Budidaya tanaman kelapa 1

14,460 views

Published on

cara budidaya tanaman kelapa..

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
  • Mari tingkatkan Produksi Kelapa Dalam di indonesia.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
14,460
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
249
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Budidaya tanaman kelapa 1

  1. 1. BUDIDAYA TANAMAN KELAPA BUDIDAYA TANAMAN KELAPA ( (Cocos nucifera L) f ) Dr Ir HARIYADI, MS Dr Ir HARIYADI MS DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN – IPB  2008
  2. 2. KELAPA (Cocos nucifera L) Socio‐tropical cropsTanaman tropis yang semua bagian tanaman Tanaman tropis yang semua bagian tanaman dapat memberikan manfaat ekonomi dan  sosial bagi masyarakat The tree of life  karena tanaman ini telah menjadi sumber kehidupan bagi berjuta‐juta  j p g j j manusia di muka bumi ini
  3. 3. SEJARAH PERKEMBANGAN SEJARAH PERKEMBANGAN• Asal usul kelapa terdapat beberapa pendapat : ‐ Dari Amerika selatan karena di wilayah ini banyak ditemui tanaman         yang mirip dengan kelapa ‐ Dari daerah Pasifik karena ditemui fosil kelapa dari jaman Pleioceane di  daerah New Zealand• Daerah Minahasa sejak 1880 telah menghasilkan kopra yang diekspor ke  Eropa. Hasil tersebut berasal dari perkebunan rakyat, dan bertambah luas  semenjak ditemukan cara membuat mentega (margarine) dengan bahan  baku minyak tumbuh tumbuhan.  baku minyak tumbuh‐tumbuhan• Di pasar dunia, kelapa terutama diperdagangkan dalam bentuk kopra,  minyak kelapa dan bungkil kelapa. • Perdagangan kelapa dalam bentuk olahan seperti ini pernah mengalami  masa jaya pada dasa warsa tahun 1960‐an.  j d d h• Saat itu, dengan hanya mengandalkan produk olahan kelapa berupa kopra,  minyak kelapa dan bungkil kelapa, jumlah nilai ekspor produk‐produk  p p tersebut mencapai sekitar 10 % dari nilai ekspor Indonesia. 
  4. 4. • setelah tahun 1960‐an teknologi perminyakan nabati dunia mengalami kemajuan yang sangat pesat, Amerika Senkat dengan semangat menggebu t t b terus mengembangkan t k l i pengolahan b k teknologi l h minyak domestiknya (minyak kedele, minyak kapas, minyak kapas,  minyak canola, minyak bunga matahari, minyak jagung, minyak rapeseed, sfflower, dan lain‐lain, sehingga menjadi beragam p , ff , , gg j g penggunaannya, • Afrika dan Asia mulai dikembangkan tanaman penghasil minyak nabati yang lain yaitu kelapa sawit, bersamaan dengan ditiadakannya permasalahan d l pengolahan awal minyak sawit. diti d k l h dalam l h l i k it• Tersedianya teknologi pengolahan yang mampu membuat jenis minyak nabati yang mengisi pasar dunia saat ini mempunyai sifat saling dapat menggantikan telah menyebabkan kelapa tidak lagi menggantikan, telah mampu mempertahankan kedudukannya sebagai. penentu harga tetapi hanya sebagai pengikut harga yang ditentukan oleh pasar minyak nabati dunia. • Itulah sebabnya saat ini harga minyak kelapa, kopra dan bungkil kelapa praktis tidak mengalami kenaikan yang berarti.
