3 isi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

3 isi

on

  • 109 views

 

Statistics

Views

Total Views
109
Views on SlideShare
109
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

3 isi Document Transcript

  • 1. 1A. Pendahuluan1. Latar belakang2. Rumusan masalaha. Apa pengertian dari pendidikan agama islam?b. Apa tujuan dari pendidikan agama islam?c. Apa saja ruang lingkup pendidikan agama islam?d. Apa saja sumber pendidikan agama islam?e. Apa pentingnya pendidikan agama islam?f. Apa kenyataan yang ada saat ini?3. Tujuan permasalahana. Mengetahui pengertian dari pendidikan agama islam.b. Mengetahui tujuan dari pendidikan agama islamc. Mengetahui apa saja ruang lingkup pendidikan agamaislam.d. Mengetahui apa saja sumber pendidikan agama islam.e. Mengetahui pentingnya pendidikan agama islam?f. Mengetahui kenyataan yang ada saat ini.B. Pembahasan1. Pengertian pendidikan agama islama. Pengertian pendidikanPengertian pendidikan itu bermacam-macam, hal inidisebabkan karena perbedaan falsafah hidup yang dianutdan sudut pandang yang memberikan rumusan tentangpendidikan itu.Menurut sahertian (2000 : 1) mengatakan bahwapendidikan adalah "usaha sadar yang dengan sengajadirancangkan untuk mencapai tujuan yang telahditetapkan."sedangkan ihsan mengatakan bahwa pendidikanmerupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan
  • 2. 2mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmanimaupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalammasyarakat dan kebudayaan. Atau dengan kata lain bahwapendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil peradabanbangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidupbangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat) yangberfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan pendidikannya. (ihsan, 1996 : 1)b. Pengertian agamaAgama menurut kamus besar bahasaindonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan(kepercayaan) dan peribadatan kepada tuhan yangmahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan denganpergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.Kata "agama" berasal dari bahasasanskerta, āgama yang berarti "tradisi".[1]. Sedangkan katalain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yangberasal dari bahasa latinreligio dan berakar pada katakerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali".Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinyakepada tuhan.Émile durkheim mengatakan bahwa agama adalahsuatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan danpraktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kitasebagai umat beragama semaksimal mungkin berusahauntuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitasberibadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannyac. Pengertian islamBerdasarkan ilmu bahasa (etimologi) kata ”islam”berasal dari bahasa arab, yaitu kata salima yang berartiselamat, sentosa dan damai. Dari kata itu terbentuk kata
  • 3. 3aslama, yuslimu, islaman, yang berarti juga menyerahkandiri, tunduk, paruh, dan taat.Arti yang sebenarnya dari islam adalah penerimaan darisuatu pandangan atau suatu keadaan yang mula-muladitolak atau tidak diterima. Di dalam al-quran, islamseringkali diartikan kerelaan dariseseorang untuk menjalankan perintah tuhan danmengikutinya.Secara istilah (terminologi), islam berarti suatunama bagi agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan allahkepada manusia melalui seorang rasul. Ajaran-ajaran yangdibawa oleh islam merupakan ajaran manusia mengenaiberbagai segi dari kehidupan manusia.Islam merupakan ajaran yang lengkap, menyeluruhdan sempurna yang mengatur tata cara kehidupan seorangmuslim baik ketika beribadah maupun ketika berinteraksidengan