Pedoman Penulisan Soal Pilihan Ganda

28,887 views
28,577 views

Published on

Sumber dari : Pusat Penilaian Pendidikan-BALITBANG-DEPDIKNAS

Published in: Education
6 Comments
49 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
28,887
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
56
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
6
Likes
49
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pedoman Penulisan Soal Pilihan Ganda

  1. 1. iPILIHAN GANDAPANDUAN PENULISAN SOALPusat Penilaian PendidikanBALITBANG-DEPDIKNAS
  2. 2. i
  3. 3. iKATA PENGANTARPenilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikanuntuk mengetahui perkembangan dan tingkat pencapaian hasilpembelajaran. Penilaian memerlukan data yang baik. Salah satusumber data itu adalah hasil pengukuran. Pengukuran merupakanseperangkat langkah dalam rangka pemberian angka terhadap hasilkegiatan pembelajaran. Kegiatan pengukuran ini biasanya dilakukanmelalui tes: baik tes prestasi belajar maupun tes psikologi. Tes,sebagai alat ukur, perlu dirancang secara khusus sesuai dengantujuan peruntukannya, dan perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunannya.Dalam suatu proses pengukuran sangat diperlukan tes yangbermutu baik, karena baik-buruknya mutu tes akan menentukanmutu data yang dihasilkan. Mutu data ini akan menentukan muturumusan hasil penilaian, dan selanjutnya akan menentukan mutuberbagai keputusan dan kebijakan kependidikan yang ditetapkanberdasarkan hasil penilaian itu.Pusat Penilaian Pendidikan sebagai satu-satunya lembaga yangmemiliki misi mengembangkan dan menyelenggarakan sistempenilaian pendidikan terus berupaya untuk meningkatkankemampuan para penulis soal dalam penyusunan tes yang baik,terutama dalam penulisan butir soal. Salah satu upaya itu adalahmelalui penyusunan panduan penulisan soal pilihan ganda.Semoga panduan ini bermanfaat bagi para penulis soal.Jakarta, Juni 2007Kepala,Burhanuddin TolaNIP 131 099 013
  4. 4. iiDAFTAR ISIKata Pengantar iDaftar Isi iiKetentuan Penulisan Soal iiiBab IPendahuluan 1Bab IITeknik Penyusunan Kisi-kisi 6Bab IIITeknik Penyusunan Soal Pilihan Ganda 11A. Pengertian 11B. Bentuk Tes Tertulis 11C. Bentuk Soal Pilihan Ganda 12D. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda 13E. Kartu Soal 15Bab IVContoh-contoh Soal Pilihan Ganda 17A. Contoh Soal IPA 17B. Contoh Soal Matematika 22C. Contoh Soal Bahasa 23D. Contoh Soal IPS 25
  5. 5. iiiKETENTUAN PENULISAN1. Hak dan Kewenangana. Dalam pengembangan Bank Soal Nasional, Puspendikberwenang:1) menyusun dan mebagikan panduan penulisan soaldilengkapi dengan contoh soal standar kepada parapenulis;2) menyusun dan membagikan spesifikasi naskah soal,kepada para penulis soal;3) menyeleksi dan menentukan butir soal terpilih;4) menyusun dan membagikan ketentuan hargaperbutir soal dan mekanisme pembayaran;5) membayar setiap butir soal sesuai ketentuan yangberlaku;6) melakukan pembinaan penulis soal potensial;7) mengevaluasi setiap penulis soal;8) memberhentikan keanggotaan sebagai penulis soalberdasarkan pertimbangan kompetensi, kualitassoal, keplagiatan, dan ketentuan lainnya.b. Penulis1) penulis adalah individu yang dipilih dan ditetapkanPuspendik sebagai penulis soal;2) mentaati semua ketentuan yang berlaku tentangpenulisan soal;3) menyusun dan mengirimkan naskah soal kePuspendik sesuai waktu dan spesifikasi soal yangtelah ditentukan;4) berhak menerima pembayaran sesuai denganketentuan yang berlaku.2. Penulisan Soala. Naskah soal harus sesuai dengan spesifikasi yangditetapkan Puspendik.b. Naskah soal adalah karya orisinil penulis atau timpenulis, bukan plagiat.c. Tiap paket naskah soal dapat ditulis perseorangan ataukelompok.
