Akuntansi By Irfal Irwant Se

14,328 views

Published on

7 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
14,328
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
18
Actions
Shares
0
Downloads
1,129
Comments
7
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Lihat Bagan 1-1 di hal. 6 Transaksi adalah kejadian yang memiliki pengaruh yang dapat diukur terhadap posisi keuangan perusahaan. Pencatatan dilakukan melalui jurnal yang menggambarkan “duality effects” (setiap transaksi selalu melibatkan exchange). Neraca bukan Neraca APBN/D yang menggambarkan penerimaan kas di sisi kiri dan pengeluaran kas di sisi kanan. Laporan “Laba Rugi” di sektor publik dikenal dengan Laporan Surplus Defisit. Sedangkan laporan arus kas dikenal dengan Perhitungan Anggaran. Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari Lap Keu.
  • Posisi aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pendapatan tidak sama dengan penerimaan kas (revenue vs cash inflow) dan beban tidak sama dengan pengeluran kas (expenses vs cash outflow) sehingga laba/rugi tidak sama dengan net cashflow.
  • Posisi aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pendapatan tidak sama dengan penerimaan kas (revenue vs cash inflow) dan beban tidak sama dengan pengeluran kas (expenses vs cash outflow) sehingga laba/rugi tidak sama dengan net cashflow.
  • Pemodal dapat current atau potential. Bank sebagai penyedia kredit menuntut disusunnya laporan akuntansi. Badan pemerintah misalnya Bapepam atau Ditjen Pajak.
  • Daerah membutuhkan kedua praktisi ini untuk tatabuku dapat diambil dari lulusan D3 Akt atau SMU dengan bekal pelatihan yang memadai sedangkan untuk akuntansi diambil dari lulusan S1 Akt atau D3 Akt dengan bekal tambahan pelatihan (spesifik keuangan daerah). Akuntan daerah dapat mengambil peranan aktif dalam menyajikan lap keu yang wajar nilainya dan merancang pengendalian internal dalam siklus anggaran.
  • Di daerah, profesi analis keuangan dapat mewakili kepentingan rakyat dan secara independen menilai kinerja keuangan dari pemerintah (eksekutif) berdasarkan analisis yang mendalam atas laporan keuangannya.
  • Perusahaan adalah badan hukum yang “tidak bernyawa” sehingga tidak memiliki hak atas kekayaannya sendiri. Secara teknis dalam tatabuku berpasangan, setelah pencatatan akuntansi, persamaan akuntansi harus tetap seimbang.
  • Aset kecenderungan overstated (markup practices) atau understated (hidden assets). Liabilities cenderung understated (contingent liability). Ekuitas tidak secara real menggambarkan nilai klaim pemilik atas kekayaan perusahaan. Pendapatan bersifat menambah ekuitas, biaya bersifat mengurangi ekuitas. Tujuannya adalah memaksimalkan selisih pendapatan dari biaya.
  • Bagaimana transaksi-transaksi yang muncul dalam kegiatan perusahaan tersebut dicatat dan dilaporkan adalah domain dari akuntansi. Lihat bagan SSR (Siklus Kegiatan Perusahaan). Insert Tabel 1-1 (FAD) hal. 17 dan Lap Keu hal 19-21. Perhatikan bahwa transaksi-transaksi di atas melibatkan kas. 80% transaksi yang dicatat oleh akuntan adalah transaksi yang melibatkan kas. Proses akrual dilakukan oleh akuntan pada akhir periode akuntansi melalui jurnal akuntansi (kadangkala dilakukan oleh auditor).
  • Aset dapat berupa Kas & Bank, Kendaraan, Tanah, Piutang atau Beban Ditangguhkan. Kas & Bank bisa berupa uang tunai di brankas, giro di Bank BNI, giro di BPD, dlsb.
  • Dampak keuangan dari suatu kejadian atau transaksi tertuang dalam jurnal (akun apa yang terpengaruh, arah pengaruhnya meningkat atau berkurang dan nilai dari pengaruh tersebut). Bagian (Subbag) Pembukuan mungkin tidak memiliki buku harian (sebagai buku jurnal), pencatatan dilakukan langsung kedalam buku besar B IV (Pengeluaran) & B IX (Penerimaan). COA dapat disetarakan dengan daftar rekening anggaran.
  • Lihat Bagan 1-1 (hal 6) Tabel 2-1 hal. 27 Tabel 2-2 hal. 30 Jelaskan hal. 35-45
  • Pengukuran laba terkait dengan konsep periodisasi akuntansi.
