• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Question & Answer mengenai Program Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan Sanitasi (sAIIG)
 

Question & Answer mengenai Program Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan Sanitasi (sAIIG)

on

  • 806 views

Question & Answer mengenai Program Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan Sanitasi (sAIIG)

Question & Answer mengenai Program Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan Sanitasi (sAIIG)

Statistics

Views

Total Views
806
Views on SlideShare
806
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
8
Comments
2

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167
    Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK
    - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN
    IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL

    JASA PENGURUSAN LEGAL SERVICES
    - URUS PENDIRIAN PT – PERSEROAN TERBATAS
    - URUS PENDIRIAN PMA
    - URUS IZIN PRINSIP
    - URUS PENDIRIAN CV
    - URUS PENDIRIAN UD
    - URUS IZIN PRINSIP PERLUASAN
    - URUS SIUP
    - URUS TDP
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Dapatkan info dan berita pendanaan hibah sanitasi hanya di www.nawasis.com dan www.sanitasi.net.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Question & Answer mengenai Program Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan Sanitasi (sAIIG) Question & Answer mengenai Program Hibah Australia-Indonesia untuk Pembangunan Sanitasi (sAIIG) Presentation Transcript

    • Question & Answer untuk sAIIG (Suplemen untuk presentasi tentang sAIIG)
    • 2 Pertanyaan yang sering muncul (Q and A) : Q1 : Apakah kegiatan sanitasi yang telah dibiayai daerah bisa dibayar oleh program hibah ini? A1 :Tidak bisa. Yang dibayar program ini adalah kegiatan baru yang disepakati terlebih dahulu dalam suatu perjanjian hibah. Q2 : Kalau pemda disuruh membiayai dulu, kami tidak ada dana. Semua dana sudah terserap habis oleh Belanja Operasional dan kegiatan lain. A2 : Soal keterbatasan dana daerah memang benar dan dialami hampir semua daerah. Tetapi ini soal alokasi, tergantung pada “kepedulian daerah”. Jadi dana untuk sanitasi bisa berasal dari “penggeseran” (realokasi) kegiatan lain yang sudah direncanakan. Atau mengalokasikan dana baru sehingga menambah angka defisit. Sepanjang defisit ini masih memenuhi syarat yang diatur PMK dan dapat ditutupi SILPA, maka tidak masalah. Rata-rata SILPA di daerah masih besar (>Rp 30 milyar).
    • 3 Q3 : Daripada sistem OBA, apakah tidak lebih baik kalau hibah diberikan langsung sehingga dana hibah itu bisa dipakai untuk membangun prasarana sanitasi? A3 : Sistem Output Base Aid (OBA) ini memang keinginan pemberi hibah. Maksudnya, hibah ini tidak hanya bersifat memberi dan menerima, tetapi juga bersama-sama ikut bertanggungjawab dan transparan dalam melaksanakan kegiatan. Q4 : Sistem OBA, atau bayar dulu baru diganti, daerah akan menanggung risiko. Misalnya sudah dibangun, ternyata tidak diganti. Ini merepotkan terutama pertanggunjawaban di DPRD. A4 : Hibah ini pasti dibayar. Untuk itu dilakukan perjanjian terlebih dahulu antara Kemenkeu dan Daerah. Setiap perjanjian hibah, maka dana disetor ke rekening kas umum negara (Menteri Keuangan). Jadi sudah dicadangkan dan tidak perlu kuatir tidak dibayar (sepanjang memenuhi persyaratan yang dinilai oleh konsultan verifikasi). Seandainya pembayaran hibah lebih kecil daripada yang diperjanjikan – akibat hasil verifikasi yang tidak sesuai, ini juga tidak masalah karena pembayaran hibah tidak tercatat sebagai pengganti biaya, tetapi diterima sebagai pendapatan lain yang sah pada tahun anggaran berikutnya. Hanya target penerimaannya yang sedikit meleset (berkurang).
    • 4 Q5 : Daerah kami berminat, tetapi tidak punya SSK (Strategi Sanitasi Kota). Kami hanya punya RPIJM. Apakah kami memenuhi syarat? A5 : Karena program ini multiyear (sampai 2014), maka daerah masih bisa memenuhi syarat sepanjang tahun ini juga segera menyusun SSK dan memasukkan program hibah ini dalam SSK. Q6 : Kami berminat dan butuh program ini, tetapi kami di daerah kesulitan SDM untuk menyiapkan DED-nya. A6 : Tidak perlu kuatir. DED akan dipandu oleh konsultan kami sampai siap dilelangkan. Q7 : Program hibah ini seperti Sanimas, DAK Sanitasi, dan Wasap-D. Apa yang membedakan program hibah sAIIG ini dengan ke-3 program sebelumnya? A7 : Ketiganya dikelola masyarakat, sedangkan sAIIG ini dikelola oleh pemda sendiri sesuai dengan kewenangan wajib yang dimiliki. Melalui pengelolaan pemda, diharapkan ada keberlanjutan dan peningkatan pelayanan .
    • 5 Q8 : Masyarakat kami sudah terbiasa dengan WC dan septic tank-nya. Murah dan tidak ada masalah. Apa perlunya dengan sistem pengelolaan air limbah terpusat ini? A8 : Memang benar WC-Septic Tank murah dan praktis. Tapi untuk kawasan kota yang padat, masalah air limbah dengan septik tank menjadi masalah serius. Pencemaran air tanah pasti terjadi dan bila septic tank penuh, sulit disedot karena mobil penyedot tinja tidak bisa memasuki gang-gang sempit. Jadi tetap sistem pengelolaan terpusat penting dan perlu dirintis. Q9 : Bukankah ongkos pengelolaan instalasi pengolahan (Septic Tank Komunal) itu mahal? A9 : Tidak mahal, karena menggunakan sistem anaerobic, yaitu menggunakan jasa mikroorganisme yang bisa mendegradasi lumpur tinja secara mandiri.
    • 6 Q10 : Kalau sistem air limbah ini harus dikelola pemda, berarti akan membebani APBD untuk biaya operasionalisasi. A10 : Benar, tetapi beban itu tidak besar. Apalagi bila sistem ini dibangun di kawasan padat dan daerah komersial, maka menjadi jasa umum yang bisa ditarik retribusinya. Penerimaan retribusi bisa untuk menutupi ongkos operasional. Q11 : Besaran hibah yang dibayarkan Rp 4 juta/SR untuk sistem baru dan Rp 3 juta/SR untuk disambung ke sistem yang ada, sepertinya kecil atau tidak cukup untuk pengadaan. A11 : Besaran itu (Rp 4 juta dan Rp 3 juta) hanya mencakup 60% biaya pengadaan. Jadi yang 40% sisanya dari APBD. Hibah memang tidak pernah diberikan 100%, kecuali pada kasus bencana alam.