Your SlideShare is downloading. ×
DAFTAR ISI

Dari Meja Redaksi

Renungan Utama
“Ia Menyegarkan Jiwaku”

Musik adalah salah satu seni tertinggi. Musik
yang ...
perlu melihat kembali bagaimana kehidupan dombadomba di padang.

“Ia Menyegarkan Jiwaku”
Mazmur 23 :3, “Ia menyegarkan jiw...
gunung-gunung yang curam,berbatu-batu serta licin.
Domba-domba akan merasakan lelah yang luar biasa.
Biasanya orang apabil...
kesehatan rohani,Yesaya 1: 5,6; Lukas 5:31,32 dan
Mazmur 41:4.
d.

KITA ADALAH DOMBA YANG KEHAUSAN

Jarak antara Kandang d...
telah menyimpang dari tujuan ibadah, yang sudah
mengikuti, melody, nada , dan irama lagu-lagu duniawi.
Bruse Leafblad, men...
kaabah dunia ada meja dan roti pertunjukan maka
disurga pun ada meja dan roti pertunjukan, atau darah di
kaabah Musa untuk...
between” umat2Nya dan Allah. Melalui perantaraan
Yesus, setiap umat
percaya
dapat
mendekati
Allah.
Tangan manusiaNya
memel...
Bahan-bahan hotbah adalah Alkitab, tulisan Roh
Nubuat, buku ilustrasi Rohani, berita-berita di media
masa dan pengalaman R...
Di Tinoor, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu disebuah
rumah makan, sementara kami makan siang sambil
mengkagumi eloknya p...
Siapapun yang maju mencalonkan diri diajang pemilihan
faktor keuangan akan sangat menentukan. Ongkos
administrasi, kendara...
bangunan yang sama namun keduanya bias benar benar
bertolak belakang satu dengan yang lainnya.

Di dalam kehidupan spiritu...
waktu yang sama menikam mereka dari belakang
dengan selalu datang terlambat di dalam rapat,
atau pura-pura lupa akan rapat...
Omega+37
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Omega+37

307

Published on

Music

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
307
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Omega+37"

  1. 1. DAFTAR ISI Dari Meja Redaksi Renungan Utama “Ia Menyegarkan Jiwaku” Musik adalah salah satu seni tertinggi. Musik yang baik bukan hanya memberikan kesenangan tetapi juga mengangkat pikiran dan menanamkan kualitas hidup yang terbaik. Lagu-lagu rohani sering digunakan Tuhan untuk menjamah hati para orang yang berdosa dan memimpin kepada pertobatan. Sebaliknya, musik yang merendahkan derajat, menghancurkan irama jiwa dan menghancurluluhkan moralitas. Perhatian yang besar harus dilakukan terhadap pemilihan musik. Melodi apa saja yang diambil dari jenis jazz, rock, atau bentuk-bentuk campurannya, atau bahasa apa saja yang mengekspresikan kebodohan atau perasaan sepele, akan dihindarkan oleh orang-orang yang memiliki peradaban yang sesungguhnya. Marilah kita hanya menggunakan musik yang baik di rumah, pada perkumpulan-perkumpulan sosial, sekolah, dan gereja. Editorial “ Music In Worship “ Pdt Manuel H Wauran Artikel Utama Dalam Kaabah Sorgawi Dari Susut Pandang Ellen G. White Pdt. R. Mamarimbing, MAR (Bagian 1) KUTIPAN Music Keuangan Uangkah ? Rohanikah ? Pdt. M.R. Mambu Tips Pastoral TIPS KHOTBAH YANG BERKUASA Pdt. J. Samber Terjemahan 7 Topeng Kristen yang perlu diwaspadai Pdt Bayu Kaumpungan Layouters Pdt. William Tulong – Peraturan Jemaat Edisi 17 Hal. 181
  2. 2. perlu melihat kembali bagaimana kehidupan dombadomba di padang. “Ia Menyegarkan Jiwaku” Mazmur 23 :3, “Ia menyegarkan jiwaku, Ia menuntun aku ke jalan yang benar oleh karena namaNya” Mazmur 23 terletak diantara Mazmur 22 dan 24. ini bukan hanya sekedar urutan angka, tetapi ini juga adalah urutan yang sangat indah. Tidak akan ada lembah tanpa bukit, tidak akan ada bukit tampa lembah. Mazmur 22 adalah mazmur Calvary, Mazmur tetang salib dan pengorbanan Yesus di salib. Juga melukiskan seruan Yesus disalib “BapaKu,mengapa Engkau meninggalkan Aku”? sedangkan Mazmur 24 adalah Mazmur tentang kemuliaan atau Mazmur gunung Sion, Mazmur kemenangan (Mazmur 24:7-10). Diantara 2 Pasal yang indah inilah terdapat Mazmur 23. Mazmur 23 yang di penuhi dengan berkat kepenuhan yang bersumber dari Gembala agung telah membawa harapan, ketenangan, kekuatan kepada umat Allah selama perjalanan mereka melewati bukit penderitaan dan pada akhirnya tiba pada bukit kemuliaan. Mazmur 23 bagaikan air yang menjadi sumber kekuatan yang terletak diantara 2 bukit; bukit pengorbanan atau penderitaan, Mazmur 22 dan bukit kemuliaan Mazmur 24. Kemudian phrase “Ia menyegarkan Jiwaku” didalam Mazmur 23:3a, merupakan Injil dalam bentuk yang lebih