Your SlideShare is downloading. ×
Pestisida nabati
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Pestisida nabati

6,791
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,791
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
283
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PESTISIDA NABATI
  • 2. PESTISIDA NABATI : PESTISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN
    • PENGGUNAAN PETISIDA BUATAN:
      • KEHILANGAN HASIL AKIBAT ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN (OPT) DAPAT DITEKAN, TETAPI BERDAMPAK NEGATIF TERHADAP LINGKUNGAN
      • TANPA PENGGUNAAN PESTISIDA AKAN SULIT MENEKAN KEHILANGAN HASIL YANG DIAKIBATKAN OPT
  • 3. DILEMA PENGGUNAAN PESTISIDA DI LINGKUNGAN PERTANIAN
    • SALAH SATU TANTANGAN TERBESAR YANG DIHADAPI DUNIA SAAT INI ADALAH MASALAH PRODUKSI BAHAN PANGAN YANG CUKUP UNTUK MENGIMBANGI PERTUMBUHAN POPULASI PENDUDUK
      • TAHUN 2000 : PENDUDUK DUNIA AKAN MELAMPAUI 5,5-6,0 BILIUN
      • TAHUN 2045 : PENDUDUK DUNIA MENCAPAI 10-14 BILIUN
    • PRODUKSI PANGAN MENJADI MASALAH YANG MENDESAK UNTUK DITANGANI.
    • PENGGUNAAN PESTISIDA MERUPAKAN SALAH SATU SOLUSI YANG DAPAT DITERAPKAN
  • 4. APA PESTISIDA NABATI ?
    • PESTISIDA NABATI :
      • SUATU ZAT YANG DAPAT BERSIFAT RACUN, MENGHAMBAT PERTUMBUHAN/PERKEMBANGAN, TINGKAH LAKU, PERKEMBANGBIAKAN KESEHATAN, MEMPENGARUHI HORMON, PENGHAMBAT MAKAN, MEMBUAT MANDUL, SEBAGAI PEMIKAT, PENOLAK, DAN AKTIVITAS LAINNYA YANG MEMPENGARUHI OPT.
    • KEHILANGAN HASIL AKIBAT OPT :
      • MENCAPAI 40-55% :
        • PRAPANEN : 30-35%
        • PASCAPANEN : 10-20%
      • DALAM BEBERAPA KASUS, OPT MENGAKIBATKAN GAGAL PANEN.
  • 5. DAMPAK PENGGUNAAN PESTISIDA SINTESIS
    • KASUS KERACUNAN (LEBIH DARI 400.000 KASUS DILAPORKAN PER TAHUNNYA, 1,5% DIANTARANYA FATAL).
    • POLUSI LINGKUNGAN (KONTAMINASI AIR TANAH, UDARA, DAN DALAM JANGKA PANJANG TERJADI KONTAMINASI TERHADAP MANUSIA DAN KEHIDUPAN LAINNYA).
    • PERKEMBANGAN SERANGGA MENJADI RESISTEN, RESURGEN, ATAUPUN TOLERAN TERHADAP PESTISIDA.
    • DAMPAK NEGATIF LAINNYA.
  • 6. MENGENAL PESTISIDA NABATI
    • PESTISIDA NABATI :
      • PESTISIDA YANG BAHAN DASARNYA BERASAL DARI TUMBUHAN.
    • KEUNTUNGAN :
      • RELATIF MUDAH DIBUAT DENGAN KEMAMPUAN DAN PENGETAHUAN YANG TERBATAS
      • BERSIFAT MUDAH TERURAI KARENA TERBUAT DARI BAHAN ALAMI/NABATI, SEHINGGA TIDAK MENCEMARI LINGKUNGAN
      • RELATIF AMAN BAGI MANUSIA DAN TERNAK PELIHARAAN KARENA RESIDUNYA MUDAH HILANG
      • BERSIFAT PUKUL DAN LARI, YAITU APABILA DIAPLIKASIKAN AKAN MEMBUNUH HAMA PADA WAKTU ITU DAN SETELAH HAMANYA TERBUNUH RESIDUNYA AKAN CEPAT MENGHILANG DI ALAM.
