Dosen Pembimbing:
Belinda Aulia, ST., M.sc.
Disusun oleh :
Koni Dwi Prasetya
Bayu Aristiw ijaya
Muhammad Irsyadi Firdaus
J...
Laporan Hasil Survei Perencanaan Wilayah
Profil Kawasan Peruntukan Industri Kecamatan Driyorejo, Gresik

Dosen Pembimbing:...
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingg...
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i
...
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Administrasi Kecamatan Driyorejo ................................................. 11
Gambar ...
DAFTAR TABEL

Tabel 1 Desain Survey Kecamatan Driyorejo ........................................................ 7
Tabel 2...
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kabupaten
yang

Gresik merupakan

berdasarkan

struktur

“Gerbangkertosusila Plus”.
...
kualitas dari dampaknya itu sendiri, oleh karena itu pengamatan kami mengenai
kawasan peruntukan industri ini adalah untuk...
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Struktur Ruang dan Pola Ruang
Menurut UURI Nomor 26 Tahun 2007, struktur ruang adalah susunan
p...
kegiatan sosial ekonomi dan lingkungan, serta peraturan perundang-undangan yang
terkait.

2.2 Pengertian Kawasan Peruntuka...
ruang untuk pemusatan kegiatan industri yang telah ditetapkan dalam rencana tata
ruang dan dikelola oleh perusahaan pengel...
BAB III
METODELOGI

3.1 Metode Pengumpulan Data
Data yang rencananya akan dipakai dalam rieview kali ini adalah data sekun...
industri Driyorejo, dampak adanya kawasan industri Driyorejo terhadap mata
pencaharian dan pendapatan

masyarakat Kecamata...
3.2 Analisa Data
Data data yang diperoleh kemudian dianalisis. Cara menganalis data yang diperoleh
sesuai dengan tabel ber...
BAB IV
PROFIL KAWASAN

4.1 Gambaran Umum Kawasan Driyorejo
Kecamatan Driyorejo terletak pada bagian selatan Kabupaten Gres...
pengolahan limbah, sehingga limbah industri langsung dibuang ke Kali Tengah.
Infrastruktur lain yang juga memiliki pengaru...
Gambar 1 Peta Administrasi Kecamatan Driyorejo
11
4.3 Penggunaan Lahan di Kecamatan Driyorejo
Luas wilayah Kecamatan Driyorejo yaitu 51.290 Ha. Penggunaan lahan di
Kecamata...
Karangandong sedangkan industri besar potensial berkembang di Desa Krikilan,
Driyorejo, Cangkir, Bambe dan Tenaru.

Gambar...
4.4 Infrastruktur Kecamatan Driyorejo
4.4.1 Jaringan Jalan
Sebagian besar jaringan jalan yang ada di Kecamatan Driyorejo m...
Jumlah kebutuhan akan air bersih di Kecamatan Driyorejo pada umumnya
cukup tinggi.
Tabel 4 Keseluruhan Kebutuhan Sumberday...
Gambar 5. Gardu induk dan SUTET di Kecamatan Driyorejo
(sumber : pengamatan lapangan, 2013)
4.3.4 Jaringan Komunikasi
Juml...
unit surau/langgar, dan Gereja 3 unit. Untuk Fasilitas Kesehatan terdiri dari,
Puskesmas sebanyak 2 unit, Puskesmas Pemban...
Gambar 8 Peta Infrastruktur Kecamatan Driyorejo,
18
4.5 Potensi dan Permasalahan Kecamatan Driyorejo
4.5.1 Potensi Kecamatan Driyorejo
Kecamatan

Driyorejo

memiliki

potensi...
kompleks. Dengan adanya Kota tersebut maka akan memberikan pengaruh bagi
perkembangan industri di sekitarnya, termasuk Kec...
- Sementara, jika didasarkan pada tingkat pendidikan, masyarakat di
Kecamatan Driyorejo mayoritas berpendidikan setingkat ...
hanya pada beberapa titik atau lokasi yang disebabkan oleh beberapa
permasalahan yang dapat mengakibatkan banjir. Salah sa...
memanfaatkan Kali Tengah, sebagai saluran pembuangan. Di sepanjang aliran
Kali Tengah terdapat beragam jenis industri yang...
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil analisis profil kawasan Driyorejo terhadap (5) faktor
yang diteliti, ...
5

Isu Strategis meliputi isu pencemaran lingkungan dan isu pembangunan di
Kecamatan Driyorejo. Isu pencemaran yang terjad...
DAFTAR PUSTAKA

Undang - undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Undang-undang Republik Indo...
LAMPIRAN

Tabel 5 Luas Wilayah Menurut Desa/Kelurahan dan Jenis Penggunaan Tanah
Kecamatan Driyorejo 2011

27
Gambar 10 Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha

(Sumber : Kantor Kecamatan Driyorejo, 2013)

28
Tabel 6 Jumlah Sekolah Umum Menurut Desa/Kelurahan dan Jenis Sekolah
Kecamatan Driyorejo Tahun 2011

29
Tabel 7 Jumlah Tempat Peribadatan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan
Driyorejo 2011

30
Tabel 8 Jumlah Sarana Kesehatan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan
Driyorejo.

(Sumber : Puskesmas Kec. Driyorejo)
31
Tabel 9 Jumlah Industri Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011

32
Tabel 10 Jumlah Mini Market, Kelompok Pertokoan, Pasar Tradisional, dan
Pasar Hewan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyo...
Tabel 11 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Desa/Kelurahan
Kecamatan Driyorejo 2011

34
Gambar 11 Peta Potensi dan Permasalahan
Driyorejo

35
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Laporan hasil survey perencanaan wilayah kawasan peruntukan industri di kecamatan driyorejo, gresik

3,556

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,556
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
115
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Laporan hasil survey perencanaan wilayah kawasan peruntukan industri di kecamatan driyorejo, gresik"

