HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIANGASTRITIS PADA MAHASISWA SEMESTER II STIKES WIRA            HUSADA YOGYAKARTA 20...
KATA PENGANTAR      Puji dan sukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa atas segalakarunia,petunjuk,penyertaan dan...
4. Kedua Orang Tua yang kami cintai, serta kakak dan adik yang telah memberi      doa dan dukungan baik moril maupun mater...
DAFTAR ISIKata pengantar …………………………………………………………….. iPendahuluan………………………………………………………………..1Latar belakang………………………………………………...
Bab3Metode penelitian…………………………………………………………18Design penelitian…………………………………………………………18Lokasi dan waktu penelitian………………………...
BAB I                              PENDAHULUAN1. Latar belakang         Saat ini dengan semakin modernnya zaman, semakin b...
Secara garis besar gastritis dapt dibagi menjadi beberapa macamberdasarkan pada manifestasi klinis, gambaran histologi yan...
2. Rumusan Masalah         Berdasarkan latar belakang diatas, penulis memperoleh rumusan   masalah yaitu:   Apakah ada Hub...
b. Manfaat praktis.           1) Bagi Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Stikes Wira Husada              Yogyakarta            ...
d. Lingkup responden : Responden dalam penelitian ini yaitu            mahasiswa       Sekolah   tinggi    Ilmu      Keseh...
sebanyak 26 orang. Teknik analisa data menggunakan analisideskriptif dengan alat ukur kuisioner yang di buat peniliti sete...
BAB II                               TINJAUAN PUSTAKAA. Tinjauan Teori   1. Gastritis         a. Pengertian               ...
dengan    sendirinya,       merupakan   respon    mukosa     lambung       terhadap berbagai iritasi lokal.       2) Gstri...
2) Gastritis Atropi Kronik      a) Bakteri helicobacter pylori      b) Ulcus beningna atau maligna dari lambung      c) Fa...
d. Penatalaksanaan (intervensi)  1) Gastriris Akut     a) Menghindari       makanan        dan   minuman     yang   dapat ...
b) Dapat diatasi dengan memodifikasi diet pasien, diet makan       lunak diberikan sedikit tapi lebih sering.    c) Helico...
7) Hidup sehat dan seimbang dengan makan makanan sehat,          seimbang dan tidak berlebihan, serta seimbangkan pula    ...
adalah suatu cara atau usaha dalam pengaturan   jumlah dan jenis makanan dengan maksud tertentu   seperti mempertahankan k...
2. Agama atau kepercayaan  3. Status sosial ekonomi  4. Personal perference atau hal-hal yang tidak     disukai  5. Rasa l...
Yang paling tepat adalah, kita harus mengonsumsimakanan atau minuman setiap tiga jam sekali.Normalnya memang kekosongan la...
B. Kerangka teori    Faktor Predisposisi :        1. Pengetahuan        2. Persepsi        3. Sikap    Faktor Pendukung : ...
Keterangan :                         : Area yang di teliti                         : BerhubunganD. Hipotesa        Berdasa...
BAB III                            METODE PENELITIANA. DESIGN PENELITIAN      Design penelitian ini merupakan metode yang ...
2. Waktu     Penelitian ini dilakukan dari bulan juni sampai dengan agustus 2011C. POPULASI DAN SAMPEL       Populasi adal...
Dari hasi pendataan jumlah populasi sebanyak 13 orang (kelas A), 10orang (kelas B), 8 orang (kelas C), Dan          9 oran...
= 3,6          =36 + 3,6          =39,6          =40 orang          Maka jumlah sampel seluruhnya adalah 36 +3,6 =39,6 ora...
Total sampel                   40        Jadi berdasarkan perhitungan jumlah proporsi setiap kelas maka untuk   kelas A ju...
2. Kejadian gastritis sebagai variabel dependenE. DEFINISI OPERASIOAL    N   VARIABE     DEFINISI      CARA UKUR         A...
pertanyaan                              mengenai pola                              makan                              maha...
gastris3.   Umur      Selisih      Responden         di lihat    ordina   1.usia     Respond   umur         diminta mengis...
baik         yang kurang             secara       jelas             fisik        responden di             maupun       min...
dianut            untuk semua      tentang            4.Budha                    atau              pertanyaan       identi...
resiko terjadinya                         gastritisUji validitas dan Realibilitas       Menurut kountur suatu instrument d...
Reabilitas berhubungan dengan konsistensi, suatu instrumenpenelitian disebut reliabel apabila instrumen tersebut konsisten...
>0,40-0,60                        Cukup reliabel              >0,60-0,80                           Reliabel              >...
dimengerti oleh responden atau tidak. Apabila terdapat kesalahan atau     kekurangan , maka peneliti akan melakukan perbai...
isian,kejelasan   jawaban      dan    tulisan,   relevansi   jawaban   dengan   pertanyaan isian dan kekonsistensian jawab...
karena lupa dapat diatasi. Kelemahan ini adalah pengaturannya menjadi  rumit apabila jumlah klasifikasi dan sampelnya besa...
Rumus chi square         X2=Keterangan :∑= penjumlahanX= nilai chi squareO= frekuensi pengamatan untuk tiap kategoriE= fre...
A, b, c, d merupakan nilai observasi, sedangkan nilai ekpektasi       (harapan) masing-masing sel dicari dengan rumus     ...
melakukan refisi sesuai hasil yang diperoleh dari seminar.Untuk  mendapatkan data tentang pola makan dan kejadian gastriti...