sederhana. Mengapa? Oleh karena “mencari dan menyelamatkan yang hilang” adalah tujuan dari Gembala yang baik dalam Mazmur 23 yang juga adalah tujuan utama Injil. Pemulihan yang sempurna dari dosa adalah misi dari injil. (Kisah 3:19-21)Disamping itu phrase “Ia menyegarkan jiwaku” juga berarti mengembalikan kepada bentuk dan kondisi yang semula atau dipulihkan kepada kepemilikan yang semula yang dahulu telah hilang dan sesat. DOMBA DIPADANG Bila kita perhatikan Mazmur 23:1-2, kita dapati bahwa domba-domba berada di bawah pengawasan yang sempurna. Tetapi mengapa mereka (domba) masih perlu disegarkan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita Pada umumnya domba adalah binatang yang ingin berbaring di tempat yang nyaman. Mereka akan dituntun oleh gembala ketanah yang subur, yang memiliki rumput yang cukup dan kemudian berbaring disitu. Tetapi yang juga sering terjadi adalah pada saat domba itu berbaring, tubuh mereka tanpa disengaja terbalik (kaki diatas). Bagi domba yang sehat dan kuat, yang mereka buat adalah mereka mencoba untuk menggulingkan tubuh mereka, menendang-nendang sampai pada akhirnya mereka boleh mengembalikan posisi tubuh mereka seperti semula. Tetapi di beberapa keadaan, ada domba yang terjebak didalam keadaan seperti ini, tidak bisa berbuat apa-apa. kondisi ini menyebabkan domba itu berada didalam bahaya karena mereka akan dimangsa oleh binatang buas yang banyak berkeliaran. Ataupun mereka akan mati karena kehabisan tenaga. Pekerjaan gembala yang baik adalah memperhatikan dengan cermat semua dombadombanya lebih khusus terhadap domba yang lemah dan mudah jatuh. Ia akan menghitung domba-dombanya dan bila ada yang tertinggal atau tersesat, ia akan pergi mencarinya dan membawanya pulang kembali ke kandang. Bila ada yang luka maka gembala ini akan merawatnya sampai domba itu betul-betul sembuh. Bila domba itu jatuh dan hilang lagi, gembala itu akan kembali mencari dan merawatnya. Ini akan ia lakukan secara terus menerus. Bagi mereka yang akrab dengan medan kasar Palestina sangat memahami betul apa artinya mendaki
  3. 3. gunung-gunung yang curam,berbatu-batu serta licin. Domba-domba akan merasakan lelah yang luar biasa. Biasanya orang apabila sudah kelelahan dalam menempuh satu perjalanan panjang, dia sangat rindu bila perjalanannya itu segera berakhir dan tiba di tujuan secepat mungkin. Dan bila mana ia sudah tiba di tujuan, ia akan langsung membaringkan tubuhnya untuk beristirahat. PEMULIHAN ILAHI 7. 8. Perasaan lelah baik fisik dan pikiran Merasa hilang harapan Alasan-alasan mengapa kita perlu dibaharui: a. Kita mudah hilang. Tidak ada hewan yang mudah sekali hilang selain domba. Mereka tidak bisa melihat dengan jelas lebih dari 10 atau 15 meter. Orang asing ataupun hewan pemangsa dapat mendekati mereka sebelum mereka menyadarinya. Kita juga memiliki tendensi yang sama. Kita bisa dengan mudah tersesat dari kawanan yang lain bahkan tersesat jauh dari Gembala Agung kita. Jeremia 10:23, berkata, “Aku tahu ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.” Lebih jauh lagi amsal 14:12, katakan, “ada jalan yang disangka lurus tetapi ujungnya menuju maut.” Itulah kehidupan kita sebagai manusia. Kita mudah hilang. b. Pada saat Daud mengatakan “Ia menyegarkan jiwaku” Daud betul-betul mengerti bahwa ia di segarkan bukan hanya kebutuhan jasmaninya tetapi juga Allah menyegarkan kebutuhan rohaninya. Jangan lupa kata “jiwa” yang digunakan disini memiliki arti satu kehidupan atau bahkan satu pribadi (pribadi yang utuh, Jasmani dan Rohani). Berikut ini adalah gejala-gejala yang menunjukkan bahwa seseorang membutuhkan penyegaran: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perasaan frustrasi yang dalam dan terus menerus Perasaan depresi untuk alasan yang tidak diketahui Perasaan ingin menyendiri dan tidak mau diganggu Merasa terjebak dalam satu masalah yang tak berujung Nonton TV berlebihan dan tidak tekendali Tidak mampu untuk relax dan gembira Kita mudah ditawan Di Palestina hal yang sering terjadi adalah domba itu sering dengan mudah ditawan atau dicuri oleh pencuri. Maka sebagai gembala yang baik, ia akan pergi dan menebus kembali domba itu. Pada saat domba itu pergi terlalu jauh dan terdampar di padang yang adalah milik orang lain, domba itu akan juga ditawan. Gembala yang baiik harus pergi dan menebusnya dengan harga yang terkadang melampaui harga yang biasanya. Cinta dan kasih sayang adalah alasan utama Gembala itu menebus dombanya. Setan adalah pencuri domba sejak semula. Melalui dosa kita ditawan olehnya. Kita membutuhkan seseorang yang dapat menebus kita denga harga yang mahal. 