Materi 2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Materi 2

on

  • 1,570 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,570
Views on SlideShare
1,570
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
32
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Materi 2 Materi 2 Document Transcript

  • Materi 2 JENIS – JENIS PENELITIAN Dari berbagai literatur yang ada, jenis penelitian sangat banyak sekali. Menurut Sugiyono (2002:2) jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi dan jenis data. Berikut ini pembagian jenis penelitian menurut Sugiyono (2002 : 2-10): Tabel 1 Tujuan 1. Murni 2. Terapan Pendekatan Tingkat Eksplanasi Jenis Data 1. Survey 1. Deskrip-tif 1. Kuantitatif 2. Ex Post Facto 2. Komparatif 2. Kualitatif 3. Eksperimen 3. Assosiatif 3. Gabungan 4. Naturalistik keduanya 5. Policy Research 6. Action Research 7. Evaluasi 8. Sejarah Sedangkan Nazir (1999:54) membagi penelitian menjadi 5 kelompok yaitu : Tabel 2 Sejarah 1. Deskripsi Eksperimental 1. Sejarah komparatif 2. Yuridis legal 3. Biografis 4. Bibliografis Grounded Theory Penelitian Tindakan 1. Survey 1. Absolut Grounded Theory Action Research 2. Deskriptif 2. Komparatif berkesinambungan 3. True experimental 3. Studi kasus 4. Quasi 4. analisis pekerjaan experimental 5. Studi komparatif 6. Studi waktu Sedangkan Lexy Moleong (2000) salah seorang diantara tokoh peneliti kualitatif membagi penelitian menjadi 4 macam yaitu : 1. Pendekatan fenomenologis 2. Interaksi Simbolik 3. Kebudayaan
  • 4. Etnometodologi Menurut Slamet (2003:3) jenis penelitian dapat dibagi menjadi Tabel 3 Jenis penggolongan Macam penelitian 1. Penelitian eksplorasi Menurut tujuan 2. penelitian pengembangan 3. penelitian verifikasi 1. Penelitian cross sectional 2. Penelitian longitudinal /time series 3. Penelitian studi kasus Menurut pendekatan 4. Penelitian Grounded 5. Penelitian survey 6. Penelitian assessment 7. Penelitian evaluasi 8. Penelitian aksi 1. Penelitian perpustakaan Menurut tempat 2. Penelitian laboratorium 3. Penelitian kancah Menurut pemakaian 1. Penelitian murni 2. Penelitian terapan 1. Penelitian pendidikan Menurut bidang ilmu 2. Penelitian ekonomi 3. Penelitian hukum 4. dll Menurut taraf penelitian 1. Penelitian deskriptif 2. penelitian eksplanasi 1. Penelitian histories Menurut saat terjadi variabel 2. Penelitian ekspos facto 3. Penelitian eksperimen Jenis penelitian menurut Newman, LW (1997) diklasifikan berdasarkan 4 dimensi, yaitu 1). Berdasarkan tujuan penelitian, 2). Berdasarkan manfaat penelitian, 3). Berdasarkan dimensi dan
  • 4). Berdasarkan teknik pengumpulan data, Berikut ini pembagian jenis penelitian selengkapnya : Tabel 4 No Dimensi Penelitian Jenis penelitian 1. Penelitian Eksploratori 1 Tujuan penelitian 2. Penelitian Deskriptif 3. Penelitian Eksplanatory 1. Penelitian dasar/ murni 2. Penelitian terapan 2 Manfaat penelitian a. Penelitian Action research b. Penelitian Evaluatif - Penelitian Formatif - Penelitian Sumatif 1. Penelitian cross sectional 2. Penelitian longitudinal /time series 3 Waktu penelitian a. Panel study b. Time series c. Cohort studi 3. Penelitian studi kasus Data Kuantitatif 1. Penelitian Eksperimen 2. Penelitian survey 4 Teknik pengumpulan data 3. Penelitian Content analisis (analisis isi) 4. Penelitian existing statistic Data Kualitatif 1. Penelitian lapangan 2. Penelitian sejarah PENJELASAN 1. Penelitian Eksploratory Penelitian yang bertujuan untuk mengeksplorasi topik baru, menggambarkan fenomena sosial dan menjelaskan bagaimana terjadinya suatu fenomena sosial. Tujuan penelitian eksplorasi adalah : menjadikan sebuah topik yang baru dikenal oleh masyarakat luas
  • mengembangkan gambaran dasar mengenai topik yang sedang dibahas menggeneralisasi beberapa gagasan dan mengembangkan teori yang bersifat tentatif membuka kemungkinan diadakanya penelitian lanjutan mengenai topik yang sedang di bahas memformulasikan pertanyaan dan menjelaskan kembali sebuah topik sehingga menjadi lebih sistematik untuk dimengerti mengembangkan teknik dan arah untuk penelitian selanjutnya 2. Penelitian Deskriptif Tujuan penelitian deskriptif adalah menyajikan gambaran yang lengkap mengenai setting sosial dan hubungan-hubungan yang terdapat dalam penelitian. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah : Menghasilkan gambaran yang akurat tentang sebuah kelompok Menggambarkan mekanisme sebuah proses atau hubungan Memberikan gambaran, baik yang berbetnuk verbal maupun numerikal Menyajikan informasi dasar Menciptakan seperangkat kategori atau pengklasifikasian Menjelaskan tahapan-tahapan atau seperangkat tatanan. Menyimpan informasi yang tadinya bersifat kontradiktif mengenai subyek penelitian. 3. Penelitian Eksplanatory Penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sebuah fenomena sosial terjadi. Tujuan dari penelitian ekplanasi yaitu : Menjelaskan secara akurat sebuah teori Mencari penjelasan yang lebih baik mengenai sebuah topik Mengembangkan pengetahuan yang lebih jauh mengenai sebuah proses Menghubungkan topik-topik yang berbeda namun memiliki kesamaan dalam pernyataan Membangun dan memodifikasi sebuah teori sehingga menjadi lebih lengkap Mempertahankan sebuah teori dalam topik baru Menghasilkan bukti untuk mendukung sebuah penjelasan atau prediksi. 4. Penelitian murni Penelitian murni menjelaskan pengetahuan yang amat mendasar mengenai dunia sosial. Penelitian ini mendukung teori yang menjelaskan bagaimana sosial, apa yang menyebabkan sebuah peristiwa terjadi.
