Your SlideShare is downloading. ×
Pertemuan ke 14
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pertemuan ke 14

519
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
519
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Pertemuan ke 14
  • 2. Proses MenulisProses atau tahapan pendekatanketerampilan menulis kalau digambarkan dalam bentuk bagan sbb,Mengamati Menggolongkan Menafsirkan Menerapkan Mengkomunikasikan
  • 3. a. Mengamati Dalam kegiatan ini, siswa diberikankesempatan untuk menatap sebuah benda / objek tertentu dengan teliti.Sebaiknya pada waktu proses pengamatanini, siswa mencatat hal-hal yang sangatperlu yang nanti akan dijadikan pokok pikiran yang akan dikembangkan dalam menulis.
  • 4. Misalnya, Pada pagi hari anak-anak disuruh mengamati bagaimana keindahan alam ketika matahari terbit.Pokok pikiran yang perlu dicatat a.la. jam berapa matahari mulai terbit ditempat pengamatan?b. dimana tempat pengamatan itu?c. bagaimana kesan yang timbul setelah melihat matahari terbit?d. berapa lama pengamatan dimulai?
  • 5. b. Menggolongkan. Kegiatan ini dalam proses menggolongkan atau mencari persamaan, perbedaan atau mengelompokan sesuatu. Dikaitkan dengan contoh tersebut di atas, kegiatan ini dapat dilakukan dengan mengelompokan kata-kata yang dapat digunakan sebagai penulisan pokok pikiran / pengelompokan jenis karangan yang akan disusun sesuai dengan objek yang diamati.
  • 6. Apakah karangan dalam bentuk puisi, atau bentuk prosa.Kalau puisi, bagaimana bentuknya?Kalau prosa, apakah prosa deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi yang sesuai dengan objek yang diamati.Kalau sudah ditetapkan bentuk yang tepat digunakan untuk menuangkan objek yang diamati, kita lanjutkan ketahap berikutnya.
  • 7. c. Menafsirkan. Kegiatan menafsirkan ialah kegiatan mempertimbangkan untuk mencari bentuk atau pola bagaimana yang akan dikembangkan dalam menulis tersebut. Penulis harus dapat menduga kirta-kira bagaimana kerangka tulisan yang akan dikembangkan. Berapa paragraf yang dapat dikembangkan pada setiap sub bagian dari kerangka tulisan tersebut.
  • 8. Gaya bahasa yang bagaimana yang akan digunakan.Bagaimana alur pengisahannya dalam penulisan tersebut yang sesuai dengan data hasil pengamatan dan hasil pengelompokan tersebut.
  • 9. d.Menafsirkan. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk menerapkan hasil pengamatan, penggolongan dan penafsiran dalam bentuk tulisan. Para siswa mencoba menuliskan hasil pengamatan itu ke dalam bentuk yang telah ditetapkan pada proses sebelumnya.
  • 10. Misalnya.Menerapkan konsep, kaidah penulisan, menyusun sebuah wacana, menulis paragraf, menyusun kalimat, kata bentukan dengan memperhatikan ejaan serta penulisan bahasa Indonesia yang benar.
  • 11. e.Mengkomunikasikan. Pada tahap akhir dari keterampilan proses ialah mengkomunikasikan hasil pengamatan, penggolongan, penafsiran, penerapan teori kedalam sebuah karya tulis. Pada tahapan ini, penulis mencoba menulis karangan berdasarkan objek nyata yang telah diamatinya.
  • 12. Objek nyata dapat berupa benda-benda faktual yang bersifat alamiah atau dalam bentuk model, seperti gambar atau rekaan.Selain ini aktivitas menulis mengikuti alur proses yang terdiri dari beberapa tahapan a.l1. pemilihan dan pembahasan masalah.2. pengumpulan bahan.3. penyusunan bahan.4. pembuatan kerangka karangan.5. revisi.6. penulisan naskah akhir.
