Merebut hati audiens melalui bagian discussion
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Merebut hati audiens melalui bagian discussion

on

  • 533 views

 

Statistics

Views

Total Views
533
Views on SlideShare
380
Embed Views
153

Actions

Likes
0
Downloads
4
Comments
0

2 Embeds 153

http://alfizahayuindriasari.blogspot.com 152
http://www.alfizahayuindriasari.blogspot.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Merebut hati audiens melalui bagian discussion Merebut hati audiens melalui bagian discussion Presentation Transcript

    • BAB 7 Kelompok 17:Alfizah Ayu Indria Sari (A1C009004)Ari Septianda (A1C009006)
    • Discussion dalam Artikel Berpola : IMRD Non IMRD
    • 1 • Penampilan informasi latar belakang2 • Penampilan ringkasan hasil/ temuan penelitian3 • Pemberian komentar terhadap hasil penelitian4 • Menghubungkan dengan hasil penelitian lain5 • Penjelasan tentang hasil, terutama kalau hasil tidak memuaskan6 • Membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh7 • Memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya
    • Menampilkan informasi latar belakang Informasi ini bisa berupa tujuan, pertanyaan atau hipotesis penelitian. Informasi ini di lanjutkan informasi kedua, yaitu jawaban terhadap tujuan, hipotesis atau pertanyaan penelitian.Contoh: Berdasarkan pola empat-langkah di atas, data yang berupa 50 intisari diteliti untuk mengetahui pola-pola wacananya. Hasil analisis ini terjadi dalam tabel berikut. (Harjanto, 2004: 2004: 117)
    • Menampilkan ringkasan hasil / temuan penelitian Di sini disebutkan kembali hasil-hasil pokok hasilpenelitian secara ringkas. Penyebutan bisa dilakukan sekaligusatau satu persatu. Jika sekaligus, sebaiknya diberikan nomorsupaya mudah dikomentari. Kalau ditampilkan satu persatu ,maka sulit dikomentari secara berkelompok.
    •  Contoh : Dapat dilihat dalam tabel diatas bahwa tidak semua intisari yang diteliti memiliki empat-langkah. Kendatipun sebagian besar (98%) memiliki Langkah Satu dan Langkah Tiga, 22 (44%) tidak memiliki Langkah Dua maupun Langkah Empat, Lebih lanjut empat inti sari tidak memiliki baik Langkah Dua maupun Langkah Empat. Hal ini agaknya mengisyaratkan bahwa Langkah Satu dan Tiga dapat dikatakan bersifat wajib, Yang barangkali dapat di kaitkan dalam arti penting kedua langkah tersebut bagi pembaca. Sementara Langkah Satu berfungsi untuk memberikan informasi latar atau konteks pelaksanaan penelitian, Langkah Tiga menyajikan informasi penting yang munkin di butuhkan oleh pembaca, yakni rangkuman hasil penelitian.
    • Memberikan komentar apakah hasilnya sesuaidengan apa yang diinginkan sebelum penelitian atau tidak Bila ada dari hasil-hasil yang cocok atau tidak cocok denganharapan sebelum penelitian (unexpected result), maka penulisartikel perlu memberikan alasan.
    • Contoh: Berdasarkan hipotesi studi ini, bahwa tulisan ilmiah mengikuti pola retorika universal dan bebas dari pengaruh bahasa tertentu (Windows, 1979), seharusnya hasil analisis artikel ilmiah Indonesia dengan menggunakan model CARS (Swales, 1990) sama dengan hasil analisis artikel ilmiah berbahasa Inggris. Namun, , hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan-perbedaan penting, perbedaan ini dapat dijelaskan dengan tiga faktor. Yaitu tingkat literasi akademis, artinya usia tradisi akademis di Indonesia masih sangat muda dibandingkan dengan tradisi yang sama di Negara Anglo-Amerika, dan itu membuat kecintaan dan prioritas untuk meneliti (membaca) masih rendah. Hal ini diperburuk oleh masalah- masalah praktis seperti gaji yang rendah, kurangnya fasilita, dan kurangnya ketersediaan sumber-sumber seperti buku dan jurnal ilmiah. Dari segi budaya terdapat masalah keseganan untuk mengkritik penulis lain terutama yang lebih senior karena takut aka akibat buruk di masa depan, disamping ada pula yang berpendapat bahwa mengkritik hasil tesis orang lain adalah tidak etis.
    • Menghubungkan dengan hasil penelitian lain (terdahulu) Terdapat dua tujuan pada materi ini, untukmembandingkan hasil dan mencari dukungan untuk temuansendiri. Perbandingan bisa juga mencakup ,metode, prosedur,tujuan khusus (obyektif), dan asumsi yang dipakai.
    • Contoh: Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa intisari artikel penelitian eksperimental memiliki beberapa pola organisasi wacana yang mirip dengan pola wacana bagian pengantar (Swalea, 1981) dan bagian pembahasan artikel penelitian (Peng, 1987: Hopkins_Dudley-Evans, 1988); dua diantaranya lebih sering ditemukan dari pada yang lain. Yang pertama berupa struktur yang mengandung empat langkah dengan urutan 1-2-3-4, dan yang kedua memiliki struktur dengan tiga langkah 1-3-4. satu pola lain lagi yang juga cukup banyak dijumpai adalah struktur dengan pengulangan langkah dimana satu langkah atau lebih hadir lebih dari satu kali dalam sebuah intisari. Satu pola yang juga umum ditemukan dalam bagian pengantar artikel yang lebih panjang (Crookes, 1986), dalam bagian pengantar serta pembahasan tesis S2 (Dudley-Evans,1986), dan dalam bagian pembahasan artikel (Peng, 1987: Hopkins_Dudley-Evans, 1988). (Harjanto, 2004: 123)
