0
DISAMPAIKAN OLEH :           IR. RG. HARI SUSANTO, CESKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMDIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYADIREKTORAT ...
A. PERUNDANGAN DALAM SISTEM DRAINASE
Perundangan Dalam Bidang Drainase Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air Undang-Undang Nomor 25 Tahun ...
B. KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENANGANAN           DRAINASE PERKOTAAN
Isu Strategis dalam Penanganan DrainasePerubahan Pola Hujan & PermukaanLaut Naik  1                                   Adap...
Isu Strategis dalam Penanganan Drainase        Eksploitasi Air 2           Tanah                                 Berakibat...
Isu Strategis dalam Penanganan Drainase3   Perkembangan kota yang menyebabkan limpasan air    permukaan (run off) meningka...
Isu Strategis dalam Penanganan Drainase                      Perkembangan kawasan                      perkotaan yang pada...
KEBIJAKAN - 1Pengembangan Sistem Pengelolaan Drainase Perkotaandiarahkan pada pemantapan keterpaduan pengelolaandrainase p...
BANGUNAN RESAPAN           Ruang Terbuka Hijau                                              Kolam Retensi                J...
Kebijakan dan Strategi Penanganan Drainase   KEBIJAKAN - 2   Pengembangan Sistem Pengelolaan Drainase Perkotaan   diutamak...
Operasi & Pemeliharaan                                Pengangkutan Sampah      Pengangkutan Sampah Penggalian Sedimen di S...
Kebijakan dan Strategi Penanganan Drainase   KEBIJAKAN - 3   Dilakukan pengembangan perangkat peraturan perundang-   undan...
Kebijakan dan Strategi Penanganan Drainase   KEBIJAKAN - 4   Dilakukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas   su...
Kebijakan dan Strategi Penanganan Drainase   KEBIJAKAN - 5   Pengembangan Sistem Pengelolaan Drainase Perkotaan diikuti   ...
Infrastruktur Drainase yang dapatDidanai Pusat dan Daerah
C. DATA-DATA YANG DIBUTUHKAN DALAM   PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN
 Data dan persyaratan yang diperlukan adalah sebagai berikut:1.   Data spasial adalah data dasar yang sangat dibutuhkan d...
4. Data Hidrolikaa. Data keadaan, fungsi, jenis, geometri dan dimensi saluran, dan    bangunan pelengkap seperti gorong-go...
D. PENGENALAN PENGELOLAAN DASAR SISTEM           DRAINASE PERKOTAAN
PARADIGMA PENANGANAN DRAINASE• Secepatnya                                 BARU  mengalirkan          • Sedapat mungkin men...
KOMPONEN SEKTOR DRAINASE                     SALURAN        KOLAM                                      PINTU AIR       RET...
PENGERTIAN DRAINASE PERKOTAAN                                            DRAINASE             Prasarana yang berfungsi men...
SISTEM DRAINASE PERKOTAAN                       Pengendalian Banjir                       (Flood Control)                 ...
Pengaruh urbanisasi pada daerah tangkapan airterhadap laju limpasan
KONDISI EKSISTING DRAINASE                                        Rumah tangga yang                                       ...
Drainase Ramah Lingkungan (Ekodrainase) Pengertian   Upaya mengelola air kelebihan dengan cara meresapkan sebanyak-  bany...
 Manfaat   Dengan drainase ramah lingkungan maka    kemungkinan banjir/genangan di lokasi yang     bersangkutan, banjir ...
 Manfaat   Dengan drainase ramah lingkungan maka    kemungkinan banjir/genangan di lokasi yang     bersangkutan, banjir ...
E. MACAM-MACAM SISTEM PENGELOLAAN DAN  INFRASTRUKTUR DRAINASE SKALA KAWASAN           DAN KABUPATEN KOTA
Konsep PenangananPerubahan ParadigmaKONSEP LAMA PEMATUSAN  mengalirkan air secepatnya           ke badan air penerima ter...
Konsep Penanganan                                                                                                RUANG LIN...
