Your SlideShare is downloading. ×
0
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Dinkes promosi hygiene sanitasi (malang,22 juli 2013)

1,549

Published on

Program dan Kegiatan Promosi Kesehatan, Higiene dan Sanitasi (Prohisan) di Provinsi Jawa TImur

Program dan Kegiatan Promosi Kesehatan, Higiene dan Sanitasi (Prohisan) di Provinsi Jawa TImur

Published in: Business
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
1,549
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
54
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PROMOSI HYGIENE SANITASI DISAMPAIKAN PADA ACARA : Pra Lokakarya Memorandum Program Sanitasi Malang, 22 Juli 2013 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS KESEHATAN Jl. Jend. A. Yani No. 118 Surabaya
  • 2. LATAR BELAKANG & KONSEP PEMIKIRAN DASAR PENANGANAN MASALAH SANITASI TEORI ILMIAH LANDASAN KEBIJAKAN REALITA KONDISI SANITASI STRATEGI
  • 3. Lingkungan Perilaku Keturunan YanKes faktor2 yg mempengaruhi “Derajad Kesehatan” ENVIRONMENTAL OF HEALTH : HENDRIK L. BLUM ( 1974 )
  • 4. SIMPUL 1 TEORI SIMPUL KESLING SIMPUL 2 SIMPUL 3 SIMPUL 4 Sumber polutan: alami,buatan penderita, carrier Polutan mencemari lingkungan : air, tanah, udara, makmin,vektor Polutan sdh msk tubuh manusia (Biomarker): darah, urine, jaringan) Dampak : Sehat, Carrier, Cacat, Mati, Sakit/penderita: akut, subklinik, samar Perjalanan Penyakit scr umum ada 4 tahapan / 4 simpul Area yang seharusnya menjad i garapan adalah di Simpul 1 DENGAN FOKUS THD SIMPUL 1, MAKA DAMPAK YG DITIMBULKAN DPT DICEGAH LBH MAKSIMAL  ASPEK PROMOTIF & PREVENTIF SESUAI DG PARADIGMA SEHAT
  • 5. LANDASAN KEBIJAKAN ( SECARA UNIVERSAL ) 1. Deklarasi Rio de Janeiro (Brazil)Th. 1992 ttg Lingk Hidup dan Pembangunan  tindak lanjut dari deklarasi PBB th. 1972 di Stockholm 2. MDGs (Millenium Development Goals) Bidang Kelestarian Lingkungan 3. Kebijakan Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat ( AMPL ) 4. RENSTRA ( Nasional, Propinsi & Kab/Kota ) 5. Lain2 ( kebijakan khas daerah dll )
  • 6. Terdiri dari 8 goal/tujuan, 18 target dan 48 indikator untuk kurun waktu 1990-2015 •Goal 1: Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan •Goal 2: Mencapai pendidikan dasar untuk semua •Goal 3: Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan •Goal 4: Menurunkan angka kematian anak •Goal 5: Meningkatnya kesehatan ibu •Goal 6: Memerangi HIV/AIDS, Malaria serta penyakit manular lainnya •Goal 7: Memastikan kelestarian Lingkungan •Goal 8: Membangun kemitraan global untuk pembangunan Millenium Development Goals (MDGs)
  • 7. Tujuan 7: Menjamin Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Target 10 : Menurunkan sampai “separuh” proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman & berkelanjutan, serta fasilitas sanitasi dasar pada tahun 2015 (MDGs, goal 7 : poin2) indikator-indikator (ada 2 ):  akses akan air bersih layak minum  akses akan sanitasi yang layak TARGET YG HARUS DICAPAI “Minimal” separuh (lbh besar lbh baik) masalah masy yg tdk akses bisa teratasi
  • 8. LATAR BELAKANG PENTINGNYA PEMBANGUNAN DIBIDANG SANITASI  DINAMIKA PEMB & AKTIVITAS MANUSIA LAINNYA SEMAKIN MENINGKAT  MSL LINGK MAKIN BESAR  PERTUMBUHAN PENDUDUK  KEBUTUHAN FASILITAS SANITASI DASAR & FASILITAS UMUM YG IDEAL SEMAKIN MENINGKAT  HYGIENE SANITASI MASYARAKAT (PEDESAAN & URBAN) TERMASUK PHBS MASIH BELUM MEMENUHI HARAPAN  MENIMBULKAN “MAN MADE BREEDING PLACES”
