Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,076
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
115
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB 9 COST OF CAPITAL
  • 2.
    • Sumber modal.
    • Komponen kos.
    • Kos modal rata2 tertimbang.
    • Penyesuaian untuk flotation cost.
    • Penyesuaian untuk risiko.
    Kos Modal
  • 3. Sumber Modal Jangka Panjang Modal jangka panjang Saham biasa Saham preferen Hutang jangka panjang Penerbitan saham biasa baru Saldo laba
  • 4. Kos Modal Rata2 Tertimbang
    • WACC = w d k d (1-T) + w p k p + w s k s
    • WACC : kos modal rata2 tertimbang ( weighted average cost of capital ).
    • k d : kos hutang ( cost of debt )
    • k p : kos saham preferen ( cost of preferred stock )
    • k s : kos saham biasa ( cost of common stock )
  • 5. Kos Modal Rata2 Tertimbang
    • WACC = w d k d (1-T) + w p k p + w s k s
    • w : mengacu ke bobot struktur modal perusahaan
    • k : mengacu ke kos ( cost ) untuk tiap2 komponen
  • 6. Kos Modal Setelah Pajak
    • Pemegang saham fokus pada cash flow setelah pajak.
    • Oleh karena itu, prsh harus fokus pada A-T capital costs (mis. untuk WACC).
    • (A-T: after tax )
    • Hanya k d memerlukan penyesuaian, karena biaya bunga adalah tax deductible .
  • 7. Kos Historis ( Embedded ) atau Kos Baru ( Marginal )?
    • Cost of capital digunakan terutama untuk pembuatan keputusan yang berkaitan dengan penambahan modal baru.
    • Jadi, fokusnya pada marginal costs sekarang (untuk WACC).
  • 8. Penentuan Bobot
    • WACC = w d k d (1-T) + w p k p + w c k s
    • Digunakan bobot berdasarkan angka akuntansi atau nilai pasar ( book value vs. market value )?
    • Digunakan angka aktual atau struktur modal target?
  • 9. Komponen Kos Hutang
    • WACC = w d k d (1-T) + w p k p + w c k s
    • k d adalah marginal cost dari modal hutang ( debt capital ).
    • The yield to maturity on outstanding L-T debt sering digunakan untuk ukuran k d . (L-T: long term )
    • Mengapa tax-adjust , misalnya k d (1-T)? (T: tax )
  • 10.
    • Obligasi $1,000 jangka waktu 15 tahun dengan tingkat bunga 12% semi anual.
    • Harga jual obligasi $ 1,153.72.
    • Berapa k d ( cost of debt )?
    • Karena semi anual kupon, maka:
    • k d = 5.0% x 2 = 10%.
    Komponen Kos Hutang Contoh INPUTS OUTPUT N I/YR PMT PV FV 30 5 60 1000 -1153.72
  • 11.
    • Bunga adalah tax deductible , jadi:
    • A-T k d = B-T k d (1-T)
    • = 10% (1 - 0.40) = 6%
    • (A-T: after tax)
    • (B-T: before tax)
    • Digunakan tingkat bunga nominal.
    • Flotation costs diasumsikan kecil, jadi diabaikan.
    Komponen Kos Hutang
  • 12. Komponen Kos Saham Preferen
    • WACC = w d k d (1-T) + w p k p + w c k s
    • k p adalah marginal cost untuk saham preferen.
    • Rate of return yang diminta investor atas saham preferen.
  • 13. Saham Preferen
    • Cost saham preferen dapat dihitung dengan rumus sbb:
      • k p = D p / P p
      • = $10 / $111.10
      • = 9%
  • 14.
    • Dividen saham preferen adalah bukan tax-deductible .
    • Sehingga nominal k p tidak perlu tax adjustments .
    • Flotation costs juga bisa diabaikan.
    Komponen Kos Saham Preferen
  • 15. Saham Preferen vs Hutang
    • Apakah saham preferen lebih atau kurang ber-risiko (bagi investor) daripada hutang?
    • Lebih ber-risiko, karena perusahaan tidak diharuskan membayar dividen saham preferen.
    • Dalam banyak kasus, Prsh tetap berusaha membayar dividen saham preferen.