  • 5. Penelitian terapan Penelitian yang bersifat pragmatis serta berorientasi pada perubahan serta mencoba untuk menyelesaikan masalah tertentu secara spesifik. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi-rekomendasi bagi masalah-masalah tertentu, dan bukan semata-mata untuk mengembangkan teori Perbedaan antara penelitian murni dan penetilitan terapan Tabel 5 1. 2. 3. 4. 5. 6. Penelitian Murni Penelitian diadakan untuk kepuasan peneliti. Peneliti secara bebas memilih permasalahan dan subyek penelitian Penelitian diadakan berdasarkan norma absolut penelitian yang dibuat oleh peneliti Fokus penelitian pada logika dan rancangan penelitian yang dibuat oleh peneliti tujuan utamanya adalah untuk menyumbangkan pengetahuan teoritis dasar keberhasilan dinilai ketika hasil penelitian dimuat dalam jurnal dan memiliki pengaruh pada komunitas ilmuan lain Penelitian Terapan 1. Penelitian adalah pekerjaan yang diatur oleh sponsor yang kedudukannya ada di luar disiplin ilmu. 2. Penelitian diadakan berdasarkan tuntutan pemberi sponsor 3. Sponsor diberikan berdasarkan manfaat yang diperoleh setelah hasil penelitian 4. Fokus penelitian adalah kemampuan untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sehingga dapat digunakan untuk kepentingan pemberi sponsor. 5. tujuan utamanya adalah tujuan pragtis dari hasil penelitian 6. keberhasilan dinilai ketika hasil penelitian dapat digunakan oleh pihak pemberi sponsor dalam membuat keputusan Ada beberapa macam penelitian terapan yaitu : a. Action research Merupakan penelitian terapan yang berfokus pada tindakan sosial seperti masalah gender b. Evaluatif Penelitian terapan yang mengukur keberhasilan suatu program, penelitian evaluatif ini meliputi :  Formatif, Penelitian yang dilakukan selama program berjalan  Sumatif, Penelitian yang dilakukan ketika program sudah selesai 6. Penelitian cross sectional Penelitian yang mengambil satu bagian dari gejala (populasi) pada satu waktu tertentu. Penelitian ini biasanya merupakan penelitian yang mudah dan berbiaya murah 7. Penelitian longitudinal
  • Penelitian yang dilakukan melalui pengamatan-pengamatan yang berkaitan dengan satu fenomena sosial. Informasi-infoemasi mengenai masyarakat atau unit penelitian lain dalam durasi waktu tertentu yang dilakukan lebih dari sekali. Penelitian ini lebih kompleks dan memerlukan biaya lebih banyak dibandingkan dengan cross sectional. Penelitian ini terdiri dari : a. Panel studi Peneliti mengamati kelompok orang-orang yang sama dalam kurun waktu yang berbeda b. Time series Peneliti mengumpulkan tipe informasi yang sama mengenai perubahan gejala dari sekelompok orang dalam waktu yang berbeda. c. Cohort studi Peneliti mengamati perubahan gejala pada sejumlah responden dengan karakteristik yang sama – bisa dilihat dari pengalaman hidup yang dimilikinya. 8. Penelitian Case Study Penelitian ini bersifat mendalam dengan penekanan pada kasus-kasus yang spesifik yang terjadi pada satu rentang waktu yang ketat. 9. Penelitian eksperimen Penelitian yang dilakukan dalam lingkungan laboratorium maupun dalam kehidupan yang sebenarnya. Peneliti biasanya menciptakan kondisi yang dimanipulasi bagi salah satu kelompok subyek penelitiannya. 10. Penelitian survey Peneliti mengajukan pertanyaan tertulis, baik yang telah tersusun dalam kuisioner maupun dalam wawancara. 11. Penelitian Content Analisis Teknik pengumpulan data untuk menjelaskan formasi yang terdapat dalam material yang bersifat simbolik seperti gambar, film dan lirik lagu. 12. Penelitian excisting variabel Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan data statistik yang dikumpulkan pada penelitian terdahulu maupun laporan yang diberikan oleh pemerintah. 13. Penelitian lapangan Penelitian yang dilakukan dalam bentuk studi kasus pada kelompok kecil orang dalam durasi waktu tertentu. 14. Penelitian historical comparatif
  • Menjelaskan aspek-aspek kehidupan sosial yang terjadi di masa lalu atau yang terjadi pada kebudayaan yang berbeda.Penelitian historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi dan memverifikasikan, serta mensistematiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat, dihubungkan dengan fakta yang ada pada masa sekarang dan proyeksi masa depan. 15. Penelitian Perkembangan Penelitian perkembangan bertujuan untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi waktu. Contoh studi mengenai pertumbuhan anak secara langsung dengan mengukur pertumbuhan dan perkembangan anak (individu) yang diteliti. 16. Penelitian korelasional Tujuan penelitian korelasional adalah untuk menyelidiki sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. 17. Penelitian Kausal Komparatif Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat yang ada, mencari kembali fakta yang mungkun menjadi penyebab melalui data tertentu. 18. Penelitian Eksperimental Sungguhan Penelitian eksperimental sungguhan bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental, satu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan. 19. Penelitian Eksperimental Semu Penelitian Eksperimental semu bertujuan untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. 20. Penelitian eksplorasi Penelitian yang mencari sebab akibat permasalahan dan masalah tersebut belum pernah terjadi, sehingga peneliti bertindak dalam suasana kegelapan, namun berusaha untuk menemukan permaslahan yang sedang atau akan diteliti. 21. Penelitian pengembangan Bertujuan untuk mengembangkan hasil penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, baik pengembangan ilmu murni maupun untuk terapan
  • 22. Penelitian verifikasi Penelitian yang bermaksud mengulangi penelitian dengan masalah dan obyek yang sama, dengan tujuan mengoreksi penelitian sebelumnya. 23. Penelitian grounded Suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisa perbandingan bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsepkonsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori dimana pengumpulan data dan analisa data berjalan pada waktu yang bersamaan. 24. Penelitian Asessment Penelitian ini dalam kasus-kasus management atau ekonomi digunakan untuk penilaian suatu proyek dimulai sampai akhir proyek, sehingga kredibilitas peneliti sangat diutamakan. 25. Penelitian perpustakaan Penelitian yang dilakukan di ruang perpustakaan dengan berbagai literature atau yang disebut dengan penelitian literatur 26. Penelitian laboratorium Penelitian yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan eksperimen-eksperimen biasa sering digunakanoleh orang-orang eksakta 27. Penelitian kancah Penelitian yang berhubungan dengan masyarakat tentang manusia dimana persoalan atau permaslahan tidak kunjung selesai. 28. Penelitian ekspos fakto Penelitian untuk mengekspos kejadian-kejadian yang sedang berlangsung PARADIGMA PENELITIAN Paradigma penelitian secara ekstrim dipisahkan menjadi dua macam yaitu paradigma kuantitatif, dan paradigma kualitatif. Penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sebuah fenomena sosial terjadi. Tujuan dari penelitian ekplanasi yaitu : Paradigma Kuantitatif Paradigma ini menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabelvariabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.