Konsep PenangananDi Wilayah HuluLimpasan air hujan :a) ditahan dengan cara melakuan konservasi hutan/ tanamankeras,b) dial...
Konsep PenangananDi Wilayah TengahLimpasan air hujan melalui saluran drainase dialirkan terlebihdahulu ke waduk/kolam tamp...
Konsep PenangananDi Wilayah Hilir Air limpasan saluran dialirkan melalui saluran drainase kewaduk/kolam untuk penampungan ...
Penanganan Skala Rumah        Tangga                         37
Penanganan Kualitas Air                          38
Perlu kampanye dengan topik sebagai berikut:1.  Drainase yang mengelola air kelebihan (air hujan) dengan   cara ditampung ...
Metode Drainase Ramah Lingkungan1.   Metode Kolam Konservasi      Dilakukan dengan membuat kolam-kolam baik di perkotaan,...
3. Metode River Side Polder    Metode menahan aliran air dengan mengelola/menahan air kelebihan (hujan) di     sepanjang ...
42
43
44
F. ASPEK PENGELOLAAN DRAINASE
PEMBINAAN             • Fasilitasi bantuan teknis pembangunan,               pemeliharaan dan pengelolaan drainase.Pemerin...
PENGATURAN             • 1.Penetapan kebijakan dan strategi nasional dalam               penyelenggaraan drainase dan pema...
PEMBANGUNAN             • 1.Fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan               operasionalisasi sistem drainas...
PENGAWASAN           • 1. Evaluasi kinerja penyelenggaraan sistem drainase dan             pengendali banjir secara nasion...
ASPEK PEMANTAUAN MELIPUTI :                          A. Aspek StrukturalSistem Drainase        Karakteristik       Kondisi...
ASPEK PEMANTAUAN MELIPUTI :                         A. Aspek StrukturalSistem Drainase        Karakteristik        Kondisi...
EVALUASI   Aspek struktural    Setiap 6–12 bulan sekali              - Bidang administrasi keuangan               berupa a...
G. READINESS CRITERIA DALAM PENGANGGARAN              DIBIDANG DRAINASE
READINESS CRITERIA DALAM PENGANGGARANPRASARANA DAN SARANA DIBIDANG DRAINASE: Kesiapan Lahan Tersedianya DED Tersedianya...
Pola Penanganan Drainase Perkotaan
Pola Penanganan Drainase Perkotaan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pola Penanganan Drainase Perkotaan

12,248

Published on

Pola Penanganan Drainase Perkotaan

Published in: Business, Technology
2 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
12,248
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
2,005
Comments
2
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pola Penanganan Drainase Perkotaan"

  1. 1. DISAMPAIKAN OLEH : IR. RG. HARI SUSANTO, CESKEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMDIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYADIREKTORAT PENGEMBANGAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
  2. 2. A. PERUNDANGAN DALAM SISTEM DRAINASE
  3. 3. Perundangan Dalam Bidang Drainase Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Standar Pelayanan Minimal Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kota Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 239/KPTS/1987 tentang Pembagian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Pengaturan, Pembinaan dan Pengembangan Drainase Kota.
  4. 4. B. KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENANGANAN DRAINASE PERKOTAAN
  5. 5. Isu Strategis dalam Penanganan DrainasePerubahan Pola Hujan & PermukaanLaut Naik 1 Adaptasi melalui Drainase berwawasan lingkungan
  6. 6. Isu Strategis dalam Penanganan Drainase Eksploitasi Air 2 Tanah Berakibat adanya daerah genangan baru LAND SUBSIDENCE
  7. 7. Isu Strategis dalam Penanganan Drainase3 Perkembangan kota yang menyebabkan limpasan air permukaan (run off) meningkat sehingga memerlukan pengendalian debit puncak Sesudah Debit Urbanisasi mempersingkat Waktu Konsentrasi & meningkatkan Koefisien Aliran Sebelum Waktu
  8. 8. Isu Strategis dalam Penanganan Drainase Perkembangan kawasan perkotaan yang padat  sebagian kawasan kumuh, kotor dan rendah kualitas lingkungannya yang disebabkan ketidakdisiplinan penduduk 4 dalam membuang air limbah dan sampah di saluran drainase.