  • 16. Yield Saham Preferen vs Hutang
    • Banyak prsh yang memiliki saham preferennya sendiri, karena dividen saham preferen tsb adalah nontaxable bagi perusahaan.
    • Oleh karena itu, sering B-T yield saham preferen < B-T yield hutang.
    • A-T yield bagi investor & A-T cost bagi perusahaan, pada saham preferen > hutang.
    • Konsisten dengan risiko saham preferen > hutang.
  • 17. Saham Preferen vs Hutang Contoh
    • Misalnya B-T cost hutang & saham preferen adalah 10% & 9% (spt contoh sblmnya).
    • Tarif pajak 40% dan saham preferen yg dimiliki prsh sendiri 70%
    • A-T k p = k p – k p (1 – 0.7)(T)
    • = 9% - 9% (0.3)(0.4) = 7.92%
    • A-T k d = 10% - 10% (0.4) = 6.00%
    • A-T premi risiko pd saham pref = 1.92%
  • 18. Komponen Kos Ekuitas
    • WACC = w d k d (1-T) + w p k p + w c k s
    • k s adalah marginal cost dari ekuitas biasa dengan menggunakan saldo laba.
    • Rate of return ekuitas biasa yang diminta investor atas penggunaan ekuitas baru oleh perusahaan adalah k e .
  • 19. Mengapa terdapat Kos atas Saldo Laba
    • Laba dapat diinvestasikan kembali, atau dibayarkan sebagai dividen.
    • Investor dapat membeli sekuritas baru & mendapatkan return .
    • Apabila laba ditahan mjd saldo laba, maka terdapat opportunity cost bagi investor.
      • Investor dapat membeli saham sejenis dan menerima return k s .
      • Prsh dapat membeli kembali sahamnya ( repurchase ) dan menerima return k s .
      • Shg k s adalah cost dari saldo laba.
  • 20. Tiga Cara Menentukan Cost Ekuitas Biasa
    • CAPM ( capital assets pricing model ):
    • k s = k RF + (k M – k RF ) β .
    • DCF ( dividend cash flow ):
    • k s = D 1 / P 0 + g
    • Own-Bond-Yield-Plus-Risk Premium :
    • k s = k d + RP
  • 21. Menentukan Cost Ekuitas Biasa CAPM
    • Jika k RF = 7%, RP M = 6%, dan beta perusahaan 1.2.
    • Berapa cost ekuitas biasa berdasarkan CAPM?
    • k s = k RF + (k M – k RF ) β
    • = 7.0% + (6.0%)1.2
    • = 14.2%
  • 22. Menentukan Cost Ekuitas Biasa DCF
    • Jika D 0 = $4.19, P 0 = $50, and g = 5%.
    • Berapa cost ekuitas biasa berdasarkan DCF?
    • D 1 = D 0 (1+g)
    • = $4.19 (1 + .05)
    • = $4.3995
    • k s = D 1 / P 0 + g
    • = $4.3995 / $50 + 0.05
    • = 13.8%
  • 23. Berapa Tingkat Pertumbuhan yang Diharapkan
    • Jika prsh mendapatkan laba 15% dari ekuitasnya (ROE = 15%) & menahan 35% dari labanya ( dividend payout = 65%). & diharapkan situasi ini akan berkelanjutan.
    • g = ( 1 – Payout ) (ROE)
    • = (0.35) (15%)
    • = 5.25%
    • Pertumbuhannya (g) sudah mendekati g=5%.
  • 24.
    • Pendekatan DCF juga bisa diterapkan pada pertumbuhan saham yang tidak konstan.
    • Diharapkan pertumbuhan saham mencapai konstan pada titik2 tertentu, biasanya dalam 5-10 tahun.
    • Perhitungan menjadi lebih rumit.
    Menentukan Cost Ekuitas Biasa DCF
  • 25.
    • Jika k d = 10% & RP = 4%.
    • RP ( risk premium ) di sini tidak sama dengan RP M di CAPM.
    • Metode ini menghasilkan perkiraan dari k s , dan dapat digunakan sebagai pembanding metode lainnya.