  • Akuntansi By Irfal Irwant Se

    1. 1. 03/29/10 KONSEP UMUM AKUNTANSI By….. Irfa irwant SE
    2. 2. Pengertian Akuntansi <ul><li>Kegiatan mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi (siklus akuntansi). </li></ul><ul><li>Sistem informasi yang memberikan laporan kepada berbagai pemakai atau pengambil keputusan mengenai aktivitas bisnis suatu kesatuan ekonomi (decision usefulness). </li></ul>03/29/10
    3. 3. Bidang Akuntansi <ul><li>AKUNTANSI KEUANGAN : Penyusunan Laporan keuangan kepada pihak ekstern </li></ul><ul><li>AKUNTANSI MANAJEMEN : penyusunan laporan keuangan untuk kepentingan manajemen </li></ul><ul><li>AUDITING : pemeriksaan secara independen atas laporan keuangan yang dihasilkan oleh Akuntansi Keuangan </li></ul><ul><li>PERPAJAKAN : pembuatan laporan keuangan untuk keperluan pajak (SPT) </li></ul><ul><li>SISTEM INFORMASI : memfasilitasi berjalannya sistem akuntansi yang baik dalam suatu organisasi </li></ul><ul><li>AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK : pencatatan dan pelaporan transaksi yang terjadi di instansi pemerintahan </li></ul>03/29/10
    4. 4. Siklus Akuntansi <ul><li>Identifikasi transaksi </li></ul><ul><li>Pencatatan (akun, arah & nilai) </li></ul><ul><li>Penyusunan laporan keuangan </li></ul><ul><ul><li>Neraca </li></ul></ul><ul><ul><li>Laporan Laba Rugi </li></ul></ul><ul><ul><li>Laporan Perubahan Ekuitas </li></ul></ul><ul><ul><li>Laporan Arus Kas </li></ul></ul><ul><ul><li>Catatan atas Laporan Keuangan </li></ul></ul><ul><li>Analisis kinerja keuangan </li></ul>03/29/10
    5. 5. Laporan Keuangan <ul><li>Neraca merupakan daftar yang menunjukkan posisi keuangan ( aset, kewajiban dan ekuitas ) pada tanggal tertentu . </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi merupakan ikhtisar dari pendapatan dan beban yang terjadi dalam satu periode tertentu. </li></ul><ul><li>Laporan Perubahan Ekuitas merupakan ikhtisar dari perubahan ekuitas yang terjadi dalam satu periode </li></ul>03/29/10
    6. 6. Laporan Keuangan <ul><li>Laporan Arus Kas merupakan ikhtisar dari penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi dalam satu periode tertentu . </li></ul><ul><li>Catatan Atas Laporan Keuangan adalah penjelasan yang berisikan informasi tambahan, rincian informasi dan penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pokok </li></ul>03/29/10
    7. 7. Pengguna Laporan Keuangan <ul><li>Pemodal (investor) </li></ul><ul><li>Pemberi pinjaman (kreditur) </li></ul><ul><li>Manajemen </li></ul><ul><li>Badan pemerintah </li></ul><ul><li>Karyawan </li></ul><ul><li>Stakeholders lainnya (konsumen, pers, LSM, dll) </li></ul>03/29/10
    8. 8. Akuntansi dan Tata Buku <ul><li>Tata buku adalah proses rutin untuk mencatat transaksi yang terjadi (yang seringkali berulang) dan proses teknis menyusun dan menyajikan laporan keuangan (yang dapat bersifat manual). </li></ul><ul><li>Akuntansi menuntut kemampuan melakukan analisis atas transaksi yang kompleks, membaca laporan keuangan dan menilai kinerja keuangan serta merancang sistem informasi keuangan perusahaan. </li></ul>03/29/10
    9. 9. Akuntansi dan Audit <ul><li>Profesi akuntansi terdiri dari akuntan intern, akuntan ektern dan analis keuangan. </li></ul><ul><li>Akuntan intern (biasanya disingkat “akuntan”) bertanggung-jawab untuk menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. </li></ul><ul><li>Akuntan ekstern (biasanya disebut akuntan publik atau disingkat “auditor”) bertanggung-jawab untuk menilai kewajaran penyajian laporan keuangan berpedoman pada Standar Pemeriksaan Akuntan dan Kode Etik . </li></ul>03/29/10
    10. 10. Akuntansi dan Audit <ul><li>Analis keuangan mewakili kepentingan pemilik modal atau pemberi pinjaman memberikan penilaian atas kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam rangka keputusan investasi atau keputusan kredit. </li></ul>03/29/10
    11. 11. Persamaan Akuntansi <ul><li>Persamaan yang menunjukkan bahwa kekayaan “perusahaan” setiap saat harus sama besarnya dengan klaim pemodal (kreditur atau pemegang saham) atas kekayaan tersebut. </li></ul><ul><li>Persamaan ini tertuang dalam Neraca sebagai Aset = Kewajiban + Ekuitas . </li></ul><ul><li>Setiap transaksi atau kejadian dalam “kegiatan perusahaan” diukur pengaruhnya terhadap Persamaan Akuntansi tersebut. </li></ul>03/29/10
    12. 12. Aset, Kewajiban & Ekuitas <ul><ul><li>Aset = Kekayaan atau sumber daya ekonomi yang dimiliki perusahaan yang memberi manfaat di masa datang. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kewajiban = Pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan perusahaan di masa datang dalam bentuk penyerahan aset atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan/transaksi pada masa lalu. </li></ul></ul><ul><ul><li>Ekuitas = Klaim residu pemegang saham atas kekayaan perusahaan (selisih antara aset dan kewajiban perusahaan atau net assets). </li></ul></ul>03/29/10
