Pola Penanganan Air Limbah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pola Penanganan Air Limbah

on

  • 2,505 views

Pola Penanganan Air Limbah.

Pola Penanganan Air Limbah.

Statistics

Views

Total Views
2,505
Views on SlideShare
2,314
Embed Views
191

Actions

Likes
1
Downloads
224
Comments
1

2 Embeds 191

http://www.nawasis.com 177
http://www.weebly.com 14

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pola Penanganan Air Limbah Pola Penanganan Air Limbah Presentation Transcript

  • Jakarta, 26 Februari 2013 POLA PENANGANAN AIR LIMBAH Nuris Wahyudi Subdit Air LimbahDIREKTORATPENGEMBANGANPENYEHATANLINGKUNGANPERMUKIMANDIREKTORATJENDERALCIPTAKARYAKEMENTERIANPEKERJAANUMUM
  • Potret Sanitasi Indonesia BABs Jamban dengan kualitas buruk Limbah Industri yang belum terolahSampah di SaluranDrainase Pembuangan lumpur tinja ilegalMandi dan Cuci di Sungai 2
  • Kerugian Akibat Sanitasi Buruk75% Sungai & 80% Air Tanah Tercemar MasyarakatMembayar 25% LebihMahaluntuk Air MinumPerpipaan View slide
  • Kerugian Akibat Sanitasi BurukKerugianekonomiakibatsanitasiburukmencapaiUS $ 6,3 Milyar ~ Rp 58 Triliun ~ 2,3% GDP IndonesiaSamasajadengankebocoranpadaangkapertumbuhanekonomi Indonesia (Bank Dunia, 2007) View slide
  • Kerugian Akibat Sanitasi Buruk Investasi sanitasi yang masih belum memadai• Angka Investasi Sanitasi pada rentang 1970-2000 tercatat hanya sebesar Rp 200/kap/th• Dalam kurun 5 tahun terakhir terjadi peningkatan investasi sanitasi menjadi Rp 5000/kap/th• Masih Jauh dari Angka Investasi Sanitasi Ideal yaitu Rp 47.000/kap/th
  • Proporsi Penduduk Tanpa Akses terhadap Sanitasi Layak (UN, 2008) 80% 71% 70% 60% 50% 51% 50% 47% 40% 30% 24% 25% 19% 20% 10% 4% 4% 0% 0% Singapura Thailand Malaysia Myanmar Filipina Vietnam Laos Timor Indonesia Kamboja LestePada tahun 2010, terdapat peningkatan presentasi jumlah penduduk yangmemiliki akses terhadap sanitasi yang layak di Indonesia, sebesar 55,53%
  • CAKUPAN SANITASI LAYAK 2011100,00 87,83 90,00 82,15 83,26 80,00 73,01 67,64 67,23 66,56 70,00 64,15 62,02 Indonesia 59,42 60,00 56,47 55,60 53,29 52,50 54,21 52,53 50,10 50,65 51,43 50,75 47,36 47,34 48,38 48,39 46,68 50,00 44,67 44,33 43,81 43,40 39,22 39,23 40,00 33,72 30,00 23,82 24,31 20,00 10,00 0,00
  • PENCAPAIAN TARGET MDG’STarget 7C :Menurunkan hingga setengahnya proporsi rumah tangga tanpa akses berkelanjutanterhadap air minum layak dan sanitasi dasar hingga tahun 2015 Target Rentang Baseline Indikator (Target 7C) 2009 2010 2011 MDGs yang harus (1993) (2015) dipenuhi Proporsi rumah tangga dengan akses sanitasi layak yang7.9 24,81% 51,19% 55,53% 55,60% 62,41% 6,88% berkelanjutan (perdesaan dan perkotaan)7.9.a Perkotaan 53,64% 69,51% 72,78% 72,54% 76,82% 4,04%7.9.b Perdesaan 11,10% 33,96% 38,47% 38,97% 55,55% 17,08%
