BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pembelajaran Bahasa Inggris
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku. Menurut Brown (2007: ...
Pembelajaran bahasa inggris ditingkat SMP/sederajat diharapkan siswa
mampu meperoleh kemampuan berbahasa sejak dini. Oleh ...
2. Cara Mempelajari Vocabulary
Menurut Lado (1979: 121-126) dalam Mardika (2008: 9-10)
mengatakan bahwa ada beberapa langk...
3. Kesulitan dalam Mempelajari Vocabulary
Dalam mempelajari vocabulary siswa sering menemukan beberapa
kesulitan, menurut ...
f.

Range, connotation and idiomaticity
Range adalah kata-kata yang dapat digunakan dalam berbagai
konteks umumnya akan di...
ringkasan dari apa yang sesungguhnya mereka baca. Dalam the vocabulary
interview, siswa diberi kesempatan untuk melakukan ...
merumuskan materi secara terperinci, (4) mengembangkan alat pengukur
keberhasilan, (5) menulis naskah media, dan (6) menga...
3. Strategi Penggunaan Word Wall

Penggunaan media ini dimaksudkan untuk mencari makna kata-kata
tertentu melalui proses p...
kata tersebut akan selalu mudah diingat oleh siswa dan bukan dari banyaknya
kosakata tapi mudah terlupa bagi siswa.

Untuk...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab ii

2,380 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,380
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
89
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab ii