DAFTAR PUSTAKABrunner and Suddart. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8 Vol. 2. Jakarta      EGC.Carpenito, Lynda Jual...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa semester ii stikes wira husada yogyakarta 2011

39,994

Published on

3 Comments
12 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
39,994
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
683
Comments
3
Likes
12
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa semester ii stikes wira husada yogyakarta 2011"

  1. 1. HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIANGASTRITIS PADA MAHASISWA SEMESTER II STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA 2011 ONSIANA TATI KP.08.00473 SULFANI RUMAGIA KP.08.00483 SUTRIWANI KP.08.00487 YOHANES FADLI SARSARIMIN KP.08.00496SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA HUSADA YOGYAKARTA 2011
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji dan sukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa atas segalakarunia,petunjuk,penyertaan dan berkat-Nya yang diberikan kepada penulis dapatmenyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hubungan pengaruh tingkat gasritisterhadap mahasiswa semester empat stikes wirahusada yogyakarta” yangmerupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Program Setudi Ilmu Keperawatan dan memperoleh gelar sarjana distikes Wira Husada. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi, masih belum sempurna, olehkarena itu penulis mengharapkan berbagai kritik dan saran bagi siapa saja yangmembaca skipsi ini, tentunya yang bersifat membangun bagi penelitian ini. Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapt masukan danbimbingan dari berbagai pihak, untuk itu perkenankan penulis mengucapkan terimahkasih kepada yang terhormat: 1. Catur Budi Susilo,S.Pd, S.Kp , M.kes selaku Ketua prodi S-1 Keperawatan Wira Husada 2. Tri Winarni ,S.Kep, Ns Selaku dosen pembimbing dalam menyelesaikan penelitian ini 3. Wahyu Widiastuti S. Kep, selaku pembimbing penulis yang telah banyak meluangkan waktunya untuk membimbing dan memberi pengarahan perbaikan dan kesempurnaan skripsi serta memberikan saran dan petunjuk dalam menyelesaikan skripsi ini. i
  3. 3. 4. Kedua Orang Tua yang kami cintai, serta kakak dan adik yang telah memberi doa dan dukungan baik moril maupun materil selama kuliah hingga penulisan skripsi ini. 5. Buat teman-teman setia kami: Khususnya Wati poso, Hani, Linda dan k’Reno yang ikut memberikan inspirasi dan semagat kepada penulisan skipsi ini. Akhir kata, penulis mengharapkan semoga tulisan yang sederhana ini dapatbermanfaat bagi semua yang membacanya dan sebagai wahana menambahpengetahuan serta pemikiaran. ii
  4. 4. DAFTAR ISIKata pengantar …………………………………………………………….. iPendahuluan………………………………………………………………..1Latar belakang……………………………………………………………..1Bab 1Rumusan masalah………………………………………………………. 3Tujuan penelitian…………………………………………………………3Manfaat penelitian………………………………………………………..3Ruang lingkup…………………………………………………………….4Keaslian penelitian……………………………………………………….5Bab 2Tinjauan pustaka………………………………………………………….7A. Tinjauan teori…………………………………………………………71) Gastritis……………………………………………………………….7 a. Pengertian…………………………………………………………7 b. Penyebab…………………………………………………………8 c. Tanda dan gejala…………………………………………………9 d. Penatalaksanaan…………………………………………………10 e. Upaya pencegahan……………………………………………….11 f. Factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis….12B. Kerangka teori…………………………………………………………16C. Kerangka konsep…………………………………………………….16D. Hipotesa ………………………………………………………………17
  5. 5. Bab3Metode penelitian…………………………………………………………18Design penelitian…………………………………………………………18Lokasi dan waktu penelitian……………………………………………19Populasi dan sampel……………………………………………………19Variabel………………………………………………………………….22Definisi operasional……………………………………………………23Instrument penelitian………………………………………………….27Pengumpulan data…………………………………………………….30Pengolahan data dan analisis…………………………………………31Rencana jalannya penelitian………………………………………….35Daftar pustaka…………………………………………………………37
  6. 6. BAB I PENDAHULUAN1. Latar belakang Saat ini dengan semakin modernnya zaman, semakin banyak juga penyakit yang timbul akibat gaya hidup manusia dan penularan bakteri. Salah satunya adalah penyakit gastritis, yang terjadi karena inflamasi yang terjadi pada lapisan lambung yang menjadikan sering merasa nyeri pada bagian perut. Penyakit ini tidak bisa menular tapi biasanya bakteri Helycobacter pylori masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. Gastritis adalah proses inflamsi pada lapisan mukosa dan sub mukosa lambung. Secara histopastologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltarsi sel-sel radang pada daerah tersebut. Gastritis merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai di klinik atau ruangan penyakit dalam pada umumnya. Kejadian penyakit gastritis meningkat sejak 5 – 6 tahun ini bisa menyerang semua jenis kelamin karena pola makan yang buruk dan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan merokok. Penyakit gastritis ini lebih menyerang kepada usia remaja sampai dewasa sehingga butuh perawatan khusus karena akan menggaggu masa tua kita semua,sehingga dibutuhkan pengetahuan untuk mengobati dan lebih baik lagi untuk mencegah terjadinya penyakit ini sejak dini. 1
