PPL Report-Bab 1

531 views
471 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
531
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
12
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PPL Report-Bab 1

  1. 1. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Program Pengalaman Lapangan Program Pengalaman Lapangan yang telah diprogramkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon bagi para mahasiswa, khususnya program studi pendidikan Bahasa Inggris adalah suatu upaya untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki di lingkungan pendidikan serta sebagai upaya untuk membentuk tenaga – tenaga pendidik yang profesional. 1.2 Tujuan PPL Kependidikan Program Pengenalan Lapangan (PPL) Kependidikan FKIP Unswagati Cirebon bertujuan agar praktikan memperoleh pengalaman pendidikan di lapangan, sebagai upaya lembaga untuk membentuk tenaga – tenaga pendidik yang professional. Diantaranya adalah: a. Praktikan dapat menambah wawasan pengetahuan teori dan praktik pada bidang disiplin ilmu pendidikan. b. Praktikan dapat menambah pengetahuan teori dan praktik sesuai dengan program studinya. c. Praktikan dapat melakukan proses belajar mengajar yang baik sesuai dengan tuntutan profesi seorang guru. d. Praktikan mampu mengembangkan etika – etika guru sesuai dengan tuntutan seorang guru / tenaga kependidikan yang professional. 1.3 Unsur Pembelajaran Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Perubahan perilaku seseorang itu sebagai akibat belajar karena latihan atau karena pengalaman. Belajar adalah perubahan perbuatan sebagai akibat dari pengalaman. Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan bagi individu sepanjang hayat yang menyatakan diri sebagai pola baru daripada reaksi yang berupa percakapan sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian dengan serangkaian kegiatan misalnya membaca, menulis, mengamati, mendengarkan. Dalam suatu proses pembelajaran terdapat berbagai unsur pembelajaran sebagai berikut : 1
  2. 2. A. Guru Kegiatan belajar mengajar di SMAN 4 Kota Cirebon dimulai pukul 07.00 WIB dan diakhiri pukul 14.00 WIB kegiatan itu berlangsung setiap hari senin s.d. hari kamis. Berbeda dengan hari Jumat dan Sabtu kegiatan belajar dimulai seperti biasa yaitu pukul 07.00 WIB namun diakhiri lebih awal yaitu pukul 11.50 WIB. Setiap hari di setiap paginya siswa diwajibkan untuk membaca ayat suci Al- Qur’an terlebih dahulu namun lain lagi dengan hari jumat, siswa terlebih dahulu bersama-sama membaca Surat Yasin. Aktivitas utama guru selain sebagai pendidik juga sebagai pengajar sehingga tujuan pendidikan nasional dapat terwujud. Selain itu guru dituntut untuk : 1. Mengintensifkan pelajaran di kelas dengan memanfaatkan waktu belajar sebaikbaiknya sehingga target kurikulum tercapai. 2. Selektif dalam memberi ijin pada siswa yang meninggalkan kelas, bagi guru yang mendapat tugas piket. 3. Memantau belajar siswa di kelas sehingga tidak ada siswa yang tidak memperhatikan atau keluar kelas tanpa sepengetahuan guru. 4. Memberikan motivasi dan semangat belajar kepada siswa dalam setiap kegiatan pembelajarannya. B. Siswa Pada jam belajar, siswa dilarang keras keluar dari lingkungan sekolah kecuali mempunyai alasan kuat. Aktivitas siswa lainnya selain mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, siswa juga mendapat pelajaran tambahan khususnya mata pelajaran tertentu. C. Interaksi Pembelajaran Kegiatan pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang berlangsung di kelas, di mana seorang guru memberikan materi yang diajarkan kepada siswa. Guru berusaha melibatkan siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Guru harus menggunakan model dan metode pembelajaran yang tepat agar siswa aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran sehingga terjadi interaksi pembelajaran. Hal ini memperlihatkan adanya komunikasi antara guru dan siswa, sehingga tercapailah tujuan pembelajaran. Praktikan berusaha semaksimal mungkin melaksanakan metode, strategi dan teknik sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat dan disusun serta berusaha 2
  3. 3. melakukan pendekatan dengan siswa agar mereka mempunyai perhatian yang penuh terhadap materi yang akan diajarkan oleh praktikan. Kegiatan pembelajaran akan terasa hidup apabila siswa juga aktif bertanya dan menjawab setiap pertanyaan dari guru. Saat kegiatan pembelajaran berlangsung praktikan melihat siswanya masih kurang aktif, maka dengan berbagai cara praktikan berusaha menghidupkan suasana pembelajaran. D. Materi Pembelajaran Materi yang diberikan kepada peserta didik sesuai dengan program studi yang dipelajari oleh praktikan, penguasaan materi pembelajaran sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Materi pembelajaran ditentukan oleh pihak sekolah berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam silabus. Dan materi yang disampaikan harus sesuai dengan format pembuatan rencana pengajaran dan buku materi agar peserta didik mampu memahami dan menguasai skill yang sesuai. 3
