Ke 1

1,083
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,083
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ke 1

  1. 1. STATISTIK : REKAPITULASI DARI FAKTA YANG BERBENTUK ANGKA2 DISUSUN DALAM BENTUK TABEL DAN DIAGRAM YANG MENDISKRIPSIKAN SUATU PERMASALAHAN Tabel biasa Tabel kontigensi Tabel frekuensi
  2. 3. <ul><li>STATISTIKA ; </li></ul><ul><li>METODE ILMIAH DALAM HAL </li></ul><ul><li>MENGUMPULKAN DATA </li></ul><ul><li>MENGORGANISASIKAN DATA ( klasifikasi, rangkum, analisa) </li></ul><ul><li>INTERPRATASI ( menarik kesimpulan) </li></ul><ul><li>LANDASAN PENELITIAN ILMIAH </li></ul><ul><li>LANDASAN DLM PENGAMBILAN KEPUTUSAN </li></ul>STATISTIKA DESKRIPTIF Mengasilkan gambaran ataupun deskripsi mengenai data yang Disajikan dalam bentuk : Tabel, Diagram, pengukuran sentra, pengukuran penempatan, pengukuran penyimpangan, mencari kuatnya hub 2 var, melakukan predeksi, membuat komparatif STATISTIKA INFERENSIAL Menjelaskan populsi berdasarkan data sampel yang ada Estimasi : nilai dugaan sementara Uji hipotesis Pembuatan model
  3. 4. TEHNIK PENGAMBILAN SAMPEL <ul><li>PROBABILITY SAMPLING </li></ul><ul><li>Simple random sampling </li></ul><ul><li>Proportionate stratifiled random sampling </li></ul><ul><li>Disproportionate stratifiled random sampling </li></ul><ul><li>Area sampling </li></ul><ul><li>NON PROBABILITY SAMPLING </li></ul><ul><li>Sampling sistematis </li></ul><ul><li>Sampling kuota </li></ul><ul><li>Sampling Aksidental </li></ul><ul><li>Purposive sampling </li></ul><ul><li>Sampling jenuh </li></ul><ul><li>Snowball sampling </li></ul>Suatu cara mengambilan sampel yg representatif dari populasi
  4. 5. PROBABILITY SAMPLING Tehnik sampling u/ memberikan peluang yg sama pada setiap Anggota populasi u/ menjadi angg sampel 1. SIMPLE RANDOM SAMPLING Diambil secara acak Populasi sejenis Sampel Representatif 2. PROPORTIONATE STRATIFIED RANDOM SAMPLING Pengembilan sampel dari angg pop secara acak dan berstrata secara proporsional 3. DISPROPORTIONATE STRATIFIED RANDOM SAMPLING Pengembilan sampel dari angg pop secara acak dan berstrata secara proporsional tetapi ada sebagaian yg kurang proporsional 4. AREA SAMPLING Tehnik sampling yg dilakukan dengan cara mengambil wakil dari setiap Daerah/wil geografis yang ada
  5. 6. NON PROBABILITY SAMPLING Tehnik sampling tdk memberikan peluang yg sama pada setiap Anggota populasi u/ menjadi angg sampel <ul><li>Sampling sistematis </li></ul><ul><li>Samplng Kuota </li></ul><ul><li>Sampling Aksidental </li></ul><ul><li>Purposive sampling </li></ul><ul><li>Sampling Jenuh </li></ul><ul><li>Snowball Sampling </li></ul>
  6. 7. DATA Bahan mentah yg perlu diolah sehingga menghasilkan inf, baik kulitatif maupun kuantitatif yg menunjukkan fakta Jenis data : data kualitatif dan kuantitatif JENIS SKALA PENGUKURAN Untuk mengklasifikasikan var yg akan diukur supaya tdk terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data dan langkah penelitian selanjutnya <ul><li>Skala pengukuran ada 4 : </li></ul><ul><li>Skala nominal </li></ul><ul><li>Skala Ordinal </li></ul><ul><li>Skala interval </li></ul><ul><li>Skala ratio </li></ul>
  7. 8. SKALA NOMINAL Skala yg paling sederhana disusun menurut jenis (kategorinya) atau fungsi Bilangan hanya sebagai simbul u/ membedakan sebuah karakteristik dng Karakteristik lainnya Nominal    : Bersifat mengklasifikasikan saja, tanpa ada jenjang diantara klasifikasi. Angka hanya bermakna sebagai variasi jenis tanpa bermakna tingkatan. Missal: laki-laki – perempuan, 1 untuk kode laki-laki dan 2 untuk kode perempuan, angka 1 dan 2 bukan merupakan tingkatan, yang artinya 2 bukan berarti lebih tinggi daripada 1. Data jenis ini belum bisa dilakukan operasi matematis.
  8. 9. SKALA ORDINAL Skala yg didasarkan pada ranking diurutkan dari jenjang yg lebih tinggi sampai terendah atau sebaliknya Ordinal    : Bersifat mengklasifikasikan, dan klasifikasi tersebut sudah merupakan tingkatan. Sehingga dengan data ordinal ini angka sudah menunjukkan mana yg lebih besar dan mana yang lebih kecil. Tetapi masing-masing klasifikasi yang berupa tingkatan tersebut tidak memiliki jarak yang sama. Missal : juara dalam perlombaan balap sepeda. Ada juara 1 juara 2 dan juara  3. Angka 1, 2, 3 tersebut sudah memiliki makna tingkatan, bahwa juara 1 lebih cepat daripada juara 2 dan juara 3. Juara 2 lebih cepat daripada juara 3. Juara 1 waktu tempuahnya 5 menit, Juara 2 waktu tempuhnya 7 menit dan juara 3 waktu tempuhnya 12 menit. Yang dimaksud tidak memiliki jarak yang sama adalah antara juara 1 dan 2 selisih waktunya 2 menit, antara juara 2 dan juara 3 selisih waktunya 5 menit. Dengan demikian kita masih belum bisa menggunakan operasi matematis, karena angka 1, 2 dan 3 itu hanya berupa ranking saja.
