Your SlideShare is downloading. ×
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Botani farmasi tapak dara
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Botani farmasi tapak dara

5,981

Published on

Published in: Health & Medicine
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
5,981
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
113
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BOTANI FARMASI TAPAK DARA Catharanthus roseus Disusun oleh :Herlin Anggraeni (1041211073)Hestinanda Nurfajrina (1041211075)Intan Permatasari (1041211081)Lisa Viviana (1041211098)Nandya Ratna H (1041211111)Nanik Vidiana (1041211112)Nur Syifa Syafira (1041211125)Yoga Jalasena (1040812162)
  • 2. • Sinonim Ammocallis rosea (L.) Small; Lochnera rosea (L.) Reich.; Vinca rosea Linn.• Klasifikasi Klasifikasi tanaman tapak dara, yaitu : Regnum : Plantae (Tumbuhan) Sub Regnum : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisio : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Clasis : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Clasis : Asteridae Ordo : Gentianales Familia : Apocynaceae Genus : Catharanthus Spesies : Catharanthus roseus (L.) G. Don
  • 3. Uraian Tumbuhan1. Batang (Caulis) Batangnya berbentuk bulat dan berdiameter kecil, berkayu, memiliki ruas dan cabang serta berambut.
  • 4. 2. Daun (Folium) Daunnya berbentuk bulat lonjong seperti telur, pangkal meruncing, tepi rata pertulangan menyirip, kedua permukaan daun mengilap, berambut halus, berwarna hijau dan termasuk kedalam klasifikasi berdaun tunggal.
  • 5. 33. Bunga (Flos) Bunga tapak dara muncul dari ketiak daun. Warna bunga ada yang putih, ada pula yang merah muda. Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, dan ujungnya melebar. Tepi bunga datar, terdiri dari taju bunga berbentuk bulat telur, dan ujungnya runcing menutup ke kiri.
  • 6. 4. Biji (Semen) Tapak Dara juga memiliki rumah biji berbentuk silindris yang menggantung pada batang. Itu karena tumbuhan ini menyebarkan benihnya melalui biji ini. Sebenarnya tumbuhan ini termasuk kedalam tanaman liar yang tumbuh di padang atau di pedesaan yang memiliki iklim tropis. Biji berwarna hitam keras, kecil diameter kurang lebih 2 mm, bijinya akan nampak pada saat rumah biji ini merekah.
  • 7. 55. Akar (Radix) Tapak dara mempunyai sistem akar tunggang. Sistem akar tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut akar tunggang (radix primaria).
  • 8. • Kandungan Kimia Herba mengandung lebih dari 70 macam alkaloid, termasuk 28 biindole alkaloid. Komponen anti kanker yaitu alkaloid seperti vincaleukoblatine, leurocristin, leurosin, vinkadiolin, leurosidin dan kataranti. Alkaloid yang berkhasiat hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) antara lain leurosin, katarantin, lochnerin, tetrahidroalstonin, vindolin, dan vindolinin. Sedangkan akar tapak dara mengandung alkaloid , saponin, flavonoid dan tanin.
  • 9. Efek Farmakologisnya• Pemberian rebusan daun tapak dara (bunga putih )10%, 20%, 30%, dan 40% dengan dosis 5ml/kg bb pada kelinci dapat menurunkan kadar gula darah masing-masing sebesar 46,61%, 49,25%, 51,62%, dan 58,66% dibandingkan dengan tolbutamid (norma, jurusan farmasi; FMIPA UNHAS, 1985).• Pemberian rebusan daun tapak dara (bunga merah) per oral pada tikus putih jantan, efek hipoglikemik didapat dari rebusan berkadar 15% pada menit ke 210, 240 dan 270. Rebusan berkadar 30% efek hipoglikemik pada menit ke 240 dan 270.