lingkungannya. Islam juga merupakan agama yangdibawa oleh nabi adam, nabi ibrahim, nabi ya’kub, nabimusa, nabi sulaiman, nabi isa as. Dan nabi-nabi lainnya.Dengan demikian islam adalah agama allah yangdiwahyukan kepada rasul-rasul-nya untuk diajarkan kepadamanusia. Dibawa secara berantai (estafet) dari satu generasike generasi selanjutnya dari satu angkatan ke angkatanberikutnya.Islam adalah rahmat, hidayat, dan petunjuk bagimanusia dan merupakan manifestasi dari sifat rahman danrahim allah swt. Agama-agama selain islam umumnyadiberi nama yang dihubungkan dengan manusia yangmendirikan atau yang menyampaikan agama itu ataudengan tempat lahir agama bersangkutan seperti agama
  • 4. 4budha (budhism), agama kristen (christianity), atau agamayahudi (judaism).Nama agama yang disampaikan oleh nabimuhammad ini tidak dihubungkan dengan nama orang yangmenyampaikan wahyu itu kepada manusia atau namatempat agama itu mula-mula tumbuh danberkembang. Oleh karena itu penamaan muhamedanismuntuk agama islam dan mohammedan untuk orang-orangislam yang telah dilakukan berabad- abad oleh orang barat,terutama oleh para orientalis adalah salah.Kesalahan ini disebabkan karena para penulis baratmenyamakan agama islam dengan agama-agama lain,misalnya dengan chrisianity yang diajarkan oleh jesuskristus atau budhism yang diajarkan oleh budha gautamadan lain-lain.d. Pengertian pendidikan agama islamPendidikan agama islam berarti "usaha-usaha secarasistematis dan pragmatis dalam membantu anak didik agarmereka hidup sesuai dengan ajaran islam". (zuhairani,1983 : 27)Syariat islam tidak akan dihayati dan diamalkanorang kalau hanya diajarkan saja, tetapi harus dididikmelalui proses pendidikan nabi sesuai ajaran islam denganberbagai metode dan pendekatan dari satu segi kita lihatbahwa pendidikan islam itu lebih banyak ditujukan kepadaperbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amalperbuatan baik bagi keperluan diri sendiri maupun oranglain. Dari segi lainnya, pendidikan islam tidak bersifatteoritis saja, tetapi juga praktis. Ajaran islam tidakmemisahkan antara iman dan amal shaleh. Oleh karena itu,pendidikan islam adalah sekaligus pendidikan iman dan
  • 5. 5pendidikan amal dan juga karena ajaran islam berisi tentangajaran sikap dan tingkah laku pribadi masyarakat menujukesejahteraan hidup perorangan dan bersama, makapendidikan islam adalah pendidikan individu danpendidikan masyarakat. Semula yang bertugas mendidikadalah para nabi dan rasul selanjutnya para ulama, dancerdik pandailah sebagai penerus tugas, dan kewajibanmereka (drajat, 1992 : 25-28).Pendidikan agama dapat didefenisikan sebagaiupaya untuk mengaktualkan sifat-sifat kesempurnaan yangtelah dianugerahkan oleh allah swt kepada manusia, upayatersebut dilaksanakan tanpa pamrih apapun kecuali untuksemata-mata beribadah kepada allah (bawani, 1993 : 65).Ahli lain juga menyebutkan bahwa pendidikanagama adalah sebagai proses penyampaian informasi dalamrangka pembentukan insan yang beriman dan bertakwa agarmanusia menyadari kedudukannya, tugas dan fungsinya didunia dengan selalu memelihara hubungannya dengan allah,dirinya sendiri, masyarakat dan alam sekitarnya sertatanggung jawab kepada tuhan yang maha esa (termasukdirinya sendiri dan lingkungan hidupnya) (ali, 1995 : 139)para ahli pendidikan islam telah mencobamemformutasi pengertian pendidikan islam, di antarabatasan yang sangat variatif tersebut adalah :Al-syaibany mengemukakan bahwa pendidikanagama islam adalah proses mengubah tingkah laku individupeserta didik pada kehidupan pribadi, masyarakat dan alamsekitarnya. Proses tersebut dilakukan dengan carapendidikan dan pengajaran sebagai sesuatu aktivitas asasidan profesi di antara sekian banyak profesi asasi dalammasyarakat.
