwa Kompetisi  Konsentrasi  Komitmen  Pengendalian Diri3. SOSIAL  Komunikasi  Rasa Hormat (Respek) dan Disiplin 38
    • I. MATERI KEPELATIHAN : Situasi Standar (Set Piece) & FormasiSITUASI STANDAR/BOLA MATI (SET PIECE) 1. Awal Pertandingan (Kick Off) 2. Tendangan Gawang (Goal Kick) 3. Lemparan ke Dalam (Throw-in) 4. Tendangan Sudut (Corner Kick) 5. Tendangan Bebas Langsung (Direct Free Kick) 6. Tendangan Bebas Tidak Langsung (Indirect Free Kick) 7. Penalti[Baca halaman-halaman berikut tentang penjabaran situasi standar/Bola mati]FORMASI*  5 v 5 = 3 - 1 - 0 Saat bertahan, 1-2-1 (ketupat) saat menyerang  6 v 6 = 3 - 2 - 0 Saat bertahan, 1-3-1 saat menyerang  7 v 7 = 3 - 2 - 1 Saat bertahan, 2-3-1 saat menyerang  8 v 8 = 3 - 1- 2 - 1 Saat bertahan, double diamond/ketupat saat menyerang (1 - 2 - 1 - 2 - 1)  9 v 9 = 4 - 3 - 1 atau 3 - 3 - 2  11 v 11 = 4 - 3 - 3 atau 4 - 4 - 2 * Termasuk penjaga gawang 39
    • 1. Penjabaran Situasi Standar (Bola Mati) Saya sempat terheran-heran dengan perhatian yang diberikan klub-klub Eropaterhadap situasi-situasi standar atau bola mati. Porsi latihan yang tergolong besar diberikanuntuk melatih tendangan penalti, tendangan bebas, tendangan penjuru, bahkan lemparanke dalam. Hampir setiap latihan diakhiri dengan latihan bola-bola mati. Hal ini dilakukankarena rata-rata setiap dua atau tiga gol terjadi lewat situasi bola mati. Tidak percaya? CobaAnda perhatikan saat menonton bola di TV. Menurut statistik di majalah Sport Bild edisipertengahan Desember 2006, bisa disimpulkan bahwa pada prinsipnya semakin tinggi kelaspermainan atau dengan kata lain, semakin tinggi liganya, semakin penting pula situasistandar. Begitu seringnya kita melihat seorang Ronaldihno, Beckham, Lampard, Ballack,Gerrard, dan masih banyak lagi pemain lain yang memecah kebuntuan lewat situsai bolamati. Karena statistik membuktikan bahwa situasi standar begitu penting peranannya dalamsepak bola masa kini, seorang pelatih yang bijaksana dengan sendirinya akanmempersiapkan pasukannya baik dalam menghalau maupun melesatkan bola mati. Situasi standar menjadi semakin penting peranannya di era sepak bola modern yangbegitu kompetetif seperti sekarang ini karena kualitas antar tim secara keseluruhan hampirsama. Oleh karena itu, setiap kesempatan bola mati betul-betul dipergunakan dengan sebaikmungkin guna memenangkan pertandingan yang sebenarnya berlangsung cukup seimbang.1) TENDANGAN BEBAS a) Di bawah ini beberapa contoh variasi tendangan bebas:Variasi 1 Keterangan: Pemain B berlari ke bola seolah- olah akan menendang bola untuk kemudian melompati bola lalu terus berlari sesuai arah panah. Sesaat setelah pemain B mulai berlari, pemain A berlari ke arah bola, berpura-pura melakukan tembakan untuk kemudian mengumpankan bola secara mendatar ke depan pemain B. Pemain B mengumpankan bola dengan keras ke mulut gawang guna disambar oleh pemain G, F atau E. Pemain E, F dan G hendaknyamempertajam efek tipuan dengan cara berpura-pura menginginkan bola diumpankankepada mereka secara langsung.Penting: Tidak boleh ada pemain di sisi kanan lapangan dengan harapan lawan tidak menjaga daerah tersebut. Selain itu umpan dari pemain A ke B harus dilakukan di saat yang tepat untuk menghindari off side. 40
    • Variasi 2 Keterangan: Pemain A mengumpan bola pada pemain B yang berlari di depan pagar betis lawan dari sebelah kanan ke sebelah kiri untuk kemudian menerima bola dan melepaskan tembakan ke arah gawang lawan. Pemain C berlari di belakang pagar betis lawan dari kiri ke kanan guna mengalihkan perhatian lawan. Penting: Pemain C memang off side tapi hanya secara pasif karena bola tidak mengarah ke C melainkan ke B. b) Prinsip dasar bertahan saat lawan melakukan tendangan bebas:  Semakin dekat letak tendangan bebas ke gawang semakin panjang pagar betis itu sendiri. Sebaliknya, semakin jauh letak tendangan bebas semakin sedikit pula pemain yang dibutuhkan di dalam barisan pagar betis.  Pengaturan pagar betis dilakukan oleh kiper atau seorang pemain depan yang berdiri di belakang posisi bola.  Pengaturan pagar betis dilakukan sesuai tinggi badan. Pemain tertinggi berdiri di sebelah paling luar pagar betis. Semakin ke dalam semakin pendek pula tinggi badan pemain. Logikanya di bagian gawang yang terjaga oleh kiper, pagar boleh rendah. Bagian gawang yang jauh dari jangkuan kiper idealnya terjaga oleh pemain-pemain yang yang setinggi mungkin.  Selain pagar betis, penjagaan lawan biasanya dilakukan secara man to man marking. Posisi badan pemain bertahan semestinya berada di antara lawan dan titik tengah gawang (di atas “invisible line”). [Usahakan semua pemain bertahan naik hingga selevel dengan pagar betis. Saat tendanganbebas dilakukan satu-dua orang pemain mundur kearah gawang, selebihnya mengikutipergerakan lawan. Sama seperti situasi standar yang lain, pembagian tugas harus jelas.Masing-masing pemain mutlak harus mengetahui secara persis tugasnya saat tendanganbebas diberikan. Pelatih harus memberi instruksi sebelum pertandingan. Jangan sampaisituasi standar terjadi baru pemain saling memberi instruksi satu sama yang lain. Secaraotomatis masing-masing pemain harus mengetahui ke mana dia harus menempatkandirinya] 41
    • Catatan :“Invisible Line” adalah garis imjinasi yang tentunya tidak bisa dilihat dengan mata. Secara mentaltarik garis lurus antara bola dan titik tengah gawang. Di atas garis inilah - di antara bola dan titiktengah gawang—seorang pemain seharusnya menempatkan dirinya sehingga penjagaan lawansecara optimal bisa terlaksana. Bagi seorang penjaga gawang prinsip invisible line juga sangatmembatu dalam menempatkan posisi. Prinsipnya sama; penjaga gawang menempatkan dirinya diatas garis imajinasi yang membentang lurus antara bola yang hendak ditendang ke arah gawang dantitik tengah gawang. Semakin jauh posisi bola semakin dekat posisi penjaga gawang dengan garisgawang. Sebaliknya, semakin dekat bola ke gawang posisi kiper semakin mendekati bola yanghendak ditendang guna menyempitkan sudut tendang. Jangan lupa; tempatkan posisi di atasinvisible line, jangan disamping kiri atau kanannya (lihat bagian penjaga gawang halaman 46).2) TENDANGAN PENJURUVariasi tendangan penjuru yang paling populer di Eropa saat ini, khususnya di Jerman adalahsebagai berikut: Keterangan:  Pemain A melakukan tendangan penjuru.  Pemain I dan J mengawal pertahanan untuk mengatisipasi kemungkinan serangan balik.  Pemain G dan H menjaga second line. Dengan kata lain, kedua pemain ini bertugas mencari bola muntah untuk kemudian secepat mungkin melesatkan tembakan ke arah gawang lawan. Perlu ditekankan bahwa pemain G dan H haram mengontrol bola dengan lama apalagi mendribel bola. Mengumpan pun sebaiknya jangan dilakukan karena risiko kehilangan bola teralu besar. Apabila pemain second line kehilangan bola ujung-ujungnya adalah serangan balik yang bisa fatal akibatnya. Disiplin tinggi untuk bermain aman mutlak dimiliki kedua pemain ini. Pemain B berlari ke depan tiang jauh. Tugas pemain B adalah; (1) memberi aba-aba kepada pemain A untuk melakukan tendangan penjuru saat semua pemain telah siap, (2) mengganggu konsentrasi kiper lawan, serta (3) menyambar bola liar yang sekiranya terjadi di daerah tiang jauh. Pemain C, D, E, F berlari sesuai arah lari yang digambarkan di atas. Jarak lari pemain C paling pendek, sementara jarak lari pemain F paling jauh. Kecepatan berlari termasuk tinggi, mendekati sprint, sehingga bola yang disambar akan melaju dengan deras ke arah gawang lawan. 42
    •  Posisi awal C, D, E dan F adalah berkelompok sedekat mungkin di atas garis boks penalti sejajar dengan tiang jauh gawang lawan. Keempat pemain di atas mulai berlari saat pemain A berancang-ancang melakukan tendangan penjuru. Tujuannya salah satu dari keempat pemain tadi bisa melakukan heading langsung setelah melakukan sprint pendek tanpa harus berhenti. Dalam posisi berdiri secara statis sangat sulit melakukan heading dengan power yang maksimal. Dengan kata lain, arah crossing bola harus diarahkan ke depan pemain tujuan. Organisasi, Timing yang tepat dan teknik crossing yang sempurna tentu saja hanya bisa terealisasi melalui latihan yang tekun.Variasi tendangan penjuru dengan bantuan umpan kombinasi yang sering ditemui di Eropadewasa ini adalah sebagai berikut: Keterangan:  Pemain G melakukan tendangan penjuru.  Pemain I melakukan gerakan tipuan; berlari ke arah gawang lawan untuk kemudian secara eksplosif berlari ke arah G. Umpan yang diberikan oleh G dikembalikan kepada G atau I hanya melakukan umpan tipuan kepada G untuk kemudian menggiring bola ke garis gawang diakhiri dengan umpan datar yang keras atau umpan lambung ke mulut gawang lawan. Apabila bola diumpankan kembali ke pemain G, ia bisa memilih antara melepaskan umpan lambung, menggiring bola untuk kemudian melesatkan tembakan atau menyodorkan bola pada pemain lain dengan tujuan melesatkan tembakan. Perhatikan posisi pemain-pemain lainnya. Semua pemain mempunyai tugas yang jelas. Selain itu perhatikan bahwa hanya satu pemain saja (B) yang bisa dikatakan tidak mempunyai fungsi ofensife atau menyerang. Hal ini disebabkan karena situasi tendangan penjuru sudah seharusnya dipergunakan semaksimal mungkin. Ingat: semakin sering gol lahir di era sepak bola modern ini melalui situasi standar, termasuk lewat tendangan penjuru! Oleh karena itu, berikan arahan sebelum bertanding mengenai tugas masing- masing pemain secara jelas baik saat lawan melakukan tendangan penjuru maupun saat tim Anda melakukan tendangan penjuru! 43
    • 3) LEMPARAN KE DALAM ATAU THROW IN Lemparan ke dalam sering sekali terabaikan dalam latihan. Sama seperti situasistandar lainnya yang lebih ‘terkenal´ pemain seharusnya mengerti di mana mereka harusmenempatkan posisi. Pembagian tugas harus ada kalau tidak ingin kehilangan kesempatanmembangun serangan lewat situasi throw in. Teramat sayang apabila bola harus hilanghanya karena pemain berlari tanpa arah, tanpa menyesuaikan pergerakannya dengan kawansehingga situasi yang tercipta adalah situasi untung-untungan. Kepemilikan bola yangtadinya 100% menjadi hanya 50% karena bola bisa hilang bisa juga tidak. Untuk menghindarihal ini lemparan ke dalam harus dilatih dan prinsip dasar pelaksanaannya diketahui olehsemua pemain.a) Variasi Throw In Terpopuler Di Eropa Keterangan:  Pemain A melakukan lemparan ke dalam. Apabila terjadi throw in di sisi kanan bagian tengah lapangan maka pemain A adalah sayap kanan tentunya.  Pemain B, apabila mengikuti skenario seperti di atas, seharusnya adalah pemain bek kanan (wing back) kalau sistem yang dipakai adalah 4-4-2. Tugas pemain B tidak lain adalah menjadi seorang pemain jangkar yang siap meneruskan bola ke sisi kiri lapangan entah secara langsung dengan long pass atau melewati pemain bek tengah F atau G yang berfungsi sebagai ´jembatan´. Pemain lain yang bisa berfungsi sebagai ´jembatan´ adalah kiper. Seorang kiper yang modern harus senantiasa ikut bermain. Artinya, di saat situasi throw in seperti di atas kiper hendaknya bergeser sedikit ke sisi kanan lapangan sekaligus maju dan berfungsi sebagai libero. Pemain C adalah pemain defensive mid (Gelandang Bertahan). Biasanya pemain ini bergerak ke sebelah kanan pemain A untuk kemudian bergerak ke sebelah kirinya. Itu semua tergantung situasi tentunya. Pemain D adalah offensive mid. Awalnya pemain D bergerak ke arah pemain A untuk kemudian berlari dengan kecepatan tinggi menyusur garis tepi lapangan. Umumnya pemain D adalah target utama saat terjadi throw in. D dan E tentu saja bisa menukar posisi sesuai situasi. Pemain H adalah penyerang kiri, pemain I adalah pemain sayap kiri, sedang pemain J adalah wing back kiri. Pemain H, I, J dan E siap mendukung serangan apabila variasi throw in ini berhasil sesuai rencana. Perhatikan bahwa semua pemain kecuali kiper berada dalam daerah sepanjang kira-kira 30-40 meter dan lebar sekitar 35 meter. Begitu throw in berhasil dengan baik formasi tim langsung mengembang. Pemain diinstruksikan untuk ´membuka´ lapangan dan mengoptimalkan lebar lapangan. 44
    • Variasi lemparan ke dalam lainnya yang juga cukup populer di Eropa adalah sebagai berikut: Keterangan:  Pemain A melakukan throw in kepada pemain C.  Pemain C melakukan heading yang diarahkan kepada pemain D atau E. Sebaiknya umpan heading diarahkan ke daerah bebas di depan E atau di daerah bebas di depan pemain D.Di dalam sepak bola hampir selalu ada hukum dasar dalam melakukan sebuah teknik,kombinasi atau taktik tertentu. Begitu juga dalam melakukan throw in.b) Prinsip dasar pelaksanaan lemparan ke dalam: Semakin cepat throw in dilakukan semakin baik. Apabila throw in tidak dilakukan dengan cepat, lawan akan punya waktu lebih untuk mengorganisasi pertahanan. Semakin banyak waktu yang diberikan kepada lawan semakin rapi pula organisasi pertahanan lawan sehingga semakin sulit pula menemukan celah. Agar eksekusi throw in bisa dilangsungkan dengan cepat, semua pemain harus bereaksi dengan cepat dan mengisi posisi masing-masing. Sekali lagi, posisi dan tugas masing- masing pemain harus jelas agar pemain bisa cepat bereaksi terhadap situasi throw in dan tidak ada waktu yang terbuang dikarenakan kebingungan pemain. Timing (kesempatan) lemparan ke dalam harus tepat dan sinkron dengan pemain lainnya. Tidak ada gunanya pemain yang melakukan lemparan ke dalam siap apabila rekan- rekannya masih belum siap. Pelempar bola juga harus memperhatikan pergerakan mengecoh yang dilakukan rekan-rekannya untuk kemudian melemparkan bola tepat saat gerakan tipuan selesai. Terlalu cepat tidak baik karena pemain yang dituju akan kaget karena belum siap. Sebaliknya, terlalu lambat juga percuma karena lawan yang tadinya terkecoh sudah bisa melakukan penanggulangan masalah sehingga kembali mampu menjaga lawan dengan baik dan ketat. Variasi throw in apa pun yang dilakukan, prinsip mengecoh lawan dengan pergerakan silang semestinya tetap terkandung di dalamnya. Pergerakan-pergerakan yang rajin, cepat serta menipu harus ada supaya pemain yang melemparkan bola memiliki sebanyak mungkin opsi atau kemungkinan tujuan dan pemain yang dituju memiliki ruang gerak sekaligus sedikit waktu saat menerima bola. 45
    • J. MATERI KEPELATIHAN : PENJAGA GAWANGHal-hal khusus Mengenai Fisik, Teknik, Taktik, dan Jiwa Kebersamaan(Psychososial)/ Mental Penjaga Gawang FISIK  Kelincahan dan Reaksi  Koordinasi dan Keseimbangan  Kelenturan  Daya Tanggap dan Kewaspadaan  Kebugaran dan Kekuatan TEKNIK  Penguasaan Bola  Penguasaan Bola Menyilang (Crossing)  Menjatuhkan diri dan Mengamankan Gawang  Kelincahan Kaki  Penempatan posisi  Menangkap dan Menepis Bola TAKTIK  Melempar dan membagi bola  Mendukung Permainan  Mengatur Tempo Permainan 46
    • JIWA KEBERSAMAAN (Psychososial)/Mental  Kemampuan untuk fokus / Memperhatikan  Membuat Keputusan / Kemantapan Hati  Keberanian  KomunikasiA. KUALIFIKASI PENJAGA GAWANG1) PENEMPATAN POSISI Kemampuan menempatkan posisi adalah modal utama seorang penjaga gawang/kiper yang andal. Apabila seorang penjaga gawang mampu menempatkan posisi denganbaik, yang paling sering terjadi adalah penjaga gawang seakan-akan menjadi magnetsehingga bola seakan terus melaju ke arah penjaga gawang. Dengan penempatan posisi yangbenar seorang penjaga gawang tidak perlu melompat jauh ke kiri dan ke kanan. Hal inidikarenakan segitiga yang terbentuk oleh bola dan ke dua tiang gawang menjadi lebih kecil.Istilah umumnya adalah memperkecil sudut. Sebenarnya istilah ini dari sudut pandangmatematika salah. Sudut tidak mungkin menjadi lebih kecil. Untuk lebih jelasnya perhatikandiagram-diagram di bawah ini:Diagram # 1 Pada diagram # 1 terlihat bagaimana rentang gawang yang harus dijangkau kiper adalah 3,16 m ke kiri dan 3,16 m ke sebelah kanan kiper. Angka 3,16 m didapat dari perhitungan sebagai berikut: (rentang gawang : 2) – (rentang badan kiper :2) = (7,32 m : 2) – (1 m : 2) = (3,66 – 0,5) = 3,16 m. 47