  1. 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pembelajaran Bahasa Inggris Belajar adalah proses perubahan tingkah laku. Menurut Brown (2007: 8), pembelajaran adalah penguasaan atau pemerolehan pengetahuan tentang suatu subjek atau sebuah keterampilan dengan belajar, pengalaman, atau instruksi. Dalam makna pembelajaran mengandung dua istilah yang tidak dapat dipisahkan yaitu mengajar dan belajar. Dewey dalam Sanjaya (2010: 104) mengibaratkan keterkaitan mengajar dan belajar sebagai “menjual dan membeli”—Teaching is to Learning as Selling is to Buying. Artinya, seseorang tidak mungkin akan menjual jika tidak ada yang membeli, yang berarti tidak akan ada perbuatan mengajar jika tidak membuat seseorang belajar. Dapat disimpulkan bahwa dalam istilah mengajar terkandung proses belajar. Inilah makna pembelajaran. Pengajaran bahasa Inggris tidak terlepas dari teori-teori belajar yang ada. Teori belajar itu sendiri tidak statis, tetapi selalu berkembang.Perkembanganperkembangan inilah yang harus selalu disimak oleh guru bahasa Inggris, agar ia dapat memperbaiki cara-cara mengajarnya, bila cara yang di gunakannya ternyata tidak sesuai lagi dengan tuntutan dan tujuan pengajaran bahasa Inggris. 10
  2. 2. Pembelajaran bahasa inggris ditingkat SMP/sederajat diharapkan siswa mampu meperoleh kemampuan berbahasa sejak dini. Oleh karena itu guru harus mampu berinteraksi dengan siswa agar tercapai tujuan pembelajaran. B. Kemampuan Vocabulary 1. Definisi Vocabulary Menurut Juhendi (2011: 4) dalam penelitiannya mengatakan bahwa “vocabulary is a vital aspect in language, because it appears in every skill of language including listening, speaking, reading and writing skills. Dari pernyataan tersebut mengatakan Kosakata adalah aspek utama dalam bahasa inggris, karena kosa kata ada dalam setiap kemampuan dalam bahasa inggris termasuk kemampuan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Menurut Lado (1977: 182) dalam Azis (2011: 6) mengatakan bahwa “vocabulary is words as units that were part of grammatical patterns. In that sense, a word could be an element which can stand alone as an utterance, it cannot be devided into two or more part similarity characterized”. Dari pengertian tersebut dapat di artikan bahwa Vocabulary adalah kata-kata sebagai kesatuan yang merupakan bagian dari susunan tata bahasa. Dalam hal ini, kata bisa menjadi elemen yang dapat berdiri sendiri sebagai ucapan, kosa kata tidak dapat dibagi menjadi dua atau lebih bagian golongan yang sama. 11
  3. 3. 2. Cara Mempelajari Vocabulary Menurut Lado (1979: 121-126) dalam Mardika (2008: 9-10) mengatakan bahwa ada beberapa langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran kosakata yaitu: (1) mendengarkan kata, (2) mengucapkan kata, (3) memahami makna, (4) membuat ilustrasi dalam bentuk kalimat, (5) melakukan latihan mengekspresikan makna, (6) mengucapkan kata tersebut dengan suara keras, dan (7) menulis kata-kata tersebut. Sitorus (1993: 3) dalam mardika (2008: 10) menyatakan bahwa kata-kata yang terdapat dalam kelompok, golongan-golongan, dan dalam suatu perangkat-perangkat selalu lebih mudah untuk dipelajari. Lebih lanjut Sitorus (1993: 4) dalam Mardika mengungkapkan ada dua cara mempelajari kosakata dalam pengelompokan yaitu kelompok kata yang mempunyai satu dasar umum dan kelompok kata yang mempunyai hubungan dalam pengertian. Pembelajaran kosakata bahasa Inggris kepada anak-anak, sebaiknya didasarkan pada bagaimana mereka belajar bahasa. Hal ini dinyatakan oleh Hoskisson & Tompkins (1987: 44) dalam mardika (2008: 10) mengatakan bahwa pembelajaran bahasa harus didasari pada bagaimana anak-anak belajar dan bagaimana mereka belajar bahasa. Guru perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan cara belajarnya. Pertama, siswa perlu diajarkan bentuk bahasa lisan dan tulisan. Kedua, siswa perlu mendapat kesempatan untuk meniru bentuk-bentuk bahasa tersebut. 12
  4. 4. 3. Kesulitan dalam Mempelajari Vocabulary Dalam mempelajari vocabulary siswa sering menemukan beberapa kesulitan, menurut Thornburry (2002:27) kesulitan itu terjadi karena beberapa faktor: a. Pronunciation Penelitian menunjukan bahwa kata-kata yang sulit diucapkan lebih sulit untuk dipelajari. b. Spelling Ketidaksesuaian suara-ejaan cenderung penyebab kesalahan, baik pengucapan atau ejaan, dan dapat memberikan kontribusi kata yang sulit. Contoh: listen, honest, muscle etc. c. Length and Complexity Kata-kata yang panjang kelihatan tidak lebih sulit untuk dipelajari dari pada kata-kata yang pendek. Tapi kata-kata yang bersuku seperti necessery, necessarily membuat siswa kesulitan. d. Grammar Pemasalahannya adalah tata bahasa yang terkait dengan kata terutama jika hal ini berbeda dengan L1. Contohnya: beautiful girl. e. Meaning Kata-kata yang mempunyai beberapa arti mungkin akan membuat siswa kebingungan dan kesulitan. Contoh: listen and heard. 13
