Manajemen persediaan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Manajemen persediaan

on

  • 8,475 views

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen

Statistics

Views

Total Views
8,475
Views on SlideShare
8,473
Embed Views
2

Actions

Likes
1
Downloads
285
Comments
0

1 Embed 2

https://twitter.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Manajemen persediaan Manajemen persediaan Presentation Transcript

  • MANAJEMEN PERSEDIAAN Nama : Sri Ismawati Jurusan : Akuntansi 2 Stbk : 21120209
  • Pengertian Persediaan
  • Pengertian Persediaan
  • Macam Persediaan
  • Manajemen Persediaan  - ??
  • Manajemen Persediaan 1. Jika persediaan terlalu tinggi maka a) Biaya penyimpanan tinggi b) Biaya bunga tinggi  Jika Investasi dibiayai Modal Asing  biaya bunga  Jika Investasi dibiayai Modal Sendiri Opportunity cost a) Biaya pemeliharaan di gudang tinggi b) Kemungkinan kerugian karena kerusakan, turunnya kualitas, keausan. c) Memperkecil keuntungan perusahaan ??
  • Manajemen Persediaan 2. Jika persediaan terlalu kecil, maka proses produksi akan terganggu akibatnya :  Perusahaan tidak dapat bekerja dengan full capasity, artinya: capital assets dan direct labour tidak bekerja dengan sepenuhnya.  Penjualan turun, akibatnya:  Perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen  Turunnya market share  Turunnya laba ??
  • FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PERSEDIAAN 1. Tingkat penjualan Makin tinggi omzet penjualan makin besar investasi pada persediaan. 1. Sifat teknis dan sifat produksi  Produksi pesanan  persediaan beragam & banyak  Produksi masal  persediaan bisa diatur 1. Lamanya proses produksi  Proses lama  BDP tinggi 4. Daya tahan bahan baku dan produk akhir  Barang tahan lama  persediaan relatif tinggi  Barang tahan tidak lama  persediaan relatif rendah  Barang musiman  persediaan tinggi pada musimnya 4. Lama pembelian & pengiriman
  • Tingkat Perputaran Persediaan Tingkat perputaran persediaan Barang Dagangan Penjualan bersih Inventory Turnover= ---------------------------= … kali Persediaan rata-rata Atau Harga Pokok Penjualan =------------------------------- = …kali Persediaan rata-rata Persedi awal + Persd. akhir tahun Persediaan rata2 = --------------------------------------- 2
  • Hari Rata2 Barang Disimpan di Gudang 365 hari = -------------------------- = ....... hari Inventory Turnover
  • CONTOH SOAL  Persediaan barang per 1 Jan 2008 Rp. 20.000.000,00  Pembelian selama tahun 2008 Rp. 380.000.000,00  Persediaan barang akhir tahun 2008 Rp. 40.000.000,00  Hitunglah Inventory Turnover & Hari Rata2 barang disimpan digudang
  • Jawaban  Harga pokok penjualan ............... Rp. 360.000.000,00 20.000.000 + 40.000.000  Rata2 Pers BD = ------------------------------------- 2 = 30.000.000,00 360 JUTA  Inventory Turnover = ----------------- = 12 kali 30 JUTA  Hari rata-rata barang disimpan digudang 365 hari = ----------- = 30 hari 12  Untuk menilai tingkat efisiensi, rasio tersebut dapat dibandingkan dengan : anggaran, rasio tahun lalu, rasio industri
  • PERSEDIAAN EFEKTIF
  • PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN DAGANG Persediaan Barang Dagangan PENGENDALIAN Dengan mempertimbangkan :  Kemampuan menjual  Biaya Pemesanan  Biaya Pengiriman  Biaya Penyimpanan di Gudang  Lama proses pembelian sampai barang diterima  Harga
  • PERSEDIAAN PADA MANUFAKTUR (Bahan Baku) 1. Berapakah jumlah kebutuah bahan baku yg harus ada  Jika jumlah Bahan Baku > kebutuhan bahan baku  Biaya simpan dan biaya bunga tinggi.  Jika jumlah Bahan Baku terlalu kecil  Menghambat jalannya proses produksi 1. Bagaimanakah cara Pengadaan Bahan Baku Ada 4 cara dalam Pengadaan Bahan Baku Jumlah keseluruhan dibeli sekaligus Dibeli secara bertahap Pembeliaan dengan EOQ Just in time (JIT)
  • Pembelian sekaligus Keuntungan : 1. Frekuensi pembelian kecil, sehingga biaya pembelian dapat minimal 2. Perusahaan tidak kuatir akan kekurangan Bahan Baku 3. Perusahaan mempunyai persediaan yang cukup, sehingga stock persediaan rendah 4. Proses produksi dapat berjalan lancar Kerugian: 1. Biaya simpan tinggi 2. Perusahaan harus menanggung oportunity cost, karena dananya sudah terlanjur dibelikan Bahan Baku
  • Pembelian Bertahap Keuntungan : 1. Biaya simpan menjadi kecil Kerugian: 1. Biaya pesan menjadi tinggi, karena frekuensi pembelian berulang-ulang
  • Economical Order Quantity (EOQ) Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah pembelian bahan baku yang ekonomis. Atau EOQ adalah jumlah kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biaya minimal / jumlah pembelian yang optimal. Dasar penentuan : Perimbangan antara Biaya pesanan dan Biaya penyimpanan Economical Order Quantity terjadi pada saat biaya pemesanan = biaya penyimpanan. (procurement costs = carrying costs)
  • Yang termasuk Ordering Cost (Proucurement) : 1. Biaya selama proses persiapan : a. Persiapan yang diperlukan untuk pesanan b. Penentuan besarnya kuantitas yang akan di pesan 2. Biaya pengiriman pesanan 3. Biaya penerimaan barang 4. Biaya selama proses pembayaran Yang Termasuk Carrying Cost (Storage) 1. Biaya sewa gudang 2. Biaya pemeliharaan 3. Biaya untuk menimbang barang 4. Biaya Asuransi 5. Biaya Modal
  • Syarat pembelian dengan EOQ
  • MENGHITUNG EOQ R = Jumlah (dalam unit) yang dibutuhkan selama satu periode (satu tahun) S = Biaya pesanan setiap kali pesan. P = Harga pembelian per unit yang dibayar. l = Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang (biasanya dinyatakan dalam persentase dari nilai rata- rata dalam rupiah dari nilai persediaan) Pxl xRxS EOQ 2 =
  • CONTOH SOAL Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang adalah 40 % dari nilai persediaan di gudang. Biaya pesanan adalah Rp. 15 juta setiap kali pesanan. Jumlah material yang dibutuhkan selama setahun sebanyak 1200 unit dengan harga Rp. 1.000.000,- per unitya. Ini berarti bahwa cara pembelian yang paling ekonomis ialah pembelian bahan sebanyak 300 unit sekali pesanan, jadi kebutuhan material sebanyak 1200 unit selama satu tahun akan dipenuhi dengan 4 kali pesanan @ 300 unit. unit x xx EQQ 300000.90 40,01 1512002 === BLONJO TERUS?????