  7. 7. Secara garis besar gastritis dapt dibagi menjadi beberapa macamberdasarkan pada manifestasi klinis, gambaran histologi yang khas, distribusianatomi dan kemungkinan patogenesis gastritis. Berdasarkan padamanifestasi klini, gastritis dapat dibagi menjadi akut dan kronik. Masalah yangsering timbul pada gastritis umumnya mengalami masalah keperawatangangguan rasa nyaman nyeri. Penanganan penyakit gastritis membutuhkan pengawasan dietmakanan setelah pulang dari rumah sakit dan sangat mudah terkena bilatidak mematuhi tentang penatalaksanaan diet dirumah seperti makanmakanan yang teratur dan menghindari makan yang dapat mengiritasilambung. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah berlangsung sebelumnya diStikes Wira Husada khususnya pada mahasiswa semester 2 di peroleh datatentang kejadian gastritis yang di derita oleh mahasiswa sebanyak 40 % dari128 mahasiswa dan menyerang lebih banyak pada perempuan dibandingkanpada laki-laki. Hal ini disebabkan karena kebiasaan pola makan yang kurangbaik dan mengkonsumsi makanan yang justru dapat menyebabkan iritasipada lambung. Oleh karena itu penulis mengangkat penyakit ini karena sangatmenarik untuk dibahas dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.Penyakit ini tentu bisa merusak aspek psikoliogi dan psikososial penderita,dan diperlukan asuhan keperawatan yang holistik dan pendidikan kesehatanuntuk mencegah penyakit ini. 2
  8. 8. 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, penulis memperoleh rumusan masalah yaitu: Apakah ada Hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa semester II Stikes Wira Husada yogyakarta?3. Tujuan penelitian a. Tujuan Umum Untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada Mahasiswa semester II Stikes Wira Husada yogyakarta b. Tujuan Khusus 1) Untuk mengetahui pola makan pada mahasiswa semester II Stikes Wira Husada Yogyakarta 2) Untuk mengetahui kejadian gastritis pada Mahasiswa semester II Stikes Wira Husada yogyakarta4. Manfaat penelitian a. Manfaat teoritis Penelitian ini di harapkan dapat menembah wawasam dan pengetahuan terntang pola makan yang berkaitkan dengan kejadian Gastritis khususnya dalam Keperawatan Medikal Bedah yaitu berhubungan dengan kejadian gastritis yang terjadi di kalangan mahasiswa semister II di Stikes Wira Husada Yogyakarta. 3
  9. 9. b. Manfaat praktis. 1) Bagi Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Stikes Wira Husada Yogyakarta Dapat memberi masukan atau informasi pada mahasiswa Stikes Wira Husada Yogyakarta untuk mengetahui sejauh mana tingkat kejadian gastritis pada mahasiswa semister II di Stikes Wira Husada Yogyakarta. 2) Bagi mahasiswa semster II Stikes Wira Husada Dapat di berikan pengetahuan dalam mempelajari pola makan secara benar bagi mahasiswa semester II sehingga tidak terjadi kejadian gastritis di Stikes Wira Husada Yogyakarta. 3) Bagi peneliti Dengan adanya penelitian ini penulis dapat mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa semester II di Stikes Wira Husada Yogyakarta5. Ruang Lingkup a. Iingkup waktu : penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai Juni- Agustus 2011. b. Lingkup tempat : Penelitian ini dilakukan di Sekolah tinggi Ilmu Kesehatan Wira Husada Yogyakarta. c. Lingkup materi : penelitiann ini termasuk dalam lingkup Keperawatan Medikal Bedah. 4
  10. 10. d. Lingkup responden : Responden dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Sekolah tinggi Ilmu Kesehatan Wira Husada Yogyakarta.6. Keaslian penelitian Ada beberapa penelitian yang mempelajari tentang masalah tingkat kejadian gastritis pada mahasiswa semister II Wira Husada Yogyakarta: 1. Hasri Handaini (2007) yang berjudul “ Hubungan antara Pola makan dan pola Makanan dengan Status Gizi Anak 0-24 bulan di Puskismas Melati 1 Sleman. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan waktu cross soctional, analisa yang digunakan adalah tehnik kualitatif dengan hasil ada hubungan antara pola makan dan pola makanan dengan status gizi pada anak 0-24 bulan. Persamaannya dengan penelitian ini adalah sma-sama meneliti tentang pola makan. Perbedaanya dengan penelitian ini adalah penelitian ini meneliti tentang hubungan pola makan dengan kejadian gastritis, respondennya berbeda, tempat berbeda, uji statistik dan tahun penelitian berbeda. 2. Agus widodo (2006) yang berjudul “Hubungan Antara Pola Makan Sehari-Hari di Rumah Dengan terjadinya gastritis pada pasien yang dirawat di RSU Wonosari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan populasi sebanyak 69 orang , pengambilan sampel menggunakan metode acidental sampling 5
  11. 11. sebanyak 26 orang. Teknik analisa data menggunakan analisideskriptif dengan alat ukur kuisioner yang di buat peniliti setelahmelalui uji validitas dan reabilitas. Persamaan dengan penelitian iniadalah sama-sama meneliti tentang hubungan pola makan dengankejadian gastritis. Perbedaannya adalah penelitian ini adalah padaresponden, tempat penelitian, uji statistik dan tanun penelitian. 6