2 Tim 2:26, Yesaya 42:7 c. KITA MUDAH TERLUKA Padang palestina dipenuhi dengan jalan yang kasar dan berbatu-batu yang mewarnai semua arah perjalanan. Sangat mudah bagi domba untuk tersesat dan terjatuh kejurang dan kedalam semak belukar yang berduri. Dengan bulu mereka yang panjang dan berat mereka akan menjadi lemah dan mudah terluka. Dosa dialam alkitab sering dihubungankan dengan penyakit, dan Injil adalah obat yang memulihkan
  4. 4. kesehatan rohani,Yesaya 1: 5,6; Lukas 5:31,32 dan Mazmur 41:4. d. KITA ADALAH DOMBA YANG KEHAUSAN Jarak antara Kandang dimana domba itu beristirahat dan Padang rumput dimana mereka biasanya pergi serta tempat air yang biasanya mereka minum umumnya jauh. Kekuatan domba biasanya terkuras pada pertengahan hari dimana panas terik yang sangat menyegat. Kemudian, rasa haus yang terus-menerus itu akan menyebabkan penderitaan, sedangkan domba-domba ini harus menunggu sampai waktu minum itu tiba. Disaat panas terik matahari yang membakar itu, mereka biasanya akan saling menanduk satu dengan yang lain untuk mendapatkan tempat berteduh di antara bayangan domba yang lain. Dibawah situasi ini, mereka sangat mendambakan air. Pada saat Gembala akhirnya membawa mereka ke air yang tenang, disaat itulah nyawa mereka tertolong. Mereka dipulihkan!! “ Music was made to serve a holy purpose, to lift the thoughts to that which is pure, noble, and elevating, and to awaken in the soul devotion and gratitude to God.” – Ellen. G.White, Messages to Young People, 293 “But even religious music is not without its dangers.”- Paul E. Hamel, Emeritus Professor of Music, Andrews University. Musik adalah salah satu bentuk seni yang unik. Karena musik/nyanjian terbentuk dari beberapa unsur penting yaitu: melody, aneka nada, perpaduan, irama dan tempo. Menurut para ahli, dari semua unsur itu terpusat pada irama! Keseimbangan dari semua unsur itu menentukan pengaruhnya bagi perasaan dan emosi. Di zaman Perjanjian Lama, para “dokter” menyadari akan besarnya pengaruh musik bagi Raja Saul, sehingga mereka menganjurkan musik dapat membantu mengembalikan ketidakseimbangan emosinya. Menurut Alkitab, musik adalah salah satu karunia Dalam keadaan yang sama, saat kita makan dari makanan Firman TUHAN dan minum dari sumur keselamatan akan memulihkan kehidupan kita dari perjalanan iman kita yang panjang dan melelahkan secara sempurna. Lukas Pasal 15 adalah pasal yang dikenal di alkitab sebagai pasal “hilang” (domba, anak, dirham yang hilang) Tetapi ini bukan karena “yang hilang” itu tidak ada disana (anak, domba, dirham itu ada disana),tetapi pasal ini menggambarkan ada begitu banyak hal yang hilang dalam lingkungan kehidupan kita yang perlu di temukan dan di dibaharui. Kita mudah “hilang” hilang arah, hilang pegangan, hilang harapan, hilang posisi atau jabatan, hilang sesuatu yang berharga, disaat seperti inilah kita membutuhkan Pemulihan dari Gembala agung kita. MUSIC IN WORSHIP Oleh: Pdt. Manuel H Wauran Allah yang indah bagi manusia untuk memuji Dia. Pentingnya musik dalam ibadah atau perbaktian kepada Allah adalah menjadi tema dalam seluruh Alkitab. Allah mengasingkan bangsa Lewi sebagai imam-imam yang bertugas memuji Tuhan dalam pelayanan ibadah di Kaabah. Demikian pula dalam kitab Wahyu dijelaskan tentang peranan lagu pujian penduduk surga dalam menyembah Allah. Akan tetapi dalam zaman kita ini, seni musik bukan hanya untuk memuji Tuhan, melainkan musik digunakan juga untuk keduniawian bahkan ada lagu rock yang menyangkal Yesus. Kini Setan juga masuk melalui musik! Para peneliti mengatakan bahwa nyanyian dan lagu-lagu rohani di gereja-gereja Amerika, sudah banyak bercampur-aduk dengan nyayian-nyayian duniawi yang bersifat sekuler. Disatu sisi, lagu-lagu rohani semakin banyak digubah, dilain pihak semakin banyak pula yang disebut “lagu rohani” yang dinyanyikan di gereja-gereja