  1. 1. Dosen Pembimbing: Belinda Aulia, ST., M.sc. Disusun oleh : Koni Dwi Prasetya Bayu Aristiw ijaya Muhammad Irsyadi Firdaus Joko Purnomo Eliya Nur Fadilah Juwita Arfaini Muhammad Iqbal Al Giffary 3511100035 3511100036 3512100015 3512100037 3512100040 3512100056 3512100100 JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2013
  2. 2. Laporan Hasil Survei Perencanaan Wilayah Profil Kawasan Peruntukan Industri Kecamatan Driyorejo, Gresik Dosen Pembimbing: Belinda Aulia, ST., M.sc. Disusun oleh : Koni Dwi Prasetya 3511100035 Bayu Aristiw ijaya 3511100036 Muhammad Irsyadi Firdaus 3512100015 Joko Purnomo 3512100037 Eliya Nur Fadilah 3512100040 Juwita Arfaini 3512100056 Muhammad Iqbal Al Giffary 3512100100 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2013 i
  3. 3. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik walaupun masih banyak kekurangan di dalamnya. Laporan ini diberi judul “Profil Kawasan Peruntukan Industri Kecamatan Driyorejo, Gresik” disusun untuk tugas mata kuliah perencanaan wilayah, penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca. Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan yang diberikan oleh beberapa pihak, maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : 1. Ibu Belinda Aulia, ST., M.sc. selaku Dosen perencanaan Wilayah atas segala bimbingan, pengarahan, dan kesabaran yang diberikan kepada penulis selama penyusunan Laporan ini; 2. Bapak Drs. Haris Irianto, MM selaku camat Driyorejo yang telah memberikan datadata keperluan untuk laporan ini. 3. Teman-teman yang telah membantu selama penyusunan dari awal hingga selesainya Laporan ini. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, sehingga kritik dan saran diharapkan dari pembaca. Semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya penulis. Surabaya, 25 Mei 2013 Penulis ii
  4. 4. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ iv DAFTAR TABEL ................................................................................................. v BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 1 1.3 Tujuan ............................................................................................. 1 1.4 Ruang Lingkup ................................................................................. 2 BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Struktur Ruang dan Pola Ruang .......................................................... 3 2.2 Pengertian Kawasan Peruntukan Industri ............................................. 4 2.3 Lokasi Industri ................................................................................. 5 BAB III METODELOGI 3.1 Metode Pengumpulan Data ................................................................ 6 3.2 Metode Analisis ................................................................................. 8 BAB IV PROFIL KAWASAN 4.1 Gambaran Umum Kawasan Driyorejo .................................................. 9 4.2 Batas Administrasi Kecamatan Driyorejo ..............................................10 4.3 Penggunaan Lahan di Kecamatan Driyorejo..........................................12 4.4 Infrastruktur Kecamatan Driyorejo ......................................................14 4.5 Potensi dan Permasalahan Kecamatan Driyorejo ...................................19 4.6 Isu Strategis yang Ada di Kecamatan Driyorejo ....................................22 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ......................................................................................24 5.2 Rekomendasi ....................................................................................25 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................26 LAMPIRAN .......................................................................................................27 iii
  5. 5. DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Peta Administrasi Kecamatan Driyorejo ................................................. 11 Gambar 2 (a) Perdagangan Dan Jasa (b) Permukiman .......................................... 12 Gambar 3 Peta Penggunaan Lahan Kecamatan Driyorejo ....................................... 13 Gambar 4 Akses Jalan di Kecamatan Driyorejo ...................................................... 14 Gambar 5 Gardu Induk dan SUTET di Kecamatan Driyorejo ................................... 16 Gambar 6 Kantor Telekomunikasi Indonesia di Kecamatan Driyorejo ...................... 16 Gambar 7 a) Polsek Driyorejo b) Fasilitas Kesehatan c) Fasilitas Pendidikan d) Kantor Pemerintahan e) Tempat Ibadah .......................................... 17 Gambar 8 Peta Infrastruktur Kecamatan Driyorejo, Gresik ..................................... 18 Gambar 9 Salah Satu Lokasi Industri Besar di Kecamatan Driyorejo ......................... 19 Gambar 10 Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha.......................... 28 Gambar 11 Peta Potensi dan Permasalahan Kec. Driyorejo ......................................35 iv
  6. 6. DAFTAR TABEL Tabel 1 Desain Survey Kecamatan Driyorejo ........................................................ 7 Tabel 2 Metode Analisis Data .............................................................................. 8 Tabel 3 Rata-rata Tingkat Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Driyorejo .............. 10 Tabel 4 Keseluruhan Kebutuhan Sumberdaya Air Bersih di Kecamatan Driyorejo ... 13 Tabel 5 Luas Wilayah Menurut Desa/Kelurahan dan Jenis Penggunaan Tanah Kecamatan Driyorejo 2011 ..................................................................................... 27 Tabel 6 Jumlah Sekolah Umum Menurut Desa/Kelurahan dan Jenis Sekolah Kecamatan Driyorejo Tahun 2011 ........................................................................... 29 Tabel 7 Jumlah Tempat Peribadatan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011 ................................................................................................... 30 Tabel 8 Jumlah Sarana Kesehatan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo .. 31 Tabel 9 Jumlah Industri Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011 ......... 32 Tabel 10 Jumlah Mini Market, Kelompok Pertokoan, Pasar Tradisional, dan Pasar Hewan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011 ............................... 33 Tabel 11 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011 ..................................................................................... 34 v