  12. 12. BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Tinjauan Teori 1. Gastritis a. Pengertian Gastritis merupakan proses inflamasi pada lapisn mukosa dan sub mukosa lambung yang dapat bersifat akut dan kronik difus atau local (Soeparman, 2001 : 127). Gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik difus dan lokal dan ada dua jenis gastritis yang terjadi yaitu gastritis superfisial akut dan gastritis atropi kronik (Brunner Suddarth, 2002 : 1062). Gastritis dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : 1) Gastritis akut Gastritis akut merupakan iritasi mukosa lambung yang sering diakibatkan karena diet yang tidak teratur. Dimana individu makan terlalu banyak atau terlalu cepat atau makan makanan yang terlalu berbumbu atau mengandung mikroorganisme penyebab. Gastritis akut merupakan penyakit yang sering ditemukan biasanya jinak dan dapat sembuh 7
  13. 13. dengan sendirinya, merupakan respon mukosa lambung terhadap berbagai iritasi lokal. 2) Gstritis Kronik Merupakan iritasi lambung yang dapat disebakan oleh ulcus benigna atau maligna dari lambung atau lebih helicobacter pylori. Gastritis kronik dapat dikalsifikasikan sebagai tipe A (Gastritis Autoimun) (Brunner and Suddarth, 2002 : 1062)b. Penyebab (Etiologi) 1) Gastritis Super Fisial Akut a) Enkokrin bakteri dari stopylococus E.Colly atau salmanela (masuk setelah makanan terkontaminasi) b) Obat-oba NSAID (Indometosin, libiprofen, haproksen) sulfanamida, steroid dan digitalis. c) Makanan yang berbumbu seperti lada, cuka, mustard d) Kafein, alkohol, dan asipirin e) Makanan yang masuk dalam lambung meningkat dan mengiritasi mukosa lambung f) Refluks empedu karena terapi radiasi g) Keracunan zat korosit yang asam atau bassa 8
  14. 14. 2) Gastritis Atropi Kronik a) Bakteri helicobacter pylori b) Ulcus beningna atau maligna dari lambung c) Faktor predisposisi (Kafein, alkohol,aspirin)c. Tanda dan gejala (Sign and Symptomp) 1) Gastritis Akut a) Adanya keluhan a bdomen tidak jelas, seperti anoreksia dan mual. b) Sakit kepala c) Mengalami ketidaknyamanan, malaise d) Nyeri epigastrium e) Muntah dan cegukan f) Pendarahan g) Hematemesis h) Beberapa pasien asimtomatik 2) Gastritis Kronik a) Adanya perasaan penuh pada daerah abdomen. b) Anoreksia c) Nyeri hulu hati setelah makan d) Kembung e) Rasa asam dimulut f) Mual dan muntah 9
  15. 15. d. Penatalaksanaan (intervensi) 1) Gastriris Akut a) Menghindari makanan dan minuman yang dapat meningkatkan sekresi asam lambung b) Pemakaian penghambat HO2 Untuk menetralisir asam gunakan antasida umum (seperti ranitidin untuk mengurangi sekresi asam, sukrafat karena dapat mempercepat penyembuhan) c) Obat-obat anti muntah dapat membantu menghilangkan mual dan muntah. d) Jika terjadi muntah perlu keseimbangan cairan dan elektrolit dengan memberikan infus vena e) Pembedahan darurat (Lavare) mungkin diperlukan untuk mengangkat gangren atau perforasi jika terjadi korosif yang luas atau berat f) Bila perdarahan terjadi, lakukan penatalaksanaan untuk hemoragi saluran gastromfestinal 2) Gastritis Kronik a) Memodifikasi diet pasien, meningkatkan istirahat, mengurangi stres dan memulai farmako terapi. 10
  16. 16. b) Dapat diatasi dengan memodifikasi diet pasien, diet makan lunak diberikan sedikit tapi lebih sering. c) Helicobacter pylori diatas dengan antibiotik (seperti tetraciklin atau amoksilin) dengan garam bismut (peta bismut) d) Menghindari alkohol dan obat-obatan yang mengiritasi mukosa lambung e) Vh B 12 dan terapi yang sesuai lainnya diberikan pada anemia pernisiosa f) H. Pylori diatasi dengan antiobiotik (seperti tetraciklin ¼, moxillin) dan gram bismuth (pepto-bismol)e. Upaya pencegahan Agar tidak terkena gastritis/ maag maka kita harus: 1) makan yang teratur 2) makan dalam porsi kecil dan sering 3) Hindari mengkonsumsi obat yang di jual bebas, tetapi harus menggunakan anjuran atau resep dokter. 4) Jangan Merokok karena nikotin dalam rokok merangsang asam lambung keluar lebih banyak. 5) Hindari minuman beralkohol, alkphpl mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa dalam lambung dan mengakibatkan pendarahan. 6) Atasi stress dengan benar ( stress management) 11
  17. 17. 7) Hidup sehat dan seimbang dengan makan makanan sehat, seimbang dan tidak berlebihan, serta seimbangkan pula antara kerja-istirahat-olahraga-ibadah.f. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gastritis. 1) Stres, Pola makan, pola hidup Stres adalah mekanisme pertahanan diri atau mekanisme koping terhadap masalah. Stres yang berlebihan dapat memicu lambung untuk mengeluarkan asam lambung secara berlebihan. Reaksi ini dapat mengganggu aktifitas lambung bahkan dapat memicu kebocoran lambung. Selain itu pola makan yang tidak teratur di tambah dengan pola hidup atau gaya hidup masyarakat dengan mengkonsumsi makanan siap saji, berlemak serta merokok dan kebiasaan minum minuman keras bisa menyebabkan kerusakan lambung. 2) Pola makan a) Pengertian Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pola diartikan sebagai suatu sistem, cara kerja atau usaha untuk melakukan sesuatu (Depdiknas, 2001). Dengan demikian, pola makan yang sehat dapat diartikan sebagai suatu cara atau usaha untuk melakukan kegiatan makan secara sehat. Sedangkan yang dimaksud pola makan sehat dalam penelitian ini 12