  • Sebenarnya kebutuhan material sebanyak 1200 unit ini dapat dipenuhi dengan berbagai cara sebagai berikut : Satu kali pesanan sebanyak 1200 unit. Dua kali pesanan sebanyak 600 unit setiap kali pesan. Tiga kali pesanan sebanyak 400 unit setiap kali pesan. Empat kali pesanan sebanyak 300 unit setiap kali pesan. Enam kali pesanan sbanyak 200 unit setiap kali pesan. Sepuluh kali pesan sebanyak 120 unit setiap kali pesan. Duabelas kali pesan sebanyak 100 unit setiap kali pesan. Management
  • PERHITUNGAN ECONOMICAL ORDER QUANTITY Frekuensi Pembelian 1 Kali 2 Kali 3 Kali 4 Kali 6 Kali 10 Kali 12 Kali Berapa bulan sekali pesanan dilakukan 12 6 4 3 2 1,2 1 Jumlah unit setiap kali pesan 1200 600 400 300 200 120 100 Nilai persediaan 1200 jt 600 jt 400 jt 300 jt 200 jt 120 jt 100 jt Nilai persediaan rata 600 jt 300 jt 200 jt 150 jt 100 jt 60 jt 50 jt Biaya penyimpanan setahun (40 %) 240 jt 120 jt 80 jt 60 jt 40 jt 24 jt 20 jt Biaya pesanan setahun 15 jt 30 jt 45 jt 60 jt 90 jt 150 jt 180 jt Jumlah biaya semuanya 255 jt 150 jt 125 jt 120 jt 130 jt 174 jt 120 jt Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa biaya semuanya yang paling murah pada pesanan sejumlah Rp. 120.000.000,- pada pesanan sebesar 300 unit setiap kali pesan.
  • Menetapkan EOQ berdasarkan besarnya biaya penyimpanan per unit Rumus sebagai berikut : dimana c adalah biaya penyimpanan per unit. Contoh : Jumlah material yang dibutuhkan selama setahun = 1600 unit. Biaya pesanan sebesar Rp. 100.000.000,- setiap kali pesanan. Biaya penyimpanan per unit = Rp. 0,50 Besarnya EOQ adalah : c sxrx EOQ 2 = unit xx 800000.640 50,0 10016002 ==
  • EOQ dengan Safety Stock Jika perusahaan menetapkan jumlah minimum persediaan yang harus ada digudang (Safety Stock) maka jumlah barang yang ada di gudang: Setiap kali jumlah persediaan mencapai Safety Stock maka perusahaan harus segera membeli sebesar EOQ Persediaan digudang tidak pernah mencapai nol = EOQ + Safety Stock
  • EOQ dengan Safety Stock Dari contoh perhitungan EOQ dimuka, hitunglah besarnya jumlah barang yang ada di gudang bila ditetapkan safety stock sebesar 25: = EOQ + Safety Stock = 300 + 25 = 325 unit
  • Reorder Point (ROP)
  • Reorder Point (ROP)
  • JUST IN TIME (JIT)
  • TINGKAT PERPUTARAN BAHAN BAKU Bahan baku yang digunakan * TPBB =-------------------------------------- = … kali Rata-rata bahan baku Pesediaan bahan baku awal …… Rp ... + Pembelian…… Rp… - Retur pembelian Rp … Rp … ---------- + Bahan baku yang tersedia …… Rp … Persediaan akhir bahan baku……. Rp … ---------- - Bahan baku yang digunakan ……. Rp …. ======
  • TK. PERPUTARAN BARANG SETENGAH JADI HARGA Pokok Produksi *  TPBSD = ---------------------------------------- = … kali Rata-rata Baraang dalam proses  Pesediaan barang dalam proses awal …………. Rp ...  Bahan baku yang digunakan ………………………. Rp …. -------+ Rp ….  Upah langsung …………………………. Rp …  Macam2 biaya produksi tidak langsung Rp… ----- + Rp….  Persediaan akhir Barang dalam Proses…..……. Rp … ---------- -  Harga Pokok Produksi …………………………..……. Rp …. ======
  • TINGKAT PERPUTARAN BARANG JADI Harga Pokok Penjualan * TP.BARANG JADI = -------------------------------------- = … kali Rata-rata Persediaan Barang jadi Pesediaan barang jadi awal tahun…… …………. Rp ... Harga pokok produksi………….………………………. Rp …. -------+ Barang jadi tersedia dijual Rp …. Persediaan akhir Barang jadi……………..…..……. Rp … -------- - Harga Pokok Penjualan …………………………..….. Rp …. ======