Your SlideShare is downloading. ×
0
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Izatul putri sonya
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Izatul putri sonya

1,626

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,626
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM. 1 NAMA : IZATUL PUTRI SONYA NPM : 13112885 KELAS : 2KA17 SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA
  • 2. A. PENGERTIAN ORGANISASI : • Oliver Sheldon proses penggabungan pekerjaan yang para individu atau kelompok haru melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk melakukan tugastugas, sedemikian rupa memberikan saluran terbaik untuk pemakaian yang efisien, sistematis, positif, dan terkoordinasi dari usaha yang tersedia. • Chester I. Barnard suatu sistem tentang akitivitas-aktivitas kerjasama dari dua orang atau lebih sesuatu yang tak berujud dan tak bersifat pribadi, sebagian besar mengenai hal hubungan-hubungan. • James D. Mooney Bentuk setiap perserikatan manusia untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
  • 3. • Dexter Kimball & Dexter Kimball, Jr.  Merupakan bantuan bagi manajemen. Ini mencakup kewajiban-kewajiban merancang satuan-satuan organisasi dan pejabat yang harus melakukan pekerjaan, menentukan fungsi-fungsi mereka dan merinci hubungan-hubungan yang harus ada diantara satuan-satuan dan orang-orang. Organisasi sebagai suatu aktivits sesungguhnya adalah cara kerja manajemen. • J. William Schulze  Penggabungan dari orang-orang, benda-benda, alat-alat perlengkapan, ruang kerja dan segala sesuatu yang bertalian dengannya, yang dihimpun dalam hubungan yang teratur dan efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. • John M. Pfiffner & S. Owen Lane  Proses menggabungkan pekerjaan yang orang-orang atau kelompok-kelompok haru melakukan dengan kekuasaan yang diperlukan untuk pelaksanaannya, sehingga kewajiban-kewajiban yang dilaksanakan demikian itu memberikan saluran-saluran terbaik bagi penyelenggara usaha yang efisien, teratur, positif, dan terkoordinasikan.
  • 4. • John D. Millet Kerangka stuktur yang mana pekerjaan dari banyak orang dilakukan untuk pencapaian maksud bersama. Sebagai demikian itu adalah suatu sistem mengenai penugasan pekerjaan dinatara kelompok-kelompok orang yang mengkhususkan diri dalam tahap-tahap khusus dari suatu tugas bersama. • Ernest Dale Suatu proses perencanaan. Ini bertalian dengan hal menyusun, mengembangkan dan memelihara suatu struktur atau pola hubunganhubungan kerja dari orang-orang dalam suatu badan usaha.
  • 5. B. MANAJEMEN DAN ORGANISASI 1. Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi”  Management adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui oranglain. 2. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “Kerangka PokokPokok Management” kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas, proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan-urutan, insitut/orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan. 3. Menurut Marry Parker Follet  manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
  • 6. 4. Menurut James A.F. Stonner  Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. 5. Menurut Drs. Oey Liang Lee  Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 6. Menurut R. Terry  Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. 7. Menurut Lawrence A. Appley  Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
  • 7. C. PENGERTIAN METODE 1. Rothwell & Kazanas  Metode adalah cara, pendekatan, atau proses untuk menyampaikan informasi. 2. Titus  Metode adalah rangkaian cara dan langkah yang tertib dan terpola untuk menegaskan bidang keilmuan. 3. Macquarie  Metode adalah suatu cara melakukan sesuatu, terutama yang berkenaan dengan rencana tertentu. 4. Wiradi  Metode adalah seperangkat langkah (apa yang harus dikerjakan) yang tersusun secara sistematis (urutannya logis).
  • 8. A. CIRI-CIRI ORGANISASI 1. Mempunyai tujuan dan sasaran untuk dicapai bersama dalam suatu organisasi. 2. Memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh semua anggota dari organisasi tersebut. 3. Memiliki pembagian kerja atau pembagian tugas dan tanggung jawab bagi setiap anggota.