  • PERATURAN PERUNDANNGAN-UNDANGAN TERKAIT DENGAN PENGELOLAAN AIR LIMBAHBab III : KONSERVASI SUMBER DAYA AIR, UU 7/2004 SDA• Pasal 21 (1) Perlindungan dan pelestarian sumber air ditujukan untuk melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannya terhadap kerusakan atau gangguan yang disebabkan oleh daya alam, termasuk kekeringan dan yang disebabkan oleh tindakan manusia.• Pasal 21 (2) Perlindungan dan pelestarian sumber air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui a.l. (d) pengaturan prasarana dan sarana sanitasi.• Pasal 24 setiap orang atau badan usaha dilarang melakukan kegiatan yang mengakibatkan rusaknya sumber air dan prasarananya, mengganggu upaya pengawetan air, dan atau mengakibatkan pencemaran air. (Ketentuan pidananya di ps (94))Bab IV : PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA AIR, UU 7/2004 SDA.• Pasal 40 (6) : Pengaturan dan pengembangan SPAM sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diselenggarakan secara terpadu dengan pengembangan Prasarana dan Sarana Sanitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) huruf (d). 9
  • Bab III : PERLINDUNGAN AIR BAKU, PP 16/2005• Pasal 14 (1) Perlindungan air baku dilakukan melalui kerterpaduan pengaturan pengembangan SPAM dan Prasarana dan Sarana Sanitasi.• Pasal 14 (2) Prasarana dan Sarana Sanitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi PS Air Limbah dan PS Persampahan.Bab IV : PENYELENGGARAAN, PP 16/2005• Pasal 23 (1) : Penyelenggaraan SPAM harus dilaksanakan secara terpadu dengan pengembangan Prasarana dan Sarana Sanitasi untuk menjamin keberlanjutan fungsi penyediaan air minum dan terhindarnya air baku dari pencemaran air limbah dan sampah.• Pasal 23 (2) : Keterpaduan pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan pada setiap tahap tahapan penyelenggaraan pengembangan.• Pasal 23 (3) : Apabila penyelenggaraan pengembangan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) belum dapat dilakukan secara terpadu pada semua tahapan, sekurang-kurangnya dilaksanakan pada tahap perencanaan, baik penyusunan rencana induk maupun dalam perencanaan teknik. 10
  • Sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 - 2014 Stop Buang Air Besar Sembarangan pada akhir tahun 2014 Perluasan layanan air limbah melalui sistem sewerage di 16 kota Peningkatan layanan air limbah setempat dan komunal di 226 kab/kota RPJMN Targets
  • Kebijakan dan Strategi Sektor Air Limbah Kebijakan 1 :Peningkatan akses prasarana dan sarana air limbah baik sistem setempat maupun sistem terpusat di perkotaan dan perdesaan untuk perbaikan kesehatan masyarakatStrategi : Peningkatan akses masyarakat terhadap prasarana dan sarana air limbah sistem setempat (on site) di perkotaan dan perdesaan melalui sistem komunal; Peningkatan akses masyarakat terhadap prasarana dan sarana air limbah sistem terpusat (off site) di kawasan perkotaan metropolitan dan besar. Kebijakan 2 : Meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha/swasta dalam penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah permukimanStrategi :1. Merubah perilaku dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air limbah permukiman;2. Mendorong partisipasi dunia usaha/swasta dalam penyelenggaraan pengembangan dan pengelolaan air limbah permukiman.