  18. 18. adalah suatu cara atau usaha dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan maksud tertentu seperti mempertahankan kesehatan, status nutrisi, mencegah atau membantu kesembuhan penyakitb) Perilaku pola makan Pola makan sehari-hari merupakan pola makan seseorang yang berhubungan dengan kebiasaan makan setiap harinya.Pengertian pola makan seperti dijelaskan di atas pada dasarnya mendekati definisi / pengertian diet dalam ilmu gizi/nutrisi. Diet diartikan sebagai pengaturan jumlah dan jenis makanan yang dimakan agar seseorang tetap sehat. Untuk mencapai tujuan diet / pola makan sehat tersebut tidak terlepas dari masukan gizi yang merupakan proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi melalui proses digesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal organ-organ, serta menghasilkan energi. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pola makan seseorang yaitu : 1. Budaya 13
  19. 19. 2. Agama atau kepercayaan 3. Status sosial ekonomi 4. Personal perference atau hal-hal yang tidak disukai 5. Rasa lapar, nafsu makan dan rasa kenyang. 6. Kesehatanc) Dampak Sejauh ini, salah satu penyebab utama peningkatan asam lambung adalah pola makan yang tidak teratur. Makanan atau minuman yang dikonsumsi dan masuk ke dalam lambung berfungsi untuk mengurangi kepekatan asam lambung sehingga tidak sampai menggerogoti lambung. Bila terlambat makan sehingga terjadi kekosongan lambung, maka asam khlorida kemudian menggerogoti dinding lambung. Ketua Departemen Gizi Masyarakat IPB menambahkan, secara umum pola makan terkait dengan metabolisme tubuh. Jadi, ada jam-jam makan yang sebaiknya dipatuhi. Bila makan secara teratur, maka asam lambung akan mencerna makanan itu. Akan tetapi bila tidak ada makanan, maka asam lambung yang seharusnya berfungsi untuk mencerna makanan malah akan menggerogoti dinding lambung. 14
  20. 20. Yang paling tepat adalah, kita harus mengonsumsimakanan atau minuman setiap tiga jam sekali.Normalnya memang kekosongan lambung terjadienam jam setelah makan. Tetapi bila beraktivitastinggi, maka kekosongan lambung bisa terjadi lebihcepat. Maka dari itu, pola makan harus dijaga agartidak sampai terlambat mengonsumsi makanan atauminuman. Cara lain adalah menghindari berbagaijenis makanan yang bisa memicu peningkatan asamlambung, yaitu makanan yang bersifat pedas atauberbau tajam seperti cabai, lada, jahe, serta minumanseperti kopi dan teh. Sebenarnya, bila tubuh dalamkeadaan normal, konsumsi makanan atau minumanitu tidak akan menyebabkan nyeri lambung. 15
  21. 21. B. Kerangka teori Faktor Predisposisi : 1. Pengetahuan 2. Persepsi 3. Sikap Faktor Pendukung : 1. Lingkungan tempat tinggal (rumah Pencegahan gastritis atau kost) 2. Lingkungan kampus 3. Pengetahuan 4. Sikap Faktor Pendorong : 5. pergaulan 1. Sikap orang tua 2. Kebiasaan individu 3. Pengaruh ajakan temanC. Kerangka konsep Kerangka konsep penelitian ini menggunakan model sistem yakni menggunakan variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen variabel dependen Pola makan Kejadian gastritis 16
  22. 22. Keterangan : : Area yang di teliti : BerhubunganD. Hipotesa Berdasarkan penelitian yang di buat di peroleh hipotesis sementara atau hipotesis alternatif (Ha) yaitu : Terdapat hubungan antar pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa semester II Stikes Wira Husada Yogyakarta. 17
  23. 23. BAB III METODE PENELITIANA. DESIGN PENELITIAN Design penelitian ini merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deisgn anailis dimana penelitian diarahkan secara objektif dan sistematis untuk mendeskripsikaan atau menguraikan suatu keadaan dalam suatu komunitas melalui pendekatan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dimana variabel bebas yaitu pola makan dan variabel terikat yaitu kejadian gastritis, akan di kumpulkan dalam waktu yang besamaan. Keuntungan metode cross sectional ini adalah kemudahan dalam melakukan penelitian, sederhana, ekonomis dalam hal waktu dan hasilnya dapat di peroleh dengan cepat.penelitian ini dilakukan melalui tahap penyebaran kuesioner kepada mahasiswa program studi keperawatan angkatan 2010B. LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN. 1. Lokasi Penelitian ini dilakukan di program Studi Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Wira Husada dengan pertimbangan untuk memperoleh data yang valid sesuai dengan objek penelitian. 18
  24. 24. 2. Waktu Penelitian ini dilakukan dari bulan juni sampai dengan agustus 2011C. POPULASI DAN SAMPEL Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan diteliti dan populasi dapat berupa orang, benda, gejala, atau wilaya yang ingin diketahui oleh peneliti. Populasi dan penelitian ini adalah mahasiswa program studi ilmu keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Wira Husada. Sampel adalah sebagian dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi jumlah sampel penelitian yang akan dihitung dalam rumus sebagai berikut: n= N 1+N(d)2 Keterangan: n: besar sampel N:besar populasi d:penyimpangan terhadap populasi atau derajat ketepatan yang di inginkan biasanya 0,05 Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program studi ilmu keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Wira Husada dari tahun ajaran 2010-2011 dan populasi sakaligus sampel. 19