  • Paradigma Kualitatif Penelitian ini menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistik, komplek dan rinci. Tabel 6: Perbedaan Asumsi Paradigma Kuantitatif Dan Kualitatif Paradigma Kuantitatif Paradigma Kualitatif Realitas bersifat objektif dan berdimensi tunggal. Realitas bersifat subjektif dan berdimensi banyak. Peneliti independen terhadap fakta yang diteliti. Bebas nilai dan tidak bias. Pendekatan deduktif. Pengujian teori dengan analisis kuantitatif. Peneliti berinteraksi dengan fakta yang diteliti. Tidak bebas nilai dan bias. Pendekatan induktif. Pengujian teori dengan analisis kualitatif. Materi 5 STUDI PUSTAKA A. Tujuan Tujuan utama melakukan studi literature ialah 1. Menemukan variable-variabel yang akan diteliti. Pada praktiknya, peneliti sering mengalami kesulitan untuk merumuskan masalah yang layak untuk diteliti. Masalah yang diteliti pada hakekatnya merupakan variable-variabel yang akan diteliti. Disamping membantu mengidentifikasi masalah yang akan diteliti, studi literature juga dapat membantu peneliti dalam mendefinisikan variable baik secara konseptual ataupun secara operasional dan yang lebih penting ialah membantu dalam mengidentifikasi adanya hubungan antar variable yang secara konseptual atupun operasional penting untuk diteliti. 2. Membedakan hal-hal yang sudah dilakukan dan menentukan hal-hal yang perlu dilakukan, agar tidak terjadi duplikasi penelitian atau karya di masa lalu yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain. Perlu diketahui juga bahwa penelitian masa lalu dapat menjadi bahan atau setidaktidaknya memberikan gagasan atau inspirasi terhadap penelitian yang akan dilakukan saat ini, khususnya penemuan-penemuan sebelumnya dapat memberikan arahan kepada kita dalam melakukan penelitian saat ini. Kita sering mendapatkan banyak hasil penelitian di masa lalu menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut / mendalam mengenai topik yang sudah diteliti.
  • 3. Melakukan sintesa dan memperoleh perspektif baru, maksudnya jika seorang peneliti dengan cermat dapat melakukan sintesa hasil hasil penelitian sejenis di masa lalu, maka ada kemungkinan peneliti tersebut menemukan sesuatu yang penting mengenai gejala yang sedang dipertanyakan dan cara-cara bagaimana mengaplikasikan kedalam konteks penelitian saat ini. Pada umunya para peneliti lebih memilih hal-hal yang bersifat spesifik daripada hal-hal yang bersifat umum. 4. menentukan makna dan hubungan antar variable. karena semua variable yang diteliti harus diberi nama, didefinisikan dan disatukan dengan masalah yang sudah dirumuskan beserta Hipotesisnya. Jika seseorang melakukan proses mendefenisikan variable dengan tanpa melakukan studi kepustakaan terlebih dahulu maka kemungkinan yang akan diperoleh ialah kesalahan dalam pendefenisian variabel. Dengan melakukan studi kepustakaan, peneliti yang bersangkutan akan mendapatkan tuntunan secara teori kemungkinankemungkinan cara-cara adanya mendefenisikan suatu variable secara yang variable dan konseptual juga sudah didefinisikan oleh peneliti sebelumnya. Khususnya dalam ilmu-ilmu social dan psikologi, pada umumnya gejala atau variable sudah didefinisikan secara konseptual dan operasional dalam buku-buku teori yang ada. B. Sumber-Sumber Beberapa sumber kepustakaan yang dapat digunakan oleh peneliti diantaranya ialah : 1. Abstrak hasil penelitian merupakan sumber referensi yang berharga karena dalam abstrak biasanya peneliti menuliskan intisari dari penelitian yang meliputi: metode yang digunakan, perumusan masalah, hasil penelitian dan kesimpulan. Dengan membaca abstrak hasil penelitian kita akan mendapatkan gambaran secara keseluruhan tentang penelitian yang sudah dilakukan. Keuntungan utama membaca abstrak ialah kita dapat mempelajari metode yang digunakan oleh peneliti tersebut, sehingga memberikan inspirasi kepada kita untuk menggunakan metode sejenis dalam konteks dan latar yang berbeda. 2. Indeks, menyediakan judul-judul buku yang disusun berdasarkan deskripsi utama masing-masing buku tetapi tidak menyediakan abstraknya, misalnya Indeks Internet akan ditampilkan sebagai berikut: bagian heading (kepala berita) Internet, proxy server. Heading memberikan informasi pada kita buku mengenai Internet, hal utama yang dibahas ialah mengenai proxy server. 3. Review, berisi tulisan-tulisan yang mensintesis karya-karya atau buku yang pernah ditulis dalam suatu periode waktu tertentu. Tulisan disusun berdasarkan topik dan isi.