    13. 13. Kegiatan Perusahaan <ul><li>Pemodal menyetor uang sebagai pinjaman atau modal. </li></ul><ul><li>Perusahaan menggunakan uang untuk investasi dan membiayai proses produksi (modal kerja). </li></ul><ul><li>Perusahaan menjual barang/jasa dan menerima uang sebagai pembayaran. </li></ul><ul><li>Perusahaan membagikan dividen atau membayar hutang/bunga kepada pemodal. </li></ul>03/29/10
    14. 14. Pencatatan Transaksi 03/29/10 <ul><li>Transaksi perusahaan dapat dinyatakan dalam bentuk perubahan terhadap tiga unsur dalam persamaan akuntansi. </li></ul><ul><li>Setiap transaksi bisnis yang terjadi dalam perusahaan akan dapat mempengaruhi unsur-unsur persamaan akuntansi tanpa mengganggu keseimbangan yang ada dari persamaan akuntansi tersebut. </li></ul><ul><li>Ekuitas atau modal akan bertambah jika terjadi kenaikan investasi dan pendapatan, dan berkurang jika ada pengambilan oleh pemiliki dan beban </li></ul>
    15. 15. ANALISIS TRANSAKSI <ul><li>Tanggal 1 maret saya menyetor uang Rp.75.000.000 </li></ul><ul><li>Tanggal 2 saya beli tanah Rp.5.000.000 untuk membangun ruko </li></ul><ul><li>Tanggal 5 membeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp.6.750.000 </li></ul><ul><li>Tanggal 10 Memperoeh pendapatan Rp.37.500.000 </li></ul><ul><li>Tanggal 15Membayar beban gaji Rp.10.625.000,sewa kantor Rp.4.000.000,listrik dan telpon Rp.2.250.000 dan beban lain Rp.1.375.000 </li></ul><ul><li>Tanggal 20 Membayar utang dagang Rp.4.750.000 </li></ul><ul><li>Tanggal 29 Diakhir bulan sisa perlengakapan Rp.2.750.000 </li></ul><ul><li>Tanggal 30 Prive Rp.10.000.000 untuk keperluan pribadi </li></ul>
    16. 16. ketentuan <ul><li>AKTIVA = KEWAJIBAN MODAL </li></ul>DEBET KREDIT KREDIT DEBET KREDIT DEBET
    17. 17. Contoh Transaksi 03/29/10 menyetor modal sebsar 75.000.000 Aktiva = Ekuitas Kas = Ekuitas 75.000.000 = 75.000.000 membeli tanah untuk membangun ruko Kas + Tanah = Ekuitas 75.000.000 = 75.000.000 -50.000.000 + 50.000.000 25.000.000 + 50.000.000 = 75.000.000 membeli perlengkapan secara kredit 6.750.000 Kas + Plkp + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 25.000.000 + 50.000.000 = 75.000.000 6.750.000 = 6.750.000 25.000.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 75.000.000
    18. 18. Contoh Transaksi 03/29/10 Memperoleh pendapatan sebesar 37.500.000 Kas + Plkp + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 25.000.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 75.000.000 37.500.000 = 37.500.000 62.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 112.500.000 Membayar beban gaji 10.625.000, sewa kantor 4.000.000. Listrik dan telpon 2.250.000 dan beban lain 1.3750.000 Kas + Plkp + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 62.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 112.500.000 -18.250.000 = -10.625.000 -4.000.000 -2.250.000 -1.3750.000 44.750.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 94.250.000 Membayar Utang dagang 4.750.000 Kas + Plkp + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 62.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 94.250.000 -4.750.00 = -4.750.000 39.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 94.250.000
    19. 19. Contoh Transaksi 03/29/10 Pada akhir bulan jumlah perlengkapan yang tersisa seebsar 2.750.000 Kas + Plpk + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 39.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 94.250.000 -4.000.000 = -4.000.000 39.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 90.250.000 Pada akhir bulan mengambil uang(prive) 10.000.000 utuk biaya sekolah anaknya Kas + Plpk + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 39.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 90.250.000 -10.000.000 -10.000.000 29.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 80.250.000
    20. 20. Rangkuman Transaksi 03/29/10 Kas + Plpk + Tanah = Utang Dagang + Ekuitas 75.000.000 75.000.000 -50.000.000 + 50.000.000 25.000.000 + 50.000.000 = 75.000.000 6.750.000 = 6.750.000 25.000.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 75.000.000 37.500.000 = 37.500.000 62.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 112.500.000 -18.250.000 = -10.625.000 -4.000.000 -2.250.000 -1.3750.000 44.250.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 6.750.000 + 94.250.000 -4.750.00 = -4.750.000 39.500.000 + 6.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 94.250.000 -4.000.000 = -4.000.000 39.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 90.250.000 -10.000.000 -10.000.000 29.500.000 + 2.750.000 + 50.000.000 = 2.000.000 + 80.250.000
    21. 21. Laporan Laba Rugi 03/29/10 Salon Mega Laporan Laba Rugi Untuk bulan yang berakhir 31 Januari 2000 Pendapatan jasa Rp 37.500.000 Beban operasi Beban gaji Rp 10.625.000 Beban sewa 4.000.000 Beban perlengkapan 4.000.000 Beban listrik & telp 2.250.000 Beban rupa-rupa 1.375.000 Total beban operasi 22.250.000 Laba bersih Rp 15.250.000
    22. 22. Laporan Perubahan Ekuitas 03/29/10 Salon Mega Laporan Perubahan Ekuitas Untuk bulan yang berakhir 31 Januari 2000 Modal Nn Mega 1/1/2000 0 Investasi pada 1/1/2000 Rp 75.000.000 Laba bersih bulan Januari 15.250.000 90.250.000 Dikurangi pengambilan prive 10.000.000 Modal Nn Mega 31/1/2000 80.250.000
