0
Kerajaan mataram kunoBy :Fahmi firmansyah         (09)• ekoM. Zainul                (25)• Nurhidayah istiqomah    (28)Silv...
Sejarah                Berdiri                           KeruntuhanPemerintahan                            Mataram        ...
Letak kerajaan mataram         kuno
Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno Di               Jawa Tengah• Di pedalaman wilayah Jawa Tengah  sekitar abad ke-8 berkemb...
KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI       KERAJAAN MATARAM KUNO
Pemerintahan Mataram KunoMUNCULNYA WANGSA SANJAYA   Wangsa Sanjaya adalah wangsa atau dinasti yang sebagian besar rajanya ...
• 2. Rakai Pikatan  Rakai Pikatan, yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa  Sanjaya, menikah dengan Pramodhawardhani (833-8...
4. Rakai Watuhumalang   Menurut daftar para raja Kerajaan Medang dalam prasasti   Mantyasih, Rakai Watuhumalang menjadi ra...
6. Mpu Daksa   Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang   merupakan saudara iparnya. Hubungan kekerabatan ini...
8. Rakai Sumba Dyah Wawa   Dyah Wawa naik takhta menggantikan Dyah   Tulodhong. Nama Rakai Sumba tercatat dalam   prasasti...
Keruntuhan Kerajaan Mataram Kuno         Di Jawa TengahBanyak para peneliti dan penulis tentang kerajaan-kerajaan Indonesi...
Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno           di Jawa Tengaha. Prasasti Canggal ditemukan di halaman Candi  Gunung Wukir di ...
b. Prasasti Kalasan,   ditemukan di desa   Kalasan   Yogyakarta   berangka tahun   778 M, ditulis   dalam huruf   Pranagar...
• c. Prasasti Mantyasih ditemukan di Mantyasih Kedu,  Jateng berangka tahun 907 M yang menggunakan  bahasa Jawa Kuno. Isi ...
d. Prasasti Klurak ditemukan di desa Prambanan  berangka tahun 782 M ditulis dalam huruf  Pranagari dan bahasa Sansekerta ...
Peninggalan Berupa CandiSelanjutnya di Jawa Tengah bagian selatanditemukan candi antara lain Candi Borobudur,Candi Mendut,...
Thank you
Mataram kuno
Mataram kuno
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Mataram kuno

12,388

Published on

sejarah terbentuknya , bentuk pemerintahan , runtuhnya ,peninggalan mataram kuno

1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
12,388
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
442
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Mataram kuno"