  9. 9. KEBIJAKAN - 1Pengembangan Sistem Pengelolaan Drainase Perkotaandiarahkan pada pemantapan keterpaduan pengelolaandrainase perkotaan berwawasan lingkunganSTRATEGI :• Mewujudkan pengelolaan drainase perkotaan melalui penyiapan rencana induk sistem yang komprehensif dengan memperhatikan aspek-aspek rencana tata ruang kota, kondisi DAS/Sub DAS, perubahan iklim global, kondisi lingkungan, sosial, ekonomi serta kearifan lokal. • Mewujudkan pengelolaan drainase perkotaan melalui pendekatan eco drainage dengan memperhatikan konservasi sumber daya air • Mewujudkan keterpaduan pengelolaan prasarana drainase dengan prasarana dan sarana perkotaan lainnya
  10. 10. BANGUNAN RESAPAN Ruang Terbuka Hijau Kolam Retensi Jalan Sumur Resapan Meresapkan Air Kembali ke Tanah (Recharge) KONSERVASI AIR
  11. 11. Kebijakan dan Strategi Penanganan Drainase KEBIJAKAN - 2 Pengembangan Sistem Pengelolaan Drainase Perkotaan diutamakan pada optimalisasi fungsi prasarana dan sarana drainase yang sudah terbangun STRATEGI : • Mewujudkan pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana drainase • Mengurangi /membebaskan gangguan terhadap fungsi sistem drainase
  12. 12. Operasi & Pemeliharaan Pengangkutan Sampah Pengangkutan Sampah Penggalian Sedimen di Siphon dari saluran dari trash rackPembangunan Baru Drainase Jakabaring, Sumatera Selatan Sebelum Setelah Pembangunan Pembangunan
  13. 13. Kebijakan dan Strategi Penanganan Drainase KEBIJAKAN - 3 Dilakukan pengembangan perangkat peraturan perundang- undangan tentang penyelenggaraan pengelolaan drainase perkotaan STRATEGI : • Penyusunan Peraturan Perundangan tentang drainase perkotaan sebagai acuan bagi pengelolaan draninase • Sosialisasi peraturan perundangan terkait dengan perudang- undangan pengelolaan drainase perkotaan • Penerapan Peraturan Perundangan tentang drainase perkotaan sebagai acuan bagi pengelolaan draninase
  14. 14. Kebijakan dan Strategi Penanganan Drainase KEBIJAKAN - 4 Dilakukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan drainase STRATEGI : • Mendorong pembentukan dan perkuatan kelembagaan pengelola drainase perkotaan di daerah • Meningkatkan kerjasama dan koordinasi lintas sektoral dan lintas wilayah administrasi • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola drainase perkotaan di daerah • Mendorong peningkatan kemauan politik (political will) para pemangku kepentingan dalam memberikan prioritas yang lebih tinggi terhadap pengelolaan drainase perkotaan.