  • 13. Akhadiah 1989 mengemukakan beberapa tahapan dalam proses menulis a.l1. pra menulis2. penulisan3. revisiSecara padat proses penulisan terdiri dari lima tahap a.la. pra menulisb. menulisc. merevisid. mengedite. mempublikasikan
  • 14. Pra menulis.Pra menulis merupakan tahap persiapan.Pada tahap ini penulis melakukan berbagai kegiatan a.lMenemukan ide gagasan, menentukan tujuan, memilih judul karangan, menentukan tujuan, memilih bentuk dan jenis tulisan, membuat kerangka serta mengumpulkan bahan-bahan.
  • 15. Ide tulisan dapat bersumber dari pengalaman, observasi, bahan bacaan dan imajinasi.Oleh karena itu pada tahap pra menulis diperlukan stimulus untuk merangsang munculnya respon yang berupa ide/gagasan.Kegiatan ini dapat dilakukan melalui beberapa aktivitas misalnya, membaca buku, surat kabar, majalah dan sejenisnya.
  • 16. Pengembangan ide ke dalam kerangka karangan dapat menggunakan berbagai pola pengembangan.Secara umum karangan terdiri atas tiga bagian yaitua. pendahuluanb. pengembanganc. penutup
  • 17. Pada bagian pendahuluan dikemukakan latar belakang masalah.Permasalahan yang akan dikemukakan dan pendekatan yang akan digunakan untuk menguraikan masalah.Penutup biasanya berisi kesimpulan dan saran
  • 18. Pengembangan masalah dapat dilakukan dengan pola alamiah dan rasional.Pada alamiah, pola pengembang yang disesuaikan dengan urutan waktu terjadinya peristiwa/ kronologis, dan urutan tempat dan ruang/ spase order.
  • 19. Sementara pengembangan secara rasional dapat dilakukan a.la. urutan sebab akibat atau sebaliknyab. problem salving atau pemecahan masalahc. aspekd. topik
  • 20. Dalam penulisan cerita anak dapat digunakan dengan pola alamiah.Sementara naskah pidato untuk suatu kegiatan seminar dapat disusun dengan pola pengembangan problem salving.
  • 21. Menulis.Tahap menulis dimulai dengan menjabarkan ide ke dalam bentuk tulisan.Ide dituangkan dalam bentuk kalimat dan paragraf.Selanjutnya paragraf dirangkaikan menjadi satu karangan utuh.
  • 22. Pada tahap ini diperlukan beberapa pengetahuan kebahasaan dan tenik penulisan.Pengetahuan kebahasaan digunakan untuk pemilihan kata, penentuan gaya bahasa, pembentukan kalimat.Teknik penulisan digunakan untuk penyusunan karangan secara utuh.
  • 23. Pada akhir kegiatan ini penulis dapat menentukan judul.Syarat penentuan judul a.la. singkatb. pro aktifc. relevan dengan isiJudul sebaiknya disusun dalam bentuk frase bukan kalimat.
  • 24. 1. Merevisi.2. Pada tahap ini dilakukan koreksi terhadap seluruh karangan.3. Koreksi dilakukan terhadap berbagai aspek, misalnya struktur karangan dan kebahasaan.4. Struktur karangan meliputi a.l penataan ide, pokok dan ide penjelas, serta sistematika serta penalarannya.
  • 25. Aspek kebahasaan meliputi a.l pilihan kata, struktur bahasa, ejaan dan tanda baca.Pada tahap revisi masih dimungkinkan mengubah judul karangan apabila judul yang telah ditentukan dirasakan oleh penulis kurang tepat.
  • 26. Mengedit.Bila karangan sudah dianggap sempurna, penulis tinggal melakukan tahap pengeditan.Dalam pengeditan ini diperlukan format baku yang akan menjadi acuan, misalnya ukuran kertas, bentuk tulisan dan pengaturan spasi.
  • 27. Proses pengeditan dapat diperluas dan disempurnakan dengan penyediaan gambar atau illustrasi.Hal ini dimaksud agar tulisan itu lebih mudah dipahami dan menarik.Gambar dan illustrasi untuk melengkapi tulisan yang dikomsumsikan untuk anak sebaiknya berwarna.Disamping menarik,warna yang dipakai dapat digunakan untuk melatih akan pengenalan warna.
