Iptek dan seni dalam islam

12,707
-1

Published on

Published in: Education
2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
12,707
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
453
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Iptek dan seni dalam islam

  1. 1. IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM Kelompok 5 Irmaya Fatwa Yukha 1311 100 068 Sawungsari Nur Farisah 2111 100 020 Fahriyanto Bagustuza 2111 100 059 Tutut Umul Habibah 2711 100 087 Agama Kelas 33 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER TAHUN 2011
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat,berkah, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yangberjudul “Iptek dan seni dalam islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan mengenai perspektifIslam tentang IPTEK dan seni, dan juga untuk memenuhi tugas mata kuliah AgamaIslam. Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupaartikel dan tulisan telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini,semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacuterwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasiyang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi parapembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, banyakkekurangan dan kesalahan. Penulis menerima kritik dan saran yang membantu gunapenyempurnaan makalah ini. Surabaya, 24 September 2009 Penulis,
  3. 3. DAFTAR ISIHALAMAN COVER........................................................................................................iKATA PENGANTAR......................................................................................................iiDAFTAR ISI................................................................................................................iiiDaftar Pustaka.........................................................................................................ivBAB I PENDAHULUAN………………………………………………...............................................1 1.1.Latar Belakang……………………………………….............……............................1 1.2 Rumusan Masalah…………………………………………......................................1 1.3 Tujuan Penulisan………………………………………….........................................1BAB II IPTEK DAN SENI………………………………...........................……………...……...….....2 2.1. Pengertian IPTEK……......................................................................….......…2 2.2. Pengertian Seni………….......................................................................………4 2.3. Integrasi Iman, Ilmu, Teknologi dan Seni…………........................…….........5BAB III PERAN DAN TANGGUNG JAWAB…………............…….........................................7 3.1. Keutamaan Orang yang Berilmu………….……………………………....…….........7 3.2. Tanggung jawab Ilmuwan Terhadap Lingkungan…..................................8BAB IV PENUTUP……………………………………...............................………………....…..........10 4.1. Kesimpulan………………………………………………….....................................10 4.2. Saran……………………………………………………….............................….........10
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Perkembangan Sains dan Teknologi di zaman ini semakin terasa pesat dandiperlukan manusia. Manusia modern sudah sangat bergantung kepada produk-produksains dan teknologi. Sukar untuk dibayangkan manusia modern hidup tanpamenggunakan produk-produk sains dan teknologi. Keperluan hidup harian manusiamodern mulai dari makan, minum, tidur, tempat tinggal, tempat bekerja, alat-alattransportasi, sampai alat-alat komunikasi, alat-alat hiburan,kesehatan dan semuaaspek kehidupan manusia tidak terlepas daripada menggunakan produk sains danteknologi. Kita mengakui bahwa sains dan teknologi memang telah mengambil perananpenting dalam pembangunan tamadun atau peradaban material manusia. Penemuan-penemuan sains dan teknologi telah memberikan bermacam-macam kemudahanpada manusia. Alasan inilah yang melatar belakangi kami untuk menulis makalahberjudul berjudul “IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM”. Makalah ini kami buat dalamrangka memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Agama dan Etika Islam kami. Untukpenjelasan lebih lanjut akan kami bahas dalam bab-bab selanjutnya.1.2. Rumusan Masalah Melihat latar belakang diatas, maka dirumuskan permasalahan antara lain: 1. Apakah pengertian IPTEK? 2. Apakah pengertian seni? 3. Bagaimana integrasi iman, ilmu, teknologi dan seni dalam Islam? 4. Apakah peran utama orang yang berilmu dan tanggungjawab ilmuwan terhadap lingkungan?1.3. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. Mengetahui pandangan Islam maupun sekuler terhadap IPTEK dan seni serta integrasi iman, ilmu, teknologi, dan seni. 2. Mengetahui peran utama orang yang berilmu dan tanggungjawab ilmuwan terhadap lingkungan.
