East kalimantan government

717 views

Published on

delivered the presentation at IMM’s 2014 Kalimantan Coal Conference.

The IMM’s Kalimantan Coal Conference brings together 120+ senior executives, decision makers from government, mining, infrastructure, shipping and supply sectors to discuss new policies and strategies for tackling the current and emerging issues within the burgeoning Kalimantan coal sector.

For more information about the event, please visit: http://www.immevents.com/kalicoalconference13

Published in: Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
717
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

East kalimantan government

  1. 1. Provinsi Kalimantan Timur ini merupakan salah satu dari empat provinsi di Kalimantan. Kalimantan Timur merupakan provinsi terluas kedua di Indonesia, dengan luas wilayah ± 22,98 juta Ha dengan luas wilayah daratan ± 19,85 juta Ha dan luas pengelolaan laut sejauh 4 - 12 mill dari panjang garis pantai ± 3,13 juta Ha. Atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11% dari total luas wilayah Indonesia. Propinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. Daerah-daerah Kabupaten di dalam wilayah Kalimantan Timur, dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 27 Tahun 1959, Tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1955 No.9). MALAYSIA KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN
  2. 2. •  Strategis berada di Selat Makassar ALKI-II, yang menghubungkan daerah Utara (Philipina) ke arah Selatan Samudra Hindia •  Titik kuat koneksivitas pulau Kalimantan dan antar pulau di Kawasan Timur Indonesia sehingga dapat menjadi simpul jasa distribusi internasional yang strategis di masa depan
  3. 3. Ditinjau dari sudut geologi, Provinsi Kalimantan Timur terletak pada tiga cekungan sedimen tersier utama yang mempunyai pengaruh besar terhadap proses pembentukan sumberdaya mineral di wilayah ini. Ketiga cekungan tersebut adalah : •  Cekungan Kutai yang meliputi daerah Mahakam Hilir dan Hulu. •  Cekungan Pasir yang meliputi daerah Kabupaten Paser. •  Cekungan Tarakan yang meliputi daerah Kota Tarakan, Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan.
  4. 4. Total sumberdaya Batubara = 105.187,44 Juta Ton Cadangan Batubara = 21.113.,84 Juta Ton Sumber Badan Geologi, Kementrian ESDM
  5. 5. 0 5,000,000,000 10,000,000,000 15,000,000,000 20,000,000,000 25,000,000,000 30,000,000,000 35,000,000,000 2009 2010 2011 2012 2013 SUMBERDAYA 22,656,312,894 28,453,204,960 28,927,450,565 31,817,269,817 32,258,774,367 CADANGAN 5,142,085,191 7,797,832,984 8,334,355,512 9,244,407,452 9,525,868,005
  6. 6. Jumlah Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di Kalimantan Timur tahun 2013 Sebanyak 33 PKP2B dengan rincian : a. 25 PKP2B Tahap Operasi Produksi b. 3 PKP2B Tahap Konstruksi c. 5 PKP2B Tahap Eksplorasi
  7. 7. Jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) tahun 2013 di Kalimantan Timur Sebanyak 1.417 IUP dengan rincian : a. 372 IUP Tahap Operasi Produksi b. 1.045 IUP Tahap Eksplorasi
  8. 8. Kontribusi Produksi BATUBARA KALTIM Untuk NEGARA Tahun Kaltim Nasional % dari Nasional 2010 (MT) 178.450.000 221.469.954 60,8 % 2011 (MT) 208.066.000 220.000.000 65,9 % 2012 (MT) 203.600.000 372.582.061 59 %
