LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN(Penyesuaian Hewan Poikilotermik Terhadap Oksigen Lingkungan)                            ...
A. Dasar Teori        Oksigen sangat berperan dalam penyesuaian energi yang sangat dibutuhkan untuk proses-proses kehidupa...
Kegiatan praktikum ini berdasarkan pada beberapa prinsip yaitu:   a. Kelarutan oksigen di dalam air dipengaruhi oleh suhu ...
berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutupinsang yang disebut operkul...
8. Gelas Ukur   9. Ikan   10. Air panas   11. Es BatuD. Cara Kerja1. pengaruh kenaikan suhu medium/air   a. Jerang air dal...
d. Naikkan suhu air sebesar 3ºC, dengan cara menuangkan air panas ke dalam gelas kimia      sedikit demi sedikit (jangan s...
E. Hasil dan Pembahasan  a. Suhu Dinaikkan (Panas)                         Jumlah Gerakan mulut/ operkulum             Suh...
Dalam kasus praktikum kali ini, kita memainkan suhu untuk mengetahui pengaruhkandungan oksigen didalam air terhadap respir...
lingkungannya meningkat.Dalam tubuh ikan suhunya bisa berkisar ± 1° dibandingkan temperaturlinkungannya (Nikolsky, 1927). ...
F. Grafik Hasil Percobaan  a. Kenaikan Suhu                                                                Pengaruh Kenaik...
G. Kesimpulan       Berdasarkan hasil pengamatan diatas yang kami sajikan dalam bentuk tabel dapat di tarikkesimpulan bahw...
DAFTAR PUSTAKASolomon, et al. 1993. Biology, 3rded. Saunders-College publishing, Fort WorthJuanegsih, Nengsih. 2008. Modul...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN Penyesuaian Hewan Poikilotermik Terhadap Oksigen Lingkungan

5,406
-1

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
5,406
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
122
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN Penyesuaian Hewan Poikilotermik Terhadap Oksigen Lingkungan

  1. 1. LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN(Penyesuaian Hewan Poikilotermik Terhadap Oksigen Lingkungan) Disusun oleh : Aida Fitriah (1110016100006) Musliyadi (1110016100025) Qumillailah (1110016100026) Izkar Sobhah (1110016100027) BIOLOGI VI A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2012
  2. 2. A. Dasar Teori Oksigen sangat berperan dalam penyesuaian energi yang sangat dibutuhkan untuk proses-proses kehidupan.Sel-sel organisme memperoleh energi dari reaksi-reaksi enzimatis yangsebagian besar memerlukan oksigen yang diperoleh lewat respirasi. Respirasi meliputi duaproses penting yaitu: 1) Pertukaran gas oksigen dan karbondioksida antara organisme danlingkungan luar (respirasi eksterna) dan 2) Penggunaan oksigen didalam sel untuk metabolismemolekul organic (respirasi interna). Pada organisme bersel satu petukaran gas dapat secaralangsung lewat permukaan sel, sedang pada organisme tinggi harus melewatisuatu organ khususantara lain paru-paru dan insang. Respirasi eksterna dipengaruhi oleh komposisi gas di dalam lingkungan luar organismeyang bersangkutan. Di udara (pada permukaan air laut) kandungan oksigen maksimum adalah20,95% atau 159 Hg. Di dalam air kandungan oksigen sangat dipengaruhi oleh kelaruatanoksigen di dalam air. Secara umum kelarutan oksigen di dalam larutan/air dipengaruhi olehtekanan partial oksigen di atas permukaan air (PO2), suhu air dan kandungan garam di dalam air. Jika kandungan oksigen (PO2) lingkungan berkurang, beberapa golongan hewanmelakukan konformitas dan golongan lain mampu melakukan regulasi konsumsi oksigensehingga konsumsi oksigennya kanstan. Jika pada golongan regulator penirunan PO2(samapibatas tertentu) tidak menyebabkan berkurangnya konsumsi oksigen. Hal ini di mungkinkankarena terjadi penyeimbangan dua factor yaitu: (1) ekstrasi oksigen dari lingkungan dan (2)ventilasi.