  7. 7. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kabupaten yang Gresik merupakan berdasarkan struktur “Gerbangkertosusila Plus”. salah satu keruangan Kabupaten ini Kabupaten masuk dalam di Jawa Timur pengembangan dalam perkembangannya mengalami perkembangan yang cukup pesat seiring dengan perkembangan industri yang sebagian berlokasi di Kabupaten Gresik. Adanya perkembangan industri yang cukup besar tersebut harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur. Infrastruktur transportasi dan infrastruktur lainnya seperti jaringan listrik, ketersediaan air bersih, dan jaringan telepon telah mampu mendukung kegiatan industri. Penelitian ini memilih Kecamatan Driyorejo sebagai wilayah studi karena dalam Angka Tahun 2008, jumlah industri besar yang paling banyak di Kabupaten Gresik berada di Kecamatan Driyorejo atau sebanyak 46 industri besar. Kegiatan industri di Kecamatan Driyorejo semakin berkembang setelah adanya kebijakan Gerbangkertosusila tahun 1989. Jumlah tersebut semakin bertambah ketika tahun 2009 yang berjumlah 254 industri (Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik, 2009). 1.2 Rumusan Masalah Menurut uraian latar belakang, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana gambaran umum kawasan peruntukan industri Driyorejo? 2. Bagaimana batas administrasi Kecamatan Driyorejo? 3. Bagaimana penggunaan lahan di Kecamatan Driyorejo? 4. Bagaimana infrastruktur Kecamatan Driyorejo? 5. Bagaimana potensi dan permasalahan Kecamatan Driyorejo sebagai Kawasan Peruntukan Industri? 6. Apa isu - isu strategis Kecamatan Driyorejo sebagai kawasan peruntukkan industri? 1.3 Tujuan Dari segala aspek untuk menyusun RTRW ataupun RDTK tampak jelas bahwa yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan adalah selain waktu adalah 1
  8. 8. kualitas dari dampaknya itu sendiri, oleh karena itu pengamatan kami mengenai kawasan peruntukan industri ini adalah untuk membuat profil kawasan di daerah Driyorejo, Gresik. Sasaran yang akan diperoleh adalah: 1. Mengidentifikasi potensi – potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Driyorejo; 2. Mengidentifikasi Permasalahan yang dimiliki oleh Kecamatan Driyorejo sebagai kawasan peruntukan industri; 3. Menyusun profil kawasan peruntukan industri di Kecamatan Driyorejo. 1.4 Ruang Lingkup Ruang lingkup dari penelitian dan pengamatan daerah peruntukan industri ini di daerah Driyorejo, Gresik. Batasan yang digunakan dalam pengamatan ini yaitu batasan administratif Kecamatan Driyorejo Gresik. Batas administrasi Kecamatan Driyorejo adalah sebagai berikut (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007): § Sebelah Utara : Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya § Sebelah Timur : Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya § Sebelah Selatan : Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo § Sebelah Barat : Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik Kecamatan Driyorejo terletak pada bagian selatan Kabupaten Gresik. Secara geografis wilayah Kecamatan Driyorejo terletak antara 1120 – 1130 Bujur Timur dan 70 – 80 Lintang Selatan. Wilayah Kecamatan Driyorejo memiliki luas 5.130 Ha, terdiri dari 16 desa/kelurahan, 47 dusun, 98 RW, 380 RT. Peta ruang lingkup disajikan dipembahasan. 2
  9. 9. BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Struktur Ruang dan Pola Ruang Menurut UURI Nomor 26 Tahun 2007, struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional. Sedangkan, Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. Beberapa pendekatan untuk mengkaji struktur ruang kota antara lain pendekatan ekologikal dan pendekatan morfologikal. Pendekatan memandang kota sebagai suatu objek studi ekologikal yang didalamnya terdapat masyarakat manusia, telah mengalami proses interelasi antarmanusia dan antara manusia dengan lingkungannya sehingga tercipta pola keteraturan penggunaan lahan (Yunus, 2004). Ada beberapa model teori struktur ruang kota yang dikemukakan oleh para ahli terkait dengan pendekatan ekologikal, antara lain teori konsentris, teori sektor, teori poros, dan teori multiple nuclei. Sedangkan pendekatan morfologi kota menurut Herbert bentuk-bentuk fisik (1973) dari dalam lingkungan Yunus (2004) perkotaan yang lebih difokuskan dapat pada diamati melalui sistem-sistem jaringan jalan, blok-blok bangunan, dan juga bangunan-bangunan individual. Pendekatan ini dapat mencerminkan karakteristik struktur ruang kota suatu wilayah yang membedakannya dengan wilayah lainnya. Ekspresi keruangan yang dapat menunjukkan struktur ruang kota dengan pendekatan morfologi kota (Yunus, 2004), yaitu bentuk kompak dan bentuk tidak kompak. Rencana pola ruang wilayah berfungsi untuk mengalokasikan ruang untuk berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat dan kegiatan pelestarian lingkungan sehingga akan terbentuk keseimbangan dan keserasian peruntukan ruang. Perencanaan pola ruang dapat dijadikan dasar sebagai pemberian izin dalam pemanfaatan ruang pada suatu wilayah. Rencana pola ruang wilayah dirumuskan berdasarkan orientasi-orientasi yang terdapat pada wilayah tersebut seperti kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah, daya dukung dan daya tamping lingkungan hidup, kebutuhan peruntukkan 3
  10. 10. kegiatan sosial ekonomi dan lingkungan, serta peraturan perundang-undangan yang terkait. 2.2 Pengertian Kawasan Peruntukan Industri Kawasan adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek fungsional serta memiliki ciri tertentu/spesifik/khusus (Soefaat et.al., 1997:116). Menurut Isard dalam Smith (1981:40), definisi dari kawasan industri adalah sekumpulan kegiatan yang timbul di tempat yang ditentukan dan dimiliki oleh sekelompok kegiatan yang mementingkan produksi, pemasaran, atau hubungan timbal baliknya. Secara umum, fisik ruang kegiatan industri dinyatakan dengan istilah kawasan industri. Akan tetapi dalam realisasinya ruang untuk kegiatan industri dapat dipilahpilah lagi dalam bentuk yang lebih spesifik. Menurut manajemennya, kawasan industri dapat dibagi menjadi kawasan industri dengan manajemen dan kawasan industri non manajemen. Kawasan industri dengan manajemen berbentuk berupa Kawasan Industri (Industrial Estate), Kawasan Berikat, Sarana Usaha Industri Kecil (SUIK), Permukiman Industri Kecil (PIK) dan Lingkungan Industri Kecil (LIK). Kawasan industri yang non manajemen berbentuk Lahan Peruntukan Industri, Kantong Industri dan Sentra Industri Kecil (Dirdjojuwono, 2004:113). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1996 tentang Kawasan Industri mencantumkan adanya istilah kawasan peruntukan industri. Kawasan peruntukan industri adalah bentangan lahan yang diperuntukan bagi kegiatan industri berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II yang bersangkutan. Soefaat et.al. (1997:116) menyebutkan zone industri adalah kawasan yang diperuntukan untuk pengembangan berbagai industri yang mencakup beberapa wilayah. Dirdjojuwono (2004:114) menyebutkan lahan peruntukan industri adalah bentang lahan yang dalam kebijaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diperuntukan bagi berbagai kegiatan industri. Berdasarkan uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa istilah kawasan industri memiliki dua pengertian,yaitu pengertian secara umum dan pengertian secara spesifik. Pengertian kawasan industri secara umum adalah segala bentuk fisik ruang untuk pemusatan kegiatan industri yang telah ditetapkan dalam rencana tata ruang, sedangkan pengertian kawasan industri secara spesifik adalah bentuk fisik 4
