Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle      Penjaminan Kualitas pada Implementasi Software  ...
Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycleuntuk menyesuaikan proses kerja kita. Proses penyesuai...
Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle                                                      ...
Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life CycleTop Management dan Operating Management mendapatkan   ...
Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle                Figure V-1 Struktur Organisasi SMARTID...
Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle             Table V-5 Jadwal Kegiatan Process Schedul...
Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life CycleGambar berikut menunjukkan tugas yang dilakukan oleh C...
Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle  3) Proses pengimplementasian software Adimpiere pada...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Paper mkti kelompok 3 progres1

0 views
710 views

Published on

Ini merupakan paper final project kelompok 3 untuk progres pertama

Published in: Education, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
0
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
32
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Paper mkti kelompok 3 progres1

  1. 1. Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle Penjaminan Kualitas pada Implementasi Software ERP di CV Smart Techno Nusantara Indah Mayang Sari Dita Kurniawaty Information System Department Information System Department Tenth November Institute of Technology Tenth November Institute of Technology Surabaya, Indonesia Surabaya, Indonesia Indah09@mhs.is.its.ac.id Dita09@mhs.is.its.ac.idAbstract—Sistem ERP II. LITERATURE REVIEW A. Enterprise Resource Planning (ERP) Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto Keywords- ERP; Software Implementation; Agile Method;Software Quality Assurance; CV Smart Techno Nusantara adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya I. INTRODUCTION sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, Tidak asing lagi pada era bisnis seperti saat ini waktu, material dan kapasitas. Sistem ERP dibagi ataspengimplementasian teknologi informasi pada proses bisnis beberapa sub-sistem yaitu sistem Financial, system Distribusi,perusahaan yang mereka kembangkan erupakan hal yang sistem Manufaktur, sistem Maintenance dan sistem Humanpenting. Hal ini dilakukan demi meningkatkan performa Resource.perusahaan dan efisiensi sumber daya yang ada di perusahaan, Ketika hendak mendistribusikan hasil produksi, sistem ERPdengan tujuan memperoleh profit sebesar-besarnya dengan juga dapat menentukan cara pemuatan dan pengangkutan yangpemakaian sumber daya manusia dan mesin seefektif optimal kepada tujuan yang ditentukan pelanggan. Dapat kitamungkin. Banyak software yang telah dikembangkan dan lihat bahwa data atau transaksi yang dicatat pada satudiimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan sebagai fungsi/bagian sering digunakan oleh fungsi/bagian yang lain.penunjang performa bisnis mereka, salah satunya adalah ERP(Enterprise Resource planning) atau sering disebut sebagai Dinegara-negara maju yang sudah didukung olehPengelolaan Sumber Daya Perusahaan. infrastruktur yang memadaipun, mereka sudah dapat Enterprise Resource Planning (ERP) dan pendahulunya, menerapkan konsep JIT (Just-In-Time). Di sini, segalaManufacturing Resource Planning (MRP II), memungkinkan sumberdaya untuk produksi benar-benar disediakan hanyaterjadinya kemajuan yang sangat besar dalam manajemen pada saat diperlukan (fast moving). Termasuk juga penyedianproses-proses manufakturing. ERP juga salah satu faktor suku cadang untuk maintenance, jadwal perbaikan (service)penyumbang pada performa ekonomi Amerika yang luar biasa untuk mencegah terjadinya machine fault, inventory, danpada era 1990-an. Tidak diragukan bahwa ERP adalah sebagainya.tonggak sejarah dalam proses industri. Bagi industri yang memerlukan efisiensi dan Secara garis besar, ERP bisa digambarkan sebagai : komputerisasi dari segi penjualan, maka ada tambahan bagiPerkakas manajemen yang menyeimbangkan