  5. 5. Analisis SWOT komoditi kelapa Analisis SWOT komoditi kelapaKekuatan komoditi kelapa • kelapa masih memiliki kekuatan sebagai komoditi perdagangan  karena komoditi ini sudah lama dikenal,  k k di i i i d h l dik l• penggunaannya sangat luas, • beberapa produk kelapa memiliki sifat yang khas, • memiliki potensi hasil yang dapat ditingkatkan melalui pemuliaan,  dan sebagainya.Kelemahan K l h• masih belum terkoleksinya plasma nutfah dengan baik,• usaha pemuliaan menghendaki waktu yang lama, • sebagian pertanaman kelapa masih dikelola rakyat kecil yang belum  mampu menerapkan teknologi yang maju, • produk olahan khususnya minyak memiliki kandungan asam lemak  jenuh yang kurang disukai.  jenuh yang kurang disukai
  6. 6. Ancaman • Ketatnya saingan dari beberapa minyak nabati lain seperti Ketatnya saingan dari beberapa minyak nabati lain seperti  kelapa sawit, tanaman Cuphea sp. (tanaman semusim yang  menghasilkan asam laurat seperti kelapa) • Adanya kampanye negara maju khususnya Amerika tentang Adanya kampanye  negara maju khususnya Amerika  tentang  dampak pemakaian minyak kelapa terhadap kesehatan dan  perusakan lingkungan.Peluang• Dapat dikembangkan produk‐produk olahan baru baik dari  daging buahnya (parutan kelapa kering, tepung santan awet) daging buahnya (parutan kelapa kering tepung santan awet)• Pemanfaatan limbahnya (nata de coco serat, sabut dan  arang),• Perluasan tanaman yang masih memungkinkan, • Dapat ditingkatkannya pendapatan pengelola dengan  teknologi budidaya pemanfaatan lahan di antara kelapa (tanaman sela, peternakan)
  7. 7. Produk  produk lain dari kelapa Produk – produk lain dari kelapa• Desiccated coconut (low fat) ( )• Santan awet• Virgin oil• Coco shake• Semi virgin oil• Bungkil kelapa• Arang tempurung (arang aktif)• Tempurung untuk ketel uap T kk l• Minuman air kelapa (nata de coco)
  8. 8. KLASIFIKASI DAN  BOTANI• Spesies Cocos nucifera, • Genus Cocos • Famili Palmae, satu – satunya dari genus Cocos• Ordo Palmales Jenis kelapa : genjah, dalam dan hibridaBerdasar tipe tajuk :‐ Spericle‐ Semi spericle Semi spericle‐ Drooping‐ Erect 
  9. 9. Akar • Kelapa tidak memiliki akar tunggang tetapi akar serabutnya Kelapa tidak memiliki akar tunggang, tetapi akar serabutnya  lebat sekali, mencapai 4.000‐7.000 helai pada pohon yang  telah dewasa. • Jumlah perakaran tergantung pada pertumbuhan tanaman  dan kesuburan tanah. Sebagian akar serabut tumbuh  mendatar dekat permukaan tanah, dapat mencapai 10 ‐ 15 m mendatar dekat permukaan tanah dapat mencapai 10 ‐ 15 m• Akar tumbuh ke dalam sampai 3 ‐ 5 m, tetapi tidak mampu  menembus lapisan yang keras. Jika ujung akar sampai pada  permukaan air, bagian ujung akan berhenti memanjang. • Akar primer berukuran tebal rata‐rata 1 cm. Dari akar primer  keluar cabang‐cabang yang berdiameter lebih kecil yang  keluar cabang cabang yang berdiameter lebih kecil yang disebut akar sekunder. Sudut yang dibentuk terhadap ujung  akar primer biasanya lancip mendekati 90o. • Akar‐akar primer bercabang‐cabang terus sampai tingkat yang  keempat (kuarter), 
  10. 10. Sistem perakaran kelapaSistem perakaran kelapa
  11. 11. Akar • Akar tertier keluar dari akar sekunder dengan diameter lebih Akar tertier keluar dari akar sekunder dengan diameter lebih  kecil dan berwarna lebih cerah. • Pada bagian ujungnya tidak terdapat akar rambut. Fungsi akar  g j g y p g rambut digantikan oleh bagian akar yang berdinding lunak  seperti gelembung‐gelembung yang keluar pada permukaan  akar yang terletak di belakang tudung akar (calyptra). Bagian  akar yang terletak di belakang tudung akar (calyptra) Bagian ini berwarna muda panjangnya rata‐rata 5 cm, dan berfungsi  menyerap air dan unsur‐unsur hara yang dibutuhkan  tanaman. Dari permukaan akar tumbuh juga bagian‐bagian  k k b h b b berwarna putih yang berfungsi mengatur pernafasan akar  (p (pneumatophora). p )• Dari bagian pangkal batang yang berada di atas permukaan  tanah sering muncul akar tambahan (adventif roots) yang  berfungsi sebagai akar pernafasan, jika akar ini masuk ke  berf ngsi sebagai akar pernafasan jika akar ini mas k ke dalam tanah, akan berfungsi sebagai akar biasa. 