  11. 11. ruang untuk pemusatan kegiatan industri yang telah ditetapkan dalam rencana tata ruang dan dikelola oleh perusahaan pengelola kawasan. Kawasan industri yang dikelola oleh perusahaan pengelola kawasan ini biasa diistilahkan dengan Industrial Estate. 2.3 Lokasi Industri Banyak faktor yang dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan lokasi industry yang tepat. Dari teori Weber, dijabarkan faktor lokasi dari sisi makro dengan rincian sebagai berikut : 1. Transportasi · Jarak terhadap pemasok, konsumen. · Ketersediaan komunikasi (pos, bank, Telkom, dll). · Posisi terhadap jaringan jalan (arteri, kolektor, tol). · Posisi terhadap jaringan kereta api dan terminal container. · Posisi terhadap kanal, angkutan sungai dan penyeberangan. · Posisi terhadap bandara, pelabuhan. 2. Tenaga Kerja · Ketersediaan tenaga kerja dan Upah tenaga kerja. · Kemampuan/ketrampilan (profesional, tukang,buruh). · Tempat pelatihan tenaga kerja (BLK). · Kondisi sosial budaya masyarakat setempat. 3. Iklim (temperatur, kelembagaan, curah hujan, dll). 4. Pajak, retribusi, pungutan, insentif. Untuk faktor lokasi dari sisi mikro, Weber merincikannya sebagai berikut : 1. Lahan 2. Layanan transportasi 3. Penyediaan energi · Kelistrikan (tegangan, kinerja, gardu induk, biaya SAMB). · Gas (jenis pelayanan, jaringan distribusi, harga, biaya, SAMB). · Batubara. 4. Penyediaan air bersih · Layanan jaringan PDAM (sambungan, kinerja, sumber air, harga jual). · Penggunaan air tanah (kualitas, kuantitas). 5. Pengelolaan limbah padat dan limbah cair 6. Kegiatan usaha yang berdekatan. 5
  12. 12. BAB III METODELOGI 3.1 Metode Pengumpulan Data Data yang rencananya akan dipakai dalam rieview kali ini adalah data sekunder dan data primer atau data lapangan. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber dari institusi pemerintahan yang terkait yaitu pemerintah Kecamatan Driyorejo dan masyarakat Kecamatan Driyorejo dari serta data primer didapat hasil observasi lapangan di wilayah studi. Data sekunder diperoleh dari studi literatur. Metode pengumpulan data yang direncanakan untuk setiap aspek yaitu sebagai berikut : 1. Admistratif Kawasan Data administratif didapat dari data sekunder dan data primer. Data sekunder meliputi Lokasi Kecamatan Driyorejo, koordinat Kecamatan Driyorejo, Batas Admistratif Kecamatan Driyorejo, tipografi Kecamatan Driyorejo, Pertumbuhan jumlah penduduk, dan mata pencaharian masyarakat Kecamatan Driyorejo. Data primer pada aspek ini meliputi Lokasi Kecamatan Driyorejo, Mata pencaharian masyarakat yang didapat dengan wawancara kepada masyarakat Kecamatan Driyorejo. 2. Penggunaan Lahan Kawasan Data penggunaan lahan didapat dari data primer yaitu dengan data hasil pengamatan dilapangan melalui foto-foto dilapangan. Data penggunaan lahan juga didapat melalui studi literatur peta penggunaan lahan di Kecamatan Driyorejo. 3. Infrastruktur kawasan Data Infrastruktur kawasan didapat dari data primer yaitu dengan data hasil pengamatan di lapangan yang berupa foto-foto infrastruktur yang ada di Kecamatan Driyorejo. Data infrastruktur ini meliputi jaringan jalan, jaringan listrik, jaringan air minum dan drainase, tempat ibadah, akses pendidikan, akses kesehatan, serta perdagangan dan jasa. 4. Potensi dan Permasalahan Kawasan Data potensi dan permasalah kawasan didapat dari data primer dan data sekunder. Data primer bersal dari : (1) wawancara dengan masyarakat Kecamatan Kecamatan Driyorejo dan Instansi pemerintahan Kecamatan, wawancara meliputi ketercukupan sarana dan prasarana, dampak lingkungan dengan adanya kawasan 6
  13. 13. industri Driyorejo, dampak adanya kawasan industri Driyorejo terhadap mata pencaharian dan pendapatan masyarakat Kecamatan Driyorejo, serta perubahan social masyarakat dengan adanya kawasan industri Driyorejo. (2) Pengamatan keadaan alam yang mungkin dikembangkan dikembangkan potensinya seperti waduk. Data sekunder dilakukan untuk mendapatkan data potensi Kecamatan Driyorejo serta permasalahan yang sedang terjadi di Kecamatan Driyorejo sebagai Kawasan Industri melalui artikel ilmiah dsb. 5. Isu Strategis pengembangan kawasan Data isu strtegis kawasan diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer didapat melalui wawancara tentang isu-isu pembangungan. Data sekunder didapat dari Rencana Detail Tata Ruang Kota Driyorejo Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik. Tabel 1 Desain Survey Kecamatan Driyorejo No Data Data Yang Diperlukan Metode Sumber Data 1 geografi dan Topografi 3 Batas dan peta Kecamatan administrative Driyorejo dalam Luas daerah Angka 2012 Topografi Jurnal Ilmiah · Masyarakat Penggunaan lahan · Pengamatan Lahan Terbangun Lapangan · Jurnal Ilmiah Jaringan jalan Jaringan air minum dan drainase 4 Infrastruktur Jaringan listrik Instansi Data Lahan Terbuka Kondisi Pengambilan · Survey Sekunder · Survey Sekunder Pemerintah Kecamatan Driyorejo ITS · Survey Sekunder ITS · Survey Primer · Pengamatan Lapangan · Jurnal Ilmiah · Kecamatan Jaringan Driyorejo Telekomunikasi dalam Angka Fasilitas umum · Survey Sekunder · Survey Pemerintah Kecamatan Driyorejo 2012 Primer 7
  14. 14. 3.2 Analisa Data Data data yang diperoleh kemudian dianalisis. Cara menganalis data yang diperoleh sesuai dengan tabel berikut : Tabel 2 Metode Analisis Data No Data Sub Kondisi 1 Luas daerah dan Topografi 3 Output Batas administrative geografi Metode Analisis Penggunaan lahan Topografi Lahan Terbuka Lahan Terbangun Analisis kulantitatif secara deskriptif Analisis kulantitatif secara deskriptif Profil kawasan Peta penggunaan lahan dan profil kawasan Jaringan jalan Jaringan air minum dan drainase 4 Infrastruktur Jaringan listrik Jaringan Analisis kulantitatif secara deskriptif Peta infrastruktur kawasan dan Profil kawasan Telekomunikasi Fasilitas umum Sosial ekonomi Sarana dan Prasarana 5 Lain-lain topografi Analisis kualitatif Permaslahan dan potensi kawasan Kondisi eksisting 8