  6. 6. ivd. Naskah soal harus sesuai dengan latar belakangpendidikan dan mengajar penulis.e. Naskah soal dilengkapi kunci dan pembahasannya, bagisoal yang memuat gambar grafik dan lain sebagainyaagar dibuat jelas dan dituliskan sumbernya.f. Naskah soal diketik dalam kertas ukuran A4, TimesNew Roman 12, satu setengah spasi, margin atas,bawah, kiri, dan kanan masing-masing 2,5 cm, danmengikuti kaidah penulisan soal standar sepertiterlampir. Naskah soal dapat juga ditulis tangan rapihdan jelas pada kertas folio bergaris (tidak dianjurkan).g. Naskah soal dikemas ke dalam cd/disket, dan dapatdikirim melalui e-mail: puspendik@centrin.net.id danatau surat ke pengelola Bank Soal Puspendik di Jl.Gunung Sahari Raya No. 4 (Eks KompleksSiliwangi/Kompleks Balai Pustaka) Jakarta Pusat 10000.h. Naskah soal yang ditolak akan dikembalikan ke penulismelalui situs www.puspendik.com.i. Kriteria butir soal yang ditolak antara lain: butir soaltidak sesuai dengan indikator, butir soal tidakmengukur kompetensi yang ditetapkan, danpenulisannya tidak sesuai dengan kaidah penulisan soalstandar Puspendik.3. Keanggotaana. Semua individu yang sudah terdaftar di pengelola BankSoal Puspendik dan ditetapkan oleh pengelola menjadianggota penulis soal lepas.b. Keanggotaan penulis berlaku dan mengikat secaraindividu.c. Keanggotaan penulis dievaluasi oleh pengelola secaraperiodik.d. Pengelola dapat mendiskualifikasi keanggotaan penulisberdasarkan:1) kompetensi akademik ( latar belakang studi, dll);2) keorisinilan naskah dan butir soal (plagiat);3) kualitas naskah dan butir soal; dan4) kriteria lain berkaitan kompetensi penulisan soal.
  7. 7. v4. Mekanisme Pembayarana. Pembayaran naskah soal dilakukan melalui rekeningpenulis, wesel atau melalui pengelola bank soal.b. Setiap butir soal yang diterima tanpa revisi mendapatbayaran lebih tinggi daripada butir soal yang diterimadengan revisi, khusus bagi soal yang ditulis tangandikenakan potongan biaya pengetikan per butir soal.Butir soal yang ditolak tidak dibayar.c. Pajak ditanggung penulis.
  8. 8. 1BAB IPENDAHULUANTes prestasi belajar adalah tes yang digunakan untuk mengukurkemampuan seseorang setelah menjalani proses pembelajaran. Tesini penting sekali dilakukan oleh guru, sekolah maupun lembagakependidikan untuk mengetahui seberapa jauh siswa sudahmencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Hasil tes dapatdigunakan oleh guru, sekolah, atau institusi kependidikan lainnyauntuk mengambil keputusan atau umpan balik bagi perbaikanproses belajar mengajar. Jadi secara tidak langsung tes dapatdigunakan untuk mengetahui kemajuan dan perkembanganpendidikan dari waktu ke waktu.Banyak cara yang dilakukan untuk mengukur prestasibelajar siswa. Jika ditinjau dari penyiapan alat tes yang digunakan,maka pengukuran tes prestasi belajar dapat dibagi dua tipe yaitu (1)pengukuran yang menggunakan tes yang dibuat guru dan (2)pengukuran yang menggunakan tes standar. Bentuk tes yang dibuatguru di kelas tentunya berbeda dengan bentuk tes standar. Bentuktes yang dibuat guru bisa sangat bervariasi, misalnya tes tertulis, teslisan, tes kinerja, sikap dan pengukurannya lebih menekankan untukmendapatkan informasi proses pembelajaran siswa dari hari ke hari.Sedangkan bentuk tes standar, soal dan penskorannya harus lebihobjektif dan mudah dilakukan sehingga pada umumnya hanyamenggunakan satu jenis penilaian saja yaitu tes tertulis, khususnyabentuk soal pilihan ganda. Hal ini disebabkan tes standar digunakan