    • Pada diagram ini juga terlihat bahwa segitiga yang tercipta antara letak bola dankedua tiang gawang cukup luas. Selanjutnya, pada diagram # 2 terlihat kiper bergerak naikmendekati lawan. Akibatnya, rentang jarak ke sebelah kiri maupun kanan kiper yang harusdijangkau oleh kiper guna menggagalkan tendangan lawan adalah jauh di bawah angka3,16 m Semakin naik posisi kiper, semakin kecil luas segitiga.Diagram # 2 Saya pribadi pada umumnya menganjurkan kiper untuk naik sejauh-jauhnya (paling sedikit 2/3 jarak antara bola dan garis gawang) apabila lawan berada di dekat gawang. Apabila posisi bola jauh saat shooting dilakukan, kiper cukup maju selangkah-dua langkah saja. Maksudnya sama: memperkecil segitiga (bukan sudut!) yang akibatnya adalah rentang jarak yang harus dijangkau kiper ke kiri maupun ke kanan semakin dekat. Efeknya jelas, bola yang dilesatkan lawan akan sulit melewati kiper. Selain penempatan posisi yang benar secara vertikal (naik-turun), posisi kiper jugaharus benar secara horisontal (kiri-kanan). Nah, untuk penempatan posisi yang benar secarahorisontal kiper harus memiliki pengetahuan akan The Invisible Line atau garis lurus yang taktampak. Seorang kiper yang baik akan selalu membuat garis imaginatif antara titik tengahgawang dan letak bola. Untuk kemudian memosisikan dirinya di atas garis imajinatiftersebut. Perhatikan diagram di bawah ini:Diagram # 3 Saat bola berpindah posisi kiper pun diharuskan bergerak agar ia bisa terus berada di atas garis invisible line. Untuk bisa melakukan itu seorang kiper dituntut untuk (1) sesekali menoleh ke belakang guna mencari titik tengah gawang, dan (2) memiliki kecepatan kaki agar bisa dengan cepat memosisikan dirinya dengan tepat. Oleh karena itu, saat melatih posisi kiper seorang pelatih yang bijaksana akan sekaligus melatih kecepatan kaki. 48
    • Perhatikan dua contoh latihan di bawah ini, masing-masing satu contoh latihan untukpenempatan posisi yang benar dan satu latihan untuk mengasah kecepatan kaki kiper(footwork).Contoh latihan posisi:Diagram # 4 Keterangan: 1) Letakkan sebuah cone di titik tengah gawang sebagai alat bantu orientasi. 2) Letakkan beberapa bola di berbagai posisi (dekat dan jauh, kiri maupun kanan). 3) Pelatih menunjuk ke sebuah bola. Kiper bergerak dari titik tengah gawang ke arah bola tanpa meninggalkan sedikit pun garis invisible line. Asisten pelatih atau kiper cadangan memosisikan dirinya di belakang gawang guna memeriksa ketepatan posisi (apakah kiper menyimpang dari garis invisible line atau tidak).Contoh latihan kecepatan kaki:Diagram # 5 Keterangan: 1) Buatlah tanda plus dari cones masing-masing dengan jarak 3 m dari cones pusat. 2) Instruksikan kepada kiper untuk bergerak secepat mungkin dari A→B→A→C→A→D→A→E→A 3) Pergerakan kaki kiper hendaknya ke samping, ke belakang, ke depan, dst. 4) Kiper hendaknya bergeser dengan langkah-langkah yang kecil, sedikit menjinjit dan dengan lutut yang sedikit ditekuk. 5) Sebagai variasi, di akhir 1 set pergerakan pelatih bisa melepaskan tembakan keras untuk ditangkap kiper dengan lengket. 49
    • 2) BERANI ! Keberanian seorang kiper/penjaga gawang begitu penting artinya. Dalam sebuahpertandingan, seorang kiper begitu sering harus berhadapan 1 vs 1 dengan pemain lawan.Begitu sering terjadi situasi di mana lawan melepaskan tembakan dengan keras dari jarakdekat. Betul-betul dibutuhkan sebuah keberanian yang luar biasa. Tanpa mentalitas “beranimati” tingkat kehebatan seorang kiper akan drop secara signifikan. Bagaimana caranya menanamkan sifat berani dalam diri kiper Anda? Jawabannya:sulit! Pada umumnya sifat berani adalah pembawaan sejak kecil. Anak saya Brandon saatberusia dua tahun sudah berani meloncat dari ketinggian dua meter lebih ke dalam kolamrenang, naik seluncur yang begitu tinggi, dan lain-lain. Betul-betul tidak mengenal rasa takut.Putri saya Shania Cinta lain lagi. Shania sangat hati-hati dalam bertindak dan cenderungtidak berani. Begitu juga dengan orang-orang di seluruh dunia; ada yang berani dan ada yangtidak mau ambil risiko. Jadi, bisa dikatakan keberanian adalah bakat alam yang tidak dimilikioleh semua kiper. Di sisi lain pemain dan juga pelatih tidak boleh putus asa dan pasrah mengenaiketidakberanian seorang kiper. Kiper harus berani. Tidak bisa tidak. Apabila seorang kipertidak ada niat untuk memperbaiki kelemahannya dalam segala hal termasuk dalam halkeberanian, maka sebaiknya ia berhenti menjadi seorang kiper. Jadilah pemain catur saja.Kita kembali ke pertanyaan semula; bagaimana caranya melatih keberanian seorang kiper?Dengan cara sering berdialog untuk menanamkan positive thinking dan kepercayaan diridalam diri kiper Anda. Kalau Anda sendiri adalah seorang kiper, maka cara melatih diri Andasendiri adalah lewat positive self talk atau berbicara dalam hati secara positif; “Aku Bisa! Akuberani! Aku adalah singa! Kalaupun luka nanti juga sembuh! Si A bisa kenapa aku tidak?!”Dll. Bisa juga lewat mendengarkan musik-musik yang insipratif dan penuh semangat. Selainitu tontonlah film-film yang menonjolkan keberanian seperti Gladiator, Any Given Sunday,Rudy, dll. Hal lain yang dapat Anda lakukan adalah: challenge yourself atau tantang diri Andasendiri melakukan hal-hal yang membutuhkan keberanian. Teman saya Garret Hurtle pernahmasuk ke dalam kandang buaya. Setelah memegang bahkan duduk di atas beberapa buaya,salah satu buaya marah dan hampir saja mencaplok mukanya. Dramatis sekali. Bagaimanatidak, antara moncong buaya dan mukanya hanya berjarak sekitar 5 cm! Yang kemudiandilakukannya membuat saya lebih tercengang lagi, Garret yang masih schock hebat, saatberjalan keluar kandang buaya menyempatkan dirinya memegang punggung seekor buaya.Saya bertanya kepadanya,”Apa kamu gila? Kamu hampir mati tadi, kok sempat-sempatnyamemegang buaya saat keluar?” Garret menjawab dengan pasti, “Kalau saya langsung keluartanpa memegang buaya terlebih dahulu saya akan selamanya takut akan buaya.” Betul-betulluar biasa teman saya yang satu ini. Komodo pun di alam bebas dijadikan mainan seakan-akan komodo adalah kelinci! Tentu saja saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk melakukan hal-hal yang “gila”seperti Garret. Namun, prinsipnya patut untuk dicontoh: perasaan takut harus dihadapibukan dihindari. Tantanglah perasaan takut itu dan “ciutkan nyalinya!” Selain itu yang bisadilakukan seorang pelatih adalah dengan sengaja membuat program latihan yangmemberikan kesempatan kepada kiper untuk menantang rasa takutnya. Shooting jarakpendek, misalnya, atau simulasikan situasi 1 v 1 (kiper vs penyerang). 50
    • Kesimpulannya jelas:1. Keberanian mutlak harus dimiliki seorang kiper !2. Kelemahan dalam hal keberanian bisa diperbaiki walaupun sulit. Untuk itu diperlukan dedikasi tinggi dan sifat pantang menyerah. Di sinilah letak rahasia orang sukses: manusia sukses pantang menyerah. Manusia sukses selalu ingin maju, lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Manusia sukses melawan rasa malas. Manusia sukses melawan rasa minder dan putus asa. Manusia sukses berkata “Tidak bisa tidak, aku harus bisa!”3) PEMAIN BOLA YANG ANDAL Kemampuan mengolah bola dengan baik mutlak harus dimiliki seorang kiper karenaseorang kiper sering mendapat umpan dari rekannya selama pertandingan berlangsung.Seorang kiper harus mampu mengontrol bola dengan baik, memberikan umpan denganpasti dan tepat, serta paham mengenai ke mana bola harus diarahkan. Maka, biarkan kiperikut berlatih bersama pemain-pemain lain sesering mungkin. Dengan demikian, kemampuanmengolah bola dengan kedua kakinya semakin terasah.Contoh latihan:Lakukan possession game (tim A vs tim B) di seluruh lapangan. Masing-masing tim diperkuatseorang kiper yang diperbolehkan menggunakan baik kaki dan tangannya guna mengolahbola.4) MEMILIKI REAKSI YANG BAIK Mampu untuk bereaksi secara cepat adalah sebuah nilai plus yang mahal harganyabagi seorang kiper. Betapa tidak, banyak sekali tendangan ke arah gawang dilesatkan darijarak pendek sehingga dibutuhkan kemampuan refleks yang tinggi.Guna melatih kemampuan bereaksi seorang kiper, lakukan latihan-latihan di bawah ini:Contoh latihan mengasah reaksi #1:Diagram # 6 Keterangan: Pelatih (P) melesatkan tembakan demi tembakan ke arah gawang. Daerah depan gawang telah dipenuhi cones-cones tinggi yang berpotensi mengubah arah bola. Dengan demikian, kiper dituntut bereaksi secara cepat dan sigap. 51
    • Contoh latihan mengasah reaksi #2:Dua kiper berhadap-hadapan dengan jarak 5 m. Masing-masing kiper melemparkan bolanyake arah rekannya secara bersamaan. Bola yang “muntah” harus secepatnya ditangkap.Begitu seterusnya.5) TEKNIK MENANGKAP BOLA Bila bola yang ditangkap kiper ternyata lepas dari genggaman tentu runyamakibatnya. Oleh karena itu, seorang kipper hendaknya memiliki teknik menangkap bolasesempurna mungkin. Ajarilah kiper Anda untuk membentuk huruf “W” saat menangkapbola lambung. Untuk bola yang mengarah ke badan bentuklah huruf “A” (atau sebuahsegitiga) dengan kedua jari telunjuk dan jempol tangan. Sedangkan untuk bola-bola yangmenyusur tanah bentuklah huruf “V” dengan kedua telapak tangan Anda.6) KUALITAS LOMPATAN Rentang gawang yang lebar dan melebihi daya jangkau memaksa seorang penjagagawang untuk memiliki kemampuan lompatan yang mumpuni. Untuk itu teknik melompatdengan benar perlu dikuasai. Setali tiga uang kemampuan daya eksplosifitas otot seorangpenjaga gawang perlu dilatih agar mampu memberikan daya yang dibutuhkan untuk terbangke kiri, ke kanan maupun ke atas.Untuk latihan mengasah daya eksplosifitas lihat bagian plyometrics dihalaman 158.7) TUBUH YANG LENTUR DAN KOORDINASI YANG MULUS Latihan seorang penjaga gawang seharusnya didominasi oleh latihan koordinasi danfleksibilitas. Otot seorang penjaga gawang harus lentur agar mampu melakukan lompatan-lompatan serta gerak-gerik dengan seefisien dan semulus mungkin.Seorang penjaga gawang yang baik sering diibaratkan seekor kucing yang piawai melompatdengan mengandalkan tubuhnya yang lentur.Karena itu latihan penjaga gawang hendaknya menghindari segala bentuk latihan yangmengakibatkan tubuh menjadi kaku. Setiap latihan yang dilakukan guna memperbaiki dayaeksplosifitas otot hendaknya diimbangi dengan latihan kelenturan tubuh. Demikian Penjabaran sebagian materi kepelatihan untuk penjaga gawang. Selengkapnya carilah bahan-bahan panduan khusus penjaga gawang. Variasi latihan boleh berbeda namun materi kepelatihan penjaga gawang hendaknya mengikuti arahan sesuai kurikulum. 52
    • K. GAYA KEPELATIHAN 1. Garis Besar Mengenai Kepelatihan dan Persiapan latihan untuk Para PelatihPRINSIP UMUMJIWA KOMPETISI : Semua permainan memiliki unsur kompetisi, menghadiahi tim yangmenang dan membentuk jiwa kompetisi yang sehat dan senantiasa berlatih dalam suasanakompetisi.BOLA : Semua latihan harus selalu dilakukan dengan bola.KEGEMBIRAAN : Pelatih harus menggunakan kreativitasnya untuk merancang latihanyang menyenangkan sekaligus berhubungan dengan sepak bola terutama untuk parapemain muda.ORGANISASIPERSIAPAN : Setiap pelatih harus mempersiapkan dan membuat perencanaan dalam latihansebelum waktu latihan dilaksanakan. Catatan dari semua rencana latihan disimpan sebagaiarsip.SAAT LATIHAN : Jangan hentikan terlalu sering. Pemain harus belajar untuk menemukancara memecahkan masalah tanpa harus diberi tahu terus menerus. Berikan kalimat yangjelas, cermat, dan cepat-cepat lanjutkan kembali latihan. 53
    • EVALUASI : Ambil beberapa menit setelah jam latihan untuk meninjau kembali dan berikancatatan pada apa yang sudah dilakukan dengan baik dan apa yang masih membutuhkanperbaikan.MELATIH PEMAINPENGUASAAN BOLA DAN PASSING : Teknik dari seorang pemain didasari oleh penguasanbola yang sama baiknya dengan akurasi passing yang dilakukannya. Kualitas dan ketepatanarah bola pada sentuhan pertama merupakan hal yang amat sangat penting.DAYA TANGKAP DAN KEWASPADAAN : Tegaskan kepada mereka untuk terus menegakkankepala dan pandangan mata selalu melihat ke segala penjuru lapangan. Daya tangkap dankewaspadaan adalah bagian penting dari sebuah pertandingan.KECEPATAN DAN REAKSI : Setiap latihan menggabungkan kecepatan daya tangkap,pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk menindaklanjutinya dengan cermat.Meningkatkan kecepatan individu akan meningkatkan kecepatan keseluruhan tim.MELATIH TIMJARAK DAN PERGERAKAN : Menciptakan ruang dengan tujuan untuk mendapatkan bola danmemberikan pilihan untuk passing kepada pemain yang sedang menguasai bola sangatpenting. Artinya tunjukkan kepada para pemain bagaimana bergerak di saat yang tepat.MENYERANG – BERTAHAN : Semua pemain menyerang dan bertahan. Berikan aturan yangterperinci dan jelaskan gerakan-gerakan yang diperlukan oleh para pemain, baik secaraperorangan maupun sebagai satu tim.KECEPATAN PERMAINAN : Tujuan utama dari tim adalah untuk bermain di dalam kecepatanyang maksimal. Mengurangi ruang dan jumlah sentuhan pada bola akan meningkatkankecepatan bermain. 54
    • 2. Menciptakan Suasana Dan Sarana Berlatih Yang Kondusif Bagi Perkembangan PemainAda empat faktor yang mutlak harus ada di setiap latihan apabila pelatih dan klubmenginginkan terjadinya perkembangan kualitas pemain:Intensitas LatihanAsal latihan tidak cukup. Sering saya miris melihat banyaknya SSB yang melatih terlalubanyak siswa sekaligus. Alhasil, latihan tidak efektif. Pemain sedikit mendapatkankesempatan/giliran sehingga intensitas latihan rendah.Program latihan yang tidak tersusun rapi juga bisa mengakibatkan latihan intensitas tinggitidak tercipta.Tanpa latihan berintensitas tinggi seorang pemain tidak mungkin bisa mengembangkankualitas teknik dan fisiknya dengan baik.Kualitas LatihanTanpa peralatan fasilitas serta lapangan yang memadai kualitas latihan akan rendah. KualitasPelatih juga sangat menentukan kualitas latihan. Selain itu faktor-faktor lain seperti dayakonsentrasi dan semangat pelatih dan pemain juga kebugaran pemain sangat berpengaruhpada tinggi rendahnya kualitas latihan.Sedang kualitas latihan itu sendiri tentu saja sangat berpengaruh bagi perkembanganpemain. Karena masih rendahnya kualitas latihan di Indonesia maka pemain yang terciptajuga tidak maksimal.Kesimpulannya jelas : apabila Indonesia ingin bersaing dengan dunia Internasional kualitaslatihan harus diperbaiki sehingga pemain bisa berkembang dengan baik. 55