  • 6. 6Muhammad fadhil al-jamaly mendefenisikanpendidikan islam sebagai upaya pengembangan,mendorong serta mengajak peserta didik hidup lebihdinamis dengan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dankehidupan yang mulia. Dengan proses tersebut, diharapkanakan terbentuk pribadi peserta didik yang lebih sempurnah,baik yang berkaitan dengan potensi akal, perasaan maupunperbuatanya.Ahmad d. Marimba mengemukakan bahwapendidikan islam adalah bimbingan atau pimpinan secarasadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani danrohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yangutama (insan kamil)Ahmad tafsir mendefenisikan pendidikan islamsebagai bimbingan yang diberikan oleh seseorang agar iaberkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran islam(tafsir, 2005 : 45)Dari batasan di atas, penulis dapat menyimpulkanbahwa pendidikan islam adalah suatu sistem yangmemungkinkan seseorang (peserta didik) agar dapatmengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologis ataugaya pandang umat islam selama hidup di dunia.Adapun pengertian lain pendidikan agamaislam secara alamiah adalah manusia tumbuh danberkembang sejak dalam kandungan sampai meninggal,mengalami proses tahap demi tahap. Demikian pulakejadian alam semesta ini diciptakan tuhan melalui prosessetingkat demi setingkat, pola perkembangan manusia dankejadian alam semesta yang berproses demikian adalahberlangsung di atas hukum alam yang ditetapkan oleh allahsebagai “sunnatullah”.
  • 7. 7Pendidikan sebagai usaha membina danmengembangkan pribadi manusia dari aspek-aspekrohaniah dan jasmani juga harus berlangsung secarabertahap oleh karena suatu kematangan yang bertitik akhirpada optimalisasi perkembangan dan pertumbuhan dapattercapai bilamana berlangsung melalui proses demi proseske arah tujuan akhir perkembangan atau pertumbuhannya.Berdasarkan uraian di atas, maka penulis dapatmenyimpulkan bahwa pendidikan agama islam adalahusaha sadar atau kegiatan yang disengaja dilakukan untukmembimbing sekaligus mengarahkan anak didik menujuterbentuknya pribadi yang utama (insan kamil) berdasarkannilai-nilai etika islam dengan tetap memelihara hubunganbaik terhadap allah swt (hablumminallah) sesama manusia(hablumminannas), dirinya sendiri dan alam sekitarnya.2. Tujuan pendidikan agama islamSebelum peneliti mengemukakan tujuan pendidikan agamatersebut terlebih dahulu akan mengemukakan tujuan pendidikansecara umum. Tujuan pendidikan merupakan faktor yang sangatpenting, karena merupakan arah yang hendak dituju olehpendidikan itu. Demikian pula halnya dengan pendidikan agamaislam, yang tercakup mata pelajaran akhlak mulia dimaksudkanuntuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang berimandan bertakwa kepada tuhan yang maha esa serta berakhlak mulia.Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagaiperwujudan dari pendidikan agama.Tujuan pendidikan secara formal diartikan sebagai rumusankualifikasi, pengetahuan, kemampuan dan sikap yang harusdimiliki oleh anak didik setelah selesai suatu pelajaran di sekolah,karena tujuan berfungsi mengarahkan, mengontrol danmemudahkan evaluasi suatu aktivitas sebab tujuan pendidikan itu
  • 8. 8adalah identik dengan tujuan hidup manusia.Dari uraian di atas tujuan pendidikan agama peneliti sesuaikandengan tujuan pendidikan agama di lembaga-lembaga pendidikanformal dan peneliti membagi tujuan pendidikan agama itu menjadidua bagian dengan uraian sebagai berikut :a. Tujuan umumTujuan umum pendidikan agama islam adalah untukmencapai kwalitas yang disebutkan oleh al-quran danhadits sedangkan fungsi pendidikan nasional adalahmengembangkan kemampuan dan membentuk watak sertaperadaban bangsa yang bermartabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukmengembangkan potensi peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yangmaha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis sertabertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebutpemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikannasional yang tercantum dalam undang-undang dasar no. 20tahun 2003.Dari tujuan umum pendidikan di atas berartipendidikan agama bertugas untuk membimbing danmengarahkan anak didik supaya menjadi muslim yangberiman teguh sebagai refleksi dari keimanan yang telahdibina oleh penanaman pengetahuan agama yang harusdicerminkan dengan akhlak yang mulia sebagai sasaranakhir dari pendidikan agama itu.Menurut abdul fattah jalal tujuan umumpendidikan islam adalah terwujudnya manusia sebagaihambah allah, ia mengatakan bahwa tujuan ini akan
  • 9. 9mewujudkan tujuan-tujuan khusus. Dengan mengutip suratat-takwir ayat 27.Artinya : "al quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagisemesta alam." (at-takwir : 27)Jalal menyatakan bahwa tujuan itu adalah untuksemua manusia. Jadi menurut islam, pendidikan haruslahmenjadikan seluruh manusia menjadi manusia yangmenghambakan diri kepada allah atau dengan kata lainberibadah kepada allah.Islam menghendaki agar manusia dididik supaya iamampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yangtelah digariskan oleh allah. Tujuan hidup manusia itumenurut allah adalah beribadah kepada allah, ini diketahuidari surat adz-dzariyat ayat 56 yang berbunyi :Artinya : “dan aku tidak menciptakan jin dan manusiakecuali supaya mereka beribadah kepada-ku” (q.s adz-dzariyat, 56)b. Tujuan khususTujuan khusus pendidikan agama adalah tujuanyang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangananak sesuai dengan jenjang pendidikan yang dilaluinya,sehingga setiap tujuan pendidikan agama pada setiapjenjang sekolah mempunyai tujuan yang berbeda-beda,seperti tujuan pendidikan agama di sekolah dasar berbeda
  • 10. 10dengan tujuan pendidikan agama di smp, sma dan berbedapula dengan tujuan pendidikan agama di perguruan tinggi.Tujuan khusus pendidikan seperti di sltp adalahuntuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,akhlak mulia, keterampilan untuk hidup mandiri danmengikuti pendidikan lebih lanjut serta meningkatkan tatacara membaca al-qur’an dan tajwid sampai kepada tata caramenerapkan hukum bacaan mad dan wakaf. Membiasakanperilaku terpuji seperti qanaah dan tasawuh danmenjawukan diri dari perilaku tercela seperti ananiah, hasad,ghadab dan namimah serta memahami dan meneladani tatacara mandi wajib dan shalat-shalat wajib maupun shalatsunat (riyanto, 2006 : 160).Sedangkan tujuan lain untuk menjadikan anak didik agarmenjadi pemeluk agama yang aktif dan menjadi masyarakat atauwarga negara yang baik dimana keduanya itu terpadu untukmewujudkan apa yang dicita-citakan merupakan suatu hakekat,sehingga setiap pemeluk agama yang aktif secara otomatis akanmenjadi warga negara yang baik, terciptalah warga negara yangpancasilis dengan sila ketuhanan yang maha esa3. Ruang lingkup pendidikan agama islamRuang lingkup ajaran islam meliputi tiga bidang yaituaqidah, syari’ah dan akhlak.a. AqidahAqidah arti bahasanya ikatan atau sangkutan. Bentukjamaknya ialah aqa’id. Arti aqidah menurut istilah ialahkeyakinan hidup atau lebih khas lagi iman. Sesuai denganmaknanya ini yang disebut aqidah ialah bidang keimanandalam islam dengan meliputi semua hal yang harus diyakinioleh seorang muslim/mukmin. Terutama sekali yangtermasuk bidang aqidah ialah rukun iman yang enam, yaitu