  15. 15. Kebijakan dan Strategi Penanganan Drainase KEBIJAKAN - 5 Pengembangan Sistem Pengelolaan Drainase Perkotaan diikuti dengan peningkatan pembiayaan pengelolaan drainase perkotaan STRATEGI : • Menciptakan peluang alternatif pembiayaan dalam pengelolaan drainase perkotaan • Penetapan kebijakan satuan standar biaya pengelolaan teknis drainase perkotaan
  16. 16. Infrastruktur Drainase yang dapatDidanai Pusat dan Daerah
  17. 17. C. DATA-DATA YANG DIBUTUHKAN DALAM PERENCANAAN DRAINASE PERKOTAAN
  18. 18.  Data dan persyaratan yang diperlukan adalah sebagai berikut:1. Data spasial adalah data dasar yang sangat dibutuhkan dalam perencanaan drainase perkotaan, yang diperoleh baik dari lapangan maupun dari pustaka, mencakup antara lain:a) Data peta yang terdiri dari peta dasar (peta daerah kerja), peta sistem drainase dan sistem jaringan jalan yang ada, peta tata guna lahan, peta topografi masing-masing berskala antara 1 : 5.000 sampai dengan 1 : 25.000 atau disesuaikan dengan tipologi kota.b) Data kependudukan yang terdiri dari jumlah, kepadatan, laju pertumbuhan, penyebaran dan data kepadatanbangunan.c) Data rencana pengembangan kota, data geoteknik, data foto udara terbaru (untuk kota metropolitan).d) Rencana Tata Ruang wilayah (RTRW)2. Data hidrologia) Data hujan minimal sepuluh tahun terakhir.b) Data tinggi muka air, debit sungai, pengaruh air balik, peil banjir, dan data pasang surut.3. Data sistem drainase yang ada, yaitu:a) Data kuantitatif banjir/genangan yang meliputi: luasgenangan, lama genangan, kedalaman rata-rata genangan,dan frekuensi genangan berikut permasalahannya serta hasil rencana induk pengendalian banjir wilayah sungai di daerah tersebutb) Data saluran dan bangunan pelengkap.c) Data sarana drainase lainnya seperti kolam tandon, kolam resapan, sumur-sumur resapan.
  19. 19. 4. Data Hidrolikaa. Data keadaan, fungsi, jenis, geometri dan dimensi saluran, dan bangunan pelengkap seperti gorong-gorong, pompa, dan pintu air, serta kolam tandon dan kolam resapan.b. Data arah aliran dan kemampuan resapan.5. Data Teknik Lainnya Data prasarana dan fasilitas kota yang telah ada dan yang direncanakan antara lain: jaringan jalan kota, jaringan drainase, jaringan air limbah, TPS (Tempat Pengolahan Sampah Sementara), TPA (Tempat Pemrosesan Akhir), jaringan telepon, jaringan listrik, jaringan pipa air minum, jaringan gas (jika ada) dan jaringan utilitas lainnya.6. Data non teknik Data pembiayaan termasuk biaya OP, peraturan-peraturan terkait, data institusi/kelembagaan, data sosial ekonomi dan budaya (kearifan lokal), data peran serta masyarakat serta data keadaan kesehatan lingkungan permukiman.
  20. 20. D. PENGENALAN PENGELOLAAN DASAR SISTEM DRAINASE PERKOTAAN
  21. 21. PARADIGMA PENANGANAN DRAINASE• Secepatnya BARU mengalirkan • Sedapat mungkin menahan limpasan air hujan dulu, meresapkan ke dalam ke saluran/ badan tanah melalui sumur resapan, waduk, kolam air terdekat. retensi dan sebagainya. • Konsep drainase LAMA berwawasan lingkungan.
  22. 22. KOMPONEN SEKTOR DRAINASE SALURAN KOLAM PINTU AIR RETENSI KOMPONEN SEKTOR DRAINASE BANGUNAN RUMAH PELENGKAP POMPA LAINNYA