  9. 9. Uraian 2010 (Rp) 2011 (Rp) 2012 (Rp) Iuran Tetap (Landrent) 8,52 M 41,81 M 42,12 M Royalty 3,46 T 5,09 T 6,25 T Jumlah 3,47 T 5,13 T 6,29 T SUMBER PNBP PERTAMBANGAN BATUBARA SELURUH KAB/KOTA/PROVINSI KALTIM
  10. 10. VISI KALTIM BANGKIT 2013 Mewujudkan Kaltim Sebagai Pusat Agroindustri dan EnergiTerkemuka Menuju Masyarakat Adil dan Sejahtera MENCIPTAKAN KALTIM YANG AMAN, DEMOKRATIS, DAN DAMAI DIDUKUNG PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA MEWUJUDKAN EKONOMI DAERAH YANG BERDAYA SAING DAN PRO RAKYAT MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT Pemprov.Kaltim dalam kerangka pembangunannya menitikberatkan pada membangun fundamental ekonomi berkelanjutan melalui percepatan pembangunan kawasan industri yang berorientasi pada value added dan export non-migas dengan pendekatan cluster industry.
  11. 11. Sementara batubara hanya menjadi revenue driver multi player efeknya tidak dirasakan maka perlu dilakukan kebijakan: 1. Gasification 2. Liquifiqation 3. Power Plan Development 4. Coal Infrastruktur
  12. 12. POWER PLAN DEVELOPMENT No   PROYEK   MW   TOTAL  MW   1   PLTU  Kariangau   220 MW (2 X 110) MW 2   PLTU  Kariangau   240 MW (2 X 120) MW 3   PLTU Kariangau (Gunung Bayan)   50 MW (2 X 25) MW 4   PLTU CFK (Pengembangan dari 2 X 25 MW yang sudah ada ) 50 MW (1 X 50) MW 5   PLTU Bakrie Power 200 MW (2 X 100) MW 6   PLTU Melak 14 MW (2 X 7) MW 7   PLTU Malinau 6 MW (2 X 3 ) MW 8   PLTU Nunukan 16 MW (2 X 8) MW 9   PLTU Tanjung Selor 14 MW (2 X 7) MW 10   PLTU Berau 14 MW (2 X 7) MW 11   PLTU Lati (Ekspansi) 12 MW (1 X 12) MW
  13. 13. •  MEC Coal dan NALCO juga berinvestasi sebesar US$ 1,5 Milyar untuk menghasilkan 1.400 MW listrik (1.250 MW untuk peleburan aluminium) dimana kapasitas selebihnya didedikasikan untuk masyarakat setempat. •  Kapasitas peleburan: Ø  0,25 juta per ton (tahap pertama), dan Ø  0,25 juta per ton (tahap kedua). •  Tahapan Pembangunan Pembangkit listrik: Ø  6 x 120 MW (tahap pertama), dan Ø  4 x 120 MW (tahap kedua). •  Telah mendapat persetujuan dari BKPM RI melalui surat No. 1.840/III/PMA/2009 tanggal 31 Desember 2009 dan lokasi di Kutai Timur.
  14. 14. Route II : Muara Wahau – Lubuk Tutung Akan dibangun pengembangan rel kereta api dari Muara Wahau - Lubuk Tutung sepanjang 150 Km. Proyek infrastruktur ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kaltim dengan Ras-Al Khaima Minerals and Metals Invesment (RMII), UEA dengan total investasi sebesar US$ 900 Juta Route III : Tabang – Lubuk Tutung Akan dibangun pengembangan rel kereta api dari Tabang- Lubuk Tutung sepanjang 185 Km. Proyek ini akan dibangun oleh PT. Gunung Bayan dengan total investasi sebesar US$ 1 Milyar DEVELOPMENT RAILWAYS
  15. 15. PEMBANGUNAN REL KERETA API KERJASAMA DENGAN RAK/RMII UNI EMIRAT ARAB •  Visi kerjasama ini adalah untuk membuka potensi tambang batubara didaerah terpencil •  MEC Infra (melalui anak perusahaannya di Indonesia, PT Trans Kutai Kencana), telah mendapatkan ijin perkeretaapian khusus yang pertama untuk membangun jalur kereta api khusus sepanjang 130 Km dari wilayah pertambangan (Kecamatan Muara Wahau) ke terminal khusus batubara (Kecamatan Bengalon). Seluruh investasinya diperkirakan sebesar US$ 1 Milliar. •  Tahun 2012/2013 diharapkan kereta api kargo dapat diresmikan dan dalam fase pertama diharapkan dapat mengangkut 32 juta MTPA batubara (yang berasal dari anak perusahaan MEC Coal yaitu PT Tekno Orbit Persada). •  Fase kedua adalah membangun rel ganda dengan kemampuan mengangkut 70 juta MTPA batubara dari Kecamatan Muara Wahau ke pelabuhan (Bengalon). PEMBANGUNAN  PERKERETAAPIAN  KHUSUS  