persediaan dan konsep ERP yang bernama Sales Force Automation (SFA).permintaan perusahaan secara menyeluruh, berkemampuan Sistem ini merupakan suatu bagian penting dari suatu rantaiuntuk menghubungkan pelanggan dan supplier dalam satu pengadaan (Supply Chain) ERP. Pada dasarnya, Sales yangkesatuan rantai ketersediaan, mengadopsi proses-proses bisnis dilengkapi dengan SFA dapat bekerja lebih efisien karenayang telah terbukti dalam pengambilan keputusan, dan semua informasi mengenai suatu pelanggan atau produk yangmengintegrasikan seluruh bagian fungsional perusahaan; sales, dipasarkan ada di databasenya.marketing, manufacturing, operations, logistics, purchasing, Sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yangfinance, new product development, dan human resources; dianggap best practice proses umum yang paling layak di tiru.sehingga bisnis dapat berjalan dengan tingkat pelayanan Misalnya, bagaimana proses umum yang sebenarnya berlakupelanggan dan produktifitas yang tinggi, biaya dan inventory untuk pembelian (purchasing), penyusunan stok di gudang danyang lebih rendah, dan menyediakan dasar untuk e-commerce sebagainya. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-yang efektif. besarnya dari sistem ERP, maka industri kita juga haurs Oleh karena itu, dalam paper ini untuk pengimplementasian mengikuti best practice process (proses umum terbaik) yangERP pada perusahaan menengah ke atas, kami mengambil berlaku. Disini banyak timbul masalah dan tantangan bagisebuah perusahaan software house bernama CV Smart Techno industri kita di Indonesia. Tantangannya misalnya, bagaimanaNusantara yang berdomisili di Surabaya. merubah proses kerja kita menjadi sesuai dengan proses kerja yang dihendaki oleh system ERP, atau, merubah sistem ERP Information Systems International Conference (ISICO) 2011 – Surabaya, Indonesia, 3-5 December 2011
  2. 2. Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycleuntuk menyesuaikan proses kerja kita. Proses penyesuaian itu C. COTSsering disebut sebagai proses Implementasi. Jika dalam hvdbyucfsautaskegiatan implementasi diperlukan perubahan proses kerjayang cukup mendasar, maka perusahaan ini harus melakukan III. CV SMART TECHNO NUSANTARABusiness Process Reengineering (BPR) yang dapat memakan Smart Techno Nusantara merupakan sebuah perusahaanwaktu berbulan bulan. yang bergerak di bidang Teknologi Informasi khususnya dalam Sebagai kesimpulan, sistem ERP adalah paket software pengembangan software baik tailor made, produk jadi maupunyang sangat dibutuhkan untuk mengelola sebuah industri berupa jasa. Dalam sejarahnya, perusahaan ini didirikan olehsecara efisien dan produktif. Secara de facto, sistem ERP tiga sekawan yang memiliki passion yang sama dalam bidangharus menyentuh segala aspek sumber daya perusahaan yaitu pengembangan software khususnya dalam lingkup teknologidana, manusia, waktu, material dan kapasitas. Untuk lebih web dan mobile. Didirikan pada tahun 2009 di Surabayameningkatkan kemapuan Sistem ERP perlu ditambah modul diawali dengan mengembangkan sebuah software manajemenCRM, SRM, PLM dan juga Project Management. Karena anggaran pada proyek yang diadakan oleh sebuah instansisistem ERP dirancang dengan suatu proses kerja best pemerintah di Surabaya. Hingga saat ini Smart Techno telahpractice, maka hal ini merupakan tantangan implementor ERP mengembangkan sayap di Jakarta dan Pontianak.untuk melakukan implementasi sistem ERP di suatuperusahaan. Perusahaan ini memiliki visi yaitu Menjadi industri kreatif IT terbesar di Indonesia serta dikenal di dunia melaluiB. Software Quality Assurance pemuasan kebutuhan pelanggan dan menciptakan lingkungan Penjaminan kualitas atau dalam istilahnya adalah Software kerja yang menyenangkan. Selain itu, CV Smart TechnoQuality Assurance (SQA) didefinisikan sebagai pola yang Nusantara memiliki misi yaitu Menciptakan kepuasanterencana dan sistematis untuk semua aktifitas yang pelanggan melalui produk IT yang tepat guna, bermanfaat, dandiperlukan guna memberikan keyakinan yang cukup/memadai menghibur, Membangun lingkungan kerja yang menyenangkanbahwa produk telah dibuat sesuai dengan persyaratan teknis bagi "mitra