    • Kompetisi dalam Latihan dan dalam PertandinganKesalahan lain yang umum dilakukan oleh SSB dan Klub-Klub di Indonesia adalah tidakadanya falsafah kompetisi di dalam program latihan. Latihan apapun bentuknya , akan lebihbergairah, lebih berkualitas dan lebih efektif apabila dilakukan dalam bentuk kompetisi.Penjadwalan pertandingan persahabatan yang rutin dan turut serta dalam festival/turnamen/kompetisi juga sangat diperlukan bagi perkembangan kualitas pemain.Pemahaman PermainanLewat program latihan dan Coaching Point (CP ) yang terkandung didalamnya peran pelatihdan latihan itu sendiri sangat besar bagi perkembangan pemain dalam hal pengertianpermainan. Saya pribadi sangat sering menjumpai pemain di seluruh Indonesia yangmempunyai skill individu dan kecepatan yang mumpuni namun sayang pemahamanpermainan sangat minim. Awareness tentang dimana bola, kawan dan lawan sering tidak dimiliki pemain. Selain itu, pemahaman tentang kapan mendribel bola dan kapan harusmengumpan bola serta kemana bola harus di umpan juga sangat minim. Pemahaman taktisseperti contoh-contoh tadi mutlak harus diajarkan kepada pemain agar perkembanganpemain bisa optimal.3. Meracik Menu Latihan dan Organisasi LatihanLANGKAH 1TENTUKAN FOKUS LATIHANTeknik : Sekali latihan fokus 1-2 macam teknik saja. Selalu tandemkan teknik passingdengan 1-2 macam teknik lainnya (contoh : passing + shooting atau passing + trik individu)Taktik: bertahan/menyerang? (pilih salah satu!). Taktik individu/grup/tim (pilih 1-2 sajauntuk sekali latihan).Fisik: Endurance (ketahanan) dengan dan tanpa bola/power (kekuatan)/koordinasi dankelenturan/speed (kecepatan) dengan dan tanpa bola bisa digabung semua dalam sekalilatihan atau fokus ke satu-dua bagian saja. Untuk pemain usia muda gabungkan koordinasidengan yang lain (sebisa mungkin hindari endurance tanpa bola) untuk usia 12 tahunkebawah fokus ke koordinasi dan kecepatan dengan bola saja. 56
    • LANGKAH 2MEMBUAT PROGRAM LATIHAN  Tertulis supaya terencana dan bisa diarsipkan.  Prinsip benang merah : dari awal sampai akhir latihan bagian-bagian latihan terlihat selaras, serasi dan saling berhubungan sesuai dengan tema latihan. Tema latihan harus terlihat jelas dari awal sampai akhir.  Pakai bola! Pakai bola! Pakai bola.  Hindari antrean! Modifikasi latihan sehingga antrean tidak terjadi. Contoh: sebagian shooting ke dua gawang, sebagian body fitness lalu gantian.  Intensitas latihan harus dari santai ke berat.  Tingkat kesulitan latihan harus dari gampang ke sulit, dari yang sudah dikenal ke latihan yang belum dikenal.  Pastikan adanya tekanan (untuk melatih mental) dalam bentuk perlombaan/hadiah/ hukuman/tekanan waktu.  Pastikan program Anda sesuai metode pembuatan program latihan (tidak asal bikin program) mulai dari warm up (10’-15’) sampai cooling down (5’-10’).  Coaching point (CP) sebaiknya 3-5 saja agar mudah diserap dan diingat pemain. Tuliskan CP di bagian-bagian latihan untuk mengingatkan Anda saat latihan.  Tentukan dan tulis berapa menit untuk setiap bagian latihan.  Perhatikan program latihan yang sudah Anda buat. Tanyakan pada diri sendiri; sudah cukup variatifkah (tidak monoton) latihan ini?? Bagaimana dengan fun aspect atau faktor kesenangan? Apakah pemain akan senang dan bergairah mengikuti program latihan yang Anda buat?  Pastikan variasi-variasi yang Anda pilih efektif, gampang dimengerti dan tidak mengakibatkan antrean. HINDARI ANTREAN!LANGKAH 3PERSIAPAN DI LAPANGAN  Amati program Anda; perlengkapan apa saja dan berapa biji yang anda butuhkan.  Siapkan rompi/cones/bola/dll untuk sebanyak mungkin macam latihan sebelum latihan dimulai!!! Pelatih yang seharusnya pertama sampai di lapangan!!!  Ambil waktu beberapa menit untuk sekali lagi memperhatikan coaching points untuk setiap bagian latihan yang telah anda tulis.LANGKAH 4SAAT MELATIH  Bila diperlukan adjust atau sesuaikan jumlah pemain, misalnya, atau besar lapangan, atau jarak drill dll agar latihan menjadi lebih efektif.  Pelatih sebaiknya berdiri di posisi yang central agar bisa leluasa melihat semua pemain dan bisa melihat kejadian-kejadian di lapangan dengan jelas.  Lakukan pembenaran sesuai coaching points. Lakukan pembenaran dengan jeli tanpa 57
    • memakan banyak waktu (berbicara terlalu lama/ terlalu sering). Ingat: tetaplah fokus pada 3-5 coaching points yang telah anda persiapkan. Jangan melantur kesana kemari.  Jangan biarkan pemain kehilangan fokus saat berlatih. Di saat yang sama tetaplah berperilaku dan bertutur kata positif. Angkat motivasi pemain. Jaga semangat dan fokus Anda.LANGKAH 5EVALUASISetelah latihan selesai lakukan evaluasi tentang apa saja yang Anda telah lakukan denganbenar dan apa saja kesalahan yang Anda lakukan selama latihan.Tanyakan pada diri sendiri dan rekan Anda; sudahkah organisasi latihan berjalan denganoptimal? Apakah semua bagian latihan dapat diterima dengan baik oleh pemain? Apakahcoaching points yang anda persiapkan telah anda sampaikan sekaligus bisa dimengerti olehpemain? . 58
    • BAB III KURIKULUM SESUAI KELOMPOK UMURA. Mengatur Perkembangan pemain berdasarkan umur dan tingkatan Anak-anak TIDAK belajar dengan cara yang sama seperti orang dewasa, khususnya ketika proses belajar mencakup intelektual sekaligus aktivitas fisik. Umur seseorang menentukan cara ia berhubungan dengan dunia di sekitarnya dan dengan sesamanya. Dalam semua proses belajar, umur adalah kunci dalam memilih materi dan metode apa yang cocok untuk mengajarkan suatu materi. Sepak bola juga demikian. Untuk alasan inilah kita tidak dapat menyamakan latihan antara usia 5 dan 13 tahun. Frekuensi latihan harus disesuaikan dengan usia pemain. Berdasarkan karakteristik dari pertumbuhan manusia dan seorang pemain, kami menyusun kurikulum dalam empat kelompok umur . Pada tingkat usia ini, anak-TINGKAT PEMULA (FUN PHASE) – 5 SAMPAI 8 TAHUN anak ti d a k memil iki kemampuan yang sama seperti orang dewasa untuk mengerti situasi. Mereka memahami dunia dengan pemahaman yang berpusat pada diri sendiri. Bagi anak- anak mengalami kebersamaan dan berhubungan dengan teman-temannya masih sangat berpengaruh. Juga, pengertian pada perasaan atau pikiran orang lain masih sangat rendah. Dalam rangka menolong anak-anak membangun pengalaman mereka sendiri, banyak latihan bersifat individu (misalnya setiap pemain memiliki bolanya masing-masing). Hal yang bersifat taktik dalam pertandingan disederhanakan dalam permainan lapangan kecil (40 m x 20 m) dengan sedikit pemain (4 v 4 atau dengan kiper 5 v 5). Waktu latihan akan juga menyoroti pelatihan olah raga secara umum dan tidak melulu pelatihan sepak bola. Untuk Kepentingan latihan bagi tingkat pemula dalam dua kelompok: 1). 5 dan 6 tahun; 2). 7 dan 8 tahun. 59
    • TINGKAT DASAR (FOUNDATION) – 9 SAMPAI 12 TAHUN Pada tingkat ini, susunan pelatihan (bukan materi latih) sudah mirip dengan pemain yang lebih tua. Bagian terpenting latihan adalah yang bersifat teknis. Sangat baik dalam usia ini mengembangkan teknik dan pengertian akan taktik dasar. Kemampuan anak-anak untuk mengatasi masalah akan berkembang dengan pesat. Maka pemain harus mulai diajarkan taktik dasar yang dinamis. Pada tingkat ini, pemain ada pada masa pra puber dan memiliki masalah keterbatasan fisik terutama pada kekuatan dan ketahanannya. Latihan fisik yang diberikan hanya sebatas kecepatan dengan bola, kelincahan (agility) dan koordinasi. Untuk kepentingan latihan bagi tingkat dasar dalam dua kelompok: 1). 9 dan 10 tahun; 2). 11 dan 12 tahun. Para pemain padaTINGKAT MENENGAH (FORMATIVE PHASE)– 13 SAMPAI 14 TAHUN usia ini telah memiliki peningkatan yang baik tentang pengertian permainan. Di lain pihak pada umur ini pemain dibatasi oleh keterbatasan fisik dan perubahan-perubahan fisik yang muncul seiring dengan masa pubertas. Pelatih harus sangat memerhatikan kenyamanannya. Pelatih harus menghindari latihan yang berlebihan dan berfokus pada taktik lebih daripada teknik dan mengurangi aspek fisik. Aspek fisik yang paling diutamakan untuk usia ini adalah latihan koordinasi dan flexibility. Latihan taktik bermain sangat penting pada usia ini. Untuk kepentingan latihan kelompok ini tidak perlu dipecah . Pemain pada usia iniTINGKAT MAHIR (FINAL YOUTH) – 15 SAMPAI 20 TAHUN memiliki pertumbuhan fisik dan mental yang lebih lengkap. Semua bagian dari latihan dapat dikombinasikan dan diorganisasikan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi tertinggi dari pemain. Kekuatan otot membantu mereka untuk mengembangkan teknik dengan kecepatan tinggi dan kecepatan ini membantu pemain untuk bereaksi lebih cepat pada situasi taktis. Tingkat ini sangat penting untuk menggabungkan semua bagian dari pelatihan sepak bola dengan tujuan untuk menyempurnakan pemahaman pemain. Untuk kepentingan latihan bagi tingkat Final Youth menjadi tiga kelompok: 1). 15 dan 16 tahun; 2). 17 dan 18 tahun; 3). 19 dan 20 tahun. Hal-hal di atas adalah beberapa fakta pada perkembangan manusia yang disesuaikan dengan sepak bola. Kurikulum ini menggunakan fakta-fakta tersebut dalam menentukan metode kepelatihan yang tepat untuk setiap tingkat umur. Menyamakan Istilah: U 5 - U12 : Usia dini/grassroot U13 - U20 : Usia muda U 21 ke atas : Senior 60
    • 61
    • 62
    • 63
    • 64
    • 65
    • 66
    • 67
    • 68
    • 69
    • 70
    • 71
    • 72
    • 73
    • 74
    • 75
    • 76
    • 77
    • 78
    • 79
    • 80
    • 81
    • 2. Contoh Program Latihan Tingkat Pemula/Fun Phase (U5 - U8)Contoh Penekanan/Tujuan : Pemain banyak mendapatkan kesempatan melakukan driblingdan shooting .Coaching Points : Dribel bola dekat dengan kaki . Shooting menggunakan kaki kura-kura. Posisi kaki tumpuan disebelah bola.a) Pemanasan (5 menit) Keterangan:  Masing-masing pemain mengolah 1 bola.  Tanpa keluar dari kotak dan tanpa saling berbenturan, pemain mengolah bola dengan bebas lalu menghentikan bola secepatnya saat ada aba-aba “satu” => stop bola memakai sole kaki kiri. Aba-aba “dua” => stop bola memakai sole kaki kanan. Aba-aba ‘tiga” => stop bola memakai sole kaki kiri dan kanan.b) Latihan Fisik ( 10 menit)Organisasi sama seperti diatas. Pemain mengolah bola secara bebas diselingi kode peluitdari pelatih dengan berbagai variasi: Variasi 1 => Tinggalkan bola, cari bola pemain lain lalu duduk diatas bola. Variasi 2 => Tinggalkan bola, cari bola pemain lain lalu lempar bola keatas dan tangkap bola sambil melompat. Variasi 3 => Tinggalkan bola, cari bola pemain lain lalu dribel bola secepatnya keluar kotak. Variasi 4 => Tinggalkan bola, lalu berkelompok sesuai aba-aba pelatih, ( contoh : “berempat”, “berdua”, dll.).c) Latihan Teknik mudah (10 menit ) Keterangan:  Pemain mendribel bola secepatnya sejauh kira-kira 5 m tanpa kehilangan kontrol lalu melakukan shooting kearah gawang. Pemain yang mencetak gol berhak jadi penjaga gawang. 82
    • d) Latihan Teknik Kompleks (10 menit) Keterangan:  Pemain melewati 3 cones lalu melesatkan tembakan. (Awas: hindari antrian).e) Game (20 menit) Main 4 v 4 dengan luas lapangan 30 meter x 20 meter. Ingatkan pemain untuk berani melakukan shooting.f) Cooling Down (5 menit) Setiap pemain dengan bola masing-masing memantulkan bola lalu menendang keatas kemudian menangkap . Gunakan kaki kiri dan kanan secara bergantian. 83
    • 84
    • 2. Contoh Program Latihan Tingkat Dasar/Foundation (U9 - U12)Contoh penekanan/ Tujuan : Pemain maupun melakukan kontrol bola dan passing secaraakurat.Coaching Point : Umpankan bola secara mendatar. Bergerak guna memberi support setelah mengumpankan bola (anschlussaktion). Kontrol bola dekat dengan kaki dan menjauh dari lawan.a) Pemanasan ( 10 menit ) Variasi 1 ( 5 menit ) Keterangan :  Pemain mengolah bolanya masing- masing secara bebas dan kreatif. Setiap kali pelatih meniupkan peluit pemain melakukan berbagai gerakan Samba (masing-masing empat hitungan saja) lalu mengolah bola kembali. Variasi 2 ( 5 menit ) Keterangan:  Dua bola dikuasai 2 pemain yang mengolah bola secara bebas tanpa bola berhenti (mati). Bola diumpankan pada pemain lain (1) dilanjutkan dengan sprint pendek maju (2). Pemain yang menerima bola lalu mengumpankan bola (3) dan melakukan sprint mundur ( 4). Begitu seterusnya; Pemain yang menerima bola melakukan gerakan yang berbeda dengan gerakan sang pengumpan. 85
    • b) Latihan Fisik (10 menit ) Keterangan :  Variasi 1: Pemain berpasangan. Pemain A menerima bola dari pemain B dan dengan satu sentuhan saja mengumpan balik (menggunakan kaki kiri dalam) dilanjutkan dengan bergerak menyamping (2 sentuhan diantara cones) lalu mengumpan balik dengan kaki kanan dalam. Begitu seterusnya .  Ganti setelah 1 menit.  Variasi 2: Pemain A berlari meliuk-liuk melewati cones lalu melakukan tendangan volley. Variasi 3: Pemian A bergerak maju mundur melewati cones lalu mengontrol bola yang dilemparkan pemain B lalu mengembalikan bola secara menyusur tanah.c) Latihan Teknik (20 menit) Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain menjadi 3 pemain perkelompok .  2 pemain bagian luar melemparkan bola ke pemain ditengah yang secepatnya mengontrol bola untuk kemudian mengumpan balik secara mendatar.  Ganti posisi setiap 1 menit sehingga masin-masing pemain mendapatkan kesempatan berada ditengah. Sedikit perlebar jarak lempar untuk menambah tingkat kesulitan. 86
    • Variasi 2 (10 menit ) Keterangan:  Pemain A melempar bola ke pemain B (1) lalu bergerak ke sisi kiri atau kanan (2). Pemain B mengontrol bola lalu mendribel bola. Saat lawan datang menghadang pemain B bisa melakukan umpan one-two dengan pemain A (3) atau mendribel bola melewati lawan (4).  Latih pengertian taktis pemain untuk mengetahui kapan harus melewati lawan dan kapan mengumpan bola. Para pemain terus berganti posisi. d) Latihan Taktik (15 menit) Keterangan:  Bagi dalam 2 kelompok ; masing - masing kelompok bermain possesion 3 v 3 + 1 pemain netral. Instruksikan pemain netral sebanyak mungkin melakukan umpan bola atas yang harus dikontrol dan diumpan secara mendatar.  Ganti pemain netral setiap 4 menit.  Setiap 4 menit berikan 1 menit istirahat.  Koreksi pemain bila melakukan kontrol yang salah atau pilihan yang salah antara mengumpan/mendribel bola.e) Game (25 menit) Mainkan game 8 v 8 (termasuk kiper). Terus tekan ketiga coaching points yang tertera dibagian awal contoh latihan ini.f) Cooling Down (5 menit) Jogling bola dua kali diselingi satu kali bola menyetuh tanah. 87
    • 88
    • 2. Contoh Program Latihan Tingkat Menengah/Formative Phase (U13 - U14).Contoh Penekanan/Tujuan: Pemain mempraktekan beberapa kombinasi permainan danmendapatkan banyak kesempatan melakukan penyelesaian akhir.Coaching Points : Bergerak setelah mengumpan bola dengan tujuan yang jelas ( melakukan overlap/one- two/memosisikan diri sebagai pemain jangkar /meminta umpan terobosan ). Cepat tetapi tenang dimuka gawang saat melakukan penyelesaian akhir. a) Pemanasan (10 menit ) Keterangan :  Pemain berpasangan. Masing-masing pasangan menguasai satu bola. Arahkan pemain untuk melakukan overlap run bekerjasama dengan pasangannya masing -masing secara bergantian ( 2 menit ). Selanjutnya arahkan pemain untuk mencari kesempatan umpan one-two diantara pemain lain secara bergantian ( 2 menit ). Selanjutnya arahkan pemain melakukan umpan pantul disusul dengan umpan terobosan ( 2 menit ).  Untuk 2 menit terakhir bebaskan setiap pasangan melakukan ketiga kombinasi diatas secara bebas dan tidak beraturan. Diantara kombinasi yang berbeda bebaskan pemain melakukan gerakan-gerakan samba, masing-masing 30 detik.b) Latihan Teknik (20 menit)Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain dalam 2 kelompok. Masing- masing kelompok bermain 4 v 4 atau 5 v 5. Kiper A dan B menguasai bola. Kiper A memberikan bola pada tim merah (1) sedangkan kiper B mengumpan bola pada salah satu pemain putih (2) pemain kedua tim menyeberang ke kiper yang lain dengan melakukan berbagai kombinasi pantulan, overlap, one-two, dan umpan terobosan (through pass). 89