  23. 23. PENGERTIAN DRAINASE PERKOTAAN DRAINASE Prasarana yang berfungsi mengalirkan kelebihan air dari suatu kawasan ke badan air penerima Drainase Perkotaan Drainase di wilayah kota yang berfungsi mengelola/ mengendalikan air permukaan, sehingga tidak mengganggu dan/atau merugikan masyarakat Drainase Perkotaan Berwawasan Lingkungan Prasarana drainase di wilayah kota yang berfungsi mengelola/ mengendalikan air permukaan (limpasan air hujan) sehingga tidak menimbulkan masalah genangan, banjir dan kekeringan bagi masyarakat serta bermanfaat bagi kelestarian lingkungan hidupSistem Drainase Lokal Sistem Drainase Lokal Sistem Drainase Sistem Drainase Lokal Kws. Hunian Kws. Industri Jalan Kws. Komersil Bagian dari sistem Bagian dari sistem Bagian dari sistem Bagian dari sistem drainasedrainase perkotaan yang drainase perkotaan yang drainase perkotaan perkotaan yang melayani melayani kawasan melayani kawasan yang melayani Jalan kawasan Komersial Hunian Industri
  24. 24. SISTEM DRAINASE PERKOTAAN Pengendalian Banjir (Flood Control) Penanganan banjir limpasan sungaiPenanganan Drainase akibat genangan air limpasan sungai hujan Wilayah Perkotaan
  25. 25. Pengaruh urbanisasi pada daerah tangkapan airterhadap laju limpasan
  26. 26. KONDISI EKSISTING DRAINASE Rumah tangga yang mempunyai akses ke saluran drainase 14,49% Rumah tangga yang tidak mempunyai akses ke saluran drainase Rumah tangga yang mempunyai sistem 52,83% drainase dalam keadaan tergenang atau alirannya32,68% lambat dengan kapasitas aliran yang kurang memadaiSumber: RPJMN Bappenas, 2010
  27. 27. Drainase Ramah Lingkungan (Ekodrainase) Pengertian Upaya mengelola air kelebihan dengan cara meresapkan sebanyak- banyaknya air ke dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan air ke sungai dengan tanpa melampaui kapasitas sungai sebelumnya Latar Belakang (paradigma baru) Perkembangan berfikir komprehensif dan isu perubahan iklim Konsep Air hujan tidak secepatnya di buang ke sungai terdekat, (air hujan disimpan atau ditampung untuk sementara waktu) Contoh menampung melalui bak tandon air untuk langsung dapat digunakan; menampung dalam tampungan buatan atau badan air alamiah, meresapkan dan mengalirkan lagi ke sungai terdekat tanpa menambah beban pada sungai yang bersangkutan.
  28. 28.  Manfaat  Dengan drainase ramah lingkungan maka kemungkinan banjir/genangan di lokasi yang bersangkutan, banjir di hilir serta kekeringan di hulu dapat dikurangi;  Mengurangi longsor di hulu;  Meningkatkan kualitas ekosistem dan lingkungan;  Mengisi/konservasi air tanah
  29. 29.  Manfaat  Dengan drainase ramah lingkungan maka kemungkinan banjir/genangan di lokasi yang bersangkutan, banjir di hilir serta kekeringan di hulu dapat dikurangi;  Mengurangi longsor di hulu;  Meningkatkan kualitas ekosistem dan lingkungan;  Mengisi/konservasi air tanah
  30. 30. E. MACAM-MACAM SISTEM PENGELOLAAN DAN INFRASTRUKTUR DRAINASE SKALA KAWASAN DAN KABUPATEN KOTA
  31. 31. Konsep PenangananPerubahan ParadigmaKONSEP LAMA PEMATUSAN  mengalirkan air secepatnya ke badan air penerima terdekatKONSEP BARU DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN  air limpasan ditampung, dan diresapkan terlebih dahulu kemudian kelebihan air dialirkan ke badan air penerima dengan memelihara kualitasnya 32