  3. 3. Kegiatan praktikum ini berdasarkan pada beberapa prinsip yaitu: a. Kelarutan oksigen di dalam air dipengaruhi oleh suhu air b. Aktivitas ekspirasi eksterna tercermin pada gerak operkulum Ikan bernapas dengan insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Masing-masing mempunyai empat buah insang yang ditutup oleh tutup insang (operkulum). Prosespernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantiandengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalamrongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusike dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutupinsang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnyaair melalui insang, karbondioksida dikeluarkan. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadipada lembaran insang. Ikan hidup di air rawa, sungai, laut, kolam, danau.Ikan bernafas dengan insangPernafasan ikan berlangsung 2 tahap :  Tahap I (Tahap Pemasukan) : Pada tahap ini mulut ikan membuka dan tutup insang menutup sehingga air masukrongga mulut, kemudian menuju lembaran insang, disinilah oksigen yang larut dalam air diambiloleh darah, selain itu darah juga melepaskan karbondioksida dan uap air.  Tahap II (Tahap Pengeluaran) : Mulut menutup dan tutup insang membuka sehingga air dari rongga mulut mengalirkeluar melalui insang. Air yang dikeluarkan ini telah bercmpur dengan CO2 dan uap air yangdilepaskan darah Untuk ikan yang hidup di lumpur seperti ikan lele, gabus, betok, padainsangnya terdapat banyak lipatan yang disebut labirin. Ikan juga mempuyai gelembung renang yang berfungsi untuk: 1. menyimpan oksigen 2. membantu gerakan ikan naik turun Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipisberwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air,sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insangterdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Padafilamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ
  4. 4. berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutupinsang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi olehoperkulum. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagaialat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator.Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang danmembentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin iniberfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02.Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpancadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekatpunggung. Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Padafase inspirasi, 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untukdibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan.Sebaliknya pada fase ekspirasi, C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara keinsang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh. Selain dimiliki oleh ikan, insang juga dimilikioleh katak pada fase berudu, yaitu insang luar. Hewan yang memiliki insang luar sepanjanghidupnya adalah salamander.B. Tujuan Praktikum ini bertujuan mengamati : 1. Adakah pengaruh kandungan oksigen lingkungan terhadap respirasi ikan? 2. Bagaimana pengaruh kandungan oksigen didalam air terhadap respirasi ikan? 3. Rentang penyesuaian ikan terhadap kandungan oksigen lingkungan.C. Alat dan bahan 1. Bak plastic 2. Thermometer 3. Timbangan 4. Panci 5. Gelas Kimia 6. Pengaduk 7. Alat Penghitung
  5. 5. 8. Gelas Ukur 9. Ikan 10. Air panas 11. Es BatuD. Cara Kerja1. pengaruh kenaikan suhu medium/air a. Jerang air dalam panci b. Isi gelas kimia dengan air suhu kamar, catat suhunya. c. Masukkan ikan yang akan di gunakan ke dalam gelas kimia yg sudah diisi air dan sudah ditentukan suhunya. Hitung gerak operculum selama satu menit. Lakukan sebanyak tiga kali ulangan, ambil rata-ratanya.
  6. 6. d. Naikkan suhu air sebesar 3ºC, dengan cara menuangkan air panas ke dalam gelas kimia sedikit demi sedikit (jangan sampai terkena ikannya) sampai tercapai suhu yang di kehendaki. Hitung gerak operculum per menit (3 ulangan). e. Suhu air di naikan terus sampai keseimbangan ikan mulai tidak normal.2. pengaruh penurunan suhu medium/air a. Cara kerja seperti pada kegiatan 1 b. Menurunkan suhu dikerjakan dengan cara memasukan es ke dalam gelas kimia sampai tercapai suhu yang di kehendaki (interval suhu juga 3ºC) c. Penurunan suhu dihentikan apabila ikan sudah mulai kelihatan tidak seimbang. Catatan  Pada semua perlakuan volume air di dalam bak harus tetap sama  Suhu awal pada kegiatan 1 dan 2 diusahakan sama  Berat kedua ikan yang di gunakan untuk kegiatan 1 dan 2 relatif sama.
  7. 7. E. Hasil dan Pembahasan a. Suhu Dinaikkan (Panas) Jumlah Gerakan mulut/ operkulum Suhu Total Rata-rata I II III 28ºC 140 140 143 423 141 (Normal) 31ºC 189 173 178 540 180 34ºC 210 182 177 569 189,7 37ºC 194 200 208 602 200,7 b. Suhu Diturunkan (Dingin) Jumlah Gerakan mulut/ operkulum Suhu Total Rata-rata I II III 28º C 148 152 163 463 154,3 (Normal) 25ºC 137 143 141 421 140,3 22ºC 117 101 120 338 112,6 19ºC 108 97 144 319 106,3 16ºC 102 97 90 289 96,3 Berdasarkan tabel di atas hasil dari percobaan yang kami lakukan, maka dapat diketahuijika semakin panas air maka oksigen yang terlarut di dalam air lebih rendah, gerakan operkulumsemakin cepat dan tingkah laku ikan semakin aktif dan sebaliknya jika semakin dingin air makaoksigen yang terlarut di dalam air semakin sedikit, gerak operkulum semakin lambat dan tingkahlaku semakin pasif.