  25. 25. Dari hasi pendataan jumlah populasi sebanyak 13 orang (kelas A), 10orang (kelas B), 8 orang (kelas C), Dan 9 orang (kelas D). Jadi jumlahpopulasi sebanyak 40 orang. n = N 1+N(d)2 = 40 1 + 40(0,05)2 = 40 1 + 40 (0,0025) = 40 1 + 0,1 = 40 1,1 = 36,36 = 36 0rang Jadi total sampel yang digunakan yaitu sebesar 36 orang Sampel yang di perlukan oleh setelah di lakukan perhitungan adalah 36orang dan untuk mengantisipasi adanya droup out oleh responden, kemudiandilakukan penambahan jumlah sampel sebesar 10% jadi hasilnya: n = 36 x 10% 20
  26. 26. = 3,6 =36 + 3,6 =39,6 =40 orang Maka jumlah sampel seluruhnya adalah 36 +3,6 =39,6 orang. Darijumlah sampel tersebut peneliti membulatkannya menjadi 40 orang karenamenurut polit dan hungler (1993) (dikutip dari setiadi, 2007) menyatakanbahwa semakin besar sampel yang di perlukan semakin baik danrepresentative hasil yang di peroleh. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan “Proportional sampling”(atausampling berimbang) yaitu teknik pengambilan sampel yang di gunakan bilapopulasi anggotanya tidak homogen dan berstrata secara proporsional,dengan cara pengambilan respondenya yaitu “ random sampling” yangmerupakan pengambilan sampel secara acak (sembarang). (Arikunto, 2007)Perhitungan proporsi dari masing-masing tingkatan yaitu: No Kelas Sampel1. Kelas A 13 =13 40X402. Kelas B 10 =10 40X403. Kelas C 8 =8 40X404. Kelas D 9 =9 40X40 21
  27. 27. Total sampel 40 Jadi berdasarkan perhitungan jumlah proporsi setiap kelas maka untuk kelas A jumlah responden yang akan diambil sebanyak 13 orang, kelas B jumlah respondennya diambil sebanyak 10 orang, kelas C jumlah respondennya sebanyak 8 orang dan kelas D jumlah responden yang diambil sebanyak 9 orang. Pemilihan elemen untuk sampel berdasarkan pada perkembangan peneliti yang memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Kriteria Inklusi a. Mahasiswa dengan jenis kelamin pria dan wanita b. Usia 18-25 tahun c. Mahsiswa Stikes Wira Husada yogyakarta semester II jurusan keperawatan d. Bersedia menjadi responden 2. Kriteria Eksklusi a. Mahasiswa selain mahsiswa Stikes Wira Husada yogyakarta semester II jurusan keperawatan. b. Tidak bersedia menjadi respondenD. VARIABEL Berdasarkan judul penelitian yang diteliti maka dapat diketahui dalampenelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu variabel independen (bebas) danvariabel dependen (terikat) dengan rincian sebagai berikut :1. Pola makan sebagai variabel independent 22
  28. 28. 2. Kejadian gastritis sebagai variabel dependenE. DEFINISI OPERASIOAL N VARIABE DEFINISI CARA UKUR ALAT SKAL HASIL O. L UKUR A UKUR UKUR Variabel independ ent 1. Pola Suatu Kuisioner kuesion ordina Pola makan sistem, menggunakan er l makan cara kerja skala likert, baik jika atau yaitu dengan nilai ≥ usaha menggunakan median untuk penilaian Pola melakuka sangat makan n kegiatan setuju(SS) = 4, buruk makan Setuju (S)= 3, apabila secara Tidak Setuju nilai < sehat. (TS) =2, median Sangat Tidak Setuju (STS) = 1. Dengan menanyakan 8 23
  29. 29. pertanyaan mengenai pola makan mahasiswa Variabel Depende n.2. Kejadian Fenomen Kuisioner kuisione ordina Kejadian Gastritis a atau menggunakan r l gastritis faktor skala likert, tinggi jika resiko yaitu dengan nilai ≥ terjadinya menggunakan median. gastritis penilaian sangat Kejadian setuju(SS) = 4, gastritis Setuju (S)= 3, rendah Tidak Setuju jika < (TS) =2, median Sangat Tidak Setuju (STS) = 1. Dengan menanyakan 8 pertanyaan mengenai angka kejadian 24
  30. 30. gastris3. Umur Selisih Responden di lihat ordina 1.usia Respond umur diminta mengisi dari l mahasisw en responde kuisioner untuk kuisione a ≤ 10 n dalam semua r tahun tahun kuesioner tentang antara secara pasif identitas 2.usia tahun untuk respond mahasisw penelitian pertanyaan en a > 20 atau di pada kuesioner tahun wawancar bila ada yang ai dengan kurang jelas tahun responden lahir diminta responde konfirmasi n. kepada peneliti4. Jenis Adalah Responden di Dilihat nomin 1.laki-laki kelamin jenis minta mengisi dari al kelamin kuesioner kuesion 2.perempu responde secara pasif er an n pada untuk semua tentang saat pertanyaan identitas melakuka pada kuisioner, respond n bila ada en penelitian pertanyaan, 25
  31. 31. baik yang kurang secara jelas fisik responden di maupun minta biologis mengkonfirmas i kepada peneliti.5. Suku Adalah Responden Di lihat Nomin 1.NTT budaya diminta dari al 2.jawa yang kuesioner kuesion 3.sunda dianut secara pasif er 4.batak responde untuk semua tentang 5.dayak n saat pertanyaan identitas 6.sasak. men pada kuesione respond dll gadakan bila ada yang en penelitian kurang jelas responden di minta mengkonfirmas ikan kepada peneliti7. Agama Keyakina Responden Dilihat Nomin 1.Islam n atau diminta dari al 2.Katolik kepercaya kuesioner kuesion 3.Kristen an yang secara pasif er Protestan 26