  • 28. Mempublikasikan.Mempublikasikan mempunyai dua pengertian.Pengertian pertama, berarti menyampaikan karangan kepada publik dalam bentuk cetakan, sedangkan pengertian kedua, menyampaikan dalam bentuk mencetakkan.Penyampaian mencetakkan dapat dilakukan dengan pementasan penceritaan, peragaan dsb.
  • 29. Karangan berbentuk cerita anak dapat disampaikan melalui majalah, dapat juga disampaikan secara lisan.Secara sederhana karangan anak dapat dipublikasikan lewat papan tempel, atau dibacakan di depan kelas.Publikasi semacam itu memiliki dampak psikologi yang amat baik.
  • 30. Penanyangan hasil karya anak dapat berfungsi ganda, disamping untuk penguatan juga dapat untuk memacu semangat bersaing secara positif.Cerita anak termasuk bentuk prosa.Sumber cerita dapat berupa peristiwa atau pengalaman yang benar-benar terjadi atau dapat juga berupa cerita rekaan/ imajinasi.
  • 31. Cerita anak memiliki unsur a.l1. tokoh dan penokohan2. alur atau plot3. latar atau setting4. tema5. pusat pengisahan6. amanat dan bahasa
  • 32. Anak biasanya cenderung suka pada tema kepahlawanan, kemanusiaan, dan petualangan.Alur cerita anak biasanya amat sederhana Setting dapat terjadi dimana saja.Tema cerita disesuaikan dengan perkembangan kejiwaan anak.Pusat pengisahan cerita, pengarang dapat memilih gaya dia atau gaya aku.
  • 33. Bahasa yang digunakan dalam cerita anak harus sesuai dengan perkembangan bahasa anak.Kata-katanya sederhana, konkrit serta lebih mudah dicerna oleh pikiran anak.Dialog-dialog pendek perlu disampaikan agar cerita lebih menarik dan bersifat alami.
  • 34. Prinsip-prinsip dalam perkembangan menulisPrinsip terulangan.Anak menyadari bahwa dalam suatu kata bentuk yang sama terjadi berulang-ulang.Mereka memperagakannya dengan cara menggunakan suatu bentuk secara berulang-ulang.
  • 35. Prinsip generatif.Anak menyadari bentuk-bentuk tulisan lebih rinci, menggunakan beberapa huruf dalam kombinasi dan pola yang beragam.Mereka mulai memperhatikan adanya keteraturan huruf dalam suatu kata.
  • 36. Konsep tanda.Anak memahami kearbritrean tanda-tanda dalam bahasa tulis.Untuk mempermudah kegiatan komunikasi, orang dewasa perlu menghubungkan benda tertentu dengan kata yang mewakilinya.
  • 37. Fleksibelitas.Anak menyadari bahwa suatu tanda secara fleksibelitas dapat berupa menjadi tanda yang lain.Dengan menambahkan tanda-tanda tertentu huruf I dapat berubah menjadi huruf T, E dan F.
  • 38. Arah tanda.Anak menyadari bahwa tulisan bersifat linier, bergerak dari satu huruf ke huruf yang lain sampai membentuk suatu kata, dari arah kiri menuju ke arah kanan, bergerak dari baris yang satu menuju ke baris yang lain.
  • 39. Temple dkk 1988 mengidentifikasikan ada lima tahap perkembangan tulisan anak a.lPra fonetikFonetik tahap awalNama hurufTransisi Menguasai
  • 40. Tahap Pra fonetik.Dalam tahap ini anak sudah mengenal bentuk dan ukuran huruf.Tahap fonetik awal.Dalam tahap ini anak mulai mengenali prinsip-prinsip fonetik, tahu cara kerja tulisan, tapi keterampilan mengoperasikan prinsip fonetik masih sangat terbatas.
  • 41. Tahap nama huruf.Dalam tahap ini anak mulai dapat menerapkan prinsip fonetik.Anak sudah dapat menggunakan huruf- huruf untuk memiliki bunyi-bunyi yang membentuk suatu kata.
  • 42. Tahap transisi.Dalam tahap ini penguasaan anak terhadap sitem tata tulis semakin lengkap.Tahap menguasai.Dalam tahap ini anak sudah dapat menerapkan dengan baik semua sitem tertulis.

×