  32. 32. Konsep Penanganan RUANG LINGKUP KETERPADUAN ARAS TUJUAN PENDEKATAN KEGIATAN PROGRAM  Keterpaduan dengan sistem  Penyesuaian Masterplan  Pengembangan sistem  Flood control pengendalian banjir drainase kota dengan polder dan pemompaan  Konservasi air baku1. REGIONAL pola sungai  Pintu-pintu air  Saluran interceptor/sodetan  Pengurangan tingkat genangan  Sinkronisasi dan  Stimulasi pembangunan/  PPSP (Program Percepatan terutama pada kawasan strategis keterpaduan sistem peningktan/rehabilitasi Sanitasi Perkotaan) perkotaan untuk menjaga darinase makro dan saluran primer, sekunder &  SPPIP (Strategi Pembangunan produktifitas dan ekonomi kota/Kab, mikro yang dinyatakan tersier Permukiman Infrastruktur2. KOTA melindungi investasi terbangun dan dalam masterplan  Fasilitasi Pengembangan PS Perkotaan mencegah timbulnya dan tersebarnya drainase kota drainase perkotaan skala penyakit yang ditularkan melalui air. Kota/kab  Pengurangan genangan di kawasan  Optimalisasi kapasitas  Stimulasi pembangunan/  RPKPP (Rencana perumahan dan permukiman sistem drainase eksisting peningktan/rehabilitasi Pembangunan Kawasan  Pembangunan baru sistem drainase lokal Permukiman Prioritas)3. KAWASAN sistem drainase  Pengembangan sistem  KAPET berwawasan lingkungan drainase berwawasan  GNPSR (Gerakan Nasional lingkungan Pembangunan Sejuta Rumah)  Pengurangan tingkat genangan untuk  Pengembangan  Stimulan pembangunan  KIP menjaga keberlanjutan lingkungan pembangunan fisik prasarana drainase  Revitalisasi Kawasan perumahan dan permukiman yang saluran drainase lingkungan  Program Keciptakaryaan layak, sehat dan bersih berwawasan lingkungan  Pelibatan peran aktif berbasis masyarakat4.LINGKUNGAN  Pemeliharaan fungsi masyarakat dalam (Pamsimas, Sanimas, 3R, saluran drainase melalui memelihara fungsi drainase SLBM) peran aktif masyarakat  Penyediaan PS bangunan yang layak  Drainase berwawasan  Fasilitasi perencanaan tapak  Penerbitan IMB huni dan sehat lingkungan bangunan  KONSERVASI AIR TANAH5. TAPAK  Pemisahan saluran air  Pembangunan drainase persil  Sistem PAH (Panen Air Hujan) BANGUNAN hujan dan saluran air berwawasan lingkungan limbah  Pembuatan sumur resapan 33
  33. 33. Konsep PenangananDi Wilayah HuluLimpasan air hujan :a) ditahan dengan cara melakuan konservasi hutan/ tanamankeras,b) dialirkan terlebih dahulu ke waduk/kolam tampunganuntuk diresapkan (pola retensi sebagai upayapengawetan/konservasi air).c) Kemudian kelebihan limpasan airnya dialirkan ke badanair terdekat. 34
  34. 34. Konsep PenangananDi Wilayah TengahLimpasan air hujan melalui saluran drainase dialirkan terlebihdahulu ke waduk/kolam tampungan untuk ditampungsementara atau diresapkan apabila memungkinkan (polaretensi dan pola detensi). Kemudian kelebihan limpasan airnyadialirkan ke badan air terdekat. Kolam Sumur Tampung/Resapan Resapan 35
  35. 35. Konsep PenangananDi Wilayah Hilir Air limpasan saluran dialirkan melalui saluran drainase kewaduk/kolam untuk penampungan sementara (pola detensi)sebelum dialirkan atau dipompa ke badan air (sungai ataulaut). 36
  36. 36. Penanganan Skala Rumah Tangga 37
  37. 37. Penanganan Kualitas Air 38
  38. 38. Perlu kampanye dengan topik sebagai berikut:1. Drainase yang mengelola air kelebihan (air hujan) dengan cara ditampung untuk digunakan sebagai sumber air bersih,2. Menjaga lengas tanah dan meningkatkan kualitas ekologi,3. Diresapkan ke dalam tanah untuk meningkatkan cadangan air tanah,4. Dialirkan atau diatuskan untuk menghindari genangan serta dipelihara agar berdaya guna secara berkelanjutan. 39