smarti" guna membangkitkan semangat bekerja,yang ditetapkan. SQA juga didefinisikan sebagai sebuah set dan Menjadi industri kreatif IT terbesar di Indonesia sertaaktifitas yang dirancang untuk mengevaluasi proses dikenal di dunia.pengembangan suatu produk. Evaluasi yang dimaksud disini Karena kompleksitas dan daya saing bisnis yang tinggikontras dengan kontrol kualitas . (Galin, 2004) inilah, perusahaan Smart Techno Nusantara ini menerapkan Berdasarkan definisi diatas, maka dapat dijabarkan sebagai metode penjualan pada proses bisnis mereka ke dalam tigaberikut: macam, yaitu make-to-stock (MTS), make-to-order (MTO), a) Perencanaan dan pelaksanaan dilakukan secara dan assembly-to-order (ATO). Make-to-Stock merupakan tipe sistematis dan terintegrasi ke dalam seluruh tahapan penjualan yang menjual produk jadi, sehingga konsumen proses pengembangan perangkat lunak. Hal ini terima jadi produk dari perusahaan. Make-to-Order merupakan dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan dari klien tipe penjualan dimana perusahaan akan melakukan produksi terhadap produk perangkat lunak telah memenuhi setelah ada permintaan dari konsumen. Disini konsumen dapat seluruh persyaratan teknis melakukan kustomisasi pada produk jadi yang mereka b) Merujuk kepada jalannya proses pengembangan inginkan. Dan Assembly-to-Order merupakan tipe penjualan dimana perusahaan menyediakan produk setengah jadi (dapat perangkat lunak berupa komponen prototype) lalu pihak konsumen dapat c) Merujuk pada dokumen requirement/kebutuhan/ melakukan kustomisasi pada bagian – bagian tertentu dari spesifikasi perangkat lunak dan dokumen persyaratan produk yang akan diproduksi oleh perusahaan. lainnya. Berikut ini alur proses bisnis dari ketiga metode penjualan CV SQA memegang peranan penting dalam siklus hidup Smart Techno Nusantara :pengembangan perangkat lunak yang berdampak padahasil/kesuksesan suatu proyek. Kelalaian dalammemperhatikan faktor kualitas software dapat menyebabkankegafalan software diantaranya anggaran yang berlebihan,keterlambatan jadwal pengerjaan, kegagalan dalam memenuhitujuan proyek dan hilangnya kepercayaan dan kepuasanpelanggan (Chow, 1985). Penjaminan kualitas secaramaksimal didapat dan dilakukan di seluruh tahap siklus hiduppengembangan software. Difokuskan pada kualitas produk itusendiri, kematangan dalam proses pengembangan danperbaikan/pemeliharaan secara berkala dan berkelanjutan. Figure III-1 Alur Make-to-Stock Information Systems International Conference (ISICO) 2011 – Surabaya, Indonesia, 3-5 December 2011
  3. 3. Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle V. IMPLEMENTATION Implementasi ERP ini dilakukan secara Quick slice, yaitu pengimplementasian dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Implementasi menggunakan Quick Slice terbagi ke dalam14 tahapan yang terdiri dari : a. Audit / Assessment I b. First Cut Education c. Vision Statement d. Cost/Benefit Analysis e. Go / No-Go Decision Figure III-2 Alur Make-to-Order f. Project Organization g. Performance Goal h. Initial Education i. Demand Management, Planning, Scheduling j. Software Selection and Installation’ k. Physical Process Improvement l. Pilot & Cut Over m. Data Integrity n. Audit / Assessment II Dan berikut ini penjaminan kualitas dari setiap tahapan pengimplementasian software ERP di CV Smart Techno Nusantara. A. Audit / Assessment I Seperti yang telah dipaparkan di atas, perusahan Smart Techno Nusantara ini memiliki proses bisnis yang cukup kompleks karena mereka menerapkan tiga macam tipe penjualan sekaligus. Figure III-3 Alur Assembly-to-Order Jika dikaji lebih mendalam, peluang dari SMARTI yaitu perusahaan menerapkan tipe penjualan pada proses bisnis IV. METHODOLOGY yang beragam, sehingga market share dan market growth dari Adapun metodologi dari pembuatan paper ini, yaitu : perusahaan ini cukup tinggi. Fokus pada bidang web dan mobile teknologi untuk memperbesar peluang salam menguasai ceruk pasar bidang yang digeluti. Disamping itu, kendala dari SMARTI yang dihadapi adalah kurangnya integrasi data antar departemen, sehingga pimpinan perusahaan kesulitan dalam melakukan kontrol. Selain itu karena kurangnya