    • k s = k d + RP
    • = 10.0% + 4.0%
    • = 14.0%
    Menentukan Cost Ekuitas Biasa Own-Bond-Yield-Plus-Risk Premium
  • 26. Menentukan Cost Ekuitas Biasa
    • Metode Perkiraan
    • CAPM 14.2%
    • DCF 13.8%
    • kd + RP 14.0%
    • Rerata 14.0%
  • 27. Cost Saldo Laba vs Cost Penerbitan Saham Baru
    • Cost saldo laba lebih murah daripada cost penerbitan saham baru.
    • Pada saat perusahaan menerbitkan saham biasa baru, prsh harus membayar flotation costs kepada underwriter (penjamin emisi).
    • Penerbitan saham baru dapat memberikan signal yang negatif terhadap pasar modal, yang mana dapat mengakibatkan turunnya harga saham.
  • 28. Flotation Cost Penerbitan Saham Baru
  • 29. Flotation Costs
    • Flotation costs tergantung pada risiko perusahaan dan jenis modal yang akan ditingkatkan.
    • Flotation costs untuk saham biasa adalah paling tinggi. Tetapi, karena penerbitan saham baru jarang dilakukan, maka per-project cost menjadi relatif kecil.
    • Dalam penghitungan WACC, flotation costs sering diabaikan.
  • 30.
    • WACC = w d k d (1-T) + w p k p + w c k s
    • = 0.3(10%)(0.6) + 0.1(9%) + 0.6(14%)
    • = 1.8% + 0.9% + 8.4%
    • = 11.1%
    WACC tanpa Flotation Costs
  • 31.
    • Kondisi pasar.
    • Struktur modal dan kebijakan dividen perusahaan ( dividend policy ).
    • Kebijakan investasi perusahaan. Perusahaan dgn proyek investasi yang lebih ber-risiko biasanya mempunyai WACC yang lebih tinggi.
    Faktor yang Mempengaruhi WACC Perusahaan
  • 32. WACC & Proyek Investasi
    • WACC menggambarkan risiko dari rerata proyek investasi yang dilakukan prsh.
    • Oleh karena itu, WACC hanya menggambarkan “ hurdle rate ” (batas) untuk proyek investasi tertentu terhadap risiko rerata.
    • Proyek investasi yang berbeda mempunyai risiko yang berbeda. WACC dari proyek harus di- adjust untuk menggambarkan risiko proyek.
  • 33. Risiko & Cost of Capital
  • 34. Jenis Risiko Proyek Stand-alone risk Corporate risk Market risk
  • 35.
    • Risiko pasar secara teoritis adalah sesuai dengan sebagian besar situasi.
    • Tetapi, kreditor, pelanggan, supplier , & karyawan lebih dipengaruhi oleh risiko perusahaan.
    • Oleh karena itu, risiko perusahaan juga relevan.
    Jenis Risiko Proyek
  • 36. Masalah pada Cost of Capital
    • Depresiasi
    • Perusahaan pribadi (privat)
    • Pengukuran
    • Penyesuaian untuk costs of capital berkaitan dengan risiko yang berbeda.
    • Bobot struktur modal.
  • 37.
    • Penyesuaian subjektif atas WACC perusahaan.
    • Untuk memperkirakan cost of capital apabila proyek/divisi diperlakukan sebagai perusahaan yang berdiri sendiri.
    • Memerlukan perkiraan ttg beta proyek/divisi.
    Penyesuaian Cost of Capital Berkaitan dgn Risiko
  • 38.
    • Menggunakan perusahaan sejenis ( stand-alone firm ) untuk memperkirakan cost of capital dari proyek/divisi.
    • Perusahaan pembanding mempunyai karakteristik sbb:
      • Struktur modal 40% hutang and 60% ekuitas.
      • k d = 12%
      • k RF = 7%
      • RP M = 6%
      • β DIV = 1.7
      • Tarif pajak = 40%
    Cost of Capital Divisi
  • 39.
    • Return on equity yg diminta oleh divisi:
      • k s = k RF + (k M – k RF ) β
      • = 7% + (6%)1.7 = 17.2%
    • WACC divisi:
      • WACC = w d k d ( 1 – T ) + w c k s
      • = 0.4 (12%)(0.6) + 0.6 (17.2%)
      • =13.2%
    • Proyek sejenis pada divisi ini dapat diterima apabila mempunyai return > 13.2%.
    Cost of Capital Divisi
  • 40.
    • SEKIAN