  • Dalam review biasanya penulisnya memberikan perbandingan dan bahkan juga kritik terhadap buku atau karya yang direview oleh yang bersangkutan. Kadang penulis review juga memberikan kesimpulan alternatif kepada pihak pembaca yang tujuannya ialah agar pembaca dapat memperoleh pandangan yang berbeda dari buku yang dibacanya. 4. Jurnal berisi tulisan-tulisan dalam satu bidang disiplin ilmu yang sama, misalnya ilmu manajemen dalam ilmu ekonomi atau teknik informatika dalam ilmu komputer. Kegunaan utama jurnal ialah dapat digunakan sebagai sumber data sekunder karena pada umumnya tulisan-tulisan di jurnal merupakan hasil penelitian. Kita dapat juga menggunakan tulisan di jurnal sebagai bahan kutipan untuk referensi dalam penelitian kita sebagaimana buku-buku referensi. 5. Buku Referensi. berisi tulisan yang umum dalam disiplin ilmu tertentu. Ada baiknya kita memilih buku yang bersifat referensi bukn buku yang bersifat sebagai penuntun dalam menggunakan atau membuat sesuatu. Buku eferensi yang baik akan berisi tulisan yang mendalam mengenai topik tertentu dan disertai dengan teori-teori penunjangnya sehingga kita akan dapat mengetahui perkembangan teori dalam ilmu yang dibahas dalam buku tersebut. C. Cara Pencarian Cara pencarian kepustakaan dapat dilakukan secara manual atau secara online. Jika dilakukan secara manual maka peneliti harus mengunjungi perpustakaan, tempat-tempat sumber informasi, seperti Biro Pusat Statistik. Jika dilakukan secara online, maka peneliti harus mempunyai komputer yang disambungkan dengan Internet. Cara melakukan pencarian secara online sebagai berikut: Carilah web site yang berfungsi sebagai “search engine”, misalnya www.google.com Masukkan kata kunci kedalam kolom pencarian, misalnya “bahasa pemrograman PHP” Klik kata “search” atau “go”, maka anda akan memperoleh alamat-alamat yang berisi masalah yang kita cari terebut. Reliabilitas: referensi yang dicari sebaiknya dipertimbangkan reliabilitasnya, khususnya dari sisi pengarangnya. Jika pengarangnya memang ahli dibidangnya, maka tulisan tersebut dapat dipercaya kualitasnya. Pada bagian cover belakang buku, biasanya ditulis riwayat singkat penulisnya, misalnya pengalaman menulis buku, studinya, dan jenjang kariernya. Dari informasi ini kita dapat menilai seberapa besar reliabilitas buku yang ditulis saat ini dalam hubungannya dengan bidang ilmunya dan pengalaman dalam menulis buku. CARS (Credibility Accuracy Reasonableness and Support) checklist: Cars
  • checklist (Robert Harris, 1997) dapat digunakan untuk menguji kualitas informasi yang berasal dari Internet. 1. kredibiltas menyangkut sumber informasinya yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan yang memungkinkan kita dapat mempercayainya; kejelasan latar belakang pengarang yang menyangkut pendidikan, alamat, pengalaman, kedudukan, dan penilaian sesama penulis; adanya kontrol kualitas dari sesama penulis; refeferensi yang jelas diambil dari jurnal atau hasil penelitian lainnya. 2. akurasi meliputi tidak ketinggalan jaman (up to date), bersifat factual, detil, pasti, komprehensive, berorientasi pada pembaca dan tujuan, menjadikan sumber saat ini bukan informasi yang sudah kedaluwarsa, dan dapat memberikan gambaran kebenaran secara utuh. 3. dapat diterima dengan akal sehat yang meliputi adil dan tidak memihak, memberikan keseimbangan, bersifat obyektif, tidak memunculkan konflik kepentingan, tidak bersifat menghasut; mempunyai tujuan untuk dijadikan sebagai sumber yang dapat dipercaya karena memunculkan kebenaran yang utuh. 4. adanya dukungan seperti sumber-sumber acuan, informasi kontak, memungkinkan adanya layanan tuntutan, tujuannya ialah memberikan bukti yang meyakinkan kepada para pembaca jika pembaca melakukan tuntutan. D. Alamat Mesin Pencari Berikut ini beberapa alamat web site yang mempunyai mesin pencari sangat baik: a. http://www.google.com b. http://www.yahoo.com c. http://www.pusatriset.com/netseeker.htm d. http://www.msn.com MATERI 6 SISTEMATIKA METODOLOGI PENELITIAN A. SISTEMATIKA 1. Jenis Penelitian 2. Lokasi Penelitian 3. Waktu penelitian 4. Sumber Data 5. Metode Pengumpulan Data 6. Populasi dan Penentuan Sampel
  • 7. Instrumen penelitian 8. Metode Analisis Data B. LOKASI PENELITIAN Lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan dengan jelas, jika perlu disertakan peta lokasi, struktur organisasi, dan suasana kerja sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada kemenarikan dan keunikannya C. WAKTU PENELITIAN Periode penelitian disebutkan dengan jelas, diawali dengan kapan dimulainya penelitian sampai dengan target selesainya penelitian yang akan dilakukan. D. SUMBER DATA Data yang dikumpulkan secara garis besar dapat dibagi menjadi : 1. Data Primer Yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh peneliti dari sumber pertama 2. Data Sekunder Yaitu data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh pihak lain yang biasanya dalam bentuk publikasi ilmiah atau jurnal. E. METODE PENGUMPULAN DATA Beberapa metode pngumpulan data : 1. Metode Observasi (Pengamatan) 2. Metode Kuisioner (Angket) 3. Metode Interviw (Wawancara) 4. Metode Dokumentasi PENJELASAN 1. Metode Observasi (Pengamatan) a) Pengertian dan Ciri-ciri Pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. Ciri-ciri metode Observasi  Mempunyai arah yang khusus, sistematik, bersifat kuantitatif  Diikuti pencatatan segera (pada waktu observasi berlangsung), hasilnya dapat dicek dan dibuktikan b) Petunjuk untuk mengadakan pengamatan