      • TANAMAN AKAN TERBEBAS DARI RESIDU PESTISIDA DAN AMAN UNTUK DIKONSUMSI.
  • 7. POTENSI PESTISIDA NABATI
    • TUMBUHAN KAYA AKAN BAHAN BIOAKTIF
    • SEBANYAK 10.000 JENIS PRODUKSI METABOIK SEKUNDER YANG TELAH TERIDENTIFIKASI
    • JUMLAH BAHAN KIMIA PADA TUMBUHAN DAPAT MELAMPAUI 400.000.
    • LEBIH DARI 2.400 JENIS TUMBUHAN TERMASUK KEDALAM 235 FAMILI DILAPORKAN MENGANDUNG BAHAN PESTISIDA.
  • 8. PEMBUATAN PESTISIDA NABATI
    • PEMBUATAN :
      • SECARA SEDERHANA
      • SECARA LABORATORIUM
    • TEKNIK PEMBUATAN :
      • PENGEGERUSAN, PENUMBUKAN, ATAU PENGEPRESAN UNTUK MENGHASILKAN PRODUK BERUPA TEPUNG, ABU ATAU PASTA
      • RENDAMAN UNTUK PRODUK EKSTRAK
      • EKSTRAKSI DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA PELARUT DISERTAI PERLAKUAN KHUSUS OLEH TENAGA YANG TERAMPIL DAN DENGAN PERALATAN YANG KHUSUS.
  • 9. KENDALA PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI DI INDONESIA
    • PESTISIDA SINTESIS TETAP LEBIH DISUKAI DENGAN ALASAN :
      • MUDAH DIDAPAT,
      • PRAKTIS MENGAPLIKASIKANNYA,
      • HASILNYA RELATIF CEPAT TERLIHAT,
      • TIDAK PERLU MEMBUAT SEDIAAN SENDIRI,
      • TERSEDIA DALAM JUMLAH BANYAK, DAN
      • TIDAK PERLU MEMBUDIDAYAKAN SENDIRI TANAMAN PENGHASIL PESTIDIDA.
    • KURANGNYA REKOMENDASI ATAU DORONGAN DARI PENGAMBIL KEBIJAKAN. HAL INI TERLIHAT DARI KURANGNYA ATAU TIDAK ADANYA PENYULUHAN DAN PENGENALAN PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI KEPADA PETANI ATAU PENGGUNA. HAL INI MUNGKIN TERJADI KARENA KETERBATASAN PENGETAHUAN PARA PENYULUH ATAU PETUGAS PERTANIAN TERKAIT MENGENAI PESTISIDA NABATI.
    • TIDAK TERSEDIANYA BAHAN SECARA BERKESINAMBUNGAN DALAM JUMLAH YANG MEMADAI SAAT DIPERLUKAN.
    • WALAUPUN PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI MENIMBULKAN RESIDU RELATIF RENDAH PADA BAHAN MAKANAN DAN LINGKUNGAN SERTA DIANGGAP LEBIH AMAN DARIPADA PESTISIDA SINTESIS, TETAPI FREKUENSI PENGGUNAANNYA MENJADI TINGGI. TINGGINYA FREKUENSI PENGGUNAAN JENIS PESTISIDA INI KARENA SIFATNYA YANG MUDAH TERURAI DI ALAM SEHINGGA MEMERLUKAN PENGAPLIKASIAN YANG LEBIH SERING.
  • 10.
    • SULITNYA REGISTRASI PESTISIDA NABATI MENGINGAT :
      • PADA UMUMNYA JENIS PESTISIDA INI MEMILIKI BAHAN AKTIF YANG KOMPLEKS DAN PADA BEBERAPA KASUS TIDAK SEMUA BAHAN AKTIF DAPAT DIDETEKSI.