  5. 5. BAB II IPTEK DAN SENI2.1 Pengertian IPTEK Definisi iptek IPTEK sebagai singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.IPTEK adalah suatu yang sangat berkaitan dengan teknologi (Blogspot) Ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasikan, disistemasi dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan kebenaran obyektif serta sudah diujikebenarannya secara ilmiah, sedangkan Pengetahuan adalah apa saja yangdiketahuioleh manusia baik melalui panca indra, instuisi, pengalaman maupun firasat. Jadi Ilmupengetahuan adalah himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melaluiproses pengkajian dan dapat dinalar serta diterima oleh akal. (Saifulloh,2009) 2.1.1. Definisi Teknologi Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material danproses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitasmanusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik. (wikipedia) .Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untukmempermudah pekerjaan manusia, namun jika pada kenyataannya teknologi malahmempersulit, layakkah disebut Ilmu Pengetahuan? Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakanprinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian,penemuan yang sangat lama seperti roda juga disebut sebuah teknologi. Teknologididefinisikan sebagai paduan sempurna antara ilmu (science), rekayasa (engineering),seni (art), dan ekonomi. Dalam dunia ekonomi, teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yangsekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksiproduk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Olehkarena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kitameningkat.2.2 Teknologi Menurut Islam Islam, agama yang sesuai dengan fitrah semula jadi manusia,maka syariatnyabukan saja mendorong manusia untuk mempelajari sains dan teknologi, kemudianmembangun dan membina peradaban, bahkan mengatur umatnya ke arah itu agarselamat dan menyelamatkan baik di dunia terlebih lagi di akhirat kelak.
  6. 6. Ilmu sangat penting dalam kehidupan. Rasulullah pernah bersabda bahwa untukhidup bahagia di dunia ini manusia memerlukan ilmu dan untuk hidup bahagia diakhirat punmanusia memerlukan ilmu. Untuk bahagia di dunia dan di akhirat, manusiajuga memerlukan ilmu. Jadi kita mesti menuntut ilmu, baik ilmu untuk keselamatandunia, terlebih lagi ilmu yang membawa kebahagiaan di akhirat. Atas dasar itulahIslam mewajibkan menuntuti lmu ini. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimat.” (HR. Ibnu Abdul Barr) Bahkan dalam Islam menuntut ilmu itu dilakukan tanpa batasan atau jangkawaktu tertentu, ia mesti dilakukan sejak dalam buaian hingga ke liang lahad. Inidiberitahu oleh Rasulullah dengan sabdanya : “Tuntutlah ilmu dari dalam buaian hingga ke liang lahad” Pesatnya perkembangan Sains dan Teknologi semakin terasa dari hari ke hari.Banyak hasil dari perkembangan Sains dan Teknologi yang tadinya diluar angan-anganmanusia sudah menjadi keperluan harian manusia. Contohnya : penyampaianinformasi yang dahulu memerlukan waktu hingga berbulan-bulan, kini dengan adanyatelepon, handphone, internet dapat sampai ke tujuan hanya dalam beberapa detiksaja, bahkan pada masa yang (hampir) bersamaan. Melalui TV, satelit dan alatkomunikasi canggih lainnya, kejadian di satu tempat di permukaan bumi atau diangkasa dekat permukaan bumi dapat diketahui oleh umat manusia di seluruh duniadalam masa yang bersamaan. Selain dalam bidang komunikasi, perkembangan dalambidang lain pun seperti material, alat-alat transportasi, alat-alat rumah tangga,bioteknologi, kedokteran dan lain-lain begitu maju dengan pesat. Kita mengakui bahwasains dan teknologi memang telah mengambil peranan penting dalam pembangunanperadaban material atau lahiriah manusia.