  • ♥ Memiliki pengetahuan terhadap apa yang akan diobservasi dan berlaku sangat cermat dan kritis ♥ Menyelidiki tujuan penelitian (baik umum maupun khusus) Kejelasan tujuan penelitian akan menuntun mempermudah apa yang harus diobservasi 2. Metode Kuisioner (Angket) a. Pengertian dan tujuan Metode kuisioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu maslaah atau bidang yang akan diteliti untuk memperoleh data, angket disebarkan kepada responden (orang-orang yang menjawab jadi yang diselidiki), terutama pada penelitian survei. Tujuan dilakukan angket atau kuisioner ialah 1) Memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian 2) Memperoleh informasi mengenai suatu maslaah secara serentak b. Macam-macam angket 1) Menurut prosedurnya Angket lansung, yaitu angket yang dikirimkan kepada dan dijawab oleh responden Angket tidak langsung, yaitu angket yang dikirim kepada seseorang untuk mencari informasi (keterangan) tentang orang lain 2) Menurut jenis penyusun itemnya dapat dibedakan a. Angket tipe isian, dibagi menjadi i. Angket terbuka, yaitu apabila responnya tentang masalah yang dipertanyakan Contoh: Bagaimana pendapat anda jika seseorang yang berkelainan (tuna) baik fisik maupun mental tidak dididik? Jawab: …. ii. Angket tertutup, yaitu angket yang diwajibkan oleh responden secara oleh faktor-faktor tertentu misalnya faktor subyektivitas seseorang Contoh : Siapa nama anda? Jawab … Apa hobi anda? Jawab …
  • b. Angket tipe pilihan Yaitu angket yang harus dijawb oleh responden dengan cara tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah tersedia. Jumlah alternatif jawaban minimal dua (2) dan maksimal sebaiknya lima (5), dengan maksud supaya responden tidak bosan. Contoh: Sudah berapa lama anda tinggal di kota ini? Jawab: ( …. ) 1 tahun atau kurang dari 2 tahun ( …. ) 2 tahun atau hampir 2 tahun ( …. ) 3 tahun atau hampir 3 tahun ( …. ) 4 tahun atau hampir 4 tahun c. Menyusun Petunjuk Dalam menyusun petunjuk-petunjuk untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan perlu diperhatikan petunjuk-petunjuk di bawah ini: 1. Petunjuk harus singkat, lengkap, jelas tapi tepat 2. Petunjuk harus jelas, hindarkan kata-kata asing, sulit bahkan kabur 3. Tiap-tiap jawaban yang berbeda dengan jawaban berikutnya, hendaklah diberi petunjuk baru lagi 4. Bila perlu menggunakan contoh, berilah satu dua contoh tentang bagaimana cara menjawabnya, asal jangan sampai menimbulkan semacam saran atau sugesti pada respon (orang yang diberi kuisioner) d. Menyusun items (pertanyaan-pertanyaan) 1. Mempergunakan kata-kata a. Tegas dan jelas, b iasa dipakai sehari-hari yang sudah dimengerti oleh responden b. Hindari kata-kata yang sentimentil sifatnya dan gantilah dengan katakata yang lebih sopan 2. Urutan-urutan pertanyaan Pada umumnya daftar pertanyaan mengandung tiga unsur, yaitu: a. Informasi yang akan dikumpulkan b. Identitas responden seperti nama, umur, kelamin, dan lain sebagainya c. Bagian yang memuat mengenai tenaga lapangan (field worker)
  • 3. Susunan pertanyaan a. Sebaiknya dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan yang menimbulkan perhatian dan minat serta gampang dijawab b. Pertanyaan yang kurang menarik perhatian, apalagi mengenai soalsoal pribadi sebaiknya dilatakkan di tengah-tengah b. Sebaiknya diajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengecek jawaban dari pertanyaan yang lain c. Pertanyaan-pertanyaan haruslah disusun secara sistematis 4. Menganalisis Data Setelah semua jawaban telah diterima kembali dan dicek kelengkapan jawabannya, diteruskan dengan mentabulasikan hasil-hasil jawaban ke dalam daftar tabulasi, dan untuk sementara, bagi jawaban yang kurang lengkap, dipisahkan terlebih dahulu. Bila data yang masuk sudah cukup komplet dan persiapan analisis (tabulasi) telah cukup baik dan benar, maka analisis segera dilaksanakan dalam hal ini untuk lebih mendalam dan kongkret, maka digunakan analisis kuantitatif (statistik), ataupun bila dipandang permasalahannya cukup simpel, dicukupkan dengan kualitatif (pernyataan-pernyataan/statement saja). 3. Metode Interview (Wawancara) Wawancara adalah proses tanya-jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan. Tujuan wawancara ialah untuk mengumpulkan informasi dan bukannya untuk merubah ataupun mempengaruhi pendapat responden. 4. Metode Dokumentasi Yaitu yang berasal dari (1) sumber tertulis; buku, majalah ilmiah, arsip, dokumen pribadi dan resmi, (2) foto-foto, (3) data statistik sebagai data tambahan. (Moleong: 1998:112) F. POPULASI DAN SAMPEL Populasi seperti dikatakan Suharsimi (1993), adalah keseluruhan subyek penelitan. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Sedangkan menurut Husein (2002), populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sedangkan Singarimbun (1989), berpendapat populasi ialah
  • jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. Suharsimi (1993), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sedangkan Husein (2002), berpendapat bahwa sampel adalah merupakan bagian kecil dari suatu populasi. Dalam Sekaran (2003), hampir seluruh populasi diambil sebagai sampel. Roscoe 1975 (dalam Sekaran, 2003) ukuran sampel lebih besar dari 30 dan kurang dari 500 adalah cocok untuk hampir semua jenis penelitian. Pada umumnya masalah sampling timbul apabila peneliti bermaksud untuk: 1. Mereduksi obyek penyelidikannya dengan mengambil sebagian saja obyek gejala atau kejadian yang dimaksudkan 2. Ingin mengadakan generalisasi dari hasil penyelidikannya. Mengadakan generalisasi berarti mengesahkan kesimpulan-kesimpulan kepada obyek-obyek gejala-gejala atau kejadian-kejadian yang lebih luas daripada obyek-obyek gejala-gejala atau kejadiankejadian yang diselidiki. Petunjuk-petunjuk untuk mengambil sampel 1) Daerah generalisasi Yang terpenting di sini adalah menentukan terlebih dahulu luas populasinya sebagai daerah generalisasi. Selenjutnya setelah itu barulah menentukan sampelnya sebagai daerah penelitiannya disamping itu yang penting adalah: “Kalau yang diselidiki hanya satu kelas saja, jangan diperluas sampai ke kelas-kelas, apalagi sampai menyimpulkan untuk sekolah-sekolah lain.” 2) Penegasan sifat-sifat populasi dan ketegasan batas-batasnya Bila luas daerah generalisasinya telah ditetapkan, haruslah segera diikuti penegasan tentang sifat-sifat populasinya. Penegasan ini adalah sangat penting bila menginginkan adanya validitas dan reliabilitas bagi penelitiannya. 3) Sumber-sumber informasi tentang populasi Untuk mengetahui ciri-ciri populasi secara terperinci dapat diperoleh melalui bermacam-macam sumber informasi tetnang populasi tersebut misalnya sensus penduduk, dokumen yang disusun oleh instansi dan organisasi. 4) Menetapkan besar kecilnya sampel Mengenai berapa besar kecilnya sampel yang harus diambil untuk sebuah penelitian, memang tidak ada ketentuan yang pasti. Winarno Surachmad dalam “Dasar dan teknik Research Pengantar Metodologi ilmiah” m Teknik-teknik Sampling a. Tenik random sampling (probability sampling)/pengambilan sampling secara acak b. Teknik non random sampling (non probability sampling)