  5. 5. telah menyimpang dari tujuan ibadah, yang sudah mengikuti, melody, nada , dan irama lagu-lagu duniawi. Bruse Leafblad, mencatat,”Much contemporary church music is shaped more by secular values than by theological principles. Commercial interest rather than spiritual objectives motivate much sacred music.” Jenis musik jazz, rock, kini hampir semua dikhususkan di tempat-tempat tertentu seperti: klub malam, diskotik, dansa-dansi, pesta-pora, karena musik seperti ini sering dianggap lebih sesuai dengan tujuan di tempat-tempat itu untuk memuaskan para pelanggan dan untuk kepentingan “entertainment”! Bagaimana dengan label “Christisn Rock” yang dilunakkan menjadi “Contemporary Christian Music?” Tampaknya Setan menjerat umat Tuhan bukan dengan”hard rock” tetapi dengan suara lembut agar “enak didengar” dengan “rock lembut” (soft rock), yang dia gunakan menjerat Hawa di taman Eden! Tidak demikian dengan musik/nyanyian untuk ibadah, yang bertujuan memuji Allah, juga lagu-lagu rohani dengan irama dan liriknya yang berisi pekabaran yang bila dinyanyikan dengan tulus dan wajar akan memberikan panggilan bagi mereka yang sedang digerakkan oleh Roh Kudus agar mengambil keputusan menerima Yesus dalam hidup mereka. Bagaimana dengan musik/nyanyian kita dalam gereja Advent Hari Ketujuh? Dimanakah perbedaan antara perbaktian dengan musik/lagu-lagu gereja kita dengan gereja-gereja Protestan lainnya? Pentakosta,“Gerakan Karismatik”dan “Celebration”? Ellen G. White, memberikan nasihat atas lapuran dari S.N. Haskel, mengenai peristiwa perkemahan di Muncie, Indiana, September 1900 yang dihadiri oleh sekitar 3500 orang. Dalam perkemahan itu emosi para peserta telah dipengaruhi oleh berbagai alat musik, trompet, genderang, seruling petikan alat instrumen dengan nada berat, sehingga menimbulkan kegaduhan dan keributan, sehingga ada yang sampai gemetar seluruh tubuh, banyak yang bersorak-sorai histeris tidak terkendali. S.N. Haskel menulis kepada Mrs White, “everything is drowned, but simply the noise of the instruments. It is a mixture of truth and error.” Mrs White mengatakan, “The things you have described as taking place in Indiana, the Lord has shown me would taking place before the close of probation.” –2 Selected Messages,pp 36,37. “Jauhkanlah daripada-Ku keramain nyanyiannyanyanmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar.” (Amos 5:23) Pagi Sabat pagi itu baru saja selesai khotbah, seorang pemuda bertanya, ”Pendeta, bagaimana dengan lagu kwartet tadi yang disambut dengan tepuk tangan?” “Suara mereka kompak, mirip King’s Herald,” jawab saya. “Bukan itu, maksud saya, liriknya!” Mereka menyanyikan lagu yang digubah oleh penggubah nonAdvent, “When I die, Haleluja bye and bye, I fly away!” “Kalau dokrin Alkitab, dan lirik lagu itu diterjemahkan. “ Bila nanti hidupku berakhir, ku terbang naik!” “Bisakah kita nyanyikan demikian? Bukankah bila hidup kita berakhir, kita tinggal dalam kubur sampai Yesus datang?” Apakah artinya, “Music in Worship” dalam tema kita bulan ini? Apakah untuk menyenangkan perasan dan emosi kita atau ekspresi jasmani kita supaya jemaat senang dan memberikan “applause” atau kita bernyanyi dalam acara ibadah yang membawa kita kepada Allah, yang menjadi sumber keselamatan kita? “Music was made to serve a holy purpose, to lift to the thoughts, to which is pure, noble, and elevating, and to awaken in the soul devotion and gratitude to God.” (Ellen G. White)--Redlands, April 27, 2011 PENTINGNYA PELAYANAN DAN PELANTIKAN YESUS DALAM KAABAH SURGAWI DARI SUDUT PANDANG ELLEN G. WHITE
  6. 6. kaabah dunia ada meja dan roti pertunjukan maka disurga pun ada meja dan roti pertunjukan, atau darah di kaabah Musa untuk darah dikaabah surga, 10 hukum dalam tabut perjanjian untuk 10 hukum dalam tabut perjanjian yang disurga. Bagi dia, kepentingan dari sisi teologi/makna rohaninya yang diutamakan daripada spesifikasi bangunan kaabah surga. Kaabah disurga lebih mengutamakan “fungsi” dari pada “form” atau bentuk bangunan tersebut. Bagi White, kaabah surgawi adalah lebih megah, lebih besar, dan indah dari pada kaabah yang perna hada di dunia.2 oleh: Pdt. R. Mamarimbing, MAR (Bagian 1) B. Pentingnya Pelayanan Yesus Kristus dalam Kaabah di Surga Pendahuluan: Topik tentang “pelayanan Yesus dalam kaabah surgawi” telah banyak kali di bawakan oleh para pionir dan ahli teologi gereja Masehi Advent Hari Ke-7 . Namun, hanya segelintir orang, kalaupun ada, yang tertarik untuk mendiskusikan/menuliskan pentingnya pelantikan Yesus sebelum