    • Variasi 2 ( 10 menit ) Majukan salah satu gawang kedepan kotak 16 m. Arahkan pemain (8 -10 pemain pertim) untuk melakukan latihan yang sama seperti variasi 1. Bedanya pemain setelahmelakukan berbagai kombinasi berusaha mencetak gol. Pastikan pemain bertindak dengancepat namun tenang (tidak tergesa-gesa atau gugup).c) Latihan Fisik (15 menit) Biarkan pemain melakukan berbagai gerakan koordinasi menggunakan 1-2 tanggakoordinasi disusul dengan sprint pendek 5 meter guna mengasah kelincahan daneksplosifitas.d) Latihan Taktik (20 menit)Variasi 1 ( 10 menit ) Tim penyerang menempati posisi masing-masing menggunakan formasi 4-3-3 saatbertahan (compact). Bola ditendang kiper lawan sejauh mungkin. Tim penyerang secepatnyamengisi posisinya disaat menyerang (membuka) lalu berusaha menciptakan gol melawan 5pemain lawan yang memakai formasi 4-1-0. Rotasi pemain setelah 5 menit.Variasi 2 ( 10 menit ) Sama seperti variasi 1 namun jumlah lawan diperbanyak menjadi 7 yang memakaiformasi 4-2-1.e) Game (25 menit) 10 menit pertama lakukan pembenaran seperlunya apabila pemain tidak melakukansesuai coaching points yang tertera diawal program latihan ini.f) Cooling Down (5 menit) Setiap pemain bebas melakukan Jogling menggunakan bolanya masing-masing(1 menit) disusul dengan stretching pasif sesuai arahan pelatih. Lakukan stretching denganbenar ( tidak asal-asalan atau dengan setengah hati ). 90
    • 91
    • 2. Contoh Program Latihan Tingkat Mahir /Final Youth (U15 - U20)Contoh Penekanan/Tujuan : Menerapkan prinsip-prinsip bertahan khususnya saatmelakukan pergeseran 1 v 1 dan saat mendobel lawan.Coaching Points : Press lawan lalu ikut mundur sesuai kecepatan lawan. Delay lawan sampai ada pemain yang datang membantu. Saat terjadi 2 v 1 berubah agresif tanpa bertindak kasar. Bergeser secara diagonal dan cepat.a) Pemanasan (10 menit) Keterangan:  Arahkan pemain bermain 4 v 2 dengan santai (3 menit). Selanjutnya pemain melakukan berbagai gerakan samba ditempat sesuai arahan pelatih (3 menit). Lanjutkan dengan kembali bermain 4 v 2 dengan intensitas yang lebih tinggi ( 4 menit ). Berikan arahan bagi pemain A untuk menekan lawan dari sisi kanan dan pemain B mencover ditengah (sedikit condong ke kiri).b) Latihan Teknik (20 menit)Variasi 1 ( 10 menit ) Keterangan:  Bagi pemain dengan 3 pemain dalam 1 kelompok . Pemain A mendribel bola kearah pemain B. Pemain B bergerak maju lalu disaat yang tepat ikut bergerak mundur agar tidak dilewati pemain B. Selanjutnya gantian pemain B yang mendribel bola kearah pemain C. Begitu seterusnya. 92
    • Variasi 2 (10 menit) Keterangan:  Pemain A mendribel bola kearah pemain B yang datang mengganggu. Sesaat kemudian datang pemain C membantu mendobel lawan sehingga tercipta situasi 2 v 1. Rotasi posisi pemain.c) Latihan Fisik (10 menit) Lihat contoh latihan fisik ( latihan fisik #4 halaman 175 ). Biarkan pemain melakukansprint tanpa bola disusul dengan sprint dengan bola (speed drible).d) Latihan Taktik (20 menit) Lakukan latihan 6 v 6 dengan menggunakan formasi 4-2-0. Lihat langkah kelima :Taktik tim I (halaman 129). Pemain menyerang selalu memulai serangan dari garis tengahlapangan. Siapkan 3 gawang kecil dari cones ukuran 3 m disepanjang garis tengah lapangan.Saat pemain bertahan berhasil merebut bola secepatnya umpankan bola kesalah satu darike tiga gawang kecil tadi.e) Game (25 menit) Mainkan game 11 v 11. Selama 10 menit pertama lakukan pembenaran-pembenaran singkat seperlunya guna mengingatkan pemain pada coaching points yangtelah dijabarkan di awal program latihan ini. Setelah itu biarkan pemain bermain tanpainterupsi. 93
    • E. FORMAT PROGRAM LATIHAN FISIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Tidak ada format khusus untuk latihan fisik. Yang ada adalah panduan yang sebaiknyadiaplikasikan saat melatih fisik.Prinsip-prinsip Latihan Fisik: 1. Semua bagian fisik seperti endurance (ketahanan), speed (kecepatan), speed- endurance (daya tahan saat banyak melakukan sprint), power (kekuatan otot), flexibility (kelenturan otot), agility (kelincahan) serta koordinasi (kemampuan tubuh untuk singkron atau sejalan dengan perintah otak) harus dilatih secara adil sehingga tidak terjadi ketimpangan. 2. Latihan sprint seharusnya diawal latihan SETELAH pemanasan yang cukup (15 menit). Lakukan latihan sprint dengan atau tanpa bola ke beragam arah (maju-mundur- menyamping-berputar) sehingga sesuai dengan kebutuhan saat bertanding. Selain itu berikan waktu yang cukup diantara tiap-tiap sprint (1 menit per 10 meter sprint) agar eksplosifitas tetap terjaga. 3. Latihan fisik khususnya endurance bisa dilatih dengan menggunakan bola. Gunakan permainan lapangan kecil dan drill-drill latihan teknik guna menempa endurance. Inilah yang disebut dengan football conditioning (menempa kondisi pemain lewat sepakbola itu sendiri).Contoh latihan endurance menggunakan permainan:  Possession game 5 v 5 dengan limitasi maksimal 2 sentuhan per pemain.Contoh latihan endurance menggunakan drill-drill teknik:  Pemain berpasangan. Masing-masing pasangan dilengkapi 1 bola.  Pemain A melempar bola dari jarak 5 m kepada pemain B yang mengontrol bola di udara lalu memberikan umpan balik ke A secara menyusur tanah.  Setelah mengumpan bola pemain B berlari mundur 5 - 10 meter sebelum kembali menyambut umpan pemain A.  Lakukan 5 - 10x sebelum berganti posisi.  Macam-macam variasi bisa diterapkan seperti melakukan heading, berputar dengan bola, melakukan trik individu dll sebelum berlari mundur 5 - 10 meter.  Untuk latihan power baca halaman 157 tentang panduan penggunaan alat-alat fitness bagi pemain bola. Selain itu lakukan berbagai gerakan seperti push up, sit-up, dll yang dikenal dengan istilah body fitness. Lakukan latihan plyometrics (baca halaman 158) kira-kira seminggu sekali.  Latihan fisik endurance, power, speed, koordinasi, kelincahan dan flexibility bisa diselipkan didalam latihan bertema apapun. Dengan kata lain tidak harus diberikan latihan pertema fisik secara khusus.INGAT : Latihan dengan intensitas tinggi adalah cara terbaik melatih fisik . 94
    • INTENSITAS LATIHAN ITU SENDIRI TERCIPTA APABILA:  Latihan terencana dengan baik.  Cones, bola dan rompi telah disiapkan dan diatur dilapangan sebelum latihan dimulai.  Tidak terjadi antrean panjang saat berlatih.  Perkecil besar lapangan (lebih capai bermain lapangan kecil daripada lapangan besar).  Kurangi jumlah sentuhan (lebih capai menggunakan peraturan maksimal 2 sentuhan daripada bebas sentuhan).  Pemain dan pelatih semangat saat berlatih.  Selipkan waktu untuk istirahat sejenak saat berlatih berat (1 menit istirahat tiap 4 - 7 menit latihan berat).Untuk kategori dewasa semua bagian fisik boleh dilatih secara ballance dan teratur. Untukkategori kelompok umur usia dini (5 - 12 tahun) dan usia muda (13 - 20 tahun) ikutipanduan spesifik seperti yang tertera di bagian “Kurikulum sesuai kelompok umur” dibagian lain buku ini. 95
    • F. FORMAT PROGRAM LATIHAN TEKNIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Drill teknik tanpa tekanan Drill teknik dengan tekanan waktu/ disambung dengan lawan/kompetisi/hukuman guna stretching aktif sebagai menambah tingkat kesulitan dan warm up. intensitas latihan. Waktu : 15 menit Waktu : 15 menit Game dengan penekanan pada teknik 1 – 3 macam permainan tertentu dengan cara lapangan kecil (small sided memberikan tambahan game) yang peraturan agar teknik menonjolkan teknik yang diajarkan/dilatih tertentu sesuai tema dan sering tampak saat coaching point (CP) bermain game. latihan. Waktu : 15 menit Waktu : 30 menit Cooling down Game tanpa bernuansa teknik peraturan tambahan (Contoh : Jogling) (bebas). disambung dengan stretching pasif. Waktu : 15 menit Waktu : 10 menit Untuk contoh latihan teknik secara tematis perhatikan halaman berikut : 96
    • 1. Contoh latihan Teknik Passing + Shooting untuk Dewasa (Usia 15 tahun keatas)a) Pemanasan (20 menit). Keterangan:  Satu grup dengan bola berhadapan dengan satu grup tanpa bola (samba + teknik) lalu Stretching terpimpin.  Berpasangan (mendekat) —> passing kiri-kanan satu sentuhan.  Berpasangan (menjauh) —> 3 sentuhan passing pakai kura-kura.  Passing + putar + dribling + putar + passing.  Stretching bebas.b) Drill Shooting - tanpa lawan (15 menit). Keterangan:  Umpan dari kiri/kanan.  Striker boleh pilih pantul ke kiri atau kanan. Coaching Points:  Teknik-teknik shooting : Kaki dibekukan, mengayun, letak kaki tumpuan di samping bola, tengah bola kena tengah kaki.  Ikuti shootingan (siap saat bola terpantul).c) Drill Shooting - dengan lawan (15 menit). Keterangan: Coaching Points:  Lewati lawan dengan kecepatan.  Shooting disaat yang tepat. 97
    • d) Game shooting (20 menit) Keterangan:  6 v 6 bikin gol di kedua gawang.  Tim Merah : Shooting (bebas sentuhan) ke kedua gawang.  Tim Putih : Possession (2 sentuhan).  Tim Abu-abu : Istirahat/Body Fitness.e) Game 11 v 11 (20 menit)Peraturan tambahan: Gol hasil shooting diluar kotak penalti => 2 poin.f) Cooling Down (5 menit) Jogging. Stretching.2. Contoh latihan Teknik Passing + Trik Individu untuk Dewasa (Usia 15 tahun keatas)a) Pemanasan (10 menit) Keterangan:  Setiap pemain menguasai bola. Selanjutnya ikuti arahan pelatih sesuai kode seperti,”Arsenal!”, dll yang telah dijelaskan sebelumnya.  “Arsenal” ==> Speed dribling pendek ke arah kosong.  “Arema” ==> Jogling bola.  “Persema” ==> bikin macam- macam trik individu,  Stretching.  “Real Madrid” ==> kanan saja.  “Barcelona” ==> kiri saja, lalu  Stretching. 98
    • b) Drill Trik Individu dan passing - tanpa lawan (5 menit) Keterangan:  3 trik yang berbeda di cones A, B, C kemudian passing ke pemain berikutnya.c) Drill Trik Individu - dengan lawan (20 menit)Simple Training (1 v 1) Complex Trainning (Dribling + Shooting ke gawang) Gambar 3 Gambar 4d) Permainan menyerupai pertandingan (20 menit) Keterangan:  Possession Game point bila melewati lawan 1 v 1 ATAU  3 v 3 gawang kecil. 99
    • e) Game 11 v 11 dengan peraturan tambahan (15 menit)Keterangan: Gol => 1 point. Melewati lawan 1 v 1 => 1 point.f) Game 11 v 11 tanpa peraturan tambahan (15 menit)g) Cooling Down (5 menit) Jogging. Stretching.Catatan Tambahan:Perhatikan Bahwa: Intensitas makin lama makin meningkat. Dari gampang ke susah. Simple ke complex (menggabungkan beberapa macam teknik menjadi satu latihan). Bervariasi (tidak membosankan). Latihan yang hampir sama persis (Latihan C ke atas) bisa dipakai untuk latihan bertema taktik dan teknik individu dalam bertahan!Contoh coaching points untuk latihan diatas: Pakai semua bagian kaki dan kedua kaki untuk menggiring/mengolah bola. Giring bola dengan cepat namun terkontrol (bola tidak sampai hilang/lepas). Selalu cari pilihan terbaik antara passing atau melewati lawan dengan trik individu. Lakukan trik dengan mengandalkan perubahan kecepatan dan/atau perubahan arah giring.INGAT: Pastikan anda melatih sesuai coaching points yang telah anda tetapkan sebelumnya. Jangan melantur kesana kemari mengajarkan point-point lain karena akan sulit dicerna dan diingat pemain. SEMUA variasi latihan yang anda pilih HARUS bisa dipakai untuk mengajarkan coaching points yang telah anda tentukan karena latihan harus memiliki TUJUAN! 100
    • G. FORMAT PROGRAM LATIHAN TAKTIK UNTUK KELOMPOK UMUR 15 TAHUN KEATAS Pilih salah satu : Warm up dalam  Latihan taktik individu + grup bentuk teknik dan taktik individu  Latihan taktik grup saja yang sesuai dengan tema latihan  Latihan taktik grup + tim diakhiri dengan {Ingat : Pilih menyerang atau stretching aktif singkat. bertahan; jangan dicampur aduk} Waktu : 15 – 30 menit Waktu : 30 – 40 menit Cooling Down : Stretching pasif agak lama didahului latihan teknik singkat Game - tidak harus 11 v 11; (Contoh : Sepakbola tenis 2 v 2 ). bisa 6 v 8 misalnya, dll. Waktu : 10 menit Waktu : 25 – 40 menitUntuk contoh latihan taktik bertahan dan taktik menyerang secara tematis perhatikanhalaman berikut :1. Contoh Latihan Taktik Bertahan (grup)a) Pemanasan (15 menit) Keterangan:  Setiap pemain menguasai bola. Selanjutnya ikuti arahan pelatih sesuai kode seperti,”Arsenal!”, dll yang telah dijelaskan sebelumnya.  “Arsenal” => Jogling.  “MU” => Trick Individu (3’)  Stretching ( 2’)  Arsenal + MU ditambah “Arema” => putar balik lalu sprint dan “Persema” => Tekan bola maju- mundur (3’).  Stretching ( 2’)  Passing 2 bola [2 sentuhan / kelompok] (3’). 101
    • b) Game 4 v 4 tanpa Kiper di atas lahan 40 m x 20 m (15 menit)Coaching Points : Formasi bertahan 3-1. Bentuk pisang + segitiga. Isi belakang terlebih dulu. Mendobel lawan (2 v 1). Setelah rebut bola => buka!c) Game 5 v 5 tanpa Kiper di atas lahan 40 m x 20 m (15 menit) Coaching points :  Formasi bertahan 3-2.  2 pemain di depan mendobel, satu pemain ke kiri dan yang lainnya kekanan.  Saat rebut bola —> satu datang, satu pergi.d) Game 6 v 6 (15 menit) Keterangan:  Untuk selanjutnya jika sudah mengerti bisa diubah menjadi 6 v 8; yang menyerang ditambah bek sayap.  Permainan selalu di mulai tim putih. Coaching points:  Segitiga dan pisang.  Jarak saat bergeser.  Mendobel lawan (2 v 1 dan 3 v 1).e) Game 6 v 6 (25 menit) Memakai Formasi bertahan 4-2. 102
    • f) Cooling Down (5 menit) Jogging. Stretching pasif.Catatan Tambahan : Untuk tema menyerang latihan ini bisa di balik; fokus kini kepada penyerangan. Warm up diganti latihan overlap, one-two, teknik individu, pantulan. Setelah itu latihan bisa sama persis dengan Coaching points:  Cepat buka setelah merebut bola.  Kreatif —> one-two, overlap, pantulan, trik individu.  Cari penyelesaian; jangan bertele-tele.2. Contoh Latihan Taktik Menyerang (Variasi serangan)a) Pemanasan dibagi menjadi 4 grup (12 menit) Keterangan:  Grup A ( 3 menit )  Lakukan umpan one- two dalam boks.  Setiap pemain melakukan 3x lalu bergantian dengan pemain lain.  Grup B ( 3 menit )  Lakukan overlap dalam boks.  Setiap pemain melakukan 3x overlaping lalu bergantian dengan pemain lain.  Grup C ( 3 menit )  Lakukan umpan pantul dari pemain A menyeberang ke pemain B dan sebaliknya. Grup D ( 3 menit ) Gunakan 2 bola. 2 pemain berpasangan bergantian melakukan umpan pantul dilanjutkan dengan umpan terobosan. Stretching. 103
    • b) Variasi serangan tanpa lawan (10 menit) Keterangan: Masing-masing tim mengumpankan bola dari satu sisi lapangan lalu menyeberang ke sisi lain dan seterusnya. Pastikan kedua tim mengumpan bola secara cepat dan kreatif (menggunakan overlap, one-two, pantulan dan umpan terobosan).c) Variasi serangan dengan lawan (20 menit) Keterangan:  Tim putih silih berganti melakukan berbagai variasi serangan dari kiri lalu ke kanan.  5 pemain putih melawan 4 pemain (kurangi jumlah lawan menjadi 3 apabila tim putih mengalami kesulitan membangun serangan.  Tekankan kreatifitas dan kecepatan.d) Game 8 v 6 (20 menit) Keterangan:  8 pemain menyerang melawan 6 pemain bertahan.  Permainan selalu dimulai oleh tim putih.  Saat tim merah merebut bola gol boleh dicetak di 3 gawang kecil.  Tekankan kreatifitas dan kecepatan dalam bermain. 104
    • e) Game 11 v 11 (30 menit)f) Cooling down (10 menit) Jogling berempat. Stretching.Catatan tambahan: Total latihan 100 menit. Intensitas terjaga dari awal hingga akhir. Dari awal hingga akhir latihan kreatifitas dan kecepatan dalam membangun serangan terus ditekankan. Pemain sisa yang tidak terlibat saat latihan berlatih koordinasi dibelakang gawang. 105