  • 9. B. UNSUR ORGANISASI 1. Man (manusia)  Merupakan personnel yang terdiri dari semua anggota organisasi atau warga organisasi yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam suatu organisasi, wakil dan para pekerja lainnya. Suatu komponen yang ada didalamnya akan saling bekerja sama untuk membangun dan menjalankan organisasi tersebut. 2. Kerja Sama  Merupakan suatu kegiatan saling bahu-membahu melakukan tugas bersama-sama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. 3. Tujuan Bersama  Merupakan sasaran utama yang harus dicapai dalam suatu organisasi.
  • 10. 4. Peralatan  Merupakan segala yang ada pada sarana dan prasarana dalam organisasi tersebut. Misalnya : kantor, uang, peralatan mesin dll. 5. Lingkungan  Merupakan keadaan sekitar dari pelaksanaan organisasi tersebut. 6. Kekayaan alam 7. Kerangka atau konstruksi mental Menurut Atmosudirdjo (1980,78) : 1. Bentuk atau konfigurasi. 2. Struktur atau kerangka. 3. Jabatan-jabatan. 4. Prinsip-prinsip serta aturan pemerintah.
  • 11. C. TEORI ORGANISASI 1. Teori Oraganisasi Klasik  Teori muncul sebagai akibat dari usaha yang ditempuh untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi yang dapat menentukan prinsip-prinsip dan yang dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi manajer dalam melaksanakan tugas. 2. Teori Organisasi Neoklasik  Teori neoklasik dikenal sebagai teori hubungan manusiawi dan dikembangkan atas dasar teori klasik.Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya,sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. 3. Teori Organisasi Modern  Disebut juga analisa system pada organisasi merupakan aliran terbesar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen.
  • 12. A. ORGANISASI NIAGA Pengertian Organisasi Niaga :  Merupakan organisasi yang tujuan utamanya mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Kegiatan yang dilakukan oleh organisasi niaga adalah memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa.
  • 13. Terdiri Dari : 1. PT (Perseroan Terbatas)  Perseroan Terbatas dahulu disebut Naamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. 2. Persekutuan Komanditer (CV)  Merupakan suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu CV Murni, CV Campuran dan CV Bersaham. 3. Joint Ventura  Joint Ventura atau Perusahaan Patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama.
  • 14. 4. Firma (Fa)  Dasar hukum yang mengatur berdirinya Firma dapat dijumpai pada Pasal 16 Undang-Undang Hukum Dagang, yang antara lain menyatakan bahwa Firma adalah persekutuan untuk menjalankan perusahaan di bawah nama bersama 5. Koperasi  Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1). Jenis-jenis koperasi antara lain: a. Koperasi simpan pinjam b. Koperasi konsumen c. Koperasi produsen d. Koperasi pemasaran e. Koperasi jasa
  • 15. 6. Trust  Trust merupakan penggabungan (bukan bentuk kerjasama) dari beberapa perusahaan menjadi satu. Masing-masing perusahaan meleburkan diri atau berfusi sehingga terbentuk satu perusahaan yang besar dan kuat. 7. Kartel  Kartel merupakan persekutuan dari beberapa perusahaan sejenis dengan suatu perjanjian tertentu. Masing-masing perusahaan terikat dengan perjanjian yang telah dibuat bersama, tetapi di luar perjanjian itu mereka bebas. Masing-masing perusahaan tetap merupakan perusahaan yang berdiri sendiri dan masing-masing mempunyai kedudukan yang sama. Kartel dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: a. Kartel Rayon. b. Kartel Kondisi. c. Kartel Harga. d. Kartel Produksi. e. Kartel Laba.
  • 16. 8. Holding  Sebuah perusahaan yang memiliki perusahaan lain yang beredar luas . Hal ini biasanya mengacu pada sebuah perusahaan yang tidak menghasilkan barang atau jasa itu sendiri, melainkan, tujuannya adalah untuk memiliki saham dari perusahaan lain. 9. Company  Sebuah perusahaan yang merupakan bentuk bisnis ini merupakan asosiasi/ kumpulan asosiasi/ kumpulan orang-orang nyata individu/ perusahaan lain yang menyediakan beberapa modal kelompok ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.