Ia melayani dalam kaabah di Surga. Maksud dari penulisan ini adalah mengeksplorasi pentingnya pelantikan/pengurapan Yesus sesudah Ia bangkit dan sebelum Ia melaksanakan tugas keimamatanNya dalam kaabah surga dalam tulisan Ellen G. White, dan menemukan implikasi buat kehidupan kekristenan saat ini. A. Kaabah Disurga Ellen White sungguh2 percaya bahwa ada kaabah disurga. Keberadaan kaabah surgawi ini nyata bahkan sebelum kaabah padang belantara/Musa dibangun, sebelum dosa memasuki dunia ini, bahkan sebelum Lucifer berdosa, dan setan akan berusaha untuk menipu banyak dengan mengatakan bahwa tidak ada kaabah disurga.1 Ellen White menggunakan bahasa kiasan untuk menggambarkan bahwa kaabah surgawi itu nyata, “literal but not in details.” Namun bukan berarti Mrs White menganut paham Literalism. Jadi bukan berarti di 1 Ellen G. White, “The Sanctuary,” The Signs of the Times (ST), June 24, 1880; Christ in His Sanctuary (Mountain 2 View, CA: Pacific Press, 1969), 36-7; idem, The Great Controversy: Between Christ and Satan (GC) (Mountain View, CA: Pacific Press, 1950), 435; Counsels to Writers and Editors (Nashville, TN: Southern Pub., Ass., 1946), 53 Kristus sebagai “perwakilan manusia dan pengacara.” Ellen White percaya bahwa Kristus tidak pernah lupa bahwa Ia adalah wakil manusia berdosa yang telah bertobat dihadapan Bapa. White mengklaim bahwa Yesus Kristus selalu “be in favor,” “support,” “encourage,” “backer,” “promoter” buat setiap umatNya.3 Kristus sebagai “Mediator” atau perantara. White menyatakan bahwa sebagai perantara Yesus menjadi “negotiator,” “intermediary,” atau “go2 Ellen G. White, “Extract from an Unpublished Testimony Written March 13, 1897,” Lake Union Herald, December 23, 1908; Patriarch and Prophets, 357; idem, “On Renting SDA Churches; Guiding in Writings; Daniel’s Character Revealed; the Sanctuary and the Ark,” Letter no. 253, (Letter to J. H. Kellogg), November 20, 1903; Roy Adams, The Sanctuary (Hagerstown, MD: Review & Herald, 1993), 55, 79. 3 Ellen G. White, The Faith I Live By (Washington, DC: Review & Herald, 1973), 202; idem, “The Church the Property of God,” Review & Herakd, October 17, 1893.
  7. 7. between” umat2Nya dan Allah. Melalui perantaraan Yesus, setiap umat percaya dapat mendekati Allah. Tangan manusiaNya memeluk setiap umat, dan tangan keilahianNya menggapai takhta yang Maha kuasa. Jadi didalam Kristus surga dan dunia 4 didamaikan. Kristus sebagai “kurban dan Imam besar.” White menegguhkan bahwa Kristus mengadakan pelayanan keimamatan didalam kaabah surga, dihadapan Allah, dengan membawa darahNya sendiri. Jadi Yesus melaksanakan pekerjaan rangkap dua, sebagai kurban dan Imam besar. Dengan melakukan hal ini, setiap umat percaya di berikan jaminan bahwa setiap permohonan pengampunan dosa dan doa2 mereka berterima dihadapan Allah Bapa.5 4 Ellen White, The Acts and Apostles, 33; idem, Testimonies to Ministers and GospelWorkers (TM) (Mountain View, CA: Pacific Press, 1962), 37; idem, “Chosen in Christ,” ST, January 2, 1893; idem, “The First Advent of Christ,” RH, December 17, 1872; idem, “Meeting Trials,” RH, September 1, 1891;. 5 Ellen G. White, Testimonies for the Church, 9 vols (Mountain View, CA: Pacific Press, 1948), 2:591; idem, “Christ Our Mediator,” ST, August 13, 1902. C. Pentingnya (bersambung…..) Pelantikan/Pengurapan Yesus TIPS KHOTBAH YANG BERKUASA (Di Kutip dari : “IBADAH EXTRAVAGANZA”, HAL 151,152) Pdt. J. Samber Rasul Paulus berkata dalam 2 Timotius 4:2, “ Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakalah apa yang salah, teegorlah dan nasihatilah dengan segalah kesabaran dan dan pengajaran. Dan salah satu cara untuk memberitakan firman adalah dengan berhotbah. Ada orang yang bertalenta berhotbah ada yang tidak. Ada yang mempelajari cara berbuat hotbah dan bagaimana menyampaikan hotbah dengan benar. Tetapi tidak semua orang berkesempatan untuk mempelajarinya. Walau demikian, berikut beberapa tuntunan untuk membuat hotbah kelas satu. 1. Sampaikan pekabaran Allah dan Kasih-Nya, bukan dari Anda. Berdoa dengan hati yang tulus agar hotbah yang disampaikan adalah pekabaran Allah dan Anugerah-Nya, bukan tentang diri kita dan apa yang telah kita buat. Jangan sekali-kali membuat mimbar untuk kepentingan pribadi atau golongan. 2. Mau belajar dan menggunakan bahan pelajaran Khotbah.