  • Kebijakan 3 :Pengembangan perangkat peraturan perundangan penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukimanStrategi :1. Menyusun perangkat peraturan perundangan yang mendukung penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman;2. Penyebarluasan informasi peraturan perundangan terkait penyelenggaraan pengelolaan air limbah permukiman;3. Penerapan peraturan perundangan. Kebijakan 4 : Penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas personil pengelolaan air limbah permukimanStrategi :a. Memfasilitasi pembentukan dan perkuatan kelembagaan pengelola air limbah permukiman di tingkat masyarakat;b. Mendorong pembentukan dan perkuatan institusi pengelola air limbah permukiman di daerah;c. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar lembaga;d. Mendorong peningkatan kemauan politik (political will) para pemangku kepentingan untuk memberikan prioritas yang lebih tinggi terhadap pengelolaan air limbah permukiman.
  • Kebijakan 5 : Peningkatan pengembangan alternatif sumber pendanaan pembangunan prasarana dan sarana air limbah permukimanStrategi :1. Mendorong berbagai alternatif sumber pembiayaan untuk penyelenggaraan air limbah permukiman.2. Pembiayaan bersama pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan sistem air limbah Perkotaan dengan proporsi pembagian yang disepakati bersama.
  • PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERMUKIMANPendekatan Berbasis Masyarakat Berbasis Institusi Skala Skala Lingkungan/ Skala Kota (city wide) Skala Regional/NasionalPenanganan Kawasan Pengembangan PS pelayanan kota 1.Pro poor berdasarkan demand responsive Pembangunan prasarana dan 2. Kawasan kumuh & sarana air limbah rawan sanitasi  Kota metropolitan & besar : off site mendukung /sewerage sistem kerjasama antar  Kota sedang/kecil: off site sistem kota/daerah 1. Desa : terpadu – fokus pada pelayanan dalam melindungi Model CLTS/STBM IPLT (peningkatan on site pencemaran  On-site management) badan air  Kota/kawasan lama: 2. Kumuh perkotaan : Shallow/small bore sewer atau Model SANIMAS sewerage skala kawasan, terpadu Prokasih dan dengan PS pelayanan kota  Off-site skalakecil sejenisnya mendukung revitalisasi kota lama. (one river one  Kota/kawasan baru: management)  Pembangunan sistem sewerage untuk kawasan Rumah Sederhana Sehat (RSH) atau kws MBR.  Mendorong pembangunan sistem sewerage untuk kota baru melalui investasi.
  • PENGEMBANGAN AIR LIMBAH BERDASARKAN ARAS SPATIAL ARAS SPASIAL TUJUAN PENDEKATAN RUANG LINGKUP KEGIATAN KETERPADUAN PROGRAM1. REGIONAL  Pengendalian pencemaran dan perlindungan  One river, one  Identifikasi sumber-2  Program kali bersih air baku management pencemaran  Integrated Water  Station monitoring Resources Managemt  IPAL regional2. KOTA  Peningkatan akses pelayanan publik dan • Pengelolaan air  Fasilitasi pembangunan  Peningkatan pelayanan kualitas pelayanan sanitasi dengan minimum limbah/sanitasis kala kota sistem sewerage air limbah perpipaan mencapai standar minimal dalam rangka (city wide) dengan  Fasilitasi peningkatan skala kota meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pembangunan secara atau pembangunan  Peningkatan akses dan dan perlindungan lingkungan bertahap IPLT kualitas