Sistem pendidikan nasional

  • 14,574 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
14,574
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
3
Likes
16

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PENGANTAR PENDIDIKAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DISUSUN OLEH: IRMA YUNITA DOSEN:ELDARNI,M,Pd SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN DHARMA BAKTI LUBUK ALUNG 2012
  • 2. A. SistemPpendidikan Nasional UU No. 20 Tahun 2003 B. SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL C. Penyelenggaraan Pendidikan Nasional
  • 3. Sistem Pendidikan Nasional UU No. 20 Tahun 2003
  • 4. A. Latar Belakang Pembaharuan Sistem Pendidikan Nasional pembaharuan system pendidikan nasional dilakukan untuk memperbaharui visi, misi, dan strategi pembangunan pendidikan nasional, yaitu:  Visi Pendidikan Nasional :  Untuk terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
  • 5.  Misi Pedidikan Nasional: 1. Mengupaya perluasan dan pemeratan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Membantu dan memfasilitasi perkembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. 3. Meningkatkan kwalitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral. 4. Meningkatkan keprofesionalan dan akunbalitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu berdasarkan standar nasional dan global. 5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan RI.
  • 6.  Strategi P embangunan Pendidikan Nasional Dalam Undang - undang  Pelaksanaan pendidikan agama serta akhlak mulia  Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi  Proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis  Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan  Peningkatan keprofesionalan dan tenaga kependidikan  Pembiayaan pendidikan yang sesuai dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan
  • 7.  Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata  Pelaksanaan wajib belajar  Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan  Pemberdayaan peran masyarakat  Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat  Pelaksanaan pengawasan dalam system pendidikan nasional.
  • 8. Sistem Pendidikan Nasional
  • 9. B. Sistem Pendidikan Nasional  Sehubungan dengan pendidikan nasional Sunarya W. (1963) merumuskan pendidikan nasional adalah suatu sistem pendidikan yang berlandaskan dan di jiwai oleh suatu falsafah hidup suatu bangsa dan bertujuan mengabdikan pada kepentingan dan cita- cita nasional bangsa dan negara baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  • 10. Dalam UUSPN Bab 1 ayat 2 dicantumkan “ pendidikan nasional adalah pendidikan bangsa yang berdasarkan pancasila dan UU 1945 yang berakar pada nilai – nilai agama kebudayaan nasional indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
  • 11.  Pendidikan nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk membangun manusia seutuh nya,oleh sebab itu arah dan fungsi utama sistem pendidikan nasional itu adalah mengembangkan manusia,masyarakat dan lingkungannya. demikian pendidikan nasional mempunyai fungsi sebagai alat yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi,masyarakat,kebudayaan dan pengembangan bangsa indonesia.
  • 12. Konsep-konsep tentang pendidikan nasional indonesia sbb: • pembangunan nasional merupakan supra sistem atau lingkungan dari sistem pendidikan nasional • sistem pendidikan nasional merupakan salah satu bagian /sistem dari pembangunan nasional • pendidikan nasional merupakan usaha sadar untuk membangun masyarakat pancasila • sumber masukan sistem pendidikan nasional indonesia adalah masyarakat dengan ciri-ciri antara lain:
  • 13.  lahir melalui perjuangan kemerdekaan melawan penjajah.  negara hukum berdasarkan pancasila dan UUD 1945  majemuk dalam suku,agama,budaya,sosial ekonomi,dsb.  sedang berkembang menghadapi keterbelakangan,kebodohan,kemiskinan,dll.
  • 14. proses yang di harapkan terjadi dalam sistem pendidikan nasional indonesia adalah proses sosialisasi. hasil yang diharapkan dari sistem pendidikan nasioanal indonesia dewasa ini adalah manusia yang bertakwa terhadap tuhan Y.M.E,cerdas,terampil dan berbudi pekerti.
  • 15. Dalam ketentuan umum UUSPN Bab 1 pasal 3, juga dicantumkan bahwa sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan sistem pendidikan nasional : mencerdaskan kehidupan bangsa,hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan bangsa,lahir batin,dalam kehidupan perseorangan warganya atau kehidupan kemasyarakatannya.
  • 16. Sistem pendidikan nasional indonesia terdiri dari 3 sub sistem:  Sub sistem pendidikan formal,  Informal  Non formal. Secara kelembagaan sistem pendidikan nasional indonesia dapat dibedakan dalam 2 sub sistem:  Pendidikan Sekolah  Pendidikan Luar Sekolah
  • 17. Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional
  • 18. C. Penyelenggaraan Sistem Pendidikan Nasional Prinsip penyelenggaraan pendidikan di terangkan dalam UUSPN adalah sebagai berikut : o Pendidikan di selenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia,nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa. o Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka. o Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
  • 19. oPendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. o Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. o Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan
  • 20. 1. Satuan Dan Jalur Pendidikan
  • 21. N O ASPEK YANG DIBANDINGKAN JALUR PENDIDIKAN SEKOLAH LUAR SEKOLAH 1 Tempat penyelenggaraan Di sekolah Di luar sekolah 2 sifat Formal •Informal (dalam keluarga) •Non formal (dalam masyarakat) 3 pola Seragam secara nasional Sanagt beragam (heterogen) sesuai tujuan 4 Jenjang pendidikan Berjenjang dan berkesinambungan Tidak berjenjang dan tidak berkesinambungan 5 Kemampuan yang dikembangkan (overal) Menyeluruh pengetahuan, sikap memberikan keyakinan agama, nilai budaya dan pengetahuan,sikap dan keterampilan Dalam keluarga dan keterampilan norma serta keterampilan dalam masyarakat tergantung tujuan. 6 Penghargaan akhir ijazah Non formal -> sertifikat
  • 22. 2. Kelembagaan Jenjang dan program pendidikan A. Pendidikan Umum 1.Pendidikan Dasar Fungsinya yaitu:  Untuk mengembangkan sikap dan kemampuan  Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang di perlukan untuk hidup dalam masyarakat  Dan untuk mempersiapkan mengikuti pendidikan menengah peserta didik yang memenuhi persyaratan.