  8. 8. Bahan-bahan hotbah adalah Alkitab, tulisan Roh Nubuat, buku ilustrasi Rohani, berita-berita di media masa dan pengalaman Rohani bersama Yesus. 3. Gunakanlah kata-kata yang Sederhana dalam menyapaikan Khotbah. Khotbah yang bagaimana kah yang berhasil itu? Billy Graham mengatakan, “ Tes bagi seorang penghotbah ialah jemaat melangkah pulang dengan berkata, ‘ Saya akan melakukan sesuatu,’ bukan ‘khotbahnya bagus.’ “ Hal ini dapat terjadi bukan karena kepintaran berkhotbah, banyaknya pengetahuan seseorang akan Alkitab, tulisan-tulisan Roh Nubuat dll, tetapi itu hanya bisa terjadi apabila orang yang berkhotbah itu mengosonkan diri nya dan mengizinkan Roh Kudus yang menguasainya. Musik Larry King, dalam bukunya Seni Berbicara menuliskan, “ ingatlah bahwa kata yang tepat, yang dengab segerah dipahami dan dimengerti oleh pendengar, biasanya adalah kata yang sederhana.” 4. Jangan terlalu Panjang. Seorang menerimah surat yang sangat panjang dari temannya yang diakhiri dengan permintaan maaf. “ Maafkan saya atas surat yang terlalu panjang ini,” tulis temanya itu, “ saya tidak punya waktu menulis surat yang pendek.” Memang tidak mudah menyingkat pembicaraan, kususnya mengenai topic yang banyak kita mengetahui seluk beluknya. Tapi dalam segalah jenis komunikasih, termaksud berhotbah, sebaiknya sediakan waktu untuk menyingkat pesan dalam pokok-pokok yang penting saja. Waktu yang ideal dalam berhotbah adalah 30 menit. Beberapa pidato terpanjang yang pernah diberikan kepada public Amerika adalah penyambutan Presiden baru. Pidato seperti itu biasanya membuat pendengar mengantuk. Justru pidato yang terkenal dan lama diingat adalah pidato yang pendek. Salah sati pidato Abraham Lincoln yang terkenal, yang disebut pidato Gettysburg, berlangsung kurang dari lima menit. Dan ada beberapa contoh pidato-pidato yang lainnya yang sangat menarik karna hanya dibawakan dengan sangat singkat namun maknanya sangat mnedalam. 5. KHotbah yang mengajak Berbuat. “Musik dijadikan untuk melayani suatu maksud yang suci, untuk mengangkat pikiran kepada perkara-perkara yang suci, agung dan meninggikan, dan untuk membangkitkan di dalam jiwa pengabdian serta rasa syukur kepada Allah.” —Alfa dan Omega, jld. 2, hlm. 232. Yesus “mengadakan hubungan dengan surga dalam nyanyian.”— Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 64. UANGKAH? ROHANIKAH? Oleh : Pdt. M.R. Mambu
  9. 9. Di Tinoor, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu disebuah rumah makan, sementara kami makan siang sambil mengkagumi eloknya panorama Manado Tua serta pulau Bunaken yang berada dikejauhan, masuk serombongan tamu yang juga untuk istirahat makan. Tidak ada yang istimewa dari mereka yang baru masuk selain dua diantara mereka maju kedepan lalu menyalami kami dengan senyum lebar sambil memperkenalkan diri sebagai Caleg dari daerah pemilihan wilayah Kawangkoan. Wah senang bertemu dengan para kandidat pemilu. Walau kami bukan berasal dari wilayah Kacang dan Biapong tersebut namun keramahan yang ditunjukkan sangatlah berkesan. Tak urung support kami berikan untuk kedua sahabat baru ini untuk melaju memenangkan putaran pemilihan. Sekarang ini, diberbagai sudut dibanyak kota Indonesia foto terbaik para cabup/cawali/cagub di pajang. Mulai dari pemilihan ditingkat kabupaten sampai ke Propinsi, pemasangan baliho menjadi ajang promosi sang calon. Semuanya begitu cantik, muda, tampan karena umumnya yang dipajang adalah gambar lama ketika masih belia bahkan ada foto waktu dibangku kuliah dulu dengan berbagai gaya. Kran reformasi membawa banyak perubahan. Diantaranya membuka jalan lebar untuk siapa saja boleh tampil menjadi orang nomor satu pada jajaran pemerintahan disuatu wilayah. Begitu jumlah suara mencukupi maka cita-cita seperti telah berada digenggaman. Itu sebabnya berbagai cara dilakukan dan dihalalkan demi mencapai tujuan. Tidak jarang sesama calon saling