    • Penjelasan tentang hasil, terutama jika hasil itu tidak memuaskan Hal yang perlu yang perlu dijelaskan ini bisa dibagi dari segi data, asumsi, prosedur, model analisis, dan sebagainya.Contoh: Namun demikian, perlu dicatat karena penelitian ini baru merupakan langkah awal, maka masih banyak lagi penelitian serupa diperlukan untuk mengkaji baik struktur wacana maupun ciri-ciri bahasa intisari artikel penelitian, bukan hanya yang bersifat ekperimental melainkan juga bersifat teoritis. (Harjanto, 2004: 123)
    • Membuat generalisasi dari hasil yang di peroleh (Implikasi) Generalisasi artinya kesimpulan logis yang dibuat berdasarkan hasil yang diperoleh.Contoh: Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa intisari artikel penelitian eksperimental memiliki beberapa pola organisasi wacana yang mirip dengan pola wacana bagian pengantar (Swales, 1981) dan bagian pembahasan artikel penelitian (Peng, 1987: Hopkins_Dudley-Evans, 1988); dua diantaranya lebih sering ditemukan dari padan yang lain. Yang pertama berupa strukktur yang mengandung empat langkah dengan urutan 1-2-3-4, dan yang kedua memiliki struktur dengan tiga langkah 1-3-4. satu pola lain lagi yang juga cukup banyak dijumpai adalah struktur dengan pengulangan langkah dimana satu langkah atau lebih hadir lebih dari satu kali dalam sebuah intisari.
    • Memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya Pemberian rekomendasi untuk penelitian selanjutnya boleh dilakuka dan boleh pula tidak.Contoh: Penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar sangat diperlukan untuk menetukan sejauh mana korpus yang dipergunakan dalam penelitian ini dapat mewakili intisari artikel penelitian eksperimental. Di samping itu, penelitian lebih lanjut harus mencoba, sebagaimana dikemukakan sebelumnya, untuk mencari dan membedakan batasan terhadap pengertian langkah. Satu lagi bidang penelitian yang bermanfaat, sebagaimana disinggung oleh Swales (1980: 181), adalah peran intisari dalam proses penulisan artikel penelitian. Dengan kata lain, penelitian- penelitian selanjutnya diharapkan akan dapat mengungkan hal-hal lain yang bermanfaat dan dapat memberi informasi lebih banyak yang berguna bagi perancangan program dan penulisan bahan pengajaran intisari artikel penelitian bahasa Inggris. (Harjanto, 2004: 123)
    • 1 • Artikel Ilmiah Argumentatif2 • Artikel Ilmiah Naratif-Analitis3 • Artikel Ilmiah Deskriptif-Analitis4 • Artikel Ilmiah Struktur Campuran
    • Artikel Ilmiah ArgumentatifSejak bagian pendahuluan, penulis sudah menyatakanpertentangan pendapat dan mengambil posisi berpihak.Sepanjang artikel, penulis mengembangkan argumentasinya.Di akhir artikel, penulis mempertegas argumentasinya dalambeberapa kalimat saja.Artikel semacam ini bisa terdapat dalam disiplin ilmu apa sajatidak harus ilmu MIPA.Dan untuk bisa diterima oleh suatu jurnal, artikel ilmiah harusmenampilkan argumen baru, atau berdasarkan data dan/ ataupendekatan baru.
    • Artikel Ilmiah NaratifArtikel yang mencerminkan suatu hal atau kejadian, laludiakhiri dengan kesimpulan. Pembahasan dapat dimulaisetelah bagian Pendahuluan yang biasanya memberikan latarbelakang kejadian yang akan diperbincangkan dalam artikel.Artikel ini juga bersifat argumentatif.Artikel semacam ini terdapat dalam artikel Sejarah dansebagian review articles.
    • Artikel Ilmiah Deskriptif- AnalitisArtikel yang mendeskripsikan suatu hal, membahasnya lalumengambil kesimpulan. Namun pembahasannya tidakmenggunakan sub-judul ‘Pembahasan’.Artikel ini dapat ditemukan diberbagai disiplin ilmu.Langkah 4, 6 dan 7 pada artikel ilmiah pola IMRD perlu diikutidalam artikel ini.
    • Artikel Ilmiah Struktur CampuranUntuk membangun argumentasi, penulis perlu adanya sedikitnarasi atau desktipsi sebagai latar belakang atau sebagaikonteks.Atau artikel yang deskriptif pun perlu ada argumentasinyapada point kesimpulan dari penulis berdasarkan deskripsidata.Yang lazim adalah Artikel Ilmiah Struktur Campuran.
    • Penggunaan TensesUmumnya tenses yang digunakan pada bagian discussion(pembahasan) adalah present tense karena mendiskusikanhasil-hasil kajian dan mengajukan hasil pemikiran/ komentar.Menggunakan past tense jika merujuk pada kejadian waktulampau.Menggunakan future tense jika membuat rencana di masadepanMenggunakan past-future tense jika membuat pernyataansopan atau pengandaian