  4. 4. BAB II PELAKSANAAN PPL KEPENDIDIKAN SMAN 4 Kota Cirebon berada di lokasi yang sangat strategis sebagai sarana pendidikan dewasa ini, juga berada di lingkungan yang aman dan nyaman untuk melakukan proses kegiatan belajar mengajar. Selama mengikuti kegiatan PPL Kependidikan, praktikan tidak hanya melakukan latihan mengajar saja tetapi juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. A. Pelaksanaan Kegiatan dan Proses Belajar Mengajar. Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas, praktikan harus menyusun suatu perencanaan atau program yang akan disampaikan kepada peserta didik, dengan membuat RPP terlebih dahulu yang disesuaikan dengan silabus dan materi yang akan disampaikan oleh praktikan. Rencana pembelajaran ini diajukan kepada guru pamong masing – masing untuk diperiksa kembali sebelum disampaikan kepada peserta didik. Perencanaan tersebut berguna agar apa yang akan disampaikan lebih terorganisir dan sistematis. B. Kegiatan diluar Pembelajaran. Selama mengikuti kegiatan PPL Kependidikan, praktikan tidak hanya melakukan latihan mengajar saja tetapi juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. 1. Kegiatan Upacara Bendera Upacara di SMAN 4 Kota Cirebon dilaksanakan satu minggu sekali, yaitu upacara pengibaran bendera dilaksanakan pada hari senin jam 07.00 WIB. Selain upacara bendera praktikan juga mengikuti Upacara HUT Kemerdekaan RI dan Hari Besar Nasional lainnya. 2. Kegiatan Layanan Perpustakaan Tugas layanan perpustakaan yang dilakukan adalah membantu petugas perpustakaan dalam mencatat peminjaman dan pengembalian buku, pengecapan dan penyampulan buku serta penataan buku-buku baru. 3. Kegiatan Bimbingan OSIS Kegiatan yang diikuti praktikan dalam bimbingan OSIS diantaranya dalam acara kemah bersama di luar sekolah dan lain-lain. 4. Kegiatan BP/BK 4
  5. 5. Tugas yang diikuti praktikan dalam kegiatan BP/BK diantaranya dalam hal pendataan siswa kelas VII, VIII, & IX, pengisian data siswa, dan pengisian data pribadi siswa ke buku BP/BK serta melaksanakan penertiban siswa dalam hal kerapihan berpakaian serta keterlambatan. 5. Kegiatan Piket Kegiatan piket dijadwalkan di luar dan di jam kegiatan latihan mengajar dengan sistem rotasi, dalam hal ini praktikan mendapat jadwal hari disesuaikan dengan praktikan lain. Piket terbagi menjadi satu shift yaitu shift pagi yang masing-masing dilaksanakan oleh 2 orang guru SMA NEGERI 4 KOTA CIREBON dan 2 orang guru praktikan PPL Kependidikan. Petugas piket bertugas untuk menjaga resepsionis dan melakukan absen keliling pada tiap-tiap kelas serta mengabsen guru-guru yang tidak hadir pada saat itu. 6. Kegiatan Ekstrakurikuler Ekstrakurikuler yang diikuti praktikan yaitu ekstrakurikuler ECC (English Conversation Club). Praktikan tidak hanya meninjau jalannya kegiatan ekstrakurikuler tersebut tetapi ikut serta mengisi acara/menyampaikan materi kepada siswa yang mengikuti ekstrakulikuler tersebut. ekstrakulikuler yang dilaksanakan secara rutin setiap hari sabtu pada pukul 12.30 sampai dengan 14.00 WIB. Selain itu praktikan juga mengikuti beberapa ekstrakulikuler lainnya seperti Paskibra, PMR, Pecinta Alam, Teater, Voli, Sepak bola, PKS tetapi hanya sekedar meninjau jalannya kegiatan ekstrakulikuler tersebut. 5
  6. 6. BAB III HASIL PPL KEPENDIDIKAN Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi setiap mahasiswa jurusan Pendidikan karena selain mendapat pengalaman langsung, mahasiswa juga dapat mengetahui bagaimana cara mengajar yang baik untuk mecapai tujuan Pendidikan Nasional. Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan memberikan hasil positif bagi praktikan karena dapat merasakan langsung bagaimana menjadi seorang guru dalam menghadapi siswa dengan berbagai karakter dan kemampuan dengan ini praktikan belajar dan memperoleh pengalaman yang sangat berharga bagi praktikan kelak untuk menjadi guru yang profesional. Adapun hasil dari PPL kependidikan yang praktikan peroleh meliputi: 1. Bidang Pengetahuan Dengan diadakannya Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan ini sangat berguna sekali bagi praktikan, diantaranya adalah: Praktikan dapat mengetahui secara langsung situasi di lapangan bagaimana cara mengajar yang baik. Praktikan lebih mengenal atau mengetahui lingkungan pendidikan yang sebenarnya sehingga praktikan dapat mempersiapkan diri untuk menjadi seorang guru yang professional dan memiliki kompetensi yang nantinya akan menghantarkan peserta didik untuk mencapai Pendidikan Nasional.  Praktikan dapat mengendalikan situasi di dalam kelas secara langsung, karena tidak seperti yang dinyatakan dalam suatu teori, tetapi banyak hal yang harus mendapat perhatian penuh terutama dalam menentukan kebijaksanaan dalam menghadapi murid di kelas.  Bertambahnya pengetahuan tentang materi Bahasa Inggris dalam dunia pendidikan yang nyata. 2. Bidang Ketrampilan Dengan diadakannya Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan ini sangat berguna sekali bagi praktikan, diantaranya adalah: Praktikan lebih terampil untuk menyampaikan materi dalam proses belajar mengajar dikelas. Sehingga peserta didik akan lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan. 6