    23. 23. Laporan Neraca 03/29/10 Salon Mega Laporan Neraca 31 Januari 2000 Kas Rp 29.500.000 Utang Dagang Rp 2.000.000 Perlengkapan Rp 2.750.000 Tanah Rp 50.000.000 Ekuitas Modal Nn Mega Rp 80.250.000 ------------------ ------------------ Total aktiva Rp 92.500.000 Total Kew & ModalRp 92.500.000
    24. 24. Laporan Arus Kas 03/29/10 Salon Mega Laporan Arus Kas Untuk bulan yang berakhir 31 Januari 2000 Arus kas dari aktivitas operasi Penerimaan kas dari pelanggan Rp 37.500.000 Pembayaran utk kreditor & kywn. (23.000.000) Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp 14.500.000 Arus kas dari aktivitas investasi Pembelian tanah Rp (50.000.000) Arus kas dari aktivitas pendanaan Investasi pemilik Rp 75.000.000 Pengambilan pemilik (10.000.000) Arus kas dari aktivitas pendanaan 65.000.000 Kenaikan bersih kas Rp 29.500.000 Saldo kas 1/1/2000 0 Saldo kas 31/12/2000 Rp 29.500.000
    25. 25. Pencatatan dengan Akun <ul><li>Tata buku berpasangan merupakan teknik pencatatan akuntansi yang menggunakan akun sebagai wadah pencatatan. </li></ul><ul><li>Akun pada dasarnya adalah pos-pos laporan keuangan yang rinci yang secara umum dikelompokkan menjadi Aset, Kewajiban, Ekuitas, Pendapatan dan Beban. </li></ul><ul><li>Akun diwujudkan dalam bentuk Buku Besar (General Ledger) </li></ul><ul><ul><li>Sisi Debit </li></ul></ul><ul><ul><li>Sisi Kredit </li></ul></ul><ul><li>Kumpulan akun dikenal dengan Chart of Accounts . </li></ul>03/29/10
    26. 26. Tata Buku Berpasangan <ul><li>Karena transaksi adalah pertukaran ( exchange ) dalam nilai yang “seimbang” ( arm’s length ), maka minimal akan berpengaruh terhadap 2 akun . </li></ul><ul><li>Bagaimana dampak transaksi terhadap laporan keuangan tertuang dalam jurnal . </li></ul><ul><li>Jurnal dibuat akuntan di Buku Jurnal (General Journal): </li></ul><ul><ul><li>Tanggal </li></ul></ul><ul><ul><li>Keterangan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kolom Nilai (Debit & Kredit) </li></ul></ul><ul><li>Untuk dapat membuat jurnal di dalam buku jurnal, akuntan harus memahami aturan debit kredit. </li></ul>03/29/10
    27. 27. Perkiraan dan Akun 03/29/10 <ul><li>Perkiraan dibuat untuk mempermudah dalam mencatat transaksi </li></ul><ul><li>Perkiraan dapat dibuat dalam bentuk sederhana atau bentuk T , bentuk dua kolom dan bentuk empat kolom. </li></ul><ul><li>Kumpulan dari perkiraan disebut buku besar (ledger) </li></ul><ul><li>Daftar perkiraan yang dimiliki suatu perusahaan yang disertai dengan kode dari masing-masing perkiraan disebut chart of account / kode akun. </li></ul><ul><li>Dari sebuah perkiraan dapat dibuat perkiraan pembantu / subdiary ledger yang berisikan rincian dari apa yang ada dalam perkiraan. </li></ul>
    28. 28. KLASIFIKASI PERKIRAAN / AKUN 03/29/10 <ul><li>Perkiraan dapat diklasifikasikan berdasarkan perkiraan neraca dan laba rugi. </li></ul><ul><li>Perkiraan neraca adalah perkiraan yang sesuai dengan unsur dalam persamaan akuntansi terdiri dari aktiva, kewajiban dan modal. </li></ul><ul><li>Perkiraan laba rugi adalah perkiraan yang mempengaruhi modal yang berasal dari kegiatan operasi, yang terdiri dari pendapatan dan beban. </li></ul><ul><li>Setiap perkiraan memiliki saldo normal yaitu saldo debit atau kredit yang biasanya akan terdapat dalam perkiraan tertentu </li></ul><ul><li>Aktiva debit (bertambah debit) </li></ul><ul><li>Kewajiban kredit (bertambah kredit) </li></ul><ul><li>Modal kredit (bertambah kredit) </li></ul><ul><li>Pendapatan kredit (bertambah kredit) </li></ul><ul><li>Beban debit (bertambah debit) </li></ul>
    29. 29. Proses Akuntansi <ul><li>Jurnal </li></ul><ul><li>Posting </li></ul><ul><li>Tahap pengikhtisaran </li></ul><ul><ul><li>Neraca Saldo </li></ul></ul><ul><ul><li>Jurnal penyesuaian </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembuatan kertas kerja (tidak harus) </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyusunan Laporan Keuangan </li></ul></ul><ul><ul><li>Jurnal Penutup </li></ul></ul>03/29/10
    30. 30. SIKLUS AKUNTANSI 03/29/10 Pembuatan Jurnal Balik (Reversing Entries) Pembuatan dan Penerimaan bukti transaksi Pencatatan dalan jurnal (Journalizing) - Jurnal Umum - Jurnal Khusus Penyusunan Neraca saldo (trial balance) Pemindahbukuan (posting) Buku besar (Ledger) Pembuatan jurnal penutup ( closing entries) Pembuatan neraca saldo setelah penutupan ( closing trial balance ) Penyesuaian (adjustment) - akrual - pembayaran di muka - unsur-unsur estimasi Pembuatan Neraca Lajur <ul><li>Penyusunan Laporan keuangan : </li></ul><ul><li>Laporan laba rugi </li></ul><ul><li>Laporan perubahan ekuitas </li></ul><ul><li>Laporan Neraca </li></ul>
    31. 31. TRANSAKSI 03/29/10 Transaksi adalah kegiatan yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan Contoh : ( pilih yang merupakan transaksi ) Pembelian peralatan kantor secara kredit Pembelian bahan baku secara kredit Penjualan barang secara tunai Pengangkatan direksi Pembayaran hutang kepada bank Pengambilan uang oleh pemilik Penerimaan karyawan baru Peningkatan pangsa pasar perusahaan Pemogokan karyawan PLN padam sehingga mesinnya tidak dapat digunakan.