  1. 1. Kerajaan mataram kunoBy :Fahmi firmansyah (09)• ekoM. Zainul (25)• Nurhidayah istiqomah (28)Silvia junaida (32)
  2. 2. Sejarah Berdiri KeruntuhanPemerintahan Mataram Mataram Kuno Gambar Peninggalan Wilayah Kekuasaan
  3. 3. Letak kerajaan mataram kuno
  4. 4. Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno Di Jawa Tengah• Di pedalaman wilayah Jawa Tengah sekitar abad ke-8 berkembang sebuah kerajaan besar yang disebut Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kerajaan ini terletak di daerah yang disebut “Medang I Bhumi Mataram” (diperkirakan sekitar Prambanan, Klaten, Jawa Tengah).
  5. 5. KEHIDUPAN EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KERAJAAN MATARAM KUNO
  6. 6. Pemerintahan Mataram KunoMUNCULNYA WANGSA SANJAYA Wangsa Sanjaya adalah wangsa atau dinasti yang sebagian besar rajanya menganut agama Hindu, yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Medang (Mataram Kuno). Wangsa ini menganut agama Hindu aliran Siwa, dan berkiblat ke Kunjaradari di daerah India. Menurut Prasasti Canggal, wangsa ini didirikan pada tahun 732 M oleh Sanjaya. Tak banyak yang diketahui pada masa-masa awal Wangsa Sanjaya.A. RAJA-RAJA WANGSA SANJAYA 1. Ratu Sanjaya Ratu Sanjaya alias Rakai Mataram menempati urutan pertama dalam daftar para raja Kerajaan Medang versi prasasti Mantyasih, yaitu prasasti yang dikeluarkan oleh Maharaja Dyah Balitung tahun 907. Sanjaya sendiri mengeluarkan prasasti Canggal tanggal 6 Oktober 732 tentang pendirian sebuah lingga serta bangunan candi untuk memuja Siwa di atas sebuah bukit. Candi tersebut kini hanya tinggal puing-puing reruntuhannya saja, yang ditemukan di atas Gunung Wukir, dekat Kedu.
  7. 7. • 2. Rakai Pikatan Rakai Pikatan, yang waktu itu menjadi pangeran Wangsa Sanjaya, menikah dengan Pramodhawardhani (833-856 M), puteri raja Wangsa Syailendara Samaratungga. Sejak itu pengaruh Sanjaya yang bercorak Hindu mulai dominan di Mataram, menggantikan Agama Buddha. Rakai Pikatan bahkan mendepak Raja Balaputradewa, dan pada tahun 850 M, Wangsa Sanjaya kembali menjadi satu-satunya penguasa Mataram. Prasasti Wantil disebut juga prasasti Siwagreha yang dikeluarkan pada tanggal 12 November 856 M. Prasasti ini selain menyebut pendirian istana Mamratipura, juga menyebut tentang pendirian bangunan suci Siwagreha, yang diterjemahkan sebagai Candi Siwa.• 3. Rakai Kayuwangi Sebenarnya kurang tepat apabila Rakai Kayuwangi disebut sebagai raja Kerajaan Mataram karena menurut prasasti Wantil, saat itu istana Kerajaan Medang tidak lagi berada di daerah Mataram, melainkan sudah dipindahkan oleh Rakai Pikatan (raja sebelumnya) ke daerah Mamrati, dan diberi nama Mamratipura.
  8. 8. 4. Rakai Watuhumalang Menurut daftar para raja Kerajaan Medang dalam prasasti Mantyasih, Rakai Watuhumalang menjadi raja kedelapan menggantikan Rakai Kayuwangi. Prasasti tersebut dikeluarkan tahun 907 M oleh Dyah Balitung, yaitu raja sesudah Rakai Watuhumalang. Rakai Watuhumalang sendiri tidak meninggalkan prasasti atas nama dirinya. Sementara itu prasasti Panunggalan tanggal 19 November 896 M menyebut adanya tokoh bernama Sang Watuhumalang Mpu Teguh, namun tidak bergelar maharaja, melainkan hanya bergelar haji (raja bawahan).5. Rakai Watukura Dyah Balitung Dyah Balitung berhasil naik takhta karena menikahi putri raja sebelumnya. Kemungkinan besar raja tersebut adalah Rakai Watuhumalang yang menurut prasasti Mantyasih memerintah sebelum Balitung. Mungkin alasan Dyah Balitung bisa naik takhta bukan hanya itu, mengingat raja sebelumnya ternyata juga memiliki putra bernama Mpu Daksa (prasasti Telahap). Alasan lain yang menunjang ialah keadaan Kerajaan Medang sepeninggal Rakai Kayuwangi mengalami perpecahan, yaitu dengan ditemukannya prasasti Munggu Antan atas nama Maharaja Rakai Gurunwangi dan prasasti Poh Dulur atas nama Rakai Limus Dyah Dewendra.