  7. 7. Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Imron 190-191                            190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinyamalam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk ataudalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi(seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia,Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka”. Dari ayat ini dapat kita lihat, bahwa melalui pengamatan, kajian danpengembangan sains dan teknologi, Allah menghendaki manusia dapat lebihmerasakan kebesaran, kehebatan dan keagungan Nya. Betapa hebatnya alam ciptaanAllah, yang kebesaran dan keluasannya-pun manusia belum sepenuhnya mengetahui,maka sudah tentu Maha hebat lagi Allah yang menciptakannya.2.2 Pengertian SENI Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya.Seni merupakan ekspresi jiwa seseorang. Hasil ekspresi jiwa tersebut berkembangmenjadi bagian dari budaya manusia. Seni identik dengan keindahan. Keindahan yanghakiki identik dengan kebenaran. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu keabadian.Seni yang lepas dari nilai-nilai ketuhanan tidak akan abadi karena ukurannya adalahhawa nafsu bukan akal dan budi. Seni mempunyai daya tarik yang selalu bertambahbagi orang-orang yang kematangan jiwanya terus bertambah. Seni adalah sebuah keindahan yang dapat mengungkap rasa sampai jauhkedalam jiwa seseorang Jadi apabila pernah merasakan sebuah getaran keindahanyang begitu dalam dan membuat kita tidak dapat lagi melupakannya maka artinyakita sudah dapat menangkap arti kata seni dalam arti yang sebenarnya. Kata “seni”
  8. 8. adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengankadar pemahaman yang berbeda. Konon kata seni berasal dari kata “SANI” yangkurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Namun menurut kajian ilmu diEropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ ataukarya dari sebuah kegiatan. Pandangan Islam tentang seni.Seni merupakan ekspresikeindahan. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah padapenciptaan jagat raya ini.Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusiamemandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. Allah berfirman dalam surat Al-Qaaf ayat 6              Maka Apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka,bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyairetak-retak sedikitpun ?2.3. Integrasi Iman, Ilmu, Teknologi dan Seni Dalam pandangan Islam, antara agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan seniterdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasi dalam suatu sistemyang disebut Dienul Islam. Di dalamnya terkandung tiga unsur pokok yaitu aqidah,syari’ah dan akhlak, dengan kata lain iman, ilmu dan amal shaleh atau ikhsan,sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim (14:24-25)                        
  9. 9. 24. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaankalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang)ke langit, 25. Pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya.Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya merekaselalu ingat. Ayat di atas menganalogikan bangunan Dienul Islam bagaikan sebatang pohonyang baik, iman diidentikkan dengan akar dari sebuah pohon yang menopangtegaknya ajaran Islam. Ilmu diidentikkan dengan batang pohon yang mengeluarkandahan-dahan/ cabang-cabang ilmu pengetahuan. Sedangkan amal ibarat buah daripohon itu identik dengan teknologi dan seni. Ilmu-ilmu yang dikembangkan atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allahakan memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan ummat manusia termasukbagi lingkungannya. Pengembangan IPTEK yang lepas dari keimanan dan ketakwaantidak akan bernilai ibadah serta tidak akan menghasilkan manfaat bagi umat manusiadan alam lingkungannya bahkan akan menjadi malapetaka bagi kehidupannya sendiri.(M. Saifulloh, 2009) .