menjegal. “Sayalah yang terbaik, dan terpantas untuk dipilih” adalah ungkapan yang sering didengar dengan mengatas namakan rakyat. Kemudian diutarakan program yang pro arus bawah, sesuatu yang sering tidak diingat lagi kemudian setelah terpilih. Tapi banyak pemilihan sudah pintar sekarang ini oleh menengok pengalaman pemilihan yang lalu-lalu. Program pembangunan yang menjadi slogan ketika kampanye ternyata akan kemudian berangsur redup seusai pesta syukuran sang pemenang. Itu sebabnya banyak pemilih lebih senang berpihak kepada nominasi yang royal memberi sumbangan. “Siapa yang mengirim amplop maupun sembako sudah itulah calon yang saya akan pilih”, ungkapan yang sangat sering didengar. Alhasil jangan heran kalau dibeberapa tempat sang kepala daerah hasil pemilihan ternyata miskin ide, pintar menebar pesona dan tidak berpihak kepada rakyat. Dalam hal seperti ini, kemenangan bukan lagi berpihak kepada “qualitas” sang calon tetapi kepada “aksepbilitas” alias penerimaan konstituen kepada para calon. Penerimaan disini diartikan siapa yang royal menyumbang dialah yang diterima masyarakat. Dalam situasi seperti ini mereka yang punya “tali panjang” di financial, akan mempunyai peluang besar meraih kemenangan. Tidak peduli latar belakang maupun asal usul pendidikan serta sumber keuangannya. Yang penting bertarung dulu kalau ada soal nantilah diurus belakangan. Tidak jarang setelah pemilihan berlangsung masyarakat disuguhkan atraksi jilid dua yaitu gugatan ke MK. Mulai soal ijazah aspal, pemalsuan data, riwayat kehidupan serta asal usul uang yang digelontor selama kampanye oleh sang pemenang bukan hanya disorot tapi digugat.
  10. 10. Siapapun yang maju mencalonkan diri diajang pemilihan faktor keuangan akan sangat menentukan. Ongkos administrasi, kendaraan politik, kampanye, tim sukses dll semuanya akan berputar oleh biaya yang bukan sedikit. Itu sebabnya banyak calon menjadi urung maju setelah menghitung uang yang akan diumbar. Dan toh kalau menang kapan uang itu akan kembali? Bagaimana kalau dewi fortuna berpihak kepada lawan?. Disetiap organisasi maupun lembaga anggaran dasar mengatur masa jabatan pimpinan. Di Jemaat masa kepemimpinan diatur selama setahun atau dua tahun meurut keputusan konperensi Jemaat. Di organisasi dan lembaga jabatan dipercayakan sampai lima tahun kemudian meletakkan jabatan dimasa Konperensi. dalam soal uang. Tetapi di Jemaat Tuhan penilaiannya bukan apa yang terlihat dari luar. Bukan apa yang tersurat tetapi yang tersirat kehidupan spiritualnya seyogyanya mendapat point utama. Penilaian menjadi pemimpin jemaat maupun organisasi gereja tidak hanya diungkap atau diliihat dengan kasat mata tetapi dirasakan dan dinikmati oleh seluruh sidang jemaat. Yang jadi ukuran adalah kehidupan rohaninya. Sebab keberhasilan seorang pemimpin rohani bukanlah karena kemampuan lahiriah maupun badaniah tetapi pengalamannya dengan Tuhanlah yang akan memampukan. Karena hanya dengan Roh Tuhan semata maka buah roh itu akan nyata dalam pelayanannya. “Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam”. Zakharia 4:6. 7 Topeng Kristen Yang Perlu Diwaspadai Dari saat kesaat kita menyaksikan naiknya pemimpin baru atau melihat seorang pemimpin berubah status menjadi mantan diorganisasi kita. Minggu kemarin Pimpinan di Aiias terpilih kembali untuk masa kerja 5 tahun kedepan. Bulan lalu Adventist University of the Philippines memperoleh President yang baru. Sebelumnya Central Luzon Conference, salah satu konferens terbesar di Philippine memperoleh officers baru padahal officers lama semuanya baru menjalani masa tugas selama satu periode. Diorganisasi dunia seseorang dihargai, diagungkan maupun di gadang-gadang untuk menjadi seorang pemimpin oleh karena kehebatan dan kelebihannya Oleh : Pdt Bayu Kaumpungan Di dalam dunia kekristenan seringkali saya temukan apa yang saya katakan sebagai komparmentalisasi. Komparmentalisasi pada dasarnya, diambil dari istilah arsitektur yang berusaha menjelaskan tentang sebuahr uangan yang dibagi dua untuk dua tujuan yang berbeda. Kedua buah ruangan tentu saja ada di dalam satu