  39. 39. Metode Drainase Ramah Lingkungan1. Metode Kolam Konservasi  Dilakukan dengan membuat kolam-kolam baik di perkotaan, permukiman, pertanian atau perkebunan;  Untuk menampung air hujan terlebih dahulu, diresapkan dan sisanya dapat dialirkan ke sungai secara perlahan-lahan;  Dapat dilakukan dengan memanfaatkan cekungan- cekungan, daerah bekas galian, atau sengaja dibuat dengan menggali.2. Metode Sumur Resapan  Metode praktis cara membuat sumur-sumur untuk mengalirkan air hujan yang jatuh pada atap perumahan atau kawasan tertentu. Sumur resapan dapat dikembangkan pada areal olah raga atar areal wisata;  Konstruksi dan kedalaman sumur resapan disesuaikan dengan kondisi lapisan tanah setempat;  Sumur resapan ini hanya dikhususkan untuk air hujan, sehingga masyarakat tidak memasukkan air limbah rumah tangga ke sumur resapan 40
  40. 40. 3. Metode River Side Polder  Metode menahan aliran air dengan mengelola/menahan air kelebihan (hujan) di sepanjang bantaran sungai;  Pembuatan polder pinggir sungai ini dengan memperbesar bantaran sungai di berbagai tempat secara selektif di sepanjang sungai;  Lokasi polder perlu dicari, sejauh mungkin polder yang dikembangkan mendekati kondisi alamiah, dalam arti bukan polder dengan pintu-pintu hidraulik teknis dan tanggul-tanggul lingkar hidraulis yang mahal;  Pada saat muka air sungai naik akan masuk ke polder dan keluar jika banjir reda;  Banjir di hilir dapat dikurangi dan konservasi terjaga4. Metode Areal Perlindungan Air Tanah Dilakukan dengan cara menetapkan kawasan lindung untuk air tanah, di mana di kawasan tersebut tidak boleh dibangun bangunan apapun. Areal tersebut dikhususkan untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah; Di berbagai kawasan perlu sesegera mungkin dicari tempat yang cocok secara geologi dan ekologi sebagai areal untuk recharge dan perlindungan air tanah sekaligus sebagai bagian penting dari komponen drainase kawasan. 41
  41. 41. 42
  42. 42. 43
  43. 43. 44
  44. 44. F. ASPEK PENGELOLAAN DRAINASE
  45. 45. PEMBINAAN • Fasilitasi bantuan teknis pembangunan, pemeliharaan dan pengelolaan drainase.Pemerintah • Peningkatan kapasitas teknik dan manajemen Pusat penyelenggara drainase dan pematusan genangan secara nasional 1.Bantuan teknis pembangunan, pemeliharaan dan pengelolaan). Pemerintah 2.Peningkatan kapasitas teknik dan Provinsi manajemen penyelenggara drainase dan pematusan genangan di wilayah provinsi. • 1. Peningkatan kapasitas teknik dan Pemerintah manajemen penyelenggara drainase dan Kab/Kota pematusan genangan di wilayah kabupaten/kota
  46. 46. PENGATURAN • 1.Penetapan kebijakan dan strategi nasional dalam penyelenggaraan drainase dan pematusanPemerintah genangan. • 2.Penetapan NSPK penyelenggaraan drainase dan Pusat pematusan genangan. • 1.Penetapan peraturan daerah kebijakan dan strategi provinsi berdasarkan kebijakan dan Pemerintah strategi nasional. • 2. Penetapan peraturan daerah NSPK provinsi Provinsi berdasarkan SPM yang ditetapkan oleh pemerintah di wilayah provinsi. • 1. Penetapan peraturan daerah kebijakan dan strategi kabupaten/kota berdasarkan Pemerintah kebijakan nasional dan provinsi. Kab/Kota • 2. Penetapan peraturan daerah NSPK drainase dan pematusan genangan di wilayah kabupaten/kota berdasarkan SPM yang disusun pemerintah pusat dan provinsi.