integrasi, maka pembuatan laporan pun menjadi tidak tepat waktu. Keterlambatan pembayaran klien kurang terpantau dikarenakan sistem billing atau tagihan yang masih manual. Tentunya setiap perusahaan memiliki kompetitor, begitu pula dengan perusahaan ini, adapun kompetitor mereka diantaranya CV Andromedia Indonesia, PT. Otak Kanan, dan PT. Dhezign Online Solution. Dengan adanya permasalahan tersebut, kami menawarkan pada perusahaan untuk mengimplementasikan software ERP ke dalam proses bisnis perusahaan. ERP ini sangat membantu performa perusahaan karena adanya integrasi data yang cepat, tepat dan akurat. Sehingga proses kontroling yang dilakukan oleh Chief Officer dapat lebih actual. B. First Cut Education Seperti yang telah dijelaskan bahwa tahap First Cut Figure IV-1 Metodologi Education ini adalah tahapan dimana orang-orang di bagian Information Systems International Conference (ISICO) 2011 – Surabaya, Indonesia, 3-5 December 2011
  4. 4. Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life CycleTop Management dan Operating Management mendapatkan Table V-2 Analisis Biaya Implementasisosialisasi mengenai ERP itu sendiri.Pada perusahaan Smart Techno Nusantara, tahap ini diberikanpada setiap Chief Officer yaitu Chief Executive Officer(CEO), Chief Technology Officer (CTO), Chief InnovationOfficer (CIO), Chief Finance Officer (CFO), Chief HumanResource Officer (CHRO), Chief Marketing Officer (CMO).Tahapan ini berlangsung selama 10 hari yang digambarkanpada table berikut ini : Table V-1 Tahap First Cut Education E. Go / No-Go Decision Membuat komitmen melalui Go/No-Go Decision adalah hal pertama yang dilakukan dalam implementasi suatu proyek. Saat inilah perusahaan memutuskan akan mulai implementasi ERP atau tidak. Dan inilah daftar pertanyaan yang diajukan kepada pihak perusahaan : Table V-3 Daftar Pertanyaan Tahap Go/No-Go DecisionC. Vision Statement Dalam tahap ini, para top management dan operatingmanagement yang berpartisipasi dalam First-Cut Educationmengembangkan visi perubahan perusahaan secara tertulis.Dan inilah vision statement perusahaan Smart TechnoNusantara : 1) Perusahaan dapat lebih meningkatkan performakinerja dengan adanya integritas data yang tepat dan akuratantar departemen demi kelancaran jalannya informasi yangdiperlukan dalam proses bisnis perusahaan. 2) Perusahaan dapat mengefisiensikan alokasi sumberdaya manusia dan efektivitas kinerja tim produksi dalampengerjaan suatu proyek di perusahaan. 3) Perusahaan memiliki laporan proses bisnis secaraakurat, tepat waktu dan up to date.D. Cost / Benefit Analysis Tahapan ini menerangkan secara rinci biaya yang akandikeluarkan dalam proses implementasi ERP pada perusahaan. F. Project OrganizationDan inilah rincian biaya tersebut : Setelah membuat komitmen untuk mengimplementasikan ERP, maka tahap selanjutnya adalah membuat struktur organisasi dari proyek implementasi ERP. Inilah struktur organisasional perusahaan yang akan mengimplementasikan ERP. Information Systems International Conference (ISICO) 2011 – Surabaya, Indonesia, 3-5 December 2011
  5. 5. Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle Figure V-1 Struktur Organisasi SMARTIDan inilah struktur organisasi untuk prosespengimplementasian ERP ini : Figure V-2 Struktur Organisasi untuk Implementasi ERP Figure V-3 Kegiatan di Tahap Initial EducationG. Performance Goal I. Demand Management, Planning, Scheduling Tahap Performance Goals ini mendefinisikan secara Pada tahap ini ditentukan detail dari apa yang harusspesifik dan detail mengenai target performance yang telah diselesaikan dan membuat jadwal proyek implementasi ERPmenjadi komitmen perusahaan untuk dicapai. secara detail. Tahap ini terdiri dari dua bagian yaitu processInilah performance goal dari perusahaan Smart Techno definition dan process scheduling.Nusantara : 1) Process Definition 1) Efektivitas kinerja tim produksi meningkat Disini akan dijelaskan secara detail mengenai bagaimana 2) Efisiensi alokasi tim produksi pada projek meningkat bisnis akan dijalankan dengan sistem yang baru yaitu 3) Peningkatan kualitas produk Enterprise Resource Planning dan akan dilakukan beberapa 4) Peningkatan penjualan