  12. 12. BATANG• Kelapa hanya mempunyai satu titik tumbuh yang disebut  umbut (bud) yang bertekstur lunak dan kaya akan gula. • Batang kelapa tumbuhnya selalu mengarah ke atas dan tidak  bercabang. Pada beberapa kasus jika umbut ini terbelah maka  dapat muncul pucuk sehingga batang bercabang.  dapat muncul pucuk sehingga batang bercabang.• Pohon kelapa tidak memiliki kambium, sehingga tidak  memiliki pertumbuhan sekunder. Luka‐luka yang terjadi pada  batang tidak dapat pulih kembali karena pohon tidak  b id k d lih k b li k h id k membentuk kalus {callus).• Kelapa dalam perlu waktu 3 ‐ 4 tahun untuk dapat Kelapa dalam perlu waktu 3  4 tahun untuk dapat  menampilkan batangnya di atas tanah, sedang genjah sekitar  2 tahun. 
  13. 13. BATANG• Menurut Child (1994), selama 5 ‐ 10 tahun pertama pertama  ( ), p p setelah tanam kecepatan pertumbuhan batang mencapai  rata‐rata 1,5 meter per tahun, pada umur sekitar 25 tahun  menjadi hanya 0,5 meter per tahun, dan susut menjadi 10 ‐ menjadi hanya 0 5 meter per tahun dan susut menjadi 10 15 tahun cm per tahun pada umur 40 tahun.• Jika terjadi tekanan pertumbuhan (misalnya iklim yang  kering), hal ini akan berbekas pada batang yang ditandai dari  jarak bekas daun dan batang yang mempunyai ”pinggan”.  Demikian pula, bekas tataran atau luka di batang tidak dapat  Demikian pula bekas tataran atau luka di batang tidak dapat diperbaiki atau regenerasi karena pembentukan sel‐sel baru  tidak terjadi jika batang telah terbentuk• Variasi morfologi Batang : a. Normal dengan bagian bawah membesar b. Pendek dan kecil, tanpa pembesaran bagian bawah b P d k d k il t b b i b h c. Pendek dan besar, dgn pembesaran bagian bawah
  14. 14. DAUN• Pada biji yang baru tumbuh mula mula terbentuk 4 6 Pada biji yang baru tumbuh, mula‐mula terbentuk 4 ‐ 6  helai daun yang tersusun satu membalut yang lain,  sehingga merupakan selubung dan runcing sebelah  ujungnya.  ujungnya• Kelapa termasuk golongan tumbuhan berdaun lengkap  karena mempunyai pelepah, tangkai, dan helaian daun• Pelepah daun melekat di batang dan meninggalkan  bekas bila daun tersebut gugur.• Jika dilihat dari susunan anak daun maka kelapa Jika dilihat dari susunan anak daun, maka kelapa  termasuk tumbuhan berdaun majemuk menyirip  (pinnatus) dengan anak daun berbentuk pita. • Kelapa dewasa mempunyai 30 40 daun pada tajuknya 30‐40 daun pada tajuknya.  Secara umum setiap daun mempunyai panjang 5 ‐ 7  meter dengan 200 ‐ 300 anak daun. • Panjang anak daun bervariasi antara 90 ‐ 135 cm.  kd b