  • 11. 11iman kepada allah, kepada malaikat-malaikat-nya, kepadakitab-kitab-nya, kepada rasul-rasul-nya, kepada hari akhirdan kepada qada’dan qadar.b. Syari’ahSyari’ah arti bahasanya jalan, sedang arti istilahnyaialah peraturan allah yang mengatur hubungan manusiadengan tiga pihak tuhan, sesama manusia dan alamseluruhnya, peraturan allah yang mengatur hubunganmanusia dengan tuhan disebut ibadah, dan yang mengaturhubungan manusia dengan sesama manusia dan alamseluruhnya disebut muamalah. Rukun islam yang lima yaitusyahadat, shalat, zakat, puasa dan haji termasuk ibadah,yaitu ibadah dalam artinya yang khusus yang materi dantata caranya telah ditentukan secara parmanen dan rincidalam al-qur’an dan sunnah rasululah saw.Selanjutnya muamalah dapat dirinci lagi, sehingga terdiridari munakahat (perkawinan), termasuk di dalamnya soalharta waris (faraidh) dan wasiat. Tijarah (hukum niaga)termasuk di dalamnya soal sewa-menyewa, utang-piutang,wakaf. Hudud dan jinayat keduanya merupakan hukumpidana islam. Hudud ialah hukum bagi tindak kejahatanzina, tuduhan zina, merampok, mencuri dan minum-minuman keras. Sedangkan jinayat adalah hukum bagitindakan kejahatan pembunuhan, melukai orang, memotonganggota, dan menghilangkan manfaat badan, dalam tinayatberlaku qishas yaitu “hukum balas”. Khilafat(pemerintahan/politik islam). Jihad (perang), termasuk jugasoal ghanimah (harta rampasan perang) dan tawanan).c. Akhlak/etikaAkhlak adalah berasal dari bahasa arab jamat dari“khuluq” yang artinya perangai atau tabiat. Sesuai dengan
  • 12. 12arti bahasa ini, maka akhlak adalah bagian ajaran islamyang mengatur tingkahlaku perangai manusia. Ibnumaskawaih mendefenisikan akhlak dengan “keadaan jiwaseseorang yang mendorongnya melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan fikiran”.Akhlak ini meliputi akhlak manusia kepada tuhan,kepada nabi/rasul, kepada diri sendiri, kepada keluarga,kepada tetangga, kepada sesama muslim, kepada nonmuslim.Dalam islam selain akhlak dikenal juga istilah etika.Etika adalah suatu ilmu yang menjelaskan arti baik danburuk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan olehmanusia kepada lainnya, menyatakan tujuan yang harusdituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka danmenunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harusdiperbuat (amin, 1975 : 3)Jadi, etika adalah perbuatan baik yang timbul dariorang yang melakukannya dengan sengaja dan berdasarkankesadarannya sendiri serta dalam melakukan perbuatan itudia tau bahwa itu termasuk perbuatan baik atau buruk.Etika harus dibiasakan sejak dini, seperti anak kecilketika makan dan minum dibiasakan bagaimana etikamakan atau etika minum, pembiasaan etika makan danminum sejak kecil akan berdampak setelah dewasa. Samahalnya dengan etika berpakaian, anak perempuandibiasakan menggunakan berpakaian berciri khasperempuan seperti jilbab sedangkan laki-laki memakaikopya dan sebagainya. Islam sangat memperhatikan etikaberpakai sebagaimana yang tercantum dalam surat al-ahsabdi atas.4. Sumber pendidikan agama islam
  • 13. 13a. Al-quranDitinjau dari segi kebahasaan, al-qur’an berasal daribahasa arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yangdibaca berulang-ulang". Kata al-qur’an adalah bentuk katabenda (masdar) dari kata kerja qaraa yang artinyamembaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpaipada salah satu surat al-quran sendiri yakni pada ayat 17dan 18 surah al-qiyamah yang artinya:“sesungguhnya mengumpulkan al-qur’an (di dalamdadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) ituadalah tanggungan kami. (karena itu,) jika kami telahmembacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan}bacaannya”.(75:17-75:18)b. HadistHadis adalah semua yang dinisbatkan kepadarasulullah saw, baik perkataan, perbuatan, persetujuan dansifat baginda, juga yang dinisbatkan kepada sahabat dantabiin.Selain kedua sumber di atas, masih terdapat sumber-sumberlain. Namun, disini kami hanya mengemukakan dua sumbver yangpaling utama.5. Pentingnya pendidikan agama islamAgama sangatlah penting dalam kehidupan manusia.Demikian pentingnya agama dalam kehidupan manusia, sehinggadiakui atau tidak sesungguhnya manusia sangatlah membutuhkanagama dan sangat dibutuhkanya agama oleh manusia. Tidak saja dimassa premitif dulu sewaktu ilmu pengetahuan belum berkembangtetapi juga di zaman modern sekarang sewaktu ilmu dan teknologitelah demikian maju.Berikut ini sebagian dari bukti-bukti mengapa agama itusangat penting dalam kehidupan manusia.