  7. 7. Praktikan dapat mengendalikan situasi kelas dalam menghadapi peserta didik yang kurang mampu memahami meteri. Praktikan dapat mengaplikasikan metode – metode pembelajaran yang berhubungan dengan materi yang disampaikan, sehingga peserta didik akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh praktikan. 3. Sikap dan Prilaku Dengan diadakannya Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan ini sangat berguna sekali bagi praktikan, diantaranya adalah: Praktikan dapat mengetahui bagaimana cara menjaga sikap pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Praktikan dapat mengetahui bagaimana sikap atau prilaku yang baik bagi seorang guru yang tauladan. Praktikan dapat meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia dalam bidang pendidikan agar semakin lebih baik lagi. Praktikan dapat meningkatkan kedisiplinan, ketelitian dan tanggung jawab. Praktikan dapat berinteraksi sosial dengan guru-guru SMA NEGERI 4 KOTA CIREBON, seluruh staff TU, staff BP/BK maupun dengan peserta didik. 7
  8. 8. BAB IV PERMASALAHAN A. Permasalahan yang dihadapi Praktikan. Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan di SMA NEGERI 4 KOTA CIREBON dapat dilaksanakan dengan baik, tapi bukan berarti tanpa permasalahan. Permasalahan – permasalahan tersebut harus ditemukan solusinya. permasalahan yang dihadapi oleh praktikan antara lain: 1. Dalam Pengelolaan Kelas Praktikan kesulitan dalam menghadapi siswa dengan latar belakang sikap dan sifat yang beraneka ragam. Ada beberapa siswa yang acuh tak acuh, menyeletuk dan membuat keributan di kelas dan bermain laptop saat proses pembelajaran berlangsung. Untuk mengatasi hal tersebut, praktikan berusaha menarik perhatian siswa dan meredam keributan dengan memberikan motivasi bahwa materi yang sedang diajarkan sangat penting dan harus benar-benar dipahami. 2. Mental Sebagai calon guru, mental praktikan harus selalu dilatih agar lebih percaya diri dan tegas dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Untuk itu praktikan harus sering berlatih mengajar dan berkonsultasi dengan guru pamong. 3. Penguasaan Materi Pada materi yang akan diajarkan, praktikan masih kurang menguasai dengan baik apalagi kemampuan siswa dalam penguasaan materi yang berbeda-beda. Dalam hal ini praktikan haruslah belajar lebih giat lagi agar dapat menguasai materi dengan baik dan jika ada yang tidak dimengerti maka berkonsultasi dengan guru pamong, dosen pembimbing atau praktikan lain. 4. Alokasi Waktu Praktikan belum mampu menggunakan waktu secara tepat dan efesien sehingga kekurangan atau kelebihan waktu dalam menyampaikan suatu materi pelajaran. Untuk mengatasinya praktikan mengalokasikan waktu yang tepat dan efisien dalam RPP. 8
  9. 9. BAB V PENUTUP Dari hasil kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Kependidikan, yang telah praktikan laksanakan di SMA NEGERI 4 KOTA CIREBON dengan Guru Pamong Dewi Liliasari, S.Pd dan Dosen Pembimbing Drs. Jaja Wilastra, M. Hum sangat banyak memberikan ilmu yang nyata dan banyak membantu dalam menyelesaikan tugas PPL. Dan akhirnya praktikan dapat menyimpulkan sebagai berikut: 1. Materi pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik harus sesuai dengan program studi yang dipelajari oleh praktikan. 2. Adanya interaksi pembelajaran dengan peserta didik dalam menyampaikan materi yang diajarkan, sehingga praktikan mampu mengatasi kondisi kelas. 3. Praktikan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam kegiatan PPL Kependidikan ini. 4. Praktikan dapat mengetahui bagaimana cara mengajar yang baik dan benar, sehingga praktikan dapat mengalokasikan waktu dalam proses pembelajaran. 5. Bertambahnya pengetahuan tentang materi Bahasa Inggris dalam dunia pendidikan yang nyata. 6. Praktikan dapat meningkatkan sikap kedisiplinan, ketelitian dan tanggung jawab agar praktikan dapat menjadi guru yang professional. Saran. Sarana dan prasarana yang sudah lengkap tersedia di setiap kelas tetap dipertahankan dan diperhatikan pemeliharaannya agar proses belajar mengajar tetap efektif dan berjalan lancar. Meningkatkan kedisiplinan siswa baik dalam hal berpakaian maupun ketepatan waktu datang ke sekolah. 9

×