  9. 9. 6. Mpu Daksa Mpu Daksa naik takhta menggantikan Dyah Balitung yang merupakan saudara iparnya. Hubungan kekerabatan ini berdasarkan bukti bahwa Daksa sering disebut namanya bersamaan dengan istri Balitung dalam beberapa prasasti. Selain itu juga diperkuat dengan analisis sejarawan Boechari terhadap berita Cina dari Dinasti Tang berbunyi Tat So Kan Hiung, yang artinya "Daksa, saudara raja yang gagah berani".7. Rakai Layang Dyah Tulodhong Dyah Tulodhong dianggap naik takhta menggantikan Mpu Daksa. Dalam prasasti Ritihang yang dikeluarkan oleh Mpu Daksa terdapat tokoh Rakryan Layang namun nama aslinya tidak terbaca. Ditinjau dari ciri-cirinya, tokoh Rakryan Layang ini seorang wanita berkedudukan tinggi, jadi tidak mungkin sama dengan Dyah Tulodhong. Mungkin Rakryan Layang adalah putri Mpu Daksa. Dyah Tulodhong berhasil menikahinya sehingga ia pun ikut mendapatkan gelar Rakai Layang, bahkan naik takhta menggantikan mertuanya, yaitu Mpu Daksa.
  10. 10. 8. Rakai Sumba Dyah Wawa Dyah Wawa naik takhta menggantikan Dyah Tulodhong. Nama Rakai Sumba tercatat dalam prasasti Culanggi tanggal 7 Maret 927, menjabat menjabat sebagai Sang Pamgat Momahumah, yaitu semacam pegawai pengadilan. Selain bergelar Rakai Sumba, Dyah Wawa juga bergelar Rakai Pangkaja. Dyah Wawa tidak memiliki hak atas takhta Dyah Tulodhong. Sejarawan Boechari berpendapat bahwa Dyah Wawa melakukan kudeta merebut takhta Kerajaan Medang.
  11. 11. Keruntuhan Kerajaan Mataram Kuno Di Jawa TengahBanyak para peneliti dan penulis tentang kerajaan-kerajaan Indonesiapercaya bahwa kerajaan hindu mataram kuno hancur atau hilang dariperadaban kerajaan-kerajaan hindu di Indonesia. Kehancuran tersebutbanyak diyakini akibat letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 1006Masehi yang bersifat eksplosif (Ledakan besar/Plinian) sehingga mampumenghancurkan kerajaan Mataram Hindu Kuno. letusan tersebut jugamampu melongsorkan tubuh Merapi sehingga sebagian tubuh Merapitersebut lengser dan membentuk perbukitan Gendol/gunung Gendol atauBukit Wukir. Sehingga mengubur candi-candi yang ada disekitar Merapi.Hal ini dikemukakan oleh seorang Geologiwan ternama R. W. VanBemmelen (1949). Peristiwa tersebut diinterpretasikan sebagaiMahapralaya atau Pralaya yang berarti ’Kehancuran Besar’ oleh VanLaberton Hinloopen dalam menaksir pembacaan pada prasasti Rukam dankitab Negara Kertagama. Pendapat R. W. Van Bemmellen (1904-1983)mendasarkan pendapatnya pada interpretasi Van Labertoon Hinloopen.Keadaan ini disebut oleh Van Libertoon Hinloopen sebagai masa ”Wara-Wiri”, ”Die Götterdamerung” atau ”The Twilight Of The Gods” sebelummuncul kerajaan Mataram Islam modern.
  12. 12. Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengaha. Prasasti Canggal ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Canggal berangka tahun 732 M dalam bentuk Candrasangkala.
  13. 13. b. Prasasti Kalasan, ditemukan di desa Kalasan Yogyakarta berangka tahun 778 M, ditulis dalam huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa Sansekerta
  14. 14. • c. Prasasti Mantyasih ditemukan di Mantyasih Kedu, Jateng berangka tahun 907 M yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. Isi dari prasasti tersebut adalah daftar silsilah raja-raja Mataram yang mendahului Bality yaitu Raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai Panunggalan, Rakai Warak, Rakai Garung, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi, Rakai Watuhumalang, dan Rakai Watukura Dyah Balitung. Untuk itu prasasti Mantyasih/Kedu ini juga disebut dengan prasasti Belitung
  15. 15. d. Prasasti Klurak ditemukan di desa Prambanan berangka tahun 782 M ditulis dalam huruf Pranagari dan bahasa Sansekerta isinya menceritakan pembuatan arca Manjusri oleh Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadananjaya.
  16. 16. Peninggalan Berupa CandiSelanjutnya di Jawa Tengah bagian selatanditemukan candi antara lain Candi Borobudur,Candi Mendut, Candi Plaosan, CandiPrambanan, Candi Sambi Sari, dan masihbanyak candi-candi yang lain.
  17. 17. Thank you
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×