  11. 11. bangunan yang sama namun keduanya bias benar benar bertolak belakang satu dengan yang lainnya. Di dalam kehidupan spiritual, seringkali kehidupan seorang Kristen pun banyak dengan komparmentalisasi. Khususnya sebagai pemimpin gereja, cobaan dan tantangan untuk komparmentalisasi pun ada di dimana mana. Di dalam tantangan inilah seringkali seseorang dipaksa untuk menggunakan topeng – topeng kristiani. Topeng biasa digunakan untuk menutupi sesuatu yang kita tidak mau orang lain lihat dari diri kita, dan topeng seperti inilah yang sangat berbahaya bagi banyak orang Kristen untuk miliki. Di bawah ini adalah 7 topeng yang saya bias bagikan, dan semoga bias menjadi referensi bagi kita untuk merefleksikan semuanya dan bertanya apakah kita juga menyimpan topeng – topeng ini di dalam kehidupan kita. 1. Keluarga: Saya bias menjadi seorang pengkhotbah yang luar biasa, dinamis, dan meyakinkan untuk TUHAN di depan public dan di waktu yang sama saya seorang suami yang pemarah, tidak memperhatikan, dan tidak menyayangi istri dan anak-anak di rumah. Istri merasa kesepian sementara anak-anak kehilangan tuntunan dari sang ayah. Keluarga biasanya merupakan indicator paling akurat tentang keaslian seorang Kristen/Pendeta. Sebab keluarga memperhatikan dan tahu siapa kita, saat tidak ada orang lain yang memperhatikan apa yang kita lakukan. 2. Respons: Anda bias menjadi seorang anggota majelis/ ketuajemaat/ pendeta dan di waktu yang sama saat masukan diberikan kepada kita reaksi kita sangatlah bertentangan dengan gereja. Kita tidak bias mengaku salah, dan belajar dari orang lain, kita tidak pernah merasa percaya diri, dan bersikap defensive. Gantinya menyelesaikan permasalahan secara langsung dengan orang yang berbeda pendapat dengan anda, anda berusaha mencari dukungan orang lain dengan menceritakan masalah anda kepada orang ketiga. Gantinya anda bertemu langsung dengan orang yang mengalami masalah anda, anda menuliskan email panjang lebar dan disebarkan kepada banyak orang untuk “melindungi” anda dari ancaman. 3. Amarah: Anda bias menghafalkan semuaisi Perjanjian Baru atau seorang guru sekolah sabat yang dinamis dan di waktu yang sama tidak bias mengendalikan amarah dan bahkan melemparkannya kepada orang lain. 4. Kritik: Anda bias berpuasa dan berdoa setiap hari sabat tanpa batal sebagai disiplin spiritual dan di waktu yang sama selalu mengkritik dan mengecam orang lain bahkan membenarkan tindakan anda dalam mengkritik sebagai “amaran” kepada orang lain. 5. KepercayaanDiri: Anda dapat memimpin ratusan orang kedalam gereja dan di waktu yang sama didorong oleh rasa ingin membanggakan diri atas semua pencapaian tersebut. Saat hasil yang dicapai tidak sebaik yang biasanya, anda jatuh di dalam depresi dan merasa tidak ada nilainya. 6. PelemparanMasalah: anda suka menyalahkan setan dan orang lain sebagai akar dari permasalahan yang terjadi di dalam hidup anda sementara di waktu yang sama tidak mau mengakui bahwa ini semua karena tabiat yang anda pupuk saat anda bertumbuh di dalam keluarga anda 7. Konflik: Anda bias sangat mendukung pendeta anda, atau ketua jemaat anda, ketua konfrens atau siapa yang memimpin anda sementara di
  12. 12. waktu yang sama menikam mereka dari belakang dengan selalu datang terlambat di dalam rapat, atau pura-pura lupa akan rapat yang akan diadakan, atau mengsabotasi pendapat anda di saat keputusan anda diminta. Anda menyelesaikan konflik dengan menarik diri, tidak dating ke gereja, dengan ratusan alas an mulai dari “malas” sampai “sakit” sementara tidak mau mengungkapkan alasan yang sebenarnya. Disadur dari buku Peter Scazzero, “Emotional Healthy Church” terbitan Zondervan, Michigan. 2003

×