  9. 9. 2untuk keperluan yang lebih luas dan umum, misalnya tes untuk bisamasuk ke jenjang pendidikan berikutnya, tes untuk melihat dayaserap siswa, tes pemantauan mutu siswa, dsb. Selain itu hasil dari tesstandar harus bisa dilihat keterbandingannyaTes standar adalah tes dimana soal-soalnya sudahmengalami proses analisis baik secara kualitatif maupun secarakuantitatif. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuattes standar adalah (1) menentukan tujuan tes; (2) menentukan acuanyang akan dipakai oleh tes (criteria atau norma); (3) membuat kisi-kisi; (4) memilih soal-soal dari kumpulan soal yang sudah adasesuai dengan kisi-kisinya. Apabila soal yang diambil merupakansoal baru, maka soal-soal tersebut harus melalui tahap telaah secarakualitatif, revisi, ujicoba, analisis hasil ujicoba sehingga diperolehsoal yang baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif. Selain itupengadministrasian tes (pelaksanaan tes) juga dibuat standar.Untuk tes prestasi belajar terstandar soal-soal harus mengacu padatujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa, dalam hal inikurikulum atau SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang sudahditetapkan apabila tes tersebut akan digunakan untuk kelulusan,dan proses penskorannya juga harus dilakukan secara standarterutama apabila ada soal berbentuk uraian, sehingga hasil dari testersebut dapat dilihat keterbandingannya.Untuk membuat tes prestasi belajar terstandar yang dapatdigunakan setiap saat, dibutuhkan butir-butir soal cukup banyak.Kebutuhan butir-butir soal yang bagus dan banyak ini bisa diatasiapabila ada bank soal yang menyimpan soal-soal tersebut.Bank soal adalah kumpulan soal-soal dalam jumlah yangbesar, dan mengukur pengetahuan yang sama, disimpan di dalam
  10. 10. 3komputer bersama dengan karakteristik setiap butir soalnya. Banksoal ini perlu dibuat dan harus selalu dikembangkan karena:1. dapat menyiapkan tes yang dibutuhkan secara rutin dan lebihdari satu set;2. memungkinkan diterapkannya tes melalui komputer (computeradaptive test–cat), sehingga setiap saat peserta tes dapatmengikuti tes kapan saja; dan3. kualitas tes dapat dipertanggungjawabkan.Pengembangan bank soal tes prestasi belajar merupakansalah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Puspendik. Kegiatanpengembangan bank soal ini dimulai dengan penulisan kisi-kisi,penulisan soal, telaah, ujicoba, analisis kuantitatif soal dan kalibrasisoal. Soal-soal yang terbukti bermutu baik secara kualitatif dankuantitatif dikumpulkan dan disimpan dalam bank soal. Alurkegiatan bank soal di Puspendik terlihat dalam diagram berikut.
  11. 11. 4Bagan Penulisan Bank Soal PuspendikBerdasarkan bagan tersebut terlihat bahwa pengembangan bank soaldilakukan melalui beberapa tahap.Tahap 1: Analisis secara kualitatifSoal-soal mentah yang dibuat oleh para penulis soal berdasarkankisi-kisi yang disusun Puspendik akan masuk dalam kategori soalmentah. Soal mentah akan ditelaah secara kualitatif sehinggadiperoleh soal baik tanpa revisi dan soal yang perlu direvisi sertasoal yang ditolak. Soal yang perlu direvisi akan langsung direvisisehingga diperoleh soal yang baik dan soal yang ditolak akandikembalikan ke penulis soal.DiterimaBaikKurangBaikRevisiDitolakPenulisSoalSoalMentahUjiCobaAnalisisKuantitatifKalibrasiBankSoal
  12. 12. 5Tahap 2: Analisis secara kuantitatifSoal-soal yang baik secara kualitatif akan dirakit untuk prosesujicoba sehingga diperoleh data-data respon jawaban siswa. Responjawaban siswa ini dianalisis menggunakan komputer sehinggadiperoleh soal-soal yang baik dengan data-data parameter tingkatkesukaran dan daya beda untuk setiap butir soal.Pengembangan bank soal ini harus dilakukan secara terusmenerus sehingga diperoleh soal-soal yang cukup banyak sesuaidengan perubahan yang terjadi baik pada kurikulum maupun padaSKLnya.