  • 17. B. ORGANISASI SOSIAL Pengertian Organisasi Sosial :  Merupakan perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
  • 18. C. ORGANISASI REGIONAL DAN ORGANISASI INTERNATIONAL Pengertian Organisasi Regional :  Merupakan organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Contohnya :  European Union (EU)
  • 19. A. TIPE ATAU BENTUK ORGANISASI 1. Piramida Mendatar (Flat) ciri-cirinya : a. Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit. b. jumlah pekerja(bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak c. Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil,di negara kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran. 2. Piramida Terbalik  Merupakan kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi / lembaga-lembaga penelitian, lembagalembaga pendidikan.
  • 20. 3. Type Kerucut ciri-cirinya : a. Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak. b. Rentang kendali sempit. c. Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat/pimpinan yang bawah/rendah. d. Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh. e. Jumlah informasi jabatan cukup besar.
  • 21. B. STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI Pengertian struktur organisasi :  suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang.
  • 22. A. PENGERTIAN KONFLIK  Merupakan adalah suatu proses antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya menjadi tidak berdaya.  Konflik itu sendiri merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat maupun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggota atau antar kelompok masyarakat lainnya, konflik itu akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
  • 23. Pengertian Konflik Menurut Para Ahli : 1. Menurut Robbins  Konflik dimaknai sebagai suatu proses yang mulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif, atau akan segera mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang diperhatikan oleh pihak pertama. Suatu ketidakcocokan belum bisa dikatakan sebagai suatu konflik bilamana salah satu pihak tidak memahami adanya ketidakcocokan tersebut. 2. Menurut Fisher  Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik bisa terjadi karena hubungan antara dua pihak atau lebih (individu atau kelompok) yang memiliki atau merasa memiliki tujuan-tujuan yang tidak sejalan.
  • 24. 3. Menurut White & Bednar  Konflik sosial adalah suatu interaksi antara orang-orang atau kelompok yang saling bergantung merasakan adanya tujuan yang saling bertentangan dan saling mengganggu satu sama lain dalam mencapai tujuan itu. 4. Menurut Cassel Concise dalam Lacey  mengemukakan bahwa konflik sebagai “a fight, a collision; a struggle, a contest; opposition of interest, opinion or purposes; mental strife, agony”. Pengertian tersebut memberikan penjelasan bahwa konflik adalah suatu pertarungan, suatu benturan; suatu pergulatan; pertentangan kepentingan, opiniopini atau tujuan-tujuan; pergulatan mental, penderitaan batin. 5. Menurut Wexley & Yukl  Konflik juga merupakan perselisihan atau perjuangan di antara dua pihak (two parties)yang ditandai dengan menunjukkan permusuhan secara terbuka dan atau mengganggu dengan sengaja pencapaian tujuan pihak yang menjadi lawannya.
  • 25. 6. Menurut Clinton  Konflik adalah relasi-relasi psikologis yang antagonis, berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tak bisa dipertemukan, sikap-sikap emosional yang bermusuhan, dan struktur-struktur nilai yang berbeda. Konflik juga merupakan suatu interaksi yang antagonis mencakup tingkah laku lahiriah yang tampak jelas mulai dari bentuk perlawanan halus, terkontrol, tersembunyi, tak langsung, sampai pada bentuk perlawanan terbuka.
  • 26. B. JENIS DAN SUMBER KONFLIK Jenis-jenis konflik : 1. Konflik dalam diri individu → Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. 2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama → Karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. 3. Konflik antar individu dan kelompok → Seringkali berhubungan dengan cara individumenghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.
  • 27. 4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama → Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja. 5. Konflik antar organisasi → Konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.
  • 28. Sumber-sumber konflik : 1. Komunikasi  Pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta gaya individu manajer yang tidak konsisten. 2. Struktur  Pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan- kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok- kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka. 3. Pribadi  ketidaksesuaian tujuan atau nilai- nilai social pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan perbedaan dalam nilai- nilai atau persepsi.
  • 29. 4. Kelangkaan sumber daya dan dana yang langka  Hal ini karena suatu individu atau organisasi yang memiliki sumber daya dan dana yang terbatas. 5. Saling ketergantungan pekerjaan
  • 30. C. STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK 1. Menghindar  Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. 2. Mengakomodasi  Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. 3. Kompetisi  Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilainilai anda.