  8. 8. Dalam kasus praktikum kali ini, kita memainkan suhu untuk mengetahui pengaruhkandungan oksigen didalam air terhadap respirasi ikan. Suhu merupakan faktor lingkungan yangutama pada perairan karena merupakan faktor pembatas terhadap pertumbuhan dan penyebaranhewan, termasuk dari jenis ikan. Secara umum kenaikan suhu perairan akan mengakibatkankenaikan aktifitas fisiologis organisma ikan. Disamping itu perubahan suhu perairan sekitarnyamerupakan faktor pemberi tanda secara alamiah yang menentukan mulainya proses pemijahan,ruaya dan pertumbuhan bibit ikan. o Kenaikan temperatur sekitar 10 C akan meningkatkan aktifitas fisiologis organismesebesar 2 – 3 kali lipat. Akibat meningkat laju respirasi akan mengakibatkan konsentrasi oksigenmeningkat dengan menaiknya temperatur, akan mengakibatkan kelarutan oksigen menjadiberkurang. Organisme aquatik seringkali mempunyai toleransi yang sempit terhadap perubahantemperatur.Kenaikan suhu yang relatif tinggi ditandai dengan munculnya ikan - ikan dan hewanlainnya ke permukaan untuk mencari oksigen. Suhu juga mempunyai pengaruh yang besarterhadap kelarutan oksigen dalam air, apabila suhu naik maka kelarutan oksigen didalam airmenurun. Bersamaan dengan itu peningkatan suhu akan mengakibatkan peningkatan aktifitasmetabolisme organisme aquatik, sehingga kebutuhan akan oksigen bagi organisme ikan jugaakan meningkat. Dari hasil pengamatan diatas juga, didapat bahwa frekuensi membuka serta menutupnyaoperculum pada ikan mas terjadi lebih sering pada setiap kenaikan suhu serta penurunan suhudari suhu awal kamar , semakin sering ikan itu membuka serta menutup mulutnya hal ini dapatkita simpulkan bahwa bila suhu meningkat, maka laju metabolisme ikan akan meningkatsehingga gerkan membuka dan menutupnya operculum ikan akan lebih cepat daripada suhu awalkamar, serta sebaliknya pula jika suhu menurun maka semakin jarang pula ikan itu membukaserta menutup mulutnya. Hubungan antara peningkatan serta penurunan temperatur dengan lajumetabolisme menurut biasanya 2 – 3 kali lebih cepat pada setiap peningkatan suhu 6 C,sedangkan kelarutan O₂ di lingkungannya menurun dengan meningkatnya temperature.Pada peristiwa temperature dibawah suhu kamar maka tingkat frekuensi membuka danmenutupnya operculum akan semakin lambat dari pada suhu kamar. Dengan adanya penurunantemperature, maka terjadi penurunan metabolisme pada ikan yang mengakibatkan kebutuhan O₂menurun, sehingga gerakannya melambat.Penurun O₂ juga dapat menyebabkan kelarutan O₂ di
  9. 9. lingkungannya meningkat.Dalam tubuh ikan suhunya bisa berkisar ± 1° dibandingkan temperaturlinkungannya (Nikolsky, 1927). Maka dari itu, perubahan yang mendadak dari temperaturelingkungan akan sangat berpengaruh pada ikan itu sendiri.
  10. 10. F. Grafik Hasil Percobaan a. Kenaikan Suhu Pengaruh Kenaikan Suhu Terhadap Jumlah Gerakan operkulum 250 Jumlah Gerak mulut/Operkulum 200 150 100 Series1 50 0 0 10 20 30 40 Suhu b. Penurunan Suhu Pengaruh Penurunan Suhu Terhadap Jumlah Gerakan Operkulum Jumlah Gerakan Mulut/Operkulum 200 150 100 Series1 50 0 0 5 10 15 20 25 30 Suhu
  11. 11. G. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan diatas yang kami sajikan dalam bentuk tabel dapat di tarikkesimpulan bahwa semakin dinaikan suhunya, ikan semakin bergerak aktif dan juga respirasinyacepat sehingga gerakan membuka dan menutupnya mulut ikan sangat cepat. Tetapi pada saatsuhu diturunkan, ikan semakin pasif, pergerakan tubuhnya sangat lambat, dan proses respirasinyajuga sangat lambat sehingga gerakan membuka dan menutupnya mulut ikan sangat lambat. Peristiwa-peristiwa itu disebabkan karena pada saat suhu dinaikkan jumlah kandunganoksigen yang terlarut didalam air itu sangat sedikit sehingga menyebabkan proses respirasi padaikan berlangsung sangat cepat dan pergerakkannya bersifat sangat aktif. Sedangkan, pada saatsuhu diturunkan jumlah kandungan oksigen yang terlarut dalam air itu sangat tinggi sehinggamenyebabkan proses respirasi pada ikan berlangsung sangat lambat dan pergerakkan ikan punsangat pasif.
  12. 12. DAFTAR PUSTAKASolomon, et al. 1993. Biology, 3rded. Saunders-College publishing, Fort WorthJuanegsih, Nengsih. 2008. Modul Pedoman Praktikum Fisiologi Hewan. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullahhttp://tarwiyatiaila.files.wordpress.comIsniani, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Kanisius: Yogyakartahttp://www.scribd.com/doc/25244199/Penelitian-Penyesuaian-HewanRepository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26782/4/chapter%2011.pdf

×