  • 10. Efek Samping Efek vinblastin berupa turunnya jumlah sel darah putih yang kembali normal setelah 1-2 minggu obat dihentikan, tidak nafsu makan, mual-muntah, sulit buang air besar dan gangguan neurologis seperti susah tidur, sakit kepala, depresi mental, sensasi yang abnormal, dan kehilangan refleks dalam. Efek samping vinkristin muncul pada sistem saraf dengan gejala sensasi abnormal, kebas pada tungkai, rasa sakit, lemah, kehilangan refleks dalam, gangguan pergerakan, kelumpuhan kelopak mata, pengelihatan dobel. Juga terjadi hambatan pada sistem pembuatan sel darah, hemoglobin dan trombosit. Sel darah putih menurun 1-2 minggu setelah pemakaian obat.• Catatan : a. Diluar negeri herba tapak dara sudah dibuat obat suntik, yaitu vincristine dan vinblastine injeksi b. Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.
  • 11. Sifat dan Khasiat Herba sedikit pahit rasanya, sejuk, agak beracun (toksik), masuk meridian hati. Berkhasiat sebagai anti kanker (anti neoplastik), menenangkan hati, peluruh kencing (dieuretik), menurunkan tekanan darah rendah, penenang, menyejukkan darah, penghenti pendarahan, serta menghilangkan panas dan racun. Sedangkan akar tapak dara berkhasiat sebagai peluruh haid.
  • 12. • Bagian yang Digunakana. Herba dan akar. Pemakaiannya segera atau yang telah dikeringkan.b. Indikasi : Herba berkhasiat sebagai : - Tekanan darah tinggi - Diabetes mellitus - Kencing sedikit - Hepatitis - Pendarahan akibat turunnya trombosit - Malaria - Sukar buang air besar - Kanker Akar berkhasiat mengatasi haid yang tidak teratur.
  • 13. • Resep Herbal Tapak Dara Tanaman tapak dara dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, antara lain :1. Kanker 15 gram tapak dara segar, 30 sampai 60 gram daun pepaya segar, 30 gram daun bayam merah, 30 gram rumput mutiara, direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan ditambahkan madu, diminum tiga kali sehari sebanyak 100 cc (tetap konsultasi ke dokter).2. Kanker payudara Sediakan 22 helai daun tapak dara, kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti), dan buah adas (Foeniculum vulgare). Cuci bersih, lalu rebus dalam air bersih sebanyak 3 gelas. Tambahkan gula merah secukupnya, dan biarkan mendidih, hingga nantinya tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring, lalu diminum. Lakukan sehari 3 kali, setiap kali minum sebanyak setengah gelas. Minum selama sebulan.
  • 14. 3.Kanker rahim 6 Bisul 15 gram bunga tapak dara, 30 gram Cuci segenggam daun tapak rumput lidah ular, direbus dengan 600 cc dara, lalu lumatkan. Sebelum air hingga tersisa 200 cc dan diminum ditempelkan pada bisul, airnya. sebaiknya permukaan bisul4. Anemia dibersihkan lebih dahulu. Ambil empat putik bunga tapak dara, cuci, lalu rendam dalam segelas air. Sebaiknya perendaman dilakukan di luar rumah selama semalam. Lalu esoknya, saring, dan minum.5. Asma dan Bronkhitis Gunakan sepotong bonggol akar tapak dara, lantas rebus dalam lima gelas air. Biarkan mendidih hingga tinggal setengahnya. Setelah dingin, saring, dan minum dua kali sehari.
  • 15. 7. Batu ginjal 8. Diabetesa. Ambil segenggam daun tapak dara, cuci a. Kumpulkan 10 – 16 bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air lembar daun tapak sampai airnya tinggal setengah. Minumlah dara, lantas rebus dua kali sehari. dalam tiga gelas air.b. 30 gram daun tapak dara, 30 gram daun Biarkan mendidih, keji beling, 15 gram daun tempuyung, hingga sisanya segelas. direbus dengan 600 cc air hingga tersisa Setelah dingin, saring 300 cc. Kemudian, disaring dan diminum dan minum. dua kali sehari. b. Enam lembar daun tapak dara, 15 kuntum bunga tapak dara, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Kemudian, disaring dan diminum airnya dua kali sehari, pagi dan sore.