produk jadi pertemuan untuk mengulasnya. Dan inilah kegiatan yang 5) Peningkatan jumlah project untuk produk MTO yang dilakukan :ditangani Table V-4 Jadwal Kegiatan Process Definition 6) Peningkatan pendapatan perusahaan 7) Menekan jumlah pengeluaran 8) Peningkatan laba perusahaan 9) Peningkatan kesejahteraan karyawanH. Initial Education Tahap initial education adalah suatu tahap dimana para 2) Process Schedulingpegawai yang terlibat implementasi ERP secara langsung Pada tahap ini para project team membuat jadwal untukbelajar untuk memahami ERP lebih mendalam dari tahap mengimplementasikan ERP sesuai sistem dan proses bisnisFirst-Cut Education. Inilah Initial Education pada perusahaan perusahaan. Dan inilah jadwal pengimplementasian ERP :Smart Techno Nusantara: Information Systems International Conference (ISICO) 2011 – Surabaya, Indonesia, 3-5 December 2011
  6. 6. Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle Table V-5 Jadwal Kegiatan Process Scheduling Gambar berikut menunjukkan berbagai laporan yang diperlukan oleh Chief Executive Officer (CEO)J. Software Selection and InstallationAda beberapa software ERP yang ditawarkan dalampengimplementasian ERP pada perusahaan, diantaranya : 1) Compiere 2) Adempiere 3) Open Bravo 4) SAPK. Physical Process Improvement Physical process improvement adalah suatu tahap untuk Figure V-4 Tugas CEOmerubah job shop menjadi flow shop. Namun padakenyataannya, perusahaan Smart Techno Nusantara telah Gambar berikut menunjukkan tugas yang dilakukan oleh Chiefmenerapkan proses flow shop, dimana seluruh departemen Executive Marketing (CMO)telah melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkanproduk yang bermacam-macam. Ini dikarenakan, proses bisnisdari perusahaan ini telah mengadaptasi keseluruhan tipepenjualan produksi, sehingga tentunya produk yang dihasilkanpun bervariasi.L. Pilot & Cut OverAda banyak cara pendekatan pilot yang dapat diterapkandalam pengimplementasian ERP di perusahaan ini,diantaranya : 1) Komputer Pilot 2) Conference Room Pilot 3) Live Pilot Figure V-5 Tugas CMOM. Data Integrity Gambar berikut menunjukkan tugas yang dilakukan oleh Chief Sangatlah penting untuk membangun dasar akan angka- Finance Officer (CFO)angka yang akurat sebelum melakukan demand management,master scheduling, dan perencanaan lainnya denganmenggunakan ERP.Data yang sangat banyak dibutuhkan untuk menjalankan ERP.Beberapa diantaranya harus akurat, dan beberapa lainnyatidak. Data untuk ERP dapat dibagi menjadi dua kategori,yaitu forgiving dan unforgiving seperti yang telah dijelaskanpada bab sebelumnya (Analisis Data).Pada perusahaan Smart Techno Nusantara ini terdapat 4departemen yang terbagi secara strukturan menjadi beberapaChief Officer yang memiliki divisi lanjutan dibawahnya.Permasalahan yang akan dipecahkan adalah melakukanintegrasi dari seluruh departemen ke bagian keuangan sebagailaporan pemasukan dan pengeluaran perusahaan, yangnantinya akan dikontrol oleh Pimpinan Perusahaan (ChiefExecutive Officer). Figure V-6 Tugas CFO Information Systems International Conference (ISICO) 2011 – Surabaya, Indonesia, 3-5 December 2011
  7. 7. Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life CycleGambar berikut menunjukkan tugas yang dilakukan oleh Chief 1) Perusahaan sudah mampu bersaing dengan kompetitorInnovation Officer (CIO) di sekitarnya, 2) Departemen - departemen yang ada sudah terintegrasi dengan departemen lainnya, 3) Software atau aplikasi yang digunakan sudah lebih maju dan berkembang serta lebih efisien dibanding yang lama Table V-7 Spesifikasi Software dengan Proses Bisnis Perusahaan Figure V-7 Tugas CIOGambar berikut menunjukkan tugas yang dilakukan oleh ChiefTechnology Officer (CTO) Figure V-8 Tugas CTON. Audit / Assessment II Pada tahap audit/assessment II ini dilakukan kajianterhadap sistem ERP yang telah diimplementasikan.Dilakukan pengukuran performa, apakah sistem ERP telah Dari hasil audit/assessment II ini, implementasi ERP yangberjalan dengan baik, tindakan apa yang perlu dilakukan dipilih sudah sesuai dengan keadaan proses bisnis yang adaberikutnya. Dalam tahap ini bisa dihasilkan keputusan apakah pada perusahaaan Smart