  • Penjelasan a. Teknik random sampling (probability sampling) adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersamasama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel, terbagi menjadi 1) Cara undian 2) Cara ordinal Cara ini dilakukan dengan memilih nomor-nomor genap atau gasal atau kelipatan tertentu melalui pembuatan daftar yang berisi semua subyek, obyek peristiwa atau kelompok yang akan diselidiki lengkap dengan nomor urutnya. 3) Cara randomisasi dari Tabel Bilangan Random Cara ini menuntun para peneliti untuk memilih anggota sampel dengan langkah menjatuhkan pensil secar sembarang pada petak-petak tabel yang berisi nomornomor sampai diperoleh sebanyak anggota sampai yang dibutuhkan. b. Teknik non random sampling (non probability sampling) adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih menjadi sampel. Penelitian-penelitian pendidikan, psikologi, adakalanya menggunakan teknik ini, karena mempertimbangkan faktor-faktor tertentu misalnya: umur, tingkat kedewasaan, tingkat kecerdasan dan lain-lain. Cara Menentukan Jumlah Sampel Untuk menentukan besarnya sampel dari populasi yang ada menggunakan rumus Slovin yang dikutip oleh Husein Umar,SE,MM (2002:146) sebagai berikut: Dimana: n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = presen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan. Contoh : Jika jumlah populasinya ada 245 berapa jumlah populasi minimal yang harus diambil dengan taraf sign 10 % ? Jawab Jika populasinya 245 maka sampel minimal adalah sebagai berikut:
  • Sedangkan menurut pendapat Naresh K. Malhotra (1993) untuk menentukan ukuran sampel dari populasi ditetapkan sesuai dengan variabel atau butir pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini. Menurutnya jumlah sampel (responden) paling sedikit 4 atau 5 kali jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian.Misalnya dalam sebuah penelitian menggunakan 15 variabel maka besar sampel minimal adalah 60 orang (15x4). Dengan demikian, jumlah sampel sebanyak 60 responden dianggap sudah memenuhi syarat. Cara menghitung sampel yang paling mudah adalah dengan menggunakan formulasinya Sekaran (2003). Dalam tabel simulasinya Sekaran telah menentukan jumlah sampel minimal yang harus diambil jika seseorang mengadakan penelitian. Berikut ini tabel simulasi Sekaran : Tabel : 3 Table for Ditermining Sample Size from a Given Population N s 10 10 15 14 20 19 25 24 30 28 40 32 45 36 50 40 55 44 60 48 65 52 70 56 75 59 80 63 85 66 90 70 95 73 100 76 105 80 110 86 120 92 130 97 140 103 150 108 160 113 170 118 180 123 190 127 200 132 210 136 N : is population sizes. s : is sample size. Sumber Data : Sekaran (2003) N 220 230 240 250 260 270 280 290 300 320 340 360 380 400 420 440 460 480 500 550 600 650 700 750 800 850 900 950 1000 1100 s 140 144 148 152 155 159 162 165 169 175 181 186 191 196 201 205 210 214 217 226 234 242 248 254 260 265 269 274 278 285 N 1200 1300 1400 1500 1600 1700 1800 1900 2000 2200 2400 2600 2800 3000 3500 4000 4500 5000 6000 7000 8000 9000 10000 15000 20000 30000 40000 50000 75000 100000 s 291 297 302 306 310 313 317 320 322 327 331 335 338 341 346 351 354 357 361 364 367 368 370 375 377 379 380 381 382 384
  • Materi 7 PENGUMPULAN DATA A. Pengertian Pengumpulan data merupakan tahapan dalam proses penelitian yang penting, karena hanya dengan mendapatkan data yang tepat maka proses penelitian akan berlangsung sampai peneliti mendapatkan jawaban dari perumusan masalah yang sudah ditetapkan. Data yang kita cari harus sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan teknik sampling yang benar, kita sudah mendapatkan strategi dan prosedur yang akan kita gunakan dalam mencari data di lapangan. Pada bagian ini, kita akan membahas jenis data apa saja yang dapat kita pergunakan untuk penelitian kita. Yang pertama ialah data sekunder dan yang kedua ialah data primer. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan; sedang data primer adalah data yang hanya dapat kita peroleh dari sumber asli atau pertama. Jika data sekunder dapat kita peroleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia, misalnya di perpustakaan, perusahaan-perusahaan, organisasi – organisasi perdagangan, biro pusat statistik, dan kantor-kantor pemerintah; maka data primer harus secara langsung kita ambil dari sumber aslinya, melalui nara sumber yang tepat dan yang kita jadikan responden dalam penelitian kita, juga dapat diperoleh melalui hasil eksperimen langsung. B. Pertimbangan-Pertimbangan Dalam Mencari Data Sekunder Meski data sekunder secara fisik sudah tersedia, tetapi kita tidak boleh lakukan secara sembarangan. Untuk mendapatkan data yang tepat dan sesuai dengan tujuan penelitian, kita memerlukan beberapa pertimbangan, diantaranya sebagai berikut: a. Jenis data harus sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah kita tentukan sebelumnya. b. Data sekunder yang dibutuhkan bukan menekankan pada jumlah tetapi pada kualitas dan kesesuaian, oleh karena itu peneliti harus selektif dan hati-hati dalam memilih dan menggunakannya. c. Data sekunder biasanya digunakan sebagai pendukung data primer; oleh karena itu kadang-kadang kita tidak dapat hanya menggunakan data sekunder sebagai satusatunya sumber informasi untuk menyelesaikan masalah penelitian kita.