  16. 16. PEMBANGUNAN REL KERETA API KERJASAMA DENGAN RAK/RMII UNI EMIRAT ARAB PEMBANGUNAN  TERMINAL  BATU  BARA,     PELABUHAN  dan  DERMAGA,  serta  AIRSTRIP  (KHUSUS)   •  MEC Infra (melalu anak perusahaannya di Indonesia, PT Trans Kutai Bahari), telah memperoleh ijin terminal khusus batubara untuk membangun suatu fasilitas yang sesuai dengan kapasitas untuk menangani 100 MTPA dan kapal-kapal besar untuk ekspor dan impor batubara dan bahan baku lainnya di Kecamatan Bengalon. Dengan keseluruhan investasinya sebesar US$ 250 Juta. •  Luas Area Coal Mine 5.000 Ha, 714 Juta Ton (JORC) batubara ramah lingkungan, Landasan Udara •  Selain itu di lokasi akan dibangun Pelabuhan dan Dermaga yang memiliki kemampuan untuk menambat kapal angkut batubara sebesar 34 juta ton pertahun •  Juga akan dibangun Airstrip sepanjang 900 m
  17. 17. PEMBANGUNAN REL KERETA API SEPANJANG 243 KM KERJASAMA DENGAN JSC RUSSIAN RAILWAYS •  Diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara pemerintah provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Rail PTE Ltd, tanggal 7 Februari 2012 •  JSC Russian Railways adalah salah satu perusahaan kereta api terbesar di dunia dengan jaringan rel sepanjang 85.100 km, 20.000 lebih lokomotif dan satu juta gerbong, menguasai 85% jaringan perkeretapian di Rusia yang mengangkut 950 juta penumpang dan 1,2 miliar ton barang dalam setahun yang melewati 11 zona waktu. •  Pembangunan Lintasan Rel KA dimulai dari Balikpapan melintasi Kabupaten Kukar – Kubar, hingga tembus Murung Raya, Kalimantan Tengah dengan nilai investasi US$ 2,4 Milyar, dapat menampung +2.500 tenaga kerja lokal. •  Tahap pertama dari pelabuhan Balikpapan hingga wilayah Kutai Barat sepanjang +183 kilometer dengan biaya US$ 1,8 Milyar. •  Pada tahap kedua, proyek rel kereta akan diteruskan dari Kalimantan Timur hingga Murung Raya, Kalimantan Tengah, sepanjang 60 kilometer dengan biaya US$ 0,4 Milyar. •  Awalnya kereta api digunakan untuk mengangkut batubara, Ke depannya tidak hanya mengangkut barang tapi juga orang.
  18. 18. •  Potensi sumberdaya batubara masih cukup besar dan menjadi daya tarik investasi. •  Peran pertambangan masih cukup besar dalam mengembangkan ekonomi daerah termasuk manfaat langsung maupun tidak langsung. •  Dengan disentralisasi di sektor pertambangan maka pembangungan di Provinsi Kalimantan Timur yang berkelanjutan akan segera terwujud dan diperoleh hal - hal sebagai berikut: 1. Terciptanya iklim inverstasi yg kondusif yang dapat mendukung terlaksananya strategi pembangunan kaltim. 2. Terwujudnya lebih banyak pertambangan di daerah dengan kaedah penambangan yang baik dan benar. 3. Terwujudnya kelembagaan dearah yg lebih profesional dalam pelayanan kepada pelaku industri pertambangan dan juga pengawasannya. 4. Tersusunnya rencana umum tata ruang dengan memperhatikan kondisi daerah setempat.

×