  32. 32. dianut untuk semua tentang 4.Budha atau pertanyaan identitas 5.Hindu diyakini pada kuesioner respond oleh en responde n dan diakui oleh negaraF. INSTRUMEN PENELITIAN Data penelitian ini, diambil dengan menggunakan kuisioner dengan skala opsi dan likert yang diberikan langsung pada responden untuk diisi dengan penjelasan singkat terlebih dahulu. Kuisioner ini terdiri dari 24 pertanyaan. Tabel kisi-kisi kuisioner No Variabel indikator No.butir soal Jumlah 1. Pola makan Suatu sistem, cara 1-12 12 Butir kerja atau usaha untuk melakukan kegiatan makan secara sehat. 2. Kejadian Fenomena atau faktor 13-24 12 Butir 27
  33. 33. resiko terjadinya gastritisUji validitas dan Realibilitas Menurut kountur suatu instrument dikatakan valid apabila instrumenttersebut dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur.untuk mengukurvaliditas ini menggunakan korelasi product moment. Standar yang digunakanuntuk menentuka valid dan tidaknya suatu instrument penelitian umumnyaadalah perbandingan antara nilai r hitung dengan r tabel pada tarafkepercayaan 95% atau tingkat signifikan 5%. Data dikatakan valit apabila rhitung lebih besar dari r tabel. Adapun rumus product moment: r= Keterangan : r = koefisien validitas item yang di cari n = jumlah responden x = skor yang di peroleh dalam setiap item ∑x = Jumlah skor dalam variabel X ∑y = Jumlah skor dalam Variabel Y 28
  34. 34. Reabilitas berhubungan dengan konsistensi, suatu instrumenpenelitian disebut reliabel apabila instrumen tersebut konsisten dalammemberikan penilaian atas apa yang di ukur. Menunjukan pada suatupengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untukdigunakan sebagai alat pengumpulan data, karena instrumen tersebutsudah baik untuk mengukur reliabilitas menggunakan metode alpha-cronbach. Tingkat reliabilitas dengan metode alpha- cronbach di ukurberdasarkan skala alpha 0 sampai dengan 1. Apabila skala tersebut dikelompokan menjadi 5 kelas dengan range yang sama, maka ukurankemantapan alpha dapat di interpretasikan seperti tabel berikut,arikunto (2006).cronbach’s alpha di peroleh dengan rumus :α= 1- )keterangan :α = Alpha’s cronbach∑ item = Arians dari pertanyaan∑ total = Varians dari SkorN = Banyaknya pertanyaan. Alpha Tingkat Reliabilitas 0,00-0,20 Kurang Reliabel >0,20-0,40 Agak reliabel 29
  35. 35. >0,40-0,60 Cukup reliabel >0,60-0,80 Reliabel >0,80-1,00 Sangat reliabel Dalam penelitian ini untuk uji instrumen di lakukan pada 30 responden.Dimana menurut Machfoedz, dkk (dalam Arikunto 2007). bahwa uji cobainstrumen pada responden sudah menjadi kelaziman ilmiah. bahwa uji cobainstrumen sebaiknya paling sedikit 30 responden, dengan ciri responden adalahkarena kaidah umum penelitian, jumlah responden 30 adalah batas jumlahantara sedikit banyak, dengan pengertian bahwa data diatas 30, kurvanya akanmendekati kurva normal dengan pengertian kuva normal adalah merupakansuatu fenomena universal mengenai fenomena ciri atau sifat alami yang normal.Dalam pengelolaan data dilakukan secara manual atau menggunakan SPSSversi 13.0.G. PENGUMPULAN DATA Dalam melakukan pengumpulan data terbagi dalam dua tahap yaitu : 1. Primer Sebelum kuesioner diberikan kepada responden, peneliti melakukan uji coba teradap kuesioner yang telah dibuat kepada perwakilan sampel sebanyak 10 % dari jumlah sampel. Perwakilan sampel tersebut di pilih yang memiliki karakteristik yang sama dengan sampel penelitian. Uji coba kuesioner ini untuk menilai apakah pertanyaan yang dibuat dapat 30
  36. 36. dimengerti oleh responden atau tidak. Apabila terdapat kesalahan atau kekurangan , maka peneliti akan melakukan perbaikan. 2. Sekunder Setelah proposal penelitian di setujui oleh pembimbing dan mendapatkan izin untuk melakukan penelitian dari fakultas, peneliti kemudian minta izin kepada dekan fakultas diamana akan melakukan penelitian. Peneliti kemudian memberikan penjelasan tujuan penelitian dan mempersilahkan calon responden un tuk menandatangani lembar persetujuan bila bersedia menjadi responden. Peneliti lalu memberikan penjelasan tentang cara pengisian kuesioner dan memberikan kesempatan pada responden utnuk mengisi responden serta bertanya bila ada keraguan. Kuesioner dikumpulkan apabila semua pertanyaan dalam kuesioner telah diisi.H. PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS Pengolahan data Apabila data telah terkumpul maka tahap berikutnya adalah mengorganisir atau mengklarifikasikan data tersebut guna tujuan penelitian.Proses pengolaan data ini meliputi editing, coding, entry, dan cleaning. 1. Editing Kegiatan ini merupakan kegiatan melakukan pemeriksaan kembali kuesioner yang telah di isi oleh rsponden meliputi: Kelengkapan 31