  15. 15. BAB IV PROFIL KAWASAN 4.1 Gambaran Umum Kawasan Driyorejo Kecamatan Driyorejo terletak pada bagian selatan Kabupaten Gresik. Secara geografis wilayah Kecamatan Driyorejo terletak antara 1120 – 1130 Bujur Timar dan 70 – 80 Lintang Selatan. Wilayah 5.130 Ha, terdiri dari Kecamatan Driyorejo memiliki luas 16 desa/kelurahan, 47 dusun, 98 RW, 380 RT. Batas administrasi Kecamatan Driyorejo adalah sebagai berikut (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007). · Sebelah Utara : Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya · Sebelah Timur : Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya · Sebelah Selatan : Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo · Sebelah Barat : Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik Rata-rata petumbuhan penduduk selama lima tahun terakhir di Kecamatan Driyorejo sebesar 8,8 %. Jenis mata pencaharian penduduk di Kecamatan Driyorejo terdiri dari petani, pegawai negeri, buruh/karyawan, perdagangan, TNI, jasa dan lain sebagainya, dimana pada tahun bekerja di sektor industri 2008 sebesar didominasi oleh penduduk yang 64,63% (Kecamatan Driyorejo dalam Angka tahun 2008) Topografi di Kecamatan Driyorejo berkisar antara 6,25-50 meter di atas permukaan laut. Dari pengembangan segi topografi Kecamatan Driyorejo perkotaan mengingat topografinya berada sesuai pada untuk daerah dataran rendah. Infrastruktur teknis jalan raya, jalan kereta api, listrik, PDAM, telepon, drainase, dan refuse plan. Sarana prasarana transportasi dan infrastruktur lainnya di Kecamatan Driyorejo telah mendukung kegiatan perindustrian. Jaringan listrik telah menjangkau hampir seluruh Kecamatan dengan menggunakan jasa perusahaan listrik. Ketersediaan sumber air bersih dari PDAM, sumur gali atau sumur pompa di Kecamatan Driyorejo dapat memenuhi kebutuhan air bersih industri. Jaringan telekomunikasi telah menjangkau di seluruh Kecamatan baik melalui telepon kabel maupun nirkabel. Begitu pula dengan jaringan drainase dan sistem persampahan. Infrastruktur tersebut telah mampu mendukung kegiatan industri di Kecamatan Driyorejo, sedangkan pengolahan limbah masih ada industri yang belum memiliki 9
  16. 16. pengolahan limbah, sehingga limbah industri langsung dibuang ke Kali Tengah. Infrastruktur lain yang juga memiliki pengaruh bagi keberadaan industri yaitu saluran drainase. Saluran drainase berupa saluran terbuka dengan kondisi permanen dan non permanen. Kondisi saluran drainase di sebagain besar wilayah di Driyorejo masih belum optimal dan tidak semua ruas jalan dilengkapi oleh saluran tersebut, sehingga mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak berat akibat air hujan menggenangi jalan yang belum dilengkapi oleh saluran tersebut. 4.2 Batas Administratif Kecamatan Driyorejo Kecamatan Driyorejo terletak pada bagian selatan Kabupaten Gresik. Secara geografis wilayah Kecamatan Driyorejo terletak antara 1120 – 1130 Bujur Timar dan 70 – 80 Lintang Selatan. Wilayah Ha, terdiri dari Kecamatan Driyorejo memiliki luas 5.130 16 desa/kelurahan, 47 dusun, 98 RW, 380 RT. Batas administrasi Kecamatan Driyorejo adalah sebagai berikut (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007). · Sebelah Utara : Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya · Sebelah Timur : Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya · Sebelah Selatan : Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo · Sebelah Barat : Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik Kecamatan Driyorejo memiliki 16 desa yaitu Krikilan, Driyorej, Cangkir, Bambe, Mulung, Tenaru, Kesamben Wetan, Sumput, Tanjungan, Banjaran,Karangandong, Mojosari Rejo, Wedoroanom,Randegansari, Gadung. Rata-rata petumbuhan penduduk selama lima tahun terakhir di Kecamatan Driyorejo sebesar 8,8 %. Tabel 3 Rata-Rata Tingkat Pertumbuhan Penduduk Kecamatan Driyorejo Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 Jumlah (Jiwa) 79144 79954 80695 81515 82276 Pertambahan Tiap Tahun (Jiwa) 810 741 820 761 Jenis mata pencaharian penduduk di Kecamatan Driyorejo terdiri dari petani, pegawai negeri, buruh/karyawan, perdagangan, TNI, jasa dan lain sebagainya, dimana pada tahun sektor industri 2008 sebesar didominasi oleh penduduk yang bekerja di 64,63% (Kecamatan Driyorejo dalam Angka tahun 2008). 10
  17. 17. Gambar 1 Peta Administrasi Kecamatan Driyorejo 11
  18. 18. 4.3 Penggunaan Lahan di Kecamatan Driyorejo Luas wilayah Kecamatan Driyorejo yaitu 51.290 Ha. Penggunaan lahan di Kecamatan Driyorejo meliputi lahan terbangun dan Belum terbangun 4.3.1 Ruang Terbuka dan Lahan Belum Terbangun Penggunaan lahan di Kecamatan Driyorejo didominasi oleh lahan terbuka seluas 3.839,26 Ha yang terdiri dari lahan pertanian berupa sawah tadah hujan seluas 3.064,3 Ha, sawah irigasi seluas 3,88 Ha, kebun campur seluas 447,21 Ha, Madang, 133.04, semak belukar seluas 13,1 Ha, Ruang Terbuka Hijau (Makam dan lainnya) seluas 35,61 Ha, padang rumput seluas 90,02 Ha, kolam 48,18 seluas 45,03 Ha dan waduk seluas 3,90 Ha. (RDTR Kecamatan Driyorejo Tahun 2007 – 2027). 4.3.2 Lahan Terbangun Lahan terbangun di Kecamatan Driyorejo seluas 1.290,74 Ha yang meliputi permukiman seluas 770,34 Ha, perdagangan dan jasa seluas 30,42 Ha, Industri dan Gudang seluas 436,28 Ha, bangunan umum (Tiga Gardu Induk PLN) seluas 20,70 Ha, fasilitas pemerintahan seluas 5,10 Ha, fasilitas pendidikan seluas 15,94 Ha, fasilitas peribadatan seluas 11,32 Ha dan Fasilitas kesehatan seluas 0,62 Ha (RDTR Kecamatan Driyorejo Tahun 2007 – 2027). a b Gambar 2. (a) Perdangan dan jasa (b). Pemukiman (sumber : pengamatan lapangan, 2013) Selain permukiman, lahan terbangun yang memiliki luasan yang cukup besar yaitu guna lahan industri dan pergudangan. Perkembangan industri di Kecamatan Driyorejo cukup signifikan. Daerah yang potensial untuk jenis industri kecil terdapat di Desa Petiken, Kesamben Wetan, Tanjungan, Banjaran, Karangandong, Mojosarirejo, Wedoroanom, Randegansari, Gadung, sedangkan untuk industri sedang di Desa Bambe, Mulung, Tenaru, Kesamben Wetan, Sumput, dan 12
  19. 19. Karangandong sedangkan industri besar potensial berkembang di Desa Krikilan, Driyorejo, Cangkir, Bambe dan Tenaru. Gambar 3 Peta Penggunaan Lahan Kecamatan Driyorejo 13
  20. 20. 4.4 Infrastruktur Kecamatan Driyorejo 4.4.1 Jaringan Jalan Sebagian besar jaringan jalan yang ada di Kecamatan Driyorejo memiliki jenis perkerasan berupa jalan aspal, jalan cor/paving, jalan diperkeras/beton. Jenis perkerasan jalan yang ada memiliki kondisi yang cukup baik terutama untuk jalan aspal, paving dan beton. Namun, kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Legundi-Jalan Raya Bambe sering terjadi karena kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan volume. Jenis kendaraan yang melintas sebagian besar adalah kendaraan pengangkut barang, hal ini juga menjadi factor pendukung terjadinya kemacetan. Biasanya kemacetan terjadi menjelang maghrib hingga tengah malam. Gambar 4. Akses jalan di Kecamatan Driyorejo (sumber : pengamatan Lapangan, 2013) Sarana angkutan transportasi darat yang digunakan salah satunya adalah angkutan umum. Kecamatan Driyorejo sudah terlayani oleh angkutan umum yang melayani rute Krian, Cerme, Karangpilang, Sidoarjo, Kedamean, Menganti, Wringinanom. 4.4.2 Jaringan Air bersih dan drainase Saluran drainase di Kecamatan Driyorejo sebagian merupakan saluran terbuka dengan kondisi permanen dan non permanen. Kondisi saluran drainase di sebagain besar wilayah di Driyorejo masih belum optimal, tidak semua ruas jalan dilengkapi oleh saluran tersebut, sehingga mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak berat akibat air hujan menggenangi jalan yang belum dilengkapi oleh saluran tersebut. Selain itu masyarakat menggunakan sungai Kali Tengah sebagai saluran drainase. Sungai Kali Tengah juga dimanfaatkan oleh industri-industri yang berkembang sebagai saluran pembuangan limbah cair. 14