Techno Nusantara. Denganperlu melakukan implementasi Quick-Slice lagi. Jika Quick- menggunakan ERP yang terkomputerisasi semua transaksiSlice dilakukan lagi maka tahap First-Cut Education tidak menjadi lebih mudah, dan akses laporan data perusahaan lebihperlu dilakukan karena orang-orang yang terlibat sudah tepat waktu. Dengan kondisi yang seperti ini, implementasimemiliki pengetahuan dasar mengenai ERP. ERP bisa direkomendasikan untuk dilanjutkan ke tahap Table V-6 Kegiatan di Tahap Audit/Assessment II company wide. Dan dilakukan training kepada pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan operasional ERP itu sendiri. VI. DISCUSSION AND CONCLUSION Dari analisis yang telah dilakukan pada perusahaan Smart Techno Nusantara sehubungan dengan pengimplementasian konsep dan software ERP dalam proses bisnis, didapatkan beberapa kesimpulan diantaranya : 1) Perusahaan CV Smart Techno Nusantara yang bergerak di bidang pengembangan software ini telah mengimplementasikan beberapa konsep ERP pada proses bisnis yang mereka jalankan. Ini terbukti dengan adanya pemakaian software yang menunjang performa perusahaan, namun belum semuanya terintegrasi. 2) Setelah dilakukannya analisis didapatkan bahwa software ERP yang paling sesuai dengan proses bisnis perusahaan ini yaitu software Adimpiere. Hasil Audit / Assessment II ini adalah : Information Systems International Conference (ISICO) 2011 – Surabaya, Indonesia, 3-5 December 2011
  8. 8. Topic: Software Quality Assurance in Software Development Life Cycle 3) Proses pengimplementasian software Adimpiere pada [2] Beck, K., Beedle, M., Bennekum, A. V., Cockburn, A., Cunningham, W., Fowler, M., Grenning, J. Highsmith, J., Hunt, A., Jeffries, R., Kern,perusahaan CV Smart Techno Nusantara memakan waktu J., Marick, B., Martin, R. C., Mellor, S., Schwaber, K., Sutherland, J.,selama 20 minggu dan biaya sebesar Rp 31.650.000 Thomas, D. 2001. Manifesto for Agile Software Development [Web- document]. Available: http://agilemanifesto.org/. [ReferencedDari analisis dan kesimpulan yang telah diuraikan, kami 23.4.2012].memberikan beberapa solusi kepada perusahaan CV Smart [3] Chow, T. W. (1985). Software quality assurance: A practical approach.Techno Nusantara, yaitu : Silver Spring, MD: IEEE Computer Society Press. a) Dari kompleksitas proses bisnis perusahaan yang [4] Cockburn, A., Highsmith, J. 2001. Agile Software Development: The Business of Innovation. Computer, Vol. 34, No. 9, pp. 120–122menggabungkan keseluruhan jenis penjualan (ATO, MTO, [5] Cockburn, A. 2002. Agile Software Development. Boston: Addison-MTS), integrasi data baik pemasukan maupun pengeluaran Wesley.sebaiknya dilakukan. Hal ini berkaitan dengan peningkatan [6] Galin, Daniel. (2004). Software Quality Assurance: From Theory toperforma dan kinerja sumber daya yang berada di Implementation, page. 26-27. Pearson Education Limited, New York.perusahaan, baik riil maupun materiil. [7] Highsmith, J. 2002. Agile Software Development Ecosystems. Boston, b) Software ERP yang ditawarkan oleh peneliti ini telah Addison-Wesley.disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis perusahaan, [8] Murugesan, S. (1994, Dec. 21-22). Attitude towards testing: A key contributor to software quality. IEEE’s Proceedings of 1st Internationalsehingga penggunaan secara menyeluruh pada setiap lini Conference on Software Testing, Reliability and Quality Assurance, (pp.departemen yang ada di perusahaan akan lebih memudahkan 111-115).Pimpinan Perusahaan dalam proses kontroling. [9] Owens, Dawn M., Khazanchi, Deepak. (2009). Software Quality Assurance [Web-document]. Available: http://www.isqa.unomaha.edu/. REFERENCES [Referenced: 23.4.2012][1] Abrahamsson, P., Salo, O., Ronkainen, J., Warsta, J. 2002. Agile [10] Upadrista, Venkatesh. 2007. Experiences on Agile Implementations Software Development Methods: Review and Analysis. Espoo, VTT [Web-document]. Available: http://www.jeckstein.com/papers. Electronics, 107 p. VTT Publications 478. [Referenced 23.4.2012]. http://www.vtt.fi/inf/pdf/publications/2002/P478.pdf. Information Systems International Conference (ISICO) 2011 – Surabaya, Indonesia, 3-5 December 2011

×