    • BAB IV KESALAHAN-KESALAHAN YANG UMUM TERJADI DI INDONESIA DALAM HAL ORGANISASI LATIHAN,PEMBUATAN PROGRAM LATIHAN SERTA EKSEKUSI LATIHANBerikut ini adalah contoh-contoh kesalahan yang lazim terjadi dan solusinya: KESALAHAN-KESALAHAN YANG LAZIM SOLUSI TERJADIDalam sebuah sesi latihan ada 30 pemain Bagi sesi latihan menjadi 2 grup. Sesiyang di latih oleh seorang pelatih saja. pertama di isi 15 pemain dan sesi kedua di isi 15 pemain lainnya.Terjadi antrean panjang. Sebagai contoh Bagi dalam 4 grup. 2 grup melakukanada 20 pemain yang berlatih shooting. shooting ke gawang besar sementara 2Terdapat 2 antrean dengan masing- grup melakukan shooting ke gawang-masing antrean berisikan 10 pemain. gawang kecil. Agar adil instruksikan pemainAlhasil, masing-masing pemain sangat untuk melakukan rotasi.jarang mendapatkan kesempatanshooting.Karena persediaan cones kurang saat Beli cones secukupnya dan/atau bagi timberlatih dribling terjadi antrean panjang. dalam 3 grup. satu grup berlatih dribling, grup lainnya berlatih 1 v 1 sementara grup ketiga berlatih joggling misalnya.Sebagai pemanasan pemain diinstruksikan Gabungkan pemanasan dengan latihanberlari keliling lapangan. teknik ringan. Pakai bola!Tidak tersedia cukup perlengkapan seperti Agar latihan bisa berjalan dengan lancarbola, cones, rompi, dll. dan efektif penuhi semua kebutuhan latihan terutama bola. Mutlak dibutuhkan 1 bola untuk 1 pemain. 106
    • Pelatih melatih tanpa program di tangan Latihan yang tidak disiapkan dengan rapidengan alasan sudah hafal di kepala. akan terlihat asal-asalan dan merusak reputasi pelatih dan klub. Rencanakan latihan secara rapi dan tertulis!Pelatih enggan belajar dengan alasan sudah Rubah sikap Anda! Tekuni dan seriusiberpengalaman dan cukup melatih bidang Anda. Ikuti perkembangan ilmuberdasarkan pengalamannya sebagai sepak bola modern melalui internet, bacapemain. buku, berinteraksi dengan pelatih lain serta mengikuti seminar dan lisensi kepelatihan dengan serius.Latihan fisik tanpa bola diberikan pada Ikuti panduan di kurikulum ini tentangpemain usia dini. materi latihan yang seharusnya diberikan pada tiap-tiap kelompok umur.Pelatih membiarkan kesalahan yang terjadi Terus menerus lakukan pembenaran.tanpa melakukan pembenaran. Karena ini jumlah pemain hendaknya terbatas.Pelatih membiarkan pemain berlatih Pacu semangat pemain secara terussetengah hati sehingga intensitas latihan menerus. Jangan biarkan pemainmenurun. kehilangan konsentrasi. Jadilah contoh dalam hal semangat dengan cara melatih dengan semangat.Pengelompokan pemain secara tidak Kelompokkan pemain berdasarkanseimbang dalam hal kemampuan bermain kemampuan pemain sehingga saat berlatihsehingga pemain frustasi. berpasangan pemain tidak frustasi.Program latihan kurang bervariasi sehingga Lakukan studi banding ke pelatih-pelatihpemain jenuh. lain dan tim yang bagus serta kembangkan sendiri latihan tersebut. Bersikaplah proaktif dalam hal mencari variasi latihan sehingga dalam sebuah sesi latihan anda bisa menyuguhkan berbagai variasi latihan.Intensitas latihan rendah karena organisasi Bagi dalam 2 grup. Biarkan pemain bermainlatihan kurang baik. Sebagai contoh 5 v 5 diselingi dengan 10 v 10 sehinggapermainan possession dilakukan 10 v 10. semua pemain lebih sering terlibat.Pelatih dan pengurus SSB/Klub tidak Pelatih dan pengurus hendaknya sangatmengajarkan prinsip-prinsip penting selain aktif memberi anjuran dan contoh kepadasepak bola. anak didik untuk menomorsatukan sekolah, menjaga kebersihan, gaya hidup sehat, dll.Pelatih dan Klub tidak melek teknologi. Sudah saatnya pelatih dan Klub memiliki email, website dan terkoneksi dengan PENGCAB, PENGPROV, Asosiasi SSB lokal serta ASSBI ( Asosiasi SSB Indonesia) demi kelancaran komunikasi dan informasi. Pelatih juga perlu mengerti internet dan “You Tube” guna menambah ilmu. 107
    • Tidak semua pemain mendapatkan Saat bertanding biasakan memakai aturankesempatan bermain sehingga bebas keluar-masuk. Artinya pemain yangmengakibatkan pemain dan orang tuanya sudah keluar boleh masuk kembali danfrustasi. jumlah pergantian bebas. Dengan demikian pemain bagus mendapatkan porsi lebih namun disaat yang sama semua pemain mendapatkan kesempatan bermain.Latihan hanya bersifat latihan teknis saja. Ikuti anjuran kurikulum sehingga program latihan mencakup semua aspek. Selain itu kembangkan pengetahuan taktis anda sehingga anda percaya diri memberikan materi latihan yang bersifat taktis.Permainan lapangan kecil (small sided Bagi menjadi 3 sesi yang masing-masinggame) berdurasi terlalu lama tanpa berdurasi 4 menit. Berikan kesempatanistirahat. Contoh : permainan possession istirahat 1 menit diantara sesi. Dengan caradilakukan selama 15 menit tanpa henti. seperti ini intensitas latihan akan terjaga (pemain tidak “gembos”).Pelatih tidak mengenal nama pemain. Kenali pemain anda!Pelatih menyuruh pemain mencuri umur Rubah sikap dan cara berpikir anda! Andaatau bermain kasar. adalah seorang panutan bagi anak didik Anda.Pelatih marah-marah (terlalu emosional). Jangan bawa-bawa masalah pribadi Anda ke lapangan. Tegur pemain dan perbaiki kesalahan tanpa emosi. Daripada marah- marah berikan saja hukuman push up dll.Pertandingan sangat jarang dilakukan. Bentuk asosiasi SSB di daerah anda sehingga SSB anda tidak lagi bergantung pada PENGCAB setempat. Sebagai SSB anda mempunyai kepentingan yang sama dengan SSB lain. Oleh karena itu bersatulah dan bersikaplah pro aktif dengan membentuk asosiasi SSB yang bekerjasama dengan PENGCAB namun tidak bergantung pada PENGCAB (Independen).Turnamen berhadiah uang dan piala FIFA menganjurkan aturan “No Trophy, Nosehingga rawan terjadi pencurian umur dan Money, No Medals!”permainan kasar. Cukup sediakan hadiah berupa berbagai perlatan latihan dan piagam bagi semua peserta. 108
    • BAB V TEORI SEPAKBOLA MODERN A. Prinsip Sepak bola Modern1. Prinsip Bertahan*1. Turun (membentuk formasi bertahan di belakang bola) —> menutup.2. Bergerak secara bersama-sama sebagai satu kesatuan yg utuh.3. Mendobel/mentripel lawan (2 v 1 atau 3 v 1 atau 4 v 1 ) —> agresif!4. Menjaga jarak antara lini (± 15 m ) antar pemain satu lini (± 10 m).5. Membentuk “segitiga” dan “pisang” (meninggalkan lawan disisi-sisi tanpa bola!).6. Mendobel ke belakang.7. Isi ke belakang (mengisi posisi di barisan belakang terlebih dahulu).8. Semua terlibat.9. Pakem. Tidak mengacu pada kreatifitas/improvisasi!10. Komunikasi! (saling melatih!).11. Kiper—berfungsi ganda sebagai libero (keluar dari sarang untuk mengantisipasi umpan terobosan!). 109
    • 2. Prinsip Menyerang*1. Cepat membuka.2. 1 - 2 sentuhan sehingga permainan menjadi cepat.3. Semua terlibat.4. Bola datar & tegas.5. Kreatif sesuai situasi. Menggunakan senjata : · 1 - 2/one - two. · Overlap. · Terobosan. · Pantulan. · Trik individu. · Shooting jarak jauh. · Jangkar. · Pindah sisi serangan. · Crossing.6. Kualitas passing menentukan!7. Tidak bertele-tele - cari penyelesaian!8. Semua posisi terisi— striker, second striker, jangkar, 3 pemain di belakang. * Apapun formasi yang dipakai (entah 4-3-3, 4-4-2, atau formasi lainnya), prinsip - prinsip baik saat bertahan maupun menyerang tetap sama. Formasi boleh beda tapi prinsip-prinsip sepakbola modern pada dasarnya sama. 110
    • B. Prinsip-prinsip dasar bermain 4-4-2 dengan Benar1. Prinsip buka-tutup Prinsip ini begitu dasar sehingga perlu dikemukakan paling awal. Mudah saja: saatlawan menguasai bola posisi tim secara keseluruhan harus mengecil/mengkerut, sedang saatmenguasai bola tim secara keseluruhan harus membuka lebar dan panjang lapangan selebardan sepanjang mungkin. Saat menerangkan prinsip ini kepada pemain saya seringmenggunakan alat musik akordeon sebagai ilustrasi; tarik selebar mungkin keluar saatmenguasai bola dan kempeskan ke dalam saat lawan menguasai bola. Saat berguru diJerman selama setahun penuh saya mendengar ilustrasi lain yang lebih baik lagi; telapaktangan yang menggenggam menggambarkan posisi pemain saat bertahan sementaratelapak tangan yang terbuka lebar menggambarkan posisi pemain saat menyerang. Sayapernah melihat cuplikan di televisi saat Joachim Löw, asisten pelatih timnas Jerman di PialaDunia 2006, berbicara kepada pemain soal prinsip ini. Yang menarik, ilustrasi telapak tanganyang mengepal lalu membuka lebar juga dipakai Löw guna menjelaskan prinsip ini kepadapemain. Ternyata di level tertinggi pun pemain masih harus terus diingatkan tentang prinsipdasar yang begitu penting ini. Untuk jelasnya perhatikan diagram-diagram di bawah ini: 4-4-2 saat lawan menguasai bola 4-4-2 saat menyerang2. Prinsip Ordnung (Indonesia: keteraturan) atau penempatan posisi yang benar dan rapi Mundur hingga di antara bola dan gawang sendiri Perhatikan sekali lagi diagram di atas tentang posisi pemain di saat lawan menguasai bola. Keteraturan yang sedemikian rupa hanya bisa terealisasi apabila semua pemain memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk secepat mungkin mundur saat bola direbut oleh lawan. Saat bola berpindah “tangan” semua pemain harus mundur hingga semua pemain berada di antara letak bola dan gawang sendiri. Hanya dengan cara demikian 111
    • pertahanan bisa digalang bersama-sama sebagai unit: sebelas pemain sebagai kesatuan yang utuh bergerak bersama guna merebut bola secepat mungkin. Hanya apabila prinsip ini dilakukan pemain maka prinsip nomor tiga (bergerak secara bersama-sama ke arah bola) bisa terwujud. Compact Dalam bermain bola, khususnya saat menerapkan pola 4-4-2, pemain harus bertindak dengan kompak dan compact. Kompak artinya bertindak secara bersama-sama dan saling bahu membahu. Kebalikan kompak adalah bertindak secara sendiri-sendiri dan "semau gue”. Sikap seperti ini tentu saja sangat merugikan tim secara keseluruhan karena sepak bola itu sendiri adalah olahraga tim dan bukan olahraga perorangan. Sedang s berarti rapat atau padat. Di saat bertahan, pemain harus menempati posisi yang tidak lebih jauh dari sepuluh meter (!) di antara pemain dalam satu lini serta tidak lebih jauh dari limabelas meter (!) antar lini. Prinsip ini begitu penting! Untuk jelasnya, perhatikan sekali lagi diagram di atas saat lawan menguasai bola.Menggalang kekompakan sehingga tim secara keseluruhan tetap bisa menjaga posisi yang compact saat bergeser maju-mundur atau ke kiri-kanan adalah tantangan yang harus dihadapi bersama oleh pemain dan pelatih. Caranya tidak lain adalah berlatih dan berlatih. Gunakan cones, papan tulis, atau kalau perlu video dalam melatih kekompakan (kesatuan) dan penempatan posisi yang compact (padat/ rapat). Forechecking (pressing di daerah pertahanan lawan) Bertolak dari penempatan posisi pemain yang teratur (jarak antarlini padat serta jarak antarpemain dalam satu lini ketat) tim secara keseluruhan bahu-membahu melakukan pressing (menekan lawan) dengan tujuan mencuri bola dari kaki lawan. Pressing itu sendiri dilakukan di tiga daerah lapangan. Tekanan yang dilakukan di daerah pertahanan lawan disebut forechecking atau pressing 1. Umumnya pelatih memberikan instruksi sebelum pertandingan tentang di mana pressing akan dilakukan. Posisi pemain saat melakukan pressing 1 adalah sebagai berikut: Forechecking umumnya dilakukan saat ingin memforsir kemenangan, saat bertanding melawan lawan yang relatif lemah atau saat ketinggalan score. Adapun kelemahan utama forechecking adalah penggantungan nasib pada peraturan off side. Risikonya adalah apabila wasit yang memi mpin pertandingan lemah kinerjanya lawan yang lolos dari tekanan akan berhadapan langsung dengan dan jaga gawang. Dengan kata lain, umpan terobosan adalah momok bagi sistem pressing ini. Midfield pressing (pressing yang dilakukan di lapangan tengah) Miedfield pressing atau pressing 2 adalah tekanan terhadap lawan yang dimulai di lapangan tengah. Artinya, lawan dibiarkan leluasa membangun serangan di daerah pertahanannya sendiri tanpa diganggu terlebih dahulu. Baru setelah bola berada di daerah lapangan tengah tekanan secara bersama, teratur, dan agresif dilancarkan. 112
    • Posisi pemain saat melakukan taktik bermain pressing 2 adalah sebagai berikut: Midfield pressing adalah variasi pressing yang paling sering dan umum dilakukan. Tentu saja saat serangan kandas jauh di daerah pertahanan lawan pressing 1 dilakukan. Paling tidak untuk sementara waktu. Begitu ada kesempatan (seperti terjadi lemparan ke dalam dan lain-lain) pemain berbondong-bondong kembali pada posisinya semula sesuai taktik midfield pressing / pressing 2. Fall back (pressing yang dilakukan di daerah pertahanan sendiri) Yang dimaksud dengan fall back* adalah penempatan posisi pemain di daerah pertahanan sendiri. Lawan dibiarkan bergerak bebas hingga melebihi garis tengah lapangan. Bisa dikatakan baru di saat-saat terakhir tekanan terhadap lawan dilakukan. Posisi pemain saat melakukan fall back atau pressing 3 adalah sebagai berikut: Taktik pressing 3 ini biasanya dilakukan oleh tim-tim lemah yang hanya berusaha menyerang lewat serangan balik. Bisa juga pressing 3 dilakukan oleh tim yang sebenarnya kuat dan hanya sementara mundur dikarenakan gempuran lawan yang tiba-tiba bertambah hebat sehingga membuat kewalahan. Situasi seperti ini paling sering terjadi saat lawan keti ng g al an dan b er nafsu memenangkan pertandi ngan. Menurut pengamatan saya hal ini umumnya terjadi di awal babak kedua (lawan baru saja dimotivasi pelatihnya untuk mempersering gempuran) dan menjelang akhir pertandingan (waktu yang tersedia semakin menipis).Keterangan: Dalam bahasa Indonesia “jatuh ke belakang” atau lebih tepatnya mengundurkan/menarik diri”. 113
    • 3. Prinsip bergerak secara bersama-sama ke arah letak bola Sistem bermain 4-4-2 maupun sistem-sistem modern lainnya seperti 3-4-3 atau 4-3-3tidak bisa berfungsi dengan baik apabila pemain tidak bergerak secara bersama -sama kearah bola. Sebagai contoh, lawan mengumpan bola kepada pemain 8 (sayap kirinya).Pergerakan lawan dengan demikian adalah ke kanan. Semua pemain bergerak serentak kesebelah kanan lapangan. Perhatikan diagram di berikut ini. Contoh di atas memakai taktik full back. Perhatikan bagaimana baik barisan pertahanan maupun barisan lapangan tengah membentuk dua pisang! Perhatikan juga bagaimana ketat dan padatnya posisi pemain satu dengan yang lainnya. Perhatikan penempatan posisi pemain 3 (bek kiri) dan 8 (sayap kiri) yang ikut masuk ke tengah. Hanya dengan demikian ti m secara keseluruhan bisa berdiri dengan compact (padat dan ketat) sehinggalawan sulit melakukan kombinasi permainan. Permainan lawan menjadi tidak berkembangdan bola bisa dengan lebih mudah direbut kembali. Bergerak ke arah bola mempunyai tujuan menciptakan situasi 2 v 1 bahkan 3 v 1.Pemain yang menggiring bola ditekan secara agresif oleh dua pemain bertahan sekaligus.Salah satu pemain bertahan bisa melakukan tekanan dengan total atau agresif karena adapemain bertahan lain yang siap membantu apabila lawan mampu lolos. Sering pemainbertahan tidak total dalam menekan lawan karena khawatir dilewati lawan. Saatmenerapkan sistem bermain 4-4-2 masalah ini bisa teratasi karena adanya pemain bertahanlain yang melapis. Prinsip melapis sesama pemain begitu sentral dalam falsafah sistem 4-4-2! Pemain harus dibiasakan untuk selalu bersedia melakukan prinsip melapis baik ditengah lapangan, di sayap lapangan ataupun melapis ke belakang. Kuncinya pemain rajinbergerak dan rajin bergeser secara serentak. Saat bola "melewati” pemain, pemaintersebut harus memiliki kedisiplinan yang tinggi untuk ikut turun ke belakang (bergesersesuai posisinya) dan bila mungkin melakukan "melapis ke belakang”. Perhatikan diagrammelapis ke belakang di samping ini: Perhatikan bagaimana pemain 7(sayap kanan) dan pemain 9 (penyerangkanan) tidak berhenti bermain saatbola "melewati” keduanya. Baik pemain7 maupun 9 sama-sama memilikikedisiplinan yang tinggi untuk membantupemain 6 (gelandang bertahan) sehinggapraktis terjadi situasi empat(!) v 1;pemain 6 menekan secara agresif (tentusaja tanpa melakukan pelanggaran)*,pemain 10 (gelandang serang) melapis 114