  13. 13. 6BAB IITEKNIK PENYUSUNAN KISI-KISIKisi-kisi dapat didefinisikan sebagai matrik informasi yang dapatdijadikan pedoman untuk menulis dan merakit soal menjadi tes.Dengan menggunakan kisi-kisi, penulis soal akan dapatmenghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes dan perakittes akan mudah menyusun perangkat tes. Berbagai paket tes yangmemiliki tingkat kesulitan, kedalaman materi, dan cakupan materisama (paralel) akan mudah dihasilkan hanya dengan satu kisi-kisiyang baik.Kisi-kisi soal yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagaiberikut:• mewakili isi kurikulum yang akan diujikan;• komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami;dan• soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator danbentuk soal yang ditetapkan.Pemilihan materi dalam penyusunan kisi-kisi hendaknyamemperhatikan empat aspek sebagai berikut:• urgensi, secara teoretis materi yang akan diujikan mutlakharus dikuasai siswa;• relevansi, materi yang dipilih sangat diperlukan untukmempelajari atau memahami bidang lain;• kontinuitas, materi yang dipilih merupakan materi lanjutanatau pendalaman materi dari yang sebelumnya pernah
  14. 14. 7KOMPETENSI DASAR MATERI INDIKATOR SOALdipelajari dalam jenjang yang sama maupun antarjenjang;dan• kontekstual, materi memiliki daya terap dan nilai guna yangtinggi dalam kehidupan sehari-hari.Dalam penulisan soal tes prestasi belajar (TPB), seperti ujianharian, ujian semester, dan ujian kenaikan kelas, para pembuat soalperlu mengetahui penjabaran standar kompetensi dan kompetensidasar (SKKD) dalam kurikulum menjadi indikator soal (tidak selalusama dengan indikator pembelajaran). Berdasarkan indikator ini,penulis soal dapat mengetahui kemampuan siswa yang akan diukursehingga paket soal yang disusun merupakan deskripsi kompetensisiswa terhadap materi tertentu dalam kurikulum.Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan proses penjabarankompetensi dasar menjadi indikator.Bagan Penjabaran Kompetensi Dasar: garis langkah-langkah penulisan butir soal............. : garis pengecekan ketepatan rumusan butir soalKeterangan diagramKompetensi Dasar : Kemampuan minimal yang harus dikuasaisiswa setelah mempelajari materi pelajarantertentu. Kompetensi dasar ini diambil dariStandar Isi.
  15. 15. 8Materi : Bahan ajar yang harus dikuasai siswaberdasarkan kompetensi dasar yang akandiukur. Penentuan materi (bahan ajar) yangakan diambil disesuaikan dengan indikatoryang akan disusun.Indikator : Berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukursebagai petunjuk untuk membuat soal.Soal : Disusun berdasarkan indikator yang dibuat.Diagram di atas menunjukkan bahwa seorang penulis soaldalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator perlumelalui langkah-langkah berikut:• memilih kompetensi dasar yang akan diukur;• menentukan materi (bahan ajar);• membuat indikator yang mengacu pada kompetensi dasardengan memperhatikan konteks/materi yang dipilih; dan• menulis soal berdasarkan indikator yang dibuat.Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kesesuaianantara indikator yang disusun dan kompetensi dasar, disarankanuntuk melihat kompetensi dasar dan materi yang ada dalam kisi-kisi.Indikator yang baik harus memiliki kriteria:• memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur.• memuat kata kerja operasional yang dapat diukur.• berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih.• dapat dibuatkan soalnya.