  15. 15. DAUN• Pada satu tahun diproduksi 12 ‐ 18 daun tergantung pada Pada satu tahun diproduksi 12 ‐ 18 daun tergantung pada  tipe kelapa dan kondisi pertumbuhannya. • Produksi daun pertahun berkorelasi positif dengan produksi  buah karena umumnya setiap daun pada tanaman dewasa  buah karena umumnya setiap daun pada tanaman dewasa mempunyai satu tandan atau manggar. • Masa hidup daun mulai dari muncul hingga tua, atau mati  adalah 2,5 ‐ 3 tahun, sedangkan daun muncul di tajuk setiap  adalah 2 5 3 tahun sedangkan daun muncul di tajuk setiap 3 atau 4 minggu. • Diperlukan waktu sekitar 30 bulan untuk diferensiasi  primordia sebelum daun muncul.  primordia sebelum daun muncul• Variasi  morfologi Daun : a. Daun normal, letak berseberangan b. Berseberangan, tapi tiap lembaran tidak terpisah ada  waktu daun membuka c. Pelepah daun dengan warna kuning, p g g, d. Pelepah daun dengan warna hijau e.  Pelepah daun dengan warna coklat
  16. 16. Fase pertumbuhan daun Fase pertumbuhan daun• Fase Juvenile (muda), sekitar 2 tahun. Ukuran daun < Fase Juvenile (muda), sekitar 2 tahun. Ukuran daun <  10 cm g (p p j g p ),• Fase Elongation (perpanjangan cepat), sekitar 8  bulan.  Ukuran dari sampai beberapa meter.  Daun  yang belum terbuka disebut “cabbage”• Fase Adult (dewasa).  Pada fase ini sampai daun mati  sekitar 24 – 30 bulan.
  17. 17. PHYLLOTAXY (SUSUNAN) DAUN• Duduk daun melingkar batang dengan pangkal daun  g g g p g mengumpul pada batang. • Arah susunan daun dapat ke kiri atau ke kanan• Susunan daun pada batang ini mengikuti rumus 2/5, yaitu  dalam dua lingkaran atau spiral yang terbentuk jika titik duduk  daun dihubungkan secara berurutan akan ditemui 5 daun  g sehingga daun pertama kira‐kira berada di atas daun keenam.• Sudut antara daun yang satu dengan daun berikutnya sekitar  144 o 144 
  18. 18. PHYLLOTAXY (SUSUNAN) DAUNMEMUTAR KE KANAN MEMUTAR KE KIRI
  19. 19. BUNGA• Apabila kelapa telah mencapai tingkat umur tertentu (untuk kelapa jangkung berumur 4-5 tahun), infloresen/ karangan bunga berturut-turut tumbuh keluar dari ketiak berturut turut daun.• Karangan bunga kelapa disebut mayang (belum membuka) atau manggar (telah mekar atau pecah).• Karangan bunga di bagian luarnya diselubungi oleh kulit mayang disebut seludang (spatha) Panjang seludang (spatha). berkisar antara 80 - 90 cm.• Satu manggar mempunyai 20-40 cabang (malai).• Satu malai biasanya mempunyai 1 - 3 bunga betina pada bagian pangkal dan 250 - 300 jantan
  20. 20. BUNGA• Jadi satu manggar mempunyai 20 - 60 bunga betina dan 5000 - 12000 bunga jantan,• Masa receptif sangat pendek antara 1 – 4 hari hari. Jika tidak ada penyerbukan bunga betina akan jatuh/lepas dari tangkaina.• Pada kelapa dalam masa receptif terjadi 3 – 4 hari sebelum masa pembungaan bunga jantan selesai. Karena itu penyerbukan sendiri kelapa dalam sulit terjadi• Beberapa serangga penyerbuk yang penting p gg p y y gp g adalah Apis indica, Apis florea dan Apis dorsato.• Bunga betina yang tidak diserbuki akan layu, mengering dan gugur gugur.