    • pemain 6 dari belakang, sedang pemain 7 dan 9 “melapis ke belakang”. Perhatikan bahwabarisan pertahanan juga terlibat secara tidak langsung dengan cara naik ke atas sehinggajarak antar lini menjadi padat! Demikian juga pemain 11 (penyerang kiri) ikut bergesersedikit ke belakang dan pemain 8 (sayap kiri) merapatkan posisinya ke arah pemain 6 dan10. Ruang yang dimiliki lawan untuk melakukan kombinasi guna membangun seranganmenjadi sangat minim dikarenakan tim yang bertahan menempatkan diri secara ketat danpadat. Sekali lagi: hal ini hanya bisa dicapai apabila semua pemain selalu bergeser ke arahbola secara bersama-sama.* Keterangan: Melakukan pelanggaran menjadi tidak perlu dilakukan karena situasi tohmenguntungkan tim sendiri. Melakukan pelanggaran di saat situasi begitu menguntungkan sepertiini (4 v 1) adalah bodoh karena dengan demikian situasi akan kembali netral. Lawan mendapatkantendangan bebas sehingga bola yang tadinya sudah hampir terebut kembali bisa leluasa dikuasailawan. Pada prinsipnya saat melakukan pergeseran pemain harus selalu berorientasi secaraberturut-turut pada: 1. BOLA 2. TEMAN 3. LAWAN Bandingkan dengan sistem 3-5-2 yang lazim dilakukan di Indonesia. Sistem yangmemakai sistem man to man marking ini selalu mengarahkan pemain untuk berorientasipada lawan. Dalam sistem 4-4-2, 4-3-3 atau sistem modern lainnya lawan hanya menempatinomor 3! Benar-benar sebuah perbedaan yang drastis. Secara praktis penerapan falsafah berorientasi kepada (1) bola, (2) kawan dan (3)lawan saat melakukan pergeseran bisa kita pelajari sesuai diagram di atas. Kita ambil pemain8 (sayap kiri) sebagai contoh. Pemain 8 bergeser ke arah kanan karena letak BOLA adalah disebelah kanannya. Selanjutnya 8 melihat TEMANNYA pemain 10 (gelandang serang)meninggalkan posisinya demi melapis pemain 6 dari belakang. Dengan demikian, pemain 8harus bergeser lebih jauh ke dalam dari biasanya sehingga jarak kira-kira 10 meter antarapemain 10 dan 8 tetap terjaga. Baru kemudian pemain 8 berorientasi pada LAWAN danmenempatkan dirinya di antara lawan terdekat dan letak bola sehingga passing line ataugaris umpan kepada lawan jagaannya bisa tertutup.4. Prinsip penggunaan aturan off side Prinsip menekan lawan secara serentak di mana semua pemain terlibat (termasukbarisan bek yang ikut naik sehingga jarak antara baris tengah dan belakang menjadi dekatdan padat) hanya bisa dilakukan karena adanya peraturan off side. Apabila peraturan off sideitu sendiri tidak ada maka tidak mungkin barisan pertahanan ikut naik baik untuk membantuserangan maupun guna membantu lapangan tengah mencuri bola dari lawan. Perluditekankan di sini bahwa dalam sepak bola modern pemain bertahan tidak ikut maju dengantujuan lawan terperangkap off side! Ini yang sering salah dipahami. Dalam sepak bolamodern barisan pertahanan ikut naik guna menciptakan barisan pertahanan secara 115
    • keseluruhan yang compact. Lawan yang membawa bola tidak diberikan waktu, ketenangandalam bertindak serta tempat. Hal ini hanya bisa terwujud apabila barisan pertahanan ikutmenopang barisan gelandang dengan cara memperketat dan memperkecil ruang geraklawan. Terperangkapnya penyerang lawan dalam off side hanyalah by product atau produksampingan hasil pergerakan barisan pertahanan yang ikut naik guna menghasilkanpertahanan yang compact! Oleh karena itu, istilah "jebakan off side” tidaklah tepat dalamsepak bola modern; pemain tidak naik semata-mata agar pemain lawan off side. Menurut saya di sinilah letak kelemahan utama sistem 4-4-2 saat dipraktikkan diIndonesia. Sistem pressing yang terkandung secara kental dalam falsafah bermain 4-4-2sangat bergantung pada penilaian wasit yang jeli saat terjadi off side. Padahal kepercayaanpublik Indonesia terhadap wasit baik dalam hal moral wasit maupun kemampuan wasit saatmemimpin pertandingan tergolong minim. Sebuah dilema yang menurut saya bisadipecahkan dengan cara hanya memakai taktik miedfiel dpressing dan taktik fall back.Sedang taktik forechecking hendaknya hanya dipraktikkan apabila wasit yang memimpinpertandingan diketahui dengan pasti memiliki moral dan kemampuan yang baik.5. Prinsip penjaga gawang yang ikut bermain Dalam sepak bola modern penjaga gawang tidak hanya semata-mata bertindaksebagai penjaga gawang. Seorang penjaga gawang yang modern adalah penjaga gawang danlibero sekaligus. Seorang kiper dewasa ini harus mahir memainkan bola dengan kaki, harusmahir memberikan umpan pendek dan panjang, harus mahir membaca perkembanganserangan lawan serta harus bisa memberikan instruksi yang jelas dan benar kepada barisanpertahanan. Saat lawan membangun serangan seorang penjaga gawang yang modern harusmenempatkan diri relatif jauh di depan gawangnya sendiri. Kira-kira di mana seorang liberosemestinya berada di situlah dia “berdiri”. Berdiri tertulis dalam tanda kutip karenakenyataannya kiper modern harus selalu bergerak sesuai letak bola: umumnya antara letakbola dan titik tengah gawang! Pada piala dunia 2006 Jürgen Klinsmann, pelatih timnas Jerman saat itu,mengejutkan dunia dengan keputusannya memilih Jens Lehmann (Arsenal) di atas OliverKahn (Bayern München). Dalam sebuah konfrensi pers Klinsmann menjelaskan bahwa ada10 kriteria yang dibahas secara mendetail sebelum keputusan dilakukan. Dari 10 kriteriatersebut ada 9 kriteria di mana kekuatan Lehmann dan Kahn hampir sama. Hanya dalamsatu kriteria Lehmann jauh unggul di atas Kahn; dalam hal ikut bermain! Lehmann adalahseorang pemain bola yang lebih baik dari Kahn. Teknik mengolah bola dan kualitas umpanLehmann sangat baik sehingga dialah yang akhirnya terpilih menjadi kiper No. 1 Jerman. Dalam sistem sepak bola modern tidak ada tempat untuk seorang libero. Tapi karenabarisan pertahanan harus ikut naik guna menghasilkan pertahanan yang compact penjagagawang otomatis harus keluar dari sarangnya guna mengantisipasi umpan terobosan lawan.Untuk jelasnya, perhatikan diagram di bawah ini: 116
    • Perhatikan bahwa; (1) posisi kiper adalah di antara bola dan titik tengah gawang (invisible line), (2) posisi kiper relatif jauh dari mulut gawang , dan (3) ki per si ap m e n g a n t i s i p as i umpan terobosan lawan. Ketiga tujuan di atas hanya bisa terealisasi apabila penjaga gawang senantiasa bergerak sesuai letak bola dan situasi permainan. Jarak antara kiper dan barisan pertahanan yang menjadi relatif pendek jugamenguntungkan disaat bola harus terlebih dahulu diumpankan kepada kiper di saat tekananteralu hebat untuk memaksakan diri memainkan bola ke depan. Menguntungkan karenajarak umpan menjadi jauh lebih pendek dibandingkan apabila kiper tetap di sarangnya. Halini penting dari segi keamanan. Perlu diingat bahwa di bagian sepertiga pertama lapanganberlaku hukum safety first atau penekanan terhadap keamanan. Karena semakin pendekumpan semakin bagus kualitas umpan itu sendiri maka otomatis semakin amanlah umpanyang berjarak pendek. Penjaga gawang modern dituntut untuk begitu aktif dalam hal ikut bermain baik disaat lawan menguasai bola maupun di saat membangun serangan sehingga istilah "pemaingawang” menjadi semakin populer, khususnya di bagian selatan Jerman akhir-akhir ini.Banyak pelatih di selatan Jerman bahkan membiasakan diri menyebut sistem 4 -4-2 dengan1-4-4-2. Kiper ikut dihitung dan disebut karena peran penjaga gawang memang menjadisemakin penting di era sepak bola modern ini. Memang sistem 4-4-2 atau 4-4-3 sertaformasi modern lainnya tidak bisa berfungsi dengan baik apabila tidak ada "pemain gawang”yang bertindak sebagai libero*. Oleh karena itu, saya pribadi setuju sistem 4-4-2 disebutdengan 1-4-4-2. Paling tidak sebagai wujud hormat saya terhadap kiper sebagai salah satubagian yang penting dalam tim. Apa pun nama sistem yang dipakai, apa pun istilah yangdiberikan kepada kiper, yang paling penting adalah pemain mengerti bahwa kiper harus ikutbermain dengan aktif! Keterangan :* Tanpa seorang kiper yang sekaligus bertindak sebagai libero, risiko bertahan secaramodern akan terlalu tinggi. Barisan pertahanan yang naik guna menciptakan pertahananyang compact harus dilapis oleh kiper yang juga ikut naik (keluar dari sarangnya)sehingga risiko umpan terobosan dapat diminimalisasi. 117
    • C. Langkah Demi Langkah Menuju 4-4-2 (sekaligus 4-3-3) Mengajarkan cara bermain 4-4-2 kepada pemain tidak boleh asal-asalan. Harus adastrategi pengajaran yang metodis sehingga pada akhirnya pemain betul-betul mengerti danbisa menerapkan sistem 4-4-2 dengan baik. Sistem 4-4-2 sering dianggap teralu sulit untukdimengerti pemain Indonesia. Benar-benar sebuah opini yang meremehkan intelegensiapemain Indonesia! Permasalahan yang sebenarnya adalah banyaknya pelatih yang kurangmengerti atau kurang mampu menjelaskan/melatih sistem 4-4-2. Bila ada kemauan untukbekerja keras dan apabila metode melatih 4-4-2 diterapkan, saya yakin semua pemain dansemua pelatih Indonesia akan mampu menerapkan sistem 4-4-2 dan juga 4-3-3 denganbenar.1. Langkah pertama : Taktik Individu 1 v 1 dan 1v 2 Taktik individu adalah langkah pertama menuju penerapan sistem bermain secaramodern. Yang dimaksudkan dengan taktik individu adalah kemampuan seorang pemainuntuk memilih keputusan yang tepat di antara beberapa pilihan. Pada dasarnya taktik adalahkenapa seorang pemain melakukan sesuatu sedang teknik adalah bagaimana seorangpemain melakukan sesuatu. Dengan demikian, taktik individu adalah tindakan dengan tujuantertentu yang dilakukan oleh satu orang pemain saja. Sebagai contoh speed dribbling*adalah taktik individu. Melakukan trik guna mengecoh lawan adalah taktik individu.Bagaimana caranya melakukan trik itu sendiri adalah teknik sedang mengapa seorangpemain memilih untuk melakukan trik adalah taktik individu. Secara teoritis pemain yang menguasai bola memiliki 11 kemungkinan; mengumpankepada 10 pemain lainnya* dan menggiring sendiri bola yang dikuasainya. Pemain yangberkelas akan memilih kemungkinan yang terbaik dari kemungkinan-kemungkinan yang ada 118
    • tersebut. Apabila pemain memilih untuk bertindak sendiri (melakukan trik, mendribel bola dengan cepat, menendang bola keluar atau jauh ke depan dengan pertimbangan keamanandan lain-lain) maka itulah yang disebut dengan taktik individu. Apabila pemain yangmenguasai bola memilih untuk melakukan wall pass, misalnya, atau overlap pass, makatindakan tersebut disebut taktik grup. Jadi, taktik grup adalah tindakan yang dilakukanbeberapa pemain secara bersama-sama dengan tujuan tertentu . Dalam hal bertahan adabeberapa pengetahuan penting yang perlu diketahui seorang pemain agar memiliki taktikindividu yang baik. Pada akhirnya pengetahuan taktik individu masingmasing pemainterutama dalam hal bertahan adalah modal dasar bermain 4-4-2 dan 4-3-3 secara tim.Keterangan:* Speed Dribling: Menggiring bola dengan kecepatan tinggi.* Tentu saja pada kenyataannya banyak pemain yang tidak mungkin menerima bola tanpa kehilangan bola. Pada kenyataannya mungkin hanya ada 4 pemain yang benar- benar siap menerima bola.Penjabaran taktik individua. 1 v 1 - jarak jauh di sayap dan di tengah 1. Saat menghadapi lawan yang posisinya relatif jauh, pemain bertahan hendaknya melakukan sprint ke arah pemain yang menggiring bola. Hal ini penting untuk dilakukan agar jarak antar pemain lawan dan gawang sendiri menjadi sejauh mungkin. 2. Sesaat sebelum mendekati lawan, pemain bertahan hendaknya berhenti berlari ke depan untuk kemudian berbalik lari mundur. Hal ini dilakukan supaya pemain lawan tidak bisa dengan mudahnya berlari melewati pemain bertahan. 3. Apabila lawan berada di daerah sayap, pemain bertahan harus menempatkan dirinya sedemikian rupa sehingga kemungkinan bagi lawan menggiring bola ke bagian tengah lapangan menjadi tertutup. Logikanya gampang saja: lapangan tengah adalah daerah yang jauh lebih berbahaya dikarenakan letak gawang adalah di tengah! Oleh karena itu, “giring” pemain lawan ke arah garis tepi lapangan. Gunakan garis tepi lapangan sebagai “partner” dalam menekan lawan. 4. Apabila lawan berada di bagian tengah lapangan poin pertama dan kedua di atas tetap berlaku. Perbedaannya, apabila lawan menggiring bola di lapangan bagian tengah, pemain bertahan tidak harus “menggiring” lawan ke garis tepi lapangan. Kemungkinan itu bisa saja dilakukan tapi tidak mutlak harus dilakukan. Kemungkinan lain yang bias dilakukan adalah "menggiring” lawan ke arah teman sehingga terjadi situasi 2 v 1. 5. Apabila tidak ada rekan satu tim yang bisa diajak kerja sama dalam hal merebut bola dari lawan maka pemain bertahan harus menggunakan kaki lemah lawan sebagai “partner”. Maksudnya demikian “giring” lawan ke sisi kaki lemahnya agar ia kesulitan melepaskan tembakan ke arah gawang. Hal ini dilakukan dengan cara menutup sisi kuatnya agar lawan terpancing untuk menggiring bola ke sisi lemahnya. Tapi bagaimana caranya mengetahui kaki mana merupakan kaki lemah lawan? Mudah saja; umumnya kaki yang dipakai untuk menggiring bola adalah kaki kuat lawan. Dengan demikian, kaki lemahnya adalah kaki yang tidak dipakai untuk menggiring bola!* 119