pelayanan sanitasi/air limbah skala kota (IPLT)3. KAWASAN  Dukungan terhadap kws permukiman yang  Mewajibkan setiap  Penyusunan aturan  Dukungan prasarana layak huni dan sehat pengembang untuk perundangan dan dan sarana kawasan menyediakan sewerage NSPM pembangunan Rumah pada kws real estate  Fasilitasi pembangunan Sehat Sederhana (RSH)  Memberikan subsidi sewerage bertahap - GNPSR kepada pengembang RSH4. LINGKUNGAN  Meningkatkan kondisi sanitasi lingkungan  Pemberdayaan masyarakat  Stimulasi sistem  Pengembangan Sanitasi pada masyarakat perkotaan yg padat, kumuh  Sharing dana antara pengolahan air limbah Lingkungan oleh dan miskin berdasarkan kebutuhan dan pemerintah pusat , prop, skala komunitas Masyarakat (SANIMAS) kesesuaian masyarakat itu sendiri. kab/kota, LSM dan  Fasilitasi pengelolaan  Kampung Improvement masyarakat /manajemen Program (KIP) pembangunan  Decentralized wastewater treattment5. TAPAK  Mengubah perilaku masyarakat untuk tidak  Pemberdayaan masyarakat  Percontohan  Penerbitan IMBBANGUNAN / membuang tinja ditempat terbuka tetapi untuk membangun jamban  Penyediaan fasilitator  Bebas BAB ditempatPERSIL membangun serta menggunakan jamban + dengan dana sendiri atau pemberdayaan terbuka septic tank/cubluk kembar sumber lain non-pemerintah masyarakat  Pengembangan program CLTS (Community Lead Total Sanitation)
  • ALGORITMA PILIHAN TEKNOLOGI SANITASI START KEPADATAN KEPADATAN KEPADATAN KEPADATAN t t t PENDUDUK .> 400 jiwa/ha ? .> 300 jiwa/ha ? .> 200 jiwa/ha ?SUMBER AIR y AIR TANAH y y t CUKUP ? YANG ADA y SUMBER AIR DISARANKAN DISARANKAN DILAYANI OLEH DILAYANI OLEH AIR TANAH YG DIMUNGKINKAN DISARANKAN PDAM PDAM AIR TANAH > KEDALAMAN t y 1,5 m AIR TANAHPERMEABILITAS TANAH PERMEABI t y LITAS TINGGI ? KEMIRINGAN TANAH BIDANG KEMIRINGAN t RESAPAN BISA t DIBUAT ? >2%? KETERSEDIAAN LAHAN y y INTER TANGKI KEMAMPUAN SHALOW CUBLUK SEWERAGE SEPTOR & SEPTIK DG MEMBIAYAI & t t SEWER COCOK t t TUNGGAL t COCOK ? SEWERAGE RESAPAN KECOCOKAN ? COCOK ? COCOK ? COCOK ? y y Y y y TANGKI PILIHAN SEPTIK, SMALL TANGKI CUBLUK CUBLUK SHALLOW SEWERAGE BORED BIOFILTER SEPTIK DG TEKNOLOGI INTERSEPTOR SEWER TUNGGAL BERSAMA SEWER RESAPAN & SEWER
  • APLIKASI PILIHAN TEKNOLOGI SANITASI (contoh) Tangki Septik Shalow Sewer 100 s/d 300 jiwa/ha > 400 jiwa/ha Conventional Sewerage
  • Pendekatan Berbasis Institusi• Kota metropolitan & besar : off site /sewerage sistem• Kota sedang/kecil: off site sistem terpadu – fokus pada pelayanan IPLT (peningkatan on site management)• Kota/kawasan lama: Shallow/small bore sewer atau sewerage skala kawasan, terpadu dengan PS pelayanan kota mendukung revitalisasi kota lama• Kota/kawasan baru: • Pembangunan sistem sewerage untuk kawasan Rumah Sederhana Sehat (RSH) • Mendorong pembangunan sistem sewerage untuk kota baru Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpusat
  • 1. PekerjaanPemasanganPipa(open trench)
  • 2. PekerjaanPemasanganPipa(Pipe Jacking)Shaft preparation (Sheet Shaft preparation Deck Cover after complete Arrival Pile Driving) shaft Preparation Setting slurry pipe Setting pump, valve slurry Install thrust wall and setting hydraulic jack Complete setting slurry type Setting mud tank, mixer etc component