  • 16. 9. Hipertensi 10. Leukemiaa. Siapkan sekitar 15 – 20 gram daun Siapkan 20 – 25 gram daun tapak tapak dara kering dan 10 gram dara kering, dan juga buah adas. bunga krisan. Rebus keduanya Rebus dalam seliter air, dan biarkan dalam 2 setengah gelas air mendidih hingga sisanya tinggal sampai mendidih. Setelah dingin, separuh. Setelah dingin, saring. saring, lalu minum. Biasanya Minum dua kali sehari. diminum menjelang tidur. 11. Tangan gemetarb. 15 gram daun atau bunga tapak Ambil lima lembar daun tapak dara, dara direbus dengan 400 cc air lalu seduh dengan segelas air panas. hingga tersisa 200 cc, lalu Setelah dingin, saring dan minum disaring dan diminum airnya dua kali sehari. menjelang tidur.
  • 17. 12. Demam 13. Radang perut dan Disentri Satu genggam (12-20 gram) daun 15-30 gram daun tapak dara tapak dara, 3 potong batang dan direbus dengan 3 gelas air akar tapak dara, direbus dengan sampai mendidih. Diminum pagi 4 gelas air sampai mendidih dan sore dan ditambah dengan hingga tinggal 1,5 gelas. Diminum gula kelapa. pagi dan sore ditambah gula 14. Luka bakar kelapa. Beberapa daun tapak dara, 0,5 genggam beras direndam dengan air, kemudian ditumbuk bersama- sama sampai halus. Cara menggunakan, ditempelkan pada luka bakar. 15. Luka baru 2-5 lembar daun tapak dara dikunyah sampai lembut dan ditempelkan pada luka baru.
  • 18. Kunci Determinasi Tapak Dara 1b-2b-3b-4b-6b-7b-9a-41b-42b-43a-44b-45b-48b-49b-50b-51a- 52a………………105. Apocynaceae-1b-4b-5a…………….3. CatharanthusKeterangan :• 1b : Tumbuh-tumbuhan dengan bunga sejati, sedikit-dikitnya dengan benang sari dan (atau) putik. Tumbuh-tumbuhan berbunga……………………………2• 2b : Tiada alat pembelit. Tumbuh-tumbuhan dapat juga memanjat atau membelit (dengan batang, poros daun atau tangkai) …………………………..3• 3b : Daun tidak berbentuk jarum ataupun tidak terdapat dalam berkas tersebut di atas………………………………………………….……………….….……4• 4b : Tumbuh-tumbuhan tidak menyerupai bangsa rumput. Daun dan (atau) bunga berlainan dengan yang diterangkan di atas……….…….…….…………6
  • 19. • 6b : Dengan daun yang jelas………………………………………..………….7• 7b : Bukan tumbuh-tumbuhan bangsa palem atau yang menyerupainya……...9• 9a : Tumbuh-tumbuhan memanjat dan membelit………...……..…………....41• 41b : Tumbuh-tumbuhan tidak memanjat dengan akar udara. Daun tidak cylindris……………………………………………………………………….42• 42b : Tumbuhan tidak demikian……………………………………………...43• 43a : Daun berhadapan atau dalam karangan………………………...………44• 44b : Daun tunggal………………………………………...…………………45• 45b : Bertulang menyirip……………………………………………………..48• 48b : Tumbuh-tumbuhan tak berduri dan tak berduri tempel………………...49• 49b : Kelopak lain…………………………………………………...……….50
  • 20. • 50b : Daun bertepi rata atau bergerigi tak jelas, bergerigi atau beringgit. Karangan bunga berbentuk lain……………………………………………….51• 51a : Tumbuh-tumbuhan bergetah (ditusuk atau diiris)…………...…………52• 52a : Bunga kuning emas, besar…………………………….105. Apocynaceae• 1b : Daun berhadapan atau dalam karangan………………………………….4• 4b : Mahkota tidak kuning. Tidak ada tonjolan dasar bunga, atau terdiri dari dua sisik. Bakal buah 2, lepas. Buah bumbung atau buah batu. Tumbuh-tumbuhan berdiri tegak………………………...…………………………..…..5• 5a : Semak yang pangkalnya berkayu, tinggi sampai 1 m. Bunga tunggal dalam salah satu ketiak dari pasangan daun…………..………………5. Catharanthus