    • 6. Sebisa mungkin hindari melakukan pelanggaran. Terutama apabila lawan berada di dekat gawang kita. Ingat, situasi standar sering menjadi pemecah kebuntuan dalam suatu pertandingan yang sebenarnya berjalan sangat seimbang.Keterangan: Tim profesional Eropa umumnya memiliki tim mata-mata yang salah satu tugasnya adalah mengamati hal-hal seperti ini. Informasi tersebut diberikan kepada pelatih yang kemudian memberikan instruksi kepada pemain-pemainnya sesuai kelebihan dan kelemahan lawan.b. 1 v 1 - jarak dekat di sayap dan di tengah 1. Pada saat jarak lawan dekat dengan posisi pemain bertahan, pemain harus dibiasakan untuk sebisa mungkin merebut bola sebelum bola dikuasai oleh lawan. 2. Apabila memotong bola tidak memungkinkan, paling tidak pemain bertahan harus terbiasa untuk secara agresif menekan lawan di saat-saat penyerang menerima bola. Masa paling kritis bagi penyerang adalah saat mengontrol bola. Di sinilah kesempatan bagi pemain bertahan untuk membuat penyerang tidak tenang/gugup sehingga ia membuat kesalahan. 3. Apabila lawan telah berhasil mengontrol bola sebisa mungkin jangan biarkan lawan berbalik hingga menghadap gawang. 4. Apabila semua hal di atas tidak berhasil dilakukan dan lawan telah berhasil menerima bola dengan baik, bahkan berhasil berbalik menghadap gawang, pemain bertahan harus menahan diri untuk tidak melakukan step in*. Hal ini berbahaya karena penyerang yang berkualitas akan dengan mudah melewati lawan yang sudah terlanjur mati langkah. Oleh karena itu, di dalam situasi seperti ini pemain harus belajar untuk sabar dan baru masuk mencuri bola apabila lawan melakukan kesalahan dalam hal mengontrol bola (bola tidak digiring dengan dekat ke kaki). Apabila ada kawan yang siap mendobel, pemain bertahan boleh lebih agresif dalam usahanya mencuri bola. Sekali lagi, karena inilah strategi saling mendobel satu dengan yang lainnya mutlak harus dikuasai pemain zaman sekarang. 5. Apabila lawan tetap saja bisa lolos (hal ini kerap terjadi karena dalam sepak bola terka dang lawan lebih hebat walaupun kita telah melakukan yang terbaik), hindari mengejar lawan dari belakang seperti layaknya sebuah gerbong kereta api. Lakukan sprint secepatnya guna memotong pemain lawan sehingga pemain bertahan berada di antara titik tengah gawang dan letak bola. Bila ini berhasil dilakukan maka proses di atas kembali dimulai dari awal; contain (arahkan lawan ke bagian paling tidak berbahaya), dan jangan lakukan step in sampai ada kesempatan yang benar-benar bagus. 6. Tackling hanyalah kemungkinan terakhir apabila semua kemungkinan yang ada telah terkuras habis tanpa hasil yang memuaskan. Demikian juga dengan melakukan pelanggaran sebaiknya hanya dilakukan apabila tidak ada kemungkinan lain lagi. Itu pun hanya sebatas pelanggaran sejenis tactical foul (pelanggaran yang dilakukan demi kepentingan taktis) dan bukan pelanggaran brutal. Bedanya jelas, saat melakukan tactical foul pemain tidak dalam keadaan emosi, sedang saat melakukan pelanggaran biasa pemain kerap kehilangan kendali atas emosi pribadi.Keterangan:*Step in : Beranjak masuk untuk mencuri bola dari kaki lawan. 120
    • c. 1 v 1 - bek berada di belakang punggung penyerang (penyerang membelakangi bek) 1. Situasi ini sering sekali terjadi terutama bagi seorang bek tengah. Pertama -tama yang perlu diperhatikan seorang bek saat terjadi situasi seperti ini adalah penempatan posisi. Memang pandai menempatkan posisi begitu penting artinya dalam bermain sepak bola. Tidak percuma pemain yang relatif tua biasanya semakin mahir bermain bola karena memang semakin berpengalaman seorang pemain semakin mahir pemain tersebut dalam menempatkan posisi. 2. Letak posisi bek saat penyerang membelakanginya idealnya adalah: (1) Menempel ketat badan penyerang tanpa melakukan kontak badan. Artinya, bek tidak menyentuh lawan apalagi melakukan pelanggaran. (2) Posisi badan bek setengah muncul ke samping badan penyerang. Artinya, bek tidak berdiri 100% di belakang penyerang melainkan hanya 50% saja. Tujuannya adalah supaya bek bisa melihat bola bahkan bila mungkin menyerobot bola sebelum bola berhasil dikuasai penyerang. (3) Munculnya badan bek seharusnya ke arah letak gawang. Sebagai contoh, apabila letak gawang berada di sebelah kiri belakang bek, maka badan bek harus muncul di sebelah kiri badan penyerang! 3. Tujuan bek saat bertahan di situasi seperti ini adalah bila mungkin merebut bola sebelum bola dikuasai lawan. Apabila menyerobot bola tidak mungkin dilakukan maka tujuan bek berikutnya adalah tidak membiarkan lawan berputar dan menghadap gawang. Sekali lagi, hindari melakukan pelanggaran karena tendangan bebas sering kali berbuah gol!d. 1 v 2 - satu pemain bertahan melawan dua penyerang 1. Walaupun situasi 1 v 2 tidak diinginkan terjadi karena tentu saja tidak menguntungkan dan sangat berbahaya, tetap saja sering kali seorang pemain bertahan harus meredam dua pemain menyerang sekaligus. Paling tidak untuk sementara waktu sampai pemain bertahan lain datang membantu. Oleh karena itu, prinsip utama saat terjadi situasi 1 v 2 (demikian juga saat terjadi situasi-situasi lain di mana pemain lawan jumlahnya lebih banyak daripada pemain bertahan seperti misalnya 2 v 3 atau 3 v 5) adalah mengulur waktu. Dengan demikian, pemain bertahan lain diberi waktu untuk datang membantu. Merebut bola di saat-saat kurang menguntungkan seperti ini tidak menjadi prioritas. Ulur waktu sampai teman datang membantu, baru setelah itu merebut bola menjadi prioritas kembali. Lain halnya saat jumlah pemain bertahan melebihi jumlah pemain menyerang; di situasi seperti itu tentu saja merebut bola menjadi tujuan utama sehingga sikap pemain bertahan seharusnya agresif dan ngotot untuk merebut bola. 2. Situasi 1 v 2 harus rajin dipelajari serta dilatih karena situasi 1 v 2 adalah landasan ilmu yang penting dan bisa dipakai untuk situasi kalah jumlah secara umum. Dengan kata lain, pengetahuan tentang bagaimana seorang pemain harus bertindak saat terjadi situasi 1 v 2 adalah pengetahuan dasar yang juga dibutuhkan saat terjadi situasi kalah jumlah yang lain seperti 1 v 3 , 2 v 3 ,3 v 5, dan lain-lain. 3. Untuk penempatan posisi yang ideal saat terjadi situasi 1 v 2 perhatikan diagram berikut ini: 121
    • Keterangan: Posisi bek harus sedemikian rupa sehingga umpan 1 adalah kemungkinan yang dipilih oleh lawan yang menguasai bola. Umpan 1 tidak berbahaya bahkan menguntungkan bek karena memberi waktu pada bek lain untuk turun membantu. Umpan 2 harus ditutup bek sehingga lawan tidak bisa melepaskan umpan yang sangat berbahaya ini! Umpan 3 adalah tanggung jawab kiper. Apabila umpan ini dipilih lawan, kiper harus sigap untuk memotong bola. Untuk itu posisi kiper harus tepat serta keluar darisarangnya. Kiper harus ikut bermain!Apabila lawan memutuskan untuk melakukan speed dribbling maka bek harus ikut berlarimundur sambil berusaha ‘menggiring‘ lawan ke samping (tepi lapangan). Dari situasi 1 v 2kini terjadi 1 v 1! Kini bek tinggal berusaha merebut bola saat bola digiring jauh dari kakilawan dengan cara menyelipkan badannya di antara pemain lawan dan bola.Contoh LatihanUntuk contoh-contoh latihan sederhana guna melatih prinsip-prinsip taktik dan teknikindividu saat bertahan, perhatikan diagram-diagram di bawah ini berikut keterangansingkatnya:Latihan 1 Keterangan:  Latihan A adalah untuk jarak dekat, B untuk bertahan jarak jauh dan C untuk bertahan di belakang punggung penyerang. Biarkan pemain bergiliran menempati posisi A, B, lalu C. Hanya saja, berikan porsi yang lebih sesuai posisi masing-masing pemain. Artinya, biarkan bek sayap lebih banyak berlatih di posisi A dan B sedang bek tengah lebih banyak berlatih di posisi C. Demikian juga untuk penyerang, biarkan pemain sayap lebih banyak menempati posisi A dan B sedang penyerang tengah lebih banyak menempati posisi C. Logikanya simple; biarkan pemain berlatih sebanyak mungkin sesuai situasi yang sering terjadi saat bertanding!  Untuk latihan A dan C diperlukan orang ketiga yang bertugas mengumpan bola kepada penyerang. Di posisi A, bek dilatih untuk menekan lawan sejak saat bola dalam perjalanan menuju penyerang. Di posisi C, bek dilatih untuk berdiri dengan tepat serta melakukan prinsip-prinsip yang sudah dijabarkan di atas.  Di belakang pemain menyerang baik di posisi A, B , maupun C, ditempatkan gawang kecil dari cones. Bila bek berhasil merebut bola, mereka diinstruksikan untuk mendribel bola melalui gawang kecil tersebut. Sebagai variasi, setelah beberapa menit, instruksikan bek untuk mengumpan bola secara mendatar ke dalam gawang kecil apabila mereka berhasil merebut bola dari kaki penyerang. 122
    • Latihan 2 Keterangan:  Untuk latihan 1 v 2, pada awalnya lakukan latihan A. Latihan ini dimaksudkan guna melatih penempatan posisi yang ideal. Lakuka n k oreksi a pa bila penempatan posisi pemain salah. Jangan bosan mengoreksi karena ini adalah dasar ilmu pertahanan.  Beberapa menit kemudian lakukan latihan B. Pada latihan B, bek mendapat bantuan setelah beberapa detik (tiga detik misalnya). Artinya setelah tiga detik, dua pemain bertahan datang membantu sehingga terjadi situasi yang menguntungkan; 3 v 2. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih pemain mengulur waktu. Sebaliknya, bagi penyerang, latihan ini melatih pemain untuk cepat melakukan penyelesaian ke arah gawang. Perlu diingat, apabila tujuan Anda adalah melatih pertahanan, maka berkonsentrasilah pada pemain bertahan. Pemain menyerang cukup diberikan instruksi singkat di awal latihan. Selebihnya, berikan instruksi khusus kepada pemain-pemain bertahan saja!2. Langkah kedua : taktik grup I – Mendobel lawan (2 v 1) Langkah kedua saat mengajarkan sistem 4-4-2 yang benar adalah mengajarkan taktikgrup. Yang dimaksud dengan taktik grup adalah pencapaian sebuah tujuan secara bersama-sama. Dengan kata lain, beberapa pemain melakukan sesuatu dengan maksud dan tujuantertentu secara bersama-sama. Taktik grup yang akan dibahas di sini adalah taktik grup saatbertahan. Bertahan secara grup umumnya dibagi menjadi tiga bagian; mendobel lawan(menang jumlah), 2 v 3 atau kalah jumlah serta bertahan berempat 4 v 4 (sama jumlah).Pemain perlu diberikan pengertian bahwa mendobel lawan atau menciptakan situasimenang jumlah adalah tujuan pergeseran! Seperti sudah di bahas sebelumnya, dalam sepakbola modern pemain dituntut untuk bergeser secara bersama-sama (sebagai sebuah unit)ke arah bola. Dengan bergesernya pemain, terjadi situasi menang jumlah di daerah letakbola. Untuk situasi seperti inilah pemain perlu dilatih cara-cara mendobel lawan. 123
    • Prinsip dasar saat mendobel lawan:  Satu pemain bertugas merebut bola sedang pemain lainnya berfungsi sebagai pelapis. Dengan kata lain, kedua pemain bertahan tidak merebut bola secara bersama-sama. Ada pembagian tugas yang jelas; satu menekan bola dengan agresif sedangkan pemain lainnya berjaga-jaga di dekatnya kalau-kalau pemain lawan berhasil lepas dari kawalan pemain bertahan pertama.  Saat tidak ada permain pelapis (1 v 1) tugas bek adalah menggiring penyerang ke garis samping lapangan atau ke arah posisi teman. Begitu pemain pelapis memberikan instruksi “rebut” tanda dia telah siap untuk melapis, bek pertama bisa mulai mencurahkan tenaganya untuk merebut bola. Karena ada pemain pelapis, bek pertama bisa benarbenar agresif atau ngotot dalam usahanya merebut bola. Apabila usahanya gagal dia tahu bahwa masih ada pemain pelapis yang bisa meredam pemain lawan tadi. Kuncinya, pemain pelapis harus memberikan instruksi!  Jangan lakukan pelanggaran! Situasi 2 v 1 atau bahkan lebih (3 v 1) begitu menguntungkan bek. Pelanggaran akan memberikan waktu dan tempat kepada penyerang yang sebelumnya tidak dimilikinya!  Pemain pelapis selalu menempatkan posisinya di antara bola dan titik tengah gawang (invisible line ) dengan pertimbangan keamanan.Contoh latihan mendobel lawan: Keterangan: Bola dikuasai pemain . Dua pemain dilatih mendobel lawan, merebut bola dari lawan lalu dengan cepat melakukan penyelesaian. Setelah beberapa waktu gantilah peran kedua tim. kini menyerang. Biasakan selalu menciptakan situasi kompetisi atau bersaing saat latihan. Tim yang kalah harus membereskan peralatan latihan, misalnya, atau dihukum push up. Sekali lagi,berikan instruksi hanya pada tim bertahan. Sebagai variasi, biarkan pemain pelapis datangsedikit terlambat. Dengan demikian bek sekaligus dilatih 1 v 1 sedangkan pemain pelapisdilatih untuk memberikan instruksi “rebut” saat ia telah siap melapis!3. Langkah ketiga : taktik grup II- 2 v 3Saat melatih 2 v 3 perhatikan beberapa coaching points di bawah ini: Pemain bertahan harus selalu saling melapis (saling mengamankan). Dengan kata lain, hindari bertahan secara sendiri-sendiri. Bertahanlah secara bersama-sama sebagai grup. Untuk jelasnya perhatikan diagram di bawah ini: 124
    • Keterangan: Terlihat jelas bahwa pemain A bergeser sesuai letak bola sedang pemain B melapis/ mengamankan pemain A. Prinsip mengamankan rekannya ini juga berlaku bagi kiper. Kiper hendaknya keluar dari sarangnya guna memotong umpan-umpan terobosan. Pemain bertahan yang melapis/mengamankan (pemain B) bertugas menutup umpan- umpan ke jantung pertahanan. Dengan demikian pemain lawan ´diundang‘ untuk melakukan umpan menyamping. Umpan semacam ini menguntungkan karena memberi waktu pada pemain bertahan lain untuk datang membantu. Untuk memberi waktu kepada pemain bertahan lain untuk datang membantu, pemain A dan B harus sedikit demi sedikit mundur ke belakang. Kecepatan mundurnya pemain bek bergantung pada kecepatan majunya penyerang lawan. Sering terjadi kesalahan dalam hal ini; bek tidak bergerak mundur atau kurang cepat dalam bergerak mundur sehingga lawan bisa menyelip/melewati bek dengan mudah. Sebaliknya, terlalu cepat mundur juga berbahaya karena akan memberikan ruang tembak bagi penyerang. Saat bola berada di bagian tengah lapangan letak posisi kedua bek adalah seperti terlihat pada diagram berikut: Keterangan: Pemain A menutup sisi kuat pemain yang menguasai bola. Artinya, sesuai contoh diagram, pemain A menempatkan dirinya di sebelah kanan penyerang karena kaki kanan adalah sisi kuat penyerang tersebut. Umumnya kaki yang digunakan untuk menggiring bola adalah kaki atau sisi kuat pemain tersebut. Perlu diingat, pemain A tidak berusaha merebut bola, melainkan hanya mencoba mengulur waktu dengan cara turun ke belakang secara bertahap ( s e s ua i k e c e pa ta n l aw a n) dan´mengundang´ lawan untuk melakukan umpan ke arah samping. Apabila penyerang melakukan overlap run, perhatikan diagram di bawah ini: Keterangan: Penyerang B yang melakukan overlap run diikuti pergerakannya oleh bek yang berposisi menjorok ke depan (dalam hal ini pemain D). Pemain D bergerak diagonal ke belakang agar mampu mengamankan umpan terobosan yang berbahaya. Pemain E ikut bergerak ke belakang-samping guna mengamankan daerah tengah pertahanan. Dengan demikian penyerang A tidak bisa menerobos ke arah gawang melainkan 125
    • ´diundang´ untuk memberikan umpan kepada C. Umpan kepada C (menyamping) tidakberbahaya dan mengulur waktu sehingga pemain bertahan lain ada waktu untuk datangmembantu. Umpan ke C (ke daerah) harus diantisipasi kiper dengan cara menempatkan diridengan benar.Contoh latihan 2 v 3Latihan 1 Keterangan: Tim putih di bagian bawah diagram dituntut mencetak gol dalam waktu kurang dari sepuluh detik. Tim merah berusaha merebut bola untuk kemudian diumpankan pada tiga rekannya di garis tengah lapangan. Kini tim merah bermain 3 v 2 melawan tim putih di bagian atas diagram. Begitu seterusnya. Setelah beberapa menit biarkan pemain beristirahat secara aktif (jogging santai atau menjogling bola bertiga). Peraturan off side tentu saja berlaku seperti biasa.Latihan 2 Keterangan: Tim putih menguasai bola dan dituntut untuk secepat mungkin melakukan penyelesaian akhir. Tim merah awalnya bermain 2 v 3, akan tetapi beberapa detik kemudian ada tambahan dua pemain bertahan sehingga terjadi situasi 4 v 3. Pemain bertahan C dan D yang ditempatkan 5-10 meter di belakang penyerang diperbolehkan turun membantu begitu bola bergulir.4. Langkah ke empat : taktik grup III- bertahan berempat (4 v 4) Langkah berikutnya adalah membiasakan pemain bekerja sama sebagai sebuahrantai yang terdiri dari empat mata rantai. Beberapa coaching point penting saat melatihbertahan secara rantai dengan empat pemain adalah sebagai berikut:1. Arah lari bek tidak boleh saling menyilang. Penjagaan pemain lawan harus diserahkan 126