  • Forcing Shield Machine Cutting face for inserting Shield Install of Shield machine Machine Unloading Jacking Pipe Jacking ForceProgressing Pipe Jacking Traffic Management Traffic Condition during Construction
  • PEMBANGUNAN & PENGEMBANGAN SISTEM AIR LIMBAH TERPUSAT DI 13 KOTABandung: IPAL Bojongsoang IPAL Suwung, BaliCirebon: IPAL Ade Irma, Kesenden,Perumnas,and Perumnas UtaraYogyakarta: IPAL SewonSurakarta: IPAL Mojosongo andSemanggiBali: IPAL SuwungMedan: IPAL Pulo BrayanPrapat: IPAL Aji Bata IPAL Sewon, YogyakartaBalikpapan: IPAL MargasariBanjarmasin: IPAL HKSN,Lambung Mangkurat, PekapuranRaya, BasiriJakarta: IPAL Setiabudi & MalakaSari IPAL CirebonTangerang: IPAL SukasariManado: IPAL BoulevardBatam: IPAL Batam Center
  • Pendekatan Berbasis MasyarakatUntuk kawasan kumuh perkotaan:Sanitasi Berbasis MasyarakatMenitik beratkan pada pemberdayaanmasyarakat– Menerapkan Pendekatan Tanggap Kebutuhan– Peranpemerintah: provider  fasilitator– Memberikan pilihan yang diinformasikan (informed choice): aspek teknologi, IPAL Komunal pembiayaan, lingkungan, sosial budaya dan kelembagaan Untuk perdesaan: Community-Led Total Sanitation - sistem on-site Tangki Septik
  • KONSEP SANIMASMemfasilitasi dan membantu masyarakatyang tinggal di permukiman padat, kumuh,miskin perkotaan untuk merencanakan,melaksanakan, memanfaatkan danmerawat sistem sanitasi yang dipilih
  • PRINSIP SANIMAS• Pendekatan yang tanggapterhadapkebutuhan masyarakat (Demand Responsive Approach/DRA)• Masyarakat diberi kesempatan untuk menyeleksisendiri calon lokasi (Self-Selection)• Kontribusi/pendanaan dari berbagai sumber (Multi-sources of Financing) -(Pemerintah dan Masyarakat)• Masyarakat memilih sendiri sarana sanitasinya berdasarkan InformasiPilihanTeknologiSanitasi (Technology Informed Choices)• Pemberdayaan Masyarakat (Pelatihan-pelatihan) (Capacity Building)• Peran serta atau partisipasi(Participation) masyarakat sejak Perencanaan, Pelaksanaan pembangunan, hingga Pemanfaatan dan Perawatan
  • RANGKAIAN KEGIATAN SANIMAS PERSIAPAN Sosialisasi Pernyataan MinatPENYIAPAN TFL SELEKSI KAB/KOTA -Kab/KotaTerpilih Usulan LokasiSeleksi -MoU Usulan TFLPelatihan -TFL Terpilih Penyiapan MoU SELEKSI LOKASI Longlist Lokasi Terpilih -Shortlist-PEMBENTUKAN KSM PENYUSUNAN RKM-PELATIHAN KSM Dokumen RKM Organisasi, Pilihan teknologi dan-PELATIHAN MANDOR sarana, DED (detail desain), RAB,-PELATIHAN TUKANG Jadwal Kegiatan KONSTRUKSI-PELATIHAN OPERATOR -Pelaksanaan dan Pengawasan Sarana Siap-SOSIALIASI PENGGUNA /Pengendalian oleh Masyarakat Digunakan O&M -Efluen memenuhi standar Operasi -Penyakit terkait air -Pemeliharaan menurun -Sarana berkelanjutan 28
  • SANIMAS MENGISI GAP: Teknologi Vs PelayananCO Conventional centralized & high costs systemsNVENIE Common CBS-optionsNCE Common on-site Sanitation Systems COST 29
  • PilihanTeknologi SANIMAS Septictank BersamaIPAL Sistem Komunaldengan Pemipaan MCK Plus ++ 30