  47. 47. PEMBANGUNAN • 1.Fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan operasionalisasi sistem drainase dan penanggulangan banjir lintas provinsi. • 2. Fasilitasi penyelenggaraan pembangunan dan pemeliharaan PS drainase dan pengendalian banjir di kawasan khusus dan strategis nasional.Pemerintah • 3. Fasilitasi penyusunan rencana induk Pusat penyelenggaraan prasarana sarana drainase dan pengendalian banjir skala nasional. • 1. Fasilitasi penyelesaian masalah dan permasalahan operasionalisasi sistem drainase dan penanggulangan banjir lintas kabupaten/kota. Pemerintah • 2.Fasilitasi penyelenggaraan pembangunan dan Provinsi pemeliharaan PS drainase di wilayah provinsi. • 3.Penyusunan rencana induk PS drainase skala regional/lintas daerah. • 1. Penyelesaian masalah dan permasalahan operasionalisasi sistem drainase dan Pemerintah penanggulangan banjir di wilayah kabupaten/kota serta koordinasi dengan daerah Kab/Kota sekitarnya. • 2. Penyelenggaraan pembangunan dan pemeliharaan PS drainase di wilayah kabupaten/kota. • 3. Penyusunan rencana induk PS drainase skala kabupaten/kota.
  48. 48. PENGAWASAN • 1. Evaluasi kinerja penyelenggaraan sistem drainase dan pengendali banjir secara nasional. • 2. Pengawasan dan pengendalian penyelenggaraanPemerintah drainase dan pengendalian banjir secara lintas provinsi. Pusat • 3. Pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK. • 1. Evaluasi di provinsi terhadap penyelenggaraan sistem drainase dan pengendali banjir di wilayah provinsi. • 2. Pengawasan dan pengendalian Pemerintah penyelenggaraan drainase dan pengendalian banjir lintas kabupaten/kota. Provinsi • 3. Pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK. • 1. Evaluasi terhadap penyelenggaraan sistem drainase dan pengendali banjir di wilayah kabupaten/kota. Pemerintah • 2. Pengawasan dan pengendalian Kab/Kota penyelenggaraan drainase dan pengendalian banjir di kabupaten/kota. • 3. Pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan NSPK.
  49. 49. ASPEK PEMANTAUAN MELIPUTI : A. Aspek StrukturalSistem Drainase Karakteristik Kondisi Saluran Kondisi Bangunaneksisting meliputi ; Genangan dilengkapi dengan : Pelengkap antara- sistem dan pola meliputi: - data elevasi lain : pengaliran, - lokasi genangan, dasar saluran, - rumah pompa- kapasitas sistem, - korban jiwa dan - dimensi, dan dan banjir,- permasalahan kerugian kemiringan - pintu air, banjir dan material, saluran, - kolam retensi, genangan - luas, tinggi, lama - material saluran - gorong-gorong- kondisi prasarana genangan dan - Tahun dll. dan sarana - intensitas pembangunan genangan dilengkapi koordinat lokasi genangan dan peta genangan
  50. 50. ASPEK PEMANTAUAN MELIPUTI : A. Aspek StrukturalSistem Drainase Karakteristik Kondisi Saluran Kondisieksisting meliputi : Genangan dilengkapi dengan : Bangunan- sistem dan pola meliputi: - data elevasi Pelengkap antara pengaliran, - lokasi genangan, dasar saluran, lain :- kapasitas sistem, - korban jiwa dan - dimensi, dan - rumah pompa- permasalahan kerugian kemiringan dan banjir, banjir dan material, saluran, - pintu air, genangan - luas, tinggi, lama - material saluran - kolam retensi,- kondisi prasarana genangan dan - Tahun - gorong-gorong dan sarana - intensitas pembangunan dll. genangan dilengkapi koordinat lokasi genangan dan peta genangan
  51. 51. EVALUASI Aspek struktural Setiap 6–12 bulan sekali - Bidang administrasi keuangan berupa audit setiap 6-12 bulanAspek non sekalistruktural - Bidang kelembagaan dan institusi setiap 12 bulan sekali
  52. 52. G. READINESS CRITERIA DALAM PENGANGGARAN DIBIDANG DRAINASE
  53. 53. READINESS CRITERIA DALAM PENGANGGARANPRASARANA DAN SARANA DIBIDANG DRAINASE: Kesiapan Lahan Tersedianya DED Tersedianya AMDAL Adanya Insitusi Pengelola PascaKosntruksi Adanya surat pernyataan bersedia serah terima aset Adanya Surat Pernyataan Minat Pembangunan Prasarana dan Sarana Drainase
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×