• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
CSR untuk Pembiayaan Pembangunan Bidang Sanitasi (Cipta Karya)
 

CSR untuk Pembiayaan Pembangunan Bidang Sanitasi (Cipta Karya)

on

  • 1,740 views

Ditjen Cipta Karya Dorong CSR untuk Pembiayaan Pembangunan Bidang Sanitasi

Ditjen Cipta Karya Dorong CSR untuk Pembiayaan Pembangunan Bidang Sanitasi

Statistics

Views

Total Views
1,740
Views on SlideShare
1,600
Embed Views
140

Actions

Likes
0
Downloads
95
Comments
2

2 Embeds 140

http://www.nawasis.com 104
http://www.weebly.com 36

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    CSR untuk Pembiayaan Pembangunan Bidang Sanitasi (Cipta Karya) CSR untuk Pembiayaan Pembangunan Bidang Sanitasi (Cipta Karya) Presentation Transcript

    • KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUMDIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYADitjen Cipta KaryaDorong CSR UntukPembiayaanPembangunan BidangSanitasiDisampaikan padaRoadshow Pembangunan Prasarana danSarana Bidang Cipta Karya Melalui CSRBanjarmasin, 7 Nopember 2012
    • Pelayanan dan Target MDGs 2015 Acuan Dasar Target MDG Indikator 2009 2010 (1993) 2015Proporsi penduduk 37,73 % 47,71 % 53,26% 68,87 %terhadap air minum layak- Perkotaan 50,58 % 49,82 % 75,29 %- Perdesaan 31,61 % 45,72 % 65,81 %Air Minum Perpipaan 25,56 % 41,03 %- Perkotaan 43,96 % 68,32 %- Perdesaan 11,54 % 19,76 %Proporsi penduduk 24,81 % 51,19 % 55,54% 62,41 %terhadap sanitasi layak- Perkotaan 53,64 % 69,51 % 76,82 %- Perdesaan 11,10 % 33,96 % 55,55 %• Peningkatan jumlah penduduk perkotaan: 4,54% per tahun Sumber: BPS/Susenas
    • Tantangan Capaian Akses Sanitasi Layak Sumber pendanaan terbatas yang dapat dimanfaatkan secara strategis serta mampu Penyediaan database yang menstimulasi mobilisasi dana akurat, baik untuk kawasan di masyarakat perkotaan maupun kawasan pedesaan Meningkatkan akses sanitasiPemutakhiran perangkat yang memadaiperaturan sanitasi yang layak menjadi 62,41% pada tahun 2015 Kampanye dan sosialisasi perubahan perilaku pada Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya di dunia usaha, swasta dan perdesaan, perlu ditingkatkan masyarakat untuk turut serta dan dijaga keberlanjutannya membiayai investasi sanitasi
    • Rumah Tangga 51,1% 62,4%Bersanitasi 2009 2015 30 25 Renstra Cipta Karya 20 APBD Pinjaman 15 Hibah Masyarakat 10 KPS/CSR Perbankan 5 Sisa Kebutuhan 0 Kebutuhan Dana Sanitasi Rp 62 T
    • Mencari sinergitas antar Sumber DanaSanitasi Pinjaman Luar Negeri (5%) Hibah Masyarakat Luar (13%) Negeri APBN (35%) & (2%) APBD (25%) KPS (9%) & Perbankan Dalam CSR Negeri (6%) (5%) Sumber: Estimasi Dit BP, 2011
    • Kebutuhan vs Ketersediaan Dana Pembangunan Sanitasi 2010-2014 (Rp Trilyun)Total Gap sebesar Rp 21,9 Trilyun(43% dari total kebutuhan di periode 2012-2014) Sumber: Dit. Permukiman dan Perumahan Bappenas, 2011
    • Sumber Pendanaan Sanitasi 2010-2014 (Rp Milyar) Sumber: Dit. Permukiman dan Perumahan Bappenas, 2011
    • Program Percepatan Pembangunan Sanitasi1. Program APBN Ditjen Cipta Karya a. Pengembangan PS AL Sistem Off Site (terpusat) b. Pengembangan PS AL Sistem On Site (setempat)2. Program DAK Air Minum dan Sanitasi3. Program Hibah Air Limbah4. Program Percepatan Sanitasi Melalui Peran Masyarakat/KPS/CSR
    • Potensi dan Peluang CSR Dalam Pembangunan Sanitasi1. Potensi a. Semakin banyak perusahaan yang melakukan CSR b. Semakin banyak perusahaan yang memerlukan mitra yang kompeten dalam menjalankan CSR c. Program air minum dan sanitasi merupakan salah satu program yang penting bagi perusahaan karena memberikan kebutuhan dasar masyarakat.2. Peluang Kerja Sama dengan Ditjen Cipta Karya a. Perusahaan memerlukan data dan informasi mengenai kebutuhan masyarakat tentang Air Minum dan Sanitasi b. Perusahaan memerlukan bantuan konsultasi dan supervisi teknis sejak perencanaan hingga pembangunan infrastruktur c. Perusahaan perlu mendengarkan dan melibatkan pemangku kepentingannya