  21. 21. Jumlah kebutuhan akan air bersih di Kecamatan Driyorejo pada umumnya cukup tinggi. Tabel 4 Keseluruhan Kebutuhan Sumberdaya air bersih di Kecamatan Driyorejo (Sumber: JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, (Sept, 2012) ISSN: 2301-9271) Kebutuhan air bersih tersebut sebagian besar terlayani oleh jaringan perpipaan PDAM. Hal ini bisa dilihat dari tingginya pengguna/pelanggan air bersih dari PDAM. Sumber air baku PDAM di Kecamatan Driyorejo berasal dari Kali Surabaya. Selain dari PDAM kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Driyorejo juga diperoleh dari sumur gali ataupun sumur pompa. 4.4.3 Jaringan Listrik Kebutuhan listrik di Kecamatan Driyorejo dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Perkembangan pembangunan kelistrikan di Kecamatan Driyorejo telah mampu menjangkau hampir seluruh wilayah, dengan pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial, rumah tangga, bisnis/usaha, industri, gedung pemerintah dan penerangan jalan. Kebutuhan listrik yang terbesar yaitu pada golongan/kelompok pelanggan industri, karena industri di Kecamatan Driyorejo sangat membutuhkan listrik sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan produksi. Di Kecamatan Driyorejo terdapat 3 gardu induk yang melayani jaringan listrik di seluruh wilayah perencanaan yang dihubungkan oleh jalur SUTT/SUTET yang melintasi beberapa desa di Kec. Driyorejo 15
  22. 22. Gambar 5. Gardu induk dan SUTET di Kecamatan Driyorejo (sumber : pengamatan lapangan, 2013) 4.3.4 Jaringan Komunikasi Jumlah pelanggan telepon di Kecamatan Driyorejo cukup besar pada tahun 2006 sebanyak 5.220 pelanggan yang tersebar di seluruh desa yang ada di wilayah perencanaan walaupun saat ini sarana telekomunikasi cukup berkembang dengan pesat, seiring dengan perkembangan telepon sesuler yang semakin canggih dan modern sehingga hubungan komunikasi dapat berjalan dengan cepat dan efisien. Berkembangnya telepon sesuler tersebut didukung dengan pengembangan dan pembangunan beberapa menara/tower milik beberapa perusahaan telekomunikasi (diantaranya PT Telkomsel, Indosat dsb) yang tersebar di Kecamatan Driyorejo. Gambar 6. Kantor Telekomunikasi Indonesia di Kecamatan Driyorejo (sumber: pengamatan lapangan, 2013) 4.3.5 Fasilitas Umum Fasilitas Umum yang ada di Kecamatan Driyorejo antara lain fasilitas peribadatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas keamanan dan ketertiban dan kantor pemerintahan. Kecamatan Driyorejo memiliki fasilitas pendidikan berupa TK sebanyak 24 unit, SD/MI sebanyak 38 unit. SLTP/MTS sebanyak 11 unit, SLTA/MA sebanyak 5 unit, Pondok Pesantren sebanyak 4 unit. Untuk fasilitas peribadatan, Kecamatan Driyorejo memiliki 53 unit Masjid dan 270 16
  23. 23. unit surau/langgar, dan Gereja 3 unit. Untuk Fasilitas Kesehatan terdiri dari, Puskesmas sebanyak 2 unit, Puskesmas Pembantu sebanyak 3 unit, Poliklinik sebanyak 8 unit, Polindes sebanyak 10 unit, Apotik sebanyak 2 unit dan praktik dokter sebanyak 22 unit. Tersedianya beberapa sarana tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat telah terpenuhi. a b c d e Gambar 7. a) Polsek Driyorejo b) Fasilitas Kesehatan c) Fasilitas Pendidikan d) Kantor Pemerintahan e) Tempat Ibadah (sumber : pengamatan Lapangan, 2013) 17
  24. 24. Gambar 8 Peta Infrastruktur Kecamatan Driyorejo, 18
  25. 25. 4.5 Potensi dan Permasalahan Kecamatan Driyorejo 4.5.1 Potensi Kecamatan Driyorejo Kecamatan Driyorejo memiliki potensi yang bisa dikembangkan kedepannya untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut dapat dilihat dari segi sosial ekonominya, keadaan fisiknya, Sarana dan Prasarananya dan lain sebagainya. 1 Sosial Ekonomi Kegiatan Industri berkembang pesat di Kecamatan Driyorejo, baik industri kecil, sedang dan besar. Industri besar terdapat di Desa Krikilan, Driyorejo, Cangkir, Bambe dan Tenaru. Hasil analisa tersebut sesuai dengan kondisi yang ada bahwa perkembangan industri besar di Kecamatan Driyorejo lebih mengarah di desa-desa tersebut. Bagi industri sedang terletak di Desa Bambe, Mulung, Tenaru, Kesamben Wetan, Sumput, dan Karangandong. Jumlah industri kecil yang berkembang di Kecamatan Driyorejo sebanyak 17 jenis yang tersebar di Desa Krikilan, Bambe, Petiken, Kesamben Wetan, Sumput, Tanjungan, Banjaran, Karangandong, Mojosarirejo, Wedoroanom, Randegansari, dan Gadung. Bagi industri kecil di Kecamatan Driyorejo adalah Desa Petiken, Kesamben Wetan, Tanjungan, Banjaran, Karangandong, Mojosarirejo, Wedoroanom, Randegansari, Gadung. Kegiatan-kegiatan industri tersebut memiliki peranan penting bagi perkembangan perekonomian Kecamatan Driyorejo. Perkembangannya industry yang demikian akan semakin menarik investor-investor asing untuk menanam modal pada industri-industri tsb. Gambar 9. Salah Satu Lokasi Industri Besar di Kecamatan Driyorejo (sumber : pengamatan Lapangan, 2013) Kecamatan Driyorejo memiliki lokasi yang strategis karena berdekatan dengan Kota Surabaya, ibu kota Propinsi Jawa Timur, merupakan kota Orde I sebagai pusat pelayanan sekaligus sebagai kota yang perkembangannya paling 19