  16. 16. 9Dalam penyusunan indikator, komponen -komponen yangperlu diperhatikan adalah subjek, perilaku yang akan diukur, dankondisi/konteksnya.Sekarang mari kita lihat contoh format kisi-kisi penulisan soalberikut.Kisi-Kisi Penulisan Soal Ujian Akhir SekolahSatuan Pendidikan : SMAN 1 NyawangMata Pelajaran : KimiaProgram Studi : IPAKurikulum : Tingkat Satuan PendidikanAlokasi Waktu : 120 MenitJumlah Soal : 30 Pilihan Ganda (PG), 5 UraianKompetensiDasarMateri Kls/SemIndikator BentukSoalNo.SoalFormat kisi-kisi penulisan soal memuat identitas kisi-kisidan matrik spesifikasi rumusan butir soal. Identitas kisi-kisi minimalmemuat nama satuan pendidikan, mata pelajaran, program studi(jika ada), kurikulum, alokasi waktu, dan jumlah dan bentuk soal,sedangkan matrik spesifikasi setidaknya mencakup kompetensidasar (KD), materi, kelas dan semester, indikator, bentuk soal, dannomor soal.
  17. 17. 10Dalam KTSP, SK dan KD telah disediakan sehingga kitahanya memilihnya bukan menyusunnya, sedangkan untuk materidan indikator, penulis soal harus menyusunnya, misalnya denganmenjadikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan sylabussebagai salah satau referensi. Ingat, indikator yang terdapat dalamsylabus atau RPP tidak selalu otomatis bisa menjadi indikator butirsoal. Indikator yang dikembangkan dalam RPP dan sylabus adalahindikator ketercapaian tujuan pembelajaran sedangkan indikatordalam kisi-kisi penulisan butir soal merupakan indikator untukpenyusunan butir soal.Sebagaimana sudah Anda ketahui, satu SK dapat memuatatau bisa dikembangkan menjadi beberapa KD (minimal satu KD),kemudian berdasarkan key word dalam KD, kita bisa menentukanmateri. Sedangkan indikator butir soal disusun berdasarkan KD,satu KD bisa dikembangkan menjadi beberapa indikator (minimalsatu indikator). Selain itu bentuk soal (penilaian) juga sangatditentukan oleh KD dan indikator, sehingga KD tertentu hanya bisadiukur atau lebih tepat diukur dengan menggunakan bentuk soaltertentu.
  18. 18. 11BAB IIITEKNIK PENYUSUNANSOAL PILIHAN GANDAA. PengertianPengukuran secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis (paper andpencil test). Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yangdiberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Dalam menjawabsoal, siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk jawaban,tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain seperti memberitanda, mewarnai, menggambar dan sejenisnya. Tes tertulismerupakan teknik pengukuran yang banyak digunakan dalammenilai pencapaian kompetensi mata pelajaran sebagai hasil belajar.B. Bentuk Tes TertulisSoal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu soaldengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soalpilihan ganda, benar-salah) dan soal dengan memberikan jawabansecara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat dan uraian).Dilihat dari bentuk soalnya, tes tertulis dapat dikelompokkanmenjadi tes tertulis objektif seperti pilihan ganda dan isian, dan testertulis non-objketif seperti bentuk soal uraian non-objketif.
  19. 19. 12C. Bentuk Soal Pilihan GandaSoal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapatdipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan.Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihanjawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harusmerupakan jawaban benar atau paling benar sedangkan pengecohmerupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harusberfungsi, artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidakmenguasai materinya.Soal pilihan ganda dapat diskor dengan mudah, cepat, danmemiliki objektivitas yang tinggi, mengukur berbagai tingkatankognitif, serta dapat mencakup ruang lingkup materi yang luasdalam suatu tes. Bentuk ini sangat tepat digunakan untuk ujianberskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujiannasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri.Hanya saja, untuk meyusun soal pilihan ganda yang bermutu perluwaktu lama dan biaya cukup besar, disamping itu, penulis soal akankesulitan membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi, terdapatpeluang untuk menebak kunci jawaban, dan peserta mudahmencotek kunci jawaban. Secara umum, setiap soal pilihan gandaterdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihanjawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor).Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harusmemperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segimateri, konstruksi, maupun bahasa. Selain itu soal yang dibuathendaknya menuntut penalaran yang tinggi.