  • C. Kegunaan Data Sekunder Data sekunder dapat dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut: a. Pemahaman Masalah: Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh apabila kita akan melakukan penelitian dalam suatu perusahaan, perusahaan menyediakan company profile atau data administratif lainnya yang dapat kita gunakan sebagai pemicu untuk memahami persoalan yang muncul dalam perusahaan tersebut dan yang akan kita gunakan sebagai masalah penelitian. b. Penjelasan Masalah: Data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan menjadi lebih operasional dalam penelitian karena didasarkan pada data sekunder yang tersedia, kita dapat mengetahui komponen komponen situasi lingkungan yang mengelilinginya. Hal ini akan menjadi lebih mudah bagi peneliti untuk memahami persoalan yang akan diteliti, khususnya mendapatkan pengertian yang lebih baik mengenai pengalaman pengalaman yang mirip dengan persoalan yang akan diteliti c. Formulasi Alternative-Alternative Penyelesaian Masalah yang Layak Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa alternative lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti. Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka penyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah. d. Solusi Masalah: Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja. D. Strategi Pencarian Data Sekunder Bagaimana kita mencari data sekunder? Dalam mencari data sekunder kita memerlukan strategi yang sistematis agar data yang kita peroleh sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Beberapa tahapan strategi pencarian data sekunder adalah sebagai berikut: a. Mengidentifikasi kebutuhan sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan. Identifikasi dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1. Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti?
  • 2. Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya. b. Memilih Metode Pencarian. Kita perlu memilih metode pencarian data sekunder apakah itu akan dilakukan secara manual atau dilakukan secara online. Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data yang potensial, yaitu: lokasi internal dan / atau lokasi eksternal. Jika pencarian dilakukan secara online, maka kita perlu menentukan tipe strategi pencarian; kemudian kita memilih layanan-layanan penyedia informasi ataupun database yang cocok dengan masalah yang akan kita teliti. c. Menyaring dan Mengumpulkan Data Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya ialah melakukan penyaringan dan pengumpulan data. Penyaringan dilakukan agar kita hanya mendapatkan data sekunder yang sesuai saja, sedang yang tidak sesuai dapat kita abaikan. Setelah proses penyaringan selesai, maka pengumpulan data dapat dilaksanakan. d. Evaluasi Data Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih dahulu, khususnya berkaitan dengan kualitas dan kecukupan data. Jika peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah data sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab masalah yang akan kita teliti. e. Menggunakan Data Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut untuk menjawab masalah yang kita teliti. Jika data dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan, maka tindakan selanjutnya ialah menyelesaikan penelitian tersebut. Jika data tidak dapat digunakan untuk menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus dilakukan lagi dengan strategi yang sama. E. Memilih Metode Pengambilan Data Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan, oleh karena itu kita memerlukan metode tertentu. Cara-cara pengambilan data dapat dilakukan secara manual, online dan kombinasi manual dan online. a. Pencarian Secara Manual: Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang tidak mempunyai data base lengkap yang dapat diakses secara online.
  • Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan pencarian secara manual. Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu organisasi, atau sebaliknya karena sedikitnya data yang ada. Cara yang paling efisien ialah dengan melihat buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literature yang sesuai dengan persoalan yang akan diteliti. Data sekunder dari sudut pandang peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu data internal data yang sudah tersedia di lapangan; dan data eksternal data yang dapat diperoleh dari berbagai sumber lain. Lokasi Internal: Lokasi internal dapat dibagi dua sebagai sumber informasi yang berasal dari database khusus dan database umum. Data base khusus biasanya berisi informasi penting perusahaan yang biasanya dirahasiakan dan tidak disediakan untuk umum, misalnya, data akutansi, keuangan, sdm, data penjualan dan informasi penting lainnya yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang tertentu di perusahaan tersebut. Data jenis ini akan banyak membantu dalam mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan kita teliti di perusahaan tersebut. Sebaliknya, database umum berisi data yang tidak bersifat rahasia bagi perusahaan dan boleh diketahui oleh umum. Data jenis ini biasanya dapat diketemukan di perpustakaan kantor / perusaahaan atau disimpan dalam komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini diperoleh dari luar perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan data-data umum lainnya. Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat dicari dengan mudah karena biasanya data ini tersimpan di perpustakaan umum, perpustakaan kantor-kantor pemerintah atau swasta dan universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan, dan biasanya sudah dalam bentuk standar yang mudah dibaca, seperti petunjuk penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi, kamus, buku indeks, buku data statistik dan buku-buku sejenis lainnya. b. Pencarian Secara Online: Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak data base yang menjual berbagai informasi bisnis maupun non-bisnis. Data base ini dikelola oleh sejumlah perusahaan jasa yang menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun non bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya dalam mencari data. Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti, diantaranya ialah: 1. Hemat waktu: karena kita dapat melakukan hanya dengan duduk didepan komputer.