  37. 37. isian,kejelasan jawaban dan tulisan, relevansi jawaban dengan pertanyaan isian dan kekonsistensian jawaban.2. Coding Bentuk kegiatan dari Coding adalah merubah data yang berbentuk huruf menjadi data yang berbentuk angka.Hal utama yang harus dilakukan pada kegiatan ini adalah memberikan kode untuk jawaban yang diberikan oleh responden peneliti.3. Entry Kegiatan Entry adlah melakukan pemasukan data yang suda di kode terlebih dahulu di komputer.4. Cleaning Kegiatan Cleaning adalah melakukan pembersihan dan pengecekan kembali data masuk. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada kesalahan ketika pemasukan data.5. Tabulasi langsung Adalah sistem pengolahan data langsung yang di tabulasi olehe kuesioner. Ini juga metode paling sederhana apabila di bandingkan dengan metode yang lain. Tabulasi ini dilakukan dengan memasukan data dari kuesioner ke dalam kerangka tabel yang telah di siapkan, tanpa proses perantara lainnya. Tabulasi langsung biasanya di kerjakan dengan system tally yaitu cara menghitung data menurut klasifikasi yang telah ditentukan. Cara lain adalah kuesioner di kelompokan menurut jawaban yang telah ditentukan, kemudian dihitung jumlahnya lalu dimasukan kedalam tabel yang telah disiapkan. Dengan cara ini kemungkinana salah 32
  38. 38. karena lupa dapat diatasi. Kelemahan ini adalah pengaturannya menjadi rumit apabila jumlah klasifikasi dan sampelnya besar.6. Komputer. Untuk mengolah data dengan komputer, peneliti perlu terlebih dahulu menggunakan program tertentu, baik yang sudah tersedia maupun program yang sudah disiapkan secara khusus dapat ditambahkan bahwa dalam ilmu-ilmus sosial banyak sekali digunakan program SPSS 13.0 ( Statistical Program For Social Science). Dengan menggunakan program tersebut dapat dilakukan tabulasi sederhana. Analisa data 1. Analisa univariat Bertujuan untuk mengetahui proporsi masing-masing variabel yang di teliti yaitu karekteristik responden (umur, jenis kelamin, suku dan agama), pengetahuan, sikap dan pencegahan gastritis. 2. Analisa bivariat Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan variabel dependent melalui uji chi square. Uji ini digunakan untuk melihat hubungan antara variabel independent yaitu pengetahuan dan sikap dengan variabel dependent yaitu terjadinya gastritis. Tingkat kemaknaan dan derajat kebebasan yaitu p=0,05. Nilai propabilitas yang di dapatkan dari hasil uji, kemudian di bandingkan dengan nilai alpha. Apabila p < alpha, maka Ho di tolak sehingga dapat disimpulkan hubungan antara variabel tersebut. 33
  39. 39. Rumus chi square X2=Keterangan :∑= penjumlahanX= nilai chi squareO= frekuensi pengamatan untuk tiap kategoriE= frekuensi yang diharapkan untuk tiap kategoriSetelah di dapatkan nilai dari X2 maka dibandingkan dengan nilai dariX2 tabel maka akan di dapat kriteria pengujian sebagai berikut:Ho diterima (HI ditolak) apa bila X2 X2 tabelHo ditolak (HI terima) apabila X2 X2 tabelDapat juga dengan membandingkan nilai P- value dengan nilai alpha(0,05)Ho terima (H1 ditolak) apabila P-value nilai alpha ( 0,05)Ho ditolak ( H1 diterima) apabila P-value nilai alpha ( 0,05)Untuk mempermudah analisa Chi squera, nilai data dari kedua variabeldi sajikan dalam bentuk tabel silang Variabel I Variabel II Jumlah Tinggi Rendah Ya a b a+b Tidak c d c+d Jumlah a+c b+d N 34
  40. 40. A, b, c, d merupakan nilai observasi, sedangkan nilai ekpektasi (harapan) masing-masing sel dicari dengan rumus Ea= Keterangan : Ea : ekpektasi sel “a” (a+b) : total baris (a+c) : total kolom N : jumlah keseluruhan data Untuk melihat hasil kemaknaan penghitungan statistik digunakan batas kemaknaan 0,05. Penolakan terhadap hipotesis apabila nilai p < 0,05 (ada perbedaan atau ada hubungan yang bermakna), sedangkan penerimaan terhadap hipotesa apabila nilai P > 0,05 (tidak ada perbedaan atau tidak ada hubungan yang bermakna ).I. RENCANA JALANYA PENELITIAN 1. Tahap persiapan Pada tahap ini, peneliti mengajukan judul karya tulis ilmiah terlebih dahulu,sesudah judul diterima peneliti membuat surat izin penelitian ke STIKES Wira Husada Yogyakarta untuk melakukan studi pendahuluan lalu dilanjutkan dengan penyusunan proposal penelitian dan melakukan seminar proposal.Setelah seminar dilaksanakan peneliti 35
  41. 41. melakukan refisi sesuai hasil yang diperoleh dari seminar.Untuk mendapatkan data tentang pola makan dan kejadian gastritis2. Tahap Pelaksanaan Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni sampai agustus 2011.Pada tahap ini meliputi pengumpulan data oleh peneliti,sampel yang diambil sebanyak 40 respoden yaitu membagikan kuesioner tentang pola makan dengan kejadian gastritis.Sebelum membagikan kuesioner dengan informed consent kepada responden, peneliti memberikan penjelasan cara pengisian kuisioner.setelah kegiatan kuesioner selesai kemudian dilakukan observasi.Kemudian setelah kuesioner dan observasi terkumpul sesuai dengan jumlah sampel yang diambil maka dilakukan pengolahan data dan uji statistik.3. Tahap Pelaporan Setelah pengumpulan data dan pengolahan data selesai,peneliti menyusun laporan penelitian dalam bentuk penulisan yang baik serta konsultasi dengan pembimbing dan mengambil kesimpulan,selanjutnya dipertanggungjawabkan dalam seminar proposal skripsi. 36
  42. 42. DAFTAR PUSTAKABrunner and Suddart. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8 Vol. 2. Jakarta EGC.Carpenito, Lynda Juall. 2000.Diagnosa Keperawatan.Aplikasi pada praktek klinik. Ed. 6. Jakarta : EGC.Donges, Marylin. Et. Al. 2001. Rencana Asuhan Keperawatan. Ed. 3. Jakarta : EGC.Mansjoer. Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Ed3 .Jilid 2. Jakarta : FKUI.Sopearman. 2001.IlmyPenyakit Dalam. Jilid 11. Ed. 3. Jakarta : FKUI. 37

×