  20. 20. 13Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara :• mengidentifikasi materi yang dapat mengukur perilakupemahaman, penerapan, analisis, sintesis, atau evaluasi.Perilaku ingatan juga diperlukan namun kedudukannyaadalah sebagai langkah awal sebelum siswa dapat mengukurperilaku yang disebutkan di atas;• membiasakan menulis soal yang mengukur kemampuanberfikir kritis dan mengukur keterampilan pemecahanmasalah; dan• menyajikan dasar pertanyaan (stimulus) pada setiappertanyaan, misalnya dalam bentuk ilustrasi/bahan bacaanseperti kasus, contoh, tabel dan sebagainya.D. Kaidah Penulisan Soal Pilihan GandaDalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut:q Materi1. Soal harus sesuai dengan indikator.2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau darisegi materi.3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benaratau yang paling benar.q Konstruksi4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.5. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harusmerupakan pernyataan yang diperlukan saja.6. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban
  21. 21. 14benar.7. Pokok soal jangan mengandung pernyataanyang bersifat negatif ganda.8. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.9. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semuapilihan jawaban di atas salah", atau "Semua pilihanjawaban di atas benar".10. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harusdisusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angkatersebut, atau kronologisnya.11. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yangterdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.12. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soalsebelumnya.q Bahasa13. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuaidengan kaidah bahasa Indonesia.14. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jikasoal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.15. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.16. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yangbukan merupakan satu kesatuan pengertian.Catatan• Jumlah pilihan jawaban untuk soal SD dan SMP adalahempat pilihan• Jumlah pilihan jawaban untuk SMA dan sederajat yaitu limapilihan
  22. 22. 15E. Kartu Soal(Tampak Depan)DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGANPUSAT PENILAIAN PENDIDIKANKARTU SOALJenis Sekolah :Bahan Kelas/Semester :Mata Pelajaran :Kurikulum :Penyusun :Unit Kerja :Buku Sumber Proses Kognitif Tingkat KesukaranFakta Sangat MudahPenerapan MudahInterpretasi SedangPemecahan MasalahPenalaran & Komunikasi(1)SukarStandarKompetensiKompetensi Dasar Materi IndikatorPilihanJawabanTingkat Kesukaran Daya Beda Guessing ValueABCDE
  23. 23. 16(Tampak Belakang)Catatan:(1). Khusus matematika, proses kognitifnya adalah penerapan konsep, pemecahan masalah,dan penalaran dan komunikasi(2).No. Rumusan Butir Soal KunciPembahasanDiisi PuspendikDiisi Penulis
  24. 24. 17BAB IVCONTOH-CONTOHSOAL PILIHAN GANDAA. Contoh Soal IPAContoh soal FisikaFatima memegang lampu senter dekat tongkat. Tongkat akanmembentuk bayangan seperti pada gambar. Fatima kemudianmenggerakkan lampunya. Setelah lampu digerakkan posisibayangan tongkat tidak berubah, tetapi menjadi lebih panjang.