  • 2. Ketuntasan: melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat mengakses secara tuntas informasi yang tersedia kapan saja tanpa dibatasi waktu, 3. Kesesuaian: peneliti dapat mencari sumber-sumber data dan informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat, 4. Hemat biaya: dengan menghemat waktu dan cepat dalam memperoleh informasi yang sesuai berarti kita banyak menghemat biaya. F. Kriteria Dalam Mengevaluasi Data Sekunder Ketepatan memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut: a. Waktu Keberlakuan: Apakah data mempunyai keberlakuan waktu? Apakah data dapat kita peroleh pada saat diutuhkan. Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi untuk penelitian kita. b. Kesesuaian: Apakah data sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti. c. Ketepatan: Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya? Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut? d. Biaya: Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut? Jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunakannya. Materi 8 PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA Pada bagian ini akan dibicarakan 3 (tiga) hal pokok, yaitu cara mengolah data, menganlisa dan menentukan teknik analisa statistiknya. A. Pengolahan Data Pengolahan data atau disebut juga proses pra-analisa mempunyai tahap-tahap sebagai berikut: editing data, pengembangan variable, pengkodean data, cek kesalahan, membuat struktur data, cek preanalisa komputer, tabulasi. Langkah 1 Editing Data: Proses editing merupakan proses dimana peneliti melakukan klarifikasi, keterbacaan, konsisitensi dan kelengkapan data yang sudah terkumpul. Proses klarifikasi menyangkut memberikan penjelasan mengenai apakah data yang sudah terkumpul akan menciptakan masalah konseptual atau teknis pada saat peneliti melakukan analisa data. Dengan adanya klarifikasi ini diharapkan masalah teknis atau
  • konseptual tersebut tidak mengganggu proses analisa sehingga dapat menimbulkan bias penafsiran hasil analisa. Keterbacaan berkaitan dengan apakah data yang sudah terkumpul secara logis dapat digunakan sebagai justifikasi penafsiran terhadap hasil analisa. Konsistensi mencakup keajegan jenis data berkaitan dengan skala pengukuran yang akan digunakan. Kelengkapan mengacu pada terkumpulnya data secara lengkap sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan dalam penelitian tersebut. Langkah 2 Pengembangan Variabel: Yang dimaksud dengan pengembangan variable ialah spesifikasi semua variable yang diperlukan oleh peneliti yang tercakup dalam data yang sudah terkumpul atau dengan kata lain apakah semua variable yang diperlukan sudah termasuk dalam data. Jika belum ini berarti data yang terkumpul belum lengkap atau belum mencakup semua variable yang sedang diteliti. Langkah 3 Pengkodean Data: Pemberian kode pada data dimaksudkan untuk menterjemahkan data kedalam kode-kode yang biasanya dalam bentuk angka. Tujuannya ialah untuk dapat dipindahkan kedalam sarana penyimpanan, misalnya komputer dan analisa berikutnya. Dengan data sudah diubah dalam bentuk angkaangka, maka peneliti akan lebih mudah mentransfer kedalam komputer dan mencari program perangkat lunak yang sesuai dengan data untuk digunakan sebagai sarana analisa, misalnya apakah data tersebut dapat dianalisa dengan menggunakan software SPSS? Contoh pemberian kode data ialah, misalnya pertanyaan di bawah ini yang menggunakan jawaban “ya” dan “tidak” dapat diberi kode 1 untuk “ya” dan 2 untuk “tidak”. Pertanyaan: Apakah saudara menyukai pekerjaan saat ini? Jawaban: a. Ya b. tidak Untuk jawaban yang menggunakan skala seperti pertanyaan di bawah ini, maka jawaban “sangat tidak setuju”, “tidak setuju”, “netral”, ”setuju” dan “setuju sekali” dapat diberi kode 1,2,3,4 dan 5 untuk masing-masing jawaban. Pertanyaan: Bagaimana pendapat saudara mengenai tariff telepon saat ini? Jawaban: a. sangat tidak setuju b. tidak setuju c. Netral d. Setuju e. Setuju sekali Jika jawaban sudah dalam bentuk numerik, misalnya penghasilan per bulan sebesar Rp. 3,500.000;00 atau frekuensi membaca iklan sebesar 20 kali per bulan; pengkodean tidak perlu dilakukan lagi karena bentuknya sudah numerik.
  • Langkah 4 Cek Kesalahan: Peneliti melakukan pengecekan kesalahan sebelum dimasukkan kedalam komputer untuk melihat apakah langkah-langkah sebelumnya sudah diselesikan tanpa kesalahan yang serius. Langkah 5 Membuat Struktur Data: Peneliti membat struktur data yang mencakup semua data yang dibutuhkan untuk analisa kemudian dipindahkan kedalam komputer. Penyimpanan data kedalam komputer mempertimbangkan: 1. Apakah data disimpan dengan cara yang sesuai dan konisten dengan penggunaan sebenarnya? 2. Apakah ada data yang hilang / rusak dan belum dihitung? 3. Bagaimana caranya mengatasi data yang hilang atau rusak? 4. Sudahkan pemindahan data dilakukan secara lengkap? Langkah 6 Cek Pra analisa Komputer: struktur data yang sudah final kemudian dipersiapkan untuk analisa komputer dan sebelumnya harus dilakukan pengecekan pra analisa komputer agar diketahui konsistensi dan kelengkapan data. Langkah 7 Tabulasi: Tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif variable-variable yang diteliti atau yang variable yang akan di tabulasi silang. Di bawah ini diberikan contoh membuat tabulalsi frekuensi dan tabulasi silang: Sumber Utama. 2005. Metodologi Penelitian Tabulasi Frekuensi: untuk pertanyaan “Berapa pengeluaran biaya telepon responden per bulan” Pengeluaran Frekuensi Persentase 25.000 – 50.000 66 22% >50.000 – 75.000 95 32% >75.000 – 100.000 79 26% > 100.000 60 20% Total 309 100% (dalam ribuan) Sumber: Jonathan Sarwono dan Agus Ismanto, Riset efektifitas iklan “Telkom Heula”, 1999
  • Materi 9 PENULISAN LAPORAN Jika suatu penelitian sudah selesai dilakukan, maka peneliti harus membuat laporan hasil penelitian dalam bentuk tertulis. Laporan penelitian merupakan bentuk pertanggungjawaban. Ada berbagai versi laporan hasil penelitian tergantung dari lembaga ataupun pakar mana yang menulisnya. Adapun format penulisan yang digunakan dijurusan Teknik Industri UMI adalah: Lembar Identitas dan Pengesahan Abstrak Kata Pengantar Daftar tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran Bab I. Pendahuluan Bab II. Tinjauan Pustaka Bab III. Metodologi Penelitian Bab IV. Pengumpulan Dan Pengolahan Data Bab V. Hasil dan Pembahasan Bab VI. Kesimpulan dan Saran Daftar Pustaka Lampiran-lampiran (termasuk instrumen penelitian, personalia tenaga peneliti beserta kualifikasinya, dll)