  9. 10. Interval    : bersifat mengklasifikasikan, dan klasifikasi tersebut sudah merupakan tingkatan yang masing-masing tingkatan memiliki jarak yang sama. Misal: nomor sepatu. Sepatu dengan nomor 39, 40, 41, 42. Angka nomor sepatu tersebut sudah bermakna tingkatan bahwa nomor 42 lebih tinggi daripada nomor 41 dan seterusnya. Pada data interval masing-masing tingkatan tersebut memiliki jarak yang sama. Sepatu nomor 39 memiliki panjang 30cm, nomor 40 memiliki panjang 31cm, nomor 41 memiliki panjang 32cm, nomor 42 memiliki panjang 33cm. dengan contoh tersebut berarti setiap tingkatan memiliki interval 1cm, interval inilah yang dimaksud dengan jarak yang sama di masing-masing tingkatan. Dengan adanya interval yang kita ketahui tersebut, kita bisa memaknai bahwa nomor sepatu 42 adalah nomor 39 ditambah 3cm, tapi kita belum bisa memaknai bahwa nomor 42 adalah nomor 39 dikali 3. Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa data interval sudah bisa dikenai operasi matematis penjumlahan dan pengurangan, namun belum bisa dikenai operasi matematis perkalian dan pembagian. Hal ini karena data interval tidak memiliki angka nol mutlak. SKALA INTERVAL Skala yg menunjukkan jarak satu data dng data lainnya yang mempunyai bobot Yang sama
  10. 11. SKALA RATIO Skala yg mempunyai nilai 0 mutlak dan mempunyai jarak yg sama Rasio    : ini adalah data dengan tingkatan yang tertinggi karena telah memiliki angka nol mutlak. Missal ukuran panjang atau tinggi, dan ukuran berat. Berat 0 kg berarti memang tidak ada massa yang ditimbang. Berat 3 kg lebih besar daripada berat 2 kg, berat 2 kg lebih besar daripada berat 1 kg. Sehingga berdasarkan contoh tersebut kita bisa memaknai bahwa 3 kg adalah 2kg + 1kg atau 3kg adalah 3×1kg. Dengan demikian data rasio sudah bisa dikenai semua operasi matematis: +, -, x, dan :
  11. 12. <ul><li>SUMBER METODE DAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA </li></ul><ul><li>Sumber data </li></ul><ul><li>Metode dan instrumen pengumpulan data </li></ul><ul><li>1) Angket (Questionaire) </li></ul><ul><li>2) Wawancana </li></ul><ul><li>3) Pengamatan </li></ul><ul><li>4) Tes (test) </li></ul><ul><li>5) Dokumentasi </li></ul>Angket : daftar pertanyaan yg diberikan kpd or lain bersedia memberikan respon Sesuai dng permintaan pengguna. Tujuan dng penyebaran angket u/ mencari inf Yg lengkap mengenai suatui masalah dari respopnden Angket dibedakan menjadi 2 yaitu (terbuka dan tertutup) <ul><li>Wawancara : cara pengumpulan data yg digunakan u/memperoleh inf langsung </li></ul><ul><li>Dari sumbernya </li></ul><ul><li>Ada 4 faktor yang mempengarui arus inf dlm wawancara : </li></ul><ul><li>Pewawancara </li></ul><ul><li>Responden </li></ul><ul><li>Pedoman wawancara </li></ul><ul><li>Situasi wawancara </li></ul><ul><li>Berdasarkan sifat pertanyaan wawancanara dpt </li></ul><ul><li>Dibedakan al : </li></ul><ul><li>Wawancara terpimpin </li></ul><ul><li>Wawancara bebas </li></ul><ul><li>Wawancara bebas terpimpin </li></ul>
  12. 14. Formulasi masalah Pengumpulan data Analisa data Interprestasi data Dan pengambilan Keputusan data Informasi Pengetahuan Keputusan
  13. 15. Pengamatan : melakukan pengamatan secara langsung ke obyek penelitian u/ melihat dr dekat keg yg dilakukan <ul><li>Tes (test) : sebagai instrumen pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan </li></ul><ul><li>atau latihan yg digunakan u/ mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi,’ </li></ul><ul><li>Kemampuan atau bakat yg dimiliki oleh individu atau kelp </li></ul><ul><li>Tes kepribadian u/ mengunggapkan kepribadiaan seseorang </li></ul><ul><li>Tes bakat, u/ mengukur atau mengetahui bakat seseorang </li></ul><ul><li>Tes Prestasi u/ mengukur pencapaian seseorang stlh mempelajari sesuatu </li></ul><ul><li>Tes Intelegensi, u/ membuat penaksiran/perkiraan thdp intelektual seseorang </li></ul><ul><li>Tes Sikap, u/ mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang </li></ul>

×