  25. 25. 18Diagram namakah yang menunjukkan perpindahan gerakan lampuyang dipegang Fatima?(ETC, 1998)
  26. 26. 19Contoh soal BiologiPercobaan berikut menggambarkan kondisi yang dibutuhkantanaman agar terjadi pembungaan.Hasil percobaan tersebut adalah sebagai berikut.Apa yang dapat disimpulkan dari percobaan di atas?A. Tumbuhan akan berbunga di tempat yang seluruhnya gelap.B. Batang tanaman harus terkena cahaya matahari agar tumbuhanberbunga.C. Semua tumbuhan harus terkena cahaya matahari agar dapatberbunga.D. Daun tumbuhan harus terkena cahaya matahari agar tumbuhandapat berbunga.(ETC, 1998)
  27. 27. 20Contoh soal Kimia1. Beberapa senyawa kimia memiliki atom-atom dalam bentuktertentu seperti tampak di bawah ini.Bagaimana bentuk dari cyclohexane?(ETC, 1998)
  28. 28. 212. Zat A, B, dan C dilarutkan ke dalam tiga gelas kimia berisi air,pH larutan yang terjadi diilustrasikan dalam grafik berikutini.Unsur P, Q, dan R diperkirakan?P Q RA. Si P SB. Na Al PC. Co Ni CuD. Li Na KE. Fe Co ZnpH7RQUnsurP
  29. 29. 22B. Contoh Soal MatematikaGrafik berikut menggambarkan konsumsi bensin di Provinsi Adalam tujuh tahun terakhir.Kosumsi Bensin Provinsi A1012151924303705101520253035401 2 3 4 5 6 7TahunJutaLiterJika kecenderungan konsumsi tersebut berlanjut, berapa juta literperkiraan konsumsi bensin pada tahun ke-8?A. 40B. 43C. 44D. 45E. 47
  30. 30. 23C. Contoh Soal BahasaContoh soal Bahasa InggrisDear friends,You’re invited to join my birthday party on :Day/date : Friday, September 15, 2006Time : 7 p.m. - 10 p.m.Place : Jl Cipinang Lontar rt 14/06 no.61Jakarta Timur 13420I’m looking forward to seeing youYoursYaniThe purpose of the letter is to invite Yani’s friendsA. to come to her birthday partyB. to have a group discussionC. to join the garden partyD. to join in the costume party
  31. 31. 24Contoh soal Bahasa IndonesiaBacalah teks berikut dengan saksama!Standarisasi Mutu Lewat Ujian NasionalPenjelasan Wakil Presiden dan Menteri Pendidikan Nasional soalujian nasional melegakan kita. Pro dan kontra wacana jadi dan tidaknyapenyelenggaraan ujian nasional sudah ada kepastian. Tahun inidiselenggarakan ujian nasional sekolah lanjutan tingkat pertama dansekolah lanjutan tingkat atas.Menurut Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, padabulan Mei diselenggarakan ujian nasional sekolah lanjutan tingkat pertama(SLTP) dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Komisi X DewanPerwakilan Rakyat menyatakan bahwa ujian nasional tidak menentukankelulusan. Ujian nasional diselenggarakan dalam rangka mengukurpencapaian standar nasional.Pendapat pro dan kontra soal ujian nasional selalu muncul padasetiap menjelang akhir tahun ajaran. Namanya berubah-ubah. Tahun lalubernama ujian akhir nasional, sebelumnya evaluasi belajar tahap akhir atauebtanas, tahun ini ujian nasional.Fakta dalam tajuk tersebut terdapat padaA. kalimat pertama paragraf I dan kalimat keduaparagraf IIB. kalimat ketiga paragraf I dan kalimat kesatu paragraf IIIC. kalimat ketiga paragraf I dan kalimat ketiga paragraf IIID. kalimat ketiga paragraf II dan kalimat ketiga paragraf III
  32. 32. 25D. Contoh Soal IPSContoh soal GeografiPerhatikan gambar bentuk muka bumi berikut.Bentukan B pada gambar di atas terjadi akibat proses geologi yangdisebutA. patahan yang membentuk horstB. patahan yang membentuk grabenC. lipatan yang membentuk horstD. tumbukan lempengan yang membentuk patahan
  33. 33. 26Contoh soal SejarahAgresi milier II yang dilakukan Belanda pada tahun 1948 memaksapemerintah Indonesia memberikan mandat kepada Mr. Maramis, drSudarmo, dan N. Pallar untuk membentuk pemerintah pelarian diNew Delhi India, selain membentuk pemerintah darurat RI diBukittinggi Sumatera Barat.Mengapa tindakan tersebut dilakukan pemerintah Indonesia ?A. India merupakan negara pertama yang mendukung perjuanganIndonesia.B. Pemerintah Darurat RI di Bukittinggi sudah terkepung pasukanBelanda.C. Memenuhi tawaran Perdana Menteri India J Nehru yangbersimpati.D. Sebagian menteri kabinet ketika itu berada di negara tersebut..E. Ibukota RI di Jakarta sudah berada di bawah kekuasaanBelanda.
  34. 34. 27
  35. 35. 28

×