    • kepada bek yang berdiri lebih dekat dengan posisi baru penyerang. Ini adalah perbedaan utama antara sistem 4-4-2 atau 4-3-3 modern bila dibandingkan dengan cara bermain man to man marking.2. Ke empat bek harus bergerak secara bersama-sama ke arah letak bola tanpa merenggangkan jarak antar pemain (kira-kira sepuluh meter) sehingga terjadi situasi menang jumlah di sisi lapangan tempat bola berada (lihat diagram).3. Saling memberikan instruksi mutlak harus dilakukan semua pemain!4. Sebagai pedoman, rangkaian posisi pemain seharusnya menyerupai sebuah pisang! (Lihat diagram).5. Apabila bola berada di bagian tengah lapangan salah satu pemain (sesuai diagram pemain B) maju ke depan guna merebut bola. Ketiga bek yang lain bergerak lebih jauh ke dalam sehingga pertahanan tetap compact (lihat diagram).Penting: ketiga pemain bertahan harus menjaga lini sehingga peraturan off side bisadipergunakan (sesuai contoh diagram, pemain A, C dan D harus membentuk garis lurus).Untuk jelasnya perhatikan kedua diagram di bawah ini:Diagram 1 Diagram 2Keterangan: Pada diagram 1, pemain A menggiring penyerang lawan ke arah luar. Pemain B bertindak sebagai pemain pelapis, sedang pemain C dan D ikut bergeser ke arah bola tanpa kehilangan keketatan antar mata rantai. Pemain A, B, C dan D membentuk sebuah pisang. Pada diagram 2, pemain B maju ke arah pemain yang menguasai bola karena letak pemain tersebut paling dekat dengan pemain B. Terbentuk sebuah segi tiga antara pemain A, B dan C. Pemain A dan D bergeser ke tengah sehingga keketatan antar mata rantai menjadi lebih ketat lagi. 127
    • Contoh latihan untuk 4 vs 4:Latihan 1. Keterangan: Pemain putih menyerang dii ns tr uk si ka n untuk mengumpankan bola dari kaki ke kaki. Keempat bek dilatih untuk bergeser ke kiri dan ke kanan membentuk pisang dan sesekali membentuk segi tiga di bagian tengah lapangan. Setelah beberapa waktu, instruksikan penyerang untuk be nar -b e nar b er usa ha mencetak gol. “Bekukan” latihan di saat yang tepat guna mengoreksi arah lari dan penempatan posisi pemain bertahan.Latihan 2. Keterangan: Sama seperti latihan 1, hanya saja kini tempatkan seorang pemai n lawan sebagai penyerang tengah (9). Barisan bek harus membiasakan menyerahkan tanggung jawab atas penyerang tengah (9) dengan saling memberikan instruksi. Di saat yang sama barisan pertahanan tetap harus bergeser ke arah letak bola. Apabila sesuai diagram penyerang 9 dijaga oleh 4, pemain 5 bertugas menjaga gelandang serang 10 apabila 10 mendribel bola ke arah gawang.Selang beberapa waktu biarkan penyerang betul-betul berusaha mencetak gol. Barisanpertahanan berusaha merebut bola lalu mendribel atau mengumpan bola ke salah satu darikedua gawang kecil dari cones yang tersedia. Penting: Latihan ini menuntut dipraktikkannya semua prinsip yang telah dibicarakan sejauhini! Oleh karena itu, pelatih harus jeli dalam melihat kesalahan-kesalahan yang terjadi. 128
    • 5. Langkah ke lima: Taktik tim I- Empat pemain bertahan ditambah dua gelandang bertahan (6 v 5 atau 6 v 6) Setelah latihan taktik individu dan latihan taktik grup dilakukan secara saksama,langkah metodis berikutnya adalah berlatih taktik bertahan secara tim. Cara pengajarantaktik tim itu sendiri bisa dilakukan dalam beberapa jenjang. Dua jenjang utama akandibahas di sini. Jenjang berlatih taktik bertahan secara tim pertama adalah membiasakanbarisan pertahanan bekerja sama dengan kedua gelandang tengah (pemain 6 dan 10). Dengan bergabungnya dua gelandang tengah, fokus latihan kini diarahkan padakeketatan posisi antar pemain di dalam lini dan keketatan posisi pemain antarlini. Ke empatpemain bek harus selalu berdiri dengan compact! Dengan kata lain, jarak antar barisan bekdan barisan gelandang bertahan harus selalu ketat. Tujuannya tentu saja adalah menyulitkanlawan menemui celah-celah yang bisa digunakan untuk melakukan kombinasi permainan.Selain itu, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, dengan adanya penempatan posisi yangcompact pemain bertahan akan bisa menciptakan situasi menang jumlah di daerah letakbola (flooding the ball). Saat melatih taktik secara tim, selalu tekankan pentingnya komunikasi antar pemain.Bila pemain tidak saling memberikan instruksi, pemain lawan tidak bisa terjaga dengan baikdikarenakan perpindahan tanggung jawab pengawalan tidak berlangsung dengan baik.Biasakan pemain menyerukan instruksi-instruksi seperti "jaga dia” , "jaga nomor 11","punyaku”, "ikuti dia” atau "biarkan dia”. Saling memberikan instruksi (bahkan bisadikatakan saling melatih) begitu penting artinya dalam sepak bola modern karenapengawalan lawan tidak lagi melulu berlangsung secara man to man. Perhatikan posisi ideal pemain-pemain bertahan saat bola berada di sayap sesuaidiagram di bawah ini: Keterangan: Pemain 2 dan 6 mendobel ( 2 v 1) pemain sayap kiri lawan (8). Bek tengah (4) meninggalkan striker lawan 11 untuk bersiap membantu mengawal sisi kanan pertahanan (daerah bergaris). Tugas pemain 4 dilimpahkan kepada bek tengah 5. Striker 9 yang tadinya dijaga bek tengah 5 kini dikawal oleh bek sayap kiri 3. Pemain 3 sekaligus bertugas mengawasi pergerakan gelandang sayap kanan lawan (7). Bila bola sampai pada 7, pemain bek sayap 3 bergeser menjaga 7. Pemain 4 kembali bergeser menjaga 11 dan pemain 5 kembali menjaga 9. Gelandang bertahan 6 dan 10 tentu saja ikut bergeser; kini gelandang bertahan 10 yang ganti membantu bek sayap 3. Perhatikan juga bahwa penempatan posisi pemain 5 sesuai gambar adalah di belakang pemain 11 (sisi gawang!). Bandingkan dengan diagram selanjutnya di mana pemain 5 harus lebih muncul. 129
    • Perhatikan posisi ideal pemain bertahan saat bola berada di tengah sesuai diagram-diagram berikut ini:Diagram 1 Keterangan: Pemain gelandang 6 dan 10 mendobel lawan di tengah. Posisi pemain 4 dan 5 harus sedikit muncul dari belakang striker lawan 9 dan 11. Ini penting guna: (1) bisa melihat bola, (2) bila ada kesempatan bisa merebut bola sebelum bola dikuasai striker lawan, dan (3) menjaga daerah yang paling berbahaya yakni jantung pertahanan (daerah bergaris).Diagram 2 Keterangan: Apabila salah satu striker lawan (misalnya pemain 11) datang membantu pemain yang menguasai bola, maka bek tengah 4 harus mengikuti pergerakan striker lawan 11! Di saat yang sama pemain 2 dan 5 bergerak masuk sehingga terbentuk segitiga (2, 4 dan 5). Pemain 3 juga ikut masuk mengawal striker lawan 9 sekaligus mengawasi pergerakan sayap kanan lawan (7).Diagram 3 Keterangan: Apabila gelandang lawan (10) tidak bisa didobel dengan baik oleh pemain 6 dan 10 (karena kurangnya agresivitas atau tidak cukup waktu untuk datang mengahampiri pemain lawan 10), maka situasi yang kerap terjadi adalah sesuai diagram di atas. Bola diumpankan kepada striker 9. Bila ini terjadi bek tengah 5 harus ikut maju mengikuti pergerakan striker lawan 9 sehingga pengawalan tetap ketat. Pemain 3 dan 4 seperti biasa bergeser masuk sehingga terjadi segitiga (4, 5 dan 3). Pemain 6 130
    • dan 10 harus terus ikut bermain dengan cara mendobel ke belakang. Dengan demikian,striker lawan 9 ditekan oleh 3 pemain (6, 10 dan 5)!Penting: Situasi boleh berbeda, tapi prinsip-prinsip seperti bergerak secara bersama-samake arah bola, penempatan posisi yang compact, saling memberikan instruksi saatmenyerahkan tanggung jawab pengawalan pemain lawan, pembentukan segitiga sepertiyang diilustrasikan di atas, serta mendobel pemain yang menguasai bola, selalu sama.6. Langkah ke enam : Taktik tim II-bermain 11 v 11 sebagai satu kesatuan tim yang utuhMenentukan formasi bermain Menentukan taktik tim dimulai dengan ditetapkannya sebuah formasi bermain.Masing-masing formasi dan cara bermain sepak bola mempunyai kelemahan dankelebihannya masing-masing. Formasi 4-4-2 dan 4-4-3 tidak luput dari kelemahan.Sebaliknya, formasi 3-5-2 tidak melulu jelek; banyak kelebihan formasi 3-5-2. Yangmenentukan adalah adanya organisasi yang baik, bukan formasi! Untuk kepentinganstandarisasi telah ditentukan penggunaan formasi 4-4-3 hingga umur 15 tahun. Landasan organisasi yang baik adalah bergeraknya pemain secara bersama-sama.Artinya, semua pemain berusaha untuk melakukan hal yang sama! Oleh karena itu, instruksiseorang pelatih sangat menentukan. Tanpa adanya seorang pelatih yang memegang kendali,permainan akan kacau-balau karena masing-masing pemain melakukan apa yang ia anggapbaik dan benar. Ada begitu banyak pandangan tentang sepak bola, karena itu harus adainstruksi-instruksi yang jelas kepada pemain tentang bagaimana tim akan bermain. Pemain yang membangkang (melakukan apa yang ia sendiri anggap benar) atau tidakmampu melakukan instruksi (karena skill yang kurang mumpuni , kurang pengertian akantaktik atau buruknya kondisi) tentu saja harus dibangkucadangkan. Instruksi pelatih yangpertama adalah menetapkan formasi bermain. Selanjutnya pelatih menginstruksikan dimana lawan akan mulai ditekan dan bagaimana.Di mana menekan lawan? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, menekan lawan bisa dilakukan di depan(forechecking), di lapangan tengah (midfield pressing) atau di daerah pertahanan sendiri (fallback). Ada baiknya sisi positif dan negatif masing-masing letak menekan dibahas di sini.a. Forechecking: Kelebihan:  Dekat gawang lawan, sehingga apabila bola berhasil dicuri, jarak antara bola dan gawang lawan relatif dekat!  Lawan langsung ditekan sehingga tidak memiliki waktu, tempat dan ketenangan yang dibutuhkan dalam mengatur serangan.  Karena merasa tertekan, lawan sering terpaksa melepaskan umpan-umpan jauh yang sangat mudah untuk dimentahkan.  Tim yang lemah akan semakin lemah (tidak berkembang permainannya) sedang 131
    • tim yang hebat penguasaan bolanya akan diredam kemampuannya.  Bila ada pemain belakang lawan yang lemah, kelemahan tersebut bisa digunakan untuk merebut bola. Caranya pemain tim lawan dipancing untuk memberikan umpan kepada pemain lemah tersebut untuk kemudian ditekan secara agresif. Kekurangan:  Umpan jauh ke belakang barisan pertahanan sendiri sangat berbahaya.  Sangat menguras tenaga dan konsentrasi.  Bila sedikit saja pemain kehilangan keawasannya akan tercipta celah-celah yang berbahaya. Untuk usia 12 - 15 tahun diajarkan 4-3-3. Di atas 15 tahun pemain boleh diajarkan 4-4-2 atau formasi lain asal prinsip-prinsip sepakbola modern diterapkan.b. Fall back: Kelebihan:  Sebuah strategi yang menjanjikan apabila lawan jelas menang kelas.  Posisi pemain sangat compact sehingga sulit ditembus lawan.  Tidak begitu menguras tenaga karena pemain sebatas berreaksi terhadap lawan tanpa harus mengejar bola atau menekan lawan. Oleh karena itu, sistem ini tepat untuk digunakan di saat-saat kondisi pemain telah terkuras.  Strategi yang baik guna mempertahankan kemenangan di akhir pertandingan.  Terkadang organisasi pemain kurang baik. Dengan menerapkan strategi fall back pemain memeroleh waktu untuk kembali berkonsentrasi atas tugas dan posisinya masing-masing. Kelemahan:  Cara bermain seperti ini membosankan penonton apabila diterapkan sepanjang pertandingan.  Secara taktis, sistem menekan ini termasuk sistem yang negatif karena cenderung menunggu lawan tanpa memberikan tekanan kepada lawan.  Strategi yang sangat menyulitkan bagi striker tim itu sendiri, karena serangan yang dilakukan hanya sebatas serangan balik.  Jarak antara bola (saat berhasil merebut bola) dan gawang lawan sangat jauh.  Kalau ada yang berjalan tidak sebagaimana mestinya, situasi yang tercipta sangat berbahaya karena jarak antara bola dan gawang sendiri sangat dekat.Kesimpulan:Karena menguras tenaga, taktik forechecking hendaknya hanya diterapkan untuk sementarawaktu (tidak 90 menit) dan di saat-saat tertentu (saat tendangan penjuru, di awal babak kesatu dan dua, saat teringgal atau saat lawan terkena kartu merah) saja. Sedang taktik fall back juga hanya bisa diterapkan di saat-saat tertentu (di akhirpertandingan saat mengamankan keunggulan, atau saat bermain dengan 10 atau 9 pemainsaja) karena mengandung risiko yang termasuk tinggi. Dengan demikian, taktik midfieldpressing paling cocok untuk digunakan di saat-saat normal dan untuk jangka waktu lama.Bisa dikatakan midfield pressing adalah jalan tengah atau hasil kompromi kedua sistemmenekan yang lain. 132
    • Sebagai contoh, midfield pressing cukup menguras tenaga, tapi tidak sebanyakforechecking. Oleh karena itu, kebanyakan tim dunia saat ini mengutamakan sistem midfieldpressing. Sistem ini diutamakan, tapi bukan berarti sistem-sistem lainnya dikesampingkan.Idealnya sebuah tim mampu menerapkan semua sistem menekan. FC Barcelona, contohnya,menerapkan semua sistem menekan dalam satu pertandingan; terkadang 10 menit merekamelakukan forechecking, kemudian 30 menit midfield pressing yang diselingi dengan dua kalilima menit fall back guna menghemat tenaga, lalu forechecking lagi di akhir babak. Jumlahmenit dipakainya masing-masing sistem menekan tentu saja berbeda di setiap pertandingansesuai dengan situasi pertandingan tersebut, tapi biasanya ketiga sistem terpakai dalamsebuah pertandingan!Bagaimana menekan lawan? Umumnya pelatih tim-tim dunia menginstruksikan pemainnya untuk menggiringpemain lawan yang menguasai bola ke arah pinggir lapangan. Logikanya gampang saja:daerah samping lapangan relatif tidak berbahaya (letak gawang adalah di tengah!). Selain itugaris tepi lapangan bisa digunakan sebagai “teman” atau partner guna mendobel lawan. Tapi akan banyak juga pelatih yang menginstruksikan pemainnya untuk menggiringlawan ke bagian tengah lapangan. Pertimbangannya di bagian tengah lapangan lebih mudahtercipta situasi 2 v 1, bahkan 3 v 1. Menurut pengamatan saya, banyak juga pelatih di Eropamenginstruksikan pemainnya untuk menggiring ke bagian tengah lapangan kecuali di bagiansepertiga lapangan bagian pertahanan. Di sini faktor keamanan diutamakan sehinggapemain diinstruksikan untuk menggiring pemain ke arah garis tepi lapangan. Setelah pelatih menentukan serta menerangkan taktik-taktik pilihannya kepadapemain, maka langkah berikutya adalah membiasakan pemain berlari secara bersama-samake arah bola tanpa kehilangan posisi yang compact.Untuk latihan bergeser ke arah bola lakukan latihan-latihan di bawah ini:Latihan 1 Keterangan: Pelatih menginstruksikan arah pergeseran. Awalnya cukup instruksikan pemain untuk bergeser ke samping, ke depan, dan diagonal secara garis lurus. Setelah beberapa waktu, instruksikan pemain untuk menempati posisi mendetail masing-masing secara tepat termasuk memperhitungkan ke mana lawan hendak digiring. Terbentuknya dua baris menyerupai pisang bisa digunakan sebagai pedoman saat mengoreksi posisi pemain.(Latihan ini bisa juga digunakan untuk berlatih kondisi. Dengan demikian latihan kondisi dantaktik digabung menjadi satu!). 133
    • Latihan 2 Keterangan: Tim putih hanya mengumpankan bola dari kaki ke kaki tanpa langsung berusaha mencetak gol. Tim merah bergeser sesuai letak bola dan melakukan semua prinsip yang telah dijabarkan sebelumnya. Baru setelah bebarapa waktu biarkan putih dan merah bermain lepas dengan instruksi kepada tim putih untuk bertahan sesuai diagram saat kehilangan bola. Untuk latihan mengganggu lawan saat membangun serangan serta berlatihmenggiring lawan, lakukan latihan 9 v 8 ini:Latihan 3 Keterangan: Kiper merah memulai per mai nan dengan mengumpankan bola ke bek tengah (sesuai diagram). Tim putih bertugas mengganggu tim saat membangun serangan. Perhatikan arah pergeseran dan penempatan posisi pemain-pemain tim putih dan lakukan p e n y e s u a i a n / pembenaran bila perlu. Sebagai variasi awal, biarkan tim merah mengumpankan bola dari kaki ke kaki terlebih dahulu tanpa berusaha mencetak gol ke salah satu gawang dari cones. Baru kemudian permainan sesungguhnya dimulai. 134