  10. 10. BAB III PERAN DAN TANGGUNG JAWAB3.1 Keutamaan orang yang berilmu Seringkali manusia melupakan segi etika atau moral dari hubungan timbal balikantara manusia dengan lingkungan. Secara moral adalah normal apabila lingkunganakan memberikan kepada manusia berbagai hal yang akan diketemukannya. bahkanmanusia juga harus memberikan toleransi kepada kenyataan bahwa sewaktu-waktudapat timbul malapetaka bagi kehidupan manusia. Jika manusia dapat berlaku adildengan semua yang makhiuk hidup di alam ini, maka disini letak kebenaran normamoral yang baik, dimana manfaat yang dieroleh dari alam ini, harus juga memberikanmanfaat kepada manusia lain. Manusia dan masyarakat mengembangkan sistem nilai yang sesuai dengankeadaan lingkungan. Manusia menyesuaikan pada hidupnya dengan irama yangditentukan oleh lingkungan alam. Karena perubahan lingkungan alam berada diluarkendali tangan manusia, maka manusia memasrahkan diri kepada lingkungan. Halinilah yang melahirkan suatu kebiasaan, tradisi dan hukum yang tidak tertulis, yangkemudian mengatur pergaulan hidup masyarakat. Perilaku manusia merupakan pencerminan dari moral manusia yang dimilikinya.Citra manusia hanya mempunyai relevansi, jika dalam kehidupan bersama dalamkelompok masyarakat. Sebab dalam kehidupan berkelompok itulah terdapat sistem-sistem perlambang yang selanjutnya berfungsi sebagai sumber nilai. Cara manusiamewujudkan diri adalah hasil pilihannya sendiri. Oleh karena itu, apapun pilihannya,manusia sendiri yang bertanggung jawab. (blogspot, kampusbaca)
  11. 11. Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna. Kesempurnaankarena dibekali dengan seperangkat potensi, dan potensi yang paling utama adalahakal, dengan akal manusia mampu melahirkan berbagai macam ilmu pengetahuan,teknologi dan seni. Bagi orang yang berakal dan senantiasa benalar untukmengembangkan ilmunya, Allah menyebutnya dengan sebutan Ulil Albab (Qs. Aliimron:190)          “ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malamdan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” Tentang keutamaan orang yang erilmu, di dalam Al-Qur’an surat AlMujadalah:11, Allah menjanjikan akan mengangkat derajat orang-orang yang berimandan berilmu. Derajat yang diberikan Allah berupa kemuliaan pangkat, kedudukan,jabatan, harta dan kelapangan hidup. Jika manusia ingin mendapatkan derajat yangtinggi dari Allah, manusia harus berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitaskeimanan dan keilmuannya dengan keikhlasan dan hanya untuk mencari ridha Allahsemata. Imam Ghozali juga mengatakan “Barang siapa yang berilmu, akan dapatmembimbing dirinya dan memanfaatkan ilmunya bagi orang lain, bagi matahari, selainmenerangi dirinya juga menyebarkan pesona keharumannya kepada orang yangberpapasan dengannya”3.2. Tanggung jawab Ilmuwan Terhadap Lingkungan Ada dua fungsi utama manusia di dunia yaitu sebagai abdun atau hamba Allahdan sebagai khalifah Allah di bumi. Esensi dari abdun adalah ketaatan, ketundukandan kepatuhan kepada kebenaran dan keadilan Allah, sedangkan esensi khalifahadalah tanggungjawab terhadap diri sendiri dan alam lingkungannya, baik lingkungansosial maupun lingkungan alam.
  12. 12. Dalam konteks abdun, manusia menempati posisi sebagai ciptaan Allah. Posisiini memiliki konsekuensi adanya keharusan manusia untuk taat dan patuh kepadapenciptanya. Keengganan manusia menghambakan diri kepada Allah sebagai penciptaakan menghilangkan rasa syukur atas anugerah yang diberikan sang pencipta berupapotensi yang sempurna yang tidak diberikan kepada makhluk lainnya yaitu potensiakal. Dengan hilangnya rasa syukur mengakibatkan ia menghambakan diri kepadahawa nafsunya. Keikhlasan manusia menghambakan dirinya kepada Allah akanmencegah penghambaan manusia kepada sesama manusia termasuk pada dirinya. Allah berfirman dalam surat QS. Asy-Syams ayat 8   8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Dengan kedua kecenderungan tersebut Allah memberikan petunjuk berupaagama sebagai alat bagi manusia untuk mengarahkan potensinya kepada keimanandan ketaqwaan bukan pada kejahatan yang selalu didorong oleh nafsu amarah. Fungsi yang kedua sebagai khalifah atau wakil Allah di muka bumi. Manusiadiberikan kebebasan untuk mengeksplorasi, menggali sumber-sumber daya sertamemanfaatkannya dengan sebesar-besar kemanfaatan untuk kehidupan umatmanusia dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, karenaalam diciptakan untuk kehidupan manusia sendiri. Untuk