  • 9. Lanjutan :  SUMBER DAYA MANUSIA MASIH PERLU DITINGKATKAN  TANTANGAN DI ERA GLOBALISASI NEGARA HARUS MENGEJAR KETERTINGGALAN DG NEGARA2 LAINNYA KHUSUSNYA DI BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN  MASYARAKAT  MASIH PERLU PENGGALAKAN UPAYA PEMBERDAYAAN  HAMPIR 90 % PENYAKIT YG ADA ADALAH AKIBAT DARI PERILAKU HYGIENE DAN SANITASI YG TDK BAIK  AKSES THD SARANA AIR MINUM DAN SANITASI DASAR MEMILIKI KONTRIBUSI BESAR THD PENURUNAN ANGKA KESAKITAN
  • 10. 1. Air Bersih & Sanitasi Dasar 2. Keracunan Makanan & bahan pangan 3. Pencemaran Udara & Kebisingan 5. Bahan Toxic & B3 8. Vektor Penyakit 7. Perubahan Iklim 6. Pencemaran Akibat Limbah Padat & Cair 4. Kedaruratan Lingkungan
  • 11. MASALAH SANITASI DAERAH URBAN
  • 12. POTRET KONDISI SANITASI KITA
  • 13. ANDAIKATA DIDALAM KOTORANNYA TERDAPAT VIRUS HEPATITIS/ VIRUS POLIO/ BAKTERI KOLERA/ PENYAKIT LAINNYA, MAKA MASY. DISEPANJANG ALIRAN SUNGAI AKAN TERKENA DAMPAKNYA….!!!! SUNGAIPUN MENJADI NAJIS UNT DIPAKAI SEBAGAU AIR WUDLU
  • 14. JANGAN MENUNGGU WABAH MELEDAK, BARU BERTINDAK…!!! ITU SUDAH TERLAMBAT…!!!
  • 15. TARGET TERHADAP AKSES SANITASI DASAR YANG SEHAT ( SESUAI MDGs ) HASIL THN. 2010 TARGET THN. 2011 TARGET THN. 2012 TARGET THN. 2013 TARGET THN. 2014 TARGET THN. 2015 53,43 54,10 56 58 60 62,41 HASIL THN. 2010 HASIL THN. 2011 HASIL THN. 2012 HASIL THN. 2013 HASIL THN. 2014 HASIL THN. 2015 53,43 56,76 57,11 - - -
  • 16. TARGET TERHADAP AKSES SARANA AIR MINUM YANG LAYAK ( SESUAI MDGs ) HASIL THN. 2010 TARGET THN. 2011 TARGET THN. 2012 TARGET THN. 2013 TARGET THN. 2014 TARGET THN. 2015 54,60 57,12 59 62 65 68,87 HASIL THN. 2010 HASIL THN. 2011 HASIL THN. 2012 HASIL THN. 2013 HASIL THN. 2014 HASIL THN. 2015 54,60 62,75 70,50 - - -
  • 17. 19 Isu Sanitasi Opsi Intervensi Sanitasi Urban &Rural, Cakupan pembangunan, penyebaran pen- duduk, kondisi geografis yang sangat beragam PHBS masyarakat Kebijakan komprehensif lintas sektor untuk menyediakan fasilitas sanitasi yang layak dan sehat Tuntutan MDGs, 1. PPSP target Nasional: 30 Kab/Kota 2. Penerapan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) 450 KK (Jatim 30KK) 1. Limbah 2. Persampahan 3. Drainase 3. Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) : 20.000 desa 1. Stop BAB sembarangan (BABs) 2. Cuci tangan pakai sabun (CTPS) 3. Pengelolaan air minum dan makanan aman 4. Pengelolaan sampah benar 5. Pengelolaan limbah aman
  • 18. SATU GERAKAN TOTAL DAN TERPADU S T B M ( SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT 1. Setiap Rumah Tangga sudah BAB di jamban untuk mencapai ODF . 2. Setiap Rumah Tangga sudah terbiasa Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) 3. Setiap Rumah Tangga sudah mengelola Air Minum dan Makanan yg aman 4. Setiap Rumah Tangga mengelola sampahnya dengan benar 5. Setiap Rumah Tangga mengelola limbah dengan benar OUTCOME Menurunnya kejadian penyakit berbasis lingkungan  menurunkan resiko kematian  meningkatkan derajad kesehatan
  • 19. 3 Komponen Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) DEMAND Creation SUPPLY Improvement ENABLING Environment
  • 20. DEMAND ( menciptakan kebutuhan ) Menciptakan kebutuhan thd masy. ttg pentingnya jamban dengan metode “pemicuan” KOMPONEN STRATEGI STBM DI JAWA TIMUR SUPPLY ( mendekatkan supply thd masy ) Masyarakat yg sdh “terpicu” hrs difasilitasi dg mendekatkan unsur2 supplay yg murah thd masy yg sdh terpicu (mis. dg membentuk wirausaha sanitasi yg memiliki social oriented) ENABLING ENVIRONMENT (menciptakan lingk yg mendukung) Sektor terkait/SKPD menciptakan lingkungan yg mendukung semua proses tsb, minimal memberikan dukungan kebijakan IS