  • 21. • Apocynaceae : Pohon, perdu atau semak, sering memanjat, sering bergetah. Baun tunggal, seluruhnya berhadapan atau dalam karangan, tanpa daun penumpu, bertepi rata. Bunga dalam anak payung, malai rata atau malai, jarang berdiri sendiri, beraturan, berkelamin 2, kebanyakan berbilangan 5. Kelopak kebanyakan berbagi 5 atau bercangap 5. Mahkota berdaun lekat, dengan letak yang terputar. Benang sari tertancap pada tabung mahkota berseling dengan lekukan. Kepala sari beruang 2. Tonjolan dasar bunga biasanya tidak ada, sering terdiri dari sisik. Bakal buah kebanyakan 2, terpisah, tetapi dihubungkan dengan tangkai putik, beruang 1, jarang berlekatan sampai satu bakal buah yang beruang 1 atau 2. Tangkai putik 1. Kepala putik bergigi 2 atau bercangap 2. Buah batu atau buah bumbung 1 atau 2, kadang-kadang buah kotak yang berkatup 2.
  • 22. • Catharanthus : Semak yang tegak, hidup lama, tinggi 0,2-0,8 m, mengandung getah. Batang berambut sangat lebat. Daun bertangkai pendek, memanjang atau memanjan bulat telur, dengan pangkal serupa bajidan ujung tumpul tang dimahkotai runcingan, 2-6 kali 1-3 cm. tangkai daun sangan pendek. Kelopak kecil, taju berbentuk paku, berbulu, tanpa kelenjar. Mahkota berbentuk terompet, panjang 2,5-3 cm ; tabung sempit, pada ujung melebar, dengan leher yang menebal dan berbulu
  • 23. Lanjutan : Tepi datar, terbagi dalam, taju bulat telur terbalik, dengan runcingan ujung, menutup kekiri, ros, kadang-kadang putih, dengan bagian tengah yang merah tua atau kuning muda. Tonjolan dasar bunga : 2 kelenjar berbentuk paku, berseling dengan bakal buah. Tangkai putik cylindris, pada pangkal dengan cincin serupa selaput. Buah periuk 2, cylindris tipis, berbulu, panjang 2- 2,5 cm, berbiji banyak. Biji tanpa rambut Gombak. Mungkin dari Hindia Barat. Tanaman hias, sering liar. Indonesische maagdepalm, N, Soldetenbloem, N, Kembang sari cina, Ind, Kembang tembaga, S, Tapak dara, J, (Peny).
  • 24. Kesimpulan : Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus [L.] G. Don, tapak dara mempunyai sistem perakaran yang tunggang. Batangnya memiliki percabangan yang monopodial dan arah tumbuh batangnya adalah tegak. Bentuk dari batangnya berbentuk bulat silinder dengan permukaan yang licin dan pada permukaannya juga jelas terlihat buku-buku batang yang tiap bukunya terdapat daun. Tata letak daun dari tapak dara ialah berhadapan dan daunnya memiliki bagian yang tidak lengkap yaitu hanya terdiri atas helaian, dan tangkai daun saja. Bentuk daunnya bulat telur dengan pangkal daun dan ujung daun yang sama-sama meruncing dan tepi daunnya rata. Pertulangan daunnya menyirip dengan warna daun yang hijau. Bunganya bersifat tunggal. Untuk aspek botaninya tapak dara biasanya digunakan sebagai tanaman hias.
  • 25. Lanjutan…Sedangkan berdasarkan kuncideterminasi dari tapak dara,dapat disimpulkan bahwatapak dara termasuk kedalamfamilia Apocynaceae dangenus Catharanthus. Tapakdara mempunyai berbagaimanfaat. Selain digunakansebagai anti kanker, tapakdara juga berkhasiat sebagaiobat diabetes mellitus, obatmalaria, peluruh haid danlain-lain.

×