  • Capaian SANIMAS TAHUN 2003 - 2012 140 120 100JUMLAH 80 60 40 20 0 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2011 2012Provinsi 2 2 3 20 22 16 17 17 18Kota/Kab 6 7 10 53 80 69 65 38 43Lokasi 6 8 11 65 125 108 97 67 82
  • Sanimas di Indonesia Jumlah Jumlah Tahun Jumlah Lokasi Provinsi Kota/Kabupaten 2003 2 6 6 2004 2 7 8 2005 3 10 11 2006 20 53 65 2007 22 80 124 2008 16 69 108 2009 17 65 100 2010 0 0 0 2011 17 38 67 2012 18 43 82 2013 32 180 344Total (2003 – 2012) 32 169 571
  • Tabel Pembiayaan per Komponen Kegiatan SANIMAS No. Komponen Kegiatan APBN APBD Masyarakat Persiapan Sosialisasi Kab/Kota √ I Workshop Regional √ Pelatihan TFL √ Seleksi Kampung Daftar Panjang (Long List) √ Daftar Pendek (Short List) √ II Sosialisasi √ Kajian Cepat Partisipatif(Rapid Participatory √ Assessment) Penyusunan RKM Penentuan pengguna √ Pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat √ III Pilihan Teknologi √ DED + RAB √ Rencana Kerja Masyarakat √ Dokumentasi dan legalisasi RKM √ Pemberdayaan Masyarakat Pelatihan KSM √ Pelatihan Bendahara √ IV Pelatihan Mandor √ Pelatihan Operator √ Kampanye kesehatan √ Konstruksi Material √ √ V √ √ Upah pekerja Lahan √ √ Pendampingan: Senior TFL √ VI TFL Masyarakat (Sosial) √ TFL Pemda (Teknis) √ VII Pengoperasian & Pemeliharaan √ √ VIII Monitoring & Evaluasi √ √ √
  • PERUBAHAN PERILAKUHIDUP MASYARAKAT SANIMAS 34
  • SANIMAS SISTEM MCK PLUS 15 266 15 Dak Beton 12 Ring Balk 25/30 133 145 445 393 100 300 248 200 150 118 Plat Penutup 15 cm 24 70 24 110 Manhole 10 15 80 15 ±0.97 ±1.00 ±0.97 10 Buis Beton Ø60 cm 15 8797 A 50 40 F E D C 10 Filter Material 10 40 45 10MT ±0.00 73 Plat Lantai 1:2:3 10 cm Plat Penyaring B Lantai Kerja 1:3:5 10cm Pasir Urug 10 cm Balok Penyangga 95 R150 286 300 200 PVC D Ø 6" 107 Plat Lantai 25 cm 5 25 20 10 Lantai Kerja 10 cm 10 35 20 Pasir Urug 10 cm 25 20 15 170 24 170 24 80 15 80 15 80 24 90 24 170 15 150 15 1512 POTONGAN 1 - 1" 0 50 100 150 200 Tiang Pancang Kayu Ulin 10 x 10 cm
  • SANIMAS SISTEM KOMUNAL-PERPIPAAN Jln. KH. Wachid Hasyim Jln. Letjend Suprapto Jln.Wirobrajan Jln. KHA DahlanOutlet Jembatan Serangan 220 C B 1 D A 2 3 RT 01 o ng Inlet 4 ino li W 5 RT 02 Ka 7 29 8 30 28 9 6 19 27 2 20 21 22 13 23 26 24 12 1 6 7 9 17 18 11 18 10 17 25 1 1 5 8 10 10 16 15 11 RT 05 16 19 11 13 14 2 2 4 2 12 3 14 RT 04 18 1 3 15 RT 03 4 5 3 12 12 8 6 11 4 9 KETERANGAN Tembok SD Serangan 5 8 13 7 16 17 26 S 25 24 23 x Rumah Penduduk AT W DE 6 7 Batas RT 14 15 M 9 20 21 22 U TE Pipa Utama 10 SIS AL LOKASI IPAL DEWATS Lokasi IPAL IP Bak Kontrol 0 5 10 15 20m
  • SANIMAS SISTEM MIX (GABUNG) antaraKOMUNAL- PERPIPAAN DAN MCK PLUS
  • Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) IPLT Unit PengolahanSete Unit Pengangkut mpato Tangkiseptik paling o Truk tinja o Pengolahan primer: banyakdigunakan di o Motor tinja TangkiImhoff, bak sedimentasi Indonesia o Pengolahan sekunder: sistemo Biofilter kolam/lagoon, oxidation ditch o Pengering Lumpur IPLT Banda Aceh
  • 30 September 2010,PBB menerbitkan resolusi yang menyatakan bahwa Air dan Sanitasimerupakan Hak Asasi ManusiaTercatat 41 negara abstain, 122 negara mendukung, namun tidak adayang menyatakan penolakan Terima Kasih