  • 21. CONTOH SAAT PELAKSANAAN “PEMICUAN” DI MASYARAKAT ( DLM UPAYA MENCIPTAKAN DEMAND ) MEMICU TIDAK SAMA DENGAN PENYULUHAN. PEMICUAN : MENYENTUH EMOSI DAN NURANI DENGAN CARA MENGGUGAH PERASAAN MALU, PERASAAN BERDOSA, PERASAAN GENGSI/HARGA DIRI, PERASAAN TAKUT SAKIT, PERASAAN JIJIK DLL
  • 22. Kegiatan Pleno Setelah pemicuan (re triggering)  menyusun RTL
  • 23. MASYARAKAT YANG SUDAH “TERPICU” DENGAN KESADARAN SENDIRI MENYATAKAN “ SIAP BERUBAH “
  • 24. SUPPLY IMPROVEMENT SALAH SATU CONTOH PILIHAN JAMBAN YG DITAWARKAN OLEH WIRAUSAHA SANITASI ( PEMBAYARAN BISA DICICIL )
  • 25. SKPD dan STAKEHOLDER lainnya (termasuk pimpinan daerah) harus menciptakan lingkungan yg mendukung ( ENABLING ENVIRONMENT ) • Memberikan dukungan kebijakan • Dukungan advokasi • Ikut dalam jejaring • Sinergi program • Dukungan pendanaan • Dukungan penyebarluasan informasi • Memasukkan keg dlm musrenbang • dll
  • 26. Jamban Sederhanapun tdk papa.. Yang penting perilaku berubah...  AKSES MENINGKAT, MENGURANGI RESIKO PENULARAN PENYAKIT
  • 27. Contoh intervensi sektor kesehatan dlm upaya meningkatkan kualitas sarana air minum dg stimulan senilai 4,5 jt SEBELUM SESUDAH
  • 28.  Meningkatkan akses sanitasi dasar dengan menekankan pada aspek peberdayaan masyarakat (capacity building)  Mengutamakan pada kelompok berpenghasilan rendah (wong cilik)  Aspek Cost Efective, dengan metode partisipatory (pemicuan) tanpa memberikan bantuan/subsidi apapun kepada masyarakat  Menurunkan angka kesakitan  meningkatkan derajad kesehatan masy dg cara menurunkan resiko kontaminasi sumber penyakit thd lingkungan upaya meningkatkan IPM di Jawa Timur
  • 29. STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ) - Merupakan upaya pemberdayaan masy. agar masy. dengan sadar dan mau melakukan 5 kegiatan di dalam keluarganya ( berbasis masyarakat ) - Total  oleh seluruh komponen masy, seluruh kegiatan, total kemampuan masy, mendpt dukungan total oleh semua pihak…. dll
  • 30. DATA RIIL  Tambahan akses jamban hingga mulai tahun 2008 hingga April 2013 mencapai 1.863.270 jiwa atau sebanyak 503.586 KK ( 1.218 Desa/Keluarahan sudah ODF) yang sudah berubah perilakunya tidak lagi BAB di sembarang tempat, tetapi sudah membangun jamban sendiri. Jamban yang mereka bangun sangat bervariasi mulai yang paling sederhana hingga yang cukup bagus, dengan nilai pembangunan mulai dari sekitar 100 ribuan hingga jutaan rupiah.
  • 31. COBA BANDINGKAN DG PENDEKATAN FISIK
  • 32. SUMBER DATA : SMS GATEWAY YANG BERASAL DARI SANITARIAN PUSKESMAS. DATA LANGSUNG MASUK KE WEBSITE : www.stbm-indonesia.org
  • 33.  Meningkatkan derajat kesehatan masy. Terutama dlm menurunkan angka kesakitan penyakit berbasis lingkungan -- > IPM  Meningkatnya kualitas lingkungan secara keseluruhan & peningk citra daerah setempat  Meningkatkan produktivitas masyarakat  Memberikan rasa nyaman, aman & secara tdk langsung dapat meningkatkan tingkat sosial ekonomi masy.  Memiliki “Positive Big Side Effect” terhadap hampir semua sektor & semua kehidupan bermasyarakat KESIMPULAN…….
  • 34. BILA INGIN MENCIPTAKAN AKSES, MAKA HARUS TERBANGUN INFRASTRUKTUR  SEKTOR KESEHATANTIDAK MEMILIKI KEWENANGAN (TUPOKSI ) UNTUK MEMBANGUN INFRASTRUKTUR DG SKALA BESAR  SEKTOR KESEHATAN MEMBERDAYAKAN MASY. DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN DAN PERUBAHAN PERILAKU SERTA UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SARANA AIR MINUM DAN SARANA SANITASI DASAR LAINNYA  BANTUAN HANYA BERSIFAT STIMULAN (SKALA KECIL), -TERKENDALA REGULASITTG “HIBAH”  HARUS “BERSINERGI” DG SEKTORTERKAIT
  • 35. MATUR NUWUN

×