  • 14. 14a. Agama merupakan sumber moral.Manusia sangatlah memerlukan akhlaq atau moral,karena moral sangatlah penting dalam kehidupan. Moraladalah mustika hidup yang membedakan manusia darihewan. Manusia tanpa moral pada hakekatnya adalahbinatang dan manusia yang membinatang ini sangatlahberbahaya, ia akan lebih jahat dan lebih buas dari padabinatang buas sendiri.Tanpa moral kehidupan akan kacau balau, tidak sajakehidupan perseorangan tetapi juga kehidupan masyarakatdan negara, sebab soal baik buruk atau halal haram tidaklagi dipedulikan orang. Dan kalau halal haram tidak lagidihiraukan. Ini namanya sudah maehiavellisme.Machiavellisme adalah doktrin machiavelli “tujuanmenghalalkan cara kalau betul ini yang terjadi, biasasaja kemudian bangsa dan negara hancur binasa.Ahmad syauqi, 1868 – 1932 seorang penyair arabmengatakan “bahwa keberadaan suatu bangsa ditentukanoleh akhlak, jika akhlak telah lenyap, akan lenyap pulalahbangsa itu”.Dalam kehidupan seringkali moral melebihi perananilmu, sebab ilmu adakalanya merugikan. “kemajuan ilmudan teknologi mendorong manusia kepada kebiadapan”.Demikian dikatakan oleh prof. Dr. Alexis carrelseorang sarjana amerika penerima hadiah nobel 1948“moral dapat digali dan diperoleh dalam agama, karenaagama adalah sumber moral paling teguh. Nabi muhammadsaw di utus tidak lain juga untuk membawa misi moral,yaitu untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.W.m. Dixo dalam “the human situation” menulis“ agama betul atau salah dengan ajarannya percaya kepada
  • 15. 15tuhan dan kehidupan akherat yang akan datang, adalahdalam keseluruhannya kalau tidak satu-satunya pelingsedikit kita boleh percaya, merupakan dasar yang palingkecil bagi moral”. Dari tulisan w.m. Dixon di atas inidapat diketahui bahwa agama merupakan sumber dan dasar(paling kuat) bagi moral, karena agama menganjurkankepercayaan kepada tuhan dan kehidupan akherat. Pendapatdixon ini memang betul. Kalau orang betul beriman bahwatuhan itu ada dan tuhan yang ada itu maha mengetahuikepada tiap orang sesuai dengan amal yang dikerjakannya,maka keimanan seperti ini merupakan sumber yang tidakkering-keringnya bagi moral. Itulah sebabnya ditegaskanoleh rasulullah saw. Yang artinya : ”orang mukmin yangpaling sempurna imanya ialah orang mukmin yang palingbaik akhlaqnya” (riwayat tirmizi).Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwapentingnya agama dalam kehidupan disebabkan oleh sangatdiperlukannya moral oleh manusia, karena agamabersumber dari agama. Dan agama menjadi sumber moral,karena agama menganjurkan iman kepada tuhan dankehidupan akherat, dan selain itu karena adanya perintahdan larangan dalam agama.b. Agama merupakan petunjuk kebenaran.Salah satu hal yang ingin diketahui oleh manusiaialah apa yang bernama kebenaran. Masalah ini masalahbesar, dan menjadi tanda tanya besar bagi manusia sejakzaman dahulu kala. Apa kebenaran itu, dan dimana dapatdiperoleh manusia dengan akal, dengan ilmu dan denganfilsafatnya ingin mengetahui dan mencapainya dan yangmenjadi tujuan ilmu dan filsafat tidak lain juga untuk
  • 16. 