  26. 26. kompleks. Dengan adanya Kota tersebut maka akan memberikan pengaruh bagi perkembangan industri di sekitarnya, termasuk Kecamatan Driyorejo yang letaknya juga sangat berdekatan dengan Kota Surabaya 2 Fisik (Keadaan Alam) - Kecamatan Driyorejo memiliki ketinggian 6,25-50 meter dpl, dengan kelerengan 0-8 % (99 % dari luasan), 8-15 % (1 % dari luasan). Hal ini lebih cukup memudahkan di dalam pelaksanaan pembangunan. Jika disesuaikan dengan standar karakteristik industri, maka Kecamatan Driyorejo sesuai untuk pembangunan lokasi industri. Hal ini dikarenakan lokasi yang sesuai untuk lokasi industri adalah lokasi dengan kemiringan lereng yang sesuai dan berkisar 0% - 25%, pada kemiringan >25% - 45% dapat dikembangkan kegiatan industri dengan perbaikan kontur, serta ketinggian tidak lebih dari 1000 meter dpl; - Ketersediaan lahan masih luas dan arahan pengembangan wilayah Kecamatan Driyorejo sebagai kawasan industri semakin memberikan peluang besar bagi pengembangan industri di wilayah ini. 3 Sarana dan Prasarana - Jangkauan jaringan listrik PLN dan telepon telah merata seluruh wilayah, demikian juga dengan jaringan jalan sebagian besar sudah diaspal dan dipaving. Hal ini akan mendukung berkembangnya industri yang terlayani oleh jaringan listrik dan telekomunikasi yang secara tidak langsung akan meningkatkan perekonomian wilayah Kecamatan Driyorejo; 4.5.2 Permasalahan Kecamatan Driyorejo Kecamatan Driyorejo memiliki hambatan yang bisa menghambat perkembangan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Hambatan tersebut dapat dilihat dari segi sosial ekonominya, keadaan fisiknya, Sarana dan Prasarananya dan lain sebagainya. 1. Sosial - Ekonomi - Kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Legundi-Jalan Raya Bambe karena kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan volume dan jenis kendaraan yang melintasnya. Kondisi tersebut diperparah dengan ketidaksadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Hal ini akan berpengaruh dan akan menghambat mobilitas kegiatan industri, dimana sektor transportasi menjadi faktor utama dalam kegiatan tersebut. 20
  27. 27. - Sementara, jika didasarkan pada tingkat pendidikan, masyarakat di Kecamatan Driyorejo mayoritas berpendidikan setingkat Sekolah Dasar. Hal inilah yang menyebabkan kurangnya sumberdaya manusia yang memiliki keterampilan sehingga akan menyebabkan berdatangannya pekerja industri dari luar daerah ataupun pekerja asing. 2. Fisik (Kondisi Alam) - Jenis tanah yang ada di Kecamatan Driyorejo secara garis besar dikelompokkan dalam 2 (dua) jenis tanah yaitu aluvial dan grumosol. Dari 2 (dua) jenis tanah tersebut, secara umum kondisi sifat fisik tanah pada umumnya mempunyai daya dukung yang relatif rendah, oleh karena tingginya kadar kandungan tanah liat yang bertipe “montmorrilllonite” (bersifat retak pada saat kering, dan lekat/memuai pada saat basah (Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik, 2007). Jika disesuaikan dengan standar karakteristik lokasi industri, maka jenis tanah di wilayah ini kurang mendukung, karena kurang menunjang konstruksi bangunan industri. - Keadaan geologi umum yang menonjol di Kecamatan Driyorejo adalah terdapatnya daerah perlipatan antiklinorium yang melintang dari timur ke barat. Daerah perlipatan demikian ini sangat labil karena ada kemungkinan terjadinya pergeseran batuan dasar, terutama pada area sinklinal dan antiklinal. Selain itu juga terdapat sesar (patahan yang memotong antiklinorium tersebut pada dua tempat dan melintang dari timur laut ke arah barat daya. Daerah patahan ini merupakan daerah yang sangat berbahaya untuk pembangunan sarana dan prasarana fisik karena kemungkinan terjadinya gempa. Kerawanan ini didukung pula oleh batuan jenis napal tufaan (yang mudah mengalami patahan/keretakan) yang membentang dari timur ke barat. Lokasi patahan tersebut terdapat di Desa Karangandong, Mojosarirejo, sebagian Desa Sumput, Kesamben wetan dan Petiken. Keadaan ini juga mempengaruhi secara negatif terhadap pembangunan lokasi industri, karena daya dukung lahan kurang sesuai untuk menunjang konstruksi bangunan industri di wilayah ini. 3. Sarana dan Prasarana - Daerah rawan banjir di Kecamatan Driyorejo terdapat pada beberapa desa diantaranya adalah Desa Krikilan, Driyorejo, Cangkir, Petiken, Mulung dan Sumput. Lokasi banjir tidak seluruhnya menggenangi desa tersebut namun 21
  28. 28. hanya pada beberapa titik atau lokasi yang disebabkan oleh beberapa permasalahan yang dapat mengakibatkan banjir. Salah satu penyebab banjir tersebut adalah kondisi saluran yang kurang memadai untuk menampung limpahan air hujan, sehingga air meluap keluar dari salurannya dan juga tidak adanya saluran pembuangan tepi jalan yang banyak terdapat di beberapa ruas jalan di Kecamatan Driyorejo. Hal ini berpengaruh negatif terhadap mobilitas industri dimana dukungan prasana sangat penting dalam menunjang beroperasinya kegiatan mobilitas industri. - Saluran drainase di Kecamatan Driyorejo berupa saluran pinggir jalan sebagai penampung air hujan. Pada umumnya saluran drainase di Kecamatan Driyorejo merupakan saluran terbuka dengan kondisi permanen dan non permanen. Kondisi saluran drainase di sebagian besar wilayah di Kecamatan Driyorejo masih belum optimal dan tidak semua ruas jalan dilengkapi oleh saluran tersebut, sehingga mengakibatkan banyaknya ruas jalan yang rusak berat akibat air hujan menggenangi jalan yang belum dilengkapi oleh saluran tersebut. - Limbah yang berasal dari pabrik diantaranya mengakibatkan polusi udara yang berasal dari asap, salah satunya yang dihasilkan oleh pabrik MDQ. Selain itu, pembuangan air limbah baik industri maupun domestik banyak memanfaatkan Kali Tengah, sebagai saluran pembuangan. Kegiatan Industri tersebut memberikan kontribusi air limbah yang cukup besar selain domestik. Pembuangan air limbah inilah yang memberikan kontribusi pencemaran yang signifikan pada Kali Surabaya. Disisi lain Kali Surabaya sebagai sumber penyediaan air minum. Selain limbah cair yang mencemari sungai, asap yang dihasilkan oleh industri-industri di Kecamatan Driyorejo. Oleh karena itu Industri yang berkembang pesat di Kecamatan Driyorejo perlu diantisipasi dengan bangunan pengolah limbah untuk menghindari kerusakan lingkungan. (Peta Permasalahan dan Potensi terlampir) 4.6 Isu Strategis yang Ada di Kecamatan Driyorejo 4.6.1 Isu pencemaran lingkungan Di Kecamatan Driyorejo sebagain industri tidak memiliki saluran pengolahan limbah dan membuang limbah hasil produksi tersebut ke sungai. Pembuangan air limbah industri ke sungai di Kecamatan Driyorejo dengan 22
  29. 29. memanfaatkan Kali Tengah, sebagai saluran pembuangan. Di sepanjang aliran Kali Tengah terdapat beragam jenis industri yang berkembang. Industri tersebut terdiri dari industri kertas, minuman ringan, pengolahan kayu, kawat, sepeda, detergen, farmasi, biskuit dan keramik. Industri-industri tersebut memberikan kontribusi air limbah yang cukup besar selain limbah domestik. Kali Tengah merupakan anak sungai dari Kali Surabaya. Kali Tengah menjadi avour penampung aliran limbah bagi industri-industri di wilayah pengalirannya. Pembuangan air limbah inilah yang memberikan kontribusi pencemaran yang signifikan pada Kali Surabaya. Disisi lain Kali Surabaya sebagai sumber penyediaan air minum. Dalam upaya menangani masalah tersebut pemerintah Kecamatan Driyorejo berencana melakukan sistem pengelolaan air buangan di Kecamatan Driyorejo diarahkan pada sistem komunal dengan mengumpulkan air limbah yang berasal dari industri dan air limbah domestik yang terdapat di sepanjang daerah tangkapan Kali Tengah untuk dikelola secara terpusat dan untuk mengoptimalkan pengelolaan penanganan limbah, sistem pengelolaan air limbah di Kecamatan Driyorejo dibagi dalam beberapa zona kawasan pengelolaan limbah, setiap zona kawasan ditempatkan 1 (satu) IPAL secara terpusat. Pembagian IPAL di Desa Bambe, Kesamben Wetan dan Tanjungan. Selain pencemaran sungai, pencemaran udara juga terjadi di Kecamatan Driyorejo. Limbah yang berasal dari pabrik MDQ misalnya. Akibat kegiatan produksi dari pabri MDQ tersebut menimbulkan polusi udara yang mengganggu aktifitas masyarakat. 