  • 23. Berdasarkan PPRI No.27/1990 di jelaskan bahwa sebagai persiapan untuk memasuki pendidikan dasar, diselenggarakan kelompok belajar yang disebut pendidikan prasekolah. Berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan dasar ini, diadakanlah adanya wajib belajar bagi anak usia 7-12 tahun yang pernah dicanangkan oleh Presiden RI pada tanggal 2 Mei 1984.
  • 24. Wajib belajar tersebut kemudian dinyatakan dalam UUSPN yang berbunyi :  Warga negara yang berumur 6 tahun berhak mengikuti pendidikan dasar.  Warga negara yang berumur 7 tahun, berkewajiban mengikuti pendidikan dasar dan pendidikan yang setara sampai tamat. Dan Peraturan Pemerintah No.28 tahun tentang “pendidikan dasar” mengatur tentang pelaksanaannya.
  • 25. 2. Pendidikan Menengah Fungsinya untuk : a) Mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan dan meluaskan pendidikan dasar. b) Menyiapkan peserta didik menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan yang mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar. c) Dapat mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.
  • 26. 3. Pendidikan Tinggi  Akademik fungsinya yaitu menyelenggarakan pendidikan terapan dalam satu cabang atau sebagian cabang IPTEK atau kesenian tertentu.  Politeknik fungsinya yaitu menyelenggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.  Sekolah Tinggi fungsinya yaitu menyelenggarakan pendidikan akademik atau profesional dalam satu disiplin ilmu tertentu.
  • 27.  Institut fungsinya yaitu terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau profesional dalam sekelompok disiplin ilmu.  Universitas fungsinya yaitu terdiri dari sejumlah fakultas yang menyelenggrakan pendidikan akademik atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu.
  • 28. 4. Pendidikan Khusus  Pendidikan Luar Biasa untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik/ mental. contoh : Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Pendidikan Luar Biasa (PLB)  Pendidikan Kedinasan untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai atau calon pegawai suatu departemen pemerintah atau Lembaga pemerintah non departemen, dan dilaksanakan di sekolah kedinasan atau pusat-pusat latihan (PUSDIKLAT) dan lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta.
  • 29.  Pendidikan Khusus Teknis dilaksanakan di pusat-pusat atau lembaga pendidikan khusus yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta.  Pendidikan Khusus Keagamaan untuk mempersiapkan peserta didik untuk dapat melaksanakan peranan yang menuntut penguasaan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan.
  • 30.  Dilaksanakan di sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pun masyarakat. contoh :  Madrasah Ibtidiyah  Institut Agama Islam Negri  Pendidikan Guru Agama  Seminar  Biara  Sekolah Tinggi Teknologi dan Institut Ilenda Dharma.
  • 31. 3. Hak dan Kewajiban Peserta Didik dan Pendidik Peserta Didik a. Hak dari peserta didik 1) Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak:  Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama  Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya  Mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya
  • 32.  Mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuannya tidak mampu membiayai pendidikannya  Pindah keprogram pendiikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara  Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing – masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan.
  • 33. 2) Setiap peserta didik berkewajiban:  Menjaga norma –norma pendidikan untuk menjamin berlangsungnya proses dan keberhasilan pendidikan  Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut sesuai dengan peraturan perundangan – undangan yang berlaku. 3) Warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan dalam wilayah negara kesatuan republik indonesia 4) Ketentuan mengenai hak dan kewajiban peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat 1,2,3 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
  • 34.  Tenaga Kependidikan Terdiri dari: • Pengelola satuan pendidikan • Pemilik • Pengawas • Peneliti dan pengembang di bidang pendidikan • Pustakawan • Laboran • Teknisi sumber belajar
  • 35. Setiap tenaga kependodikan yang bekerja pada satuan pendidikan mempunyai, hak sebagai berikut: o Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki hak o Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kewajibaan o Pendidik dan tenaga kependidikan dapat bekerja secara lintas daerah o Pengangkatan, penempatan, dan penyebarab pendidik dan tenaga kependidikan diatur oleh lembaga mengangkatnya berdasarkan kebutuhan pendidikan o Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menfasilitasi pendidikan dan tenaga kependidikan.
  • 36.  Sumber Daya Kependidikan Pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan dilakukan oleh pemeritah, masyarakat, dan keluarga peserta didik. Pendidik tidak mungkin dapat terselenggarakan dengan baik, bilamana para tenaka kependidikan maupun para peserta didik tidak didukung oleh sumber yang diperlukan untuk menyelenggarakan kegiatan belejar mengajar. Contoh: Perpustakaan Laboratorium
  • 37.  Kurikulum Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan mempertimbangkan thap perkembangan peserta didik dan keserasiannya dengan llingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing – masing satuan pendidikan.
  • 38. Thank you