    32. 32. PENCATATAN TRANSAKSI DALAM JURNAL 03/29/10 <ul><li>Transaksi akan dicatat dalam jurnal </li></ul><ul><li>Jurnal dapat berupa jurnal umum dan jurnal khusus </li></ul><ul><li>Jurnal umum adalah bentuk jurnal yang terdiri dari dua kolom, yaitu untuk debit dan kredit. </li></ul><ul><li>Jurnal khusus adalah bentuk jurnal yang telah menyebutkan nama perkiraan di dalam kolom-kolomnya. </li></ul>Tgl Keterangan Ref Debit Kredit Tgl Keterangan Ref Penjualan / PD Jurnal khusus penjualan
    33. 33. CONTOH JURNAL TRANSAKSI 03/29/10 <ul><li>Penyetoran modal oleh pemilik </li></ul><ul><ul><li>Kas 75.000.000 </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Modal 75.000.000 </li></ul></ul></ul><ul><li>Pembayaran beban listrik </li></ul><ul><ul><li>Beban listrik 5.000.000 </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kas 5.000.000 </li></ul></ul></ul><ul><li>Urutan dalam membuat jurnal </li></ul><ul><li>Tentukan pengaruh transaksi terhadap penambahan atau pengurangan persamaan akuntansi </li></ul><ul><li>Tentukan perkiraan yang dipengaruhi </li></ul><ul><li>Tentukan apakah sebagai akibat transaksi tersebut harus didebit atau dikredit </li></ul><ul><li>Jumlah debit dan kredit, serta nama perkiraan dicatat dalam buku jurnal. </li></ul>
    34. 34. TRANSAKSI PENYETORAN MODAL <ul><li>Tuan Andi mendirikan klinik dengan menyetor 100 juta uang kas dan bangunan senilai 200 juta </li></ul>03/29/10 Jumlah kas yang disetor Total Modal Nilai Bangunan
    35. 35. Pemindahbukuan / Posting <ul><li>Adalah proses pemindahan data yang terdapat dalam jurnal ke dalam perkiraan di buku besar. </li></ul><ul><li>Proses pemindahan : </li></ul><ul><ul><li>Pemindahan tanggal transaksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemindahan jumlah yang di debit atau kredit sesuai dengan perkiraannya </li></ul></ul><ul><ul><li>Mencatat kode perkiraan dalam kolom ref di jurnal </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemindahan kolom keterangan dalam buku besar </li></ul></ul><ul><ul><li>Penulisan hal jurnal dalam kolom ref </li></ul></ul>03/29/10 Dipindahkan di kolom ref di perkiraan Berisi nomor perkiraan diisi jika telah diposting
    36. 36. Pemindahbukuan / Posting 03/29/10
    37. 37. JURNAL UMUM 03/29/10 1 Juni 199A Erik memindahkan uang sebesar Rp 9.000 dari rekening pribadinya di bank ke rekening perusahaan . Pemindahan ini dimasukkan sebagai setoran modal. (Bukti 1) 6 Juni 199A Membeli peralatan secara kredit Rp 800 ( Bukti No.2 ) 7 Juni 199A Membeli truk seharga Rp 13.800. Membayar Rp 6.000 secara tunai dan sisanya dibayar dengan angsuran selama satu tahun . (Bukti No.3 ) 10 Juni 199A Membeli perlengkapan dengan tunai sebesar Rp 210 . (Bukti No.4 ) 11 Juni 199A Membayar sewa untuk bulan Juni sebesar Rp 125. (Bukti No.5 ) 16 Juni 199A Membayar kreditur untuk peralatan yang dibeli pada tanggal 6 Juni Rp 200. (Bukti No. 6 ) 25 Juni 199A Membayar gaji pegawai Rp 500. ( Bukti No.7 ) 28 Juni 199A Menerima pembayaran untuk pekerjaan yang telah diselesaikan Rp 1571. (Bukti no. 8 ) 29 Juni 199A Membayar faktur – faktur tagihan untuk biaya truk sebesar Rp 150. (Bkti 9) 29 Juni 199A Membayar biaya–biaya untuk listrik , telepon dan air Rp 100. (Bukti No.10 ) 29 Juni 199A Membayar biaya serba – serbi Rp 310. ( Bukti No.11 ) 30 Juni 199A Mengambil kas untuk keperluan pribadi Rp 200. ( Bukti No.12 )
    38. 38. JURNAL UMUM 03/29/10
    39. 39. JURNAL UMUM 03/29/10
    40. 40. DAFTAR AKUN 03/29/10
    41. 41. BUKU BESAR 03/29/10
    42. 42. BUKU BESAR 03/29/10
    43. 43. BUKU BESAR 03/29/10
    44. 44. BUKU BESAR 03/29/10