      • DI LAIN PIHAK, APABILA TERDAPAT PESTISIDA NABATI HANYA TERDIRI DARI SATU BAHAN AKTIF, MAKA SIFATNYA TIDAK BERBEDA DENGAN PESTISIDA SINTESIS, YAITU UMUMNYA SERING MEMBUAT HAMA MENJADI RESISTEN TERHADAP BAHAN INI.
      • SEBAGAI CONTOH, UNTUK REGISTRASI PESTISIDA NABATI MARGOSAN-O DI AMERIKA YANG DILAPORKAN HANYA MENGANDUNG AZADIRACHTIN (BERASAL DARI TANAMAN MIMBA) MENGHABISKAN DANA SEKITAR $ 100.000 ATAU SETARA DENGAN RP. 800.000.000.
    • KENDALA-KENDALA LAIN :
      • PADA TANAMAN PESTISIDA NABATI YANG SAMA, TETAPI TUMBUH DI TEMPAT YANG BERBEDA, UMUR TANAMAN BERBEDA, IKLIM BERBEDA, JENIS TANAH BERBEDA, KETINGGIAN TEMPAT BERBEDA, DAN WAKTU PANEN YANG BERBEDA MENGAKIBATKAN KANDUNGAN BAHAN AKTIFNYA MENJADI SANGAT BERVARIASI.
      • HAL INI MENGAKIBATKAN PERLUNYA DILAKUKAN SUATU PENELITIAN KHUSUS LOKASI DI DAERAH YANG AKAN MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI ATAU DIBUAT DALAM SUATU KEMASAN ATAU FORMULA DENGAN KADAR BAHAN AKTIF TERTENTU.
      • UNTUK CARA YANG KEDUA TENTUNYA DIPERLUKAN ALAT, TENAGA, DAN BIAYA TERSENDIRI. OLEH KARENA ITU, SANGAT DIPERLUKAN BIMBINGAN DARI PETUGAS LAPANG UNTUK SEKADAR UJI COBA MENGENAI PERBANDINGAN TANAMAN DENGAN PELARUT ATAU TENTANG KONSENTRASI DAN DOSIS YANG SESUAI DI SUATU TEMPAT.
  • 11. PELUANG PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI
    • PADA TAHUN 1960 NEGARA-NEGARA INDUSTRI BERSEPAKAT UNTUK MEMBENTUK ORGANIZATION ECONOMIC CORPORATION DEVELOPMENT (OECD).
    • AKHIR-AKHIR INI OECD MELAKUKAN EVALUASI TENTANG PERKEMBANGAN ORGANIC FARMING (PERTANIAN ORGANIK) YANG PERTAMA DIKEMBANGKAN PADA TAHUN 1993 DI MASING-MASING NEGARA ANGGOTA OECD.
    • DISAMPING PERTANIAN ORGANIK, DIPAKAI ISTILAH-ISTILAH SEPERTI LAW INPUT AGRICULTURE, ALTERNATIFE AGRICULTURE, DAN SUSTAINABLE AGRICULTURE (LISA).
    • WALAUPUN ISTILAH YANG DIGUNAKAN BERMACAM-MACAM, TETAPI PADA PRINSIPNYA SISTEM PERTANIAN DI ATAS DALAH SAMA.
    • KESAMAAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA KRITERIA BERIKUT :
      • MENGHASILKAN PRODUK PERTANIAN DENGAN KUALITAS DAN KUANTITAS YANG OPTIMAL.
      • BERSAHABAT DENGAN ALAM.
      • MENGUPAYAKAN KESUBURAN TANAH SECARA LESTARI.
      • MEMINIMALKAN KEMUNGKINAN TERJADINYA KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP.
      • MEMINIMALKAN PEMAKAIAN BAHAN YANG TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI.
  • 12.
    • PENERAPAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK YANG DILAKUKAN OLEH NEGARA-NEGARA YANG TERGABUNG DALAM OECD MENUNJUKKAN BAHWA SUBSIDI PEMERINTAH TIDAK BERUPA SARANA PENELITIAN, TETAPI BERUPA LATIHAN BAGI PETANI DAN PETUGAS PERTANIAN SERTA MEMICU KEGIATAN PENELITIAN. DENGAN MENGADAKAN LATIHAN SECARA INTENSIF DIHARAPKAN DAPAT MENINGKATKAN SUMBERDAYA MANUSIA. DI INDONESIA, AKHIR-AKHIR INI TELAH MULAI BANYAK KEGIATAN-KEGIATAN PETANI DENGAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK TANPA MENGGUNAKAN PESTISIDA SINTESIS, TETAPI MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI.
    • INDONESIA TERKENAL KAYA AKAN KEANEKARAGAMAN HAYATI, TERMASUK JENIS TUMBUHAN YANG MENGANDUNG BAHAN AKTIF PESTISIDA .
      • SEBENARNYA SEJAK DAHULU PENDUDUK INDONESIA SUDAH MENGGUNAKAN TUMBUH-TUMBUHAN SEBAGAI RACUN SERANGGA ATAU RACUN IKAN.
      • SEANDAINYA KEBUTUHAN PESTISIDA SINTESIS DI INDONESIA SAAT INI MENCAPAI 20.000 TON DENGAN NILAI SEKITAR 200-300 MILIAR RUPIAH PER TAHUN DAPAT DIISI OLEH PESTISIDA NABATI SEBESAR 10% SAJA, MAKA DEVISA YANG DAPAT DIHEMAT MENCAPAI 20-30 MILIAR RUPIAH PER TAHUN.
      • KEUNTUNGAN LAIN YANG DIPEROLEH DARI PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI ADALAH AKAN MENINGKATKAN PERKEMBANGAN AGROINDUSTRI, KHUSUSNYA INDUSTRI PEDESAAN, PERTUMBUHAN USAHA BARU, DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN.
    • DENGAN MELIHAT KEKAYAAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA, KEADAAN SOSIAL EKONOMI SEBAGIAN BESAR PETANI INDONESIA, PROGRAM INTERNASIONAL MENGENAI KEGIATAN PERTANIAN ORGANIK YANG SANGAT MENDUKUNG PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI, PERATURAN PENDAFTARAN PESTISIDA NABATI DI INDONESIA YANG RELATIF SEDERHANA (KHUSUSNYA YANG DIGUNAKAN SENDIRI), HASIL-HASIL PENELITIAN DAN TEKNOLOGI SEDERHANA YANG TERSEDIA, SERTA HAL-HAL LAINNYA YANG MENDUKUNG, MAKA PELUANG PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI DI INDONESIA TERBUKA CUKUP LEBAR.
  • 13. JENIS-JENIS TUMBUHAN PENGHASIL PESTISIDA NABATI SEMBUNG ( Blumea balsamifera )
  • 14. MIMBA ( Azedirachta indica )
  • 15. LEMPUYANG ( Zingiber sp )
  • 16. BABADOTAN ( Ageratum conyzoides )
  • 17. JAGUNG ( Zea mays )
  • 18. PAKEM ( Pangium edule )
  • 19. PADI ( Oryza sativa )
  • 20. SECANG ( Caesalpinia sappan )
  • 21. KUNYIT ( Curcuma domestica )
  • 22. BROTOWALI ( Tinospora tuberculata )
  • 23. DRINGO ( Acorus calamus )
  • 24. LENGKUAS ( Kaempferia galanga )
  • 25. PACAR CINA ( Aglaia odorata )
  • 26. SALAM ( Syzygium polyantha )
  • 27. SERAI DAPUR ( Cymbopogon nardus )
  • 28. TEMBAKAU ( Nicotiana tabacum L.)
  • 29. JAMBU METE ( Anacardium occidentale )
  • 30. CENGKEH ( Syzygium aromaticum )
  • 31. TERIMA KASIH