menggali potensi alam danmemanfaatkannya diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai. Allahmenciptakan alam, karena Allah menciptakan manusia. Oleh karena itu, manusiamendapat amanah dari Allah untuk memelihara alam, agar terjaga kelestariannya dankeseimbangannya untuk kepentingan umat manusia. Kerusakan alam dan lingkungan ini lebih banyak disebakan karena ulah tanganmanusia sendiri (QS. Ar rum:41). Mereka banyak menghianati perjajnjian kepada Allah.Mereka tidak menjaga amanat sebagai khalifh yang bertugas unuk menjaga danmelestarikan alam ini. Dengan memiliki ilmu pengetahuan kita pasti bisa tidak akan mengeksploitasialam ini secara berlebihan paling hanya kebutuhan primernya bukan untuk memenuhi
  13. 13. kepuasan hawa nafsu saja. Untuk itu melaksanakan tanggung jawabnya, manusiadiberikan keistimewaan berupa kebebasan untuk memilih dan berkreasi sekaligusuntuk menghadapkannya dengan tuntutan kodratnya sebagai makhluk psikofisik.Namun ia harus sadar akan keterbatasannya yang menurut ketaatan dan ketundukanterhadap aturan Allah swt baik dalam konteks ketaatan terhadap perintah beribadahsecara langsung maupun dalam kontes ketaatan terhadap sunnatullah “hukum alam”(masbied.com) Kedua fungsi diatas tidak boleh terpisah artinya keduanya merupakan satukesatuan yang utuh yang harus diaktualisasikan dalam kehidupan manusia. Jika halersebut dapat dilakukan dengan padu maka akan tercipta manusia yang ideal (InsanKamil) yaitu manusia sempurna yang akhirnya akan memperoleh keselamatan hidupdunia-akhirat BAB IV PENUTUP4.1. Kesimpulan Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudahpekerjaan manusia. Pada mulanya, teknologi tercipta berdasarkan niat dan tujuan darisi pencipta teknologi tersebut. Bila sebuah teknologi dapat diciptakan dengan tujuanyang baik, maka tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungansekitar. Sehingga teknologi tersebut dapat bermanfaat bagi para penggunanya. Dalampenggunaan berbagai macam teknologi yang ada, harus mampu dalam menganalisisdampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan dari teknologi tersebutPengembangan IPTEK yang lepas dari keimanan dan ketakwaan tidak akan bernilaiibadah serta tidak akan menghasilkan manfaat bagi umat manusia dan alamlingkungannya.. Dalam pandangan Islam, antara iman, ilmu pengetahuan, teknologi dan seniterdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasi dalam suatu sistemyang disebut Dienul Islam yang mengandung tiga unsur pokok yaitu aqidah, syari’ahdan akhlak, dengan kata lain iman, ilmu dan amal shaleh atau ikhsan. Fungsi utama manusia yaitu, abdun: ketaatan, ketundukan dan kepatuhan kepadakebenaran dan keadilan, dan khalifah: tanggung jawab terhadap diri sendiri dan alamlingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Allah memberikan
  14. 14. petunjuk berupa agama sebagai alat bagi manusia untuk mengarahkan potensinyakepada keimanan dan ketakwaan bukan pada kejahatan yang selalu didorong olehnafsu amarah. Manusia mendapat amanah dari Allah untuk memelihara alam, agarterjaga kelestariannya dan keseimbangannya untuk kepentingan umat manusia.4.2. Saran Dalam penggunaan teknologi dalam bentuk apapun, lebih baik untuk mampu memilah nilai positif dan negatif yang diberikan dari teknologi tersebut. Dalam penggunaan teknologi, mampu mengendalikan diri sehingga tidak menimbulkan kerusakan bagi ligkungan sekitar, atau dengan kata lain, lingkungan di mana populasi-populasi berada. Sebagai manusia yang memiliki dasar keimanan terhadap Allah SWT, diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sesuai dengan koridor-koridor Islam, sehingga tidak menjadi suatu yang mudharat. Dalam suatu penciptaan sebuah teknologi, lebih baik tidak ada sesuatu yang disembunyikan dalam segala sesuatu tentang teknologi tersebut. Baik dari segi proses penciptaannya, tujuan penciptaannya, dan lain sebagainya.
  15. 15. DAFTAR PUSTAKAM. Syaifulloh, Wahyuddin, 2009. Pendidikan Agama Islam untuk perguruan tinggi,Jakarta:Grasindowww.wikipedia.orghttp:/kampusbaca.blogspot.comTim MGMP, 2006. Pendidikan Agama Islam untuk kelas 8 SMP. Surabaya: CV DUTAAKSARA MULIABlogger slamet, “Be A Real Moeslim”www.masbied.com

×