4.6.2 Isu Pembangunan Rencana pembangunan jalan tol Surabaya-Gresik-Lamongan –Tuban akan memberikan peluang pengembangan industri di Kecamatan Driyorejo, karena pengembangan jalur transportasi akan mendukung mobilitas industri. Hal ini dikarenakan faktor transportasi harus diperhitungkan dalam arti diusahakan bahwa biaya transportasi penjualan (ke konsumen) adalah yang relatif paling murah, biaya pengangkutan bahan baku dari sumbernya adalah relatif yang termurah. Pembangunan pelabuhan khusus migas dan barang di Lamongan yang lokasinya berada di perbatasan Kab. Gresik dan Kab. Lamongan yakni LIS (Lamongan Integrated Shorbase) yang juga akan mendukung sistem transportasi dalam mobilitas industri. 23
  30. 30. BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pada hasil analisis profil kawasan Driyorejo terhadap (5) faktor yang diteliti, yaitu Batas Administrasi, Penggunaan Lahan, Infrastruktur, Potensi dan Permasalahan, yang dikaitkan dengan Isu Strategis Pengembangan Kawasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1 Penggunaan lahan di Kecamatan Driyorejo didominasi oleh lahan tidak terbangun seluas 3.839,26 Ha yang terdiri dari lahan pertanian, ruang terbuka hijau, dan waduk sedangkan lahan terbangun di Kecamatan Driyorejo seluas 1.290,74 Ha yang terdiri dari permukiman, perdagangan dan jasa, industri dan pergudangan serta fasilitas umum lainnya. lahan terbangun tersebut yang memiliki luasan yang cukup besar yaitu guna lahan industri dan pergudangan. 2 Infrastruktur kawasan berupa jaringan jalan, jaringan listrik, jaringan drainase dan air bersih. Jaringan jalan di Kecamatan driyorejo berupa jalan aspal, cord an diperkeras yang. Jaringan listrik di kecamatan driyorejo dilayani oleh 3 Gardu induk dan persebarannya telah merata. Jaringan drainase di kecamatan Driyorejo berupa drainase permanen dan non permanen. Fasilitas Umum yang ada di Kecamatan Driyorejo antara lain fasilitas peribadatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas keamanan dan ketertiban dan kantor pemerintahan. 3 Permasalahan yang dimiliki oleh Kecamatan Driyorejo antara lain Kemacetan lalu lintas jalan raya karena kapasitas jalan yang tidak seimbang dengan volume dan jenis kendaraan yang melintasnya, daya dukung lahan kurang sesuai untuk menunjang konstruksi bangunan industri, dan kondisi saluran drainase di sebagian besar wilayah di Kecamatan Driyorejo masih belum mendukung kegiatan industry. 4 Potensi yang dimiliki Kecamatan Driyorejo antara lain perkembangan industri baik skala besar, skala sedang dan skala besar yang cukup pesat dan didukung letak Kecamatan Driyorejo cukup strategis terhadap Kota Surabaya dapat menarik Investor dari dalam maupun luar negeri. Potensi lain yang dimiliki Kecamatan Driyorejo sebagai kaawasan peruntukan industri yaitu kelerengan lahan yang sesuai untuk kawasan industri, lahan yang masih luas dan tersedianya sarana dan prasarana yang baik. 24
  31. 31. 5 Isu Strategis meliputi isu pencemaran lingkungan dan isu pembangunan di Kecamatan Driyorejo. Isu pencemaran yang terjadi d Kecamatan Driyorejo yaitu dibuangnya limbah industry ke kali tengah dan pencemaran udara oleh industry-industri. Sedangkan isu pembangunan di Kecamatan Driyorejo adalah rencana pembangunan jalan tol Surabaya-Gresik-Lamongan yang akan mendukung system transportasi dalam mobilitas industry di Kecamatan Driyorejo. 5.2 Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan diatas, untuk memecahkan permasalahan tidak berkembangnya Kawasan Peruntukan Industri di Kecamatan Driyorejo, penulis menyampaikan beberapa usulan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat, sebagai berikut: 1 Memperbaiki kondisi ruas-ruas jalan penghubung antara Kawasan Peruntukan Industri Driyorejo dengan jalan utama melalui peningkatan kapasitas beban dan lebar perkerasan jalan, sehingga sesuai dengan sesuai dengan standar jalan untuk kendaraan industri; 2 Meningkatkan kapasitas jaringan listrik pada Kawasan Peruntukan Industri Driyorejo sehingga mencukupi untuk kebutuhan industri; 3 Menerapkan pola-pola insentif dan disinsentif terhadap lokasi-lokasi industri yang ada di Kabupaten Gresik, yang mengarah pada masuknya industri ke Kawasan Peruntukan Industri Driyorejo; 4 Membentuk badan pengelola Kawasan Peruntukan Industri Driyorejo; 5 Melakukan promosi atau sosialisasi Kawasan Peruntukan Industri Driyorejo sehingga keberadaan Kawasan Peruntukan Industri Driyorejo lebih dikenal oleh para pelaku industri. 25
  32. 32. DAFTAR PUSTAKA Undang - undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Perindustrian. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Rencana Detail, Tata Ruang Kota Driyorejo Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik Nomor 26 Tahun 1992 Tentang Rencana Umum Tata Ruang Kota Kabupaten Daerah Tingkat II Gresik. Hariani, Septiana. 2011. Strategi Kebijakan Pengembangan Infrastruktur Pada Kawasan Dengan Potensi Pengembangan Industri. Surabaya: ITS Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Gresik. 2007. Rencana Detail Tata Ruang Kota Kecamatan Driyorejo Tahun 2007 – 2027. Gresik: Bappelitbangda Gresik. Badan Pusat Statistik. 2012. Kecamatan Driyorejo dalam Angka 2012. Gresik: BPS Gresik. Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik. 2010. Profil. http://perijinan.gresik.go.id/profil-kami.html [ 3 Juni 2013] 26
  33. 33. LAMPIRAN Tabel 5 Luas Wilayah Menurut Desa/Kelurahan dan Jenis Penggunaan Tanah Kecamatan Driyorejo 2011 27
  34. 34. Gambar 10 Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha (Sumber : Kantor Kecamatan Driyorejo, 2013) 28
  35. 35. Tabel 6 Jumlah Sekolah Umum Menurut Desa/Kelurahan dan Jenis Sekolah Kecamatan Driyorejo Tahun 2011 29
  36. 36. Tabel 7 Jumlah Tempat Peribadatan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011 30
  37. 37. Tabel 8 Jumlah Sarana Kesehatan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo. (Sumber : Puskesmas Kec. Driyorejo) 31
  38. 38. Tabel 9 Jumlah Industri Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011 32
  39. 39. Tabel 10 Jumlah Mini Market, Kelompok Pertokoan, Pasar Tradisional, dan Pasar Hewan Menurut Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011 33
  40. 40. Tabel 11 Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Desa/Kelurahan Kecamatan Driyorejo 2011 34
  41. 41. Gambar 11 Peta Potensi dan Permasalahan Driyorejo 35

×