    • Upaya Ditjen Cipta Karya, Kem PU Untuk Menggali Potensi CSR1. Menyusun Daftar Kegiatan Bidang Cipta Karya yang potensial untuk dikerjasamakan melalui Multipihak dan/atau CSR a. Tahun 2010: 4 Provinsi (Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan); b. Tahun 2011: 3 Provinsi (Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten).2. Menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Ditjen Cipta Karya dengan CFCD (Corporate Forum for Community Development) pada tanggal 8 Mei 2011. CFCD merupakan suatu lembaga beranggotakan Perusahaan atau para CDO (Community Development Officer) yang membangun kemitraan lintas sektoral (pemerintah, LSM, Konsultan, dan asosiasi lainnya).
    • Upaya Ditjen Cipta Karya, Kem PU Untuk Menggali Potensi CSR (lanjutan)3. Menyusun Pedoman sebagai acuan bagi perusahaan yang ingin menyalurkan dana CSR untuk membiayai pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya (bisa download di http://www.ciptakarya.pu.go.id)4. Menindaklanjuti MoU dengan Memorandum of Agreement (MoA) program CSR antara Pemda dengan Perusahaan yang berminat.5. Tahun 2012 bekerjasama dengan CFCD, melakukan Sosialisasi dan Roadshow ke 7 (tujuh) propinsi untuk “memasarkan” Pedoman dan Daftar Kegiatan Bidang Cipta Karya yang potensial untuk dikerjasamakan melalui CSR, kepada anggota CFCD.6. Penjajakan Program Kerjasama Kemitraan Penanganan Kali Ciliwung di Provinsi DKI Jakarta dengan PT. BNI (Persero) Tbk.7. Memfasilitasi PT. Pertamina dalam program perencanaan, berupa pelaksanaan survei dan penyusunan basic design pembangunan SPAM di 10 Desa di Kabupaten Ende.8. Memfasilitasi Kegiatan Peduli Morotai 2012 Kementerian BUMN untuk penyiapan pelaksanaan pembangunan sarana (pompa) Sistem Penyediaan Air Minum Tenaga Surya untuk 5 desa/lokasi di Kepulauan Morotai Provinsi Maluku Utara.
    • Permasalahan Pembangunan Bidang Cipta Karya Melalui CSR 1 2 3 4 5• Perusahaan • Tidak semua • Perusahaan • Perbedaan • Keterbatasan tidak perusahaan belum mekanisme perusahaan gunakan memiliki memiliki dan waktu dalam RPIJM Bidang program CSR kejelasan pengajuan kemampuan PU-Cipta berupa tentang anggaran teknis/ Karya pembanguna kewenangan antara kesulitan sebagai basis n prasarana dan alur pemerintah mendapatkan perencanaan dan sarana koordinasi dan panduan dan Bidang Cipta kerja perusahaan teknis. pemrograman Karya. DJCK, Provin CSR-nya si, Kabupaten ; Perusahaan biasa melibatkan stakeholders (masyarakat, LSM, PT, infor mal leader) dalam pelaksanaan.
    • Peran Kem PU Dalam Percepatan CSR Bidang Sanitasi1. Informasi mengenai RPIJM (berisi Daftar Kegiatan Bidang Cipta Karya yang potensial untuk dikerjasamakan) di setiap kabupaten/kota;2. Informasi akurat mengenai skema kerjasama dengan pemerintah (peran pusat dan daerah);3. Koordinasi lintas sektoral, karena pembangunan sanitasi juga dikelola bersama kementerian lain;4. Konsultasi teknis sejak tahap perencanaan;5. Pedoman teknis pembangunan infrastruktur sanitasi;6. Keterbukaan terhadap masukan dari perusahaan;7. Peluang untuk mensinergikan program bersama yang didanai dari berbagai sumber/ multi pihak.8. Publikasi dan Penghargaan atas peran perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan Sanitasi.
    • Alur Kerjasama Multipihak Program CSR Perusahaan Kementerian PU Pem. Kabupaten/Kota 1. Usulan Kegiatan Keterpaduan Program 2. RPIJM Program CSR Pembangunan 3. Readiness Criteria Memorandum of AgreementIndikasi Pendanaan Rencana Rinci Kegiatan Fasilitasi Perencanaan dan Pelaksanaan Implementasi
    • Kriteria Kesiapan Daerah Dalam Kerjasama Multipihak Program CSR1. Ada Usulan Kegiatan Rinci2. Ada Dana Pendamping dari Daerah/Masyarakat untuk pengelolaan kegiatan.3. DED sudah siap4. AMDAL sesuai dengan ketentuan yang berlaku5. Lahan tersedia: atau Ada Rencana Pembebasan Lahan
    • Usulan Rencana Rinci Untuk Kerjasama Multipihak Program CSR1. Tujuan Kegiatan2. Lingkup Kegiatan3. Lokasi kegiatan4. Usulan nilai proyek.5. Mekanisme penyaluran dana.6. Indikator Kinerja Pemantauan Evaluasi pelaksanaan kegiatan untuk keperluan monitoring dan evaluasi.7. Rencana Pengadaan8. Rencana Penyerapan Dana9. Rencana Institusi Pelaksanaan Kegiatan pada Masa Konstruksi.10. Rencana Institusi Pengelola Pasca konstruksi.11. Rencana Pengelolaan Kegiatan (Pedoman Pengelolaan).
    • Pedoman Kerjasama Multipihak Program CSR Bidang Cipta Karya
    • downloaded di http://www.ciptakarya.pu.go.id
    • Informasi Kegiatan CSR Bidang Cipta Karya
    • Terima kasih atas perhatiannya Kontak Informasi: Dwityo A. SoerantoKasubdit KLN Ditjen Cipta Karya, Kem PU Email: d_akoro@yahoo.com