    45. 45. PROSES PENCATATAN TRANSAKSI 03/29/10 <ul><li>Dalam sebuah perusahaan setiap transaksi akan dicatat dalam buku jurnal (dapat jurnal umum atau jurnal khusus) </li></ul><ul><li>Setelah itu secara periodik akan dilakukan posting yaitu pemindahan data dari jurnal ke perkiraan-perkiraan yang bersangkutan di buku besar. </li></ul><ul><li>Proses posting ini dapat dilakukan secara on line artinya setiap transaksi langsung posting, atau dapat juga dilakukan dengan sistem batch. </li></ul><ul><li>Jika perusahaan akan membuat laporan keuangan maka akan dibuat neraca saldo yaitu daftar saldo perkiraan yang ada dalam buku besar perusahaan pada suatu saat tertentu. </li></ul><ul><li>Angka di dalam neraca saldo tersebut kemudian disesuaikan jika ada hal-hal yang tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. </li></ul><ul><li>Untuk membantu proses penyusunan laporan keuangan sering dibuat neraca lajur. </li></ul><ul><li>Dari Neraca lajur inilah kemudian dibuat laporan keuangan perusahaan. </li></ul><ul><li>Setelah laporan keuangan dibuat maka semua perkiraan laba rugi akan ditutup dengan jurnal penutup. </li></ul><ul><li>Setelah perkiraan laba rugi ditutup perusahaan dapat memulai pencatatan untuk periode berikutnya. </li></ul>
    46. 46. Kegiatan Penyelesaian Akuntansi <ul><li>Posting jurnal penyesuaian kedalam akun buku besarnya. </li></ul><ul><li>Penyusunan Laporan Keuangan </li></ul><ul><li>Pembuatan jurnal penutupan : </li></ul><ul><ul><li>Untuk menihilkan saldo akun laba rugi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Untuk memindahkan laba ke dalam akun ekuitas (laba ditahan). </li></ul></ul><ul><ul><li>Untuk menyiapkan akun untuk periode berikutnya. </li></ul></ul><ul><li>Pembuatan jurnal balik . </li></ul>03/29/10
    47. 47. PROSES PENGIKHTISARAN 03/29/10 Pembuatan neraca saldo Pembuatan jurnal penyesuaian Pembuatan neraca lajur (optional) Penyusunan Laporan keuangan Pembuatan jurnal penutup Pembuatan jurnal balik
    48. 48. NERACA SALDO 03/29/10 Adalah daftar saldo perkiraan-perkiraan yang ada dalam buku besar pada saat tertentu Angka dalam neraca saldo ada yang tidak mencerminkan nilai sebenarnya sehingga perlu disesuaikan Neraca saldo merupakan titik awal dalam penyusunan laporan keuangan
    49. 49. NERACA SALDO 03/29/10
    50. 50. JURNAL PENYESUAIAN 03/29/10 <ul><li>Adalah jurnal yang digunakan untuk menyesuaikan angka-angka dalam neraca saldo sehingga menunjukkan jumlah yang sebenarnya. </li></ul><ul><li>Jurnal penyesuaian ini juga harus diposting ke dalam buku besar </li></ul><ul><li>Hal yang menyebabkan perlu jurnal penyesuaian : </li></ul><ul><ul><li>Transaksi telah terjadi tetapi belum dicatat </li></ul></ul><ul><ul><li>Transaksinya telah dicatat tetapi saldonya perlu dikoreksi </li></ul></ul>
    51. 51. Akuntansi Berbasis Akrual <ul><li>Seluruh transaksi di atas melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas (dan biasanya dikumpulkan dalam bukti penerimaan/bukti pengeluaran kas sebagai bukti transaksi). </li></ul><ul><li>Untuk menerapkan akuntansi yang berbasis akrual, pada akhir periode akuntansi harus dibuat jurnal penyesuaian agar dapat dilakukan pengukuran laba. </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi adalah produk dari sistem akuntansi yang berbasis akrual yang tidak ditemui dalam sistem berbasis kas. </li></ul><ul><li>Pendapatan bukan Penerimaan, Beban bukan Pengeluaran, Laba bukan Cashflow. </li></ul>03/29/10
    52. 52. Dua Dasar Dalam Akuntansi 03/29/10 Dasar Akrual: Transaksi dicatat ketika pendapatan diterima atau beban terjadi Dasar Kas: Transaksi dicatat ketika kas diterima atau kas dibayarkan
    53. 53. Contoh <ul><li>Pada Januari 2002, Asuransi Prensa menjual asuransi kesehatan 3 tahun </li></ul><ul><li>Dalam kontrak disebutkan bahwa klien akan membayar Rp 150.000 di muka </li></ul><ul><li>Biaya yang terjadi setiap tahun sebesar Rp 20.000 </li></ul><ul><li>Berapa laba/rugi perusahaan tiap tahunnya </li></ul>03/29/10
    54. 54. Contoh Dasar kas dan Dasar Akrual 03/29/10 Dasar Akrual 2002 2003 2004 (dalam 000) Pendapatan 50 50 50 Beban 20 20 20 Laba 30 30 30
    55. 55. Contoh Dasar kas dan Dasar Akrual 03/29/10 Dasar Kas 2002 2003 2004 (dalam 000) Kas masuk 150 0 0 Kas keluar 20 20 20 Laba / (rugi) 130 (20) (20)
    56. 56. JURNAL PENYESUAIAN 03/29/10 <ul><li>Hal-hal yang perlu jurnal penyesuaian </li></ul><ul><ul><li>Beban yang masih harus dibayar </li></ul></ul><ul><ul><li>Beban dibayar dimuka </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendapatan masih harus diterima </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendapatan diterima dimuka </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyesuaian untuk alokasi beban / pemakaian terkait dengan aktiva tetap, aktiva tidak berwujud. </li></ul></ul>