  21. 21. Variasi Rangkaian Bunga (Infloresen)Variasi Rangkaian Bunga (Infloresen)• Bercabang secara normal  Bercabang secara normal• Tidak bercabang (specata)• Tidak bercabang dengan daun sangat jarang id k b b d d j• Buah kecil dalam jumlah banyak• Dua atau tiga infolresen pada tiap ketiak daun
  22. 22. Inflorescent (mangar)
  23. 23. Variasi Pembungaan (Flowering)Variasi Pembungaan (Flowering)• Bunga jantan dan betina dalam satu rangkaian Bunga jantan dan betina dalam satu rangkaian  bunga terbuka bersama‐sama • Bunga jantan membuka tidak bersamaan Bunga jantan membuka tidak bersamaan  dengan bunga betina• H Hanya ada bunga jantan.   d b j• Kebalikannya rangkaian bunga spicata  mempunyai bunga jantan hanya sedikit tapi  bunga betina jumlahnya banyak 
  24. 24. BUAH• 3 – 4  minggu setelah inflorese membuka, bunga betina telah  dibuahi dan mulai tumbuh menjadi buah. • Dari jumlah buah yang terbentuk 1/2 ‐ 3/4 nya berangsur‐ Dari jumlah buah yang terbentuk, 1/2  3/4 nya berangsur angsur rontok karena pohon tidak sanggup membesarkan  semua buah yang ada. • Dari buah yang tinggal pada umur tiga bulan masih akan  gugur lagi sebanyak 3 ‐ 6%. • Sejak bunga betina diserbuki masih diperlukan waktu 11‐12 Sejak bunga betina diserbuki masih diperlukan waktu 11 12  bulan agar buah dapat dipanen
  25. 25. BUAHBuah kelapa terdiri dari bagian‐bagian:B hk l t di i d i b i b i1. epicarp, yaitu kulit bagian luar yang permukaannya licin, agak keras, dan  tebalnya + 1/7 mm;2. mesocarp, yaitu kulit bagian tengah yang disebut sabut terdiri dari serat‐2 mesocarp yaitu kulit bagian tengah yang disebut sabut terdiri dari serat serat yang keras, tebalnya 3‐5 cm3. endocarp, yaitu bagian tempurung yang keras sekali, tebalnya 3 ‐ 6 mm,  bagian ini melekat pada kulit luar dari biji atau endosperm; dan bagian ini melekat pada kulit luar dari biji atau endosperm; dan4. endosperm atau putih lembaga, yang tebalnya 8 ‐ 10 mm.   Di dalam buah  terdapat organ khusus disebut “kentos” atau haustoriumBuah tua (berdasar bobotnya)  terdiri dari: 35% sabut, 12% tempurung, 28% endosperm dan 25% air. Sedangkan endosperm mengandung;  52% air, 34% minyak, 3% protein, 1,5% zat gula, dan 1 % abu. Air kelapa mengandung 2% gula, 4% zat kering dan zat abu.