  5. 5. f. Range, connotation and idiomaticity Range adalah kata-kata yang dapat digunakan dalam berbagai konteks umumnya akan dianggap sebagai sinonim. Contoh: thin lebih baik menggunakan kata skinny, slim etc. Ketidakpastian konotasi dari beberapa kata dapat menimbulkan masalah juga. Contoh: Propaganda di bahasa inggris mempunyai konotasi yang negative tapi setara yang berarti publicity. Kata-kata yang idiomatik seperti keep an eye on umumnya lebih sulit dari kata-kata yang artinya transparan seperti watch. 4. Pengajaran Vocabulary Nation (2001: 107-108) dalam mardika (2008: 9) menyebutkan tiga prosedur mengajar kosakata, yaitu: recycled words, the second-hand close, dan the vocabulary interview. Dalam recycled words, prosedur mengajar kosakata bergerak dari receptive use ke productive use yang berfokus pada belajar yang disengaja. Dalam the secondhand close, prosedur mengajar kosakata meliputi tiga langkah yaitu siswa membaca teks yang mengandung kosakata sasaran, siswa dengan sengaja belajar kosakata, dan siswa diberikan close passages yang merupakan 14
  6. 6. ringkasan dari apa yang sesungguhnya mereka baca. Dalam the vocabulary interview, siswa diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab kepada guru atau kepada siswa lain tentang kosakata tertentu. Salah satu tujuan prosedur ini adalah untuk membuat siswa memperhatikan aspek-aspek mengetahui suatu kata. C. Media Word Wall 1. Pengertian Media Gerlach & Ely (1971) dalam Arsyad (2007: 3) mengatakan bahwa Media berasal dari bahasa latin medius yang asecara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Secara garis besar media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Selain itu Ibrahim (196:432) dalam arsyad (2007:16) Mengatakan bahwa Media Pembelajaran Membawa dan membangkitkan rasa senang dan gembira bagi murid-murid dan memperbarui semangat mereka... membantu memantapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran. Menurut Arief S. Sadiman, dkk (2006: 100) dalam Mardika (2008: 7), pengembangan media meliputi enam langkah, yaitu: (1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) 15
  7. 7. merumuskan materi secara terperinci, (4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5) menulis naskah media, dan (6) mengadakan tes dan revisi. 2. Pengertian Word Wall “A word wall is a systematically organized collection of words displayed in large letters on a wall or other large display place in the classroom”. Dalam pernyataan tersebut Sebuah daftar kata adalah kumpulan terorganisir secara sistematis dari kata-kata yang ditampilkan dalam huruf besar di dinding atau tempat layar besar lainnya di kelas. Cronsberry ( 2004: 3 ) “A word wall is a group of words that are displayed on a wall, bulletin board, chalkboard, or whiteboard in a classroom. The words are printed in a large font so that they are easily visible from all student seating areas. These words are referred to continually throughout a unit or term by the teacher and students during a variety of activities”. Dari pernyataan tersebut Cronsberry (2004: 3) mengatakan bahwa Sebuah daftar kata adalah kelompok kata yang ditampilkan pada dinding, papan pengumuman, papan tulis, atau papan tulis di ruang kelas. Kata-kata yang dicetak dalam huruf yang besar sehingga kata tersebut dengan mudah terlihat dari semua lokasi duduk siswa. Kata-kata ini disebut terus-menerus di seluruh satuan atau istilah oleh guru dan siswa selama berbagai kegiatan. 16
  8. 8. 3. Strategi Penggunaan Word Wall Penggunaan media ini dimaksudkan untuk mencari makna kata-kata tertentu melalui proses pembelajaran yang interaktif dan komunikatif. Ada beberapa contoh yang akan di lakukan dalam mencari makna kata tersebut. Contoh : Theme : Natural Disaster, Wordwalls : Flood, landslides, destroy, Earthquake, shake, Strategy : Quick Definitions: Berikan suatu definisi pada sebuah kata, Siswa menuliskan dan memilih kata sesuai dengan definisi yang diberikan oleh guru, Ulangi kembali sambil memberikan semangat pada siswa, Cek jawaban siswa. 4. Pembuatan Word wall Pada pembuatan media ini penulis membuat kata-kata kunci dalam tema-tema tertentu sesuai dengan kurikulum dan menuliskannya dengan hurup yang besar di atas secarik karton dengan ukuran yang sedapat mungkin dapat dilihat dengan jelas oleh seluruh siswa dalam kelas. Kata-kata kunci ini dapat berupa Adjectives, nouns, verb, atau adverb yang disesuaikan dengan tema yang akan dipelajari. Penulis memberikan antara 5 sampai 10 kata dalam tiap minggu. Hal yang penulis tekankan adalah dari segi kualitas yaitu kata- 17
  9. 9. kata tersebut akan selalu mudah diingat oleh siswa dan bukan dari banyaknya kosakata tapi mudah terlupa bagi siswa. Untuk tahap selanjutnya maka penulis dapat berkolaborasi dengan siswa dalam pembuatan wordwall ini. Siswa disuruh membuat sebuah kosakata pada secarik karton yang berhubungan dengan tema pembelajaran tertentu. Setelah itu dikumpulkan dan diseleksi kata-kata mana yang paling sesuai dengan tema yang akan diajarkan. Semua hasil karya siswa ini penulis kumpulkan sebagai portofolio siswa dan diberi nilai. 18

×