  • 31. 4. Kompromi atau negosiasi  Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak. 5. Memecahkan masalah atau kolaborasi  Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.
  • 32. Proses Pengambilan Keputusan dalam Organisasi Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternative. Langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan: 1. Menurut Herbert A. Simon terdiri dari 3, yaitu : a. Kegiatan Intelijen Menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan. b. Kegiatan Desain Tahap ini menyangkut pembuatan pengembangan dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan. c. Kegiatan Pemilihan Pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternative yang tersedia.
  • 33. 2. Menurut Scott dan Mitchell Pengambilan keputusan meliputi : • Proses pencarian/penemuan tujuan. • Formulasi tujuan. • Pemilihan Alternatif. • Mengevaluasi hasil-hasil. 3. Menurut Elbing Pengambilan keputusan terdiri dari 5, yaitu : • Identifikasi dan Diagnosa masalah. • Pengumpulan dan Analisis data yang relevan. • Pengembangan dan Evaluasi alternative alternative. • Pemilihan Alternatif terbaik. • Implementasi keputusan dan Evaluasi terhadap hasilhasil.
  • 34. A. PENGERTIAN KOMUNIKASI DALAM BERORGANISASI 1. Raymond Ross  Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator. 2. Gerald R. Miller  Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka. 3. Everett M. Rogers  Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
  • 35. 4. Carl I. Hovland  Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.
  • 36. B. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI 1. 2. 3. 4. Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut : Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Jelas tugas kedudukannya masing-masing. Ada tujuan tertentu.
  • 37. Hambatan-Hambatan Komunikasi : 1. 2. 3. 4. 5. Hambatan Semantik. Hambatan Mekanik. Hambatan Antropologis. Hambatan Psikologis. Hambatan manusiawi. Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi 1. Dari segi sifatnya : a. Komunikasi Lisan b. Komunukasi Tertulis c. Komunikasi Verbal d. Komunikasi Non Verbal
  • 38. 2. Dari segi arahnya : a. Komunikasi Ke atas b. Komunikasi Ke bawah c. Komunikasi Diagonal Keatas d. Komunikasi Diagonal Kebawah e. Komunikasi Horizontal f. Komunikasi Satu Arah g. Komunikasi Dua Arah 3. Menurut Lawannya : a. Komunikasi Satu Lawan Satu b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok) c. Kelompok Lawan Kelompok 4. Menurut Keresmiannya : a. Komunikasi Formal b. Komunikasi Informal
  • 39. BAB. 12 PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI
  • 40. A. FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ORGANISASI • Faktor Internal Adalah segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana factor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber. • Faktor Eksternal Adalah segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Beberapa factor tersebut antara lain : Politik, Hukum , Kebudayaan, Teknologi, Sumber alam, Demografi dan sebagainya.
  • 41. B. PROSES PERUBAHAN • Proses terjadinya suatu perubahan di dalam organisasi meliputi enam tahap, hal ini diungkapkan oleh L.C. Megginson, Donald C.M. dan Paul H.P.,Jr. seperti dikutip oleh T.Hani Handoko. Adapun tahaptahap tersebuat adalah sebagai berikut: 1) Tekanan dan Desakan. 2) Intervensi dan Reorientasi. 3) Diagnosa dan Pengenalan Masalah. 4) Penemuan dan Komitmen penyelesaian 5) Percobaan dan Pencarian Hasil. 6) Penguatan dan Penerimaan.
  • 42. C. METODE PENGEMBANGAN ORGANISASI 1. Metode Pengembangan Perilaku  Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam. 2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap  Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi.
  • 43. A. PENGERTIAN Kepemimpinan :  Proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
  • 44. B TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN Terdiri dari 6, yaitu : 1) Tipe pemimpin Otokratis. 2) Tipe Militeristis. 3) Tipe Paternalistis. 4) Tipe Kharismatis. 5) Tipe Laissez Faire. 6) Tipe Demokratis.
  • 45. C. TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN 1. Teori Genetic  Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made“. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat 2. Teori Sosial  Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu : “Leaders are made and not born“. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu. 3. Teori Ekologis  Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalamanpengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.
  • 46. THE END

×