16mencari jawaban atas tanda tanya besar itu, yaitu masalahkebenaran.Tetapi dapat disayangkan, sebagaimana telahdisebutkan dalam uraian terdahulu, sebegitu jauh usahailmu dan filsafat untuk mencapai kemampuan ilmu danfilsafat hanyalah sampai kepada kebenaran relatif atau nisbi,padahal kebenaran relatif atau nisbi bukanlah kebenaranyang sesungguhnya. Kebenaran yang sesungguhnya ialahkebenaran mutlak dan universal, yaitu kebenaran yangsungguh-sungguh benar, absolut dan berlaku untuk semuaorang.Tampakya sampai kapanpun masalah kebenaranakan tetap merupakan misteri bagi manusia, kalau sajamanusia hanya mengandalkan alat yang bernama akal, atauilmu atau juga filsafat (demoikritas, 2004 : 360-460)Kebenaran itu dalam sekali letaknya tidakterjangkau semuanya oleh manusia. Penganut-penganutsufisme, yaitu aliran baru dalam filsafat yunani yang timbulpada pertengahan abad ke-5 menegaskan pula”. Kebenaranyang sebenar-benarnya tidak tercapai oleh manusia.Kemudian bertrand rossel seorang failosuf inggristermasyur juga berkata “apa yang tidak sanggup dikerjakanoleh ahli ilmu pengetahuan, ialah menentukan kebajikan(haq dan bathil). Segala sesuatu yang berkenaan dengannilai-nilai adalah di luar bidang ilmu pengetahuan. Hal inisesuai dengan firman allah yang artinya “sesungguhnyatelah kami turunkan al-kitab kepadamu dengan membawakebenaran agar kamu memberi kepastian hukum di antaramanusia dengan apa yang telah ditunjukkan oleh allahkepadamu” (an-nisa’, 105)
  • 17. 17c. Agama merupakan sumber informasi tentang masalahmetafisika.Prof arnoid toynbee memperkuat pernyataan yangdemikian ini. Menurut ahli sejarah inggris kenamaan initabir rahasia alam semesta juga ingin di singkap olehmanusia. Dalam bukunya “an historian’s aproach toreligion” dia menulis, “ tidak ada satu jiwapun akan melaluihidup ini tanpa mendapat tantantangan-rangsangan untukmemikirkan rahasia alam semesta”.Ibnu kholdum dalam kitab muqaddimah-nyamenulis “akal ada sebuah timbangan yang tepat, yangcatatannya pasti dan bisa dipercaya. Tetapimempergunakan akal untuk menimbang hakekat dari soal-soal yang berkaitan dengan keesaan tuhan, atau hidupsesudah mati, atau sifat-sifat tuhan atau soal-soal lain yangluar lingkungan akal, adalah sebagai mencobamempergunakan timbangan tukang emas untuk menimbanggunung, ini tidak berarti bahwa timbangannya itu sendiriyang kurang tepat. Soalnya ialah karena akal mempunyaibatas-batas yang membatasinya.Berhubungan dengan itu persoalan yangmenyangkut metafisika masih gelap bagi manusia danbelum mendapat penyelesaian semua tanda tanya tentangitu tidak terjawab oleh akal.d. Agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia, baikdikala suka maupun di kala duka.Hidup manusia di dunia yang pana ini kadang-kadang suka tapi kadang-kadang juga duka. Maklumlahdunia bukanlah surga, tetapi juga bukan neraka. Jika duniaitu surga, tentulah hanya kegembiraan yang ada, dan jikadunia itu neraka tentulah hanya penderitaan yang terjadi.
  • 18. 18Kenyataan yang menunjukan bahwa kehidupan duniaadalah rangkaian dari suka dan duka yang silih berganti.Firman allah swt yang artinya : “setiap jiwa pastiakan merasakan kematian, dan engkau kami coba denganyang buruk dan dengan yang baik sebagai ujian” (al-ambiya,35).Dalam masyarakat dapat dilihat seringkali orangsalah mengambil sikap menghadapi cobaan suka dan dukaini. Misalnya dikala suka, orang mabuk kepayang dan lupadaratan. Bermacam karunia tuhan yang ada padanya tidakmengantarkan dia kepada kebaikan tetapi malah membuatmanusia jahat. (shaleh, 2005: 45)C. AnalisisD. Penutup1. Kesimpulan2. SaranAdakala dimana iman kita turun dan adakala dimana imankita sedang naik. Maka, tatkala kita menyadari akan turunnya imankita, alangkah baik, mari kita kembali berusaha untuk memperbaikidiri agar iman kita lebih sering berada pada kondisi di atas rata-rata.E. Daftar pustakaHttp://www.sarjanaku.com/2011/09/pendidikan-agama-islam-pengertian.html (15 april 2013)Http://www.wikipedia.com/agama (16 april 2013)Http://www.wikipedia.com/islam (16 april 2013)Http://www.wikipedia.com/alquran (16 april 2013)Http://pusatkajianhadis.com/?Q=content/definisi-sumber-hadis (16 april2013)