    57. 57. JURNAL PENYESUAIAN 03/29/10 Perlengkapan yang tersisa sebesar Rp 50 Biaya gaji yangmasih terhutang sebesar Rp 100 Jurnalnya Biaya perlengkapan 160 Perlengkapan 160 Biaya gaji 100 Utang 100 Jurnal ini diposting ke dalam buku besar dan dimasukkan dalam neraca lajur
    58. 58. JURNAL PENYESUAIAN 03/29/10 Saldo perelengkapan dalam neraca saldo 1.700.000, berdasarkan hasil perhitungan jumlahnya tinggak 500.000 Peralatan dibeli dengan harga 50 juta, masa manfaatnya 5 tahun, metode penyusutan garis lurus Biaya sewa didibayar dimuka sebesar 15 juta untuk sewa mesin selama 3 tahun mulai 1 Januari 2000 Biaya iklan saldo 4.000.000 untuk 10 kali iklan di surat kabar. Sampai tanggal pelaporan baru diiklankan 8 kali Gaji dokter sebesar 5 juta baru dibayar pada awal bulan Januari Pasien telah membayar uang muka 10 juta untuk perawatan 20 hari, sampai tanggal pelaporan baru menginap 15 hari Pasien telah menginap 10 hari dan menghabiskan biaya 5 juta, tetapi belum membayar karena belum pulang. Rumah sakit memiliki deposito tertanggal 16 Desember 2000, sebesar 50 juta, bunga 12%
    59. 59. KERTAS KERJA / WORKSHEET 03/29/10 <ul><li>Terdiri dari sepuluh kolom (lima pasang debit kredit) </li></ul><ul><ul><li>Neraca saldo </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyesuaian </li></ul></ul><ul><ul><li>Neraca saldo setelah disesuaikan </li></ul></ul><ul><ul><li>Laba rugi </li></ul></ul><ul><ul><li>Neraca </li></ul></ul><ul><li>Worksheet ini digunakan untuk membantu dalam menyusun laporan keuangan. </li></ul><ul><li>Saldo debit pada laba rugi dan saldo kredit pada neraca mengindikasikan bahwa perusahaan laba </li></ul><ul><li>Jumlah total debit dan total kredit pada tiap-tiap pasang kolom harus sama, karena berasal dari hal yang sama (neraca saldo) dan ditambah dengan hal yang sama (jurnal penyesuaian) </li></ul>
    60. 60. KERTAS KERJA / WORKSHEET 03/29/10
    61. 61. KERTAS KERJA / WORKSHEET 03/29/10
    62. 62. LAPORAN KEUANGAN 03/29/10 <ul><li>Laporan keuangan disusun berdasarkan angka-angka yang ada dalam kertas kerja (tinggal memindahkan dari kolom laba rugi dan neraca) </li></ul><ul><li>Khusus untuk prive/pengambilan akan dipindahkan dalam laporan perubahan modal/ekuitas </li></ul><ul><li>Laporan keuangan yang dibuat : </li></ul><ul><ul><li>Laba rugi </li></ul></ul><ul><ul><li>Perubahan modal </li></ul></ul><ul><ul><li>Neraca </li></ul></ul><ul><ul><li>Arus kas </li></ul></ul><ul><ul><li>Catatan atas laporan keuangan </li></ul></ul>
    63. 63. Laporan Laba Rugi 03/29/10 Bengkel Erik Laporan Laba Rugi Untuk bulan yang berakhir 30 Juni 199A Pendapatan jasa Rp 1.571 Beban operasi Beban gaji Rp 600 Beban sewa 125 Beban perlengkapan 160 Beban listrik & telp 100 Biaya truk 150 Biaya rupa-rupa 310 Total beban operasi 1.445 Laba bersih Rp 126
    64. 64. Laporan Perubahan Ekuitas 03/29/10 Bengkel Erik Laporan Perubahan Ekuitas Untuk bulan yang berakhir 30 Juni 199A Modal Nn Mega 1/6/199A 0 Investasi pada 1/6/199A Rp 9.000 Laba bersih bulan Juni 126 9.126 Dikurangi pengambilan prive 200 Modal Nn Mega 30/6/199A 8.926
    65. 65. Laporan Neraca 03/29/10 Bengkel Erik Laporan Neraca 30 Juni 199A Kas Rp 2.776 Utang Rp 8.500 Perlengkapan Rp 50 Peralatan Rp 800 EkuitasTruk Rp 13.800 Modal Tn Erik Rp 8.926 ------------------ ------------------ Total kewajiban Total aktiva Rp 17.426 & Modal Rp 17.426
    66. 66. JURNAL PENUTUP 03/29/10 <ul><li>Jurnal yang digunakan untuk menutup semua perkiraan nominal (laba rugi) </li></ul><ul><li>Jurnal ini dibuat setelah laporan keuangan dibuat </li></ul><ul><li>Setelah jurnal ini dibuat maka saldo pendapatan, beban dan prive menjadi nol </li></ul><ul><li>Setelah jurnal ini dapat dibuat neraca saldo penutup yang hanya berisi perkiraan riil saja </li></ul><ul><li>Jurnal penutup : </li></ul><ul><ul><li>Menutup pendapatan : debit pendapatan kredit ikhtisar laba rugi </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutup beban : debit ikhtisar laba rugi kredit beban </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutup ikhtisar laba rugi : debit ikhtisar laba rugi (laba) kredit modal / laba ditahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutup prive : debit modal kredit prive </li></ul></ul>