  26. 26. Perkembangan Buah  (interval 26 hari) (i l 26 h i)
  27. 27. Variasi morfologi buah• W Warna :  hijau, kuning, coklat, orange (sering disebut merah) hij k i kl t ( i di b t h)• Bentuk : bulat, lonjong, panjang• S b t Sabut : manis shg dapat dimakan waktu muda, normal i h d t di k kt d l• Endosperma (daging buah) :  ‐ lunak lunak,  ‐ jelly like (seperti lendir),  ‐ berbutir berbutir,  ‐ normal,  ‐ tidak bertempurung tidak bertempurung,  ‐ tempurung pecah dan daging buah membusuk,  ‐ buah kecil dan endosperma sedikit buah kecil dan endosperma sedikit,  ‐ buah besar dengan endosperma besar
  28. 28. VARIASI BUAHVARIASI BUAH Berdasarkan : Berdasarkan : • Ukuran dan bentuk • Tebal tempurung • Tebal endosperma • Besar rongga endosperma
  29. 29. JENIS  JENIS KELAPA JENIS – JENIS KELAPA• KELAPA DALAM (TALL) KELAPA DALAM (TALL)• KELAPA GENJAH (DWARF)• KELAPA HIBRIDA (HYBRID) ( )
  30. 30. SIFAT KELAPA DALAM• lebih jagur/kuat;• habitus tinggi dengan 25 - 40 daun di tajuk tanaman dewasa,• menyerbuk silang, sehingga dominan out breeding;• lambat berbuah, mulai berproduksi umur 6 - 7 tahun;• Ukuran buah besar,• Jumlah buah sedikit – sedang• kadar kopra lebih tinggi,• batang berbonggol dan diameter batang lebih besar;• lebih toleran terhadap variasi tanah dan iklim.
  31. 31. SIFAT KELAPA GENJAH• cepat berbuah (3‐4 tahun); • habitusnya kecil sehingga jumlah populasi per hektar habitusnya kecil sehingga jumlah populasi per hektar  dapat lebih banyak; • menyerbuk sendiri, sehingga dominan in‐breading • peka terhadap keadaan lingkungan yang kurang baik, • kadar kopra rendah; • ukuran buah relatif kecil; • berbuah lebat / banyak• mudah dipengaruhi fluktuasi iklim.
  32. 32. SIFAT KELAPA HIBRIDA• cepat berbuah (4 – 5  tahun); • habitusnya sedang sehingga jumlah populasi per hektar habitusnya sedang sehingga jumlah populasi per hektar  agak banyak; • menyerbuk sendiri dan silang• Agak peka terhadap keadaan lingkungan yang kurang  baik, • kadar kopra tinggi; kadar kopra tinggi; • ukuran buah relatif sedang – besar;  • berbuah lebat / banyak / y• Agak mudah dipengaruhi fluktuasi iklim
  33. 33. Keunggulan Kelapa hibrida: • berbuah cepat• potensi berbuah rata‐rata mencapai 120 butir per potensi berbuah rata rata mencapai 120 butir per  pohon per tahun • sampai dengan umur 8 tahun produksi kopra mencapai  9.750 kg per hektar • daging buah tebal • k d kandungan minyak tinggi  i k ti i• habitus tanaman sedang (antara genjah dan jangkung) • relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit 
  34. 34. KARAKTER KELAPA GENJAH DAN JANGKUNGKarakter Genjah Genjah Kelapa hijau hijau JangkungFreskistas (tahun) 3,0 4,0 7,0Lingkarbatang ( ) g g (cm) 50,8, 53,8 , 66,0,Jumlah daun di tajuk 26 28 32Lebar daun (m) 1,46 1,83 2,65Panjang tangkai daun (m) 0,91 1,19 1,31Jumlah buah/tahun 66 90,8 66Kopra per buah (gram) 92,14 99,23 170,10Mutu kopra Jelek Jelek BaikKadar i kK d minyak (%) 73,54 73 54 66,13 66 13 74,30 74 30Kadar asam lemak bebas 0,02 0,07 0,20Lingkar buah (cm) 34,3 38,1 55,9Tebal daging biji (cm) 0,8 08 0,8 08 1,3 13Bobot ari/butir (gram) 255 510 680Waktu berkecambah (hari) 49,3 60,7 95,0Fase bunga jantan (hari ke) 8 20 8-20 6 18 6-18 1 19 1-19Fase bunga betina (hari ke) 1516 17-19 2123Penyerbukan Sendiri Sendiri Silang

×