    67. 67. JURNAL PENUTUP 03/29/10 Pendapatan jasa 1.571 Iktisar Laba Rugi 1.571 Iktisar Laba Rugi 1.445 Beban gaji 600 Beban sewa 125 Beban truk 150 Beban air, lis & tlp 100 Beban perlengkapan 160 Beban serba-serbi 310 Iktisar Laba Rugi 126 Modal Erik 126 Modal Erik 200 Prive Erik 200
    68. 68. JURNAL BALIK 03/29/10 <ul><li>Jurnal yang dibuat pada awal periode akuntansi </li></ul><ul><li>Dibuat dengan membalik jurnal penyesuaian yang terkait </li></ul><ul><li>Tujuannya untuk: </li></ul><ul><ul><li>Mempermudah pencatatan pada periode berikutnya </li></ul></ul><ul><ul><li>Menjaga konsistensi pencatatan </li></ul></ul><ul><li>Jurnal penyesuaian yang perlu dibuat jurnal balik : </li></ul><ul><ul><li>Penyesuaian yang terdapat konsekuensi pembayaran di masa depan (beban yang belum dibayar) </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyesuaian yang terdapat konsekuensi penerimaan kas di mada depan (pendapatan yang masih harus diterima) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pendapatan diterima dimuka yang pertama kali dicatat sebagai pendapatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Beban diterima dimuka yang pertama kali dicatat sebagai beban </li></ul></ul>
    69. 69. JURNAL BALIK 03/29/10 Utang 100 Beban gaji 100 pada saat pembayaran gaji Beban gaji 500 Kas 500 Jika tidak dibuat jurnal balik Beban gaji 400 Utang 100 Kas 500
    70. 70. PERUSAHAAN DAGANG 03/29/10 Proses akuntansi untuk jenis perusahaan yang berbeda tetap mengacu pada proses yang sama. Perbedaan yang ada adalah untuk perusahaan dagang, maka perusahaan memiliki persediaan barang yang dijual, dan memiliki aktivitas pembelian dan penjualan. Untuk memudahkan pencatatan transaksi di perusahaan dagang sering dibuat jurnal khusus yaitu jurnal khusus penjualan, pembelian, penerimaan kas dan pengeluaran kas. Dalam perusahaan dagang akan dihitung harga pokok penjualan yang dirumuskan sebagai persediaan awal + pembelian - persediaan akhir.
    71. 71. PERUSAHAAN MANUFAKTUR 03/29/10 Proses akuntansi untuk jenis perusahaan yang berbeda tetap mengacu pada proses yang sama. Perbedaan yang ada adalah untuk perusahaan manufaktur terdapat proses produksi untuk mengolah dari barang baku menjadi barang jadi, sehingga harus dihitung terlebih dahulu harga pokok barang yang telah diproduksi (COGM). Secara khusus untuk mengetahui lebih detail mengenai metode pencatatan dan perhitungan biaya produksi dapat mempelajari Akuntansi Biaya. Dalam perusahaan jenis ini biaya-biaya dapat diklasifikasikan ke dalam biaya produksi dan non produksi. Biaya produksi akan diakumulasikan untuk mendapatkan harga pokok barang yang diproduksi kemudian dari hasil ini akan dihitung harga pokok penjualannya.
    72. 72. Prinsip Pengembangan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah <ul><li>Pemisahan fungsi otorisasi, penyimpanan uang dan pencatatan. </li></ul><ul><li>Standar akuntansi keuangan daerah yang diterima umum (generally accepted). </li></ul><ul><li>Prosedur pencatatan/akuntansi yang dikuatkan dengan peraturan yang mengikat. </li></ul><ul><li>Pemilihan konsultan dengan penguasaan teknikal sistem akuntansi yang teruji. </li></ul><ul><li>Pengembangan pendidikan/pelatihan akuntansi yang berorientasi profesi dan berkesinambungan. </li></ul>03/29/10
    73. 73. KASUS 03/29/10 <ul><ul><ul><li>Biaya iklan yang menjadi beban bulan September Rp 750 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Biaya sewa film yang menjadi beban Rp 3.370 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pajak tontonan yang menjadi beban adalah Rp 1.150 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Biaya penyusutan peralatan Rp 120 sedang penyusutan gedung adalah Rp 70 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Bunga yang masih harus dibayar untuk wesel bayar adalah Rp 20 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Gaji yang masih harus dibayar adalah Rp 300 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Iklan yang oleh pemasangan belum dibayar berjumlah Rp 1.500 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Perlengkapan yang masih tersisa adalah Rp 400 </li></ul></ul></ul>

    ×